Anda di halaman 1dari 20

MODUL TATA

CARA
PENGAWASAN
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................I
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................................ii
DAFTAR TABEL...............................................................................................................iii
BAB I UMUM.....................................................................................................................1
1.1 Pengertian/Definisi..................................................................................................1
1.2 Fungsi Pengawasan...............................................................................................1
1.3 Tata Laksana Pengawasan....................................................................................3
1.4 Hak Dan Kewajiban Konsultan Pengawas.............................................................7
BAB II PENGENDALIAN PEKERJAAN (PROYEK).......................................................9
2.1. Umum..................................................................................................................9
2.2. Proses Pengendalian........................................................................................10
2.3. Faktor Penghambat Proses Pengendalian.......................................................11
2.4. Faktor Pendukung Proses Pengendalian.........................................................12
BAB III ASPEK-ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN PENGENDALIAN
PEKERJAAN (PROYEK)................................................................................................14
3.1 Alat Ukur Pengendali Pekerjaan (Proyek)............................................................14
3.2 Aspek Pengendalian Secara Umum.....................................................................29
3.3 Aspek-Aspek Pengendalian Secara Khusus........................................................30
BAB IV MONITORING DAN UPDATING.......................................................................50
4.1 Arti Penting Updating............................................................................................50
4.2 Frekuensi Updating...............................................................................................52
4.3 Contoh Updating Bar Chart Dan Updating Network Diagram..............................53
BAB V PENUTUP...........................................................................................................60
5.1 Simpulan...............................................................................................................60
5.2 Tindak Lanjut........................................................................................................60

PUSDIKLAT SDA DAN KONSTRUKSI


MODUL TATA CARA PENGAWASAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar Siklus Pengendalian dalam Proyek Konstruksi.............................11


YGambar 3.1 Indikator Kinerja Waktu............................................................................15
Gambar 3.2 Indikator Kinerja Biaya dan Waktu.............................................................16
Gambar 3.3 Indikator Kinerja Mutu.................................................................................17
Gambar 3.4 Indikator Kinerja K3....................................................................................18
Gambar 3.5 Diagram Alir Pengendalian Schedulling Proyek........................................19
Gambar 3.6 Diagram Batang dengan Kurva S Rencana dan Progress Aktual..............28
Gambar 3.7 Aspek dalam Pengendalian Proyek Konstruksi..........................................29
Gambar 3.8 Mekanisme Fungsi Control.........................................................................30
Gambar 3 9 Grafik Hubungan antara Mutu Pekerjaan dengan Biaya Pelaksanaan......34
Gambar 3.10 Upaya Pengendalian Mutu dalam Manajemen Mutu................................35
Gambar 3.11 Unsur-unsur untuk Keperluan Cost Budgeting dari Cost Controlling........37
Gambar 3.12 Pengurangan Total Biaya Keamanan.......................................................38
Gambar 3.13 Alur Kegiatan Pengendalian......................................................................48

PUSDIKLAT SDA DAN KONSTRUKSI


MODUL TATA CARA PENGAWASAN

DAFTAR TABEL

YTabel 3.1 Tabel Bill of Quantity Proyek.........................................................................21


Tabel 3.2 Laporan Waktu Harian, Mingguan dan Bulanan.............................................23
Tabel 3.3 Laporan Penggunaan Jumlah Sumber Daya.................................................24
Tabel 3.4 Tabel Progress Biaya......................................................................................26

PUSDIKLAT SDA DAN KONSTRUKSI


MODUL TATA CARA PENGAWASAN

BAB I
UMUM

1.1 PENGERTIAN/DEFINISI

Pengawasan dapat didefinisikan sebagai interaksi langsung antara individu-


individu dalam organisasi untuk mencapai kinerja dalam mencapai tujuan
organisasi.
Proses pengawasan ini berlangsung secara continue dari waktu ke waktu guna
mendapatkan keyakinan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai prosedur
yang ditetapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kegiatan pengawasan ini
dilakukan baik oleh pihak pelaksana konstruksi maupun oleh pihak pemilik proyek.
Pengawasan yang dilakukan oleh pelaksana konstruksi bertujuan untuk
mendapatkan hasil yang telah ditetapkan oleh pemilik proyek, sedangkan
pengawasan oleh pemilik proyek bertujuan untuk memperoleh keyakinan bahwa apa
yang akan diterimanya sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Semula pengawasan dari pihak pemilik proyek dilakukan sendiri oleh staf proyek
(swakelola), namun dalam beberapa tahun terakhir ini pengawasan dilakukan oleh
konsultan pengawasan dengan sistem kontrak.

