Anda di halaman 1dari 6

NAMA : ADE TRILAKSONO

NIM : 042337021
JURUSAN : MANAJEMEN
UPBJJ : UT BATAM
MATA KULIAH : EKONOMI MONETER
Skor
No Tugas Tutorial
Maksimal
1 Jelaskan faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva 25
penawaran uang!

2 Jelaskan yang anda ketahui tentang Inflationary gap! 25

3 Jelaskan alat ukur kebijakan moneter untuk mencapai 30


kestabilan ekonomi!

4 Jelaskan Mekanisme transmisi kebijakan moneter menurut 20


Taylor!

1. Jelaskan faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran uang!


Jawaban :

Penawaran uang lebih populer dinyatakan dengan istilah jumlah uang yang
beredar. Secara sederhana penawaran uang atau jumlah uang yang
beredar terdiri atas uang logam, uang kertas, simpanan giro, deposito
berjangka, berbagai macam tabungan, dan rekening valuta asing milik
swasta domestik.

Kurva penawaran uang merupakan kurva yang menggambarkan hubungan


antara jumlah uang beredar dengan tingkat bunga. Kurva ini memiliki
lereng positif, artinya semakin tinggi tingkat bunga, semakin banyak jumlah
penawaran uang kas (uang beredar) di masyarakat. Sebaliknya, semakin
rendah tingkat bunga maka semakin rendah pula penawaran uang (ceteris
paribus).Kurva penawaran uang pada umumnya memiliki slope positif.
Pergerakan kurva penawaran uang dari MS0 ke MS2 menunjukkan
bertambahnya penawaran uang. Sebaliknya, pergerakan kurva penawaran
uang dari MS0 ke MS1 menunjukkan berkurangnya penawaran uang.
Faktor-faktor yang mempengruhi pergeseran kurva penawaran uang,
adalah:

 Tingkat Bunga
Merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah uang yang
beredar dalam perekonomian. Jika tingkat bunga terlalu tinggi, dunia
usaha akan lesu.

 Tingkat Inflasi
Inflasi yang tinggi dapat melumpuhkan perekonomian. Daya beli
masyarakat menjadi rendah dan perusahaan tidak dapat menjual
barang dan jasa yang ditawarkannya.

 Tingkat Produksi dan Pendapatan Nasional


Bila tingkat produksi dan pendapatan nasional rendah, pemerintah
mungkin akan memperbanyak jumlah uang yang beredar. Dengan
tujuan untuk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha
(melalui peningkatan suku bunga dan peningkatan harga).

 Kondisi Kesehatan Dunia Perbankan


Setiap bank diharuskan memiliki cadangan uang yang cukup untuk
menjaga dana nasabah agar tetap aman. Bank Indonesia
menetapkan tingkat sadangan tertentu, yang sekaligus menjadi
pengukur kesehatan bank.
 Nilai Tukar Rupiah
Jika nilai tukar rupiah menurun, pemerintah akan menurunkan
jumlah rupiah yang beredar,sehingga sesuai hukum keseimbangan
permintaan dan penawaran. *ingkat bunga akan naikdan nilai rupiah
pun terangkat.
Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 4.12 -4.13
 http://halobelajar.blogspot.com/2019/04/permintaan-dan-penawaran-
uang.html
 http://ekonomisku.blogspot.com/2015/04/kurva-permintaan-dan-
penawaran-uang.html

2. Jelaskan yang anda ketahui tentang Inflationary gap!

Jawaban:

inflationary gap atau Kesenjangan inflasi adalah kondisi yang terjadi ketika
permintaan barang dan jasa melebihi produksi karena faktor-faktor seperti
tingkat pekerjaan yang lebih tinggi secara keseluruhan. Begitu juga faktor
peningkatan aktivitas perdagangan atau peningkatan pengeluaran
pemerintah. Inflationary gap terjadi karena peningkatan relatif dalam PDB
riil yang menyebabkan perekonomian meningkatkan konsumsinya. Ini
menyebabkan harga-harga naik dalam jangka panjang. Hal ini dapat
menyebabkan PDB riil melebihi potensi PDB, yang mengakibatkan
kesenjangan inflasi.

Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan permintaan total (agregat


demand). Sedangkan produksi telah berada pada keadaan kesempatan
kerja penuh atau hampir mendekati kesempatan kerja penuh. Apabila
kesempatan kerja penuh (full employment) telah tercapai, penambahan
permintaan selanjutnya hanyalah akan menaikkan harga saja (sering
disebut dengan Inflasi murni). Apabila kenaikan permintaan ini
menyebabkan keseimbangan GNP berada di atas atau melebihi GNP pada
kesempatan kerja penuh maka akan terdapat adanya inflationary gap.
Inflationary gap inilah yang akan menyebabkan inflasi. Secara grafik
digambarkan sebagai berikut :
Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 5.5
 https://blog.pluang.com/cerdascuan/inflationary-gap-adalah/
 http://ekoter.blogspot.com/2017/

3. Jelaskan alat ukur kebijakan moneter untuk mencapai kestabilan ekonomi!

Jawaban:

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang


bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi
yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan
keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta
tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi
yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta
neraca pembayaran internasional yang seimbang

 Kesempatan Kerja
Semakin besar gairah untuk berusaha, maka akan mengakibatkan
peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akandiikuti dengan
kebutuhan tenaga kerja. Hal ini berarti akan terjadinya peningkatan
kesempatan kerja dan kesejahteraan karyawan.

 Kestabilan Harga
Apabila kestabillan harga tercapai, maka akan menimbulkan
kepercayaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang
yang mereka beli sekarang akan sama dengan harga di masa
depan

 Neraca pembayaran internasional yang seimbang


Menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu negara. Agar neraca
pembayaran internasional seimbang maka pemerintah sering
melakukan kebijakan- kebijakan moneter. Pengaturan jumlah uang
yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau
mengurangi jumlah uang yang beredar
Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 6.3 – 6.7
 https://www.slideshare.net/AzlanAbdurrahman/kebijakan-moneter-
61908881
 https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-tujuan-dan-instrumen-
kebijakan-moneter/

4. Jelaskan Mekanisme transmisi kebijakan moneter menurut Taylor!

Jawaban:
Mekanisme transmisi kebijakan moneter pada dasarnya menggambarkan
bagaimana kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral mempengaruhi
berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan sehingga pada akhirnya dapat
mencapai tujuan akhir yang ditetapkan.

Secara spesifik, Taylor (1995) menyatakan bahwa mekanisme transmisi


kebijakan moneter adalah “the process through which monetary policy
decisions are transmitted into changes in real GDP and inflation”.
Artinya mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan jalur-jalur yang
dilalui kebijakan moneter untuk dapat mempengaruhi sasaran akhir
kebijakan moneter yaitu pendapatan nasional dan inflasi.

Mekanisme transmisi moneter dimulai dari tindakan bank sentral dengan


menggunakan instrumen moneter, apakah OPT atau yang lain, dalam
melaksanakan kebijakan moneternya. Tindakan itu kemudian berpengaruh
terhadap aktivitas ekonomi dan keuangan melalui berbagai saluran
transmisi kebijakan moneter, yaitu saluran uang, kredit, suku bunga, nilai
tukar, harga aset, dan ekspektasi. Di bidang keuangan, kebijakan moneter
berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga, nilai tukar, dan harga
saham di samping volume dana masyarakat yang disimpan di bank, kredit
yang disalurkan bank kepada dunia usaha, penanaman dana pada
obligasi, saham maupun sekuritas lainnya. Sementara itu, di sektor
ekonomi riil kebijakan moneter selanjutnya mempengaruhi perkembangan
konsumsi, investasi, ekspor dan impor, hingga pertumbuhan ekonomi dan
inflasi yang merupakan sasaran akhir kebijakan moneter.

Dalam kenyataannya, mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan


proses yang kompleks, dan karenanya dalam teori ekonomi moneter sering
disebut dengan “black box” (Mishkin, 1995) seperti digambarkan dalam
skema berikut.

Hal ini terutama karena transmisi dimaksud banyak dipengaruhi oleh tiga
faktor, yaitu:

 Perubahan perilaku bank sentral, perbankan, dan para pelaku


ekonomi dalam berbagai aktivitas ekonomi dan keuangannya
 Lamanya tenggat waktu (lag) sejak kebijakan moneter ditempuh
sampai sasaran inflasi tercapai
 Terjadinya perubahan pada saluran-saluran transmisi moneter itu
sendiri sesuai dengan perkembangan ekonomi dan keuangan di
negara yang bersangkutan

Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 6.20 – 6.21
 https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/bi-dan-
publik/kebanksentralan/Documents/11.%20BSK%2011%20Mekanisme
%20transmisi%20kebijakan%20moneter%20di%20Indonesia.pdf

Anda mungkin juga menyukai