Anda di halaman 1dari 5

LEARNING

JOURNAL

Program Pelatihan : LATSAR CASN

Angkatan/Kelas : I/IV

Nama Peserta : Kresna Karlingga, S. Hum


Nama Mata Pelatihan : NASIONALISME
Lembaga Penyelenggara
: PPSDM
Pelatihan

A. Pokok Pikiran

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN.


Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan
mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya. Prinsip nasionalisme yang seharusnya dianut oleh ASN adalah
nasionalisme pancasila. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau
paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Nasionalisme pancasila
tersebut dipahami dan diimplementasikan sesuai dengan sila-silanya.

Pehaman pertama yaitu pemahaman dan implementasi nilai-nilai


Ketuhanan Yang Maha Esa bagi ASN dalam menjalankan tugasnya.
Agama menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi kehidupan karena
sudah sejak zaman dahulu kala agama mempengaruhi sendi-sendi
kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai ketuhanan
diimplementasikan dengan cara mengembangkan etika sosial di
masyarakat. Nilai-nilai ketuhanan menjiwai nilai-nilai lain yang dibutuhkan
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti persatuan,
kemanusiaan, permusyawaratan, dan keadilan sosial. Dengan
berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan diharapkan bisa memperkuat
pembentukan karakter dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang
positif, dan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi diri
dan kekayaan alam yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran
masyarakat.

Pemahaman kedua yaitu pemahaman dan implementasi nilai-nilai


kemanusiaan bagi ASN dalam menjalankan tugasnya. Kemanusiaan
sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia karena bangsa
Indonesia berasal dari pandangan kemanusiaan universal yang
disumbangkan dari berbagai interaksi peradaban dunia. Dengan
melandaskan pada prinsip kemanusiaan ini,

berbagai tindakan dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nila


kemanusiaan tidak sepatutnya mewarnai kebijakan dan perilaku aparatur
negara. Fenomena kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan, dan
kesenjangan sosial merupakan kenyataan yang bertentangan dengan
nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga aparatur negara dan seluruh komponen
bangsa perlu bahu membahu menghapuskan masalah tersebut dari
kehidupan berbangsa.

Pemahanan ketiga yaitu pemahaman dan implementasi sila


persatuan Indonesia bagi ASN dalam menjalankan tugasnya. Persatuan
menunjukkan keberadaan Bangsa Indonesia terjadi karena dia memiliki
satu nyawa, satu asal akal, yang tumbuh dalam jiwa rakyat sebelumnya
yang menjalani satu kesatuan riwayat, yang membangkitkan persatuan
karakter dan kehendak untuk hidup bersama dalam suatu wilayah
geopolitik nyata.Tujuan dari persatuan ini adalah semangat gotong
royong. Semangat gotong royong juga dapat diperkuat dalam kehidupan
masyarakat sipil dan politik dengan terus menerus mengembangkan
pendidikan kewarganegaraan dan multikulturalisme yang dapat
membangun rasa keadilan dan kebersamaan dilandasi dengan prinsip
prinsip kehidupan public yang lebih partisipatif dan non diskriminatif.
Pemahaman keempat yaitu pemahaman dan implementasi nilai-
nilai kerakyatan dalam hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
bagi ASN dalam menjalankan tugasnya. Permusyawaratan di sini bersifat
demokratis yang merupakan cerminan dari jiwa, kepribadian, dan cita-cita
bangsa Indonesia. Karena itu, demokrasi yang diterapkan di Indonesia
mempunyai corak nasional yang sesuai dengan kepribadian bangsa,
yakni kerakyatan (kedaulatan rakyat), 2) permusyawaratan
(kekeluargaan), dan 3) hikmat-kebijaksanaan.

Pemahaman kelima yaitu pemahaman dan implementasi nilai-nilai


keadilan sosial bagi ASN dalam menjalankan tugasnya. Perwujudan
Negara kesejahteraan sangat ditentukan oleh integritas dan mutu
penyelenggara Negara, disertai dukungan rasa tanggung jawab dan rasa
kemanusiaan yang terpancar dari setiap warga.

Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang


Aparatur Sipil Negara, salah satu fungsi ASN adalah sebagai pelaksana
kebijakan publik. ASN adalah aparat pelaksana (eksekutor) yang
melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi
landasan kebijakan publik di berbagai bidang dan sektor pemerintahan.
Ciri-ciri pelayanan publik yang mementingkan kepentingan publik adalah
lebih mengutamakan apa yang diinginkan masyarakat. Dengan demikian,
yang menjadi ukuran keberhasilan layanan publik adalah terpenuhinya
kepentinga masyarakat umum atau segala sesuatu yang berkaitan
dengan hajat hidup orang banyak.

Dalam pelayanan publik, ASN harus menerapkan konsep


profesionalisme, melayani, dan berintegritas tinggi. Pelayanan publik dan
pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan
secara kontinyu dan relatif stabil apabila dibangun ASN yang profesional
dan cukup independen. Profesionalisme dipahami sebagai komitmen para
anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus-
menerus. Sedangkan profesionalitas adalah sikap para anggota profesi
yang benar-benar menguasai dan sungguh-sungguh dengan profesinya.
Selain profesionlisme, ASN juga harus mampu melayani publik. Ada
tigapoin penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan publik, yaitu:

 Tugas pelayanan merupakan suatu kewajiban yang harus;

 Yang menjadi objek layanan adalah masyarakat atau publik;

 Bentuk layanan yang diberikan dapat berupa barang dan jasa


sesuai kebutuhan masyarakat dan perundang-undangan yang
berlaku.

Selain profesionalisme dan mampu melayani publik, ASN juga


harus berintegritas tinggi. Tuntutan bahwa ASN harus berintegritas tinggi
adalah bagian dari kode etik dan kode perilaku yang telah diatur di dalam
UU ASN. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia integritas adalah
mutu, sifat, keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh, sehingga
memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan
kejujuran. Integritas nasional dipahami sebagai wujud keutuhan prinsip
moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara.

Dalam UU No 5 tahun 2014 pasal 66 ayat 1-2 terkait sumpah dan


janji ketika diangkat menjadi ASN, disana dinyatakan bahwa ASN akan
senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945,
negara dan pemerintah. posisi ASN sebagai aparatur Negara, dia harus
bersikap netral dan adil. Netral dalam artian tidak memihak kepada salah
satu kelompok atau golongan yang ada. Adil, berarti ASN dalam
melaksanakna tugasnya tidak boleh berlaku diskriminatif dan harus
obyektif, jujur, transparan. Dengan bersikap netral dan adil dalam
melaksanakan tugasanya, ASN akan mampu menciptakan kondisi yang
aman, damai, dan tentram dilingkungan kerjanya dan di masyarakatnya.

ASN menjadi figur dan teladan di lingkungan masyarakatnya. ASN


juga harus menjadi tokoh dan panutan masyarakat. Dia senantiasa
menjadi bagian dari problem solver (pemberi solusi) bukan bagian dari
sumber masalah (trouble maker). Oleh sebab itu, setiap ucapan dan
tindakannya senantiasa menjadi ikutan dan teladan warganya. Dia tidak
boleh melakukan tindakan, ucapan, perilaku yang bertentangan dengan
norma norma sosial dan susila, bertentangan dengan agama dan nilai
local yang berkembang di masyarakat.

B. Penerapan
a) Menjadi seorang ASN yang memahami nasionalisme pancasila dan
mampu mengimplementasikannya pada saat pelayanan publik sesuai
dengan nilai-nilai silanya.
b) Mampu melaksanakan kebijakan publik dengan berorientasi pada
profesionalisme, pelayanan prima, dan berintegritas tinggi.
c) Mampu menciptakan kondisi damai untuk lingkungan serta menjadi
figur tauladan bagi lingkungan masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai