Anda di halaman 1dari 18

ADMINISTRASI PERPAJAKAN

Apa saja yang menjadi hak dan kewajian wajib pajak, serta sanksi bagi wajib pajak yang
melakukan pelanggaran pajak? Kemukakanlah menggunakan pendapat anda secara ringkas dan
jelas!

Jawab :

Kewajiban wajib pajak

1. Pendaftaran

Wajib pajak mempunyai kewajiban mendaftarkan diri ke kantor pelayanan pajak (KPP) atau
kantor penyuluhan dna pengamatan potensi perpajakan (KP4) yang wilayahnya meliputi tempat
tinggal atau kedudukan wajib pajak dengan tujuan mendapatkan nomor pokok wajib pajak atau
lebih dikenal dengan NPWP dengan mengisi formulir pendaftaran dengan melampirkan
persyaratan administrasi.

Hak-hak wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan

1. kerahasiaan wajib pajak

Wajib pajak mempunyai hak untuk mendapat perlindungan kerahasiaan atas segala sesuatu
informasi yang telah disampaikannya kepada Direktorat jenderal pajak dlaam rangka
menjalankan ketentuan perpajakan,.

2. penundaan pembayaran

Dalam hal-hal atau kondisi tertentu wajib pajak dapat mengajukan permohonan menunda
pembayaran pajak.

3. Pengangsuran pembayaran

Dalam hal-hal atau kondisi tertentu wajib pajak dapat mengajukan permohonan mengangsur
pembayaran pajak.

4. Penundaan SPT Tahunan

Dengan alasan tertentu, wajib pajak dapat menyampaikan perpanjangan penyampaian SPT
tahunan baik PPh Badan maupun PPh pasal 21.
5. Pengurangan PPh pasal 25

Dengan alasan tertentu wajib pajak dapat mengajukan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal
25.

6. Pengurangan PBB

Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu objek pajak yang ada hubungnnya
dengan subjek pajak atau marena sebab tertentu lainnya serta dalam hal objek pajak yang terkena
bencana alam dan juga bagi wajib pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran
pembela kemerdekaan, dapat mengajukan permohonan pengurangan atas pajak trutang.

7. Pembebasan Pajak

Dengan alasan tertentu wajib pajak dapat mengajukan permohonan pembebasan atau
pemotongan/pemungutan pajak penghasilan.

8. Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak

Wajib pajak yang telah memenuhi kriteria tertentu sebagai wajib pajak patuh dapat diberikan
pengambilan pendahuluan kelebihan pembayaran pajak dalam jangka waktu paling lambat 1
bulan untuk PPN dan 3 bulan untuk PPh sejak tanggal permohonan.

9. Pajak Ditanggung Pemerintah

Dalam rangka pelaksanaan proyek pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman
luar negeri PPhmyang terutang atas penghasilan yang diterima oleh kontraktor konsultan dan
supplier utama ditanggung oleh pemerintah.

10. Insentif Perpajakan

Di bidang PPN, untuk barang kena pajak tertentu atau kegiatan tertentu diberikan fasilitas
pembebasan PPN atau PPN tidak dipungut.

11. Keberatan

Wajib pajak mempunyai hak untuk mengajukan keberatan atas suatu ketetapan pajak dengan
mengajukan keberatan secara tertulid kepada Direktur jendral paling lambat 3 bulan sejak
tanggal surat ketetapan .
12. Banding

13. Peninjauan Kembali (PK)

Sanksi bagi wajib pajak yang melakukan pelanggaran pajak yaitu Sanksi pajak berupa denda
ditujukan kepada pelanggaran yang berhubungan dengan kewajiban pelaporan. Besaran nya pun
bermacam-macam, sesuai dengan aturan undang-undang. Sanksi bunga ditujukan kepada wajib
pajak yang melakukan pelanggaran terkait kewajiban membayar pajak. Besarannya sudah
ditentukan per bulan.  Sanksi kenaikan ditujukan kepada wajib pajak yang melakukan
pelanggaran terkait dengan kewajiban yang diatur dalam material. 
PENGANTAR ILMU HUKUM

Apakah hukum internasional ada mengatur mengenai larangan suatu negara untuk melaksanakan
yurisdiksi pidananya terhadap orang asing?. Jelaskan tanggapan anda dengan menganalisa
kasus Lotus Case, yang adalah sebuah kasus klasik dalam hukum internasional, yang terjadi
antara Prancis dan Turki. 
LOGIKA

Pada akhir tuton ini, silahkan Anda simak kembali materi inisiasi 8 Antilogisme dan Dilema.
Selanjutnya Anda jawab dan diskusikan pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan konsep tentang Antilogisme dan Dilema dalam hubungannya dengan penarikan
kesimpulan?

Jawab : Antilogisme atau pengujian silogisme adalah “suatu ingkaran kesimpulan pada
silogisme majemuk yang menimbulkan ketidak selarasan antara premis dan kesimpulan.

Penyimpulan antilogisme didasarkan pada hokum dasar antilogisme sebagai suatu


TAUTOLOGIS (silogisme yang mesti benar), yang disusun oleh silogisme kondisional
dengan cara: “ingkari konsekuen dengan menetapkan salah satu anteseden, maka
kesimpulannya cukup ingkari salah satu antesedennya”.

Dilema atau penyimpulan bercabang adalah “penyimpulan dalam silogisme majemuk


yang lebih kompleks dengan dua proposisi implikatif sebagai premis mayor dan proposisi
disjungtif sebagai premis minor, yang mewujudkan kesimpulan yang bercabang”. Dilema
digunakan di dalam perbincangan, yang menuntut teman bicara harus mengambil
kesimpulan yang sulit atau tidak menyenangkan, untuk menuntut keadilan.
2. Penalaran logis merupakan dasar dari penarikan kesimpulan. Bagaimana halnya
kesimpulan yang didasarkan pada Antilogisme dan Dilema? Berikan contohnya!

Jawab :  
Contoh dari antilogisme Misalnya :
*Premis mayor : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor : Siti Zaenab adalah TKI di Arab Saudi
*Kesimpulan : Siti Zaenab dihukum mati

*Antilogisme : Bukan Siti Zaenab dihukum mati


*Premismayor : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor : Siti Zaenab bukan TKI di Arab Saudi (salah)

Contoh dari dilema Misalnya :


*Premismayor : Di Arab Saudi jika TKI yang dituduh membunuh maka dihukum mati, Dan jika
TKI tidak membunuh maka dibebaskan.
*Premis minor : Siti Zaenab adalah TKI di Arab Saudi yang membunuh atau
Tidak membunuh.
*Kesimpulan : Siti Zaenab membunuh atau tidak membunuh dihukum mati
(karena tidak dimaafkan).
Sumber referensi Sumber bacaan:
Noor Muhsin Bakri dan Sonjoruri Budiani Trisakti. Logika. Ed. V. Jakarta: Universitas Terbuka,
2012, hal. 9.27-9.41.
Saudara mahasiswa, bacalah artikel di bawah ini, tentang proses pembelajaran pada masa
pandemi

Jelaskan perubahan sosial yang terjadi  pada proses pembelajaran dengan mengkaitkannya pada
sumber perubahan dan dampak perubahan.

OPINI: Transformasi Media Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19

08 Mei 2020, 01:01 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Opini oleh Maria Fitriah, S. Sos., M. Si, Dosen sekaligus Ketua Program
Studi Sains Komunikasi Universitas Djuanda Bogor

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Dunia
pendidikan juga ikut merasakan dampaknya.

Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik
berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi
dengan memanfaatkan media daring (online).

Ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran
Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang
terhubung dengan koneksi jaringan internet. Pendidik dapat melakukan pembelajaran bersama di
waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram,
instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

Dengan demikian, pendidik dapat memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam
waktu bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda. Pendidik pun dapat memberi tugas terukur
sesuai dengan tujuan materi yang disampaikan kepada peserta didik.
Perubahan Luar Biasa

Kondisi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, termasukbidang
pendidikan. Seolah seluruh jenjang pendidikan 'dipaksa' bertransformasi untuk beradaptasi
secara tiba-tiba drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online).

Ini tentu bukanlah hal yang mudah, karena belum sepenuhnya siap. Problematika dunia
pendidikan yaitu belum seragamnya proses pembelajaran, baik standar maupun kualitas capaian
pembelajaran yang diinginkan.

Berbagai aplikasi media pembelajaran pun sudah tersedia, baik pemerintah maupun swasta.
Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9/2018
tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Pihak swasta pun menyuguhkan bimbingan belajar online
seperti ruang guru, Zenius, Klassku, Kahoot, dan lainnya.

Akses-akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan danwawasan.


Sangat diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Keberhasilan
pembangunan negara salah satu tolak ukurnya adalah keberhasilan pendidikan.

Melalui pendidikan, akan melahirkan generasi penerus yang cerdas intelektual maupun
emosional, terampil, dan mandiri untuk mencapai pembangunan bangsa ini.Namun muncul
polemik masyarakat pada metamorfosa di masa pandemi Covid-19.

Hal ini tentu dirasa berat oleh pendidik dan peserta didik. Terutama bagi pendidik, dituntut
kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran daring. Ini perlu disesuaikan juga
dengan jenjang pendidikan dalam kebutuhannya. Dampaknya akan menimbulkan tekanan
fisikmaupun psikis (mental).

Pola pikir yang positif dapat membantu menerapkan media pembelajaran daring, sehingga
menghasilkan capaian pembelajaran yang tetap berkualitas. Belajar di rumah dengan
menggunakan media daring mengharapkan orangtua sebagai role model dalam pendampingan
belajar anak, dihadapi perubahan sikap.
Masa pandemi Covid-19 ini bisa dikatakan sebagai sebuah peluang dalam dunia pendidikan, baik
pemanfaatan teknologi seiring dengan industri 4.0, maupun orangtua sebagai mentor.
Harapannya, pasca-pandemi Covid-19, kita menjadi terbiasa dengan sistem saat ini sebagai
budaya pembelajaran dalam pendidikan.

Tantangan Berat

Guru atau dosen bukan satu-satunya tonggak penentu. Ini tantangan berat bagi guru, dosen,
maupun orangtua. Tak sedikit orangtua pun mengeluhkan media pembelajaran jarak jauh melalui
daring (internet) ini.

Terlebih bagi orangtua yang work from home (WFH), harus tetap mendampingi anak-anaknya,
khususnya anaknya yang masih usia dini. Ini mengingat belum meratanya diperkenalkan
teknologi dalam pemanfaataan media belajar, seperti laptop, gadget, dan lainnya.

Terutama anak usia dini hingga sekolah menengah belum merata ketersediaan fasilitas teknologi
sebagai media belajar mengajar di sekolah. Meskipun sebagian besar sudah mengenal digital, sisi
operasionalnya belum diterapkan optimal dalam media pembelajaran.

Bagi guru sekolah PAUD/TK, dituntut sesuatu yang menyenangkan dengan kreativitasnya.
Fasilitas video, voice note, dan Youtube dapat dijadikan media pembelajaran. Namun perlu
pendampingan penuh dari orangtua.

Anak Sekolah Dasar (SD) juga menggunakan media-media tersebut yang ditambah dengan
penggunaan aplikasi Zoom. Bukanlah hal yang mudah, karena anak belum bisa
mengoperasikannya secara mandiri. Jenjang Sekolah Menengah dan Pendidikan Tinggi, ini
membutuhkan inovasi dari pendidik agar peserta didik tidak jenuh, tanpa menghilangkan poin
capaian pembelajaran.

Belajar dari Rumah


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menginisiasi program Belajar dari
Rumah yang ditayangkan di TVRI. Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI sejak 13
April 2020, dimulai pukul 08.00.

Pelaksanaan program ini merupakan kelanjutan dari langkah Kemdikbud menyediakan sarana
yang bisa dipakai oleh para siswa/i untuk melaksanakan "Belajar dari Rumah" selama pandemi
Covid-19. Program ini ditujukan kepada para siswa/i jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah
Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.

Program Belajar dari Rumah di TVRI itu sebagai bentuk upaya Kemdikbud membantu
terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19. Khususnya
membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, secara ekonomi maupun
letak geografis.

https://www.liputan6.com/citizen6/read/4248063/opini-transformasi-media-pembelajaran-pada-
masa-pandemi-covid-19
J PENGANTAR ILMU HUKUM

a. Jelaskan Hukum Positif yang berlaku di Indonesia dibidang Hukum Tata Negara, Hukum
Perdata, dan Hukum Pidana?

