Anda di halaman 1dari 16

TUGAS KELOMPOK

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

(Pengendalian Manajemen Pada Organisasi Jasa dan Jasa Keuangan)

Oleh Kelompok 7

Ni Kadek Septya Wulan Dhari (1833121181)

Ketut Rara Prananingrum (1833121182)

Ni Luh Putu Melly Anawati (1833121184)

Ayu Oktavina Rosita (1833121185)

PRODI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS WARMADEWA

2020/2021
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem pengendalian manajemen tidak hanya menyangkut aspek manufaktur


saja. Sistem pengendalian manajemen juga berfungsi pada sektor jasa. Dalam proses
pengendaliannya, sektor jasa mempunyai karakteristik yang relatif berbeda dibanding
sektor manufaktur. Sistem pengendalian manajemen yang akan dibahas adalah
dikhususkan pada organisasi jasa profesional (konsultan hukum, pengacara, akuntansi
dan profesi sejenis), rumah sakit, nirlaba (yayasan), pemerintah dan organisasi dagang
(agen, distributor, pengecer). Selain membahas mengenai sistem pengendalian
manajemen pada sector jasa, makalah ini juga membahas mengenai sistem
pengendalian manajemen pada perusahaan jasa keuangan. Perusahaan jasa keuangan
merupakan perusahaan yang bidang utamanya adalah mengelola uang.

Perusahaan jasa keuangan merupakan perusahaan yang bidang utamannya


adalah mengelola uang. Pada dasarnya perusahaan ini bertindak sebagai penengah
yakni ia mempreoleh uang dari para deposan atau penabung dan meminjamkannya
kepada perusahaan. Melihat bidang usaha yang dijalankannya maka perusahaan jasa
keuangan mempunyai beberapa masalah terhadap pengendalian manajemennya yang
berbeda dari perusahaan jasa lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian perusahaan jasa secara umum?


2. Apa pengertian dari organisasi professional secara umum?
3. Apa pengertian dari organisasi perawatan kesehatan secara umum?
4. Apa pengertian dari organisasi nirlaba secara umum?
5. Apa pengertian dari organisasi pemerintah secara umum?
6. Apa pengertian dari organisasi usaha dagang secara umum?
7. Bagaimana perusahaan jasa keuangan secara umum?
8. Bagaimana pengendalian bank komersil dan Lembaga pembiayaan?
9. Bagaimana pengendalian manajemen perusahaan sekuritas?
10. Bagaimana pengendalian manajemen perusahaan asuransi?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian perusahaan jasa secara umum,.
2. Untuk mengetahui pengertian organisasi professional secara umum.
3. Untuk mengetahui pengertian organisasi perawatan kesehatan secara umum.
4. Untuk mengetahui pengertian organisasi nirlaba secara umum.
5. Untuk mengetahui pengertian organisasi pemerintah secara umum.
6. Untuk mengetahui pengertian organisasi usaha dagang secara umum.
7. Memahami masalah – masalah pengendalian manajemen pada perusahaan jasa
keuangan secara umum.
8. Memahami masalah – masalah pengendalian manajemen pada usaha bank dan
Lembaga pembiayaan.
9. Memahami masalah – masalah pengendalian manajemen pada perusahaan sekuritas.
10. Memahami masalah – masalah pengendalian manajemen pada perusahaan asuransi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perusahaan Jasa Secara Umum


Perusahaan jasa adalah perusahaan jasa merupakan perusahaan yang kegiatan
utamanya melakukan penjualan dan penawaran produknya dalam bentuk pelayanan atau
jasa. 
Karakteristik
Berikut adalah beberapa hal yang membedakan sektor manufaktur dan sektor jasa.
1. Tidak Adanya Persediaan Penyangga
Persediaan (bahan baku) pada perusahaan manufaktur dimaksudkan untuk menjamin
kontinuitas produksi, serta untuk menjamin produk jadi selalu tersedia pada saat
dibutuhkan konsumen. Namun karakteristik persediaan tidak ditemukan dalam
industri jasa. Jasa tidak bisa disimpan. Variabel kunci untuk organisasi jasa adalah
seberapa besar kapasitas yang dipunyai oleh perusahaan jasa tersebut untuk
dibandingkan dengan permintaan akan jasa yang ada.
2. Kesulitan Dalam Pengawasan
Perusahaan jasa tidak bisa melakukan pemeriksaan jasa selayaknya barang. Penilaian
atas kualitas jasa terjadi pada saat jasa itu diberikan dan seringkali subyektif.
3. Penggunaan Tenaga Kerja Yang Insentif
Perusahaan manufaktur menambah peralatan dan otomasi alat produksinya dengan
maksud menggantikan tenaga kerja dan mengurangi biaya. Kebanyakan perusahaan
jasa tidak bisa melakukan hal seperti itu.
4. Organisasi Dengan Multi Unit
Teknik seperti menyesuaikan perbedaan disebut data envelopment analysis. Teknik
ini mengidentifikasi unit yang paling efisien dengan menggunakan metode statistic
atas berbagai perbedaan yang diizinkan.

Sejarah Perkembangan

Akuntansi biaya awalnya berkembang pada perusahaan manufaktur karena


kebutuhan menilai barang dalam proses dan barang jadi untuk tujuan pelaporan keuangan.
Sampai dengan beberapa dekade yang lalu, banyak organisasi jasa tidak mempunyai
pendorong yang sama dalam pengembangan data biaya. Penggunaan biaya produk dalam
pengembangan data biaya. Penggunaan biaya produk dan data akuntansi manajemen
lainnya baru saja dipakai, terutama sejak perang dunia-II. Sistem pengendalian
manajemen sejak itu berkembang cepat sama seperti perkembangan pada perusahaan
manufaktur.

2.2 Organisasi Profesional


Organisasi professional adalah organisasi yang bergerak dibidang jasa professional
seperti lembaga hukum, rumah sakit, arsitek, biro iklan, dan usaha seni, olahraga.
Karakteristik Khusus
Perusahaan professional mempunyai relative sedikit asset yang dapat dilihat asset
utamanya adalah kemampuan professional staffnya, dimana nilainya ini tidak tampak
pada laporan keuangan. Tujuan keuangan utamanya adalah menyediakan kompensasi
yang sepadan pada para profesionalnya. Profesional biasanya cenderung tidak membebani
keputusannya dari sudut pengaruh keuangannya, mereka ingin mengerjakan sebaik
mungkin dengan mengabaikan biayanya. Karena professional merupakan sumber daya
terpenting dalam suatu perusahaan.
Beberapa penulis menyarankan professional ini dihitung sebagai asset perusahaan.
Sistem yang melakukan seperti ini disebut Akuntansi Sumber Daya Manusia (Humans
Resources Accounting). Ukuran output dari organisasi professional tidak bisa diukur
dengan ukuran fisik. Ukuran berapa jumlah jam kerja dari seorang pengacara dalam
menangani suatu perkara bukan merupakan output, tetapi ukuran input. Pemasaran pada
organisasi professional dan untuk beberapa profesi seperti dokter, hukum, akuntansi, kode
etik profesi membatasi jumlah dan jenis pemasaran yang boleh dilakukan.

Sistem Pengendalian Manajemen


Penentuan Harga
Harga jual dari pekerjaan yang dilakukan pada organisasi profesi biasanya ditetapkan
secara tradisional. Tarifnya biasanya didasarkan pada jam kerja untuk kompensasi dengan
tingkat profesionalnya, ditambah biaya overhead dan laba. Biasanya juga dibebankan
biaya tetapnya.
Pusat Laba dan Harga Transfer
Organisasi nirlaba biasanya menggunakan pusat laba. Unit pendukung, seperti
pemeliharaan, proses informasi, transformasi, telekomunikasi, percetakan dan sejumlah
material dan jasa, membebankan uang yang dikonsumsinya pada jasa yang diberikannya.
Perencanaan Strategi dan Penganggaran

Pada organisasi profesi, asset utamanya adalah orang, dan walaupun terjadi fluktuasi
jangka pendek pegawainya, perubahan ukuran dan kompensasi untuk stafnya lebih mudah
dibuat dan direvisi dimana perlu.
Pengawasan Operasi
The billed time ratio yakni jumlah jam yang dipakai terhadap total jam kerja yang
tersedia dari professional tersebut diawasi dengan cermat.
Ukuran Prestasi dan Penghargaan
Pengukuran prestasi lebih banyak mempertimbangkan faktor-faktor kemanusiaan.
Pertimbangan tersebut bisa dari atasan, rekan sekerja, diri sendiri, bawahan, atau klien.

