Anda di halaman 1dari 19

SUPERVISI DALAM PEMBELAJARAN

Disusun untuk memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Al


Quran Hadis

DOSEN PENGAMPU :

Zulkifli Nasution, S.Pd.I, MA.

OLEH :

NAMA : Fadhilah Batubara

NIM : 0301182090

SEMESTER/PRODI : V/ PAI 5

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

MEDAN

TA. 2020-2021

1
A. Pengertian Supervisi Pembelajaran

Supervisi berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari 2 akar kata yaitu
super yang artinya diatas dan vision yang mempunyai arti melihat. “Supervisi”
yang dalam bahasa Inggris “supervision” sering diartikan dengan
pengawasan/kepengawasan.1 Orang yang mengerjakan supervisi disebut
supervisor. Dengan Pengertian itu maka supervisi diartikan sebagai kegiatan yang
dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah sebagai pejabat yang berkedudukan
di atas atau lebih tinggi dari guru untuk melihat atau mengawasi pekerjaan Guru.

Supervisi adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju
pada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personal sekolah lainnya dalam
mencapai tujuan pendidikan. Supervisi ini berupa dorongan, bimbingan, dan
kesempatan bagi pertubuhan keahlian dan kecakapan guru-guru, seperti
bimbingan dalam usaha dan pelaksanaan pembaharuan dalam pendidikan dan
pengajaran, pemilihan alat-alat pelajaran dan metode pengajar yang lebih baik,
cara penilaian yang sistematis terhadap fase seluruh proses penalaran, dan
sebagainya.2

Secara etimologi, Supervisi Pembelajaran sering diartikan sebagai


serangkaian bantuan usaha dari guru. Terutama bantuan yang berwujud layanan
profesional yang dilakukan oleh kepala sekolah, dan pengawasan serta supervisor
lainnya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar. 3 Supervisi adalah sebagai
bantuan dan bimbingan kepada guru dalam bidanga instruksional, belajar, dan
kurikulum dalam usahanya untuk mencapai tujuan sekolah.4

Dalam pendidikan Islam istilah supervisi yang digunakan adalah


almusyarafah, yang secara kebahasaan masih seakar dengan kata syaraf yang

1
Engkoswara dan Aan Komariah, Administrasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015),
h. 228
2
Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2009) h.
195
3
Ali Imron, Supervisi pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,
2011) h. 8
4
Syafaruddin, dkk, Administrasi Pendidikan, (Medan: Perdana Publishing, 2017) h.74-
75
selalu berkaitan dengan kedudukan terhormat. Dalam hal ini al-musyarafah
dimaksudkan sebagai pengawasan yang berasal dari kalangan orang-orang yang
memiliki kedudukan terhormat. Kedudukan terhormat dalam Islam, tidak
selamanya berkonotasi pangkat dan jabatan atau atas dasar strata kehidupan sosial,
tetapi lebih didasarkan kepada derajat keimanan dan keilmuan. Al Quran
menyatakan bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu
pengetehuan diantara umat manusia lainnya. Jadi seorang supervisor (musyrif)
menurut konsep ini, mestilah orang-orang yang memiliki nilai lebih yang siap
menularkan dan menginternalisasikan nilai lebih tersebut kepada pihak yang
disupervisi.5

Supervisi Menurut Pendapat Para Ahli

1) Ngalim Purwanto, Supervisi Pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan


yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah
lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif.6
2) Suharsimi Arikunto, Supervisi Pendidikan adalah pembinaan yang
diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan
kemampuan untuk mengembangkan situasi mengajar dengan baik.7
3) Made pidarta, Supervisi pendidikan adalah suatu proses pembimbingan
dari pihak atasan kepada para guru atau personalia sekolah lainnya yang
langsung menangani belajar pada siswa untuk memperbaiki situasi belajar
mengajar agar para siswa dapat belajar secara efektif dengan prestasi
belajar yang semakin meningkat.8
4) Carter V Good, Supervisi Pendidikan adalah usaha dari seorang kepala
atau atasan untuk memimpin guru-guru dan petugas lainnya dalam
memperbaiki kinerja pengajaran termasuk stimulir menyeleksi
pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan merevisi tujuan-

5
Dja’far Siddik, Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Citapustaka Media,
2006), h. 164-165
6
Ngalim Purwanto, Administrasi Pendidikan (Bandung: Rosdakarya, 1998), h. 76.
7
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Supervisi (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 10.
8
Made Pidarta, Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan, (Jakrta: Bumi Aksara, 1992) h.
17

2
tujuan pendidikan bahan bahan pengajaran dan metode mengajar serta
evaluasi pengajaran.9

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, nyatalah bahwa supervisi


pembelajaran adalah Serangkaian bantuan yang berwujud layanan perofesional
diberikan oleh orang yang lebih ahli kepada guru, dengan Maksud agar dapat
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar sehingga tujuan rencana
pendidikan akan tercapai. Supervisi Pembelajaran hendaknya memiliki ciri
tersendiri yang dilakukan guru sebagai Supervisor di kelas yaitu : 10

1. Supervisi Pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan guru sebagai


supervisor membantu dan melayani pada siswa yang mendapat kesulitan
belajar
2. Supervisi Pembelajaran diarahkan pada peningkatan hasil belajar siswa
dan peningkatan situasi belajar atau menciptakan kondisi belajar siswa
yang lebih terangsang atau lebih aktif.
3. Supervisi Pembelajaran tidak mengarahkan siswa pada materi pelajaran
tertentu tetapi harus dibimbing sesuai dengan karakter dan kebutuhan
siswa
4. Supervisi Pembelajaran ada hubungannya dengan catatan-catatan atau
tugas-tugas siswa yang merupakan bagian dari aspek atau bagian dari
kegiatan administrasi. Sehubungan dengan pengertian supervisi
pendidikan bahwa supervisi sendiri yang merupakan kegiatan administrasi
dan kegiatan supervisi merupakan kegiatan seorang pemimpin atau
supervisor.11

B. Tujuan Supervisi Pembelajaran

Tujuan Supervisi Pembelajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan


profesional guru dalam meningkat proses belajar melalui pemberian bantuan yang

9
Achmad Patoni, Supervisi Pendidikan Islam, (Tulungagung: PPs STAIN, 2010) h. 7
10
Edeng Suryana, Administrasi Pendidikan Dalam Pembelajaran, (Yogyakarta:
Deepublish, 2015) h. 110
11
Ibid h. 113-114

3
terutama bercorak layanan profesional kepada guru. Jika proses belajar meningkat
maka hasil belajar diharapkan meningkat. Tujuan supervisi sebagai berikut :12

1) Mempebaiki proses belajar mengajar.


2) Perbaikan tersebut dilaksanakan oleh supervisi.
3) Supervisi dilakukan oleh supervisor.
4) Sasaran supervisi adalah guru dan orang lain yang ada kaitannya atau
dalam rangka memberikan layanan supervisi kepada guru.
5) Secara jangka panjang, maksud supervisi adalah memberikan kontribusi
bagi pencapaian tujuan pendidikan.
6) Memperbaiki matei dan kegiatan belajar mengajar.
7) Memperbaiki media belajar mengajar.
8) Memperbaiki sikap guru atas tugasnya.
9) Memperbaiki metode belajar mengajar.

Secara Nasional Tujuan Konkrit dari Supervisi Pembelajaran adalah :13

1) Membantu Guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan.


2) Membantu Guru dalam membimbing pengalaman belajar murid
3) Membantu Guru dalam menggunakan alat belajar modern
4) Membantu Guru dalam menilai kemajuan murid-murid dan hasil pekerjaan
Guru itu sendiri.
5) Membantu Guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar
6) Membantu Guru dalam memenuhi kebutuhan belajar murid
7) Membantu Guru dalam membina reaksi mental dan moral kerja Guru
dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan mereka.
8) Membantu Guru baru di sekolah sehingga mereka merasa gembira dengan
tugas yang diperolehnya.

