Anda di halaman 1dari 30

IMPLEMENTASI PIS-PK TINGKAT KABUPATEN/KOTA

Nama : Wiwiet Indrawati


Nomor Kontak (HP/WA) : 081-211592292
Jabatan/Bidang unit kerja di Dinkes : Kasi Promkes & PM / Bidang Kesmas
Kabupaten/kota : Kota Probolinggo
Provinsi : Jawa Timur

TAHAPAN IMPLEMENTASI

MELAKSANA
ANALISIS KAN Jumlah
ANALISIS INTERVENSI
PELATIHAN PERSIAPAN PERUBAHAN VERIFIKASI Keluarga di
IKS AWAL LANJUT
IKS Wilker

1 2 3 4 5 6 7
1 1 1 1 1 1 69,649

PETUNJUK PENGISIAN
Kolom 1-6 diisi angka 1 jika sudah diimplementasikan; diisi angka 0 jika belum diimplementasikan
Kolom 7-9 sudah jelas
Kolom 10 Diisi persentase capaian masing-masing indikator
Kolom 11-12 diisi narasi per tahapan kegiatan
Kolom 13 diisi inovasi dan deskripsi/penjelasan bentuk inovasi yang dilaksanakan

Keterangan:
Analisis IKS Awal

: Melakukan analisis terhadap hasil kunjungan keluarga untuk mendapatkan gambaran


penghitungan nilai IKS tingkat wilayah, capaian 12 indikator, penyajian hasil IKS dalam b
Intervensi Lanjut
: Melakukan kegiatan intervensi lanjut terintegrasi lintas program dengan melibatkan lin
Analisis perubahan IKS : Melakukan analisis terhadap hasil perubahan IKS dan 12 indikator keluarga sehat setel
(contoh membandingkan cakupan, IKS dan capaian 12 indikator antar periode, pembah
HASIL PIS-PK

Jumlah
Keluarga PERMASALAHAN
IKS Capaian 12 indikator (%)
yang telah
dikunjungi

8 9 10 11
34,790 0.178 Keluarga mengikuti program KB : 42,83% 1. Tahap Pelatihan:
Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan : 91,48% 2. Tahap Persiapan:
Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap : 90,83% 3. Tahap Analisis IKS
Awal:
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif : 73,05% 4. Tahap Intervensi
Pertumbuhan Balita dipantau : 85,86% Lanjut:
Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar : 35,74% 5. Tahap Analisis
Penderita hipertensi yang berobat teratur : 16,56% Perubahan IKS:
Penderita gangguan jiwa berat, diobati dan tidak 6. Tahap Verifikasi:
ditelantarkan : 22,97%
Anggota keluarga tidak ada yang merokok : 46,06%
Keluarga sudah menjadi anggota JKN : 56,49%
Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih :
98,19%
Keluarga memiliki akses/menggunakan jamban keluarga :
92,09%

ementasikan

tuk mendapatkan gambaran 12 indikator keluarga sehat dan IKS awal sebagai dasar perencanaan intervensi lanjut program di tingkat k
r, penyajian hasil IKS dalam bentuk grafik, dan atau pemetaan wilayah dari hasil IKS dll, pembahasan dalam pelaksanaan koordinasi lin

ogram dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat di tingkat kabupaten/kota dalam rangka tindak lanjut hasil analisis.
ndikator keluarga sehat setelah dilakukan intervensi lanjut
kator antar periode, pembahasan dalam pelaksanaan koordinasi lintas program dll)
SOLUSI YANG TELAH
SOLUSI INOVASI
DILAKSANAKAN

12 13
1. Tahap Pelatihan:
2. Tahap Persiapan:
3. Tahap Analisis IKS
Awal:
4. Tahap Intervensi
Lanjut:
5. Tahap Analisis
Perubahan IKS:
6. Tahap Verifikasi:

ensi lanjut program di tingkat kabupaten/kota (contohnya


am pelaksanaan koordinasi lintas program)

anjut hasil analisis.