2.3 Organisasi Perawatan Kesehatan

Organisasi yang dimaksud dalam hal ini adalah rumah sakit, klinik, rumah sakit
bersalin, laboratorium kesehatan, dan organisasi sejenis lainnya. Pada dasarnya ciri-ciri
organisasi seperti ini merupakan organisasi nirlaba, tapi banyak juga diantaranya yang
merupakan perusahaan yang berorientasi laba.  Ciri-ciri khusus:

1. Kesulitan dalam masalah social


Masyarakat sering dihadapkan dengan pelayanan rumah sakit yang tidak bagus,
tingginya tarif rumah sakit, tingginya obat dan masalah-masalah lainnya. Dilain sisi
jumlah orang sakit terus bertambah karena kemajuan pengobatan memperpanjang
harapan hidup manusia, yang pada gilirannya membutuhkan perawatan.
2. Perubahan penyedia jasa perawatan kesehatan
Dengan meningkatnya biaya perawatan kesehatan, perubahan signifikan terjadi dalam
hal pelayanan perawatan, yang dulunya dilakukan oleh beberapa penyedia perawatan
kesehatan. Banyak jasa yang sebelumnya dilakukan oleh rumah sakit, sekarang cukup
dilakukan oleh klinik tertentu saja.
3. Profesional
Pengaruh pengendalian manajemen pada professional ini sama dengan yang terjadi
pada organisasi profesional lainnya. Loyalitas mereka biasanya lebih mengarah pada
profesi, tidak pada organisasi. Manajer bagian pada dasarnya merupakan seorang
professional yang melakukan fungsi manajemennya hanya pada paruh waktu.
4. Pentingnya pengendalian mutu
Industri kesehatan banyak berkaitan dengan kehidupan manusia, sehingga kualitas
jasa yang diberikan harus benar-benar diperhatikan. Pada periode tertentu diperlukan
pengkajian ulang tentang prosedur operasi atau pembedahan, pengkajian ulang
terhadap dokter pribadi.

2.4 Organisasi Nirlaba


Organisasi nirlaba menurut definisi hukumnya merupakan organisasi yang tidak bisa
mengalihkan aktiva, pendapatan, atau keuntungannya kepada anggota, pegawai atau
direktur oeganisasi tersebut. Tetapi dalam hal ini, organisasi tentu saja bisa memberi
semacam kompensasi atas jasa ataupun barang yang diberikan oleh pegawai maupun
anggota organisasi tersebut. Definisi ini juga tidak berarti organisasi dilarang memperoleh
pendapatan yang diperhitungkan sebagai labanya. Yang dilarang adalah distribusi laba
tersebut. Organisasi nirlaba memerlukan laba yang tinggi untuk menyediakan modal kerja
dan sebagai penjagaan di masa paceklik perolehan dana.

Ciri-ciri khusus:

1. Tidak ada ukuran dana, Tujuan utama dari kebanyakan usaha adalah memperoleh laba
yang memuaskan bagi pemiliknya. Laba dalam hal ini merupakan ukuran prestasi
terhadap tujuan yang telah ditetapkan.
2. Kontribusi modal, Ada dua kategori kontribusi modal yaitu dalam bentuk bangunan
dan sumbangan. Penerimaan kontribusi aktiva modal tidak merupakan pendapatan.
Organisasi nirlaba mempunyai dua bentuk laporan keuangan, bentuk pertama
berkaitan dengan kegiatan operasional dan termasuk di dalamnya adalah laporan
operasional, neraca, dan laporan cash flow. Bentuk kedua berkaitan dengan kontribusi
modal.
3. Aturan, Organisasi nirlaba biasanya diatur dan diawasi oleh dewan penyantun
(trustee). Biasanya dewan ini tidak mampu mengidentifikasi masalah sebenarnya.
Untuk itulah diperlukan dewan yang mengatur secara kuat dan bekerja secara efektif.

