Anda di halaman 1dari 13

DISKUSI UT SESI KETUJUH

Diskusi 7 ADMINISTRASI PERPAJAKAN

1. Sebutkanlah metode penyusutan dan amortisasi yang dibolehkan untuk digunakan dalam
perhitungan perpajakan! Serta sebutkanlah dan uraikanlah syarat-syarat suatu biaya dapat
diamortisasikan!

Jawab :

Metode penyusutan yang dipergunakan adalah metode garis lurus (straight line method)
dan metode saldo menurun (declining balance method). Wajib pajak diperkenankan
untuk memilih salah satu metode untuk melakukan penyusutan. Metode garis lurus
diperkenankan dipergunakan untuk semua kelompok harta tetap berwujud. Sedangkan
metode saldo menurun hanya diperkenankan digunakan untuk kelompok harta berwujud
bukan bangunan saja.

Metode amortisasi Harga perolehan harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk
biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, dan muhibah
(goodwill) yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun diamortisasi dengan
metode garis lurus ( straight line method) dan metode saldo menurun (declining balnce
method). Wajib pajak diperkenankan untuk memlih salah satu metode untuk melakukan
amortisasi.

Syarat-syarat suatu biaya yang dapat diamortisasikan yaitu :

a). biaya-biaya yang dikeluarkan adalah untuk mendapatkan , menagih, dan memelihara
penghasilan brutol tetapi tidak berupa barang yang berwujud seperti hak dan sebagainya.

b). mempunyai massa manfaat lebih dari setahun

2. Sebutkanlah yang saudara ketahui! perbedaan dari masing-masing metode penyusutan

Jawab : perbedaan dari masing-masing penyusutan yaitu


metode garis lurus lebih mudah digunakan dan diaplikasikan dalam akuntansi serta lebih
mudah dalam menentukan tarif penyusutannya. Meskipun memiliki kelebihan, namun
metode ini juga memiliki kekurangan antara lain beban pemeliharaan dan perbaikan
dianggap sama untuk setiap periodenya.
b. Metode penyusutan saldo Besarnya persentase penyusutan adalah dua kali persentase
atau tarif penyusutan metode garislurus.Untuk penghitungannya, metode ini dilakukan
dengan cara mengalikan persentase atau tariftertentu dengan nilai buku suatu aktiva.

SUMBER REFERENSI ADBI4330/ MODUL 8 , Materi penyusutan

DISKUSI LOGIKA

1. Jelaskan perbedaan antara proposisi majemuk dengan proposisi tunggal dan proposisi
kategoris dengan disertai contoh?

Jawab :

 Proposisi majemuk menjelaskan "kemajemukan proposisi (anteseden dan konsekuen)


yang dipadukan. Anteseden sering disebut dengan premis, dan konsekuen disebut dengan
kesimpulan.
Contoh : Bertrand russel adalah seorang matematikus dan Bertrand russel adalah seorang
filsuf. Dari kedua ini dapat disusun menjadi satu proposisi yaitu : Bertrand russel adalah
seorang matematikus dan seorang filsuf.
 Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat.

Contoh : Sebagian perempuan menyukai warna merah muda. Subjek: perempuan,


Predikat: warna merah muda.

 Proposisi kategoris adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan 2 term sebagai
subjek dan predikat serta dapat dinilai benar atau salah.
Ada empat unsur proposisi:
Term sebagai subjek, yaitu yang diterangkan dalam pernyataan yang sering disimbolkan
dengan "s".
Term sebagai predikat, yaitu hal yang menerangkan dalam pernyataan, yang sering
disimbolkan dengan "p".Kedua unsur sebagi subjek dan predikat.
Kopula, yaitu hal yang mengungkapkan adanya hubungan antara subjek dan predikat,
dapat mengiyakan atau mengingkari, afirmatif atau negatif yang menunjukan kualitas
pernyataan.
Kuantor, pembilang yang menunjukan lingkungan yang dimaksud oelh subjek, dapat
berbentuk universal atau partikular, yang sekaligus juga menunjukan kualitas pernyataan.
Contoh: - Sukarno adalah presidan pertama Republik Indonesia.
            - X + 5 = 11 (bukan proposisi, karena "x" belum ditentukan).

2. Jelaskan perbedaan antara proposisi hipotesis, proposisi disjungtif dan proposisi


konjungtif sebagai proposisi majemuk dengan contoh-contohnya?

Jawab : perbedaan antara proposisi hipotesis, proposisi disjungtif dan proposisi


konjungtif sebagai proposisi majemuk yaitu ;

 Proposisi hipotesis merupakan “perpaduan antara dua proposisi kategoris (anteseden dan
konsekuen) dengan syarat tertentu.
Contohnya yaitu jika nanti sore tidak hujan saya akan datang kerumahmu. Rumusan
proposisi ini dalam Bahasa biasa tidak terikat dalam hubungan jika dan maka lebih bebas
penggunaannya karena yang dipentingkan adalah bentuk hubungannya yang dapat
dikembalikan dalam rumusan diatas.
 Proposisi disjungtif merupakan "perpaduan antara anteseden dan konsekuen, karena
(syarat) adanya peng-atau-an sebagai pilihan.
Contoh : baik si terdakwa seorang pembunuh. Dia adalah seorang pencuri harus diajukan
ke pengadilan.
Contoh ini dapat disederhanakan dia adalah seorang pembunuh atau seorang pencuri.
 Proposisi konjungtif merupakan "perpaduan anteseden dan konsekuen, karena (syarat)
penyertaan". Dalam bentuk penalarannya, Proposisi konjungtif sama dengan Proposisi
partikular afirmatif inklusif.
Contoh : Bung Karno adalah seorang proklamator dan presiden Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut jika diuraikan adalah, Bung Karno adalah seorang proklamator dan
Bung Karno adalah presiden pertama Republik Indonesia. Kemudian disingkat dengan
Bung Karno adalah seorang proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia;

SUMBER REFERENSI INISIASI 7 PROPOSISI MAJEMUK

ISIP4211/ MODUL 7
DISKUSI ORGANISASI DAN MANAJEMEN

Forum ini akan membahas Administrasi dan Organisasi  di negara berkembang dan T-Form
Dalam Birokrasi di Indonesia.

Diskusikan penyempurnaan organisasi dan penerapan T-Form di Indonesia! Gunakan konsep dan
teori yang ada dalam modul!

Petunjuk dalam melakukan diskusi : Silahkan anda kemukakan pendapat anda dengan berdasar
pada teori, bersumber dari BMP, data sebagai studi kasus, dan juga dasar hukum yang berlaku
saat ini. Jangan lupa cantumkan sumber referensi

Indikator penilaian :

Mengemukakan pendapat dengan berdasar pada teori, bersumber dari BMP, data sebagai studi
kasus, dan juga dasar hukum yang berlaku saat ini. Mencantumkan sumber referensi

Pada abad ke-19 orang berdepat tentang politik yang harus dipisahkan dari administrasi. Artinya
politik hanya merumuskan kehendak negara, yaitu membuat undang-undang. Sedangkan
administrasi negara melaksanakan apa yang telah dirumuskan oleh poitik yaitu menjalankan
undang-undang. Dengan demikian administrasi tidak mencampuri urusan politik dan politik
tidak mencampuri urusan administrasi. Administrator dipandang sebagai alat organisasi negara
yang mengabdikan dirinya bagi pelayanan kepada masyarakat. Oleh sebab itu ia harus netral
dalam arti tidak terikat dengan suatu ide politik tertentu. Pandangan politik dan administrasi
tidak campur mencampuri ini dalam prakteknya sulit untuk dibendung karena kekuasaan masing-
masing bidang ini dapat menyimpang dari apa yang ditetapkan.

Orang mungkin mengira bahwa apparat pemerintah atau birokrasi sebagai pelaksana keputusan
atau undang-undang juga mempunyai kekuatan dan dapat menonjolkan kekuasaannya. Buktinya
banyak keluhan yang dikemukakan oleh birokrasi pemerintah membahayakan politik karena
mereka melakukan sesuatu yang bukan menjadi kekuasaan mereka sehingga akibatnya gagal
menyelenggarakan pelayanan masyarakat . misalnya birokrasi terikat dengan ide poitik tertentu
dan ikut campur menentukan siapa yang akan menentukan calon kepala daerah, anggota badan
legislative dan sebagainya. Sebaliknya birokrasi mengeluh dan mengatakan bahwa birkrasi akan
dapat bekerja lebih efektif dan efesien seandainya tidak dicampuri oleh kaum politikus.
Sehubungan dengan hal tersebut sangat besar pengarunya dan menentukan dalam pertimbangan
kekuasaan anatara politik dan administrasi.

Dalam masyarakat diffracted campur tangan antara kekuasan politik dan birokrasi meungkin ada
tetapi tidak kentara. Dalam hal ini bobot birokrasi dapat dibatasi dan lebih menagrah pada
pelaksanaan undang-undang. Kekuasaan individu untuk ikut dalam pengambilan keputusan dan
dibatasi oleh undnag-undang dlaam pembuatan peraturan saja. Kalau terjadi penyimpanagan
akan cepat ketahuan karena berjalannya mekanisme pengawasan terhadap birokrasi yang melalui
partai politik dan pendapat umum.

SUMBER REFERENSI ADPU4217/ MODUL 7


PENGANTAR ANTORPOLOGI

Pada diskusi kita pada minggu ini coba teman-teman memberikan contoh aktivitas ekonomi yang
terjadi di masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan di Indonesia. Adakah hubungan di
antara keduanya, jelaskan!

Jawab :

Pada masyarakat kota, individu biasanya tidak terlalu bergantung pada orang lain
sedangkan di desa, antar warga biasanya memiliki hubungan yang erat karena satu sama lain
sering bergantung dalam berbagai hal dan kegiatan. Contoh kegiatan yang ada di perdesaan yaitu
bertani, beternak, bercocok tanam, berdagang dan lain sebagainya.Pada masyarakat desa,
membangun fasilitas desa pun dilakukan bersama, yang mana menjadikan satu sama lain saling
bergantung dalam berbagai hal.Di kota, pembagian kerja lebih tegas dan jelas sehingga antar
profesi memiliki garis batas yang nyata dan hubungan yang terjalin antar profesi lebih
profesional.Dengan adanya sistem pembagian kerja yang tegas, maka kemungkinan untuk
memperoleh pekerjaan lebih banyak pada masyarakat kota dibandingkan warga pedesaan.

Dalam pola pikir secara rasional dan profesional pada masyarakat yang tinggal di
perkotaan, ada kemungkinan terjadi sebuah interaksi yang didasarkan pada kepentingan bersama.
Di kota, perubahan sosial lebih cepat terjadi dibandingkan di desa karena masyarakat kota yang
datang dari berbagai latar belakang cenderung lebih terbuka dengan perubahan. Contoh kegiatan
yang ada pada masyarakat perkotaan lebih condong bekerja sebagai karyawan buruh, karyawan
swasta, pegawai, dan lain sebagainya.Karena dinamisnya kehidupan di kota, maka banyak warga
desa yang tergiur untuk menetap di kota, yang mana proses ini dinamakan urbanisasi. Urbanisasi
adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa
urbanisasi merupakan proses terbentuknya masyarakat perkotaan.
PENGANTAR ILMU HUKUM

1. Apa saja komponen sistem hukum menurut  Friedman disertai contoh-contohnya?

Jawab:

 Komponen struktur hukum atau legal structure


Secara sederhana struktur hukum tersebut berkaitan dengan tatanan kelembagaan dan
kinerja kelembagaan beserta dengan aparatnya dalam melaksanakan dan menegakkan
hukum. Termasuk didalamnya pola bagaimana hukum itu dilaksanakan dan ditegakkan
sesuai dnegam aturan formalnya. contohnya, lembaga pembuat undang-undang,
pengadilan dan berbagai badan yang diberi wewenang untuk menerapkan dan
menegakkan hukum
 Komponen substansial hukum
Subtansi hukum ini menyangkut aturan norma pemakai jasa hukum.dan pola perilaku
manusia yang berada dalam system itu bahkan termasuk asas dan etika serta putusan
pengadilan.contoh seorang pencuri tanaman perkebunan di mojokerto mencuri kelapa
di kota A dan di kota B itu sudah berbeda sanksi yang diterima. Nah itu merupakan salah
satu kelemahan dari hukum yang kita anut di bangs ini.
 Komponen budaya (budaya hukum masyarakat)
Budaya atau kultur hukum merupakan suatu hal yang vital di dalam system hukum, yaitu
suatu tuntutan permintaan atau kebutuhan yang datangnya dari masyarakat atau pemakai
jasa hukum. Contoh dalam an.ggota polisi yang diharapkan menjadi penangkap narkoba,
malah polisi itu sendiri yang terlibat dalam kasus narkoba. Demikian halnya para jaksa
sampai saat ini masih sangat sulit mencari jaksa yang benar-bemar jujur .karna telah
banyak pelanggaran yang telah dibuat oleh para jaksa dinegara ini

2. Sistem hukum apa yang berlaku di Indonesia pada saat ini berikan contoh-contohnya?

Jawab: sistem hukum Civil Law yaitu berupa peraturan perundang- undangan, kebiasaan-
kebiasaan, dan yurisprudensi. Negara- negara penganut civil law menempatkan konstitusi
pada urutan tertinggi dalam hirarki peraturan perundang-undangan. Semua negara
penganut civil law mempunyai konstitusi tertulis. comman law systema Sistem hukum
anglo saxon merupakan suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurispudensi, yaitu
keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-
hakim selanjutnya. Sistem Hukum Anglo Saxon cenderung lebih mengutamakan hukum
kebiasaan, hukum yang berjalan dinamis sejalan dengan dinamika masyarakat.
Sedangkan di Indonesia jika dilihat dari pengertian civil law system dan comman law
system Indonesia menganut kedua-duanya senderung ke civil law system tapi juga pada
pelaksanaannya masih menggunakan comman law system.

3. Bagaimana hubungan antara Sistem Hukum dan Politik Hukum?

Jawab: Hukum dan politik mempunyai hubungan timbal-balik. Hukum, jika berada "di
atas" politik, maka hukum positif mencakup semua standar di mana an tara lain,
kesepakatan dalam masyarakat dicapai melalui proses yang konstitusional. Dalam
menafsirkan hukum, penguasa memisahkan dirinya dan perjuangan untuk menemukan
kekuasaan dan tidak dikotori oleh pengaruh politik. Sebaliknya, pelaku-pelaku politik
dapat menerima otonomi dan institusi-institusi hukum jika mereka yakin bahwa
peraturan-peraturan yang harus ditaati didasarkan pada kebijaksanaan yang juga mereka
anut. Pendapat lain mengatakan, hukum sangat dipengaruhi oleh politik, karena hukum
sendiri adalah keputusan-keputusan politik.

SUMBER REFERENSI https://media.neliti.com/media/publications/132702-ID-sistem-


hukum-dan-posisi-hukum-indonesia.pdf

file:///C:/Users/al-himmah/Downloads/Ilmu_Politik_dan_Hukum.pdf

materi system hukum dan politik hukum


PENGANTAR SOSIOLOGI

Saudara mahasiswa, diskusikanlah topik berikut.

Suatu tindakan yang dinyatakan menyimpang dalam satu situasi tidak berarti bahwa akan
menyimpang pula di tempat lain.

Menurut Anda faktor-faktor apa yang berpengaruh pada pendefinisian suatu perilaku untuk
dikatakan menyimpang

Kemukakan pendapat Anda dengan contoh (Contoh jangan mengambil dari modul)

• Topik tentang perilaku menyimpang adalah topik yang banyak mengundang perdebatan
di masyarakat, dalam hal menentukan mana perilaku yang dianggap menyimpang,
menentukan perilaku mana yang perlu dihukum, siapa pihak yang menentukan dll.
Perilaku yang dianggap normal di satu masyarakat mungkin akan dianggap menyimpang
pada masyarakat yang lain. Jadi adanya perbedaan dalam nilai yang dianut adalah sumber
dari adanya perbedaan dalam pendefinisian tentang penyimpangan. Pada umumnya orang
berpendapat bahwa perilaku menyimpang adalah suatu perilaku yang buruk, karena
perilaku tersebut dapat menimbulkan masalah sosial. Pandangan tersebut diberikan lebih
dikarenakan akibat negatif yang ditimbulkan oleh perilaku menyimpang dan para ahli
menyebutnya dengan konsep disfungsi. Suatu tindakan yang dinyatakan tidak
menyimpang dalam satu situasi tidak berarti bahwa tidak menyimpang pula di tempat
lain.Jadi penyimpangan tidak hanya terdiri dari serangkaian tindakan saja tetapi juga
respon kelompok, definisi dan makna yang melekat pada perilaku tersebut, sehingga
definisi penyimpangan dapat bervariasi tergantung situasi. Hal-hal yang mempengaruhi
pada pendefinisian perilaku menyimpang yang berbeda berkaitan dengan waktu, tempat,
situasi dan status sosial. Contoh dari perilaku menyimpang yaitu tindakan korupsi yang
dilakukan oleh kaum politik yang ternyata malah banyak pelaku yang tidak dikenakan
sanksi tindakan hukum pidana karena apparat penegak hukum kalah dari sudut kekuasaan
yang dimiliki oleh kaum politik itu sendiri. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak
percaya pada kemampuan apparat dalam menanggulangi kasus korupsi yang ada di
indonesia .

SUMBER REFERENSI MATERI PERILAKU MENYIMPANG


SISTEM HUKUM DIINDONESIA

Mengapa dalam perkara pidana, hakim dapat menjatuhkan putusan yang menyatakan
“surat dakwaan batal demi hukum?”.  Kemukakan argumentasi nya disertai dengan dasar
hukum yang ada!.

Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Sebagaimana pernah dijelaskan dalam Jika Ada Ketidaksesuaian Antara Dakwaan dan


Tuntutan, surat dakwaan adalah tuduhan dari Penuntut Umum kepada Terdakwa atas perbuatan
Terdakwa sesuai dengan pasal-pasal yang ditentukan oleh undang-undang. Dalam hal penuntut
umum berpendapat bahwa dari hasil penyidikan dapat dilakukan penuntutan, ia dalam waktu
secepatnya membuat surat dakwaan.[1] Pada surat dakwaan, Penuntut Umum menjerat si
Terdakwa, bisa dengan pasal tunggal atau dakwaan tunggal, yaitu melakukan tindak pidana satu
pasal saja.

Sebagaimana yang pernah dijelaskan dalam artikel Surat Dakwaan Sebagai Dasar Putusan
Hakim, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana KUHAP”) tidak
memberikan definisi atau pengertian mengenai Surat Dakwaan. Ramelan (mantan Jaksa Agung
Muda Tindak Pidana Khusus), dalam bukunya Hukum Acara Pidana (Teori dan
Implementasi) menyebutkan:[2]

Dengan memperhatikan ketentuan undang-undang mengenai syarat-syarat surat dakwaan


maupun pengalaman praktek, dapat dikatakan bahwa surat dakwaan adalah suatu surat atau akte
(dalam bahasa Belanda disebut “acte van verwizing”) yang memuat uraian perbuatan atau fakta-
fakta yang terjadi, uraian mana akan menggambarkan atau, menjelaskan unsur-unsur yuridis dari
pasal-pasal tindak pidana (delik) yang dilanggar.

Pasal 143 KUHAP mengatur mengenai surat dakwaan yang berbunyi:


1. Penuntut umum melimpahkan perkara ke pengadilan negeri dengan permintaan agar
segera mengadili perkara tersebut disertai dengan surat dakwaan;
2. Penuntut umum membuat surat dakwaan yang diberi tanggal dan ditandatangani serta
berisi:
a. nama lengkap, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan,
tempat tinggal, agama dan pekerjaan tersangka;
b. uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan
dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan.
3. Surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(2) huruf b batal demi hukum;

4. Turunan surat pelimpahan perkara beserta surat dakwaan disampaikan kepada


tersangka atau kuasanya atau penasihat hukumnya dan penyidik, pada saat yang
bersamaan dengan penyampaian surat pelimpahan perkara tersebut ke pengadilan negeri.
SUMBER REFERENSI ukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5a976b657a31c/yang-
menyebabkan-surat-dakwaan-batal-demi-hukum/

Anda mungkin juga menyukai