Anda di halaman 1dari 19

ABSTRAK

Gerakan bandul matematis merupakan salah satu bagian dari gerak harmonik sederhana.
Dalam percobaan bandul matematis dengan hubungan bumi berotasi pertama kali
digagaskan oleh Leon Foucault pada tahun 1851. Saat ini, percobaan dapat dilakukan
dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar, seperti benang atau tali, bola,
panel pintu, dan penggunaan alat ukur mistar dan busur derajat. Kerja bandul matematis
bergerak bolak balik melalui titik kesetimbangannya atau gerak osilasi dan berkaitan
dengan adanya nilai frekuensi, periode, dan percepatan gravitasi. Berdasarkan data yang
didapatkan, terdapat faktor yang memengaruhi waktu bandul matematis berayun,
periode, frekuensi, percepatan gravitasi, KSR dan KP. Percobaan dilakukan dengan
mengayunkan bandul berisolasi sebanyak 10 kali. Didapatkan berdasarkan data tersebut,
panjang tali memengaruhi pertamabahn periode pada ayunan. Besarnya nilai periode
berbanding lurus dengan panjang tali yang diayunkan. Pada percobaan bandul
matematis, massa pemberat tidak memengaruhi periode bandul karena dalam osilasi
bandul terdapat gaya pemulih, yaitu m.g .sin θ . kebanyakan kesalahan yang terjadi pada
percobaan, panjang tali yang digunakan dalam bandul matematis saat tali yang
digunakan terlalu panjang, sehingga menyebabkan tali berputar atau terjadi ayunan
putar. Pada tali atau benang yang panjang, periode akan semakin besar, sehingga
resistansi udara menyebabkan bandul mengalami tali berputar. Percobaan ini terkadang
tidak sesuai dengan teori yang ada karena diakibatkan oleh adanya faktor lingkungan,
seperti gerak angin yang memengaruhi tali berayun.

Kata kunci: Bandul matematis, osilasi, frekuensi, periode, percepatan gravitasi.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gerak bandul matematis merupakan salah satu contoh dari bentuk gerak osilasi.
Bandul terdiri dari seutas tali yang dianggap tidak memiliki massa dan pemberat yang
diikat pada ujung bawah tali. Bagian ujung atas tali digantungkan pada benda yang
memiliki posisi tetap, seperti tiang atau panel pintu. Pemberat akan bergantung bebas
dan bergerak secara bolak-balik karena adanya pengaruh gaya gravitasi bumi. Sifat
bandul matematis sederhana adalah simpangannya tidak boleh terlalu besar karena saat
nilai simpangan terlalu besar, maka gaya yang berkerja pada benda tidak berbanding
lurus dengan simpangan. Gaya akan berbanding lurus dengan simpangan hanya saat
pada simpangan yang kecil (Edy Susanto, 2019)
Salah satu yang mudah untuk dilakukan dalam membuktikan bahwa bumi
berotasi dengan percobaan bandul matematis. Percobaan ini pertama kali dipublikasikan
pada tahun 1851 di Paris oleh Leon Foucault. Percobaan ini juga dapat dilakukan
dengan menggunakan tali atau benang tipis dan pemberat yang digantungkan pada
benda yang memiliki posisi yang tetap dan tidak berpindah. Percobaan ini juga dapat
membuktikan adanya waktu, frekuensi, periode, percepatan gravitasi, dan lainnya yang
memengaruhi cara kerja bandul matematis.

1.2 Tujuan Percobaan

1.2.1 Praktikan dapat mengetahui cara kerja bandul matematis.


1.2.2 Praktikan dapat menentukan gerak osilasi pada bandul matematis.
1.2.3 Praktikan dapat menentukan frekuensi, periode, dan percepatan gravitasi bumi
pada bandul matematis.
1.2.4 Praktikan dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi besarnya periode
bandul matematis.
BAB II
METODE DAN PENELITIAN

2.1 Alat dan Bahan Percobaan


2.1.1 Kelereng atau bola
Kelereng atau bola digunakan sebagai pemberat pada ujung bawah benang atau
tali.
2.2.2 Tali atau Benang
Tali atau beneang sebagai penggantung benda pemberat.
2.2.3 Mistar
Mistar digunakan sebagai pengukur panjang tali.
2.2.4 Panel Pintu atau Tiang
Panel pintu atau tiang digunakan sebagai penggantung tali untuk berayun.
2.2.5 Busur Derajat
Busur derajat digunakan sebagai pentu sudut tali berayun.
2.2.6 Stopwatch
Stopwatch digunakan sebagai pengukur waktu lama tali berayun.

2.2 Kajian Rumus

1. Panjang Tali (Benang)

l=
∑ l l ± ∆l
N
2. Waktu Getar Bandul

∑ (t − t )
2

t=
∑t ∆t = t ± ∆t
N N ( N − 1)
3. Periode
t
T=
N
4. Frekuensi
1
f =
T
5. Percepatan Gravitasi
g = ( 2π f ) .l
2

6. KSR dan KP
g − glit
=KSR ×100%
glit
KP 100% − KSR
=

2.3 Prosedur Percobaan

1. Disiapkan barang-barang yang ditemui di rumah, seperti tali, benang, kelereng,


dan lainnya.
2. Dipotong tali dengan panjang tertentu dan diukur menggunakan mistar sebanyak 5
variasi panjang.
3. Dipasang pemberat pada ujung bawah benang dan digantung ujung atas bandul
pada benda yang dapar berperan sebagai penggantung, seperti panel pintu.
4. Diayunkan bandul dan diukur waktu untuk 10 variasi ayunan menggunakan
stopwatch dan diulangi beberapa kali untuk mendapatkan rata-rata dan standard
deviasi. Dihitung nilai periode (T) dang frkeuensinya (f).
5. Dihitung percepatan gravitasi (g) dari frekuensi yang sebelumnya dihitung.
6. Diturunkan persamaan penjalaran kesalahan pengukuran (error) untuk percepatan
gravitasi (g) dan gitung nilai kesalahan pengukuran tersebut.
7. Dibuat jurnal untuk melaporkan kegiatan eksperimen.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Percobaan

3.1.1 Derajat tali bergetar


Derajat tali bergetar adalah 60 °
3.1.2 Panjang tali atau benang

Tabel 1. Panjang tali atau benang


Benang ke-N Panjang Tali (m)
1 0,50
2 0,45
3 0,40
4 0,35
5 0,30

3.1.3 Data Waktu Getar Bandul

Tabel 2. Data waktu getar bandul


No. Waktu Benang Berayun ke-N
1 (s) 2 (s) 3 (s) 4 (s) 5 (s)
1. 14,51 13,66 12,16 11,33 10.70

2. 14, 59 13,34 12,17 11,46 10,66


3. 14,37 13,29 12,23 11,35 10,85

4. 14,57 13,61 12,22 11.55 10,87

5. 14,70 13,66 12,29 11.49 10,86

3.2 Pengolahan Data

3.2.1 Panjang Tali atau Benang

L ± ∆L

1
Dengan ∆L = × skala terkecil alat ukur
2
1
∆L = × 0, 001m
2
∆L =0, 0005m
Tabel 3. Panjang tali dan sesatannya
Panjang Tali (m) L ± ∆L
1 0,50±0,0005
2 0,45±0,0005
3 0,40±0,0005
4 0,35±0,0005
5 0,30±0,0005

3.2.2 Mencari waktu getar bandul

∑ (t − t )
2

t=
∑t ∆t = t ± ∆t
N N ( N − 1)

• Percobaan dengan panjang tali 0,50 m

Tabel 4. Percobaan 1
Percobaan Ke-N Waktu (s)
(t − t )
2
1

1 14,51 0,0016
2 14, 59 0,0016
3 14,37 0,0324
4 14,57 0,0004
5 14,70 0,0225
∑ 72,74 0,0585

t=
∑t
N
72, 74
t=
5
t = 14,550 s

( )
2
(14,55 − 14,51)=
2
 t − t1 = 0, 0016

(t − t ) =
2
(14,55 − 14,59 ) =
2
 2 0, 0016

(t − t )=
2
(14,55 − 14,37 ) =
2
 3 0, 0324

(t − t ) =
2
(14,55 − 14,57 ) =
2
 4 0, 0004

(t − t )=
2
(14,55 − 14, 70 ) =
2
 5 0, 0225
∑ (t − t )
2

∆t =
N ( N − 1)
0, 0585
∆t =
20
∆t =0, 0540 s

∴14,55 ± 0, 0540s

• Percobaan dengan panjang tali 0,45 m

Tabel 5. Percobaan 2
Percobaan Ke-N Waktu (s)
(t − t )
2
1

1 13,66 0,0225
2 13,34 0,0289
3 13,29 0,0484
4 13,61 0,0100
5 13,66 0,0225
∑ 67,56 0,1323

t=
∑t
N
67,56
t=
5
t = 13,51s

( )
2
(13,51 − 13, 66 ) =
2
 t − t1 = 0, 0225

(t − t ) =
2
(13,51 − 13,34 ) =
2
 2 0, 0289

(t − t ) =
2
(13,51 − 13, 29 ) =
2
 3 0, 0484

(t − t ) =
2
(13,51 − 13, 61) =
2
 4 0, 0100

(t − t ) =
2
(13,51 − 13, 66 ) =
2
 5 0, 0225

∑ (t − t )
2

∆t =
N ( N − 1)
0,1323
∆t =
20
∆t =0, 0813s

∴13,51 ± 0, 0813s
• Percobaan dengan panjang tali 0,40 m

Tabel 6. Percobaan 3
Percobaan Ke-N Waktu (s)
(t − t )
2
1

1 12,16 0,0025
2 12,17 0,0016
3 12,23 0,0004
4 12,22 0,0001
5 12,29 0,0064
∑ 61,07 0,0110

t=
∑t
N
61, 07
t=
5
t = 12, 21s

( )
2
(12, 21 − 12,16 )=
2
 t − t1 = 0, 0025

(t − t ) =
2
(12, 21 − 12,17 ) =
2
 2 0, 0016

(t − t ) =
2
(12, 21 − 12, 23) =
2
 3 0, 0004

(t − t ) =
2
(12, 21 − 12, 22 ) =
2
 4 0, 0001

(t − t ) =
2
(12, 21 − 12, 29 ) =
2
 5 0, 0064

∑ (t − t )
2

∆t =
N ( N − 1)
0, 0110
∆t =
20
∆t =0, 0234 s

∴12, 21 ± 0, 0234s
• Percobaan dengan panjang tali 0,35 m

Tabel 7. Percobaan 4
Percobaan Ke-N Waktu (s)
(t − t )
2
1

1 11,33 0,0121
2 11,46 0,0004
3 11,35 0,0081
4 11,55 0,0025
5 11,49 0,0025
∑ 57,18 0,0256

t=
∑t
N
57,18
t=
5
t = 11, 44 s

( )
2
(11, 44 − 11,33)=
2
 t − t1 = 0, 0121

(t − t ) =
2
(11, 44 − 11, 46 ) =
2
 2 0, 0004

(t − t ) =
2
(11, 44 − 11,35) =
2
 3 0, 0081

(t − t ) =
2
(11, 44 − 11,55) =
2
 4 0, 0025

(t − t ) =
2
(11, 44 − 11, 49 ) =
2
 5 0, 0025

∑ (t − t )
2

∆t =
N ( N − 1)
0, 0256
∆t =
20
∆t =0, 0357 s

∴11, 44 ± 0, 0357s
• Percobaan dengan panjang tali 0,30 m

Tabel 8. Percobaan 5
Percobaan Ke-N Waktu (s)
(t − t )
2
1

1 10.70 0,0400
2 10,66 0,0576
3 10,85 0,0025
4 10,87 0,0009
5 10,86 0,0016
∑ 53,94 0,1026

t=
∑t
N
53,94
t=
5
t = 10,90 s

( )
2
(10,90 − 10, 70 )=
2
 t − t1 = 0, 0400

(t − t )=
2
(10,90 − 10, 66 ) =
2
 2 0, 0576

( t − t )=
2
(10,90 − 10,85)=
2
 3 0, 0025

(t − t )=
2
(10,90 − 10,87 ) =
2
 4 0, 0009

( t − t )=
2
(10,90 − 10,86 )=
2
 5 0, 0016

∑ (t − t )
2

∆t =
N ( N − 1)
0,1026
∆t =
20
∆t =0, 0716 s

∴10,90 ± 0, 0716s

3.2.3 Mencari Periode

t
T=
N

• Benang pertama
t 14,55
T1= = = 1, 455s
n 10
• Benang kedua
t 13,51
T2= = = 1,351s
n 10
• Benang ketiga
t 12, 21
T3= = = 1, 221s
n 10
• Benang keempat
t 11, 44
T4= = = 1,144 s
n 10
• Benang kelima
t 10,90
T5= = = 1, 090 s
n 10

3.2.4 Mencari Frekuensi

1
f =
T

• Benang pertama
1 1
f=
1 = = 0, 6872 Hz
T 1, 455
• Benang kedua
1 1
f=
2 = = 0, 7402 Hz
T 1,351
• Benang ketiga
1 1
f=
3 = = 0,8190 Hz
T 1, 221
• Benang keempat
1 1
f=
4 = = 0,8741Hz
T 1,144
• Benang kelima
1 1
f=
5 = = 0,9174 Hz
T 1, 090

3.2.5 Mencari Percepatan Gravitasi

g = ( 2π f ) .l
2

• Benang Pertama
( 2π f1 ) l1 =( 2 × 3,14 × 0, 6872 ) × 0,50 =9,3122 m
2 2
g1 =
s2
• Benang Kedua
( 2π f 2 ) l2 =( 2 × 3,14 × 0, 7402 ) × 0, 45 =9, 7236 m
2 2
g2 =
s2
• Benang Ketiga
( 2π f3 ) l3 =( 2 × 3,14 × 0,8190 ) × 0, 40 =10,5814 m
2 2
g3 =
s2
• Benang Keempat
( 2π f 4 ) l4 =( 2 × 3,14 × 0,8741) × 0,35 =10,5465 m
2 2
g4 =
s2
• Benang Kelima
( 2π f5 ) l5 =( 2 × 3,14 × 0,9174 ) × 0,30 =9,9576 m
2 2
g5 =
s2

3.2.6 Mencari KSR dan KP

g − glit
KSR
= ×100%
glit
KP 100% − KSR
=
glit = 9,8 m 2
s
• Benang Pertama
g − glit 9,3122 − 9,8
KSR= ×100%= ×100%= 4,9775%
glit 9,8
KP = 100% − KSR = 100% − 4,9775% = 95, 0225%
• Benang Kedua
g − glit 9, 7236 − 9,8
KSR= ×100%= ×100%= 0, 7795%
glit 9,8
KP = 100% − KSR = 100% − 0, 7795% = 99, 2205%
• Benang ketiga
g − glit 10,5841 − 9,8
KSR= ×100%= ×100%= 8, 0010%
glit 9,8
KP = 100% − KSR = 100% − 8, 0010% = 91,999%
• Benang keempat
g − glit 10,5465 − 9,8
KSR= ×100%= ×100%= 7, 6173%
glit 9,8
KP = 100% − KSR = 100% − 7, 6173% = 92,3827%
• Benang kelima
g − glit 9,9576 − 9,8
KSR= ×100%= ×100%= 1, 6081%
glit 9,8
KP = 100% − KSR = 100% − 4,9775% = 98,3919%

3.3 Analisa Data

Praktikum mengenai bandul matematis ini dilakukan menggunakan alat sederhana,


seperti benang dan bola yang ada di rumah praktikan. Praktikum ini menggunakan panel
pintu yang digunakan sebagai penggantung benang yang telah dihubungkan dengan
pemberat. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja bandul matematis,
mengamati gerak osilasi, mengetahui nilai periode, frekuensi, dan percepatan gravitasi
bumi serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi periode bandul matematis.
Setelah melakukan percobaan dengan mengayunkan pemberat dengan 5 variasi
panjang benang, yaitu 0.50 m, 0.45 m, 0.40 m, 0.35 m, dan 0.30 m dalam 10 getaran
pada sudut benang 60 °, praktikan mendapatkan perhitungan waktu hasil percobaan
dengan menghitung rata-rata dan nilai sesatan yang dimiliki. Setelah nilai rata-rata dan
sesatannya diketahui, selanjutnya dicari nilai periode, frekuensi, percepatan gravitasi,
serta nilai KSR dan KP. Berikut hasil data pengolahan:

Tabel 9. Data hasil percobaan


Panjang Waktu Waktu ∆t (s) Periode Frekuensi Percepatan KSR (%) KP (%)
Tali (s) Rata- (s) (Hz) Gravitasi
(m) rata (s)
( )
m 2
s
0,50 14,51 14,55 s 0,0540 1,455 s 0,6872 Hz 9,3122 m 2 4,9775% 95, 0225%
14, 59 s
14,37
14,57
14,70
0,45 13,66 13,51 s 0,0813 1,351 s 0,7402 Hz 9, 7236 m 0, 7795% 99, 2205%
13,34 s2
13,29
13,61
13,66
0,40 12,16 12,21 s 0,0234 1,221 s 0, 8190 Hz 10,5814 m 8, 0010% 91,999%
12,17 s2
12,23
12,22
12,29
0,35 11,33 11,44 s 0,0357 1,144 s 0, 8741 Hz 10,5465 m 7, 6173% 92,3827%
11,46 s2
11,35
11.55
11.49
0,30 10.70 10,90 s 0,0716 1,090 s 0, 9174 Hz 9,9576 m 1, 6081% 98,3919%
10,66 s2
10,85
10,87
10,86

Berdasarkan data yang didapatkan, terdapat faktor yang memengaruhi waktu bandul
matematis berayun, periode, frekuensi, percepatan gravitasi, KSR dan KP. Percobaan
dilakukan dengan mengayunkan bandul berisolasi sebanyak 10 kali. Didapatkan
berdasarkan data tersebut, panjang tali memengaruhi pertamabahn periode pada ayunan.
Besarnya nilai periode berbanding lurus dengan panjang tali yang diayunkan. Pada
percobaan bandul matematis, massa pemberat tidak memengaruhi periode bandul
karena dalam osilasi bandul terdapat gaya pemulih, yaitu m.g .sin θ (Yanti et al., 2020).
Dalam suatu keadaan, massa akan mempercepat dan memperlambat gerakan ayunan
sehaingga dapat memperbesar dan memperkecil periode atau berarti pengaruh totalnya
sama dengan nol atau tidak berpengaruh. Dari percobaan ini, didapatkan bahwa periode
bandul tidak dipengaruhi oleh massa bandul dan berbanding lurus dengan panjang tali
berayun. Mengenai percepatan gravitasi, panjang tali tidak memengaruhi nilai dari
percepatan gravitasi dan nilai gravitasi yang ada seharusnya memiliki nilai yang sama.
Nilai percepatan gravitasi pada realita yang tidak sesuai dengan fakta disebabkan oleh
adanya beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi. Pada percobaan ini, panjang tali
0,45 m dan 0,30 m mendekati nilai gravitasi.
Pada kebanyakan kesalahan yang terjadi pada percobaan, panjang tali yang
digunakan dalam bandul matematis apabila terlalu panjang, dapat menyebabkan tali
berputar atau terjadi ayunan putar. Pada tali atau benang yang panjang, periode akan
semakin besar, sehingga resistansi udara menyebabkan bandul mengalami tali berputar
(Erdamansyah, 2013).
Mengenai seismometer, seismometer merupakan sensor getaran yang digunakan
sebagai alat pendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Prinsip kerja
alat ini dengan mengmbangkan cara kerja bandul sederhana. Ketika terdeteksi suatu
gelombang seismic maka bandul akan bergetar dan merekam datanya seperti grafik.
Gaya pemulih yang bekerja adalah F = −mg sin θ . Tanda negative yang ada
menunjukan gaya memiliki arah berlawanan dengan simpangan sudut θ . Gaya pemulih
F berbanding lurus dengan sin θ dan termasuk kedalam gerak harmonik sederhana.
m
Mengenai periode pendulum sederhana, menggunakan persamaan: T = 2π atau
mg
L
L
=T 2= π θ kecil . Dengan persamaan frekuensi pendulum sederhana sebagai berikut:
g
1 1 1 L
=f =;f =;f = θ kecil . Berdasarkan persamaan di atas, periode dan
T L 2π g

g
frekuensi getaran pendulum sederhana bergantung pada panjang tali dan percepatan
gravitasi karena percepatan gravitasi bernilai tetap, periode bergantung pada panjang
tali. Periode dan frekuensi pendulum tidak bergantung pada massa pemberat pendulum
(Hikmawati et al., 2018).
BAB IV
KESIMPULAN

Setelah melakukan beberapa rangkaian percobaan, kesimpulan yang dapat diambil:


4.1 Praktikan dapat mengetahui cara kerja bandul matematis.
4.2 Praktikan dapat menentukan gerak osilasi pada bandul matematis.
4.3 Praktikan dapat menentukan frekuensi, periode, dan percepatan gravitasi bumi pada
bandul matematis.
4.4 Praktikan dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi besarnya periode
bandul matematis, berupa panjang tali berayun.
Daftar Pustaka

Edy Susanto, M. (2019). Konsep Dasar Ipa Fisika. Journal of Chemical Information
and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Erdamansyah, Y. (2013). Pengaruh Panjang Tali Bandul Matematis terhadap Hasil
Perhitungan Percepatan Gravitasi Bumi. Jurnal Penelitian Fisika.
Hikmawati, A., Pursitasari, I. D., & Ardianto D. (2018). Gempa dan Mitigasinya
Berbasis Literasi STEM. Universitas Pakuan Press.
Yanti, Y., Mulyaningsih, N. N., & Sarawati, D. L. (2020). Pengaruh Panjang Tali,
Massa, dan Diameter Bandul terhadap Periode dengan Variasi Sudut. STRING,
5(1).
Lampiran