Sistem Pengendalian Manajemen

1. Penentuan harga pokok. Pada umunya pengendalian manajeman ditetapkan apabila


harganya telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum ditetapkannya kinerja atas jasa
yang diberikan
2. Penyusunan anggaran dan perencanaan strategi. Alat pengendalian manajemen yang
paling penting dalam organisasi seperti ini adalah berkaitan dengan aktivitas
keuangan organisasi yakni anggaran (baik itu pendapatan maupun pengeluaran.)
3. Operasi dan evaluasi. Banyak organisasi mengalami kesulitan untuk memperoleh
dana terutama dari sumber pemerintah. Hal ini membawa konsekuensi makin
diperlukannya pengendalian manajemen.

2.5 Organisasi Pemerintahan


Organisasi pemerintah merupakan organisasi jasa dan kegiatan semacam ini
merupakan salah satu contoh organisasi nirlaba.

Karakteristik Khusus

1. Pengaruh politik. Pada organisasi pemerintah, keputusan dihasilkan melalui proses


yang berjenjang dan sering disertai dengan konflik. Tekana politik seperti ini tidak
dapat dihindarkan. Tekana berupa konflik seperti ini biasanya tidak menghasilkan
keputusan yang optimum.
2. Informasi public. Pemerintah biasanya membatasi jumlah informasi yang sensitive
dan kontreoversial yang mengalir melalui sistem pengendalian manajemen formal.
Hal ini mengurangi efektivitas sistem.
3. Sikap yang mengutamakan pelanggan. Pada dasarnya perusahaan yang berorientasi
laba maupun nirlaba didukung oleh pelanggannya dimana ia memperoleh penghasilan
dari pelanggannya tersebut. Organisasi pemerintah juga didukung oleh masyarakat,
mereka memperoleh penghasilan melalui masyarakat luas.
4. Peraturan pemerintah (Red tape). Pemerintah telah mengumumkan sejumlah aturan
dan regulasi. Beberapa aturan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja
pemerintah.
5. Kompensasi manajemen. Manajer dan profesional lainnya di organisasi pemerintah
biasanya cenderung sedikit mendapatkan kompensasi dibandingkan yang diperolejh
profesional lainnya di swasta. Kompensasi disini tidak hanya dalam bentuk materi,
penghargaan atau yang lebih konkret kenaikan pangkat secara otomatis adalah
beberapa contoh kompensasi yang dapat diberikan.
6. Akuntansi Hingga saat ini sistem akuntansi yang dipakai pada organisasi pemerintah
sudah kuno dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Disini perlu dilakukan
perombakan sistem akuntansi yang lebih mengacu pada kebutuhan saat ini.
Sistem Pengendalian Manajemen

1. Penyusunan anggaran dan perencanaan strategis. Perencanaan strategis di organisasi


pemerintahan merupakan faktor penting. Keputusan yang diambil biasanya juga
melibatkan pertimbangan politik. Keputusan yang diambil biasanya dengan
mempertimbangkan berbagai faktor tidak hanya faktor ekonomi tapi juga faktor
lainnya.
2. Ukuran kerja. Laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Biaya pada organisasi
pemerintah dapat diukur sama akuratnya dengan yang di swasta. Pada organisasi
pemerintah pendapatan tidak merupakan output. Karena tidak merupakan ukuran
moneter, maka ukuran pendapatan disoini bisa dilihat dari kualifikasi yang dilakukan.

2.6 Organisasi Usaha Dagang


Tidak seperti pada organisasi jasa, persediaan merupakan faktor penting pada
perusahaan dagang. Sebenarnya kepala departemen pada organisasi seperti ini disebut
“pembeli”, tidak hanya sekedar manajer, yang menunjukkan pentingnya fungsi
pengadaan. Alat pengawasan yang prinsip adalah dimungkinkannya untuk membeli
yakni jumlah maksimum yang boleh dibeli oleh pembeli kapan saja. Pengawasan
modal kerja merupakan faktor penting dalam perusahaan dagang. Saat ini organisasi
dagang dan organisasi swasta telah mengembangkan sistem informasi yang
memungkinkan satu perusahaan membandingkan pendapatan, biaya dan elemen
lainnya dengan perusahaan lainnya.

2.7 Perusahaan Jasa Keuangan Secara Umum


Karakteristik Umum
Aset moneter. Kebanyakan aset perusahaan jasa keuangan adalah moneter. Nilai aset
moneter saat ini lebih mudah diukur dari pada aset fisik lainnya, seperti gedung dan
peralatan serta hak patent dan aktiva tak berwujud lainnya. Mata uang merupakan
contoh ekstrem komoditi fungibel. Setiap saat pada suatu waktu rupiah yang dimiliki
oleh seluruh perusahaan mempunyai nilai yang sama dengan nilai nominalnya atau
belinya. Daya beli rupiah berubah menurut waktu, tetapi pada masa depan, semua
rupiah mempunyai nilai yang seimbang. Hal ini berarti rupiah yang dipunyai setiap
orang mempunyai kualitas yang sama pada saat diberikan. Pada industri jasa
keuangan mutu mengacu pada mutu jasa yang diberikan dan mutu instrument
keuangan selain uang karena tidak diperlukan pengawasan mutu terhadap uang. Aset
keuangan juga bisa ditranster dari satu pemilik ke pemilik lain dengan cepat dan
mudah. Dalam suatu transfer dana secara elektronis, uang berpindah segera setelah
adanya permintaan transfer, sedangkan dalam sistem tradisional uang tersebut
berpindah dalam beberapa hari. Penggunaan system elektronis dimaksudkan untuk
menghindari pencuri dan perampok. Untuk alasan ini, perusahaan yang menangani
keuangan, khususnya uang harus mempunyai ukuran yang baik untuk melindungi
asetnya. Ukuran yang dimaksudkan tidak hanya berupa ukuran fisik untuk
mengamankan mata uang dan dokumen-dokumen, tetapi juga ukuran yang didesain
untuk menjaga integritas sistem pentransferan uang dari satu pihak ke pihak lain.

Jangka Waktu Untuk Transaksi. Kesuksesan atau kegagalan pengeluaran obligasi,


pinjaman hipotik pada seseorang atau kebijakan asuransi jiwa mungkin tidak
diketahui selama 30 tahun atau lebih. Selama periode ini, ketepatan dari pinjaman
ataupun kebijakannya mungkin berubah, dan daya beli uang tersebut tentu
saja berubah. Ini berarti kinerja akhir meliputi otorisasi dan penyusunan pinjaman,
atau penjualan dan penentuan harga kebijakan asuransi, tidak bisa diukur pada saat
keputusan awal dibuat. Hal ini berarti pengawasan membutuhkan suatu alat yang
mensurvei keabsahan secara berkala transaksi selama periode tertentu, termasuk
pemeriksaan berkala semua pinjaman yang beredar. Di sisi lain, beberapa transaksi
dilakukan dengan cepat. Banyak perdagangaan yang terjadi berdasar informasi yang
diperoleh pedagang beberapa menit sebelumnya, atau bahkan dalam hitungan detik.
Untuk transaksi mata uang atau sekuritas yang terdaftar, informasi baru tersedia
secara langsung pada pasar seluruh dunia. Pedagang membeli ataupun menjual
sekuritas berdasar informasi yang mereka punya. Jika mereka membeli sekuritas,
perubahan masa depan terhadap harganya akan mengubah nilai sekuritas yang
dipegang, Oleh karenanya, diperlukan suatu sistem pelaporan sekuritas yang dipegang
dan menghitung risikonya terhadap organisasi jika harga berlawanan dengan sekuritas
yang dimiliki pedagang. Hal ini berarti perusahaan tersebut harus mempunyai sistem
yang akurat untuk memperoleh informasi tersebut, untuk meringkasnya, untuk
estimasi risiko sekuritas yang dipegang dan untuk menghasilkan informasi tersedia
untuk pedagang, suatu model computer mengevaluasi informasi dan untuk beberapa
hal bertindak tanpa intervensi manusia.
Risiko Dan Penghargaan. Banyak perusahaan jasa keuangan dalam bisnis menerima
risiko dalam bentuk penghargaan. Kebanyakan keputusan usaha melibatkan
keseimbangan risiko dan penghargaan. Makin besar risiko, makin besar penghargaan
yang diterima. Pada perusahaan jasa keuangan, keseimbangan ini nampak jelas pada
investasi usaha, seperti melibatkan pembelian mesin atau pengenalan produk baru.
Tarif bunga atas pinjaman dan premi pada polis asuransi didasari asumsi risiko yang
akan terjadi,

Regulasi. Perusahaan jasa keuangan diatur secara ketat. Bank dan pedagang sekuritas
diatur oleh undang-undang dan peraturan lainnya. Walaupun regulasi ini diperlukan,
beberapa aturan ini melarang praktik usaha tertentu dan aturan akuntansi
khusus lainnya berbeda dari akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Untuk keputusan
tertentu, pengaruh baik akuntansi GAAP maupun akuntansi pada regulasi tersebut
harus dipertimbangkan.

