Anda di halaman 1dari 25

WCO framework of

STANDARD ON CROSS BORDER E-COMMERCE


OUTLINE
cross cross cross
cross
border e- border e- border e-
border e-
commerce commerce commerce
commerce

Latar Tujuan, Strategi Mengelola


prinsip dan Implementasi E-Commerce

4
Belakang

1 2 3
peraturan , Lintas Batas:
Pemantauan, Standar dan
Manfaat, dan Prinsip
Pengembanga Utama
n Kapasitas
revolusi cara bisnis dan konsumen dlm I. LATAR
memasarkan, menjual, dan membeli BELAKANG
barang

'Kerangka Standar
Peran WCO dibutuhkan untuk mengendorse tentang E-
strategi untuk mengamankan pergerakan Commerce Lintas
perdagangan E-Commerce global dengan
intervensi minimum
Batas'
E-Commerce
E-Commerce

• model perdagangan baru,


• tren konsumsi baru
• menciptakan lapangan kerja baru. Anggota WCO akan mengadopsi standar dan praktik ini
• menciptakan pilihan yang lebih luas dan advance atas yang didasarkan atas rasa saling percaya, komunikasi,
shipping, pembayaran dan delivery. kolaborasi, dan pemahaman tentang manfaat bagi
semua pemangku kepentingan, dengan tidak
• membuka peluang ekonomi global bagi UMKM
mengabaikan proses bisnis yang selama ini berlangsung.
• menurunkan hambatan masuk dan mengurangi biaya Fasilitasi harus disediakan untuk perdagangan
• kurangnya standar dan pedoman global, dan elektronik lintas batas tanpa mengorbankan
• Perlunya mitigasi risiko terkait perdagangan tradisional
I. LATAR
BELAKANG

Karakteristik 01 02 03 04

E-Commerce lintas batas


:

Pemesanan, Transaksi / Barang berwujud konsumen /


penjualan, pengiriman (tangible goods), pembeli
komunikasi dan, lintas batas (komersial
pembayaran dan non-
(jika ada) komersial).
secara online
II. Tujuan, prinsip dan kerangka
hukum cross border e-commerce

TUJUAN
01 mempromosikan
kepastian, prediktabilitas, transparansi,
pendekatan yang selaras keselamatan dan keamanan, serta efisiensi
dalam rantai pasokan E-Commerce.
untuk penilaian risiko,
pengeluaran barang, revenue
collection, dan koordinasi di
perbatasan. 02 03 standar untuk pertukaran data
elektronik yang advance
antara Pemangku kepentingan E-
memperkuat kerjasama Commerce dan Bea Cukai dan
antara administrasi kepabeanan, instansi instansi pemerintah terkait lainnya.
pemerintah terkait lainnya dan pemangku
kepentingan lainnya yang terlibat dalam E-
04
Commerce lintas batas.
II. Tujuan, prinsip dan kerangka
hukum cross border e-commerce

Data Elektronik dan


Pengukuran dan
01 05
PRINSIP
Manajemen Risiko
yang advance
Analisis

Fasilitasi dan
02 Penyederhanaan Kemitraan 06
Prosedur

Kesadaran Publik,
Keselamatan dan
03 keamanan
Penjangkauan dan 07
Capacity building

Kerangka
04 Revenue collection
Legislatif 08
II. Tujuan, prinsip dan kerangka

KERANGKA HUKUM
hukum cross border e-commerce

meningkatkan fasilitasi, keselamatan mendefinisikan status hukum dan peran

01 dan keamanan, dan pengendalian fisik


barang (berwujud) melalui ketentuan 02 masing-masing dan tanggung jawab
para pemangku kepentingan ekonomi
data advance di berbagai model bisnis yang terlibat.

mematuhi undang-undang privasi


03 dan anti-trust dan
informasi pribadi konsume
melindungi

menjaga kepentingan e-vendor dan memfasilitasi E-Commerce lintas batas


04 e-platform,
pelanggan.
perantara dan 05 yang aman dan terjamin secara adil
dan cara yang non-diskriminatif.

memanfaatkan, a.l.:

konvensi perjanjian WTO yg konvensi


WCO relevan, khususnya
standar
insrumen Perjanjian Fasilitasi
Perdagangan (TFA) alat int”l
tools lainnya
Strategi membutuhkan pendekatan bertahap sesuai dengan prioritas,
IMPLEMENTASI kapasitas, sumber daya manusia, sumber daya keuangan dan
prosedur internal, dan harus didukung oleh pengembangan kapasitas

MONITORING mencakup ketentuan untuk review dan tracing kemajuan secara


berkelanjutan (monitoring), termasuk dengan mengembangkan
indikator kinerja utama untuk mengukur efektivitas

CAPACITY BUILDING Pengembangan kapasitas yang efektif merupakan elemen penting


untuk memastikan adopsi dan implementasi Kerangka Standar yang
luas. Untuk memastikan kecepatan dan penerapan Standar yang
selaras

III. Strategi Implementasi,


Pemantauan, Manfaat, dan
Pengembangan Kapasitas
standar acuan yang dikembangkan WCO untuk e-commerce :

1. Kerangka Hukum untuk Data elektronik yang advance


2. Penggunaan Standar Internasional untuk Data elektronik yang advance
3. Manajemen Risiko untuk Fasilitasi dan Pengawasan
4. Penggunaan Teknologi Pemeriksaan Non-Intrusif dan Analisis Data
5. Prosedur Clearance yang Disederhanakan
6. Memperluas Konsep Authorized Economic Operator (AEO) untuk E-Commerce Lintas Batas
7. Model Revenue Collection
8. De Minimis
9. Pencegahan Penipuan (fraud) dan Perdagangan Ilegal
10. Kerja Sama Antar-Lembaga dan Berbagi Informasi
11. Kemitraan Pemerintah-Swasta
12. Kerjasama Internasional
13. Komunikasi, Kesadaran Publik dan Penjangkauan
14. Mekanisme Pengukuran
15. Mengeksplor Inovasi dan Perkembangan Teknologi
IV. Mengelola E-Commerce
Lintas Batas: Standar dan
Prinsip Utama
Standar 1:

Kerangka Hukum untuk Data elektronik yang advance :

1. ditetapkan untuk pertukaran data elektronik yang


advance yang dipersyaratkan antara pihak-pihak terkait
yang terlibat dalam rantai pasokan E-Commerce,
administrasi kepabeanan serta instansi pemerintah
terkait lainnya,
2. mempertimbangkan ketentuan hukum yang berlaku,
antara lain, yang terkait dengan
• persaingan (anti-trust),
• keamanan data,
• privasi,
• perlindungan, dan
• kepemilikan
Standar 2:
Penggunaan Standar Internasional untuk Data elektronik yang
advance. :

Standar WCO yang relevan serta


pedoman internasional lainnya harus
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan
nasional, secara efektif dan harmonis,
untuk memfasilitasi pertukaran data
elektronik yang advance
Standar 3:

Manajemen Risiko untuk Fasilitasi dan Pengawasan :

mengembangkan dan menerapkan


teknik manajemen risiko dinamis yang
khusus untuk konteks E-Commerce

sehingga mampu
mengidentifikasi pengiriman
yang berisiko
Standar 4:

Penggunaan Teknologi Pemeriksaan Non-Intrusif dan Analisis Data :

metodologi screening dan


analisis data dengan
peralatan inspeksi non-
intrusif, di semua mode
transportasi dan operator,
sebagai bagian dari
manajemen risiko

memfasilitasi arus E-Commerce


lintas batas dan memperkuat
pengawasan Kepabeanan
Standar 5:

Prosedur Clearance yang Disederhanakan :


harus menetapkan dan memelihara formalitas /
prosedur clearance yang disederhanakan
- yang memanfaatkan pre-arrival processing dan
penilaian risiko Pengiriman E-Commerce lintas batas,
- prosedur pengeluaran barang segera atas
pengiriman yang berisiko rendah pada saat
kedatangan atau keberangkatan.
- Dan Formalitas / prosedur clearance yang
disederhanakan ini harus termasuk, jika sesuai,
sistem berbasis akun untuk pemungutan bea masuk
dan/ atau pajak dan penanganan pengiriman
kembali
Standar 6:
Memperluas Konsep Authorized Economic Operator (AEO) untuk E-
Commerce Lintas Batas :

menjajaki kemungkinan penerapan Program


AEO dan Mutual Recognition Arrangements/
Agreements dalam konteks E-Commerce lintas
batas, termasuk memanfaatkan peran
perantara, untuk memungkinkan UMKM dan
individu untuk mendapatkan keuntungan
penuh dari peluang E-Commerce lintas batas
Standar 7:

Model Revenue Collection :


Model yang
diterapkan
harus
• mempertimbangkan untuk menerapkan berbagai jenis model revenue
efektif, efisien,
collection (misalnya model vendor, model perantara atau model terukur, dan fleksibel
pengumpulan oleh konsumen / pembeli), untuk bea masuk dan/ atau
mendukung berbagai
pajak. bisnis model dan

• menawarkan opsi pembayaran elektronik, berikan informasi yang berkontribusi pada


level playing field
relevan secara online, memungkinkan jenis pembayaran yang fleksibel yang setara
dan memastikan keadilan dan transparansi dalam prosesnya.
Standar 8:

De Minimis :
Saat meninjau dan / atau
menyesuaikan ambang de
minimis untuk bea masuk
dan/ atau pajak,
Pemerintah harus
membuat keputusan yang
diinformasikan
sepenuhnya berdasarkan
pada kebijakan nasional
Standar 9:

Pencegahan Penipuan (fraud) dan Perdagangan Ilegal :

menetapkan prosedur untuk analisis dan investigasi aktivitas illegal perdagangan lintas batas
berbasis elektronik

• mencegah dan mendeteksi penipuan


(fraud),
• mencegah penyalahgunaan saluran E-
commerce dan
• mencegah arus perdagangan illegal
Standar 10:

Kerja Sama Antar-Lembaga dan


sharing Informasi. :
menetapkan kerangka kerja sama antara
dan di antara berbagai badan nasional
melalui mekanisme elektronik termasuk
Single Window, sebagaimana mestinya,
Standar 11:

Kemitraan Pemerintah-Swasta :

membangun dan memperkuat kerjasama kemitraan


dengan pemangku kepentingan E-Commerce untuk
mengembangkan dan meningkatkan komunikasi,
koordinasi dan kolaborasi.

mengoptimalkan kepatuhan dan


fasilitasi
Standar 12:

Kerja Sama Internasional :

memperluas kerjasama
dan kemitraan
Kepabeanan pada
lingkungan E-Commerce
lintas batas untuk
memastikan kepatuhan
dan fasilitasi.
Standar 13:

Komunikasi, Kesadaran Publik dan Penjangkauan :

menjadikan konsumen, masyarakat dan pemangku


kepentingan lainnya menyadari ketentuan yang
berlaku, risiko dan tanggung jawab yang terkait dengan
E-commerce lintas batas melalui peningkatan
kesadaran yang komprehensif, komunikasi, program
pendidikan dan penjangkauan.
Standar 14:

Mekanisme Pengukuran :

menangkap, mengukur, menganalisis dan mempublikasikan


statistik E-Commerce lintas batas secara akurat sesuai
dengan standar statistik internasional dan kebijakan
nasional.

Pengukuran dapat berguna untuk manajemen risiko yang


lebih baik dengan cara mengidentifikasi tren, pola, dan
dinamika yang muncul, dan pada akhirnya dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan/ kebijakan.
Standar 15:

Mengeksplor Inovasi dan Perkembangan Teknologi :

proaktif dan berpikiran maju,


memanfaatkan teknologi masa depan
untuk menawarkan solusi bagi
tantangan E-Commerce yang sedang
berkembang. Inovasi berkelanjutan
dibutuhkan termasuk kerjasama dengan
sektor swasta dan akademisi.
Thank You

Anda mungkin juga menyukai