Anda di halaman 1dari 13

BAB 3

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif survey,

dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang

sesuatu keadaan secara objektif. Metode pengambilan data secara

observatif untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang

dihadapi pada situasi sekarang (Notoatmojo, 2010). Penelitian ini tidak

dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya

menggambarkan apa adanya tentang suatu variable, gejala atau keadaan

(Arikunto, 2006). Pengambilan data dengan cara observatif adalah suatu

pengamatan terhadap prosedur tindakan yang dilakukan orang lain dana

atau peneliti yang dilaporkan secara lengkap tentang keadaan atau kondisi

yang menjadi fokus studi (Arikunto, 2007). Dalam Pengambilan data

peneliti menggunakan cara observatif survey memakai instrumen

penelitian berupa lembar observasi terstruktur ( untuk mendapatkan data

objektif / khusus) dan disertai wawancara menggunakan lembar

wawancara terstruktur (untuk mendapatkan data sebjektif / data umum).

Dalam melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi pelaksanaan

Surgical Safety Checklist kepada Tim bedah yang terlibat langsung dalam

pebedahan di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum

Daerah Dr. Mohamad Saleh Probolinggo saat sebelum masuk kamar

operasi, sebelum melakukan tindakan pembedahan dan sebelum menutup

29
30

area operasi. Setelah itu melakukan wawancara terstruktur kepada

responden penelitian serta meminta untuk mengisi informed concent.

B. Kerangka Kerja Penelitian

Populasi

Tim Bedah yang melakukan


pelaksanaan operasi di Instalasi Bedah
Sentral RSUD Dr. Mohamad Saleh
Probolinggo di 3 kamar operasi

Sampling
Total Sampling
Tim Bedah yang melakukan pelakasanaan operasi
di 3 kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD
Dr. Mohamad Saleh Probolinggo

Observasi
Dengan lembar observasi Surgical Safet Checklist
(Sign In, Time Out , Sign Out)
Berdasarkan standar WHO 2009

Pengolahan data
Dengan teknik statistik :
Analisis Deskritif

Hasil observasi :
 100 % : Tepat
 <100% : Tidak Tepat

Gambar 3.1 Kerangka kerja pelaksanaan Surgical Safety Checklist


31

C. Populasi, Sampel dan Sampling

1. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian adalah subyek (misalnya manusia, klien

yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2011). Populasi

yang pertama dalam penelitian ini untuk adalah tim yang melakukan

pembedahan di IBS RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo yaitu terdiri

dari 6 tim (bedah umum, bedah obgyn, bedah orthopedic, bedah mata,

bedah THT, bedah urologi). Dimana 1 tim terdiri dari operator, asistan

operator, perawat instrument, perawat anastesi, dokter anastesi, sirkuler.

Jumlah Tim bedah di RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo terdiri dari

dokter anastesi 2 orang, dokter bedah operator 9 orang, asisten bedah 5

orang, dan perawat instrumen sekaligus sebagai perawat sirkuler ada 7

orang, penata anastesi 7 orang. Sedangkan populasi yang kedua adalah

perawat sirkuler di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Mohamad Saleh

Probolinggo. Pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2018

didapatkan jumlah operasi sebagai berikut. Bulan Oktober 208 operasi,

November 186 operasi, Desember 196 operasi dengan rata-rata operasi per

bulannya adalah 200 operasi

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh

populasi (Notoatmodjo, 2010). Sampel dalam penelitian ini adalah perawat

sirkuler yang melaksanakan prosedur pembedahan di 3 kamar operasi

Instalasi Bedah Sentral di RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo yang


32

ada pada saat peneliti melakukan observasi pelaksanaan Patient Safety

berdasarkan standar WHO. Jumlah anggota perawat sirkuler dalam satu

tim disesuaikan dengan prosedur pembedahan yang akan dilakukan di 3

kamar operasi yang ada di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Mohamad

Saleh Probolinggo. Masing-masing kamar operasi sudah ditentukan

penanganan kasus pembedahan yang akan dilakukan , yaitu kamar operasi

I untuk kasus bedah bersih, kamar operasi II untuk kasus bedah semi

kotor, kamar opeasi III untuk kasus bedah canggih atau kotor, ketentuan di

atas yaitu pembagian kasus pembedahan di masing-masing kamar operasi

sewaktu-waktu dapat berubah tergantung jumlah pasien yang ada. Jika

jumlah populasi lebih dari 100 ,jumlah besar sampel dapat diambil 20-

25% atau lebih (Arikunto,2006).

Kriteria Sampel

Adapun kriteria sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah

kiriteria inklusi. Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek

penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau dan akan diteliti

(Nursalam, 2011).

Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah:

1) Perawat sirkuler yang telah bekerja di 3 kamar operasi Instalasi

Bedah Sentral RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo selama 1

tahun.

2) Pendidikan minimal DIII Keperawatan

3) Perawat sirkuler yang bertanggung jawab pada 3 kamar operasi


9

33

4) Pengambilan data dilakukan pada waktu akan, selama, dan sesudah

operasi pada tanggal Februari 2019 (saat dilakukan observasi).

5) Bersedia menjadi responden atau subjek penelitian.

Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah :

1) Perawat sirkuler yang sedang cuti, libur, sakit atau pindah ruang saat di

lakukan penelitian .

2) Tidak bersedia menjadi responden penelitian.

C. Sampling

Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk

dapat mewakili populasi (Nursalam, 2011). Dalam penelitian ini,

pengambilan sampel dilakukan pada tanggal Februari 2019 dengan

menggunakan tehnik Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel yang

berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi

maupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2010).

D. Variabel Penelitian

Variable penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri atau

ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang suatu

konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo, 2010). Dalam penelitian ini

variabelnya adalah pelaksanaan Surgical Safety Checklist pada pasien

dengan jenis pembedahan Elektif, yang terdiri atas sub variabel :


34

1. Sign In

2. Time Out

3. Sign Out

E. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah proses perumusan atau pemberian arti

pada masing- masing variable untuk kepentingan akurasi, komunikasi dan

replikasi agar memberikan pemahaman yang sama pada setiap orang

mengenai variabel yang diangkat dalam suatu penelitian (Nursalam, 2011).


35

Tabel 3.1 Tabel Definisi Operasional Gambaran Pelaksanaan Surgical


Safety Checklist
N Variabel Sub Definisi Parameter Alat Ukur Skoring Penilaian
o Variabel Operasional
1 Pelaksan 1) Sign in Standar 1. Konfirmasi identitas, area Check list Setiap Checklist Skala Ordinal
. aan keamanan operasi , tindakan operasi prosedur pelaksanaan Diinterpretasikan
Surgical yang dan lembar persetujuan yang “dilakukan” di sebagai berikut:
Safety 2. Penandaan area operasi centang bernilai 1 1. Total Skor
dilakukan di
Chekclist 3. Kesiapan dan kelengkapan 100% :
ruang mesin anestesi Setiap Checklist Tepat
Premedikasi 4. Fungsi pulse oximeter prosedur pelaksanaan 2. Total Skor
oleh Perawat 5. Riwayat alergi pasien yang “tidak dilakukan” < 100% :
Sirkuler dan 6. Penyulit airway atau resiko di centang bernilai 0 Tidak Tepat
dihadiri oleh aspirasi
dokter 7. Resiko kehilangan darah
operator,
serta dokter
anestesi

2) Time Standar 1. Pengenalan nama anggota Check list Setiap Checklist Skala Ordinal
out keamanan tim bedah dan tugas masing- prosedur pelaksanaan Diinterpretasikan
masing petugas yang “dilakukan” di sebagai berikut:
sebelum
2. Konfirmasi nama pasien, centang bernilai 1 1. Total Skor
melakukan jenis tindakan dan area yang 100% :
tindakan akan di operasi Setiap Checklist Tepat
pembedahan 3. Pemberian antibiotik prosedur pelaksanaanTotal 2. Total Skor <
atau insisi profilaksis yang “tidak dilakukan” 100% : Tidak
yang 4. Operator memerlukan di centang bernilai 0 Tepat
dilakukan di antisipasi tindakan darurat
kamar 5. Perkiraan lama operasi
6. Antisipasi kehilangan darah
operasi dan
7. Perhatian khusus mengenai
dipimpin pembiusan pada pasien
oleh Perawat 8. Peralatan sudah di sterilisasi
Sirkuler dan 9. Perhatian khusus pada
dihadiri oleh peralatan
dokter 10. Memerlukan
operator, instrumensasi radiologi
serta dokter
anestesi,
juga perawat
instrumen