TAHAPA

NO KODE NAMA PUSKESMAS KECAMATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI


PELATIHAN PERSIAPAN

1 2 3 4 5 6 7 8

875 1033255 KETAPANG Kademangan Kota Probolinggo Jawa Timur 1 1

876 1033256 KEDOPOK Kedopok Kota Probolinggo Jawa Timur


1 1
877 1033257 WONOASIH WONOASIH Kota Probolinggo JAWA TIMUR 1 1
878 1033258 SUKABUMI Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur 1 1

879 1033259 JATI Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur


1 1

880 1033260 KANIGARAN Kanigaran Kota Probolinggo Jawa Timur


1 1
Petunjuk pengisian:
Kolom 1-6 sudah jelas
Kolom 7-14 diisi angka 1 jika sudah diimplementasikan; diisi angka 0 jika belum diimplementasikan
Kolom 15-17 sudah jelas
Kolom 18 Diisi persentase capaian masing-masing indikator
Kolom 19-20 diisi narasi, jika ada masalah per tahapan kegiatan, solusi yang telah dilakukan
Kolom 21 diisi inovasi dan deskripsi/penjelasan bentuk inovasi yang dilaksanakan

Keterangan:
Analisis IKS Awal : Melakukan analisis terhadap hasil kunjungan keluarga untuk mendapatkan gambaran 12 indikator keluarga sehat dan IKS awal sebagai dasa

Intervensi Lanjut : Melakukan kegiatan intervensi lanjut terintegrasi lintas program dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat di tingkat Puskesmas dala
Analisis perubahan IKS : Melakukan analisis terhadap hasil perubahan IKS dan 12 indikator keluarga sehat setelah dilakukan intervensi lanjut (contoh membandingk
Pemanfaatan Raw Data: Memanfaatkan raw data yang dapat diunduh dari Aplikasi KS ketika hasil kunjungan keluarga sudah dientry untuk dilakukan analisis baik
IMPLEM

TAHAPAN IMPLEMENTASI
MEMANFAATKAN
MELAKSANAKAN
KUNJUNGAN KELUARGA DAN RAW DATA DARI
ANALISIS IKS AWAL INTERVENSI LANJUT ANALISIS PERUBAHAN IKS VERIFIKASI
INTERVENSI AWAL APLIKASI KS

9 10 11 12 13 14

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1
1 1 1 0 1 1

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1
eluarga sehat dan IKS awal sebagai dasar perencanaan intervensi lanjut program di tingkat Puskesmas (contohnya penghitungan nilai IKS tingkat keluarga dan wilayah, ca

n masyarakat di tingkat Puskesmas dalam rangka tindak lanjut hasil analisis. Contohnya: pemeriksaan sputum BTA pada keluarga yang memiliki masalah dengan TBC
ntervensi lanjut (contoh membandingkan cakupan, IKS dan capaian 12 indikator ant
dientry untuk dilakukan analisis baik
IMPLEMENTASI PIS-PK TINGKAT PUSKESMAS KOTA PROBOLINGGO
TAHUN 2020

HASIL PIS-PK

Jumlah Keluarga
Jumlah Keluarga di
yang telah IKS Capaian 12 indikator (%)
Wilker
dikunjungi
15 16 17 18

10,411 6,611 0.245 Keluarga mengikuti program KB : 49,46%


Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan : 94,74%
Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap : 89,62%
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif : 70,59%
Pertumbuhan Balita dipantau : 90,21%
Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar : 50,59%
Penderita hipertensi yang berobat teratur : 22,5%
Penderita gangguan jiwa berat, diobati dan tidak ditelantarkan : 3,45%
Anggota keluarga tidak ada yang merokok : 43,32%
Keluarga sudah menjadi anggota JKN : 62,83%
Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih : 98,99%
Keluarga memiliki akses/menggunakan jamban keluarga : 98,85%

11,042 5,626 0,15 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) =27.26 %

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 91.50 %

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap =88.89 %

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif =71.85 %

5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan =85.63 %

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan


pengobatan sesuai standar = 26.35 %

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 9.63 %

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan

dan tidak ditelantarkan = 9.38 %

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 42.38 %

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 46.60 %

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 97.92 %

12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 92.51 %

10,734 6,974 0.13 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) = 46.04 %

