Anda di halaman 1dari 15

NAMA : AQWAL SABILLAH PURBA

KELAS : PAI 5 SEMESTER 5


NIM : 0301181003
MATKUL : STRATEGI PEMBELAJARAN AL QURAN HADIST

MANAJEMEN PEMBELAJARAN
( PENDIDIKAN )

A. MANAJEMEN PEMBELAJARAN ( PENDIDIKAN )


Istilah manajemen mempunyai konotasi dengan kata pengelolaan maupun administrasi.
Kata pengelolaan merupakan terjemahan dari management dalam bahasa Inggris,tetapi secara
substansifbelurn mewakili, sehingga kata management dibakukan dalam bahasa Indonesia
menjadi manajemen. Sedangkan kata administrasi apabila ditinjau dari penggunaannya lebih
condong pada konteks ketatalaksanaan pendidikan; isti tah manajemen lebih sering
digunakan dalam konteks pengelolaan pendidikan, seolah-olah menggantikan istilah
administrasi setelah munculnya gerakan manajemen berbasis sekolah.1

Manaiemen pendidikan merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas


pendidikan dengan mendayagunakan segala sumber daya secara efisien untuk mencapai
tujuan secara efektif. Hastrop (1975) menyatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan
upaya seseorang mengarahkan dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk
melaksanakan pekerjaan secara efektif, dan menerima pertanggungjawaban pribadi untuk
mencapai pengukuran hasil yang ditetapkan.2

Dengan demikian, manajemen pendidikan lebih ditekankan pada upaya seorang


pernimpin menggerakkan dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan.

1
Siti Farikhah dan Wahyudhiana, Manajemen Pendidikan, ( Yogyakarta: Aswaja Presindo,2018 )
h. 1
2
Doni Juni Priansa dan Sonny Suntani Sentiana, Manajemen dan Supervisi Pendidikan,
( Bandung, CV Pustaka Setia, 2018 ) h. 30 - 31
Bush dan Coleman (2000) menyatakan bahwa mana)emen pendidikan adalah suatu studi dan
praktik yang dikaitkan atau diarahkan dalam operasional organisasi pendidikan. Organisasi
pendidikan membutuhkan suatu bentuk pengaturan kegiatan. Pengaturan kegiatan tersebut
mengarah pada suatu sistem yang sistematis.

Dari berbagai permasalahan, ternyata ada juga keberhasilan yang dibanggakan.


Permasalahan, kegagalan maupun keberhasilan terkait ataupun dikaitkan dengan istilah yang
disebut dengan pimpinan, memimpin, dipimpin, manajer, dan lain sebagainya. Mendalami
kenyataan diatas, kita harus akui bahwa unsur menajemen berpengaruh besar terhadap, tidak
hanya proses operasional suatu perusahaan dikenal di dunia internasional, dikenal di kancah
nasional, tetapi terhadap tingkat keberhasilan maupun kegagalan suatu misi organisasi.3

Pengaturan kegiatan yang sistematis akan diiadikan sebagai patokan dalam pelaksanaan
kegiatan operasional yang terwujud dalam manajemen pendidikan. Arikunto dan Yuliana
(2008) menyatakan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian
kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama sekelompok manusia yang
tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya agar efektif dan efisien.

Dengan demikian, dalam suatu manajemen diperlukan adanya kerja sama, sekelompok
orang, dan tuiuan yang akan dicapai. Tentunya dalam menjalani proses tersebut harus tepat
sasaran dan tepat guna. Adapun bentuk kegiatan yang dikelompokkan dalam komponen-
komponen manajemen pendidikan berkenaan dengan manajemen peserta didik, manajemen
sumber daya pendidik dan kependidikan, manajemen kurikulum, manajemen sarana,
manajemen pembiayaan, manajemen lembaga pendidikan, dan manajemen hubungan
masyarakat.

Engkoswara dan Komariah (2010) menyatakan bahvva manajemen pendidikan


merupakan suatu penataan bidang garapan Pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas
perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff pembinaan, pengoordinasian,

3
Abdulmuid Muhibbuddin, Manajemen Pendidikan, ( Batang, CV.Pengging Mangkunegaraan,
2013 ), h. 1
pengornunikasian, pemotivasian. penganggaran, pengendalian, pengawasan, penilaian, dan
pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.
Berdasarkan uraian tersebut„ manajemen pendidikan dapat disimpulkan sebagai bentuk kerja
sama sekelompok manusia, baik studi maupun praktik operasional penyelenggaraan
pendidikan dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien melalui
pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Manajemen pendidikan pada hakikatnya mempunyai
pengertian yang hampir sama dengan manajemen sekolah.

Akan tetapi, manajemen pendidikan mempunyai jangkauan yang lebih luas daripada
manajemen sekolah. Manajemen pendidikan meliputi seluruh komponen yang berkaitan
dengan sistem pendidikan, sedangkan manajemen Sekolah terbatas pada salah satu sekolah.

Istilah manajemen mempunyai konotasi dengan kata pengelolaan maupun administrasi.


Kata pengelolaan merupakan terjemahan dari management dalam bahasa Inggris,tetapi secara
substansifbelurn mewakili, sehingga kata management dibakukan dalam bahasa Indonesia
menjadi manajemen. Sedangkan kata administrasi apabila ditinjau dari penggunaannya lebih
condong pada konteks ketatalaksanaan pendidikan; isti tah manajemen lebih sering
digunakan dalam konteks pengelolaan pendidikan, seolah-olah menggantikan istilah
administrasi setelah munculnya gerakan manajemen berbasis sekolah.

Merujuk dari beberapa pendapat tentang manajemen pendidikan tersebut maka dapat
disimpuikan bahwa makna manajemen pendidikanadatah suatu proses pengelolaan
sumberdaya pendidikan baik personal maupun material secara sistematis dan kontinuitas
sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan dengan cara efektif dan efisien. Berdasarkan
pemahaman tersebut di atas, perlu ditegaskan bahwa manajemen pendidikan berbeda dengan
pendidikan, karena tidak semua kegiatan pencapaian tujuan pendidikan adalah manajemen
pendidikan.

Manajemen pendidikan lebih menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan


operasionalisasi pendidikan.Sedangkan pendidikan itu sendiri suatu program dalam lembaga
pendidikan yang didalamnya terjadi proses mempengaruhi, memotivasi kreatifitas peserta
didik dengan menggunakan alat-alat ndidikan, metode, media, sarana dan prasarana yang
dibutuhkan dalam melaksanakannya. Sehingga manajemen pendidikan dapat dipahami
sebagai pelayanan atau pengabdian terhadap pendidikan, karena pada dasarnya manajemen
pendidikan berhubungan dengan pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian dalam tugas
penyelenggaraan pendidikan.4

B. FUNGSI MANAJEMEN PEMBELAJARAN

Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan Manajemen pendidikan terdiri atas sejumlah


fungsi. Fungsi tersebut antara ahli yang satu dan ahli yang lainnya berbeda (meskipun dalam
beberapa fungsi sama). Dengan mengadaptasi fungsi manaiemen dari Luther Gulick (1965),
fungsi manalemen pendidikan terdiri atas planning. organizing, staffing, directing,
coordinating, reporting, dan budgeting (POSDCRB).

1. Planning

Perencanaan berasal dari kata "rencana", yang pada dasarnya merupakan tindakan
memilih dan menetapkan segala aktivitas dan sumber daya yang akan dilaksanakan clan
digunakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan
mengacu pada pemikiran dan penentuan yang akan dilakukan pada masa depan, cara
melakukannya, dan hal yang harus disediakan dalam rangka melaksanakan aktivitas
tersebut untuk mencapai tujuan secara lebih optimal.

Dengan demikian, perencanaan dalam manajemen pendidikan adalah


mengidentifikasi dan menetapkan serangkaian aktivitas yang perlu dilakukan dengan
memberdayakan seluruh potensi dan sumber daya yang tersedia sesuai dengan
kepentingan tujuan pendidikan nasional.5 Adapaun bagian dari perencanaan adalah :

a. Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan bagaimana melakukannya
b. Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan pelaksanaan kerja
c. Mengumpulkan dan menganalisis informasi
d. Mengembangkan alternatif alternatif.6

4
Op.cit. Manajemen dan Supervisi Pendidikan h. 4-5
5
Ibid. h.34
6
Mustari Muhammad, Manajemen Pendidikan Dalam Konteks Indonesia, ( Bandung, Arsad
Press, 2013 ) h. 5
2. Organizing
Pengoganisasian dapat dipahami sebagai kegiatan pendelegasian berbagai macam
tugas yang ada dalam pendidikan kepada sumber daya manusia yang terlibat dalam
pendidikan dan pengelolaan sekolah. Kegiatan pengorganisasian dalam pendidikan
menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai dengan prinsip peng-
organisasian pendidikan kontemporer. Pengorganisasian dapat disebut sebagai
keseluruhan proses memilih sumber daya manusia serta mengalokasikannya sarana dan
prasarana untuk menunjang tugas sumber daya pendidik dan kependidikan serta mengatur
mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tuiuan.

3. Staffing
Penyusunan staffing lebih difokus pada tenaga pendidik dan kependidikan yang
mengemban berbagai macam tugas sesuai yang telah direncanakan dan diorganisasikan.
Aktivitas penting dari tahap ini adalah menyeleksi, menentukn, mengembangkan, dan
memberdayakan tenaga pendidik dan kependidikan secara professional dan
pengembangannya sampai dengan usaha agar petugas memberi daya guna maksimal
kepada organisasi.

4. Directing
Merupakan fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan,
saran, perintah – perintah atau instruksi – instruksi kepada bawahan dalam pelaksanaan
tugas masing masing bawahan tersebut, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan
benar benar tertuju kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Directing juga
merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan hanya agar pegawai
melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, teapi dapat pula berfungsi
mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar dapat efektif tetuju kepada
realisasi tujuan yang telah ditetapkan.

5. Coordinating

Merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar
tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubung –
hubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat
kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan Bersama atau tujuan organisasi.
Pada dasarnya koordinasi mengajak seluruh sumber daya manusia untuk bekerja sama
menuju satu arah yang telah ditentukan.

C. TUJUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN

Manajemen pembelajaran bertujuan untuk memastikan sistem dan proses pendidikan


yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan optimal, baik dari segi produktivitas,
efektivitas maupun efisiensi. Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan menurut Kurniadin
dan Machali antara lain

1. terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif,
menyenangkan
2. terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara;
3. terpenuhinya salah satu dari empat kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
(tertunjangnya kompetensi profesional sebagai pendidik dan tenaga kependidikan sebagai
manajerial);
4. tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien;
5. terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi
pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen
pendidikan);
6. teratasinya masalah mutu pendidikan;
7. terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan dan akuntabel serta,
meningkatnya citra pendidikan yang positif7

Sebagaimana beberapa pengertian manajemen di atas, maka di sinilah tujuan manajemen,


yaitu agar tercipta suatu proses yang terkelola dengan baik dan tepat, mencapai tujuan

7
Kristiawan Muhammad, dkk, Manajemen Pendidikan ( Yogyakarta, CV. Budi Utama, 2017 ) , h.
5-6
organisasi dengan efektif dan efisien. Efektif diartikan tujuan tercapai secara tepat sasaran.
Efisien diartikan sebagai pengendalian biaya kegiatan, sehingga dengan biaya yang
serendah-rendahnya, bisa mencapai cita-cita organisasi setinggitingginya. Penulis lebih
condong berpendapat bahwa tujuan manajemen ialah agar seluruh rangkaian kegiatan untuk
mencapai tujuan itu direncanakan, diorganisasikan, diarahkan, dikoordinasikan, dan diawasi.8

D. RUANG LINGKUP MANAJAMEN PEMBELAJARAN

Menurut Fattah manajemen pendidikan pada dasarnya adalah alat untuk mencapai tujuan
pendidikan melalui pengolahan bidang-bidang pendidikan. Bidang garapan manajemen
pendidikan meliputi semua kegiatan yang menjadi saran penunjang proses belajar mengajar
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Menurut Baharuddin ruang
lingkup manajemen pendidikan antara lain sebagai berikut.

1. Manajemen Kurikulum
2. Manajemen Personalia
3. Manajemen Peserta didik
4. Manajemen Sarana dan Prasarana
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Administrasi
7. Manajemen Humas
8. Manajemen Layanan khusus9

E. PRINSIP – PRINSIP MANAJEMEN PEMBELAJARAN


Douglas merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut
1. memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja;
2. mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab;

8
Op.cit. Manajemen Pendidikan, Muhyidin, h. 5
9
Op.cit. Manajemen Pendidikan, Muhammad Kristiawan, h. 8-12
3. memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifatsifat
dan kemampuannya;
4. mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia; dan
5. relativitas nilai-nilai.