12
Jamal Ma’mur Asmani, Tips Efektif Supervisi Sekolah, (Yogjakarta: Diva Press, 2012)
h. 84
13
M Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2008) h. 33

4
9) Membantu Guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap
masyarakat dan cara-cara menggunakan sumber-sumber yang berasal dari
masyarakat.
10) Membantu Guru agar waktu dan tenaganya tercurahkan sepenuhnya dalam
pembinaan sekolah.

Tujuan supervisi pembelajaran bukan saja berkenaan dengan aspek


kognitif dan psikomotor, melainkan juga berkenaan dengan aspek afektifnya.
Sergiovanni dalam Ibrahim Bafadal mengemukakan ada tiga tujuan supervisi
instruksional, yaitu:

1) Pertama, mengembangkan profesionalisme guru; supervisi pembelajaran


bertujuan membantu mengembangkan profesionalisme guru agar menjadi
orang yang handal dan dapat dipercaya, sehingga mampu meningkatkan
kualitas kegiatan pembelajaran kearah yang lebih baik. Hal ini
sebagaimana ditegaskan dalam Surah al-Qashash/28:26 :

ُ ‫ت ا ْستَأْ ِجرْ هُ ۖ إِ َّن خَ ْي َر َم ِن ا ْستَأْ َجرْ تَ ْالقَ ِويُّ اأْل َ ِم‬


‫ين‬ ِ َ‫ت إِحْ دَاهُ َما يَا أَب‬
ْ َ‫قَال‬

Artinya : 26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah
ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang
paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi
dapat dipercaya".

Profesionalime guru yang dimaksud adalah kemampuannya dalam


memahami pembelajaran, manajemen kelas, keterampilan menerapkan
pendekatan, strategi, metode dan teknik mengajar yang efektif dan menggunakan
media pembelajaran untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap
materi pembelajaran serta kecakapan dalam memilih model dan teknik
pembelajaran yang efektif dan fungsional baik secara individu maupun kelompok.

5
2) Kedua, meningkatkan motivasi kerja; supervisi pembelajaran juga
bertujuan meningkatkan motivasi kerja guru agar memiliki perhatian yang
sungguh-sungguh dengan komitmen yang kuat untuk mengubah
perilakunya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan
serta perkembangan motivasi belajar siswa kearah kemandirian belajar
untuk meraih hasil belajar yang optimal. Dalam pandangan Islam, kerja
(amal) menentukan posisi dan status seseorang dalam kehidupannya,
karena Allah selalu membalas dengan balasan yang setimpal atas
pekerjaan yang telah dilakukan manusia, sebagaimana diungkap di dalam
Surah al-An’ām [6] 132 :

َ‫ك بِغَافِ ٍل َع َّما يَ ْع َملُون‬


َ ُّ‫ات ِم َّما َع ِملُوا ۚ َو َما َرب‬
ٌ ‫َولِ ُكلٍّ َد َر َج‬

Artinya : 132. Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang)


dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang
mereka kerjakan.

Ayat di atas, menunjukkan bahwa Allah selalu menghargai orang-orang


yang memiliki motivasi kerja tinggi dan melakukan aktivitas yang positif, bekerja
keras, dan berjuang serta selalu berupaya melatih kemampuan fisiknya sebagai
salah satu modal dalam bekerja. Insentif-insentif itu berupa pahala berlimpah,
pertolongan, dan petunjuk Allah.

3) Mengontrol/mengawasi kualitas; yaitu supervisi pembelajaran memonitor


dan mengawasi kegiatan pembelajaran di sekolah agar berjalan
sebagamana yang diprogramkan. Hal ini sebagaimana firman Allah
Subhanu wata’ala, dalam Surah an-Nisā/4 :1, yaitu:

‫إِ َّن هَّللا َ َكانَ َعلَ ْي ُك ْم َرقِيبًا‬

Artinya : ..... Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

C. Fungsi Supervisi Pembelajaran

6
Setelah kita mengetahui dan memahami tentang Pengertian serta Tujuan
Supervisi Pembelajaran, pada hakekatnya adalah untuk memperbaiki dan
mengembangkan situasi pembelajaran maka perlu dipandang lagi apa fungsi
Supervisi Pembelajaran, yaitu:

1. Supervisi sebagai Kepemimpinan.


2. Supervisi sebagai Inspeksi.
3. Supervisi sebagai Penelitian.
4. Supervisi sebagai Latihan dan Bimbingan.
5. Supervisi sebagai Evaluasi.

Supervisi mempunyai fungsi agar dapat setiap pekerjaan yang dilakukan


merupakan suatu hasil kerja yang sesuai dengan aturan dan norma yang telah
ditetapkan. Ada fungsi utama supervisi menurut Pidarta dapat dibedakan menjadi
dua yaitu : Fungsi utama: membantu sekolah yang sekaligus mewakili pemerintah
dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Dan Fungsi tambahan: membantu
sekolah dalm membina guru-guru agar dapat bekerja dengan baik dan dalam
nmengadakan kontak dengan masyarakt dalamrangka menyesuaikan diri dengan
tuntunan masyarakat serta sekaligus emelopori kemajuan masyarakat.14

Ada banyak hal yang bisa diungkap dalam supervisi. Beberapa hal tersebut
merupakan fungsi dari supervisi, diantaranya adalah sebagia berikut :15

1) Dari pihak guru, dapat diketahui berbagai kekurangan, misalnya kurang


semangat bekerja.
2) Dari pihak siswa/ peserta didik, dapat diketahui kurang adanya kerajiana
dan ketekunan siswa/paserta didik, menaati peratiran, dan lain sebagainya.
3) Dari pihak prasarana, dapat diketahui kurang terpenuhinya syarat-syarat
gedung, halaman, kesehatan, keamanan, dan lain sebagainya
4) Dari pihak kepala sekolah,dapat diketahui kurangnya tanggung jawab
pengabdian, kewibawaan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
14
Fathurrohman, Pupuh, dan AA Suryana, Supervisi Pendidikan Dalam Mengembangkan
Proses Pembelajaran, (Bandung: Refika Aditama 2011)
15
Jamal Ma’mur Asmani, Tips Efektif Supervisi Sekolah, (Yogjakarta: Diva Press, 2012)
h. 85-86

7
Supervisi juga berfungsi mengordinasi, mentimulasi, dan mengarahkan
pertumbuhan guru-guru, mengordinasi semua usaha sekolah, melengkapi
kepemimpinan sekolah, memperluas pengalaman guru-guru. Nyatalah bahwa
fungsi supervisi pembelajaran adalah menumbuhkan iklim bagi perbaikan proses
dan hasil belajar meleui serangkaian upaya supervisi terhadap guru-guru dalam
wujud professional.16

D. Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup supervisi pendidikan yaitu :17

1) Supervisi Bidang Kurikulum


2) Supervisi Bidang Kesiswaan
3) Supervisi Bidang Kepegawaian
4) Supervisi Bidang Sarana Dan Prasarana
5) Supervisi Bidang Keuangan
6) Supervisi Bidang Humas Dan
7) Supervisi Bidang Ketatausahaan.

Ruang lingkup supervisi dalam tujuan bidang ini mengaruskan supervisor


mempelajari semua bidang ini tanpa terkecuali. Sebab, melakukan supervisi tanpa
memahami bidang yang disupervisi tidak efektif, karena tidak jelas, semua bidang
ini disupervisi karena satu dengan yang lain saling berkaitan, sehinggam nejadi
satu sistem yang terpadu yang tidak bisah dipisahkan.18

E. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran

Berikut adalah prinsip-prinsip Supervisi Pembelajaran adalah sebagai


berikut :19

16
Ali Imron, Supervisi pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,
2011) h. 12
17
Jamal, Ma’mur Asmani, Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah, (Yogjakarta: Diva
Press, 2012), h.38
18
Ibid h. 39
19
Ibid, h .86-88

