Anda di halaman 1dari 10

METODE RESITASI DALAM PEMBELAJARAN

AL-QUR’AN HADITS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu


Pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Hadits
Dosen Pengampu : Zulkipli Nasution, MA

Disusun Oleh:

Nama : Ananda Nazifa Abdi

NIM : 0301182184

Jurusan/Sem : PAI- 5/V

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

MEDAN

TA. 2020-2021
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa


Ta’ala Tuhan seluruh alam yang maha rahman dan rahim yang mana telah melimpahkan
berkah dan nikmat kepada kita semua terutama nikmat yang paling besar yaitu nikmat
Iman, dan Islam. Shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi
Muhammad Shallalahu ‘alaihi Wassalam,

Dan terimakasih penulis sampaikan kepada dosen pengampuh mata kuliah


Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Hadits, Bapak Zulkipli Nasution, MA yang telah
membimbing pembuatan makalah ini sehingga dapat selesai dengan tepat waktu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
sekali kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
dapat membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan penulisan selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca

Medan, 25 November 2020

Penulis,
METODE RESITASI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS

A. Pengertian Metode Resitasi

Metode berasal dari bahasa yunani, yaitu metha dan hodos. Metha berarti melalui
atau melewati dan hodos berarti jalan atau cara. Metode berarti jalan atau cara yag harus
dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam bahasa arab, metode disebut "thariqah". 1
Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu
kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Dalam proses belajar mengajar
tentunya terdapat metode pembelajaran.

Sedangkan Pembelajaran atau pengajaran menurut Degeng adalah upaya untuk


membelajarkan siswa. Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang
dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan
atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan,
pelaksanaan dan evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar.2

Metode pembelajaran merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk


penciptakan situasi pengajaran yang menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran
proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. Sebagai seorang
guru tentunta mengetahui metode-metode pembelajran di sekolah sangatlah penting.
Tanpa mengetahui metode-metode pembelajaran jangan harap proses belajar mengajar
dapat dilakasanakan dengan sebaik-baiknya.3 Oleh karena itu untuk mendorong
keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar guru seharusnya mengerti akan fungsi
dan langkah-langkah pelaksanaan metode mengajar.

Metode Resitasi (pemberian tugas belajar) disebut metode pekerjaan rumah,


karena siswa diberi tugas-tugas khusus di luar jam pelajaran. Sebenarnya penekanan
metode ini terletak pada jam pelajaran berlangsung di mana siswa disuruh untuk
mencari informasi atau fakta-fakta berupa data yang dapat ditemukan dilaboratorium,
perpustakaan, pusat sumber belajar, dan sebagainya.

1
Bukhari Umar, Ilmu pendidikan Islam, (Cet.I; Jakarta: Amzah, 2010), h.180
2
Hamzah, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.2
3
Isriani Hardini dan Dewi Puspitasari, Strategi Pembelajran Terpadu, (Yogyakarta: Familia, 2012),
h.13.
Metode resitasi adalah sebuah metode yang cara pelaksanaannya adalah dengan
cara memberikan tugas di luar kelas. Metode resitasi disebut juga sebagai metode
pemberian tugas belajar. Disebut metode pekerjaan rumah, karena siswa diberi tugas-
tugas khusus di luar jam pelajaran. Sebenarnya penekanan metode ini terletak pada jam
pelajaran berlangsung di mana siswa disuruh untuk mencari informasi atau fakta-fakta
berupa data yang dapat ditemukan dilaboratorium, perpustakaan, pusat sumber belajar,
dan sebagainya.

Pemberian tugas dilakukan untuk memberikan bekal tambahan pengalaman dan


pengetahuan kepada siswa.Tugas biasanya dikerjakan secara individu maupun
berkelompok.Tugas yang diberikan guru hendakanya berkaitan erat dengan materi yang
sedang dipelajarai, sesuai dengan kemampuan siswa, jelas prosedur pengerjaannya,
batas waktu untuk mengerjakan tugas tersebut. 4 Dalam metode ini terdapat tiga istilah
penting yaitu:

1) Tugas

Tugas adalah suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh orang lain maupun diri
kita sendiri. Di dalam sekolah tugas dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang
dibebankan oleh guru kepada siswanya yang harus dikerjakan dan dipertanggung
jawabkan hasilnya kepada guru.Tugas yang diberikan merupakan tugas yang bersifat
edukatif yang sesuai dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari.

2) Belajar

Menurut Retno Indayati, Belajar adalah proses dimana suatu kegiatan bermula atau
diolah melalui prosedur latihan (baik di laboratorium maupun di lingkungan alam) dan
sebagaimana berbeda karena perubahan oleh faktor-faktor yang tidak diakibatkan
akrena latihan atau pendidikan.5

3) Resitasi

Resitasi adalah penyajian kembali atau penimbulan kembali sesuatu yang sudah
dimiliki, diketahui atau dipelajari.
4
Jamil Suprihatiningrum, Strategi Peembelajaran, (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2013),h.292
5
Retno Indayati, Psikologi Pendidikan, (Tulungagung: Center Foor Studying and Milieu
Development (CESMID), 2008), h.9
Dari pengertian diatas disimplkan bahwa metode resitasi (penugasan) adalah suatu
cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memebrikan tugas belajar tertentu agar
siswa melakukan tugas belajar yang kemudian harus dipertanggung jawabkan kkepada
guru, tugas belajar ini akan memperdalam bahan pelajaran, dapat pula mengecek
pelajaran yang telah dipelajari.

B. Dasar Metode Resitasi

Metode resitasi atau pemberian tugas yang menekankan pada interaksi belajar
mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru yang dikerjakan oleh peserta
didik di dalam kelas maupun di luar kelas dalam lingkup sekolah dan bukan dikerjakan
di rumah. Metode ini dapat dijumpai dalam al-Qur’an yang sekaligus hal itu menjadi
dasar bagi guru PAI dalam menelaahnya secara inheren. Allah SWT berfirman:

“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu
agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan
janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (QS. Al-Muddatstsir,74:1-7).

Ayat di atas memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW; wahai yang


berselimut, yakni Nabi Muhammad SAW, bangkitlah dengan sempurna dan giat, lalu
berilah peringatan mereka yang lengah dan melupakan Allah. Kata yang
menggambarkan makna metode resitasi dalam pembelajaran dari ayat di atas adalah ya
ayyuhal muddatstsir, qum fa anzir, artinya wahai orang yang berselimut, bagunlah dan
berikanlah peringatan, dan tuhanmu agungkanlah, sampai akhir akhir ayat. Kata ”qum”
pada ayat di atas merupakan fi’il amar yang menggambarkan adanya perintah yang
harus dikerjakan oleh orang yang berselimut (Nabi Muhammad SAW). Perintah
tersebut apabila dilihat pada mafhum mukhalafah-nya merupakan tugas penting yang
menuntut pada sebuah kewajiban untuk mengerjakan-nya. Hal ini kemudian
mengilustrasikan adanya tugas yang harus diemban oleh Nabi Muhammad SAW untuk
diberikan dan diselesaikan.

Di sini terdapat pemberi tugas yaitu Allah SWT yang berperan untuk memberikan
tugas, yang dalam bahasa pendidikan dapat disebut dengan guru, kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai penerima tugas yang juga dapat disebut dengan orang
menerima pelajaran atau peringatan yaitu peserta didik. Orang yang memberi tugas
(peringatan) tersebut dalam ayat di atas adalah Allah SWT kepada Nabi Muhammad
SAW. Kata almuddatstsir, menurut Quraish Shihab, terambil dari kata iddatsara. Kata
ini apapun bentuknya tidak ditemukan dalam al-Qur’an kecuali sekali, yaitu pada ayat
pertama surah ini. Iddatsara berarti mengenakan ditsar, yaitu sejenis kain yang
diletakkan di atas baju yang dipakai dengan tujuan menghangatkan dan atau dipakai
sewaktu berbaring tidur (selimut). Disepakati oleh ulama tafsir bahwa yang dimaksud
dengan yang berselimut adalah Nabi Muhammad SAW.

C. Macam-Macam Metode Resitasi

1) Penugasan Individu

Penugasan individu adalah suatu penugasan yang dibebankan kepada masing-


masing peseerta didik.Tugas individual lebih ditekankan kepada pembinaan kognitif-
afektif-psikomotor siswa secara individual.

2) Penugasan Kelompok

Kelompok merupakan salah satu pembelajaran dimana siswa belajar dalam


kelompok-kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda.Sedangkan
menurut Ibrahim, dkk pembelajaran kelompok merupakan pembelajaran yang dicirikan
oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kelompok. Siswa bekerja dalam situasi
pembelajaran kelompokdidorong atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas
dan mereka harus mengkoordinasi usahanya menyelesaikan tugasnya. Adapun jenis
tugas kelompok yang dapat digunakan oleh guru adalah:

a. Tugas kelompok di dalam kelas


Tugas kelompok didalam kelas adalah tugas kelompok yang diberikan guru
didalam jam pelajaran dan dilaksanakan didalam kelas. Contoh tugas kelompok di
dalam kelas adalah diskusi.

b. Tugas kelompok di luar kelas

Tugas kelompok di luar jam pelajaran sekolah adalah tugas kelompok yang
diberikan guru kepada siswa di luar jam pelajaran sekolah dan dilaksanakan di
luar kelas. Contoh tugas kelompok diluar kelas adalah penelitian kelompok.

D. Tujuan metode resitasi

Pemberian tugas belajar dan resitasi mempunyai tujuan utama:6

1) Memperdalam pengertian siswa terhadap pelajaran yang telah diterima.

2) Melatih siswa kearah belajar mandiri.

3) Siswa dapat membagi waktu secara teratur.

4) Agar siswa dapat memanfaatkan waktu terluang untuk menyelesaikan tugas.

5) Melatih siswa untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk


menyelesaikan tugas.

6) Memperkaya pengalaman-pengalaman di sekolah melalui kegiatan-kegiatan


diluar kelas.

E. Dasar Pertimbangan Penerapan Metode Resitasi

Metode pemberian tugas merupakan metode yang menekankan pada pemberian


tigas oleh guru kepada anak didik untuk menyelesaikan sejumlah kecakapan,
ketrampilan tertentu.Selanjutnya hasil dari menyelesaikan tugas tersebut
dipertanggungjawabkan kepada guru.Pemberian tugas ini didasarkan pada:

1) Mengatifkan siswa baik secara individual mapun secara kelompok

2) Pemantapan pengetahuan siswa dengan melakukan suatu tugas

6
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar..., h.87
3) Mendorong siswa belajar mandiri baik membaca, menulis,
mengerjakan soal dan sebagainya

4) Adanya kesenjangan antara waktu yang tersedia dengan materi pelajaran yang
terlalu banyak.

F. Penerapan Metode Resitasi Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits

Penerapan metode mengajar sangat berperan penting dalam kegiatan belajar


mengajar, karena metode managajar adalah cara yang digunakan pengajar untuk
menyampaikan bahan pelajaran, oleh karena itu ketepatan dalam menerapkan suatu
metode sangat berpengaruh bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran,
sehingga apayang diajarkan dapat diterima dan dipahami oleh siswa dengan baik dan
benar

Dalam pembelajaran Al-Qur’an hadis, guru menerapkan beberapa metode yang


salah satunya metode resitasi yakni menugaskan kepada siswa untuk membaca alqur’an
dengan ilmu tajwid, karena didalam mata pelajaran al-qur’an hadis terdapat materi
tajwid yang telah disesuaikan dengan materi pembelajaran, sebelum proses belajar
mengajar dilaksanakan guru terlebih dahulu merencanakan program pengajaran.rencana
pengajaran berfungsi sebagai acuan untuk melaksanakan proses belajar menagajar
dikelas agar lebih efesien dan efektif yang didialamnya didahului salam sampai
penutup.

Penerapan metode tersebut mengacu pada RPP yang didalam kegiatan


pembelajaran terdapat pemberian tugas kepada siswa berkaitan dengan praktek
membaca Al-Quran. Dan praktek tersebut akan berjalan sesuai dengan rencana
dikarenakan akan diawasi langsung oleh guru yang mengajar Al-Quran Hadis itu
sendiri. Dengan adanya guru yang bersangkutan mengawasi proses jalannya praktek
maka akan diketahui bagian mana saja yang salah dalam penyebutannya oleh siswa.
Sehingga langsung bisa diperbaiki oleh guru yang bersangkutan.

Adapun mengenai cara penerapannya tahapan pertama dengan mempersiapkan


Al-Qur’an kemudian siswa ditugaskan untuk membaca dan diawasi oleh guru yang
bersangkutan, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa pengetahuannya
tentang membaca al-qur’an dengan ilmu tajwid. Penerapan Metode resitasi disesuaikan
dengan tujuan pemebelajaran, karena dalam RPP sudah disebutkan bahwa kegiatan
pembelajaran itu ada kegiatan tugas yang dilakukan oleh siswa terkait dengan praktek
membaca Al-Qur’an dengan tajwid dengan menyiapkan Al-Qur’annya setelah itu siswa
ditugaskan membaca al-qur’an dan diawasi oleh guru untuk mengetahui benar salahnya
atau pas tidaknya dalam membaca Al-Qur’an dengan ilmu tajwid.

Pada saat mau menerapkan metode resitasi setelah mengucapkan salam dan
mengabsen siswa, guru melakukan beberapa cara yaitu siswa dikelompokkan menjadi
beberapa kelompok yang nantinya akan ditanya tentang soal yang ditulis dipapan tulis.
Selanjutnya Setelah diberi contoh soal mereka di suruh membaca satu persatu untuk
mengetahui bacaan Qur’annya. Kemudian guru membuat pertanyaan atau soal yang
ditulis dipapan tulis berupa potongan ayat yang ditulis di papan tulis, kemudian mereka
ditanya setiap kelompoknya.

Metode resitasi sangat membantu proses pembelajaran karena didalam metode


resitasi terdapat cara agar supaya siswa belajar lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti
proses pembelajaran. penggunaan metode pemberian tugas atau resitasi bertujuan agar
peserta didik memiliki hasil belajar yang lebih mantap karena peserta didik
melaksanakan pelatihan selama melaksanakan tugas, sehingga pengalaman peserta didik
dalam mempelajari sesuatu dapat lebih baik. Selain itu peserta didik dapat memperoleh
pengetahuan dari pelaksanaan tugas yang dapat memperluas dan memperkaya
pengetahuan serta keterampilan peserta didik di sekolah. Dengan melaksanakan tugas,
peserta didik aktif belajar dan merasa terangsang dan berani bertanggung jawab.

G. Kelebihan dan Kekurangan Metode Resitasi

Adapun kelebihan-kelebihan dalam metode resitasi adalah:7

1) Dapat memupuk rasa percara diri sendiri

2) Dapat memberi kebiasaan siswa untuk mencari, mengelola informasi dan


mengkomunikasikan sendiri.

3) Dapat mendorong belajar, sehingga tidak mudah bosan.

7
Isriani Hardini dan Dewi Puspitasari, Strategi Pembelajran Terpadu..., h.26
4) Dapat membina tanggung jawabdan disiplin siswa.

5) Dapat mengembangkan kreativitas siswa.

6) Dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan siswa.

Adapun Kekurangan metode resitasi:8

1) Guru tidak dapat mengontrol apakah siswa telah mengerjakan tugas dengan
benar.

2) Guru sulit membedakan siswa yang aktif dan pasif jika tugas diberikan secara
berkelompok.

3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan keadaan individu
siswa.

4) Tugas yang diberikan tidak boleh terlalu mudah atau terlalu sukar namun perlu
dimodifikasi agar tidak dianggap memudahkan atau mempersulit siswadalam
mengerjakannya.

8
Jamil Suprihatiningrum, Strategi Peembelajaran..., h.293.