Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

LANDASAN KEPENDIDIKAN

ASAS-ASAS KEPENDIDIKAN
Mata Kuliah : Landasan Kependidikan
Dosen Pengajar : Dr.Dedy Hermanto Karwan,M.,M.,Dipl.Ed

Disusun oleh :
KELOMPOK 6
1. Ina Fitriyani (1913022001)
2. B.Tiara Shafa (1913022031)
3. Amril Hakim (1913022033)

Kelas A
Jurusan Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung
2019
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………i
DAFTAR ISI……………………………………………………………...………ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………iii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH………………………………………1
B. RUMUSAN MASALAH…………………………………………………1
C. TUJUAN PEMBAHASAN…………………………………………….…2
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN……………………………3
B. FUNGSI DAN TUJUAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN…………………4
C. KLASIFIKASI LANDASAN KEPENDIDIKAN………………………...5
D. PENERAPAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN…………………………….7
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN…………………………………………………………...9
B. SARAN…………………………………………………………………...9
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….10
LAMPIRAN……………………………………………………………………...11

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia dan rahmat-
Nya sehingga kami dapat menuntaskan tugas makalah yang berjudul "Asas-
pendidikan” ini tepat pada waktunya.
Semoga dengan membaca makalah ini, para pembaca dapat memahami secara
mendalam tentang asas-asas kependidikan dan dapat menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr.Dedy Hermanto
Karwan,M.,M.,Dipl.,Ed selaku dosen mata kuliah Landasan Kependidikan yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga hal tersebut dapat menunjang untuk
mempelajari semua hal tentang fungsi dan tujuan, klasifikasi,dan penerapan asas-asas
pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu
kami dalam menyelesaikan makalah ini
Kami menyadari makalah yang kami buat ini masih memiliki banyak kekurangan.
Oleh karena itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun untuk
memperbaiki kekurangan yang ada

Bandar Lampung, 21 Oktober 2019

Penulis

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pendidikan adalah sebagai usaha sadar yang sistematik selalu bertolak dari
sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Asas
tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap
perkembangan manusia suatu bangsa. Asas pendidikan merupakan suatu
kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berfikir, baik pada tahap
perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.

Di dalam pembahasan ini secara tersirat akan dijelaskan macam-macam asas


dengan pengkajian dimensi hakikat manusia (keindiidalan, kesosialan,
kesusilaan, dan keberagaman). Pandangan tentang hakikat manusia
merupakan tumpuan berpikir utama yang sangat penting dalam pendidikan.

Khusus di Indonesia terdapat sejumlah asas yang memberi arah dalam


merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Asas-asas tersebut bersumber
dari kecenderungan umum pendidikan di dunia maupun yang bersumber dari
pemikiran dan pengalaman sepanjang sejarah upaya pendidikan di Indonesia.
Asas tersebut di antaranya Asas Tut Wuri Handayani, Asas belajar Sepanjang
Hayat, Asas Kemandirian Belajar.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud asas asas pendidikan?

2. Apa fungsi dan tujuan dari asas asas pendidikan?


3. Apa saja klasifikasi dari asas asas pendidikan?

4. Bagaimana penerapan asas asas pendidikan dalam kehidupan sehari-


hari?

C. Tujuan pembahasan.

1. Untuk mengetahui pengertian asas-asas pendidikan.

2. Untuk mengetahui fungsi dan tujuan asas asas pendidikan

3. Untuk mengetahui macam-macam asas-asas pendidikan.

4. Untuk mengetahui penerapan asas asas pendidikan dalam kehidupan

sehari-hari.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Asas-Asas Pendidikan

Asas adalah prinsip dasar yang menjadi acuan berpikir seseorang dalam Definisi asas
adalah dasar atau hukum dasar (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Asas asas adalah
dasar atau hukum dasar yang berprinsip menjadi acuan berpikir seseorang dalam
mengambil keputusan yang penting dalam kehidupan. Sehingga asas pendidikan
merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada
tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan (Hartoto, 2008, dalam Jurnal
Ilmu Pendidikan). Jadi, asas pendidikan itu lebih memfokuskan perhatian kepada cara
penyelenggaraan pendidikan yang dilandasi oleh pemikiran-pemikiran tentang
bagaimana layaknya pendidikan itu diselenggarakan.

Ada beberapa asas yang dterapkan dan dianut di Indonesia, antara lain: Asas Tutwuri
Handayani,Asas Belajar Sepanjang Hayat dan Asas Kemandirian Dalam Belajar.Asas
pendidikan memiliki arti hukum atau kaidah yang menjadi acuandalam melaksanakan
kegiatan pendidikan. Asas pendidikan juga diartikan sebagai sesuatu kebenaran yang
menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun
pelaksanaan pendidikan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia
itu dapat dididik dan dapat mendidik diri sendiri.

Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan sebagai wahana
pengembangan manusia dan masyarakat. Dalam penyelenggaraan pendidikan,
seorang guru merupakan pemimpin yang berdiri di belakang dengan bersemboyan
“tut wuri handayani”, yaitu tetap mempengaruhi dengan memberi kesempatan kepada
anak didik untuk berjalan sendiri dan tidak terus-menerus dicampuri, diperintah atau
dipaksa. Guru hanya wajib menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi jalannya
anak serta hanya bertindak aktif dan mencampuri tingkah laku atau perbuatan anak
apabila anak didik tidak dapat menghindarkan diri dari berbagai rintangan.
Perancangan dan implementasi kurikulum yang memperhatikan kedua dimensi itu
akan mengakrabkan peserta didik dengan berbagai sumber belajar yang ada di
sekitarnya.

Kemampuan dan kemauan menggunakan sumber belajar yang tersedia itu akan
memberi peluang terwujudnya belajar sepanjang hayat. Masyarakat yang mempunyai
warga yang belajar sepanjang hayat akan menjadi suatu masyarakat
yang gemar belajar (learning society). Dengan

Kata lain, akan terwujudlah gagasan pendidikan seumur hidup seperti yang tercermin
di dalam sistem pendidikan nasional Indonesia

B. Fungsi dan tujuan dalam asas asas pendidikan

1. Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan dan


ketrampilan yang diminatinya di semua jenis, jalur, dan jenjang
pendidikan yang disediakan oleh pemerintah sesuai peran dan
profesinya dalam masyarakat. Peserta didik bertanggung jawab atas
pendidikannya sendiri

2. Peserta didik mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan


kejuruan yang diminatinya agar dapat mempersiapkan diri untuk
memasuki lapangan kerja bidang tertentu yang diinginkannya

3. Peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan


kesempatan untuk memasuki program pendidikan dan ketrampilan
sesuai dengan gaya dan irama belajarnya.

4. Peserta didik yang memiliki kelainan fisik atau mental memperoleh


kesempatan memilih pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan cacat
yang disandang agar dapat menjadi manusia yang mandiri.

5. Peserta didik di daerah terpencil mendapat kesempatan untuk


memperoleh pendidikan dan ketrampilan agar dapat berkembang
menjadi manusia yang memiliki kemampuan dasar yang memadai
sebagai manusia yang mandiri, yang beragam dari potensi dibawah
normal sampai jauh diatas.
4
C. Klarifikasi Asas-Asas Pendidikan

1. Asas Tut Wuri Handayani

Asas Tut Wuri Handayani merupakan asas pendidikan Indonesia yang bersumber
dari asas Pendidikan Taman Siswa yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara
yaitu seorang perintis kemerdekaan dan pendidikan nasional.

Makna Tut Wuri Handayani adalah:

Tut Wuri : Mengikuti perkembangan sang anak dengan penuh perhatian


berdasarkan cinta kasih dan tanpa pamrih.
Handayani : Mempengaruhi dalam arti merangsang, memupuk, membimbing, dan
menggairahkan anak agar sang anak mengembangkan pribadi masing-masing
melalui disiplin pribadi (Arga, 2011, dalam Jurnal Ilmu Pendidikan).

Asas Tut Wuri Handayani yang dikumandangkan oleh Ki Hajar tersebut


mendapat tanggapan positif dari Drs. RMP Sosrokartono (filsuf dan ahli bahasa)
dengan menambahkan dua semboyan untuk melengkapinya, yakni Ing Ngarso
Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa. Kini ketiga semboyan tersebut telah
menyatu menjadi satu kesatuan asas, yaitu:

Ing Ngarso Sung Tulada (jika di depan menjadi contoh).


Ing Madya Mangun Karsa (jika di tengah-tengah membangkitkan kehendak,
hasrat atau motivasi).
Tut wuri Handayani (jika di belakang mengikuti dengan awas).