8
1) Supervisi merupakan bagian yang integral dalam program pendidikan
2) Semua guru dan berhak memerlukan bantuan dari supervise.
3) Supervisi hendaknya disesuiankan untuk memenuhi kebutuhan
perseorangan daripersonil sekolah
4) Supervisi hendaknya mampu menjelasakan tujuan dan sasaran sekolah.
5) Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari
semua angota staf sekolah.
6) Tanggung jawab pengprograman supervisi berada dalam kepala sekolah
dan penilik bagi sekolah yang ada di wilayahnya.
7) Harus ada dan ayang membiayai program kegiatan supervisi dalam
anggaran tahunan.
8) Efektivitas supervisi hendaknya di nilai secara periodikoleh para peserta.
9) Supervisi hendaknya membantu menjelaskan dan menerapkan dalm
praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir.

Prinsip Supervisi Pembelajaran menjadi prinsip Fundamental dan prinsip


Praktis. Yang dimaksud dengan prinsip fundamental adalah supervisi
pembelajaran dipandang sebagai bagian dari keseluruhan proses pendidikan yang
tidak lepas dari dasar-dasar pendidikan nasional Indonesia, yakni pancasila. Yang
dimaksud dengan prinsif praktis adalah kaidah-kaidah yang harus dijadikan
pedoman praktis dalam pelaksanaan supervisi.20 Adapun prinsip-prinsip supervisi
pembelajaran yaitu :21

a) Ilmiah
b) Kooperatif
c) Kontutif
d) Realistik
e) Progresif
f) Inovatif
g) Menimbulkan perasaan aman bagi guru-guru

20
Syafaruddin, dkk, Administras Pendidikan, (Medan: Perdana Publishing, 2017) h.77-78
21
Ali Imron., Supervisi pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Bumi
Aksara, 2011) h.13-15

9
h) Memberikan kesmpatan kepada suvervisor dan guru untuk mengevaluasi
diri mereka sendiri.

F. Dalil Al Qur’an dan Hadis

Kegiatan supervisi pendidikan Islam lebih menekankan pada kegiatan


pemberdayaan (muqawwun) agar seluruh komunitas dan civitas pendidikan pada
suatu lembaga pendidikan menjadi lebih berdaya dalam melaksanakan tugasnya
masing-masing. pemberdayaan yang dilakukan bersifat partisipatif (musyarakah)
dengan melibatkan seluruh komunitas dan civitas pendidikan melakukan
perbaikan dan perubahan ke arah yang diperkirakan menjadi lebih baik.

Supervisi dalam pendidikan Islam mengandung semangat ukhuwah,


demokratis dan kebersamaan, karena sasaran supervisi bukan hanya para guru
secara individual agar dapat dapat melaksanakan keinerjanya dengan baik dan
benar, tetapi juga dengan semangat ukhuwah bi al-musyarakah, antara sesama
guru pun didorong untuk saling bekerjasama dalam melakukan berbagai
perbaikan dalam proses belajar mengajar.

Hakikat supervisi menekankan bahwa supervisor dalam hal ini kepala


sekolah hendaknya memberikan pertolongan, bantuan, bimbingan motivasi, dan
memberikan arahan kepada guru maupun staf sekolah lainnya dalam mengatasi
kesulitan. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah Subhanahu wata’ala,
sebagaimana ditegaskan dalam Surah al-Māidah/5: ayat 2 sebagai berikut:

َ ‫اونُوا َعلَى اإْل ِ ْث ِم َو ْال ُع ْد َوا ِن ۚ َواتَّقُوا هَّللا َ ۖ إِ َّن هَّللا‬


َ ‫َوتَ َعا َونُوا َعلَى ْالبِرِّ َوالتَّ ْق َو ٰى ۖ َواَل تَ َع‬
ِ ‫َش ِدي ُد ْال ِعقَا‬
‫ب‬

Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan


takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.22

22
Al Maidah ayat 2, Al Qur’an dan Terjemahan Online diakses melalui
https://tafsirq.com/topik/al+maidah+ayat+2

10
Ayat di atas, menunjukkan dengan jelas tentang perintah saling tolong
menolong dalam kebaikan, termasuk menolong guru-guru yang mengalami
kesulitan dalam melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran untuk
meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Seorang supervisor pembelajaran harus
menitik beratkan perhatiaanya pada segala langkah perbaikan dan peningkatan
kualitas pembelajaran yang telah diputuskan bersama.