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 97.62 %

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap = 86.53 %

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif = 77.44 %

5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan = 87.69 %

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan

pengobatan sesuai standar = 47.75 %

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 16.51 %

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan


dan tidak ditelantarkan = 33.33 %

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 35.04 %

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 47.11 %

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 98.54 %


12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 83.16 %

5819 2743 0.18

Keluarga mengikuti program KB = 38,41


Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan = 85,71
Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap = 95,06
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif = 69,60
Pertumbuhan Balita dipantau = 79,66
Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar = 31,11
Penderita hipertensi yang berobat teratur = 16,61
Penderita gangguan jiwa berat, diobati dan tidak ditelantarkan = 25,00
Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 47,52
Keluarga sudah menjadi anggota JKN = 57,71
Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih= 97,72
Keluarga memiliki akses/menggunakan jamban keluarga = 94,35

10,537 9,280 0.32 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) = 50.16 %

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 94.80 %

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap = 97.00 %

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif = 73.22 %

5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan = 89.54 %

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan

pengobatan sesuai standar = 21.40 %

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 15.10 %

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan

dan tidak ditelantarkan = 20.00 %

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 66.22 %

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 64.05 %

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 98.44 %

12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 92.78 %

21,106 3,556 0.19 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) = 45.62 %
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 84.50 %

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap =87.90 %

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif =75.58%

5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan =82.44 %

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan

pengobatan sesuai standar = 37.24 %

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 19.03 %

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan

dan tidak ditelantarkan = 46.67 %

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 41.88 %

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 60.62 %

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 97.50 %

12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 90.90 %

t keluarga dan wilayah, ca

masalah dengan TBC


PERMASALAHAN

19
1. Tahap Pelatihan:
2. Tahap Persiapan:
3. Tahap Kunjungan Keluarga dan Intervensi Awal:
4. Tahap Analisis IKS Awal:
5. Tahap Intervensi Lanjut:
6. Tahap Analisis Perubahan IKS:
7. Tahap pemanfaatan raw data:
8. Tahap Verifikasi:

1. Tahap Pelatihan: Tidak ada kendala, semua petugas sudah mendapatkan pelatihan
2. Tahap Persiapan: Tidak ada kendala
3. Tahap Kunjungan Keluarga dan Intervensi Awal: ada sebagian warga yang tidak bersedia
dilakukan survey, banyak anggota keluarga yang bekerja pada saat kita melakukan survey
karena survey dilakukan pada saat jam kerja.
4. Tahap Analisis IKS Awal: aplikasi sering mengalami gangguan dan sering error, banyak
data yang bias dan berbeda
5. Tahap Intervensi Lanjut : perbandingan data dengan PJ program untuk data bias dan
banyak data yang berbeda
6. Tahap Analisis Perubahan IKS: data tidak langsung terupdate, dan akun admin tidak
dapat mengedit. sehingga cukup kurang fleksibel jika di edit akun surveyor sementara data
bias di akun surveyor yang berbeda2.
7. Tahap pemanfaatan raw data: kesulitan download data
8. Tahap Verifikasi: akun admin tidak dapat mengedit. sehingga cukup kurang fleksibel jika di
edit akun surveyor sementara data bias di akun surveyor yang berbeda2.

Kurangnya cakupan karena data pasien yang berKB secara mandiri tidak tercaver ( mis KB
pil, kondom)

Persalinan di Fasyankes sudah memenuhi target tinggal meningkatkan kemitraan bidan dan
dukun serta masyarakat agar bumil dan keluarga senantiasa bersalin di Fasyankes

Masih banyak masyarakat yang tidak mau diimunisassi karena takut timbul efek samping
imunisasi ( misal panas)

Ada peningkatan cakupan ASI Eksklusif walaupun masih rendah pada ibu bekerja

Belum semua Posyandu cakupan D/S nya di atas 80 % sehingga inovasi Posyandu perlu
dikembangkan terutama di Posyandu yang masih rendah D/S nya

Meningkatkan penemuan penderita TB agar bisa terobati sesuai standart


Meningkatkan penemuan penderita TB agar bisa terobati sesuai standart

sasaran Posbindu tidak bisa terjangkau oaleh seluruh masyarakat/ kesadran masyarakat
untuk periksa masih rendah

Kesdaran keluarga, tetangga unutk melaporkan kasus ODGJ ( masih menjadi aib)

