Anda di halaman 1dari 12

Nama : Wilda Fitri

No BP : 1910526038
Jurusan : Manajemen Intake
Mata Kuliah : Manajemen Strategik

1. Siapakah manajer strategik itu?


Jawab:
Manajer strategik adalah manajer yang bekerja pada bidang manajemen strategik.
Manajer strategik yang paling penting dan paling kelihatan adalah manajer puncak.
Manajer puncak (manajer eksekutif) ialah manajer tingkatan paling tinggi (puncak)
dalam organisasi yang bertanggung jawab memanajemen seluruh pekerjaan
organisasi.

2. Apakah nama khas manajer strategik?


Jawab:
Direktur utama, presiden direktur, chief executive officer (CEO), presiden, raja, ratu,
kaisar, sultan, emir, ketua umum, rektor, dan lain-lain.

3. Berikan 20 contoh manajer strategik?


Jawab:
Ada tiga kelompok pemimpin (manajer puncak atau eksekutif) termahal di Indonesia,
yaitu:
1) Eksekutif dengan perkiraan gaji di atas Rp 3,5 miliar per tahun, yaitu:
a. Budi G. Sadikin, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
b. Djohan Emir Setijoso, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk
c. Alex Janangkih Sinaga, Presiden Direktur PT Telkomsel
d. Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk
e. Bernade Ruth Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk
2) Eksekutif dengan perkiraan gaji Rp 2,5 miliar – Rp 3,5 miliar per tahun, yaitu:
a. Johnny Swandi Sjam, Direktur Utama PT Indosat Tbk
b. Alex Janangkih Sinaga, Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
c. Wachid Usman, Direktur Utama PT Timah Tbk
3) Eksekutif dengan perkiraan gaji Rp 1,5 miliar – Rp 2,5 miliar per tahun, yaitu:
a. Djoko Pranoto, Presiden Direktur PT United Tractors Tbk
b. Dwi Soetjipto, Presiden Direktur PT Semen Gresik Tbk
c. Dian Siswarini, Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk
d. Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk
e. Maurits D. R. Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk
f. Sukrisno, Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
Contoh manajer puncak, yaitu:
1) Muhammad Irsyad, Direktur Utama PT Bank Nagari
2) Yosviandri, Direktur Utama PT Semen Padang
3) Marah Suryanto, Direktur Utama PT Padang Intermedia Pers, Jawa Pos Media
Group
4) Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk.
5) Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
6) Setyanto Hantoro, Direktur Utama PT Telekomunikasi Seluler.

4. Apakah pekerjaan manajer strategik?


Jawab:
1. Secara sederhana, pekerjaan manajer strategik adalah manajemen strategik.
2. Pekerjaan manajer strategik adalah manajemen strategik, yang terdiri dari 4
pekerjaan (Stephen P Robbins dan Mary Coulter, 2004: 196) yaitu:
a. Merencana strategi (strategic planning)
b. Mengorganisasi strategi (strategic organizing)
c. Memimpin strategi (strategic leading)
d. Mengawas strategi (strategic controlling)
3. Pekerjaan manajer strategik adalah manajemen strategik, yang terdiri dari 3
pekerjaan (Fred R David dan Forest R. David, 2017: 42) yaitu:
a. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)
Sinonimnya, merencana strategi (strategic planning).
b. Implementasi Strategi (Strategy Implementation)
Sinonimnya, mengorganisasi strategi (strategic organizing) dan memimpin
strategi (strategic leading).
c. Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation)
Sinonimnya, mengawas strategi (strategic controlling).

5. Apakah pengertian manajemen strategic?


Jawab:
Ada tiga pengertian manajemen strategik, yaitu:
1. Secara sederhana, manajemen strategik adalah pekerjaan manajer strategik.
2. Manajemen strategis adalah sekelompok keputusan dan tindakan manajerial yang
menentukan kinerja (performance) jangka panjang organisasi (Stephen P Robbins
dan Mary Coulter, 2004: 196).
3. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu untuk memformulasi,
mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan
organisasi dapat mencapai tujuannya (Fred R David, 2006: 5).

6. Gambarkan dan jelaskan „proses manajemen strategik‟ dengan menggunakan


“Model Manajemen Strategik” oleh Fred R. David?
Jawab:
Fred R David dan Forest R. David (2017: 42) mengatakan bahwa „proses manajemen
strategik‟ menggunakan “The Strategic-Management Model” terdiri dari tiga tahap,
yaitu:
1. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)
Sinonimnya, merencana strategi (strategic planning).
2. Implementasi Strategi (Strategy Implementation)
Oleh : Fred R. David

Sinonimnya, mengorganisasi strategi (strategic organizing) dan memimpin strategi


(strategic leading).
3. Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation)
Sinonimnya, mengawas strategi (strategic controlling).

Model manajemen strategis


Oleh: Fred R. David

7. Apakah pengertian keunggulan kompetitif (competitive advantages)?


Jawab:
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) adalah sisi khas organisasi yang
“membedakan” organisasi tersebut yang datang dari kompetensi inti dan kecakapan
proses bisnis (Robbins dan Coulter, 2004: 209; Philip Kotler, 2002: 49 - 50).

8. Gambarkan dan jelaskan bagaimana cara mendapatkan (gain) dan


mempertahankan (sustain) keunggulan kompetitif (competitive advantages)?
Jawab:
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) ialah faktor apa saja yang dapat
memungkinkan organisasi untuk “mendiferensiasikan” produk atau jasanya dari
produk atau jasa pesaing untuk mencapai sasaran jangka panjang (Fred R David,
2002). Jadi untuk mendapatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif kata
kuncinya adalah “beda”. Kompetensi inti dan kecakapan proses bisnis menghasilkan
organisasi “berbeda” dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) organisasi.
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) dihasilkan oleh strategi kompetitif
(competitive strategy).

9. Mengapa manajer strategik perlu mempelajari teori manajemen strategik?


Jawab:
Ada tiga alasan, yaitu:
1. Dengan mempelajari teori manajemen strategik maka manajer strategik akan dapat
menghindari kesalahan dalam memanajemen strategi organisasi.
2. Dengan dapat menghindari kesalahan manajemen strategik di atas, maka manajer
strategik akan dapat mencapai visi organisasi.
3. Dengan mempelajari teori manajemen strategik maka manajer strategik akan dapat
meningkatkan kompetensi dalam memanajemen strategi untuk mencapai visi
organisasi. Kompetensi terdiri dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill),
kecakapan (abilities), dan sikap (attitudes) (Robert L Mathis dan John H Jackson,
2001: 238).

10. Gambarkan dan jelaskan jenis strategi organisasi (types of organizational


strategies)? Berikan contoh konglomerasi Grup Bakrie.
Jawab:
Ada tiga jenis strategi organisasi (types of organizational strategies) (Stephen P
Robbins dan Mary Coulter, 2002: 206 – 216), yaitu:
a. Strategi Tingkatan Korporasi (Strategi Grup Perusahaan) (Corporate Level
Strategy) (Strategi Induk / Grand Strategies)
ialah strategi organisasi yang berusaha menentukan bisnis yang seharusnya
dimasuki atau ingin dimasuki perusahaan. Strategi tingkatan korporasi
menentukan arah yang akan dituju organisasi itu dan peran yang akan dimainkan
oleh tiap unit bisnis organisasi itu dalam mengejar arah itu. Arah “grup
perusahaan” dapat dijelaskan berdasarkan “strategi induk (grand strategies)”
dalam analisis SWOT, analisis BCG, dan lainnya. Berdasarkan analisis SWOT,
ada empat strategi induk (grand strategies), yaitu:
a) Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy) atau Strategi Ekspansi (Expansion
Strategy) atau Strategi Agresif (Aggressive Strategy)
b) Strategi Stabilitas (Stability Strategy)
c) Strategi Pengurangan (Retrenchment Strategy) (Strategi Defensif)
d) Strategi Diversifikasi (Diversification Strategy) atau Strategi Kombinasi
(Combination Strategy)
b. Strategi Tingkatan Perusahaan (Business Level Strategy) (Strategi Tingkatan
Divisi) (Strategi Unit Bisnis Strategis) (Competitive Strategies)
ialah strategi perusahaan yang berusaha menentukan strategi kompetitif
(competitive strategies) organisasi dalam tiap bisnisnya atau tiap perusahaannya.
Bagi organisasi yang menekuni hanya satu bidang bisnis, maka strategi tingkatan
perusahaan itu biasanya tumpang tindih dengan strategi tingkatan korporasi.
Michael Porter (1980) dan Pearce dan Robinson (2000) mengatakan bahwa
strategi kompetitif (competitive strategies) terdiri dari empat strategi (strategy),
yaitu:
a) Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy) (Low Cost C
b) arrier Strategy)
c) Strategi Diferensiasi (Differentiation Strategy)
d) Strategi Fokus (Focus Strategy)
e) Strategi Kecepatan (Speed Strategy)
c. Strategi Tingkatan Fungsional (Functional Level Strategy)
ialah strategi organisasi yang berusaha menentukan cara mendukung (support)
strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif) (competitive strategies). Ada 5
jenis strategi tingkatan fungsional, yaitu:
a) Strategi Riset dan Pengembangan
b) Strategi Pabrikasi (Manufakturing)
c) Strategi Pemasaran
d) Strategi Sumberdaya Manusia
e) Strategi Keuangan

Contoh:

TINGKATAN STRATEGI ORGANISASI :


GRUP BAKRIE
Tingkatan
Korporasi PT Bakrie & Bother, Tbk

Telekomunikasi Perkebunan Properti

Tingkatan PT Bakrie Telecom, Tbk PT Bakrie Sumatra Plantation, Tbk PT Bakrie Building Industri
Perusahaan PT Bakrie Communication PT Bakrie Pasaman Plantation PT Bakrie Mitra Satmakura
PT Multi Kontrol Nusantara PT Agrowiyana PT Bakrie Brycon Indonesia

Tingkatan Riset dan Pabrikasi Pemasaran Sumber Daya Keuangan


Fungsional Pengembangan Manusia

11. Apakah pengertian strategi tingkatan korporasi (corporate level strategy) (grand
strategies)?
Jawab:
Strategi Tingkatan Korporasi (Strategi Grup Perusahaan) (Corporate Level Strategy)
(Strategi Induk / Grand Strategies) ialah strategi organisasi yang berusaha
menentukan bisnis yang seharusnya dimasuki atau ingin dimasuki perusahaan.

12. Apakah tujuan strategi tingkatan korporasi (corporate level strategy)?


Jawab:
Tujuan strategi tingkatan korporasi yaitu untuk menentukan arah yang akan dituju
organisasi itu dan peran yang akan dimainkan oleh tiap unit bisnis organisasi itu
dalam mengejar arah itu. Arah “grup perusahaan” dapat dijelaskan berdasarkan
“strategi induk (grand strategies)” dalam analisis SWOT, analisis BCG, dan lainnya.

13. Jelaskan jenis strategi tingkatan korporasi (strategi grup perusahaan) (corporate
level strategy) (grand strategies)? Tiap strategi berikan tiga contoh.
Jawab:
Berdasarkan analisis SWOT, ada empat strategi induk (grand strategies), yaitu:
a. Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy) atau Strategi Ekspansi (Expansion
Strategy) atau Strategi Agresif (Aggressive Strategy) Strategi ekspansi (strategi
kekuatan-peluang) adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan
untuk memanfaatkan peluang eksternal (David, 2002). Strategi ekspansi ialah
strategi tingkatan korporasi yang berusaha meningkatkan “tingkat operasi
organisasi” (Robbins, 2004). Ada empat strategi ekspansi, yaitu:
a) Integrasi Ke Depan (Forward Integration)
ialah memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas distributor atau
pengecer. Dalam integrasi vertikal ke depan, perusahaan memperoleh kendali
atas outputnya (produk atau jasa) dengan menjadi distributor bagi diri sendiri.
Suatu cara efektif mengimplementasikan integrasi ke depan adalah waralaba
(franshising), mendirikan distributor dan pengecer, dan mengakuisisi
(membeli) distributor dan pengecer.
b) Integrasi Ke Belakang (Backward Integration)
ialah mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan
pemasok. Dalam integrasi vertikal ke belakang, perusahaan berusaha
memperoleh kendali atas inputnya dengan menjadi pemasok bagi diri sendiri.
Suatu cara efektif untuk mengimplementasikan integrasi ke belakang adalah
mendirikan dan membeli perusahaan pemasok, dan melakukan aliansi dengan
perusahaan pemasok.
c) Integrasi Horizontal
Integrasi horizontal ialah mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas
para pesaing (David, 2002). Integrasi horizontal ialah perusahaan bertumbuh
dengan bergabung dengan perusahaan lain di industri yang sama. (Robbins,
2004). Suatu cara mengimplementasikan integrasi horizontal adalah merger,
akuisisi, dan pengambilalihan (take over). Merger terjadi ketika dua
perusahaan disatukan (digabungkan) untuk membentuk satu perusahaan.
Contoh, PT Bank Mandiri. Akuisisi terjadi ketika suatu perusahaan membeli
perusahaan lain. Contoh, PT Rajawali Corporation mengakuisisi 24,9 % saham
PT Semen Gresik dari Cemex.Kalau akuisisi dan merger tidak diinginkan oleh
kedua pihak, hal ini disebut pengambilalihan (take over). Bank Lippo dan
Bank Central Asia di-take over oleh BPPN (Badan Penyehatan Perbankan
Nasional) atau pemerintah Indonsia tahun 1998.
d) Ekspansi Langsung (Konsentrasi)
ialah pertumbuhan dicapai secara internal dengan meningkatkan penjualan,
kapasitas produksi, dan tenaga kerja perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan
memilih untuk tumbuh sendiri melalui operasi bisnisnya sendiri. Contoh
McDonald‟s.

Strategi ekspansi langsung (strategi konsentrik) (strategi intensif) terdiri dari 3


strategi, yaitu:
1. Penetrasi Pasar
Penetrasi pasar ialah berusaha meningkatkan pangsa pasar (market share)
untuk produk atau jasa yang sudah ada sekarang lewat usaha pemasaran yang
lebih gencar.
2. Pengembangan Pasar
Pengembangan pasar ialah memperkenalkan produk atau jasa yang sudah ada
ke wilayah geografi baru. Pengembangan pasar internasional (pasar ekspor)
menjadi semakin disukai.
3. Pengembangan Produk
Pengembangan produk ialah strategi yang mencari peningkatan penjualan
dengan memperbaiki (memodifikasi) produk atau jasa yang sudah ada.

b. Strategi Stabilitas (Stability Strategy)


Strategi kelemahan-peluang (strategi stabilitas) ialah memperbaiki kelemahan
dengan memanfaatkan peluang eksternal. Kadang-kadang terdapat peluang
eksternal, tetapi perusahaan memeiliki kelemahan internal untuk menggunakan
peluang eksternal itu (David, 2002). Strategi stabilitas ialah strategi tingkatan
korporasi yang dicirikan oleh tidak adanya perubahan yang berarti (Robbins,
2004). Ada dua strategi stabilitas yaitu:
a) Integrasi Horizontal
Integrasi horizontal ialah mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas
para pesaing (David, 2002). Integrasi horizontal ialah perusahaan bertumbuh
dengan bergabung dengan perusahaan lain di industri yang sama. (Robbins,
2004) Suatu cara mengimplementasikan integrasi horizontal adalah merger,
akuisisi, dan pengambilalihan (take over). Merger terjadi ketika dua perusahaan
disatukan (digabungkan) untuk membentuk satu perusahaan. Contoh, PT Bank
Mandiri. Akuisisi terjadi ketika suatu perusahaan membeli perusahaan lain.
Contoh, PT Rajawali Corporation mengakuisisi 24,9 % saham PT Semen Gresik
dari Cemex. Kalau akuisisi dan merger tidak diinginkan oleh kedua pihak, hal
ini disebut pengambilalihan (take over).
b) Usaha Patungan (Joint Venture)
Usaha patungan ialah dua perusahaan atau lebih membentuk perusahaan
terpisah untuk tujuan kerja sama. Contoh, PT Astra Internasional berjoint
venture dengan perusahaan Lucky Goldstar dari Korea Selatan mendirikan
perusahaan PT Goldstar Astra yang bergerak dalam bidang industri elektronik
(Swa Sembada, 1991).

c. Strategi Pengurangan (Retrenchment Strategy) (Strategi Defensif)


Strategi kelemahan-ancaman (strategi pengurangan atau strategi defensif) ialah
strategi yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal dan menghindari
ancaman eksternal (David, 2002). Strategi pengurangan ialah strategi tingkatan
korporasi yang dirancang untuk menghadapi kelemahan organisasi yang
menyebabkan penurunan kinerja (Robbins, 2004). Ada lima strategi pengurangan
(strategi defensif), yaitu:
a) Usaha Patungan (Joint Venture)
Usaha patungan ialah dua perusahaan atau lebih membentuk perusahaan
terpisah untuk tujuan kerja sama. Strategi ini dapat dianggap strategi defensif
hanya karena perusahaan tidak melakukan proyek sendirian.
b) Penghematan (Penciutan) (Reorganisasional)
Reorganisasional ialah mengubah kelompok lewat penghematan biaya dan aset
untuk membalik penjualan dan laba yang menurun. Contoh perusahaan PT
Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) baru-baru ini memutuskan hubungan
kerja dengan manajer senior dan manajer menengah serta memangkas staf
administrasi.
c) Divestasi
Divestasi ialah menjual suatu divisi atau bagian dari suatu organisasi
perusahaan. Contoh perusahaan Raytheon menjual unit perkakas Amana kepada
perusahaan Goodman Holding.
d) Likwidasi
Likwidasi ialah menjual semua aset suatu perusahaan, bagian per bagian, atas
nilai aset berwujud. Contoh, perusahaan PT Bank Anrico menjual asetnya dan
mundur dari bisnis. Ribuan perusahaan kecil di Indonesia dilikwidasi setiap
tahun tanpa pernah diumumkan.
e) Kombinasi
Kombinasi ialah organisasi mengusahakan kombinasi dari dua atau lebih
strategi secara simultan. Dalam perusahaan besar dengan aneka macam bisnis
(konglomerasi) pada umumnya strategi kombinasi diterapkan kalau divisi
berbeda melakukan strategi berbeda. Disamping itu, organisasi perusahaan yang
sedang berjuang keras untuk bertahan hidup mungkin menggunakan kombinasi
dari beberapa staregi defensif yaitu divestasi, likwidasi, dan penciutan
(reorganisasional) secara serentak.

d. Strategi Diversifikasi (Diversification Strategy) atau Strategi Kombinasi


(Combination Strategy)
Strategi kekuatan-ancaman (strategi diversifikasi) (strategi kombinasi) ialah
menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak
ancaman eksternal (David, 2002). Strategi diversifikasi terdiri atas 3 strategi,
yaitu:
a) Diversifikasi Konsentrik
Diversifikasi konsentrik ialah menambah produk atau jasa baru, tetapi berkaitan
secara luas. Contoh PT Bank Negara Indonesia (Persero) memasuki bisnis jasa
keuangan, yaitu asuransi kredit, leasing, money changer, pegadaian, dan
perdagangan saham.
b) Diversifikasi Horizontal
Diversifikasi horizontal ialah menambah produk atau jasa baru yang tidak
berkaitan untuk pelanggan yang sudah ada. Contoh perusahaan PT Coca-Cola
berbisnis minuman coca-cola baru-baru ini memasuki bisnis kue.
c) Diversifikasi konglomerat
Diversifikasi konglomerat ialah menambah produk atau jasa yang tidak
berkaitan. Perusahaan konglomerasi Grup Lippo bergerak dalam banyak bidang
bisnis yaitu jasa keuangan, manufaktur, properti, teknologi informasi dan
telekomunikasi, dan retail.

14. Apakah pengertian strategi tingkatan perusahaan (business level strategy)


(competitive strategies)?
Jawab:
Strategi Tingkatan Perusahaan (Business Level Strategy) (Strategi Tingkatan Divisi)
(Strategi Unit Bisnis Strategis) (Competitive Strategies) ialah strategi perusahaan
yang berusaha menentukan strategi kompetitif (competitive strategies) organisasi
dalam tiap bisnisnya atau tiap perusahaannya.

15. Apakah tujuan strategi tingkatan perusahaan (business level strategy)?


Jawab:
Bagi organisasi yang menekuni hanya satu bidang bisnis, maka strategi tingkatan
perusahaan itu biasanya tumpang tindih dengan strategi tingkatan korporasi. Michael
Porter (1980) dan Pearce dan Robinson (2000) mengatakan bahwa strategi kompetitif
(competitive strategies) terdiri dari empat strategi (strategy), yaitu:
a) Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy) (Low Cost Carrier
Strategy)
b) Strategi Diferensiasi (Differentiation Strategy)
c) Strategi Fokus (Focus Strategy)
d) Strategi Kecepatan (Speed Strategy)

16. Jelaskan empat jenis strategi tingkatan perusahaan (business level strategy)
(strategi tingkatan divisi) (strategi unit bisnis strategis) (competitive strategies)?
Tiap strategi berikan tiga contoh.
Jawab:
Michael E. Porter (1980) dan Pearce dan Robinson (2000) mengatakan bahwa ada
empat strategi bersaing (competitive strategy), yaitu:
a. Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy) (Low Cost Carrier
Strategy)
ialah strategi tingkatan perusahaan (satu perusahaan atau divisi tertentu) yang
membuat organisasi itu menjadi produsen berbiaya paling rendah (lowest-cost) di
dalam industri tertentu. Contoh, perusahaan menerapkan strategi integrasi ke
depan, strategi integrasi ke belakang, dan strategi horizontal bertujuan untuk
menjadi produsen berbiaya paling rendah (lowest-cost) di dalam industri tertentu.
b. Strategi Diferensiasi (Differentiation Strategy)
ialah strategi tingkatan perusahaan (satu perusahaan atau divisi tertentu) yang
membuat perusahaan mampu menawarkan produk unik dan dihargai secara luas
oleh para pelanggan. Sumber diferensiasi adalah mutu yang luar biasa tinggi,
pelayanan yang luar biasa, desain yang inovatif, kemampuan teknologi, dan citra
merek yang luar biasa positif. Contoh, Sony memiliki reputasi di bidang mutu dan
desain yang inovatif. Kunci strategi bersaing adalah produk berbeda.
c. Strategi Fokus (Focus Strategy)
ialah strategi tingkatan perusahaan yang membuat perusahaan mampu mengejar
keunggulan biaya (fokus biaya) atau keunggulan diferensiasi (fokus diferensiasi)
dalam segmen pasar yang sempit (relung pasar). Contoh, perusahaan UMKM
menerapkan strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan pasar. Strategi
fokus merupakan strategi paling efektif bagi perusahaan UMKM. Perusahaan
UMKM (semut) jangan bertarung dengan perusahaan besar (gajah).
d. Strategi Kecepatan (Speed Strategy)
ialah strategi tingkatan perusahaan yang membuat perusahaan mampu
menawarkan produk dengan cepat (speed) kepada para pelanggan. Contoh,
perusahaan bank membutuhkan waktu sangat cepat (speed) satu detik dalam
mengirim uang.

17. Apakah pengertian strategi tingkatan fungsional (functional level strategy)?


Jawab:
Strategi tingkatan fungsional ialah strategi organisasi yang berusaha menentukan cara
mendukung (support) strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif) (competitive
strategies).

18. Apakah tujuan strategi tingkatan fungsional (functional level strategy)?


Jawab:
Strategi tingkatan fungsional bertujuan untuk menciptakan keunggulan kompetitif
(competitive advantage).

19. Jelaskan lima jenis strategi tingkatan fungsional (functional level strategy)? Tiap
strategi berikan tiga contoh.
Jawab:
Ada 5 jenis strategi tingkatan fungsional, yaitu:
a. Strategi Pabrikasi (Manufakturing)
ialah strategi pabrikasi (manufakturing) yang berusaha menentukan cara
mendukung (support) strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif)
(competitive strategies) untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive
advantage). Ada lima strategi manajemen pabrikasi (manufakturing) (Roger
Schroeder, 1981: 12) yaitu:
1. Strategi proses
2. Strategi kapasitas
3. Strategi persediaan
4. Strategi tenaga kerja pabrik
5. Strategi mutu

Ada 10 strategi manajemen pabrikasi (manufakturing) (Jay Heizer dan Barry


Render, 2009: 9) yaitu:
1. Strategi Desain Produk dan Jasa
2. Strategi Manajemen Kualitas
3. Strategi Proses Operasional
4. Strategi Lokasi Operasional
5. Strategi Tata Letak Operasional
6. Strategi Sumberdaya Manusia dan Desain Jabatan
7. Strategi Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
8. Strategi Manajemen Persediaan
9. Strategi Penjadwalan
10. Strategi Pemeliharaan

b. Strategi Pemasaran
ialah strategi pemasaran yang berusaha menentukan cara mendukung (support)
strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif) (competitive strategies) untuk
menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantage). Ada empat strategi
manajemen pemasaran (Philip Kotler, 2002: 431 - 439) yaitu:
1. Stategi produk
2. Strategi harga
3. Strategi distribusi
4. Strategi promosi

c. Strategi Sumberdaya Manusia


ialah strategi sumberdaya manusia yang berusaha menentukan cara mendukung
(support) strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif) (competitive
strategies) untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantage).
Ada enam strategi manajemen sumberdaya manusia (Edwin B Flippo, 1980: 5)
yaitu:
1. Strategi Pengadaan SDM
2. Strategi Pengembangan SDM
3. Strategi Pemberian kompensasi SDM
4. Strategi Pengintegrasian SDM
5. Strategi Pemeliharaan SDM
6. Strategi Pemberhentian SDM
Ada 12 strategi manajemen sumberdaya manusia (Gary Dessler, 1986: 2) yaitu:
1. Strategi analisis jabatan
2. Strategi perencanaan pegawai
3. Strategi perekrutan pegawai
4. Strategi seleksi pegawai
5. Strategi orientasi pegawai
6. Strategi pelatihan pegawai
7. Strategi pemberian gaji
8. Strategi pemberian insentif finansial
9. Strategi pemberian tunjangan
10. Strategi kualitas kehidupan kerja
11. Strategi penilaian prestasi kerja
12. Strategi manajemen karier

d. Strategi Keuangan
ialah strategi keuangan yang berusaha menentukan cara mendukung (support)
strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif) (competitive strategies) untuk
menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantage). Ada tiga strategi
manajemen keuangan (James Van Horne, 1974: 10) yaitu:
1. Strategi investasi
2. Strategi finansial
3. Strategi deviden

e. Strategi Riset dan Pengembangan


ialah strategi riset dan pengembangan yang berusaha menentukan cara
mendukung (support) strategi tingkatan perusahaan (strategi kompetitif)
(competitive strategies) untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive
advantage). Ada dua strategi manajemen riset dan pengembangan (Fred R David,
2002: 166) yaitu:
1. Strategi riset dan pengembangan internal
2. Strategi riset dan pengembangan eksternal (kontrak)