Anda di halaman 1dari 5

METODE EKSPERIMEN

Disusun untuk memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Al


Quran Hadis

DOSEN PENGAMPU :
Zulkifli Nasution, S.Pd.I, MA.

DISUSUN OLEH :
FADHILAH BATUBARA (NIM 0301182090)
Jurusan/Semester : PAI 5/SEMESTER 5

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

MEDAN

TA. 2020-2021
A. Pengertian Metode
Metode berasal dari bahasa yunani yaitu Methodos. Meta yang berarti
menuju melalui, mengikuti, dan hodos artinya jalan, cara dan arah 1. Dalam KBBI
Metode adalah Cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan
agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki guna mencapai tujuan yang
ditentukan2

Dalam Islam, Metode diartikan sebagai thariqah, Manhaj dan Washilah


yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu
pekerjaan. Kata thariqah didalam al-Quran setidaknya diulang sebanyak 9 kali
dalam artian jalan. Singkatnya Metode adalah cara yang dapat digunakan untuk
melaksanakan Strategi jadi bisa dikatakan metode adalah Sebuah Jalan untuk yang
digunakan untuk mengaplikasikan Strategi yang telah ditetapkan.3

Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran, yang


berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan
memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu4.

B. Pengertian Metode Eksperimen

Metode Eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa


melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri sesuatu
pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari. Metode eksperimen adalah suatu cara
mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal,
mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil
pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru5.

1
Nur A. Fadhil Lubis, Pengantar Filsafat Umum, (Medan: Perdana Publishing, 2015)
hlm. 17
2
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
Pustaka, 2005) hlm. 740
3
Junaidi Arsyad, Metode Pendidikan Rasulullah, (Medan: Perdana Publishing, 2017)
hlm. 27
4
Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini, (Jakarta:
kencana, 2013) hlm. 192
5
Saiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan
Problematika Belajar dan Mengajar, ( Bandung: Afabeta, 2005) hlm. 220
Kesimpulannya bahwa metode eksperimen merupakan cara pembelajaran,
dimana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari sehingga peserta didik dapat mengembangkan
kemampuan berfikir dan kreatifitas secara optimal.

Dalam Proses Pembelajaran dengan menggunakan Metode Eksperimen


siswa diberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri,
mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan
menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek keadaan atau proses tertentu.
Metode Eksperimen berbeda dengan metode Demonstrasi. Kalau Metode
demonstrasi hanya menekankan pada proses terjadinya dan mengabaikan hasil,
sedangkan pada Metode Eksperimen penekanannya adalah kepada proses sampai
kepada hasil.

Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka


jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa.
2) Dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati
proses percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga
mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu.
3) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu
diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh
pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan
sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen
itu.

C. Metode Eksperimen Dalam Pembelajaran Al Quran Hadis

Berdasarkan Pengertian Metode Eksperimen diatas, dapat diambil contoh


sebagai berikut :

1) Dalam Materi Pembelajaran Huruf Hijaiyah. Guru terlebih dahulu


mengenalkan Huruf-Huruf Hijaiyah, kemudian memberikan contoh
Makhraj (tempat keluarnya Huruf), lalu Siswa dapat langsung
mempraktekkannya dengan tes-tes yang diberikan Guru.
2) Dalam Materi Nun Sukun/Tanwin, Mim Sukun, Mad, Qalqalah, Ibtida’,
Waqaf. Setelah Guru memberikan pengetahuan Teori, siswa melalui
Metode Eksperimen mempraktikkan langsung, dari apa yang telah ia
pelajari.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari Penulis adalah, Sebelumnya, Penulis telah membahas


mengenai Strategi Pembelajaran Contextual Teaching, Learning. Kemudian
sekarang Metode Eksperimen. Menurut Penulis, Metode Eksperimen, dan Strategi
CTL ini sangat Cocok Digunakan dalam Pembelajaran Al Qur’an Hadis. Karena
dengan Strategi dan Metode ini, Siswa dapat menjadi Aktif, Kreatif, dan Materi
Al Qur’an Hadis dapat langsung diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi Pedoman Hidup yang digunakannya di Dunia dan menjadi bekal untuk
Akhirat.
REFERENSI

A. Fadhil Lubis, Nur. 2015. Pengantar Filsafat Umum. Medan: Perdana


Publishing

Arsyad, Junaidi. 2017. Metode Pendidikan Rasulullah. Medan: Perdana


Publishing

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:


Balai Pustaka

Sagala, Saiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu


Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Afabeta

Trianto. 2013. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia


Dini. Jakarta: kencana