2.8 Bank Komersial dan Lembaga Pembiayaan


Karakteristik Umum:
a. Modal Yang Diatur, Kemampuan suatu bank untuk meminjamkan atau
menginvestasikan uang diatur oleh pemerintah dimana modal setidaknya harus
seimbang dengan persentase tertentu dari asetnya
b. Produk Baru, Hingga saat ini kegiatan bank komersial umumnya berkaitan
dengan kegiatan menyimpan dan meminjamkan uang, dengan jumlah
pendapatan yang relative kecil dihasilkan dari fee yang dibebankan untuk
mengelola dana trust dan pengamanan asset konsumen. Bank melengkapi
beberapa jasa untuk nasabahnya tanpa beban atau dengan beban tidak
langsung yang dihasilkan dari perolehan perusahaan dalam menjaga
keseimbangan minimum tertentu.
c. Risiko, Bank dihadapkan dengan 3 bentuk risiko:
1) Risiko kredit, yakni risiko dimana suatu pinjaman tidak bisa kembali.
2) Risiko tingkat bunga, yakni selisijh antara bunga yang dibayarkan pada
deposito dan tarif yang diperoleh atas pinjaman dan investasi, akan berubah
dengan cara yang tak tampak.
3) Risiko transaksi, yakni risiko kesalahan dalam proses transaksi.
d. Otomasi, Di semua bank fungsi penabungan dan penarikan biasanya otomatis.
Untuk jumlah transaksi yang besar dilakukan melalui Automatic Teller
Machine (ATM). Banyak keputusan peminjaman juga terotomatisasi. Bahkan
fungsi-funsi seperti ini terotomatisasi diman para ahli percaya bahwa dalam
waktu dekat hanya fungsi karyawan pada kantor cabang yang masih melayani
kepuasan pelanggan.

Implikasi Pengendalian Manajemen

Jika cabang-cabang diperlakukan sebagai pusat laba masalah-masalah berikut perlu


diperhatika:

1) Hubungan tarif dan jangka waktu deposito terhadap tarif dan jangka waktu
pinjaman
2) Volume deposit
3) Kerugian pinjaman
4) Biaya
5) Pendapatan Bersama
6) Harga transfer

2.9 Perusahaan Sekuritas


Karakteristik perusahaan sekuritas yang relevan dengan pengendalian manajemen
cukup berbeda dari beberapa organisasi terdahulu. Perbedaaan tersebut adalah:
1. Kepentingan hubungan pelanggan
Produk dari perusahaan sekuritas adalah tidak tampak, dan mutunya sulit
diukur. Isi kualitas prinsipnya adalah kemampuan professional perusahaan. Sikap
langganan terhadap perusahaan terutama dipengaruhi oleh penilaian mereka
tentang professional yang biasa berhubungan dengan mereka
2. Stars dan kerjasama tim
Pelaku bintang struktur organisasi perusahaan sekuritas relative mempunyai
tingkatan yang sedikit, dan hubungan antara atasan dan bawahan lebih bersifat
informal dan tidak terstruktur. Bintang-bintang yang berdagang sekuritas biasanya
dibantu professional lain, yang beberapa diantaranya merupakan bintang juga.
Untuk suatu tugas yang penting, professional terdepan mungkin mengadopsi suatu
tim yang bekerja pada suatu proyek, terkadang full time tapi lebih sering paruh
waktu.
3. Kebutuhan akan aliran informasi yang cepat
Banyak sekuritas dan komoditi yang didaftarkan pada bursa-bursa dunia yang
masing-masing wilayah mempunyai zona waktu yang berbeda. Oleh karenanya
perusahaan sekuritas menjalankan usaha perdagangan 24 jam per hari. Setiap
trader mempunyai sebuah buku yang menunjukkan posisi perubahan pada masing-
masing sekuritas dimana ia bertanggung jawab. Setiap trader juga mempunyai
layer computer yang menunjukkan informasi tentang perkembangan seluruh dunia
yang mungkin saja mempengaruhi harga. Pengembangan dan pemeliharaan
system informasi pada perusahaan sekuritas merupakan fungsi yang sangat
penting.
4. Fokus pada kinerja jangka pendek
Perusahaan sekuritas cenderung memfokuskan pada kinerja jangka pendek,
dan jangka pendek yang mereka maksudkan adalah kuartalan. Bukti merupakan
kelas investor terbesar dan mereka mempunyai sedikit keuntungan pada kelas
berjalan, karena tujuan meeka adalahj menyediakan dana untuk pembayaran yang
harus dilakukan sepanjang waktu para pensiunan. Focus jangka pendek ada karena
tidak seorang pun tau apa yang akan terjadi dimasa depan dan terutama karena
bukti jangka pendek ini telah menjadi tradisi.
5. Pengukuran Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan perusahaan sekuritas dan manajer atau professional lainnya
terutama diukur atas dasar pendapatan dan kedua berdasarkan laba kotor. Sedikit
upaya yang diperlukan untuk mengukur laba bersih dari berbagai aktivitas atau
perseorangan.