Supervisor Pembelajaran juga diperintahkan untuk saling mengingatkan


terhadap sesama (guru-guru) untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemaksiatan
atau perbuatan tidak terpuji, sebagaimana ditegaskan dalam Surah at-Taubah/9:71
sebagai berikut :

‫ُوف َويَ ْنهَوْ نَ ع َِن ْال ُم ْن َك ِر‬ ِ ‫ْض ۚ يَأْ ُمرُونَ بِ ْال َم ْعر‬
ٍ ‫ضهُ ْم أَوْ لِيَا ُء بَع‬ ُ ‫َو ْال ُم ْؤ ِمنُونَ َو ْال ُم ْؤ ِمن‬
ُ ‫َات بَ ْع‬
ٰ
َ ‫صاَل ةَ َوي ُْؤتُونَ ال َّز َكاةَ َوي ُِطيعُونَ هَّللا َ َو َرسُولَهُ ۚ أُولَئِكَ َسيَرْ َح ُمهُ ُم هَّللا ُ ۗ إِ َّن هَّللا‬َّ ‫َويُقِي ُمونَ ال‬
‫َزي ٌز َح ِكي ٌم‬
ِ ‫ع‬
Artinya : 71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.23

Supervisi pembelajaran hendaknya mencerminkan adanya hubungan yang


baik antara supervisor (Kepala Sekolah) dengan yang disupervisi (guru-guru dan
tenaga kependidikan). Dengan kata lain dalam pelaksanaan supervisi
pembelajaran harus dapat tercipta suasana kemitraan yang akrab, yaitu suasana
demokratis, sehingga orang yang disupervisi tidak merasa sungkan atau segan
dalam mengemukakan pendapat dan menyampaikan berbagai kesulitan yang
dihadapi, kekurangan yang dimiliki untuk mendapatkan bimbingan dari
supervisor.

23
At Taubah ayat 71, Al Qur’an dan Terjemahan Online diakses melalui
https://tafsirq.com/topik/at+taubah+ayat+71

11
Dasar-dasar supervisi dalam Islam dapat dilihat dari sejarah kehidupan
Rasulullah dan para sahabatnya. Pada periode Makkah, awalnya Rasulullah
menjadi seorang guru tunggal di madrasah Dar al-Arqam, siswa di madrasah ini
didik sekaligus dilatih untuk menjadi sebagai perpanjangan tangan Rasulullah
Pada periode Madinah, orang-orang telah banyak masuk Islam dan membutuhkan
pembelajaran tentang Islam. oleh karena itu guru pada periode ini tidak terbatas
pada sosok Rasulullah semata, akan tetapi telah ada para sahabat senior (alumni
Daral-Arqam) atau sahabat senior dari kalangan Madinah yang menjadi
pendamping dan pengganti Rasulullah berperan sebagai guru. Dari sini telah
dimulai praktik supervisi pendidikan yang dilakukan Rasulullah (supervisor)
kepada para sahabat. Para sahabat (guru) senantiasa mendapatkan supervisi dan
pengarahan dari Rasulullah, mereka menerima hal tersebut demi perbaikan kinerja
mereka sebagai guru dan proses pembelajaran dengan seluruh aspeknya. Sebuah
riwayat disebutkan :

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw dari
kamarnya. Ia kemudian masuk ke dalam masjid. Tiba-tiba ia melihat ada dua
kelompok sahabat yang sedang berkumpul-kumpul. Kelompok pertama sedang
membaca al-Quran dan berdoa, sementara kelompok kedua sedang belajar dan
mengajar. Melihat hal itu Nabi saw bersabda: “Semua mereka berada dalam
kebaikan. Kelompok pertama membaca al-Quran dan berdoa, kalau Allah mau
Dia akan mengabulkan doa mereka dan kalau mau Dia tidak mengabulkan doa
mereka. Kelompok kedua belajar dan mengajar, dan sesungguhnya aku diutus
sebagai seorang guru.” Lalu Rasulullah saw duduk bersama mereka.

G. Peranan dan Tugas Pokok Supervisor Pembelajaran

Supervisor pengajaran lebih berperan sebagai “gurunya guru”. Meraka


adalah orang-orang yang siap membantu kesulitan guru dalam melaksanakan
proses pembelajaran. Supervisor pengajaran bukanlah seorang pengawas yang
terkesan angker.24 Menurut Oliva, peran supervisor pembelajaran ada empat:
koordinator, konsultan, pemimpin kelompok dan evaluator.
24
Danim Sudarwan, dan Khairil, Profesi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2012) h. 158

12
H. Manfaat Supervisi Pendidikan

Supervisi Pendidikan adalah bantuan yang diberikan kepada personil


pendidikan untuk mengembangkan proses pendidikan yang lebih baik dan upaya
meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan-kegiatan tertentu. Supervisi
Pendidikan adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah yang tertuju kepada
perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personal sekolah lainnya di dalam
mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Ia berupa dorongan bimbingan dan
kesempatan bagi pertumbuhan keahlian dan kecakapan guru-guru, seperti
bimbingan dalam usaha dan pelaksanaan pembaruan-pembaruan dalam
pendidikan dan pengajaran pemilihan alat-alat pelajaran dan metode metode
mengajar yang lebih baik cara-cara penilaian yang sistematis terhadap fase
seluruh proses pengajaran dan sebagainya.25

Lampiran Buku Referensi

Buku Administrasi Pendidikan dalam Pembelajaran, (BAB V Supervisi


Pendidikan), Penulis Edeng Suryana (Yogyakarta: Deepblish, 2015) Halaman
110, 113, 114, 115, 116, 117, 118, dan 119

25
Bradley Setiyadi, Supervisi dalam Pendidikan, (Purwodadi: CV Sarnu Untung, 2020) h.
56

13
14
Buku
Supervisi

15
dalam Pendidikan, BAB IV Konsep Supervisi Pendidikan) Halaman 56, 73, 78,
79, 80

16
REFERENSI
Al Maidah ayat 2, Al Qur’an dan Terjemahan Online diakses melalui
https://tafsirq.com/topik/al+maidah+ayat+2

Arikunto, Suharsimi. 2004. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta

At Taubah ayat 71, Al Qur’an dan Terjemahan Online diakses melalui


https://tafsirq.com/topik/at+taubah+ayat+71

Danim, Sudarwan, dan Khairil. 2012. Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Engkoswara dan Aan Komariah. 2015. Administrasi Pendidikan. Bandung:


Alfabeta

Fathurrohman, Pupuh., dan AA Suryana. 2011. Supervisi Pendidikan Dalam


Mengembangkan Proses Pembelajran. Bandung: Refika Aditama

Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia

Imron, Ali. 2011. Supervisi pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:


Bumi Aksara

Ma’mur Asmani, Jamal. 2012. Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah.


Yogyakarta : Diva Press

Patoni, Achmad. 2010. Supervisi Pendidikan Islam. Tulungagung: PPs STAIN

Pidarta, Made. 1992. Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi


Aksara

Purwanto, Ngalim. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:


Remaja Rosdakarya

Purwanto, Ngalim. 1998. Administrasi Pendidikan. Bandung: Rosdakarya

Setiyadi, Bradley. 2020. Supervisi dalam Pendidikan. Purwodadi: CV Sarnu


Untung

17
Siddik, Dja’far. 2006. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam. Bandung:
Citapustaka Media

Suryana, Edeng . 2015. Administrasi Pendidikan Dalam Pembelajaran.


Yogyakarta: Deepublish

Syafaruddin, dkk, 2017. Administras Pendidikan. Medan: Perdana Publishing

18