1.2 FUNGSI PENGAWASAN

Fungsi pengawasan merupakan salah satu dari fungsi manajemen dimana


kegiatan ini harus dilakukan secara terus menerus atau secara berkala, selama
proses pelaksanaan baerjalan dalam rangka menentukan tingkat keberhasilan baik
dalam pelaksanaan maupun perencanaan.
Fungsi pengawasan ini sangat tergantung kepada pengumpulan data, terutama
data yang diperoleh dari monitoring berkala maupun melalui pengamatan langsung.
Untuk melaksanakan pengawasan suatu pekerjaan, akhir-akhir ini dilaksanakan oleh
konsultan pengawas melalui sistem kontrak. Ada dua macam tugas konsultan
supervisi :
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

1. Asistance Concept
Konsultan sebagai pembantu pemimpin proyek dan memberikan advice untuk
tindakan supervisi.

2. Task Concept
Sebagai Direksi/Engineer yang melakukan tugas supervisi langsung kepada
kontraktor, sebagaimana diatur dalam kontrak.

Tugas dan tindakan pengawasan tidak berarti hanya menyalahkan orang lain,
tetapi juga mencarikan dan memutuskan alternatif terbaik dalam tindakan
pencegahan dan perbaikan atas ketidaksesuaian yang terjadi. Harus dipahami
bahwa tindakan pengawasan tidak hanya bersifat check dan monitoring, tetapi juga
merupakan tindakan mengenai adanya jangkauan yang lebih luas dalam
pengendalian. Pada dasarnya pengawasan memiliki dua fungsi yang sangat
penting, yaitu :

 Fungsi Pemantauan
Dengan pemantauan yang baik terhadap semua kegiatan proyek akan
memaksa unsur-unsur pelaksana untuk bekerja secara cakap dan jujur.
Pemantauan yang baik akan menjadi motivasi utama untuk mencapai
performa yang tinggi, misalnya dengan memberi penjelasan kepada pekerja
mengenai apa saja yang harus mereka lakukan untuk mencapai performa
yang tinggi kemudian memberikan umpan balik terhadap performa yang telah
dicapainya, sehingga masing-masing mengetahui sejauh mana prestasi yang
telah dicapai.

 Fungsi Manjerial
Pada proyek-proyek yang kompleks dan mudah terjadi perubahan (dinamis)
pemakaian pengendalian dan sistem informasi yang baik akan memudahkan
manajer untuk segera mengetahui bagian-bagian pekerjaan yang mengalami
kejanggalan atau memiliki performa yang kurang baik. Dengan demikian
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

dapat segera dilakukan usaha untuk mengatasi atau meminimalkan


kejanggalan tersebut.

1.3 TATA LAKSANA PENGAWASAN


A. Tujuan
Tata laksana ini digunakan sebagai pedoman bagi Tim Pengawasan/Supervisi
untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan/supervisi konstruksi, sehingga
lingkup pekerjaan yang ditugaskan dapat terpenuhi dengan baik.

B. Ruang Lingkup
Lingkup layanan Jasa Konsultansi Pengawasan/Supervisi Konstruksi dapat
mencakup pekerjaan antara lain sebagai berikut :
a) Arsitektural yang meliputi :
 Arsitektur bangunan telekomunikasi, gedung
 Arsitektur interior
 Arsitektur landscape
b) Pekerjaan tanah
c) Prasarana keairan
d) Prasaranan transportasi
e) Struktur bangunan telekomunikasi, gedung dan lain-lain
f) Mekanika dan elektrikal
g) Pekerjaan survey dan investigasi

C. Referensi yang digunakan dalam pengawasan pekerjaan :


1. ISO 9001 2008 Sistem Manajemen Mutu – Persyaratan
2. Kontrak Konsultan
3. Kontrak kontraktor
4. Lingkup dan tugas konsultan
5. Rencana kerja dan syarat (RKS)
6. Standar, SNI, Peraturan jika ada
7. Sertifikat produk
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

8. Hasil uji dan test

D. Ketentuan Umum
1) Tata laksana ini disampaikan kepada Tim Pengawasan/Supervisi di awal setiap
proyek Pengawasan/Supervisi Konstruksi akan dimulai.
2) Tata laksana ini harus dijalankan secara konsisten oleh Tim
Pengawasan/Supervisi di lapangan dan dimonitor/dikontrol secara berkala oleh
Divisi Operasional Konsultan yang bersangkutan.

E. Tugas dan Tanggung Jawab


Tugas dan tanggung jawab dalam pengawasan/supervisi pekerjaan konstruksi
adalah sebagai berikut :

Mulai Persiapan kegiatan

Pelaksanaan kegiatan

Pelaporan Selesai

Adapun rincian tiap-tiap kegiatan di atas adalah sebagai berikut :


a. Persiapan kegiatan
1) Membantu pengelola kegiatan dalam hal identifikasi dan inventarisasi
hasil perencanaan, sebagai referensi pelaksanaan pekerjaan, jika
diperlukan.
2) Membantu pengelola kegiatan dalam hal identifikasi dan inventarisasi
pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang harus dilaksanakan
3) Mempelajari dan memahami kontrak pekerjaan konstruksi
4) Memahami lingkup pekerjaan konsultan pengawas/supervisi sesuai
dengan kontrak
5) Mempersiapakan administrasi pelaksanaan pekerjaan, seperti :
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

 Format Laporan Harian Kegiatan


 Format Laporan Mingguan Kegiatan
 ‘Format Laporan Bulanan Kegiatan
 Format Permohonan Ijin Pelaksanaan (Request)
 Format Persetujuan Penggunaan Bahan/Material
 Format Gambar Kerja (Shop Drawing) dan Metode
Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
 Format Pekerjaan Modifikasi
 Format Pekerjaan Tambah dan Kurang
 Format Formulir Pemeriksaan Pekerjaan
 Format Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan
 Format Rekomendasi Pembayaran Progres Fisik
 Format Berita Acara Rapat
 Format Gambar KOnstruksi (As Built Drawing)

b. Pelaksanaan kegiatan meliputi :


1) Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang
disusun olek Pelaksana, meliputi program pencapaian sasaran konstruksi,
penyediaan/penggunaan tenaga kerja, perlengkapan dan peralatan,
lahan/material konstruksi, informasi, dana program QA/QC dan program
K3.
2) Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, meliputi : sumber
daya, biaya, waktu sasaran (kuantitas dan kualitas), perubahan pekerjaan,
tertib administrasi, K3.
3) Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis maupun
manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan
penyelesaian, serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.
4) Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan
pelaksanaan konstruksi fisik.
5) Merekomendasikan dilaksanakannya pembayaran progress fisik
6) Melakukan pengawasan yang terdiri dari :
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

 Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan


 Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode
pelaksanaan, ketepatan waktu dan biaya konstruksi
 Mengawasi pelaksanaan konstruksi dari segi kuantitas, kualitas
dan laju pencapaian volume
 Mengumpulkan data dan informasi lapangan untuk pemecahan
masalah selama pelaksanaan konstruksi
 Membuat dokumentasi pelaksanaan lapangan
 Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan berkala, membuat
laporan mingguan dan bulanan pengawasan dengan masukan
dari hasil rapat, laporan harian, mingguan dan bulanan
pekerjaan konstruksi
 Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan untuk
pembayaran angsuran, pemeliharaan pekerjaan, serah terima
pekerjaan
 Meneliti shop drawing yang diajukan pelaksana
 Meneliti as built drawing pelaksanaan sebelum serah terima
pertama
 Menyusun daftar cacat (defect list) sebelum serah terima
pertama
 Menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan
bangunan/konstruksi
7) Menyusun Laporan Akhir (Final Report/Completion Supervision Report)
pekerjaan pengawasan./supervisi.

c. Pelaporan dan Filling Dokumen


1) Laporan Harian Kegiatan
2) Laporan Mingguan Kegiatan
3) Laporan Bulanan Kegiatan
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

4) Permohonan Ijin Pelaksanaan (Request)


5) Persetujuan Penggunaan Bahan/Material
6) Daftar Penggunaan Bahan/Material
7) Gambar Kerja (Shop Drawing) dan Metode Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi
8) Pekerjaan Modifikasi
9) Pekerjaan Tambah dan Kurang
10)Pemeriksaan Pekerjaan
11)Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan
12)Berita Acara Rapat
13)Persetujuan Pembayaran
14)Gambar Konstruksi (As Built Drawing)

1.4 HAK DAN KEWAJIBAN KONSULTAN PENGAWAS


1. Melaksanakan pengawasan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan
2. Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam
pelaksanaan pekerjaan
3. Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan
4. Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta alur informasi
antar berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar
5. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta
menghindari pembengkakan biaya
6. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar dicapai
hasil akhir sesuai kualitas, kuantitas serta waktu pelaksanaan yang telah
ditetapkan
7. Menerima atau menolak material/peralatan yang didatangkan kontraktor
8. Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang
berlaku
9. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan)
10. Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan pekerjaan
tambah/kurang.
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

BAB II
PENGENDALIAN PEKERJAAN (PROYEK)
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

2.1. UMUM

Proyek konstruksi memiliki karakteristik unik yang tidak berulang. Proses yang
terjadi pada suatu proyek tidak akan berulang pada proyek lainnya. Hal ini
disebabkan oleh kondisi yang mempengaruhi proses suatu proyek konstruksi
berbeda satu sama lain. Misalnya kondisi alam seperti perbedaan letak geografis,
hujan, gempa, dan keadaan tanah merupakan faktor yang turut mempengaruhi
keunikan proyek konstruksi.
Pengendalian (control) diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara
perencanaan dan pelaksanaan. Tiap pekerjaan yang dilaksanakan harus benar-
benar diinspeksi dan dicek oleh pengawas lapangan, apakah sudah sesuai dengan
spesifikasi atau belum. Misalnya pengankutan bahan harus diatur dengan baik dan
bahan-bahan yang dipesan harus diuji terlebih dahulu di masing-masing
pabrikannya. Dengan perencanaan dan pengendalian yang baik terhadap kegiatan-
kegiatan yang ada, maka terjadinya keterlambatan jadwal yang mengakibatkan
pembengkakan biaya proyek dapat dihindari.
Untuk mengatisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan
mengatasi kendala terbatasnya waktu manajemen dalam mengendalikan seluruh
unsur pekerjaan proyek, maka diperlukan suatu konsep pengendalian yang efektif
yang dikenal dengan nama Management By Exception (MBE). Teknik yang
diterapkan MBE adalah dengan membandingkan antara perencanaan terhadap
parameter proyek yang dapat diukur setiap saat. Laporan hanya dilakukan pada
saat-saat tertentu jika terdapat kejanggalan atau performa tidak memenuhi syarat.
Ada tiga penilaian terhadap mutu suatu proyek konstruksi, yaitu penilaian atas
mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. Divisi pengendalian mutu fisik konstruksi
terpisah dengan divisi pengendalian jadwal dan biaya. Pengendalian terhadap mutu
fisik konstruksi dilakukan secara tersendiri oleh pengawasan teknik melalui gambar-
gambar rencana dan spesifikasi teknik. Pengendalian jadwal dan biaya dimasukkan
dalam divisi manajemen proyek yang mencakup pemantauan kemajuan pekerjaan
(progress), reduksi biaya, optimasi, model dan analisis.

2.2. PROSES PENGENDALIAN


MODUL TATA CARA PENGAWASAN

Proses pengendalian berjalan sepanjang daur hidup proyek guna mewujudkan


performa yang baik di dalam setiap tahap. Perencanaan dibuat sebagai bahan
acuan bagi pelaksanaan pekerjaan. Bahan acuan tersebut selanjutnya akan menjadi
standar pelaksanaan pada proyek yang bersangkutan, meliputi spesifikasi teknis,
jadwal dan anggaran.
Pemantauan harus dilakukan selama masa pelaksanaan proyek untuk
mengetahui prestasi dan kemajuan yang telah dicapai. Informasi hasil pemantauan
ini berguna sebagai bahan evaluasi performa yang telah dicapai pada saat
pelaporan. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan kemajuan yang dicapai
berdasarkan hasil pemantauan dengan standar yang telah dibuat berdasarkan
perencanaan.
Hasil evaluasi berguna untuk pengambilan tindakan yang akurat terhadap
permasalahan-permasalahan yang timbul selama masa pelaksanaan. Berdasarkan
hasil evaluasi ini pula tindak lanjut pelaksanaan pekerjaan dapat diputuskan dengan
tepat dengan melakukan koreksi terhadap performa yang telah dicapai. Proses di
atas diperlihatkan secara skematis pada gambar di bawah ini :
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

Gambar 2.
Gambar Siklus Pengendalian dalam Proyek Konstruksi

Sepanjanag daur hidup proyek hanya sekitar 20% kegiatan manajemen proyek
berupa perencanaan, selebihnya adalah kegiatan pengendalian. Perencanaan
sebagian besar dilakukan sebelum proyek dilaksanakan. Begitu proyek dimulai,
fungsi manajemen didominasi oleh kegiatan pengendalian.

2.3. FAKTOR PENGHAMBAT PROSES PENGENDALIAN


Walaupun secara teoritis pengendalain adalah sangat penting, namun tidak
jarang pada waktu pelaksanaannya pengendalian tersebut tidak berjalan sesuai
dengan yang diharapkan. Ada beberpa faktor yang menyebabkan pengendalian
menjadi tidak efektif, yaitu :
A. Keadaan Proyek
Keadaan proyek adalah gambaran proyek yang dibuat oleh perencana. Pada
proyek dengan ukuran dan kompleksitas yang amat besar, yang melibatkan
banyak organisasi ditambah lagi banyaknya kegiatan yang saling terkait, maka
akan timbul masalah kesulitan koordinasi dan komunikasi. Kesulitan yang sama
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

bisa juga timbul karena kerumitan pendefinisian struktur organisasi proyek yang
dibuat oleh perencana.

B. Faktor Tenaga Kerja


Pengawas atau inspektur yang kurang ahli di bidangnya atau kurang
berpengalaman dapat menyebabkan pengendalian proyek menjadi tidak efektif
dan kurang akurat.

C. Faktor Sistem Pengendalian


Penerapan sistem informasi dan pengawasan yang terlalu formal dengan
mengabaikan hubungan kemanusiaan akan timbul kekakuan dan keterpaksaan.
Oleh karena itu, perlu juga diterapkan cara-cara tertentu untuk mendapatkan
informasi secara tidak resmi misalnya ketika makan bersama, saling
mengunjungi, komunikasi lewat telepon, dan lain sebagainya.

2.4. FAKTOR PENDUKUNG PROSES PENGENDALIAN

Mutu suatu pengendalian tidak terlepas dari mutu informasi yang diperoleh. Jika
informasi yang diperoleh pengawas di lapangan dapat mewakili kondisi yang
sebenarnya maka solusi yang diambil akan lebih mengena sasaran. Ada beberapa
faktor yang perlu diperhatikan agar pengendalian dan sistem informasi berlangsung
baik, yaitu :

A. Ketepatan Waktu
Ketelambatan pemantauan hanya akan menghasilkan informasi yang sudah tidak
sesuai lagi dengan kondisi

B. Akses Antar Tingkat


Derajat kemudahan untuk akses dalam jalur pelaporan performa sangat
dipengaruhi untuk menjaga efektifitas sistem pengendalian. Jalur pelaporan dari
tingkat paling atas hingga paling bawah harus mudah dan jelas. Sehingga seorang
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

manajer dapat melacak dengan cepat bila terdapat bagian yang memiliki performa
jelek.

C. Perbandingan Data Terhadap Informasi


Data yang diperoleh dari pengamatan di lapangan harus mampu memberikan
informasi secara proporsional. Jangan sampai terjadi jumlah data yang didapat
berjumlah ribuan bahkan ratusan ribu, namun hanya memberikan satu dua
informasi, sedangkan untuk mengolah data tersebut membutuhkan tenaga dan
waktu yang tidak sedikit.

D. Data dan Informasi yang Dapat Dipercaya


Masalah ini menyangkut kejujuran dan kedisiplinan semua pihak yang terlibat
dalam proyek. Semua perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat seperti waktu
pengiriman peralatan dan bahan, waktu pembayaran harus benar-benar ditepati.

E. Obyektifitas Data
Data yang diperoleh harus sesuai apa yang terjadi di lapangan. Pemakaian asumsi
kira-kira atau pendapat pribadi tidak boleh dimasukkan sebagai data hasil
pengamatan.
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

BAB III
ASPEK-ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN PENGENDALIAN PEKERJAAN
(PROYEK)

3.1 ALAT UKUR PENGENDALI PEKERJAAN (PROYEK)


3.1.1 Indikator Kinerja Proyek
Sebagai salah satu fungsi dan proses kegiatan dalam manajemen proyek yang
sangat mempengaruhi hasil akhir proyek, pengendalian mempunyai tujuan utama
meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama proses
berlangsungnya proyek.
Bila terjadi penyimpangan diperlukan tolak ukur/alat ukur kinerja guna melakukan
tindakan koreksi. Alat ukur yang digunakan dapat berupa jadwal, kualitas pekerjaan,
standar mutu/spesifikasi pekerjaan satu standar kesalamatan dan kesehatan kerja.
Untuk memudahkan pengendalian proyek, pengelola proyek seharusnya
mempunyai acuan sebagai sasaran dan tujuan pengendalian. Oleh karena itu
indikator-indikator tujuan akhir pencapaian proyek haruslah ditampillkan dan
dijadikan pegangan selama pelaksanaan proyek. Indikator-indikator yang biasanya
menjadi sasaran pencapaian tujuan akhir proyek adalah kinerja biaya, mutu, waktu,
dan keselamatan kerja. Berikut ini diuraikan indikator kinerja proyek berupa tampilan
grafik yang memudahkan pengelola proyek dalam membaca serta menerapkannya.

A. Indikator Kinerja Waktu


Hal yang berlaku umum saat ini dalam monitor dan evaluasi proyek dalam
mengendalikan waktu adalah kurva S, yaitu ploting dari kumulatif persentase bobot
pekerjaan, yang dapat merepresentasikan kemajuan dari awal hingga akhir proyek.
MODUL TATA CARA PENGAWASAN

Gambar 3.
Indikator Kinerja Waktu
Kurva S adalah alat monitor dan evaluasi yang informsinya paling mudah dan
jelas untuk dibaca, apabila dengan tampilan kombinasi menggunakan diagram
batang-sehingga pengelola proyek dapat cepat mengatisipasi bila ada
penyimpangan pada proyek. Untuk mempermudah monitoring dan evaluasi,
diberikan baseline setiap periode tertentu.

B. Indikator Kinerja Biaya dan Waktu


Bentuk lebih progresif yang ada dalam fasilitas perangkat lunak komputer dalam
monitor dan evaluasi proyek dalam mengendalikan waktu adalah bentuk kurva S
yang dimodifikasi dengan 3 indikator, yaitu :
1) Rencana dari volume dan biaya pekerjaan (BCWS)
2) Realisasi dari volume pekerjaan (BCWP)
3) Realisasi biaya pekerjaan (ACWP)
MODUL TATA CARA PENGAWASAN