Dan merupakan tujuh asas Taman Siswa yaitu

a. Bahwa setiap orang berhak untuk mengatur dirinya sendiri dengan mengingat
tertibnya persatuan dalam peri kehidupan umum.
b. Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam
arti lahir dan batin dapat memerdekakan diri.
c. Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebang saan sendiri.
d. Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjang kau kepada
seluruh rakyat
d. Bahwa untuk mengejar kemerdekaan Hidup yang sepenuh-penuhnya lahir

5
maupun batin hendaklah diusahakan dengan kekuatan sendiri dan menolak
bantuan apapun dan dari siapa pun yang mengi -kat, baik berupa ikatan lahir
maupun ikatan batin.

e. Bahwa sebagai konsekwensi hidup dengan kekuatan sendiri maka mutlak


harus mebelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan

f. Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keikhlasan lahir dan bathin
untuk mengorbankan segala kepentingan pribadi demi keselamatan dan
kebahagian anak-anak

Menurut asas ini, dalam penyelenggaraan pendidikan, seorang guru merupakan


pemimpin yang berdiri di belakang dengan bersemboyan “tut wuri handayani”,
yaitu tetap mempengaruhi dengan memberi kesempatan kepada anak didik untuk
berjalan sendiri dan tidak terus-menerus dicampuri, diperintah atau dipaksa. Guru
hanya wajib menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi jalannya anak serta
hanya bertindak aktif dan mencampuri tingkah laku atau perbuatan anak apabila
anak didik tidak dapat menghindarkan diri dari berbagai rintangan. Dapat
dikatakan bahwa asas Tut Wuri Handayani ini merupakan cikal bakal dari
pendekatan atau cara belajar siswa aktif (Umar Tirtarahardja dan La Sulo, 1994:
123).

1. Asas ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,
yang berarti di depan pendidik member contoh, di tengah member dorongan,
2. Asas pendidikan sepanjang hayat, yang berarti pendidikan dimulai dan lahir
sampai mati
3. Asas semesta, menyeluruh dan terpadu. Semesta artinya pendidikan itu
terbuka untuk seluruh rakyat, menyeluruh artinya mencakup semua jalur,
jenjang dan jenis pendidikan. Terpadu artinya saling berkaitan antara
pendidikan dengan pembangunan nasional.
4. Asas manfaat, yang berarti pendidikan harus mengingat kemanfaatanya bagi
masa depan peserta didik, bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama.

6
5. Asas usaha bersama, yang berarti bahwa pendidikan menekankan
kebersamaan antara keluarga sekolah dan masyarakat.
6. Asas demokratis, yang berarti bahwa pendidikan harus dilaksanakan dalam
suasana dan hubungan yang proposional antara pendidik dan peserta didik,
ada keseimbangan antara hak dan kewajiban pada masing-masing pihak.
7. Asas adil dan merata yang berarti bahwa semua kepentingan berbagai pihak
harus mendapat perhatian dan perlakuan yang seimbang.
8. Asas perikehidupan dalam keseimbangan, yang berarti harus
mempertimbangkan segala segi kehidupan manusia, misalnya jasmani
rokhani, dunia akherat, individual dan sosial, intelektual, kesehatan,
keindahan dan lain sebangainya.
9. Asas kesadaran hukum, dalam arti bahwa pendidikan harus sadar dan taat
pada peraturan yang berlaku serta menegakkan dan menjamin kepastian
hukum.
10. Asas kepercayaan pada diri sendiri, yang berarti bahwa pendidik dan peserta
didik harus memiliki kepercayaan diri sehingga tidak ragu dan setengah-
setengah dalam melaksanakan pendidikan.
11. Asas efisiensi dan efektifitas, dalam arti bahwa dalam pendidikan harus
ditumbuhkan keaktifan, kreativitas, inisiatif, ketrampilan, kelincahan, dan
sebagainya,
12. Asas fleksibelitas, dalam arti bahwa dalam pendidikan harus diciptakan
keluwesan (fleksibel) baik dalam materi maupun caranya, sesuai dengan
keadaan, waktu dan tempat (Anonim, 1980: 18-19).

2. Asas Belajar Sepanjang Hayat

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang tidak pernah sempurna, dia selalu
berkembang mengikuti perkembangan yang terjadi di lingkungan kehidupannya.
Dewasa ini, akibat kemajuan ilmu dan teknologi yang amat pesat, terjadi
perubahan yang amat pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Akibatnya, apa yang
dipelajari oleh seseorang pada beberapa tahun yang lalu dapat menjadi tidak
berarti atau tidak bermanfaat lagi. Hal ini disebabkan karena apa yang telah
dipelajarinya sudah tidak relevan lagi dengan berbagai masalah kehidupan yang
dihadapinya.

7
Jadi, implikasi dari kemajuan ilmu dan teknologi yang amat pesat tersebut ialah
seseorang dituntut untuk mau dan mampu belajar sepanjang hayat (Tim Pembina
MK Pengantar Pendidikan, 2008, dalam Bahan Ajar Pengantar Pendidikan).

1. Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang
dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education)
Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap
pendidikan seumur hidup. Ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW
yang sudah tidak asing lagi ditelinga, beliau bersabda yang artinya: ”Tuntutlah
ilmu dari buaian sampai meninggal dunia”. Jadi, Islam telah lama mengenal
konsep belajar sepanjang ayat ini jauh sebelum orang-orang Barat
mengangkatnya (Rangga, 2011, dalam Jurnal Ilmu Pendidikan).

2. Pendidikan seumur hidup merupakan “a concept” (P. Lengrand, 1970) yang


“New significance of an old idea (Dave 1973) tetapi “ universality acceptable
definition is difficult’ (Cropley, 1979).

3. Life long learning dan life long education; kedua istilah ini sering digunakan
bergantian dengan makna yang sama ; walaupun sebenarnya berbeda.

4. Belajar adalah perubahan tingkah-laku (kognitif, afektif, dan psikomotor)


yang relatif tetap karena pengaruh pengalaman

5. Pendidikan seumur hidup lebih menekankan pada usaha sadar dan sistematis
untuk penciptaan suatu lingkungan yang memungkinkan pengaruh
pengalaman tersebut lebih efisien dan efektif Lingkungan yang
membelajarkan peserta didik

6. Dalam latar PSH. Proses pembelajaran di sekolah seyogyanya mengemban


sekurangnya dua misi yaitu:
a. Membelajarkan peserta didik dengan efisien dan efektif
b. Meningkatkanb kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai basis

dari belajar sepanjang hayat

7. Masalahnya di sekolah adalah bagaimana merancang dan


mengimplementasikan suatu program belajar dan membelajarkan sehingga
mendorong terwujudnya belajar sepanjang hayat. Terbentuknya masyarakat
yang mau dan mampu terus-menerus belajar

8
Pendidikan seumur hidup adalah pendidikan yang harus:

1. Meliputi seluruh hidup setiap individu.


2. Mengarahkan kepada pembentukan, pembaharuan, peningkatan dan
penyempurnaan secara sistematis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
dapat meningkatkan kondisi hidupnya.
3. Tujuan akhirnya adalah mengembangkan penyadaran diri setiap individu.
4. Meningkatkan kemampuan dan motivasi untuk belajar mandiri
5. Mengakui kontribusi dari semua pengaruh pendidikan yang mungkin terjadi,
termasik yang formal, non formal dan informal (La Sulo, 1990: 25-26).

Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar-mengajar di sekolah


seharusnya mengemban sekurang-kurangnya dua misi, yaitu:

1. Memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan efesien dan efektif.


2. Meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai dasar dari
belajar sepanjang hayat.

Kurikulum yang dapat dirancang dan diimplementasikan yaitu kurikulum yang


memperhatikan dua dimensi, yaitu sebagai berikut:

1. Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah, meliputi keterkaitan dan


kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan
peserta didik di masa depan.

2. Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara


pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.

Perancangan dan implementasi kurikulum yang memperhatikan kedua dimensi itu


akan mengakrabkan peserta didik dengan berbagai sumber belajar yang ada di
sekitarnya. Kemampuan dan kemauan menggunakan sumber belajar yang tersedia
itu akan memberi peluang terwujudnya belajar sepanjang hayat. Masyarakat yang
mempunyai warga yang belajar sepanjang hayat akan menjadi suatu masyarakat
yang gemar belajar (learning society). Dengan kata lain, akan terwujudlah
gagasan pendidikan seumur hidup seperti yang tercermin di dalam sistem
pendidikan nasional Indonesia (Umar Tirtarahardja dan La Sulo, 1994: 123)

9
3. Asas Kemandirian dalam Belajar

1. Kaitan asas kemandirian dengan asas lain. Baik asas tut wuru handayani
maupun BSH secara langsung berkaitan . Asas tut wuri handayani pada
prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan siswa untuk mandiri, termasuk
mandiri dalam belajar

Asas BSH hanya dapat diwujudkan apabila didasarkan pada asumsi bahwa
peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar, karena tidak mungkin
seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari
bantuan guru, ataupun orang lain

2. Upaya mengembangkan asas kemandirian dalam belajar


Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru
dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator, di samping peran
lainnya seperti informator, organisator, dan sebagainya

3. Beberapa alternatif
Ada beberapa strategfi belajar dan pembelajaran yang dapat memberi
peluang pengembangan kemandirian dalam belajar, salah satu di antaranya
dengan penerapan CBSA

Asas Tut Wuri Handayani dan asas belajar sepanjang hayat secara langsung
sangat erat kaitannya dengan asas kemandirian dalam belajar. Asas Tut Wuri
Handayani didasarkan pada asumsi bahwa dalam kegiatan belajar-mengajar
peserta didik mampu untuk mandiri dalam belajar. Kemandirian dalam belajar itu
dapat dikembangkan dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu
siap untuk membantu apabila diperlukan. Selanjutnya, asas belajar sepanjang
hayat hanya dapat diwujudkan apabila didasarkan pada pendapat bahwa peserta
didik mau dan mampu mandiri dalam belajar. Oleh karena itu, tidak mungkin
seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru
atau pun orang lain.

Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalam peran
utama sebagai fasilitator, informator dan motivator.

10
Sebagai fasilitator, guru diharapkan dapat menyediakan dan mengatur berbagai
sumber belajar dengan sedemikian rupa, sehingga memudahkan peserta didik
berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. Sebagai informator, guru harus
menyadari bahwa dirinya hanya merupakan bagian kecil dari sumber-sumber
informasi yang ada. Oleh karena itu, guru perlu memberikan dan bahkan
merangsang peserta didik untuk mencari informasi selain dari dirinya sendiri.
Sedangkan sebagai motivator, guru mengupayakan timbulnya prakarsa peserta
didik untuk dapat memanfaatkan sumber belajar secara maksimal (Umar
Tirtarahardja dan La Sulo, 1994: 123).

Terdapat beberapa strategi belajar-mengajar yang dapat mengembangkan


kemandirian dalam belajar, yaitu:

a. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

b. Belajar dari modul, paket belajar, dan sebagainya.

Belajar dengan didukung oleh suatu pusat sumber belajar (PSB) yang
memadai. PSB memberi peluang tersedianya berbagai jenis sumber belajar, di
samping bahan di perpustakaan. Dengan dukungan PSB itu asas kemandirian
dalam belajar akan lebih dimantapkan dan dikembangkan (Umar Tirtarahardja
dan La Sulo, 1994: 123).

D. Penerapan Asas-Asas Pendidikan

Penerapan asas asas pendidikan dalam keseharian Keadaan yang Ditemui Sekarang
yaitu sebagai berikut :

Dalam kaitan asas belajar sepanjang hayat, dapat dikemukakan beberapa keadaan
yang ditemui sekarang

1. Usaha pemerintah memperluas kesempatan belajar telah mengalami peningkatan.


Terbukti dengan semakin banyaknya peserta didik dari tahun ke tahun yang dapat
ditampung baik dalam lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal;
berbagai jenis pendidikan; dan berbagai jenjang pendidikan dari TK sampai
perguruan tinggi

11
2. Usaha pemerintah dalam pengadaan dan pembinaan guru dan tenaga
kependidikan pada semua jalur, jenis, dan jenjang agar mereka dapat
melaksanakan tugsnya secara proporsional. Dan pada gilirannya dapat
meningkatkan kualitas hasil pendidikan di seluruh tanah air. Pembinaan guru dan
tenaga guru dilaksanakan baik didalam negeri maupun diluar negeri

3. Usaha pembaharuan kurikulum dan pengembangan kurikulum dan isi pendidikan


agar mampu memenuhi tantangan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya
yang berkualitas melalui pendidikan

4. Usaha pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana yang semakin


meningkat: ruang belajar, perpustakaan, media pengajaran, bengkel kerja, sarana
pelatihan dan ketrampilan, sarana pendidikan jasmani

5. Pengadaan buku ajar yang diperuntukan bagi berbagai program pendidikan


masyarakat yang bertujuan untuk .meningkatkan sumber penghasilan keluarga
secara layak dan hidup bermasyarakat secara berbudaya melalui berbagai cara
belajarmenunjang tercapainya tujuan pendidikan manusia seutuhnya

6. Usaha pengadaan berbagai program pembinaan generasi muda: kepemimpinan


dan ketrampilan, kesegaran jasmani dan daya kreasi, sikap patriotisme dan
idealisme, kesadaran berbangsa dan bernegara, kepribadian dan budi luhur

7. Usaha pengadaan berbagai program pembinaan keolahragaan dengan memberikan


kesempatan yang seluas-luasnya kepada anggota masyarakat untuk melakukan
berbagai macam kegiatan olahraga untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran
serta prestasi di bidang olahraga

9. Usaha pengadaan berbagai program peningkatan peran wanita dengan


memberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan keluarga
sehat, sejahtera dan bahagia peningkatan ilmu pngetahuan dan teknologi,
ketrampilan serta ketahanan mental.

Pengembangan Penerapan Asas-asas Pendidikan

Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi dalam penerapan asas-asas


pendidikan, maka perlu diadakannya upaya pengembangan penerapan asas-asas
pendidikan dengan tujuan untuk membantu mengatasi permasalahan yang telah
dijelaskan sebelumnya.

12
1. Mengembangkan komunikasi dua arah

Seorang guru harus mengembangkan komunikasi dua arah untuk meningkatkan


umpan balik dari siswa. Siswa tidak hanya mendengarkan namun juga
memberikan respon dalam setiap permasalahan yang diberikan seorang pendidik.
Dengan demikian, peserta didik akan terdorong untuk belajar mandiri, tidak
tergantung kepada pendidik saja (Rangga, 2011, dalam Jurnal Ilmu Pendidikan).

2. Menggeser peranan pendidik menjadi fasilitator, informator, motivator, dan


organisator

Fasilitator sebagai penyedia layanan misalnya memberikan kasus yang harus


dipecahkan atau didiskusikan. Informator sebagai pemberi informasi terkini yang
berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Motivator sebagai pemberi motivasi
kepada peserta didik. Sedangkan sebagai organisator, pendidik membimbing
peserta didik menyelesaikan tahap-tahap pembelajaran yang telah ada (Rangga,
2011, dalam Jurnal Ilmu Pendidikan).

3. Mengembangkan tujuan belajar menjadi learning to know, learning to do,


learning to life together, dan learning to be

Berbagai upaya pengembangan dalam penerapan asas-asas pendidikan yang


dilakukan oleh pemerintah, antara lain:

a. Pembinaan guru dan tenaga pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan.

b. Pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan ilmu dan


teknologi.

c. Pengembangan kurikulum dan isi pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu


dan teknologi serta pengembangan nilai-nilai budaya bangsa.

d. Pengembangan buku ajar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu


pengetahuan dan teknologi serta perkembangan budaya bangsa (Qym, 2009)

13
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan
berpikir, untuk baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Pada

Asas Pokok Pendidikan seperti,Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang
Hayat,Asas kemandirian Dalam Belajar. Dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari
sebagai manusia yang baik,maka dapat menerapkan tingkah laku dan pengaplikasian
yang dapat menggambarkan bahwa pendidikan memiliki sikap tata cara dan sebagai
acuan landasan dalam berpendidikan yang baik dalam cara pelaksanaan nya.

Saran

Kami sebagai penulis berharap pembaca dapat memahami asas-asas pokok


pendidikan dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari nya dengan
baik.penulis mengetahui makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun bagi
makalah dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/amp/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2013/11/26/asas-
asas-pendidikan-dan-penerapannya/amp/

https://www.artikelsiana.com/2018/12/Pengertian-asas-fungsi-Jenis-asas-para-ahli-
contoh-macam.html
LAMPIRAN

A. Pertanyaan Dari Audience

1. Nama : Fertina
NPM : 1913022035
Pertanyaan : Bagaimana penerapan asas belajar sepanjang hayat dalam
kehidupan ?
Jawab : Dijawab oleh Ina Fitriyani (1913022001)
“Yaitu dengan cara menanamkan prinsip dasar pada diri sendiri,
serta benar dalam mengambil keputusan dalam hidupnya agar
dapat menjadi peserta didik atau pribadi yang efisien dan efektif
dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran pada prinsip di
dalam diri sendiri. Menumbuhkan rasa sadar dalam membentuk
sikap dan sifat dalam titik acuan dasar dalam sepanjang
hayat,serta memiliki rancangan pada implementasi di sepanjang
hayat.”

2. Nama : Khodijah
NPM : 1913022025
Pertanyaan : Bagaimana mengatasi kehendak orang tua yang ikut andil di
dalam kebebasan peserta didik untuk menentukan Pendidikan ?
Jawab : Dijawab oleh B. Tiara Shafa Zahirah (1913022031)
“Seperti kita ketahui bahwa orang tua juga berperan dalam asas
pendidikan, dimana orang tua bertindak sebagai Ing Ngarso Sung
Tulodho yang selalu menjadi percontohan kita dalam berprilaku
dan berpola fikir kemudan orang tua juga berperan sebagai Ing
Madya Mangun Karso, dimana orang tua yang selalu
mendampingi kita, member semangat dan motivasi untuk terus
maju dan selalu mendengarkan keluh kesah kita serta orang tua
selalu berperan sebagai Tut Wuri Handayani dimana orang tua
selalu mendoakan kita, memohon yang terbaik untuk kita baik
dalm kesehatan kesuksesan maupun kelancaran dalam menjalani
kehidupan. Berkenaan dengan menghadapi kehendak orang tua
yang terkadang tidak sesuai dengan kehendak kita, kita harus
memikirkan kembali maksud dan tujuan orang tua serta lebih
membuka pola fikir kita untuk lebih memahami orang tua, dan
apabila kehendak orang tua benar benar berlawanan, maka harus
diadakan diskusi dan menyuarakan argument kita dengan tutur
kata yang sopan dan jangan sampai menyakiti perasaan orang
tua.”

3. Nama : Siti Nur Oktaviana


NPM : 1913022007
Pertanyaan : Ditujukan untuk siapa Ing Ngarso Sung Tulodo dan Bagaimana
supaya asas asas Pendidikan dapat diterapkan dengan baik?
Jawab : Dijawab oleh Amril Hakim (1913022033)
“Ing Ngaro Sung Tulodho ditujukan untuk para pemimpin, orang
orang yang berpengaruh, dan yang lebih utama adalah untuk para
pendidik, dimana seorang guru merupakan pemimpin yang
berdiri di belakang dengan bersemboyan “tut wuri handayani”,
yaitu tetap mempengaruhi dengan memberi kesempatan kepada
anak didik untuk berjalan sendiri dan tidak terus-menerus
dicampuri, diperintah atau dipaksa. Guru hanya wajib
menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi jalannya anak
serta hanya bertindak aktif dan mencampuri tingkah laku atau
perbuatan anak apabila anak didik tidak dapat menghindarkan
diri dari berbagai rintangan. Dan solusi supaya asas asas
pendidikan dapat diterapkan dengan baik adalah dengan
melahirkan tenaga tenaga pendidik yang berkualitas dan paham
betul mengenai kependidikan dan tujuan dari pendidikan itu
sendiri.”

B. Audience Yang Aktif

1. Nama : Dela Mandasari


NPM : 1913022027
Deskripsi : Dapat menyimpulkan isi dan makna dalam sebuah video
percontohan dari asas asas pendidikan
a. “Kesempatan belajar dan meraih mimpi tidak dibatasi
oleh waktu dan usia, dimana ini merupakan
percontohan dari asas belajar sepanjang hayat”
b. “Kisah cinta dan kasih orang tua memang tidak dapat
tergantikan, itulah yang menyebabkan orang tua
termasuk ke dalam faktor di dalam asas pendidikan Tut
Wuri Handayani”

2. Nama : Nong Astriyana


NPM : 1913022009
Deskripsi : Dapat menyimpulkan isi dan makna dalam sebuah video
percontohan dari asas pendidikan
a. “Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam
meraih cita cita dan mimpi diperlukan semangat
pantang putus asa sehingga video ini termasuk
percontohan dari asas belajar sepanjang hayat dan asas
kemandirian belajar”
b. “Dari video trsebut dapat disimpulkan bahwa video
tersebut sesuai dengan konsep asas Tut Wuri
Handayani dimana orang tua yang memberikan cinta
kasih tanpa pamrih”

Anda mungkin juga menyukai