Kesadaran masyarakat untuk tidak merokok masih rendah

Kesadaran masyarakat untuk ikut JKN masih rendah

Kurang Koordinasi dengan Forum CSR, Jalur Induk PDAM masih terbatas, Masyarakat
masih mengandalkan sumur Pompa dan sumur Gali

Masih adanya masuayrakat yang belum memiliki jamban

Kurangnya pengetahuan Catin tentang KB, pengetahuan, Bumil kurang atau tidak ada
perencanaan KB

Persalinan di Fasyankes sudah memenuhi target tinggal meningkatkan kemitraan bidan dan
dukun serta masyarakat agar bumil dan keluarga senantiasa bersalin di Fasyankes

Masih ada sedikit warga yang tidak mau bayinya diimunisasi

Ada peningkatan cakupan ASI Eksklusif walaupun masih rendah pada ibu bekerja

Belum semua Posyandu cakupan D/S nya di atas 80 % sehingga inovasi Posyandu perlu
dikembangkan terutama di Posyandu yang masih rendah D/S nya

Meningkatkan penemuan penderita TB agar bisa terobati sesuai standart

Posbindu di masyarakat belum bisa berjalan secara rutin untuk setiap Pos nya

Keterbatasan petugas sehingga kunjungan rumah belum bisa terlaksana 100% pada pasien
ODGJ

Kampung PHBS dengan KTR baru terbentuk di 1 wilayah saja

cakupan kepesertaan JKN masih 51,96%

Kurang Koordinasi dengan Forum CSR, Jalur Induk PDAM masih terbatas, Masyarakat
masih mengandalkan sumur Pompa dan sumur Gali
Masih adanya masuayrakat yang belum memiliki jamban

1. Tahap Pelatihan: Yang mengikuti Pelatihan di mutasi


2. Tahap Persiapan: Tim KS sering berubah, tidak ada koordinator wilayah tetap
3. Tahap Analisis IKS Awal: Data yang dientri belum lengkap
4. Tahap Intervensi Lanjut: -
5. Tahap Analisis Perubahan IKS: Data Intervensi belum di entri karena Buku KS
tidak tertata sehingga hasil tidak tertulis buku KS
6. Tahap Verifikasi: -

Kurangnya pengetahuan masyarakat terutama PUS tentang pentingnya


perencanaan KB

Persalinan di Fasyankes sudah memenuhi target tinggal meningkatkan kemitraan


dengan jejaring agar bumil dan keluarga senantiasa bersalin di Fasyankes

Imunisasi bayi sudah memenuhi target tetapi untuk baduta masih belum tercapai

Cakupan ASI Eksklusif masih rendah dikarenakan budaya di masyarakat yang


beranggapan bahwa pemberian PMT lebih awal membuat bayi sehat

Masih ada beberapa Posyandu cakupan D/S nya di bawah 80 % karena rendahnya
pemanfaatan posyandu dan lebih memilih pemantauan pertumbuhan di dokter
spesialis anak / di BPM

Meningkatkan penemuan penderita TB agar bisa terobati sesuai standart

Rendahnya deteksi pasien hipertensi karena tidak pernah melakukan pemeriksaan


tekanan darah

Keluarga ODGJ lebih memilih pengobatan alternatif (non medis), lemahnya


pengawasan dari tenaga medis dan rendahnya frekuensi PHN ODGJ

Kampung PHBS baru terbentuk di 1 wilayah tetapi untuk KTR nya belum terbentuk

cakupan kepesertaan JKN masih 64.05 %

Cakupan akses sarana air bersih (SAB)sudah memenuhi target walaupun inspeksi
SAB masih kurang dikarenakan keterbatasan petugas

Pelaksanaan inovasi "Tabung Beras" sudah terlaksana walau belum merata ke


seluruh wilayah karena masyarakat masih belum terpicu

Kurangnya cakupan karena data pasien yang berKB secara mandiri tidak tercaver ( mis KB
pil, kondom)
Persalinan di Fasyankes sudah memenuhi target tinggal meningkatkan kemitraan bidan dan
dukun serta masyarakat agar bumil dan keluarga senantiasa bersalin di Fasyankes

Masih banyak masyarakat yang tidak mau diimunisassi karena takut timbul efek samping
imunisasi ( misal panas), Orang tua memilih melakukan imunisasi di DSA

Ada peningkatan cakupan ASI Eksklusif walaupun masih rendah pada ibu bekerja

Belum semua Posyandu cakupan D/S nya di atas 80 % sehingga inovasi Posyandu perlu
dikembangkan terutama di Posyandu yang masih rendah D/S nya

Meningkatkan penemuan penderita TB agar bisa terobati sesuai standart, Banyak pasien yg
melakukan shopping dokter untuk pengobatan yg belum selesai sesuai dg program yang
mengakibatkan loss pengawasan

sasaran Posbindu tidak bisa terjangkau oleh seluruh masyarakat/ kesadaran masyarakat
untuk periksa masih rendah

Ada beberapa keluarga dari ODGJ yang tidak rutin mengambil obat di Puskesmas

Kesadaran masyarakat untuk tidak merokok masih rendah

Kesadaran masyarakat untuk ikut JKN masih rendah

Kurang Koordinasi dengan Forum CSR, Jalur Induk PDAM masih terbatas, Masyarakat
masih mengandalkan sumur Pompa dan sumur Gali

Masih adanya masyarakat yang belum memiliki jamban


SOLUSI YANG TELAH DILAKSANAKAN INOVASI

20 21
1. Tahap Pelatihan:
2. Tahap Persiapan:
3. Tahap Kunjungan Keluarga dan Intervensi Awal:
4. Tahap Analisis IKS Awal:
5. Tahap Intervensi Lanjut:
6. Tahap Analisis Perubahan IKS:
7. Tahap pemanfaatan raw data:
8. Tahap Verifikasi:

1. Tahap Pelatihan: mengusulkan pada Dinkes agar diadakan pelatihan mengolah data Upaya yang sudah dilakukan dari 3 prioritas masalah hasil PIS PK :
kembali bagi semua petugas survey dan harapannya ada evaluasi dari dinkes terkait 1. Inovasi Rumah Bebas Asap Rokok (dengan tidak menyediakan asbak di
pengolahan data PIS PK dalam rumah, dipasang stiker bebas asap rokok didepan rumah,
2. Tahap Persiapan: - menugaskan salah satu anggota keluarga sebagai pemantau asap rokok,
3. Tahap Kunjungan Keluarga dan Intervensi Awal: koordinasi linsek RT RW dan kader membuat tempat khusus/ gazebo diluar rumah utk tempat/ area merokok)
per wilayah, melakukan kunjungan kembali pada keluarga diluar jam kerja 2. PMO (Petugas pemantau minum Obat) bagi penderita hipertensi dengan
4. Tahap Analisis IKS Awal: melakukan koordinasi dengan penanggungjawab program memberikan kotak obat untuk obat hipertensi, membuat kartu pemantau
akan kevalidan data, mencocokkan kembali data yang bias Tekanan darah yang diisi setiap 1 minggu sekali
5. Tahap Intervensi Lanjut: membandingkan data dengan PJ program untuk data bias dan
data yang berbeda 3. Membentuk Posyandu Jiwa (agar
6. Tahap Analisis Perubahan IKS: mencoba memasukkan kembali data setelah dilakukan penderita dengan gangguan jiwa dapat dipantau kesehatannya, diajari
implementasi ketrampilan khusus dan diajari merawat dirinya sendiri)
7. Tahap pemanfaatan raw data: mencoba kembali untuk memanfaatkan raw data
8. Tahap Verifikasi: menggunakan raw data

Meningkatkan sistem pelaporan dari tingkat dasa wisma dan RT tentang keikut sertaan
-
ber KB terutama yang KB mandiri

Koordinasi dan kerjasama Linsek untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang


-
Persalinan Aman

Pendekatan persuasif melibatkan Toma Toga kepada orangtua yang bayinya tidak mau
diimunisasi, sweeping imunisasi kpd sasaran yg tdk mau imunisasi dengan mengajak -
Toma Toga / Linsek terkait

Sosialisasi ASI Eksklusif pada ibu bekerja tentang bagaimana ASI sehingga mereka tetap
bisa memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, Pembentukan KP ASI dimasing-masing
kelurahan, Meningkatkan peran serta nenek asuh

Berkoordinasi dengan Lintas Sektor untuk membantu dalam peningkatan kunjungan


posyandu

Membangun kemitraan dengan kader TB binaan 'Aisyiyah untuk sosialisasi TB sehingga


kesadaran masyarakat untuk waspada TB meningkat dan pasien TB mau berobat rutin ke -
Puskesmas sesuai standart
Membangun kemitraan dengan kader TB binaan 'Aisyiyah untuk sosialisasi TB sehingga
kesadaran masyarakat untuk waspada TB meningkat dan pasien TB mau berobat rutin ke -
Puskesmas sesuai standart

Pelatihan kader Posbindu sehingga kader tetap bisa melaksanakan Posbindu rutin setiap
bulan meskipun Petugas Puskesmas tidak Hadir

Meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui peetemuan rutin RT/RW tentang ODGJ

Membentuk karakter untuk tidak merokok sejak dini

meningkatkan sosilaisasi dengan melibatkan pihak kantor BPJS untuk meningkatkan


kepesertaan BPJS, adanya kartu pendalungan bagi warga kota melalui ULTPK

Sosialisasi kepada Masyarakat tentang Higineitas Air Bersih, Meningkatkan Koordinasi


dengan Linsek dan CSR

Pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan sistem arisan dalam membuat jamban

Peningkatan pemahaman dan kesadaran tentang KB pada Catin melalui kelas Catin,
-
Koordinasi Lintas Sektor termasuk dengan KUA untuk penjaringan Catin

Koordinasi dan kerjasama Linsek untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang


-
Persalinan Aman

Pendekatan persuasif melibatkan Toma Toga kepada orangtua yang bayinya tidak mau
diimunisasi, sweeping imunisasi kpd sasaran yg tdk mau imunisasi dengan mengajak -
Toma Toga / Linsek terkait

Sosialisasi ASI Eksklusif pada ibu bekerja tentang bagaimana ASI sehingga mereka tetap
bisa memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, Pembentukan KP ASI dimasing-masing
kelurahan

Berkoordinasi dengan Lintas Sektor untuk membantu dalam peningkatan kunjungan


posyandu

Membangun kemitraan dengan kader TB binaan 'Aisyiyah untuk sosialisasi TB sehingga


kesadaran masyarakat untuk waspada TB meningkat dan pasien TB mau berobat rutin ke -
Puskesmas sesuai standart

Pelatihan kader Posbindu sehingga kader tetap bisa melaksanakan Posbindu rutin setiap
bulan meskipun Petugas Puskesmas tidak Hadir, Membuat Intervensi PA KASIH
PA KASIH (Pelayanan Kesehatan Keluarga Hipertensi)
( Pelayanan Kesehatan Keluarga Hipertensi Wonoasih ) untuk meningkatkan akses
pelayanan pasien Hipertensi

-
Membuat jadwal PHN ODGJ

mereplikasi Kampung PHBS yang sudah terbentuk, melaksanakan Inovasi ' GENCAR"
GENCAR ( Gerakan Celengan Anti Rokok) Wilayah Wonoasih
Gerakan Celengan Anti Rokok di Wilayah Wonoasih untuk mewujudkan KTR

meningkatkan sosilaisasi dengan melibatkan pihak kantor BPJS untuk meningkatkan


UHC (Universal Health Coverage) Kota Probolinggo
kepesertaan BPJS, adanya kartu pendalungan bagi warga kota melalui ULTPK

Sosialisasi kepada Masyarakat tentang Higineitas Air Bersih, Meningkatkan Koordinasi


-
dengan Linsek dan CSR
Pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan sistem arisan dalam membuat jamban Inovasi 'Si Inol Aja'

1. Tahap Pelatihan: - - Membentuk Inovasi SARI PERAK JOSS (Satu Hari Perawatan
2. Tahap Persiapan: - Keluarga Jemput Obati Sampai Sembuh) ,
3. Tahap Analisis IKS Awal: Memanfaatkan Rawdata dan aplikasi prodata - SUDI POSTER ( Suntik dobel di posyandu teater)
4. Tahap Intervensi Lanjut: Kerjasama dengan Lintas Program dan Sektor,
Menyampaikan hasil analisis IKS pada Lintas Sektor
5. Tahap Analisis Perubahan IKS: -
6. Tahap Verifikasi: -

Peningkatan pemahaman dan kesadaran tentang KB pada masyarakat terutama


PUS melalui posyandu, kelas catin dan kelas ibu hamil

Koordinasi dan kerjasama Linsek untuk meningkatkan kesadaran masyarakat


tentang Persalinan Aman

Koordinasi dengan bidan wilayah dan kerjasama dengan kader untuk


meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi terutama
baduta

Sosialisasi ASI Eksklusif di posyandu, kelas balita dan kelas bumil

Koordinasi dengan kader untuk mendapatkan data hasil pemantauan


pertumbuhan yang dilakukan di tempat lain

Membangun kemitraan dengan kader TB binaan 'Aisyiyah untuk sosialisasi TB


sehingga kesadaran masyarakat untuk waspada TB meningkat dan pasien TB
mau berobat rutin ke Puskesmas sesuai standart

Pelatihan kader Posbindu sehingga kader bisa melaksanakan deteksi dini


penderita hipertensi melalui posbindu keliling RW dan bisa merujuk ke
puskesmas / pustu bila terindikasi hipertensi

Sabtu Mantap jiwa


Intensifikasi PHN ODGJ dan membuat jadwal tiap sabtu dengan sasaran 3 pasien
ODGJ

mereplikasi Kampung PHBS yang sudah terbentuk dan membentuk wilayah KTR
di kampung PHBS tersebut

meningkatkan sosilaisasi dengan melibatkan pihak kantor BPJS untuk


meningkatkan kepesertaan BPJS, adanya kartu pendalungan bagi warga kota UHC (Universal Health Coverage) Kota Probolinggo
melalui ULTPK

Pelatihan kader kesling untuk membantu petugas melaksanakan inspeksi SAB,


pemeriksaan lab. SAB dan usulan biaya pemeriksaan sesuai target

Meminta dukungan kebijakan dari kota dan tingkat kecamatan melalui pokja 3
Tabung Beras
PKK untuk mereplikasi inovasi "Tabung Beras" ke wilayah yang lain

Meningkatkan sistem pelaporan dari tingkat dasa wisma dan RT tentang keikut sertaan
-
ber KB terutama yang KB mandiri
Koordinasi dan kerjasama Linsek untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
-
Persalinan Aman

Pendekatan persuasif melibatkan Toma Toga kepada orangtua yang bayinya tidak mau
diimunisasi, sweeping imunisasi kpd sasaran yg tdk mau imunisasi dengan mengajak
-
Toma Toga / Linsek terkait, Pelaporan rutin data bayi balita yg melakukan imunisasi di
DSA kepada Puskesmas sesuai domisili wilayah

Sosialisasi ASI Eksklusif pada ibu bekerja tentang bagaimana ASI sehingga mereka tetap
bisa memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, Pembentukan KP ASI dimasing-masing
kelurahan, Meningkatkan peran serta nenek asuh

Berkoordinasi dengan Lintas Sektor untuk membantu dalam peningkatan kunjungan


posyandu

Membangun kemitraan dengan kader TB binaan 'Aisyiyah untuk sosialisasi TB sehingga


kesadaran masyarakat untuk waspada TB meningkat dan pasien TB mau berobat rutin ke
Puskesmas sesuai standart, Koordinasi dengan jejaring dan jaringan untuk selalu -
melaporkan kepada puskesmas terkait pasien TB wilayah domisili sesuai puskesmas
untuk pemantauan pengobatan sesuai standart

posyandu jiwa yang sudah berjalan untuk membantu ketauhan pengobatan, keterampilan
pasien ODGJ yang dilaksanakan 1 bulan 1 kali dalam setiap bulannya

Meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui peetemuan rutin RT/RW tentang ODGJ

Membentuk karakter untuk tidak merokok sejak dini, sosialisasi bahaya merokok di
sekolah

meningkatkan sosilaisasi dengan melibatkan pihak kantor BPJS untuk meningkatkan


kepesertaan BPJS, adanya kartu pendalungan bagi warga kota melalui ULTPK

Sosialisasi kepada Masyarakat tentang Higineitas Air Bersih, Meningkatkan Koordinasi


dengan Linsek dan CSR

Pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan sistem arisan dalam membuat jamban


KOTA
Keluarga mengikuti program KB : 49,46%
Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan : 94,74%
Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap : 89,62%
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif : 70,59%
Pertumbuhan Balita dipantau : 90,21%
Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar : 50,59%
Penderita hipertensi yang berobat teratur : 22,5%
Penderita gangguan jiwa berat, diobati dan tidak ditelantarkan : 3,45%
Ketapang Anggota keluarga tidak ada yang merokok : 43,32%
Keluarga sudah menjadi anggota JKN : 62,83%
Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih : 98,99%
Keluarga memiliki akses/menggunakan jamban keluarga : 98,85%

Kedopok
Kedopok 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) =27.26 % 27.26
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 91.50 % 91.5
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap =88.89 % 88.89
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif =71.85 % 71.85
5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan =85.63 % 85.63
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan 26.35
pengobatan sesuai standar = 26.35 % 9.63
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 9.63 % 9.38
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan 42.38
dan tidak ditelantarkan = 9.38 % 46.6
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 42.38 % 97.92
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 46.60 % 92.51
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 97.92 %
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 92.51 %

Wonoasih 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) = 46.04 %


2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 97.62 %
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap = 86.53 %
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif = 77.44 %
5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan = 87.69 %
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan
pengobatan sesuai standar = 47.75 %
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 16.51 %
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan
dan tidak ditelantarkan = 33.33 %
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 35.04 %
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 47.11 %
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 98.54 %
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 83.16 %

Sukabumi

Keluarga mengikuti program KB = 38,41


Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan = 85,71
Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap = 95,06
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif = 69,60
Pertumbuhan Balita dipantau = 79,66
Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar = 31,11
Penderita hipertensi yang berobat teratur = 16,61
Penderita gangguan jiwa berat, diobati dan tidak ditelantarkan = 25,00
Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 47,52
Keluarga sudah menjadi anggota JKN = 57,71
Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih= 97,72
Keluarga memiliki akses/menggunakan jamban keluarga = 94,35

jati 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) = 50.16 %


2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 94.80 %
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap = 97.00 %
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif = 73.22 %
5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan = 89.54 %
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan
pengobatan sesuai standar = 21.40 %
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 15.10 %
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan
dan tidak ditelantarkan = 20.00 %
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 66.22 %
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 64.05 %
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 98.44 %
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 92.78 %

Kanigaran 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) = 45.62 %


2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan = 84.50 %
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap =87.90 %
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif =75.58%
5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan =82.44 %
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan
pengobatan sesuai standar = 37.24 %
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur = 19.03 %
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan
dan tidak ditelantarkan = 46.67 %
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok = 41.88 %
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) = 60.62 %
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih = 97.50 %
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat = 90.90 %
Ktpang Wonoasih Sukabumi Jati Kanigaran KOTA
49.46 46.04 38.41 50.16 45.62 42.83
94.74 97.62 85.71 94.8 84.5 91.48
89.62 86.53 95.06 97 87.9 90.83
70.59 77.44 69.6 73.22 75.58 73.05
90.21 87.69 79.66 89.54 82.44 85.86
50.59 47.75 31.11 21.4 37.24 35.74
22.50 16.51 16.61 15.1 19.03 16.56
3.45 33.33 25 20 46.67 22.97
43.32 35.04 47.52 66.22 41.88 46.06
62.83 47.11 57.71 64.05 60.62 56.49
98.99 98.54 97.72 98.44 97.5 98.19
98.85 83.16 94.35 92.78 90.9 92.09
Keluarga mengikuti program KB : 42,83%
Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan : 91,48%
Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap : 90,83%
Bayi mendapatkan ASI Eksklusif : 73,05%
Pertumbuhan Balita dipantau : 85,86%
Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar : 35,74%
Penderita hipertensi yang berobat teratur : 16,56%
Penderita gangguan jiwa berat, diobati dan tidak ditelantarkan : 22,97%
Anggota keluarga tidak ada yang merokok : 46,06%
Keluarga sudah menjadi anggota JKN : 56,49%
Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih : 98,19%
Keluarga memiliki akses/menggunakan jamban keluarga : 92,09%