Anda di halaman 1dari 13

BAB v

MENGIMPLEMENTASIKAN
KEADILAN SOSIAL
MENGIMPLEMENTASIKAN
KEADILAN SOSIAL
INTRODUKSI

Materi “Mengimplementasikan Keadilan Sosial” pada bab ini memusatkan


perhatian mengenai nilai-nilai keadilan sosial secara teoritis maupun praktis dalam
kehidupan di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Mahasiswa dapat dikatakan
menguasai materi pada bab VIII tercermin pada terpenuhinya capaian pembelajaran
sebagaimana berikut ini:

1. mahasiswa dapat memahami


konsep keadilan sosial
mahasiswa dapat menganalisis
penyebab ketidak terlaksananya
mahasiswa dapat mengetahui
4. nilai-nilai keadilan yang tertuang dalam

2. berbagai contoh nilai-nilai keadilan sila ke-5 Pancasila dalam kehidupan


yang tertuang dalan sila ke-5 berbangsa dan bernegara
Pancasila di Indonesia

5.
mahasiswa dapat membandingkan
mahasiswa dapat mengimplementasikan

3.
berbagai kasus kehidupan yang
keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari
sesuai maupun yang tidak sesuai
dengan nilai-nilai keadilan yang
tertuang dalan sila ke-5 Pancasila

Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat


Indonesia mengandung nilai-nilai bahwa setiap
peraturan hukum baik undang-undang maupun
putusan pengadilan mencerminkan semangat
keadilan. Keadilan yang dimaksudkan adalah
semangat keadilan sosial bukan keadilan yang
berpusat pada semangat individu. Keadilan
tersebut haruslah dapat dirasakan oleh sebagian
besar masyarakat Indonesia, bukan oleh segelintir
golongan tertentu. Nilai keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia mengandung makna
sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya
masyarakat Indonesia yang adil dan makmur
secara lahiriah maupun batiniah.

104
Beberapa kasus perlakuan yang tidak adil, baik dalam bidang hukum, politik,
ekonomi, kebudayaan, maupun kebutuhan spiritual dan rohani antar anak bangsa
yang diwartakan oleh media cetak maupun televisi memberikan bukti bahwa makna
nilai keadilan sosial yang tertuang dalam sila kelima Pancasila belum
terimplementasi keseluruhan disetiap diri anak bangsa Indonesia. Sila ke-5 Pancasila
memberikan penegasan makna akan adanya persamaan manusia di dalam
kehidupan bermasyarakat. Tidak ada perbedaan kedudukkan ataupun strata

STIMULAN

Pada bagian ini, berisi contoh kasus yang terjadi dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara di Indonesia. Mahasiswa diminta untuk memahami kasus yang
dipaparkan kemudian memberikan tanggapan. Salin itu, mahasiswa juga diminta
untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan dari kasus-kasus tersebut.

Kasus Pertama
Peristiwa kecelakaan tabrak-lari yang terjadi di Flyover Manahan Solo pada hari
senin (1/7/2019) sekitar pukul 02.30 WIB menjadi viral setelah video tabrak lari itu
tersebar di media sosial. Korban kecelakaan langsung dibawa ke rumah sakit untuk
secepatnya mendapatkan perawatan dan pertolongan. Namun nahas, korban tidak
dapat diselamatkan, pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia. Peritiwa
ini semakin runyam karena sampai saat ini pelaku penabrakan belum terkangkap
meski peristiwa tersebut terekam di CCTV jalan.

Pertanyaan untuk mahasiswa:


1. Bagaimana sikap Saudara sebagai mahasiswa menanggapi kasus tersebut?
2. Bagaimana cara yang perlu ditempuh agar keadilan dapat diperoleh bagi
korban atau keluarga korban?
3. Bagaimana cara penanggulangan yang perlu dilakukan agar kejadian yang
serupa tidak terjadi kembali?

Kasus Kedua
Adigum “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” tampaknya masih
menjadi gambaran kondisi sosial di DKI Jakarta saat ini. Di satu sisi, Jakarta
menyuguhkan kemewahan bagi sebagian orang berduit. Disisi lainnya,
masyarakatnya masih hidup dalam kemiskinan. Musni Umar, Sosiolog sekaligus
rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, mengatakan bahwa ketidakadilan sosial
yang terjadi di Jakarta sudah berlangsung sangat lama. Oleh karenanya, masyarakat
Jakarta akhirnya mengganggap ketidakadilan sosial tersebut sebagai realitas sosial
yang tidak perlu dipersoalkan dan diributkan.

105
Pertanyaan untuk mahasiswa:
1. Bagaimana sikap Saudara sebagai mahasiswa dalam memandang
kasus tersebut?
2. Bagaimana upaya pemerintah untuk menegakkan keadilan bagi
masyarakat DKI Jakarta?

Kasus Ketiga
Seorang karuptor mendapat vonis hukum yang
dianggap tidak setimpal dengan perbuatannya yang
merugikan negara dengan proses persidangan yang
sangat lama. Pada kasus lain, seorang nenek mengambil
buah kakao yang terjatuh, dijatuhi hukuman yang
memberatkan sang nenek dalam proses persidangan
yang relatif cepat.
Pertanyaan untuk mahasiswa:
1. Bagaimana tanggapan Saudara sebagai mahasiswa
mengenai kasus korupsi, dan kasus pengambilan
2. buah kakao tersebut?
Bagaimana cara yang bijak dalam memandang dan
menyelesaikan kasus korupsi dan kasus

BAHASAN
Metode perkuliahan adalah bagian dari strategi pembelajaran yang berfungsi
sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi
latihan kepada mahasiswa untuk mencapai tujuan tertentu. Penyajian materi pada
bab ini berupa:

Alat, bahan
Metode pembelajaran Alokasi waktu dan sumber belajar

ceramah, brainstorming, 100 menit alat tulis, papan tulis,


Focus group discussion, LCD, dan lembar kerja
dan tanya jawab. kelompok.

106
ASUPAN MATERI

1. Konsep Keadilan Sosial


Secara umum, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa
setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum,
politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Keadilan sosial juga mengandung arti
tercapainya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan
masyarakat. Karena kehidupan manusia meliputi kehidupan jasmani dan
kehidupan rohani, maka keadilan pun meliputi keadilan di dalam pemenuhan
tuntutan hakiki kehidupan jasmani serta keadilan di dalam pemenuhan tuntutan
hakiki kehidupan rohani secara seimbang.

Prinsip keadilan adalah inti dari moral ketuhanan, landasan pokok perikema-
nusiaan, simpul persatuan, matra kedaulatan rakyat. Di satu sisi, perwujudan
keadilan sosial itu harus mencerminkan imperatif etis keempat sila lainnya.
Notonagoro menyatakan, “Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia diliputi dan dijiwai oleh sila-sila Ketuhanan Yang Maha
Esa,kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Di
sisi lain, otentisitas pengamalan sila-sila Pancasila bisa ditakar dari perwujudan
keadilan sosial dalam perikehidupan kebangsaan. Kesungguhan negara dalam
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia berdasarkan
persatuan bisa dinilai dari usaha nyatanya dalam mewujudkan keadilan sosial

2. Implementasi Keadilan Sosial


Implementasi nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dapat
tercermin melalui sikap dan perbuatan sebagai berikut :

107
a. Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotong royongan
Jiwa gotong royong dan semangat kekeluargaan adalah nilai potensial
yang ada di bumi Indonesia. Semangat kegotong-royongan ada karena
terdorong oleh panggilan dan kodrat manusia Indonesia karena balutan
pengalaman sejarah yang sama. Gotong royong merupakan keseimbangan
antara kebutuhan/kepentingan individu dalam hubungannya dengan
kebutuhan masyarakat yang terjadi secara timbal balik. Mengapa demikian?
Karena hidup manusiawi (terutama manusia Indonesia) mengalami
kepenuhannya dalam relasi dengan masyarakatnya. Hal demikian tercermin
secara mengagumkan lewat mekanisme musyawarah untuk mencapai
mufakat dalam mengatasi setiap masalah supaya tidak terjadi benturan
antarindividu (Dewantara, 2017: 20). Gotong royong yang “sehat” dan
didasari semangat solidaritas, saling percaya dan menghargai, bisa menjadi
wujudnya. Gotong royong berdasarkan prinsip solidaritas dan saling percaya
ini akan menjadi sehat jika ditempatkan dalam kerangka keadaban publik
yang lebih luas. Keadaban publik ini terjadi jika ada keseimbangan relasi
antar ketiga “poros” sosial, yaitu badan publik (negara), badan bisnis (pasar),
dan masyarakat warga. Gotong royong perlu dikedepankan sebagai unsur
keadaban publik (Dewantara, 2017: 61-62)

b. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama dan menjaga


keseimbangan antara hak dan kewajiban

Adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak


ke salah satu pihak, bersikap proporsional, dan memihak kepada yang benar.
Kata adil berarti tengah, memberikan apa saja sesuai dengan haknya.
Sedangkan keadilan secara umum yaitu suatu hal-hal yang berkenaan pada
sikap dan suatu tindakan dalam hubungan antar manusia yang berisi sebuah
tuntutan agar sesamanya bisa memperlakukan sesuai hak dan kewajibannya.
Adil adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak ke salah
satu pihak, memeberikan sesuatu sesuai dengan haknya. Macam-macam
perilaku adil, sebagai berikut: 1) Berlaku adil kepada Allah SWT. 2) Berlaku
adil kepada diri sendiri. 3) Berlaku adil kepada orang lain. 4) Berlaku adil
kepada makhluk hidup yang lain (hewan dan tumbuhan) serta lingkungan.

108
c. Mengormati hak orang lain dan suka memberikan pertolongan kepada
orang lain agar dapat berdiri sendiri

Rasa Hormat berarti “menunjukkan penghargaan kita terhadap harga diri


orang lain ataupun hal lain selain diri kita” (Lickona, 2012: 70). Memenuhi dan
menghormati hak sesama manusia adalah kewajiban setiap manusia. Sedikitnya
ada lima hak asasi manusia yang telah mendapat pengakuan masyarakat dunia,
yakni: (1) kebebasan berbicara, berpendapat dan pers; (2) kebebasan beragama;
(3) kebebasan berkumpul dan berserikat; (4) hak atas perlindungan yang sama di
depan hokum; dan (5) hak atas pendidikan dan penghidupan yang layak
(Sapriya, dkk, 2017: 110). Tolong menolong adalah sikap saling membantu untuk
meringankan beban (penderitaan, kesulitan) orang lain dengan melakukan
sesuatu. Bantuan yang dimaksud dapat berbentuk bantuan tenaga, waktu,
ataupun dana. Sementara itu definisi tolong menolong menurut Dovidio dan
Penner adalah suatu tindakan yang bertujuan menghasilkan keuntungan untuk
pihak lain.

d. Sikap Suka bekerja keras, tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal
yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah

Pancasila yang berisi lima nilai dasar itu ditetapkan oleh bangsa Indonesia
sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia sejak tahun 1945 yaitu
ketika ditetapkan Pembukaan UUD NRI oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia. Kedudukannya sebagai dasar negara dan ideologi nasional ini
dikuatkan kembali melalui Ketetapan MPR RI No. XVIII/ MPR/1998 yang
mencabut Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang P4 sekaligus secara
eksplisit menetapkan Pancasila sebagai dasar negara (Yudhoyono, 2006: xvi).
Pancasila sebagai dasar negara berkonotasi yuridis, sedang Pancasila
sebagai ideologi dikonotasikan sebagai program sosial politik. Pancasila
telah menjadi dasar filsafat negara baik secara yuridis dan politis (Kaelan,
2007: 12).

Pancasila pada hakekatnya adalah nilai.Salah satu nilai yang merupakan


implementasi Pancasila yaitu sikap suka bekerja keras. Kerjakeras artinya
melakukan suatu usaha atau pekerjaan secara terus menerus
tanpamengenal lelah. Kerja keras juga dapat diartikan suatu tindakan atau
perbuatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan serius sampai
tercapai suatu tujuan.Segala sesuatu yang dilakukan tidak dengan kerja
keras, hasilnya tidak akan sempurna.Sebaliknya,seberat apa pun suatu
pekerjaan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, niscaya hasilnya akan
dapat diraih dengan baik. Pentingnya bekerja keras dan berdoa bagi
manusia, disebabkan antara lain sebagai berikut:

109
1)Manusia sadar akan kebutuhan
hidupnya yang harus dipenuhi, agar hiup
menjadi bahagia, baik di dunia maupun 2)Manusia dituntut untuk bersikap
di akhirat. kreatif dan rajin bekerja, sebab tanpa
bekerja seseorang tidak dapat
3)Manusia menyadari bahwa tidak ada memenuhi kebutuhan hidupnya.
rezeki dan kebahagiaan yang datangnya
dari langit, melainkan harus diraih
dengan kerja keras, banting tulang, dan 4)Manusia menyadari bahwa ada
peras keringat. kekuatan lain di luar kekuatan yang
dimilikinya, sehingga hasil dari kerja
kerasnya harus dipasrahkan sepenuhnya
kepada keagungan Allah SWT. Oleh
5)Manusia semakin kuat keimanannya,
karena itu, manusia wajib berdoa atas
karena disamping kerja kerasnya juga
semua kerja kerasnya.
kepasrahannya kepada kehendak terbaik
Allah SWT.
6)Manusia tidak memilih salah satunya,
bekerja atau berdoa, melainkan kedua-
duanya sangat penting dilakukan.
Bekerja keras terlebih dahulu, kemudian

Pada sisi yang lain, kecenderungan manusia berperilaku boros terhadap


harta sudah ada di dalam dirinya. Hal ini dapat kita perhatikan dalam hidup
keseharian. Orang yang punya harta, kecenderungan untuk menjadi pecinta
harta akan lebih besar. Makin bagus, makin mahal, makin unik, makin senang,
maka makin dicintalah hartanya. Ditambah perilaku boros adalah salah satu
tipu daya setan yang membuat harta kita tidak efektif mengangkat derajat
kita. Harta yang dimiliki justru efektif menjerumuskan, membelenggu, dan
menjebak dalam kubangan tipu daya (Zein, 2012: 1-2).

110
e. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi
kemajuan dan kesejahteraan bersama

Maksud menghargai hasil karya orang lain. Kata ”menghargai” menurut


Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti bermacam-macam,
diantaranya memberi, menentukan, menilai, membubuhi harga, menaksir
harga, memandang penting (bermanfaat, berguna), menghormati. Karya
orang lain adalah hasil perbuatan manusia berupa suatu karya baik yang
(positif) yaitu hasil dari ide, gagasan manusia seperti seni, karya budaya, cipta
lagu, mesin atau sesuatu produk yang bermanfaat atau berguna bagi orang
lain. Di era global dengan ciri dunia yang seakan tanpa batas, dunia datar
(dunia maya) secara langsung maupun tidak langsung banyak ideologi asing
yang menerpa masyarakat kita, bahkan mereka menganggap bahwa nilai-
nilai dan ideologi asing menjadi pandangan hidup dan ideologi
mereka.Demikian juga bentuk- bentuk pencitraan dan apresiasi terhadap
suatu karya dari orang lain, saat ini pun banyak dipengaruhi nilai-nilai dari
asing khususnya bangsa barat yang liberal dan sekuler, sehingga seakan
nilai-nilai dari bangsa sendiri seperti pancasila tersisihkan.

Menghargai hasil karya orang lain artinya menghormati hasil usaha,


ciptaan, dan pemikiran orang lain. Kita wajib menghargai dan menghormati
hasil karya orang lain, karena dengan sikap seperti itu kehidupan akan
berjalan dengan tenteram dan damai karena setiap orang akan menyadari
pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai tersebut.Peran
pemerintah dalam menghasilkan karya yang unggul dapat dilakukan dengan
cara: (1) Meningkatkan IPTEK dan fasilitas lainnya untuk menunjang bakat
prestasi dan meningkatkan intelektual anak bangsa sehinga pemikiran-
pemikiran yang di hasilkan dapat diterapkan dengan sebaik mungkin. (2)
Pemerintah harus lebih bisa bangga terhadap hasil karya anak bangsa,
sehingga anak bangsa bisa lebih baik dalam menghasilkan sebuah karya. (3)
Harus ada perencanaan ke depannya untuk pemerintah misalnya, cara untuk
mempromosikan karya anak bangsa kepada Negara-negara lain.

f. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang


merata dan berkeadilan sosial
Alinea IV Pembukaan UUD 1945 tertulis, “…. susunan Negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan
Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusywaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, memiliki makna: Pertama, keadilan

111
sosial itu dirumuskan sebagai “suatu” yang sifatnya konkrit, bukan hanya
abstrak-filosofis yang tidak sekedar dijadikan jargon politik tanpa makna.
Kedua, keadilan sosial itu bukan hanya sebagai subjek dasar negara yang
bersifat final dan statis, tetapi merupakan sesuatu yang harus diwujudkan
secara dinamis dalam suatu bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Kemajuan yang merata adalah kemajuan yang selaras serasi dan seimbang
antara hak dan kewajiban pemerataan dalam bidang pendidikan. Selanjutnya
bentuk-bentuk kegiatan kerja sama dalam kehidupan antara lain:

Kerja sama dalam bidang ekonomi


1. Menurut penjelasan pasal 33 UUD 1945, koperasi merupakan bangunan
perusahaan yang sesuai dengan asas kekeluargaan.Selain koperasi,
pelaku ekonomi dalam sistem demokrasi ekonomi pancasila adalah
BUMN dan usaha swasta.

Kerja sama dalam bidang ekonomi

2. Menurut penjelasan pasal 33 UUD 1945, koperasi merupakan


bangunan perusahaan yang sesuai dengan asas kekeluargaan.Selain
koperasi, pelaku ekonomi dalam sistem demokrasi ekonomi pancasila
adalah BUMN dan usaha swasta.

Kerjasama dalam bidang politik


3. Di bidang politik, kerja sama dijadikan lanasan bagi pelaksanaan sistem
politik demokrasi berdasarkan pancasila. Sistem demokrasi
berdasarkan pancasila memang bertolak pangkal dari paham
kekeluargaan dan gotong royong. Sistem ini mengutamakan
penggunaan prinsip musyawarah dalam mengambil keputusan-
keputusan untuk kepentingan bersama.

Kerjasama dalam bidang hukum


4. Di dalam bidang hukum, kegiatan kekeluargaan dan kerja sama
nampak dalam penggunaan sistem pertahanan keamanan rakyat
semester. Penerapan sistem itu melibatkan kerja sama segenap
komponen kekuatan pertahanan keamanan negara, yang terdiri atas
komponen dasar (rakyat terlatih), kompnen utama (TNI beserta
cadangan tentara nasional), komponen khusus (pelindung masyarakat)
dan komponen pendukung (berupa sumber daya alam, sumber daya

112
Kerja sama dengan negara lain
5. Politik luar negeri Indonesia telah nampak dalam berbagai wujud
hubungan internasional. Diantaranya adalah:

Penyelenggaraan konferensi asia - afrika pada tahun 1955


Ikut serta mendirikan gerakan non blok
Ikut aktif dalam merintis dan mengembangkan ASEAN
Ikut aktif membantu penyelesaian konflik
Ikut aktif dalam G-20
Ikut aktif dalam APEC.

gantiii

Konfrensi Asia - Afrika


sumber gambar:
https://www.blj.co.id/

Warga Muhammadiyah dinilai tak ingin sejahtera sendiri saat


mengembangkan ekonominya. Zulkifli Hasan ketua MPR 2014-2019
menganggap keluarga besar Muhammadiyah sudah menerapkan nilai-nilai
yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, khususnya dalam pengembangan
ekonomi umat. Ia mengapresiasi warga Muhammadiyah yang
mengembangkan ekonominya bukan semata karena ingin kaya dan
sejahtera sendiri. Zulkifli melihat warga Muhammadiyah terpacu ingin maju
dan sejahtera dengan harapan bisa bersedekah, membantu sesamanya yang
belum beruntung. Artinya, ada nilai keadilan sosial, yang ingin dicapai dan
diusahakan oleh warga Muhammadiyah.Sikap warga Muhammadiyah
sangat sesuai dengan kondisi sekarang. Ia menilai sudah saatnya bangsa
Indonesia melaksanakan segala aktivitasnya untuk kepentingan bersama,
bukan hanya untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu saja. Kalau
masyarakatnya terangkat, sudah pasti individunya pun terangkat (Republika,
2018).

113
Kesederhanaan Agus Salim
Agus Salim lahir dengan nama asli Musyudul Haq di Koto Gadang, Sumatera
Barat, 8 Oktober 1884. Ia menimba ilmu di sekolah khusus anak-anak Eropa,
Europeesche Lagere School (ELS). Kiprah Agus Salim dalam perjuangan
kemerdekaan dimulai bersama Serikat Islam (SI) pada 1915. Saat menjadi
anggota Volskraad periode 1921–1924, ia dikenal sebagai sosok yang bersuara
keras. Kiprahnya lantas berlanjut di Jong Islamieten Bond (JIB). Selain bergerak di
jalur politik, Agus Salim juga seorang jurnalis. Ia sempat berkiprah bersama
Harian Neratja, Hindia Baroe, dan mendirikan surat kabar Fadjar Asia.

Setelah Indonesia merdeka, karena


kompetensinya yang baik, Agus Salim
dipercaya menjabat menteri dalam
beberapa kabinet. Di Kabinet Sjahrir I dan II,
Agus Salim adalah menteri muda luar
negeri. Sementara itu, di Kabinet Amir
Sjarifuddin (1947) dan Kabinet Hatta
(1948–1949), ia menjabat menteri luar
negeri. Agus Salim meninggal di Jakarta
pada 4 November 1954 dan dimakamkan di
Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Agus Salim
sumber gambar:
https://id.wikipedia.org/

Rumah mewah atau setidaknya salah satu yang terbagus


di lingkungannya. Begitulah bayangan awam ketika
memperkirakan kediaman seorang pesohor, apalagi pejabat
negara yang berpengaruh. Tapi, membayangkan rumah H.
Agus Salim seperti itu adalah kekeliruan besar. Walaupun
sempat menduduki jabatan menteri dalam beberapa kabinet
pemerintahan di negeri ini, Agus Salim ternyata sempat tak
memiliki rumah kediaman tetap. Semasa tinggal di Jakarta, ia
berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Agus
Salim sempat tinggal di Gang Tanah Tinggi, lalu ke Gang
Taopekong, ke Jatinegara, dan beberapa tempat lain.

Kesederhanaan lain ia tampilkan pada


penampilannya. Suatu ketika, di sebuah
tempat di dataran Eropa, para diplomat
berkumpul dari pelbagai negara. Agus Salim
mengenakan jas berhiaskan beberapa jahitan
di sana-sini, sangat kontras dengan diploma
yang lain (KPK, 2015: 14)

114
SUMBER BACAAN
Dewantara, Agustinus W. 2017. Alangkah Hebatnya Negara Gotong
Royong” (Indonesia dalam Kacamata Soekarno). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Kaelan. 2007. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

KPK. 2015. Orange Juice For Integrity Belajar Integritas Kepada Tokoh
Bangsa. Jakarta: KPK.

Lickona, Thomas. 2012. Education for Character: How Our Schools Can
Teach Respect and Responsibility.

RI. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Yogyakarta:


Anggota Ikapi.

Republika. 2018. Aktivitas Ekonomi Muhammadiyah Dinilai Berkeadilan


Sosial. Jakarta: https://khasanah.republika.co.id.

Sapriya, dkk. 2017. Konsep Dasar Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung:


Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia.

Tim Kerja Sosialisasi MPR. 2012. Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan
Bernegara. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI.

Yudhoyono, Soesilo Bambang. (2006). Pidato Peringatan Hari Lahir


Pancasila, 1 Juni 2006. dalam Nasution, Irfan dan Agustinus, Rony (ed) Restorasi
Pancasila: Mendamaikan Politik Identitas dan Modernitas. Bogor: Brighten Press.

116

Anda mungkin juga menyukai