Prinsip-prinsip tersebut memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya
harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas dan nilai-nilai. Tujuan dirumuskan
dengan tepat sesuai dengan arah organisasi, tuntunan zaman, dan nilai-nilai yang berlaku.
Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi, dan sasaransasarannya.10

Adapun Prinsip prinsip pengelolaan dalam manajemen menurut hikmat ada 5 yaitu :

1. Prinsip Efisiensi dan Efektifitas


2. Prinsip Pengelolaan
3. Prinsip PEngutamaan dan tugas pengelolaan
4. Prinsip kepemimpinan Efektif
5. Prinsip Kerjasama11

F. FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI

Manajemen Pendidikan merupakn salah satu cabang ilmu social yang intinya adalah
mempelajarai tentang perilaku manusia dalam kegiatannya sebagai subjek dan objek. Secara
filosofis, perilaku manusia terbantuk oleh interaksi antarmanusia, baik secara sendiri sendiri
maupun secara Bersama sama saling berinteraksi dengan lingkungan eksternalnya. Dengan
demikian dapat disimpulkan factor factor yang mempengaruhi perilaku manajemen
Pendidikan adalah :

1. Interaksi antarmanusia
2. Iklim organisasi
3. System Pendidikan yang dianut
4. Lingkungan eksternal12

10
Ibid, h. 12-13
11
Op.cit. Manajemen Pendidikan, Siti Farikhah, h. 18-20
12
Op.cit. Manajemen Pendidikan Dalam Konteks Indonesia, h. 10
G. DALIL MANAJEMEN PEMBELAJARAN

Manajemen dalam bahasa Arab sering dibahasakan dengan idarrah diambil dari kata
adartasy sai’ah atau perkataan adarta bihi, didasarkan juga pada kata ad-dauran. Namun
istilah idarah tidak ditemukan di dalam AlQur’an. Al-Qur’an memuat makna manajemen
dengan hanya menggunakan istilah Al-Tadbir. Al-Tadbir yang merupakan bentuk masdar
dari dabbara, yudabbiru, tadbiran. Al-Tadbir berarti pengaturan, pengurusan, perencanaan
dan persiapan.

Dalam kamus Al-Munawwir, dabbara diartikan sebagai “mengatur, mengurus,


memimpin” Dari hasil penelusuran penulis terhadap Al-Qur’an dan terjemahnya serta
menggunakan aplikasi Al-Qur’an Kalam, serta karya Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi, yakni
Mu’jam Mufahras Al-Faz Al-Qur’an terdapat 26 lafaz dabbara secara keseluruhan dengan
berbagai derivasinya. Di antara ayat yang menerangkan makna tersebut adalah surah Al-
Sajdah ayat 5 :

َ ‫ان ِم ۡق َدا ُر ٓۥهُ أَ ۡل‬


‫ف َسنَ ٖة ِّم َّما‬ ‫أۡل‬ ‫أۡل‬
ِ ‫يُ َدبِّ ُر ٱ َمۡ َر ِم َن ٱل َّس َمٓا ِء إِلَى ٱ َ ۡر‬
َ ‫ض ثُ َّم يَ ۡع ُر ُج إِلَ ۡي ِه فِي يَ ۡو ٖم َك‬
َ ‫تَ ُع ُّد‬
٥ ‫ون‬
Artinya :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya
dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. 13

M. Quraish Shihab berpendapat bahwa penggunaan kata yudabbiru pada ayat di atas,
adalah untuk menjelaskan pemikiran dan pengaturan sedemikian rupa tentang sesuatu yang
akan terjadi di kemudiannya. Intinya adalah segala sesuatu harus diperhitungkan dampak dan
akibatnya secara matang, sehinggahasil yang diperoleh sesuai dengan yang dikehendaki atau
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

13
Al Quran, 32 : 5
Artinya :

Abdan Menceritkan kepada kami (dengan berkata) Abdullah memberitahukan


kepada kami (yang berasal) dari al-Zukhri (yang menyatakan) Abu salamah bin Abd al-
Rahman memberitahukan kepadaku bahwa Abu Hurairah, ra. Berkata : Rasulullah SAW
bersabda “setiap anak lahir (dalam keadaan) Fitrah, kedua orang tuanya (memiliki andil
dalam) menjadikan anak beragama Yahudi, Nasrani, atau bahkan beragama Majusi.
sebagimana binatan ternak memperanakkan seekor binatang (yang sempurnah Anggota
tubuhnya). Apakah anda melihat anak binatang itu ada yang cacak (putus telinganya atau
anggota tubuhnya yang lain)kemudian beliau membaca, (tetaplah atas) fitrah Allah yang
telah menciptkan menurut manusia fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
(itulah) agama yang lurus.