Anda di halaman 1dari 14

LANGKAH LANGKAH MERUMUSKAN RENCANA ASUHAN

KEPERAWATAN

Muhammad Bismar

Bismarnasution9@gmail.com

Abstrak

Proses keperawatan merupakan cara yang sistematis yang dilakukan oleh oleh perawat bersama
klien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian,
melakukan diagnosis, merencanakan tindakan yang akan dilakukan, melaksanakan tindakan serta
mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pada klien, berorientasi pada
tujuan pada setiap tahap saling terjadi ketergantungan dan saling berhubungan. Dalam jurnal ini
akan menjelaskan salah satu tahap dari keperawatan, yaitu tahap perencanaan. Perencanaan
meliputi pengembangan strategi desain untuk mencegah, mengurangi, mengoreksi masalah-
masalah yang telah diidentifikasikan pada diagnosis keperawatan. Tahap ini dimulai setelah
menentukan diagnosis keperawatan dan menyimpulkan rencana dokumentasi. Secara sederhana,
rencana keperawatan dapat diartikan sebagai suatu dokumen tulisan tangan dalam menyelesaikan
masalah, tujuan, dan intervensi keperawatan. Sebagai mana disebutkan sebelumnya, rencana
keperawatan merupakan metode komunikasi tentang asuhan keperawatan kepada klien. Setiap
klien memerlukan asuhan keperawatan perlu suatu perencanaan yang baik.

Kata kunci : Langakah-langkah, merumuskan rencana, asuhan keperawatan

PENDAHULUAN memenuhi reaksi dan respon individu.


Proses keperawatan itu sendiri meliputi
Latar Belakang
tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan,
Proses keperawatan merupakan perencanaan/intervensi, implementasi, dan
kerangka sistematis yang dilakukan dalam evaluasi. Perencanaan merupakan tahap
pemberian asuhan keperawatan untuk yang ketiga dari proses keperawatan, dalam
tahap perencanaan ini berfokus kepada Perencanaan meliputi pengembangan
prioritas masalah, merumuskan tujuan dan strategi desain untuk mencegah,
kriteria hasil, dan intervensi. Proses mengurangi, mengoreksi masalah-masalah
keperawatan ini merupkan pegangan atau yang telah diidentifikasikan pada diagnosis
pedoman bagi perawat dalam memacahkan keperawatan. Tahap ini dimulai setelah
masalah mengenai pasien serta dapat menentukan diagnosis keperawatan dan
memberikan kepuasan pelayanan yang menyimpulkan rencana dokumentasi. Secara
sesuai dengan kebutuhan pasien. sederhana, rencana keperawatan dapat
diartikan sebagai suatu dokumen tulisan
Langkah-langkah perencanaan dalam
tangan dalam menyelesaikan masalah,
proses keperawatan yaitu, menentukan
tujuan, dan intervensi keperawatan. Sebagai
prioritas masalah, menuliskan tujuan dan
mana disebutkan sebelumnya, rencana
kriteria hasil, dan memilih rencana tindakan
keperawatan merupakan metode komunikasi
atau intervensi keperawatan. Penelitian ini
tentang asuhan keperawatan kepada klien.
dilakukan untuk mengetahui langkah-
Setiap klien memerlukan asuhan
langkah perencanaan dalam proses
keperawatan perlu suatu perencanaan yang
keperawatan. Proses keperawatan
baik.
merupakan cara yang sistematis yang
dilakukan oleh oleh perawat bersama klien METODE
dalam menentukan kebutuhan asuhan
Jurnal ini menggunakan metode
keperawatan dengan melakukan pengkajian,
tersearch dan analisis dari berbagai sumber
melakukan diagnosis, merencanakan
seperti buku teks, buku referensi jurnal dan
tindakan yang akan dilakukan,
e-book, dan juga di bandingkan dengan
melaksanakan tindakan serta mengevaluasi
jurnal yang berhubungan dengan Langkah
hasil asuhan yang telah diberikan dengan
Langkah Merumuskan Rencana Asuhan
berfokus pada klien, berorientasi pada tujuan
Keperawatan. Dari analisis berbagai sumber
pada setiap tahap saling terjadi
digunakan untuk mengetahui Langkah
ketergantungan dan saling berhubungan.
Langkah Merumuskan Rencana Asuhan
Oleh karena itu, disini akan Keperawatan
menjelaskan salah satu tahap dari
Penulisan jurnal ini dimulai pada
keperawatan, yaitu tahap perencanaan.
tanggal 5 November 2020. Pengolahan
jurnal dilakukan dengan metode keperawatan adalah terpenuhinya kebutuhan
membandingkan beberapa jurnal yang klien.
berhubungan dengan Langkah Langkah
Rencana asuhan keperawatan mempunyai
Merumuskan Rencana Asuhan Keperawatan
dua tujuan, yaitu:
Untuk mengetahui apa saja Langkah
Langkah Merumuskan Rencana Asuhan 1. Tujuan administrasi
Keperawatan.
a. Mengidentifikasi focus keperawatan:
HASIL klien (individu) atau kelompok.

Perencanaan adalah suatu keputusan b. Membedakan tanggung jawab perawat


untuk masa yang akan datang, artinya apa, dengan profesi kesehatan lainnya.
siapa, kapan, dimana, kenapa, dan
c. Menyusun kriteria guna penggulangan
bagaimana yangakan harus dilakukan untuk
asuhan keperawatan dan evaluasi
mencapai tujuan tertentu. Secara umum,
keberhasilan asuhan keperawatan.
perencaanaan dapat ditinjau dari sisi:
d. Menyediakan kriteria klasifikasi klien
- Proses : pemilihan dan pengembangan
tindakan yang paling menguntungkan untuk 2. Tujuan klinik
mencapai tujuan.
a. Menjadi suatu pedoman dalam penulisan
- Fungsi: kepemimpinan dengan
b. Mengomunikasikan asuhan keperawatan
kewenangan yang dapat mengarahkan
yang akan diimplementasikan dengan
kegiatan dan tujuan yang harus dicapai.
perawat lainnya seperti apa yang akan
- Keputusan : apa yang akan dilakukan diajar, apa yang harus diobservasi, dan apa
untuk waktu yang akan datang. yang akan dilaksanakan.

Perencanaan keperawatan adalah c. Menyusun kriteria hasil (autcomes) guna


penyusunan rencana tindakan keperawatan pengulangan asuhan keperawatan dan
yang akan dilaksanakan, untuk evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.
menanggulangi masalah sesuai dengan
d. Rencana intervensi yang spesifik dan
diagnosis keperawatan yang telah
langsung bagi perawat untuk melaksanakan
ditentukan. Tujuan perencanaan
intervensi kepada klien (individu) dan 2. Merumuskan tujuan keperawatan yang
keluarganya. akan dicapai

Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan Yang dimaksud dengan tujuan keperawatan


Keperawatan ialah hasil yang Ingin dicapai dari asuhan
keperawatan untuk menanggulangi dan
Langkah-langkah menyusun perencanaan
mengatasi masalah yang telah dirumuskan
keperawatan adalah sebagai berikut:
dalam keperawatan.
1. Menentukan urutan prioritas masalah
Pernyataan tujuan keperawatan harus jelas
Tahap ini memilih masalah yang disebutkan, sehingga perawat yang
memerlukan perhatian/prioritas di antara mengawasi pasien setelah membaca tujuan
masalah-masalah yang telah ditentukan. tersebut sanggup menentukan apakah tujuan
Prioritas tertinggi diberikan pada masalah telah dicapai atau belum.
yang memengaruhi kehidupan atau
Secara garis besar, tujuan keperawatan
keselamatan pasien. Selain itu, masalah
terbagi menjadi dua kategori, yaitu tujuan
nyata mendapatkan perhatian atau prioritas
jangka pendek dan tujuan jangka panjang.
lebih tinggi daripada masalah potensial.
Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam a. Tujuan jangka pendek adalah hasil yang
menentukan prioritas masalah adalah dicapai dalam waktu cepat, yaitu dalam
sebagai berikut. kurun waktu jam atau hari. Misalnya Tuan
Ari dalam tujuh hari mampu berjalan dengan
a. Prioritas tertinggi diberikan pada masalah
menggunakan tongkat sejauh 100 m.
kesehatan yang mengancam kehidupan atau
keselamatan pasien. b. Tujuan jangka pendek adalah hasil yang
dalam pencapaiannya memerlukan waktu
b. Masalah nyata yang sedang dialami diberi
lebih lama. Misalnya Tuan Lukman dapat
perhatian lebih daripada masalah yang
berjalan tanpa alat bantu pada saat pulang.
mungkin (pontendial).
Tujuan yang didapat harus dapat diukur
c. Memperhatikan pola kebutuhan dasar
secara spesifik dan realsitis sesuai dengan
manusia menurut hierarki Maslow
permasalahan klein dan dapat mengarahkan
intervensi keperawatan.
3. Menentukan Rencana tindakan - Berdasarkan hierarki Maslow yaitu
keperawatan fisiologis, keamanan/keselamatan,
mencintai, dan memiliki, harga diri, dan
Menentukan rencana tindakan keperawatan
aktualisasi diri.
adalah langkah penentu dalam tindakan
keperawatan dalam rangka menolong - Berdasarkan Griffith-Kenney Christensen
pasien, untuk mencapai suatu tujuan dengan urutan :
keperawatan.
a. Ancaman kehidupan dan kesehatan
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam
b. Sumber daya dan dana yang tersedia
menyusun rencana keperawatan adalah:
c. Peran serta klien
- Tindakan apa yang harus dilakukan?
d. Prinsip ilmiah dan prektek keperawatan
- Mengapa tindakan itu dilakukan?
2. Menentukan tujuan
- Kapan tindakan itu dilakukan?
Dalam menetukan tujuan digambarkan
- Siapa yang akan melakukan tindakan
kondisi yang diharapkan disertai jangka
- Bagaimana caranya tindakan itu dilakukan. waktu.

Rencana tindakan dibuat secara narasi, 3. Menentukan kriteria hasil


berupa kalimat instruksi, ringkas, tegas, dan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
mudah dimengerti, yang mengandung tujuan
menentukan kriteria hasil:
dan rencana
a. Bersifat Spesifik dalam hal isi dan waktu
Dalam buku Tarwoto dan Wartonah,
misalnya pasien dapat menghabiskan 1 porsi
menjelaskan bahwa pada tahap perencanaan
makanan selama 3 hari setelah operasi.
ada 4 hal yang harus diperhatikan:
b. Bersifat Realistik artinya dalam
1. Menentukan prioritas masalah
menentukan tujuan harus dipertimbangkan
Bagaimana cara dalam memperioritas faktor fisiologis/patologi penyakit yang
masalah diantaranya adalah: dialami dan sumber yang tersedia waktu
pencapaian.
c. Dapat Diukur pengkajian agar masalah kesehatan dan
keperawatan pasien dapat diatasi.
d. Mempertimbangkan keadaan dan
keinginan pasien. 1. TUJUAN PERENCANAAN

4. Merumuskan intervensi dan aktivitas Tujuan rencana keperawatan dapat


perawatan. dibagi menjadi dua, yaitu tujuan
administratif dan tujuan klinik(Carpenito,
2000)
PEMBAHASAN
1. Tujuan administratif
Menurut Hunt Jeniffer dan Mark
a. Untuk mengidentifikasi fokus
Rencana asuhan keperawatan adalah catatan
keperawatan kepada klien atau kelompok.
yang berisi tentang intervensi dan rencana
keperawatan. b. Untuk membedakan tanggung jawab
perawat dan profesi kesehatan yang lain.
Mayer Rencana asuhan keperawatan
adalah pengkajian dan pengidentifikasian c. Untuk menyediakan suatu kriteria guna
masalah yang sistematis, penentuan tujuan, pengulangan dan evaluasi keperawatan.
serta strategi pelaksanaan pemecahan
d. Untuk menyediakan klriteria klasifikasi
masalah.
klien.
Pusdiklat DJJ Keperawatan
2. Tujuan klinik
Perencanaan keperawatan adalah
penyusunan rencana tindakan keperawatan a. Menyediakan suatu pedoman penulisan.
yang akan dilaksanakan untuk mengatasi
b. Mengkomunikasikan dengan staf perawat,
masalah sesuai dengan diagnosa
apa yang diajarkan, apa yang diobservasi
keperawatan yang telah ditentukan dengan
dan apa yang dilaksanakan.
tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.
c. Menyediakan kriteria hasil sebagai
Zaidin Ali Perencanaan keperawatan
pengulangan dan evaluasi keperawatan.
adalah perumusan tujuan, tindakan, dan
penilaian rangkaian asuhan keperawatan d. Rencana tindakan yang spesifik secara
pada pasien/klien berdasarkan analisa langsung bagi individu, keluarga, dan tenaga
kesehatan lainnya untuk melaksanakan b. Diagnosa yang terpenting adalah diagnosa
tindakan. keperawatan atau masalah kolaburatif
dimana intervensi dapat ditunda utnuk
2.LANGKAH-LANGKAH
beberapa saat tanpa bedampak terhadap
PERENCANAAN
status fungsi kesehatan.
Langkah dalam rencana asuhan
Beberapa hirarki yang bisa
keperawatan adalah : menentukan proritas,
digunakan untuk menentukan prioritas
menetapkan tujuan, menentukan kriteria
perencanaan adalah :
hasil,
1) Hirarki Maslow
 Menentukan prioritas
Maslow(1943) menjelaskan kebuthan
Dalam menentukan perencanaan perlu
manusia dibagi menjadi lima tahapan yaitu :
disusun suatu sistem untuk menentukan
diagnosa yang akan diambil pertama kali. a. Fisiologis
Salah satu sistem yang bisa digunakan
b. Rasa aman dan nyaman
adalah hirarki “kebutuhan manusia”(Lyer et
al., 1996) c. Sosial

Dengan mengidentifikasi prioritas kelompok d. Harga diri


diagnosa keperawatan dan masalah
e. Aktualisasi diri.
kolaburatif, perawat dapat memprioritaskan
peralatan yang diperlukan. Kebutuhan fisiologis biasanya menjadi
prioritas utama bagi klien dibanding
Perbedaan antara prioritas diagnosa
kebutuhan yang lain.
dan diagnosa yang penting menurut
Capernito(2000) adalah : 2) Hirarki Kalish

a. Prioritas diagnosa adalah diagnosa Kalish(1983) lebih jauh menjelaskan


keperawatan atau maslah keperawatan, jiak kebutuhan maslow dengan berbagai macam
tidak diatasi saat ini, akan berdampak buruk perkembangan, yaitu :
terhadap keadaan fungsi dan status
kesehatan.
a. Kebutuhan bertahan hidup : makanan, tujuan jangka panjang ditujukan pada unsur
udara, air, suhu, istirahat, eliminasi, “problem/masalah” dalam diagnosa
penghindaran nyeri. keperawatan.Misalnya : pasien mampu
mempertahankan kontrol kadar gula darah
b. Kebutuhan stimuli : seks, aktivitas,
satu kali dalam satu minggu selama dua
eksplorasi, manipulasi, kesenangan baru.
bulan pertama pasca perawatan di rumah
c. Kebutuhan keamanan : keselamatan, sakit.
keamanan, kedekatan.
2) Tujuan jangka pendek
d. Mencintai, memiliki, kedekatan
Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang
e. Penghargaan, harga diri. harus dicapai sebelum pemulangan.
Misalnya : rasa nyeri pasien
f. Aktualisasi diri.
berkurang/hilang setelah dilakukan tindakan
 Menetapkan tujuan perawatan selama 2×24 jam.

Tujuan perawatan merupakan pedoman tujuan yang diharapkan bisa dicapai dalam
yang luas/umum dimana pasien diharapkan waktu yang singkat, biasanya kurang dari
mengalami kemajuan dalam berespon satu minggu.
terhadap tindakan.
Tujuan jangka pendek ditujukan pada
Tujuan dibedakan menjadi dua, yaitu : unsurE/S(etiologi, tanda dan gejala) dalam
diagnosa keperawatan aktual/resiko.
1) Tujuan jangka panjang
 Menentukan kriteria hasil
Tujuan jangka panjang adalah tujuan yang
mengidentifikasi arah keseluruhan atau hasil Tujuan kilen dan tujuan keperawatan
akhir perawatan. Tujuan ini tidak tercapai adalah standar atau ukuran yang digunakan
sebelum pemulangan. Tujuan jangka untuk mengevaluasi kemajuan klien atau
panjang memerlukan perhatian yang terus ketrampilan perawat. Menurut Alfaro(1994),
menerus dari pasien dan/atau orang lain. tujuan klien merupakan pernyataan yang
menjelaskan suatu perilaku klien, keluarga,
Tujuan yang diharapkan dapat dicapai dalam
atau kelompok yang dapat diukur setelah
waktu yang lama, biasanya lebih dari satu
intervensi keperawatan diberikan. Tujuan
minggu atau satu bulan. Kriteria hasil dalam
keperawatan adalah pernyataan yang T : time(batasan waktu/tujuan keperawatan)
menjelaskan suatu tindakan yang dapat
b. Singkat dan jelas.
diukur berdasarkan kemampuan dan
kewenangan perawat. Menggunakan kata-kata yang singkat dan
jelas sehingga akan memudahkan perawat
Kriteria hasil untuk diagnosa keperawatan
untuk mengidentifikasikan tujuan dan
mewakili status kesehatan klien yagn dapat
rencana tindakan.
dicapai atau dipertahankan melalui rencana
tindakan yang mandiri, sehingga dapat c. Dapat diobservasi dan diukur utnuk
membedakan antara diagnosa keperawatan menentukan keberhasilan atau kegagalan.
dan masalah kolaburatif. Menurut
Tujuan yang dapat diobservasi dan diukur
Gordon(1994), komponen kriteria hasil yang
meliputi pertanyaan “apa”dan “ sejauh
penting dalam kriteria hasil adalah apakah
mana”.contoh kata kerja yang bisa diukur
intervensi keperawatan dapat dicapai.
meliputi ; menyatkan, melaksanakan,
Pedoman penulisan kriteria hasil : mengidentifikasi, adnaya penurunan
dalam……., adanya peningkatan pada…….,
a. Berfokus pada klien
tidak adanya……. Contoh kata kerja yang
Kriteria hail ditujukan pada klien yag harus tidak dapat diukur melalui penglihatan dan
menunjukan apa yang akan dilakukan lien, suara adalah : menerima, mengetahui,
kapan, dan sejauh mana tindakan akan bisa menghargai dan memahami.
dilaksanakan
d. Ada batas waktunya.
S : Spesifik(tujuan harus spesifik dan tidak
e. Realistik.
menimbulkan arti ganda)
Kriteria hasil harus dapat dicapai sesuai
M : Measurable(harus dapat diukur, dilihat,
dengan sarana dan prasarana yang tersedia,
didengar, diraba, dirasakan dan dibau)
meliputi : biaya, peralatan, fasilitas, tingkat
A : Tujuan harus dapat dicapai (Achievable) pengetahuan, affek emosi dan kondisi fisik.
Jumlah staf perawat harus menjadi satu
R : tujuan harus dapat
pertimbangan dalam penyusunan tujuan dan
dipertanggungjawabkan secara ilmiah
kriteria hasil.
(Reasonable)
f. Ditentukan oleh perawat dan klien. 1) Diagnosa keperawatan aktual, intervensi
ditujukan untuk :
setelah menentukan diagnosa keperawatan
yang ditentukan, perlu dilakukan diskusi ‫٭‬ Mengurangi atau membatasi faktor
antara perawat dan klien untuk menentukan penyebab dan masalah.
kriteria hasil dan rencana tindakan utnuk
‫ ٭‬Meningkatkan status kesehatan klien.
memvalidasi.
‫ ٭‬Memonitor status kesehatan.
Penulisan kriteria hasil mencakup semua
respon manusia, meliputi : 2) Diagnosa keperawatan risiko tinggi,
kornitif(pengetahuan), afektif(emosi dan intervensi ditujukan untuk :
perasaan), psikomotor dan perubahan fungsi
‫ ٭‬Mengurangi dan membatasi faktor resiko
tubuh(keadaan umum dan fungsi tubuh serta
gejala) ‫ ٭‬Mencegah maslah yang akan timbul

 Menentukan rencana tindakan ‫ ٭‬Memonitor terjadinya masalah.

Rencana tindakan adalah desain spesifik 3) Diagnosa keperawatan kemungkinan,


intervensi untuk membantu klien dalam intervensi ditujukan pada :
mencapai kriteria hasil. Rencana
‫ ٭‬Pengkajian aktifitas untuk menyusun
mendefinisikan suatu aktifitas yang
diagnosa keperawatan dam masalah
diperlukan untuk membatasi faktor-faktor
kolaburasi.
pendukung terhadap suatu permasalahan.
‫ ٭‬Memonitor aktifitas untuk mengevaluasi
Bulecheck & McCloskey (1989)
status fisiologi tertentu.
menyatakan bahwa intervensi keperawatan
adalah suatu tindakan langsung kepada klien ‫ ٭‬Rencana tindakan keperawatan.
yang dilaksanakan oleh perawat. Tindakan
‫ ٭‬Tindakan medis, berhubungan dengan
tersebut meliputi tindakan independen
respon dari tindakan medis.
keperawatan berdasarkan diagnosa
keperawatan, tindakan medis berdasarkan ‫ ٭‬Aktifitas fungsi kesehatan sehari-hari yang
diagnosa medis dan membantu pemenuhan mungkin tidak berpengaruh terhadap
kebutuhan dasar fungsi kesehatan kepada diagnosa keperawatan atau medis tetapi
klien yang tidak dapat melakukannya. telah dilakukan oleh perawat kepada klien
yang tidak dapat melaksanakan c. Fokus pada pertanyaan
kebutuhannya.
Spesifik pada pertanyaan “who, what,
‫ ٭‬Aktifitas untuk mengevaluasi dampak dan where, when, which, and how..” : siapa, apa,
tindakan keperawatan dan medis dimana, kapan, yang mana, dan bagaimana.

4) Diagnosa keperawatan kolaburatif, Karakteristik rencana tindakan


intervensi ditujukan pada : keperawatan :

‫ ٭‬Memonitor perubahan status kesehatan. a. Konsisten dengan rencana tindakan.


b. Berdasarkan prinsip-prinsip
‫ ٭‬Mengelola perubahan status kesehatan
ilmiah(rasional)
terhadap intervensi keperawatan dan medis.
c. Berdasarkan situasi individu klien.
‫ ٭‬Mengevaluasi respon. d. Digunakan untuk menciptakan suatu
situasi yang aman dan terapeutik.
Komponen Rencana Tindakan Keperawatan
e. Menciptakan suatu situasi
Komponen tesebut dibawah ini harus pengajaran.
diperhatikan untuk menghindari kerancuan f. Menggunakan saran yang
dalam rencana tindakan. Komponen tersebut sesuai(ANA, 1973)
adalah :  Perencanaan Pulang

a. waktu. Perawat juga harus mempertimbangkan


kebutuhan yang akan datang bagi pasien,
Semua rencana keperawatan harus diberi
khususnya pemulangan dari fasilitas
waktu untuk mengidentifikasikan tanggal
perawatan kesehatan. Perencanaan
dilaksanakan, misalnya : pertahankan
pulang/discharge planning
tungkai kanan tetap dalam posisi istirahat
dimulai/direncanakan disaat pasien
selama 24 jam
memasuki tatanan perawatan kesehatan. Hal
b. Menggunakan kata kerja ini perlu dilakukan untuk menentukan
kesinambungan perawatan dan untuk
Semua rencana tindakan keperawatan secara
menentukan tempat pemulangan yang
jelas menjabarkan setiap kegiatan,
diantisipasi, misalnya rumah atau fasilitas
misalnya : lakukan kompres dingin selama
keperawatan yang terlatih.
20 menit.
Perawat bertanggung jawab untuk : Setelah kontak pertama kali dengan
pasien/pengkajian merupakan waktu yang
a. merencanakan kesinambungan perawatan
tepat dilakukan dokumentasi diagnosa aktual
antara personal keperawatan antara
atau resiko, kriteria hasil dan rencana
pelayanan dalam tatanan keperawatan dan
tindakan.
antara tatanan keperawatan dan komunitas.
3) Diletakkan di tempat yang
b. Memulai rujukan ke pelayanan komunitas
strategis(mudah didapatkan).
lainnya dan memberikan arahan yang
diperlukan bagi pasien/keluarga yang sedang Bisa diletakkan dicatatan medis klien, di
belajar utnuk mempercepat penyembuhan tempat tidur atau di kantor perawat. Hal ini
dan meningkatkan keadaan sehat. darus dilakukan karena rencana tindakan ini
disediakan untuk semua tenaga kesehatan
 Dokumentasi
yagn ada.
Dokumentasi rencana tindakan
4) Informasi yang baru.
keperawatan merupakan penulisan encana
tindakan keperawatan dalam suatu bentuk Semua komponen rencana tindakan harus
yang bervariasi guna mempromosikan selalu diperbaharui. Hal ini ditujukan agar
perawatan yang meliputi : perawatan waktu perawat bisa dipergunakan secara
individu, perawatan yang kontinyu, efektif.
komunikasi, dan evaluasi(Bower, 1982)
KESIMPULAN
Karakteristik dokumentasi rencana
Dari penjelasan diatas dapat
keperawatan adalah :
disimpulkan bahwa tahap perencanaan
1) Ditulis oleh perawat dalam keperawatan ini sangat penting, hal
ini dilakukan agar proses keperawatan dapat
Rencana tindakan keperawatan disusun dan
dicapai sesuai apa yang diharapkan.
ditulis oleh perawat profesional yang
Rencana keperawatan yang akan disusun
mempunyai dasar pendidikan yang
harus mempunyai beberapa komponen, yaitu
memadai.
prioritas masalah, kriteria hasil, rencana
2) Dilaksanakan setelah kontak pertama kali intervensi, dan pendokumentasi. Komponen-
dengan pasien. komponen tersebut sangat membantu pada
proses evaluasi keberhasilan asuhan Dokumentasikan Asuhan Keperawatan
keperawatan yang telah diimplementasikan. Dengan Metode TIM. Nurseline Journal, 1
(1).
REFERENSI

Ana, Triwijayanti, R. R. (2020). Gambaran Mangole,J.E.,Rompas,S.,Ismanto,A.Y.


Psikologis Kepuasan Keluarga Dalam (2015). Hubungan Perilaku Perawat Dengan
Menerima Asuhan Keperawatan. Jurnal Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di
Ilmu Keperawatan Jiwa, 3 (1), 75-82. Cardiovaskuler And Brain Center RSUP
Prof.Dr.R.D.Kandou. E-Journal
Butar-Butar, J., &Simamora, R. H. (2016). Keperawatan,3 ( 2).
Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan
dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat
Inap di RSUD Pandan Kabupaten Tapanuli Mutaqqin, Arif. (2010). Pengkajian
Tengah. Jurnal Ners Indonesia, 6(1), 50-63. Keperawatan Aplikasi pada Praktik Klinik.
Jakarta: Salemba Medika.
Dermawan, Deden. (2012). Proses
Keperawatan Penerapan Konsep dan
Nursalam. (2012). Manajemen
Kerangka Kerja. Yogyakarta : Gosyen
Keperawatan Aplikasi Dalam Praktik
Publishing.
Keperawatan Profesional.Edisi 3. Jakarta:
Dheni, Koerniawan, N. E. (2020). Aplikasi Salemba Medika
Standar Proses Keperawatan: Diagnosis,
Outcome,dan Intervensi Pada Asuhan Pratiwi, A Dan Utami, Y. W. (2010).
Keperawatan. Jurnal Keperawatan Pembinaan Dan Pendampingan Pimpinanan
Silampari,1 (2), 739-751. Keperawatan Dalam Melaksanakan Peran
dan Fungsi Manajemen Pada Kepala Ruang
Jasrida, Yunita. (2012). Proses Perencanaan Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Jurnal Keperawatan,13 (1), 37-47.
Padang Pariaman. Jurnal Kesehatan
Komunitas, 1 (4). Purnamasari, L. D., & Ropyanto, C. B.
(2012). Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan
Kasim, M., Abdurraouf, M. (2016). Pulang. Jurnal Keperawatan Diponegoro, 1,
Peningkatan Kualitas Pelayanan Dan Pen 213-218.
Dilakukan Oleh Kepala Ruangan Dengan
Kinerjanya Diruang Rawat Inap RSUD
Simamora, R. H. (2005). Hubungan Koja Jakarta Utara (Doctoral dissertation,
Persepsi Perawat Pelaksana Terhadap Tesis FIK UI, Tidak dipublikasikan).
Penerapan Fungsi Pengorganisasian Yang