3) Sign Standar 1. Jenis tindakan operasi Check list Setiap Checklist Skala Ordinal
out keamanan 2. Kecocokan jumlah prosedur pelaksanaan Diinterpretasikan
sebelum instrument, kasa ,jarum, yang “dilakukan” di sebagai berikut:
sebelum dan sesudah perasi centang bernilai 1 1. Total Skor
menutup
3. Label pada spesimen 100% : Tepat
area lapang 4. Permasalahan pada alat Setiap Checklist 2. Total Skor
operasi yang yang digunakan prosedur pelaksanaan < 100% :
dilakukan di 5. Perhatian khusus pada saat yang “tidak dilakukan” Tidak Tepat
kamar pemuliahn (recovery) di centang bernilai 0
operasi dan
dipimpin
oleh Perawat
Sirkuler dan
dihadiri oleh
dokter
operator,
serta dokter
anestesi,
juga perawat
instrumen
36

F. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral

RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo Pada tanggal Februari 2019.

G. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek

dan proses pengumpulan karakteristik responden yang diperlukan dalam

suatu penelitian (Nursalam, 2011).

Subjek dalam penelitian ini adalah tim bedah kamar operasi

Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo yang

terbagi menjadi 6 seksi, dan dikatakan sebagai sebuah tim apabila terdapat

(operator, asisten operator, dokter anastesi, perawat anastesi, perawat

instrumentator, dan perawat sirkuler) pengisian lembar Surgical Safety

Checklist ini biasanya dikoordinator oleh seorang perawat sirkuler.

Observasi yang dilakukan berupa pengisian checklist yang merupakan

suatu daftar untuk memberi tanda “check” ( √ ) yang berisi nama subjek,

beberapa gejala, serta identitas lain yang dilakukan pengamatan pada

subjek sasaran (Notoadmojo, 2010). Peneliti melakukan sendiri

pengambilan data atau observasi yang disertai wawancara terstruktur

(secara tiba-tiba dengan melakukan observasi lalu meminta persetujuan

informed consent kepada responden ), observasi dilakukan sebanyak dua

kali yaitu kepada perawat sirkuler. Untuk menjaga objektifitas pelaksanaan

operasi dan Surgical Safety Checklist dengan cara mengikuti proses

pembedahan oleh tim bedah masing-masing seksi mulai dari awal pasien
37

masuk kemudian dilakukan Sign In (sebelum induksi) sampai Sign Out

(sebelum meninggalkan kamar operasi) dan memberikan tanda check pada

setiap tindakan yang dikonfirmasi oleh tim bedah yang terdiri dari

operator, asisten operator, dokter anastesi, perawat anastesi, perawat

instrumen, dan perawat sirkuler.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif memakai

instrumen berupa lembar observasi dan disertai wawancara terstruktur

menggunakan lembar wawancara. Dalam melakukan observasi lembar

Surgical Safety Checklist peneliti akan melihat langsung dan jawaban dari

tim operasi, melihat secara langsung meliputi beberapa checklist meliputi :

1. Sign In (konfirmasi area operasi, konfirmasi apakah pulse oksimetri

dapat berfungsi, konfirmasi apakah pasien memiliki riwayat alergi,

konfirmasi apakah pasien memiliki riwayat alergi, konfirmasi apakah

ada penyulit airway atau resiko aspirasi, konfirmasi resiko kehilangan

darah

2. Time Out (keseluruhan dari checklist Time Out)

3. Sign Out (keseluruhan dari checklist Sign Out)

Melakukan observasi dengan menggunakan metode observasi tentang

pelaksanaan Surgical Safety Checklist pada tim bedah.


38

1. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data sebagai berikut:

a) Mengajukan permohonan perijinan penelitian untuk diterbitkan surat

pengambilan data pada Jurusan Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Majapahit.Mengajukan permohonan perijinan untuk

melakukan penelitian / pengambilan data di bagian Keperawatan RSUD

Dr. Mohamad Saleh Probolinggo.

b) Menyerahkan surat disposisi yang diterbitkan oleh Keperawatan RSUD

Dr. Mohamad Saleh Probolinggo kepada Instalasi Bedah Sentral RSUD

Dr. Mohamad Saleh Probolinggo untuk pengambilan data penelitian.

c) Dalam memilih sampel dengan teknik Total Sampling kemudian sampel

diobservasi diantara populasi yang dikehendaki peneliti (sesuai kriteria

inklusi) di kamar operasi Instalasi bedah sentral RSUD Dr. Mohamad

Saleh Probolinggo.

d) Memberikan imformed consent kepada pemimpin Tim Bedah (selaku

perwakilan dari tim bedah) di setiap Ruangan Kamar Operasi di

Instalasi Bedah Sentral, apabila pemimpin bersedia maka dilakukan

observasi pelaksanaan Surgical Saferty Checklist ini.

e) Melakukan Observasi pelaksanaan Surgical Saferty Checklist kepada

perawat sirkuler di ruang premedikasi atau didalam kamar operasi yaitu

pada saat pasien belum dilakukan induksi anestesi dan selama proses

operasi berlangsung, observasi dilakukan dengan menggunakan

pedoman lembar observasi berdasarkan standar WHO (terlampir),

observasi akan dilakukan selama tanggal Februari 2019, setiap


39

responden akan diobservasi sebanyak dua kali selama ada kesempatan

peneliti untuk melakukan observasi ( sebagai data objekif / data

khusus).

f) Melakukan wawancara terstruktur menggunakan lembar wawancara

(sebagai sumber data subjektif / data umum) berkaitan dengan

pelaksanaan Surgical Saferty Checklist yang dilaksanakan oleh perawat

sirkuler.

H. Pengolahan Data

Pengolahan data dalam penelitian deskriptif observatif ini

menggunakan teknik non statistik yaitu pengolahan data dengan Analisis

deskriptif. Analisis Deskriptif ini dapat dilakukan melalui cara induktif

yaitu pengambilan kesimpulan berdasarkan observasi (Notoatmodjo,

2002). Data hasil observasi pada tiap aspek yang dinilai kemudian

diberikan skor pada setiap item pada Checklist Patient Safety menurut

WHO yang berjumlah 22 item. Apabila setiap item dilaksanakan oleh tim

bedah diberikan skor 1, bila tidak dikerjakan diberikan skor 0.

Dari penilaian skor tersebut diolah dan dilakukan penghitungan prosentase

dengan memakai rumus :

P = ∑F x 100%
N

Keterangan :
P = Penilaian / Prosentase
∑F = ∑ Skor sampel
N = ∑ Jumlah skor total
40

Semua hasil tabulasi prosentase pengolahan kemudian

diintepretasikan dengan menggunakan skala kategori menurut (Wawan,

2010).

Kemudian hasil perhitungan tersebut diinterpretasikan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan SSC dilakukan dengan tepat : 100%

2. Pelaksanaan SSC dilakukan dengan tidak tepat : <100 %

Data yang didapat akan diolah dengan cara prosentase, observasi

yang dilakukan selama penelitian berlangsung, maka untuk menetapkan

apakah setiap seksi itu tepat atau tidak tepat peneliti menghitung jumlah

berapa kali observasi yang tepat (prosentase 100%) selanjutnya dicari nilai

mean (rata-rata) nya untuk dapat dibuatkan kesimpulan secara umum,

kemudian hasilnya di intepretasikan menggunakan diagram dan tabel.

I. Penyajian Data

Hasil observasi pada penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel,

diagram pie dan kemudian dideskripsikan secara naratif dengan

menjelaskan tentang pelaksanaan Surgical Safety Checklist oleh tim

bedah ini, kemudian dibuat kesimpulan secara umum dan khusus.

Kesimpulan tersebut ditulis secara ringkas dan jelas serta dapat

memberikan penjelasan masalah yang diteliti.

J. Etika Penelitian
41

Dalam melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan ijin

kepada Direktur RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo untuk

mendapatkan persetujuan. Dalam melakukan penelitian perlu diperhatikan

masalah etika penelitian meliputi.

1. Lembar persetujuan (informed consent)

Lembar persetujuan diberikan kepada responden, jika

subyek bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar

persetujuan. Jika subyek menolak untuk diteliti maka peneliti tidak

akan memaksa dan tetap akan menghormati haknya (Hidayat,

2008).

2. Tanpa nama (Anonimity)

Untuk menjaga kerahasiaan identitas subyek, peneliti tidak

akan mencantumkan nama subyek pada lembar pengumpulan data,

lembar tersebut hanya diberi kode tertentu (Hidayat, 2008).

3. Kerahasiaan (Confidentiallity)

Kerahasiaan informasi yang diberikan responden dijamin

oleh peneliti (Hidayat, 2008).