Anda di halaman 1dari 6

RESUME KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

HIPERGLIKEMIA & HIPOGLIKEMIA

DISUSUN OLEH :

NAMA : FARDATUL MUYASAROH

NIM : A11801747

KELAS : S1 KEPERAWATAN 3B

KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG

TAHUN 2020
HIPERGLIKEMIA & HIPOGLIKEMIA

Hiperglikemia adalah kondisi Ketika kadar glukosa di dalam darah mengalami


penngkatan. Hipoglikemia adalah kondisi Ketika kadar gula di dalam darah
berada dibawah normal. Insuli : memindahkan gula dalam pembulu darah ke sel.
Permeabilitas pembulu darah dipengaruhi oleh insulin.

Faktor penyebab :

1. Obesitas
2. Kurang aktivitas fisik
3. Factor usia

Kriteria diagnose DM

Stadium Glukosa Plasma Glukosa Plasma TTGD


Puasa Sewaktu
Diabetes ≥126 mg/dl ≥200 mg/dl 2 jam PP≥200
mg/dl
Gangguan Glukosa Puasa Toleransi
Homeostasis Terganggu glukosa
Glukosa ≥110mg/dl dan terganggu 2 jam
(PREDIABETES) >126 mg/dl PP ≥140 dan
<200mg/dl
Normal <110 mg/dl <140 mg/dl

Komplikasi Diabetes

1. Komplikasi akut
 Status Hiperosmolar Hiperglikemi
 Ketoasidosis Diabetikum
 Hipoglikemi
2. Komplikasi kronik
 Mikroangiopati
1) Retiopati
2) Nefropati
3) Neuronpati
 Makroangiopati
1) CVD
2) PJK
3) PAD
 Kaki diabetes -> gabungan mikro+makro+infeksi

Peeriksaan dini nefropati :

Mikroalmuninuria test, normal mikroalbumin/creatin <30

Krisis hiperglikemi

1) Ketoasidosis Diabetik (KAD) dan status hyperosmolar.


Hiperglikemik (SHH) -> komplikasi metabolic akut DM.
2) Dapat terjadi pada penderita DM tipe 1 dan DM tipe 2
3) Angka kematian KAD >5%, KHH masih tinggi 15%

Prognosis buruk :

1. Pada usia lanjut


2. Penurunan kesadaran
3. Hipotensi

KAD/ HHS :

1. Defisiensi insulin, KGDR >250 sel HI


2. Terjadi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu
3. Riwayat polyuria, polydipsia, BB menurun, muntah, dehidrasi, lemah
badan, perubahan status mental.
4. Px : turgor kulit buruk, takikardia, dan hipotensi

Hipoglikemia

1. Penurunan konsentrasi glukosa serum dengan atau tanpa adanya gejala


gejala system otonom
2. Penurunan kadar glukosa darah / penurunan utilisasi glukosa oleh jaringan
tubuh yang menimbulkan tanda tanda dan gejala klinis
3. Bervarias setiap orang, (45-75 mg/dl)
4. Batas rendah kadar glukosa darah 70 mg/dl
5. Terjadi hipoglikemia bila <50 mg/dl
6. Kadar glukosa dara <70 mg/dl dipakai sebagai dasar tatalaksana
hipoglikemia terbaru.

Definisi Hipoglikemia

1. Whipple’s triad :
 Terdapat gejala hipoglikemia
 Kadar gula darah rendah
 Gejala berkurang dengan pengobatan
 Sebagian pasien diabete kadang menunjukan gejala glukosa darah
rendah namun Ketika diperiksa kadar gula darah normal
 Tidak semua pasien diabetes mengalami gejala hipoglikemia
meskipun pada pemeriksaan kadar glukosa darahnya rendah.
2. Gejala hipoglikemia

Adrenergik Neurologlikopenik
1. Pucat 1. Bingung
2. Keringat diingin 2. Suara parau
3. Takikardi 3. Tingkah laku aneh
4. Rasa lapar 4. Kelelahan
5. Cemas 5. Disorientasi
6. Iritabilitas 6. Penurunan kesadaran
7. Sakit kepala 7. Kejang
8. Pusing 8. Penurunan respon terhadap
rangsangan
Patogenesis

a. Kelainan dasar
 Penurunan kerja insulin
 Peningkatan sekresi counterregulatory hormone : glucagon
 Katekolamin
 Kortisol
 Growth hormone
b. Akibatnya
1. Produksi gula hepar
2. Ambilah glukosa oleh jaringan perifer
3. Memperberat hiperglikemia
4. Perubahan osmolasitas cairan ekstrakulikuler

REKOMENDASI PENGOBATAN

1. Memerlukan konsumsi makanan tinggi gula/ karbohidrat simple


2. Meskipun gula murni merupakan pilihan utama namun bentuk
karbohidrat apasaja yang yang berisi gluksosa akan menaikan gula
darah
3. Makanan yang mengandung lemak dapat memperlambat respon
kenaikan gula darah
4. Glukosa 15-20 g (2-3 sdm) yang dilarutkan dalam air

Pengobatan Hipoglikemia Berat

 Jika ada neurologicopenia, tetapi parental diperlukan


 Dextrose 40% sebanyak 25 cc diikuti dengan infus D 5% / D 10%
 Lakukan monitoring gula darah setiap 2 jam, jika terjadi hipoglikemia
berulang pemberian dextrose 40% dapat diulang
 Lakukan evaluasi terhadap pemicu hipoglikemia

Pencegahan Hipoglikemia

1. Stop obat obatan kemudia kurangi dosisnya


2. Obati penyakit dasar
3. Waspada terhdap hipoglikemia pada pengguna insulin dan insulin
secretagogue
4. Pasien dengan ≥1 episode hipoglikemia berat akan lebih bermanfaat jika
target glikeminya di longgarkan.