2.10 Perusahaan Asuransi


Ada dua bentuk perusahaan asuransi yaitu asuransi jiwa dan asuransi
kecelakaan. Perusahaan asuransi jiwa mengumpulkan premi dari pemegang polis,
menginvestasikan premi ini, dan membayarkan sejumlah tertentu apabila pemegang
polis meninggal. Seluruh kontrak asuransi jiwa biasanya memasukkan suatu tampilan
investasi yakni bagian dari premi yang membawa pengembangan dari nilai kas polis
tersebut. Perusahaan asuransi kecelakaan mengumpulkan premi, menginvestasikan,
dan membayarkan kepad apemegang polis sejumlah kerugian tertentu.
Masalah pengendalian manajemen dalam perusahaan asuransi khususnya
asuransi jiwa adalah mereka tidak mengetahui laba dari penjualan polis saat ini
sampai beberapa tahun berikutnya. Mereka membuat premi didasarkan estimasi
terbaik dari aluran masuk dan keluaran dari polis tersebut. Walaupun laba tidak segera
diketahui, manajemen tidak bias menunggu terlalu lama untuk menghasilkan
keputusan pengendalian sehingga diperlukan informasi saat ini.
Aktuaris menghitung suatu premi tentatif, dan premi akhir menunjukkan
penilaian orang pemasaran tentang bagusnya polis tersebut dan premi yang
dibebankan oleh pesaing. Perhitungan aktuaris mempertimbangkan faktor-faktor
berikut:

1) Biaya akuisisi
2)  Biaya pemberian jasa
3) Laba
4) Kemungkinan kehilangan
5) Pendapatan investasi
6) Kemungkinan pembayaran
7) Pajak penghasilan
8) Tingkat laba yang diinginkan
Pengukuran kinerja penjualan lebih difokuskan pada volume penjualan dan tidak
hanya sekedar tingkat laba. Komisi didasarkan atas premi tahun pertama atau awal
tahun, atau atas jumlah polis yang tertulis.
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Pengendalian manajemen pada organisasi jasa berbeda bila dibandingkan
dengan organisasi manufaktur. Hal ini disebabkan ketiadaan persediaan penyangga
pada organisasi jasa, kesulitan mengukur kualitas, dan pada umumnya perusahaan
jasa cenderung merupakan padat karya. System pengendalian manajemen pada
organisasi jasa umumnya sama dengan system pengendalian manajemen pada
organisasi dagang.
Organisasi jasa keuangan berbeda dalam dua hal dibandingkan perusahaan lainnya.
Pertama, bahan bakunya adalah uang. Kedua, tingkat laba dari banyak transaksi tidak
bisa diukur hingga bertahun-tahun setelah komitmen yang dilakukan. Yang utama,
perusahaan akan mendapat laba jika pendapatan masa depan diperoleh dari pinjaman
saat ini, investasi, dan premin asuransi yang melebihi biaya dana yang berkaitan
dengan pendapatan ini. Masalah pengendalian manajemen lebih kompleks dalam
investasi perbankan, perdagangan sekuritas, dan beberapa organisasi lainnya karena
fakta bahwa laba ataupun rugi bisa dihasilkan dari satu transaksi tunggal.
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim, Achmad Tjahjono, Muh. Fakhri Husein, Sistem Pengendalian Manajemen,
UPP AMP YPKN Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai