Anda di halaman 1dari 7

TATA IBADAH KELUARGA

KETERANGAN UNTUK PERSIAPAN TATA IBADAH KELUARGA

Ibadah Keluarga Malam Natal dan Malam Akhir Tahun ini dimaksudkan sebagai
sebuah kegiatan peribadahan yang diselenggarakan dalam sebuah keluarga, untuk
seisi keluarga dan di masing-masing keluarga.

Untuk membantu terciptanya suasana lain dari sehari-harinya, siapkan beberapa lilin
untuk dinyalakan melengkapi suasana ibadah dalam keluarga.

Pembagian tugas dalam ibadah ini kiranya dibagi berdasar jumlah anggota keluarga
yang ada.

Pembacaan Alkitab dan Renungannya dapat diganti sesuai kondisi dan kebutuhan
Jemaat masing-masing.
Nyanyian yang ada, dapat dinyanyikan lebih dari satu kali. Jika dirasa sulit, dapat
dipilih nyanyian lain yang sudah dikenal.

TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA


Senin, 24 Desember 2018
1
Persiapan Beribadah
Bapak : Di malam kudus ini, marilah kita semua menyatakan iman kita kepada Yesus
Kristus, yang telah hadir ke dunia untuk membebaskan umat manusia dari dosa.
Ibu : Sungguh layak dan sepantasnya kita memuji Tuhan kita, Yesus Kristus.
Votum dan Salam
Anak : Cahaya Abadi dari Allah Bapa terwujud di dunia untuk menerangi kegelapan dosa.
Semua : Terimalah sembah syukur kami karena Rahmat dan Anugerah-Mu, amin.
Nyanyi : KJ 109:1 & 8 “Hai Mari Berhimpun”
Hai mari, berhimpun dan bersukaria!
Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat yang lahir, Raja Balasorga!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia,
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,
ya Yesus, terpujilah nama-Mu!
Firman abadi yang menjadi daging!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia,
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Pengakuan Dosa
Bapak : Marilah di malam kudus ini, kita mengaku dosa dan kegagalan hidup kita:
Tuhan Yesus, Sang Kepala rumah tangga kami, sebagai suami kami mohon
pengampunan bila selama ini ternyata kurang mengasihi dan tidak dapat menjadi
ayah yang baik bagi isteri dan anak-anak kami. Kami sibuk dengan urusan dan
pekerjaan kami. Ampuni kami, bila perkataan dan perbuatan kami telah melukai
hati isteri dan anak-anak kami. Ampunilah bila sebagai suami dan ayah, kami
memaksakan kehendak kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami memohon.
Isteri : Tuhan Yesus, sebagai seorang isteri kami memohon pengampunan, bila selama ini
kami kurang saling menghormati dengan suami kami dan kurang memperhatikan
anak-anak kami, sibuk dengan urusan dan kepentingan pribadi kami. Ampunilah
bila sebagai isteri dan ibu, kami telah memaksakan kehendak kami. Dalam nama
Tuhan Yesus kami memohon.
Anak/cucu: Tuhan Yesus, sebagai seorang anak(-cucu) kami memohon pengampunan, bila
selama ini kurang menghormati dan tidak menuruti nasehat orang tua kami.
Jadikanlah kami anak(-cucu) yang dapat membanggakan orang tua kami, dan
memuliakan nama Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami memohon.
Semua : Dalam kekuatan kuasa Natal, jadikanlah hati kami tahir, ya Allah, dan baharuilah
batin kami dengan Roh yang memerdekakan.
Nyanyi : KJ 85:8 “Kusongsong Bagaimana”
Kendati hutang dosa membuatmu gentar, 
pada-Nya kau sentosa, anug’rah-Nya besar! 
Bagimu Ia datang menjadi Penebus; 
Sejaht’ra kerajaan warisanmu terus!
Berita Anugerah Allah
Bapak : Sesungguhnya kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-
bangsa, tetapi terang Tuhan telah terbit atasmu. Bangsa yang berjalan di dalam
kegelapan telah melihat terang itu.
Semua : Dengan demikian, tidak ada lagi kegelapan, karena “Terang Damai Sejahtera”
tetap bercahaya dalam hidup kita dan kita dijadikan-Nya sebagai anak-anak
terang.
Nyanyi : KJ 99:1 “Gita Sorga Bergema”
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!

2
Pelayanan Firman Tuhan
Anak : Sebelum kita mendengar firman, mari kita berdoa:
“Ya Tuhan, dalam mengembara, untuk mencari damai dan keselamatan, kami
yakin bahwa Engkaulah firman yang turun dari sorga dan berdiam di antara
manusia. Karena itu, perdengarkanlah suara-Mu dalam pembacaan dan
pemberitaan kabar baik saat ini. Amin ”
Bapak : Firman Tuhan terambil dari kitab Matius 1:18-25 (baca bergilir)
Ibu : (Renungan)
Tema: Tuhan Memakai Manusia Sederhana yang Bernama Yusuf
Yusuf adalah orang yang sederhana. Kerjanya hanya sebagai seorang tukang kayu.
Ia bukan berasal dari kota besar tetapi berasal dari sebuah kampung bernama
Nazaret.
Di Perjanjian Lama ada juga seorang yang bernama Yusuf yaitu yang pernah
menjadi perdana menteri di Mesir. Arti nama Yusuf adalah Allah akan
menambahkan, karena orang tua Yusuf yaitu Yakub dan Rahel mengharapkan
agar Allah menambahkan seorang putra lain lagi kepada mereka. Dan hal itu
memang terjadi di mana mereka diberi lagi seorang anak laki-laki lain, yaitu adik
Yusuf yang diberi nama Benyamin. Yusuf yang satu ini, meskipun bekerja di dunia
politik dengan menduduki jabatan yang tinggi sebagai perdana menteri di Mesir,
namun Alkitab mencatat bahwa ia selalu menjaga hidupnya dari cacat dan cela.
Orang kedua dalam Alkitab yang juga menjaga hidupnya dari cacat cela dari
adalah Daniel. Sama seperti Yusuf, Daniel juga bekerja di dunia politik dengan
jabatan tinggi di negeri Babel. Hal ini mengajarkan kita bahwa sebagai anak
Tuhan, bukanlah tidak mungkin bagi kita untuk menjaga hidup yang tak bercacat
cela di hadapan Tuhan, sekalipun di dunia politik yang penuh dengan tantangan.
Yusuf yang akan kita pelajari karakternya adalah Yusuf di Perjanjian Baru yang
adalah ayah angkat Yesus. Alkitab mengatakan ia adalah seorang yang benar (kata
tulus di situ sebenarnya adalah benar (ayat 19). Kita akan melihat 3 alasan
mengapa Yusuf disebut orang yang benar oleh Alkitab.
1. Yusuf membawa kebaikan untuk orang lain (ayat 19)
Setelah Yusuf tahu tunangannya mengandung, ia tidak ingin membuat Maria malu
sehingga ia dengan diam-diam ingin menceraikan Maria. Pada masa itu, bagi orang
Yahudi, bertunangan itu sudah setingkat dengan pernikahan di mana untuk
membatalkan suatu pertunangan akan diperhitungkan sebagai perceraian. Yusuf
tidak ingin merugikan Maria sebaliknya ia ingin agar tunangannya itu jangan
sampai dipermalukan, Yusuf adalah seorang yang benar karena selalu ingin
mendatangkan kebaikan bagi Maria.
2. Yusuf taat kepada perintah Tuhan (ayat 20-24)
Ketika Yusuf mempertimbangkan keinginannya untuk menceraikan Maria,
malaikat Tuhan datang kepadanya lewat mimpi dan memerintahkan dia supaya
jangan takut untuk mengambil Maria menjadi isterinya karena Maria mengandung
dari kuasa Roh Kudus. Meskipun dengan akal sehatnya ia tidak mengerti mengapa
Maria bisa mengandung dari Roh Kudus namun ia taat keapda Tuhan. Ia tidak jadi
menceraikan Maria dan mengambil Maria menjadi isterinya.
Ketaatan Yusuf sangat berperanan penting di dalam kelahiran Mesias yang sudah
dinubuatkan ribuan tahun yang lalu di Perjanjian Lama (Yesaya 7:14; Kejadian
3:15). Meskipun Allah telah memilih Maria yang adalah hamba-Nya untuk
melahirkan Kristus dengan mendatangi Maria melalui malaikat tanpa terlebih
dahulu memberitahu Yusuf, namun kerja sama Yusuf tetap dibutuhkan.
Ketaatannya kepada perintah Tuhan menunjukkan bahwa dia juga adalah seorang
hamba Tuhan sehingga dapat melengkapi rencana kelahiran Kristus ke dalam
dunia ini. Dengan tanpa berbantah sedikitpun kepada Tuhan ia menerima Maria
menjadi isterinya dan melakukan semua yang Tuhan perintahkan yaitu
menamakan dia Yesus.
3. Yusuf rela berkorban (ayat 25)
Yusuf rela untuk tidak bersetubuh dengan isterinya sampai isterinya melahirkan
bayinya. Selain itu, ia juga rela dengan susah payah membawa Maria isterinya dan
bayi dalam kandungannya berjalan kaki menempuh perjalanan yang jauh ke kota
Betlehem untuk membayar pajak. Kemudian, ia juga rela membawa Maria dan
3
Yesus yang masih bayi untuk menyingkir ke Mesir sesuai perintah Tuhan lewat
mimpi karena Raja Herodes saat itu hendak membunuh semua bayi laki-laki di
bawah umur dua tahun. Itulah tiga bukti pengorbanan Yusuf sebagai suami dan
ayah (angkat) yang benar.
Semoga kita belajar dari karakter Yusuf yang benar yaitu selalu ingin
mendatangkan kebaikan bagi orang lain, taat kepada perintah Tuhan dan rela
berkorban untuk orang lain. Amin.
Persembahan Keluarga
Nyanyi : KJ 92:1-2 “Malam Kudus”
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”
Doa Syafaat
Doxology
Pria : Jika saya tidak dapat seperti matahari, biarlah saya menjadi lilin di malam gelap
Wanita : Jika saya tak dapat seperti purnama yang indah, biarlah saya menjadi embun
yang gemerlap di daun yang teduh.
Pria : Jika saya tidak menjadi raja yang memerintah, biarlah saya menjadi hamba yang
setiawan dalam ketaatan.
Wanita : Jika saya tidak menjadi melati yang putih, biarlah saya menjadi suci di hati dan
hidupku.
Semua : Jika saya ditawari setumpuk kenikmatan dunia yang megah, kami ingin menjadi
garam dan terang dunia, sebab apa gunanya memiliki seluruh dunia, kalau jiwa
binasa.
Nyanyi : KJ 119:4 “Hai Dunia, Gembiralah”
Dialah Raja semesta, besar dan mulia.
Masyhurkanlah, hai dunia, besar anug’rah-Nya,
besar anug’rahNya, besar, besar anug’rah-Nya.
Berkat
Bapak : Mari kita memohon berkat Tuhan: “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah
Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus, serta persekutuan dengan Roh Kudus,
menyertai kita, kini dan sepanjang masa, Amin.
Semua : Shalom ....

------------------------------------------- gunting di sini -------------------------------------------------------

Nama Kepala Keluarga : _______________________________________________


Rayon : ______
Jumlah Peserta Ibadah : ______ orang
Jumlah Persembahan : Rp. ________________
24 Desember 2018
Kepala Keluarga,

_______________________

Catatan: Lembaran ini setelah diisi, lalu digunting dan dimasukkan dalam amplop. Amplop
ini dibawa ke Gereja dalam Ibadah Natal, 25 Desember 2018 dan dimasukkan
dalam peti persembahan yang telah disiapkan di Gereja.

TATA IBADAH KELUARGA


4
MALAM AKHIR TAHUN
Senin, 31 Desember 2018

Catatan:
Melalui ibadah ini setiap keluarga diharapkan dapat berefleksi bersama di dalam keluarganya
masing-masing tentang karya Agung Allah yang dialami dalam perjalanan keluarga di tahun
2018. Harapannya, refleksi tersebut dapat menolong keluarga untuk semakin kuat di dalam
Tuhan dalam menyiapkan diri memasuki baru tahun 2019.

Kata Pembuka
(Salah satu dari anggota keluarga membacakan atau membuat kata pembuka sesuai dengan
pengalaman keluarga masing-masing. Kata pembuka ini bisa diawali dengan kalimat di bawah
ini)

Sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2018 kita hidup bersama sebagai keluarga.
Kesatuan keluarga kita membuat kita merasakan kekuatan untuk menghadapi suka dan
duka. Di penghukung tahun ini kita bersama merayakan pertolongan Tuhan yang tiada
terkira … Mari kita memuji kasih-Nya yang besar dalam hidup kita …

NYANYIAN PUJIAN (PKJ 14 dinyanyikan 2x - dipandu oleh anak)


PKJ 14 Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan

Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya.


Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, kunyanyikan s’lamanya.
Kututurkan tak jemu kasih setia-Mu Tuhan;
kututurkan tak jemu kasih setia-Mu turun-temurun.
Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya.
Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, kunyanyikan s’lamanya.

Berbagi Kisah (dipandu oleh salah satu orangtua)


(Setiap anggota keluarga menceritakan kisah-kisah atau pengalaman berharga yang dialami
pada tahun 2018. Setiap cerita didengar bersama dan tidak boleh disanggah).

NYANYIAN PUJIAN (dipandu oleh anak)


KJ 322:1-2 Kekuatan Serta Penghiburan
Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku.
Tiap hari aku dibimbing-Nya; tiap jam dihibur hatiku.
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan ‘ku dib’rikan apa yang perlu.
Suka dan derita bergantian memperkuat imanku.
Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmat-Nya tiap jam.
DiangkatNya bila aku jatuh, dihalau-Nya musuhku kejam.
Yang nama-Nya Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi,
mengimbangi duka dengan suka dan menghibur yang sedih.

Berbagi Kasih dan Pengampunan


(Narasi dibacakan oleh salah satu orangtua)

Hidup bersama tidak lepas dari salah dan khilaf. Melalui jabat tangan dan pelukan marilah
kita saling memaafkan (semua anggota keluarga saling berjabat tangan atau saling memeluk
dan mencium sambil mengucap: aku sayang…….)

5
Nyanyian Pujian (dipandu oleh anak)

Kasih Pasti Lemah Lembut

Kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan,


kasih pasti murah hati, kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan.
Kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan,
kasih pasti murah hati, kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan.
Refrein: Ajarilah kami ini saling mengasihi.
Ajarilah kami ini saling mengampuni.
Ajarilah kami ini kasih-Mu ya Tuhan
kasih-Mu kudus tiada batasnya

Doa Pembuka (dipandu oleh salah satu anggota keluarga)

Pembacaan Alkitab: 1 Samuel 7:10-14

RENUNGAN
(Renungan bisa diolah dan disesuaikan dengan pengalaman tiap-tiap keluarga)

Sampai Di Sini Tuhan Menolong Kita


Ada sebuah iklan yang unik di sebuah layanan media massa berbunyi demikian, “Orang
bejo lebih untung dari pada orang pinter”.
Sesungguhnya bejo atau beruntung itu tidak datang dengan tiba-tiba. Keuntungan adalah
buah perjuangan. Bila dicermati dengan seksama, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang
datang hanya secara kebetulan, tanpa ada yang mendasari. Karena itu, untuk jadi beruntung,
sebenarnya pasti ada rentetan peristiwa di belakangnya. Atau, agar kita beruntung, ada banyak
“cara” dan “jalan” yang pasti telah kita lakukan sehingga kita sampai pada apa yang disebut
orang sebagai keberuntungan.
Ada dua buah buku yang menyebut hal yang senada. Buku yang paling terkenal adalah
karya Profesor Richard Wiseman yang menulis buku The Luck Factor. Hal senada juga ditulis
oleh Max Gunther. Keduanya menyatakan bahwa keberuntungan adalah hal atau kejadian
menyenangkan yang mampu mengubah hidup jadi lebih baik. Melalui berbagai penelitian yang
dilakukan, antara orang yang beruntung dan tidak, ternyata memiliki pola hidup dan sikap
yang berbeda. Disebutkan bahwa orang yang beruntung biasanya lebih ramah dengan orang
lain, lebih rajin, lebih percaya diri, selalu memiliki pikiran positif, sabar, tak takut risiko, hingga
suka bekerja keras. Melalui kombinasi sifat dan sikap itulah, orang jadi cenderung gampang
bejo atau beruntung.
Untung adalah rahmat Allah atas perjuangan hidup manusia. Hanya Allah sajalah yang
membuat orang menikmati untung. Karena itu, orang yang beruntung adalah orang yang
dirahmati Allah atau orang yang ditolong oleh Allah.
Israel adalah bangsa yang beruntung. Dalam 1 Samuel 5:1, dikisahkan bahwa Israel
mengalami kekalahan perang yang telak. Bukan saja secara fisik mereka dikalahkan, tetapi
juga secara mental dan rohani mereka dihancurkan dengan direbutnya Tabut Allah oleh bangsa
Filistin. Tabut Allah adalah lambang kehadiran dan penyertaan Allah di tengah umat-Nya.
Ketiadaan Tabut Allah di tengah bangsa Israel dapat diartikan sebagai “hilangnya pembelaan
Allah” bagi mereka. Tetapi bagi bangsa Filistin pada awalnya, merampas Tabut Allah
merupakan tindakan hebat, genius. Namun kemudian Tabut Allah itu justru membawa
bencana besar bagi bangsa Filistin (pasal 5). Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk
mengembalikan Tabut Allah itu kepada bangsa Israel (pasal 6). Alkitab mengisahkan bahwa
pada akhirnya Israel mampu mengalahkan bangsa Filistin. Kemenangan itu diyakini bukan
karena semata-mata kemampuan Israel. Memang, mereka berjuang dengan gigih. Dalam
perjuangan itu mereka melakukan berbagai upaya, termasuk berpuasa bagi Tuhan. Semua hal
dijalani dengan sungguh-sungguh. Saat mereka menang, Samuel mengingatkan bahwa semua itu
karena pertolongan Tuhan. Untuk mengenang hal itu, Samuel meletakkan batu peringatan
“Eben-Haezer”. Samuel mengajak bangsa Israel untuk selalu mengingat peristiwa pertolongan
Tuhan. Eben Haezer bermakna: sampai di sini Tuhan menolong kita.
Hari ini, keluarga kita berada di penghujung tahun 2018. Ketika kita sampai di
penghujung tahun ini, kita diingatkan untuk melihat bahwa sesungguhnya kita adalah orang-
orang yang beruntung. Seperti Samuel yang mengajak bangsanya untuk membuat tugu
6
peringatan, hari inipun kita diajak untuk membuat tugu peringatan kehidupan keluarga kita.
Ada banyak peristiwa yang membuat kita sedih, merasa tak berdaya. Di sisi lain, ada berbagai
peristiwa yang membuat kita tertawa bahagia dan merasa hidup ini sangat indah. Semua itu
sudah kita jalani dan dalam semua itu Tuhan beserta kita.
Sampai di sini Tuhan menolong kita dan membuat kita boleh berkata, kita adalah keluarga
yang beruntung. Kita adalah keluarga yang beruntung karena Allah bersama kita dan juga
karena kita mau berjuang bersama Dia. Amin.

Saat Teduh, Doa Syafaat dan Berkat


(Untuk doa, sebaiknya setiap anggota keluarga saling mendoakan)

Nyanyian Pujian
Telah Tiba Saatnya Kita Untuk Berpisah
Telah tiba saatnya kita untuk berpisah,
S’lamat tinggal tahun yang lama penuh kenangan.
S’moga di tahun yang baru Tuhan memberkati,
kebahagiaan yang lebih dari tahun yang silam.

---------------------------------------------- gunting di sini ----------------------------------------------------

Nama Kepala Keluarga : _______________________________________________


Rayon : ______
Jumlah Peserta Ibadah : ______ orang
Jumlah Persembahan : Rp. ________________
31 Desember 2018
Kepala Keluarga,

_______________________
Catatan: Lembaran ini setelah diisi, lalu digunting dan dimasukkan dalam amplop. Amplop
ini dibawa ke Gereja dalam Ibadah Tahun Baru, 1 Januari 2019 dan dimasukkan
dalam peti persembahan yang disiapkan di depan pintu masuk Gereja.