Anda di halaman 1dari 3

DISKUSI 1 MANAJEMEN KEUANGAN

TRI HANDAYANINGSIH

041202813

Materi diskusi

Sebutkan dan jelaskan pembagian sekuritas secara garis besar disertai dengan contoh ?

Jawab:

Sekuritas adalah surat utang yang dapat dicairkan menjadi uang atau kas dengan cepat. Sifatnya yang
likuid membuat sekuritas dapat ditransaksikan atau dijual dengan cepat. Sekuritas juga diartikan sebagai
bentuk kepemilikan atas aset atau kekayaan dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas. Ada juga yang
mengartikan sekuritas sebagai ‘secarik kertas’ yang menunjukkan hak pemilik kertas tersebut untuk
memperoleh bagian dari atau kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai
kondisi untuk melaksanakan hak tersebut.

Contoh sekuritas yang populer di masyarakat antara lain saham (common stock) dan obligasi.

Secara garis besarnya, sekuritas dibagi menjadi 2, yaitu

- Yang memberikan penghasilan tetap


- Yang memberikan penghasilan tidak tetap.

Berikut penjelasan dari masing yang tersebut diatas

 Yang memberikan penghasilan tetap


Contoh sekuritas berpenghasilan tetap adalah obligasi. Features dari obligasi adalah sebagai
berikut:
- Mempunyai nilai nominal atau disebut juga face value (misalnya Rp 1.000.000)
- Kapan akan dilunasi (misalnya 5 tahun)
- Mempunyai coupon rate (misalnya 18% per tahun)

Jika kita mengabaikan kemungkinan obligasi tersebut tidak bisa dilunasi (default).

Maka pembeli obligasi akan memperoleh Rp 180.000 pada tahun 1 s/d 5, ditambah pelunasan pokok
pinjaman/ utang sebesar Rp 1.000.000 pada tahun ke-5.
Arus kas yang diharapkan akan diperoleh oleh investor yang membeli obligasi tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut (semua angka dalam ribuan rupiah).

Contoh perhitungan investasi sekuritas

Nilai pada tahun ke-0 (atau saat ini) adalah harga yang bersedia dibayar oleh para investor.
Untuk itu nilai pasar obligasi (B0) bisa dihitung sebagai berikut:

Penjelasan rumus di atas:

- Ft = Bunga yang dibayarkan setiap periode (t = 1 … n)


- N = Nilai nominal pelunasan
- R = tingkat bunga yang dianggap relevan oleh pemodal/investor

Perhatikan contoh berikut ini:

Sekarang misalkan obligasi tersebut ditawarkan ke pasar modal, investor dan para investor
menginginkan tingkat keuntungan 17%.

Berapa harga sekuritas obligasi tersebut?

B0 = 180/(1+0,17) + 180/(1+0,17)2…. + 180/(1+0,17)n

= Rp 1.032.000 (dibulatkan)

Harga yang bersedia dibayar lebih tinggi dari nominal karena coupon rate yang ditawarkan lebih
tinggi dari tingkat keuntungan yang diinginkan investor.

Perhatikan bahwa bila tingkat bunga yang dianggap relevan oleh investor meningkat , harga
sekuritas obligasi akan menurun dan sebaliknya.

Dengan demikian bila diabaikan kemungkinan default, maka harga obligasi akan tergantung pada
pengharapan akan tingkat bunga.

 Yang memberikan pernghasilan tidak tetap


Saham adalah sekuritas yang memberikan penghasilan yang tidak tetap bagi pemiliknya.
Pemilik sekuritas saham akan menerima penghasilan dala bentuk dividen saham dan perubahan
harga saham.
Jika harga saham meningkat dari harga beli, maka pemodal dikatakan memperoleh capital gains.
Bila sebaliknya disebut sebagai capital loss.

Perhatikan contoh perhitungan tingkat keuntungan investasi sekuritas saham berikut ini:

- Bila harga saham saat in (P0) sebesar Rp 10.000, kemudian diharapkan memberikan dividen Rp
1.000 pada tahun depan.
- Dan tahun depan diperkirakan harganya Rp 11.000.
- Dengan demikian tingkat keuntungan yang diharapkan (r) yang akan diperoleh adalah:

= (P1 + P0 + D) : P0
= (11.000 – 10.000 + 1.000) : 10.000
= 0,20 atau 20%
- Persoalan tersebut juga bisa dinyatakan:

P0 = P1 : (1+r) + D1 : (1+r)

= 11.000 : (1+0,20) + 1.000 : (1+ 0,20)

= 10.000

Tapi apa yang menentukan harga pada t=1?

Harga pada t = 1 akan dipengaruhi oleh dividen pada t – 2 dan harga pada t = 2 atau secara formal:

P1 = P2 : (1+r) + D2 : (1+r)

Dengan demikian maka:

P0 = P2 : (1+r) + D2 : (1+r) + D1 : (1+r)

Dan seterusnya.

Karena seseorang bisa memiliki saham untuk waktu n tahun, maka persamaan umumnya menjadi:

Dengan penjelasan rumus adalah sebagai berikut:

- P0 = Harga saham saat ini


- Dt = Dividen yang diterima oleh investor pada tahun ke t (t-1, … n)1
- Pn = Harga saham pada tahun ke-n
- r = tingkat keuntungan yang dianggap relevan

Meskipun seorang investor bisa memiliki saham selama n tahun, tapi sewaktu saham tersebut dijual,
akhirnya periode kepemilikan akan menjadi tidak terhingga.

Sehingga rumus persamaan di atas bisa dituliskan menjadi:

Dalam rumus persamaan tersebut n = tak terhingga.

Sumber materi diskusi : - Modul UT Manajemen Keuangan

- https://manajemenkeuangan.net/sekuritas-adalah/
- https://kamus.tokopedia.com/s/sekuritas/