Jawab :

1. Hukum Pidana

Hukum Pidana adalah keseluruhan dari peraturan-peraturan yang menentukan perbuatan apa
yang dilarang dan termasuk ke dalam tindak pidana, serta menentukan hukuman apa yang dapat
dijatuhkan terhadap yang melakukannya sebagaimana kelebihan demokrasi
pancasila . Ketentuan-ketentuan Hukum Pidana, selain termuat dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana maupun UU Khusus, juga terdapat dalam berbagai Peraturan Perundang-
Undangan lainnya, seperti UU. No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok
Agraria, UU No. 9 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 19 Tahun 2002
Tentang Hak Cipta dan sebagainya.

Mengenai hukuman apa yang dapat dijatuhkan terhadap seseorang yang telah bersalah
melanggar ketentuan-ketentuan dalam undang-undang hukum pidana, dalam Pasal 10 KUHP
ditentukan macam-macam hukuman yang dapat dijatuhkan, yaitu sebagai berikut:

 Hukuman mati
 Hukuman penjara
 Hukuman kurungan
 Hukuman denda
 Hukuman tutupan

2. Hukum Perdata

i Indonesia pada dasarnya bersumber pada Hukum Noapoleon kemudian berdasarkan Staatsblaad
nomor 23 tahun 1847 tentang burgerlijk wetboek voor Indonesie (disingkat BW) atau disebut
sebagai KUH Perdata. BW sebenarnya merupakan suatu aturan hukum yang dibuat oleh
pemerintah Hindia Belanda yang ditujukan bagi kaum golongan warganegara bukan asli yaitu
dari Eropa, Tionghoa dan juga timur asing. Namun berdasarkan kepada pasal 2 aturan peralihan
Undang-undang Dasar 1945 dalam prinsip-prinsip demokrasi pancasila , seluruh peraturan yang
dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda berlaku bagi warga negara Indonesia (asas konkordasi).

Beberapa ketentuan yang terdapat di dalam BW pada saat ini telah diatur secara
terpisah/tersendiri oleh berbagai peraturan perundang-undangan. Misalnya berkaitan tentang
tanah, hak tanggungan dan fidusia. Setelah Indonesia Merdeka, berdasarkan aturan Pasal 2
aturan peralihan Undang-Undang Dasar 1945, KUH Perdata Hindia Belanda tetap dinyatakan
berlaku sebelum digantikan dengan Undang-Undang baru berdasarkan Undang–Undang Dasar
ini. BW Hindia Belanda merupakan induk hukum perdata Indonesia.

3. Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kekuasaan suatu
negara beserta segala aspek yang berkaitan dengan organisasi negara tersebut. Beberapa para ahli
kemudian mendefinisikan mengenai pengertian hukum tata negara. Salah satunya adalam
menurut Van Vollehoven Hukum Tata Negara adalah Hukum Tata Negara yang mengatur semua
masyarakat hukum atasan dan masyarakat Hukum bawahan menurut tingkatannya dan dari
masing-masing itu menentukan wilayah lingkungan masyarakatnya. dan akhirnya menentukan
badan-badan dan fungsinya masing-masing yang berkuasa dalam lingkungan masyarakat hukum
itu serta menentukan sususnan dan wewenang badan-badan tersebut sebagai contoh kasus
perlindungan konsumen .

Hukum Tata Negara adalah salah satu cabang ilmu hukum, yaitu hukum kenegaraan yang berada
di ranah hukum publik. Hukum tata negara dalam arti luas mencakup baik hukum yang
mempelajari negara dalam keadaan diam (staat in rust) maupun mempelajari negara dalam
keadaan bergerak (staat in beweging). Definisi hukum tata negara telah dikembangkan oleh para
ahli, sehingga tidak hanya mencakup kejian mengenai organ negara, fungsi dan mekanisme
hubungan antar organ negara itu, tetapi mencakup pula persoalan-persoalan yang terkait
mekanisme hubungan antar organ-organ negara dengan warga negara.

 Hukum tata usaha negara

Hukum tata usaha (administrasi) negara adalah hukum yang mengatur kegiatan administrasi
negara sebagai contoh kasus hukum eropa kontinental . Hukum yang mengatur tata pelaksanaan
pemerintah dalam menjalankan tugasnya . hukum administarasi negara memiliki kemiripan
dengan hukum tata negara.kesamaanya terletak dalam hal kebijakan pemerintah ,sedangkan
dalam hal perbedaan hukum tata negara lebih mengacu kepada fungsi konstitusi/hukum dasar
yang digunakan oleh suatu negara dalam hal pengaturan kebijakan pemerintah,untuk hukum
administrasi negara dimana negara dalam “keadaan yang bergerak”. Hukum tata usaha negara
juga sering disebut HTN dalam arti sempit.

5. Peraturan Perundang-Undangan 

Peraturan perundang-undangan, dalam konteks negara Indonesia, adalah peraturan tertulis yang
dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. Hierarki
maksudnya peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Berikut adalah hierarki Peraturan Perundang-
undangan di Indonesia menurut UU No. 12/2011 (yang menggantikan UU No. 10/2004) tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan: [AdSense-C]

 UUD 1945
UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang memuat dasar dan garis besar hukum dalam
penyelenggaraan negara. UUD 1945 adalah produk hukum yang disusun oleh Badan Penyelidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan kemudian ditetapkan oleh Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945. Pada saat ini UUD 1945 telah
mengalami empat kali amandemen (pengubahan) yang dilakukan oleh MPR. Sistematika UUD
1945 terdiri atas Pembukaan dan Batang Tubuh.

 Ketetapan MPR

Ketetapan MPR atau TAP MPR merupakan produk hukum MPR yang mengikat ke dalam dan ke
luar MPR. Contohnya Tap MPR No. III/MPR/2000 tentang sumber Hukum dan Tata Urutan
Perundang-undangan.

 Undang-undang / Peraturan Pengganti Undang-Undang

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) adalah peraturan perundangan yang


dikeluarkan oleh presiden karna keadaan yang memaksa. Perpu dibuat presiden tanpa harus
terlebih dahulu mendapat persetujuan DPR, dengan ketentuan sebagai berikut.

 Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah ditetapkan oleh presiden dengan tujuan menjalankan undang-undang.


UUD 1945 Pasal 5 ayat 2 menegaskan bahwa presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk
menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya. Peraturan pemerintah ditetapkan oleh
presiden sebagai pelaksana kepala pemerintahan.

 Peraturan Presiden

Keputusan Presiden adalah keputusan yang ditetapkan oleh presiden. Keputusan Presiden
merupakan peraturan yang dibentuk presiden berdasarkan Pasal 4 UUD 1945. Keputusan
Presiden dibuat dalam rangka menjalankan UUD 1945, UU, dan PP.

 Peraturan Daerah

Peraturan Daerah (Perda) adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah daerah provinsi dan
kabupaten atau kota. Perda termasuk dalam peraturan perundang-undangan karena sejalan
dengan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

b. Bagaimana kaitan antara  hukum yang pernah berlaku (sejarah hukum), hukum yang akan
datang (ius contituendum) dan hukum positif yang berlaku sekarang (ius constitutum)?
Jawab : Ius constitutum atau ius positum, selain berbeda dengan ius constituendum juga berbeda
dengan konsep hukum menurut “hukum alam” atau “hukum kodrat” (ius naturale atau natural
law) yang bersifat universal karena berlakunya tidak terbatas oleh waktu dan tempat. “Ius
positum”  atau “ius constitutum”  atau disebut juga “ius operatum” artinya hukum yang telah
ditetapkan atau dipositifkan (positum) atau dipilih atau ditentukan (constitutum) berlakunya
sekarang (operatum) dalam masyarakat atau wilayah tertentu. Ius operatum mengandung arti
bahwa hukum atau peraturan perundangundangan telah berlaku dan dilaksanakan di masyarakat.

Ius costituendum dapat menjadi ius constitutum atau ius positum atau ius operatum apabila


sudah ditetapkan berlaku oleh penguasa yang berwenang, dan pemberlakuannya memenuhi
ketentuan yang telah ditetapkan oleh hukum positif lainnya yang mengatur pemberlakuan suatu
hukum (undang-undang) ; misalnya perundang-undangan harus telah disahkan oleh lembaga
pembuat undang-undang dan diundangkan oleh lembaga yang berwenang.

SUMBER REFERENSI https://hukamnas.com/macam-macam-hukum-positif

salah satu dampak yang paling terlihat atas perubahan dunia pendidikan di tengah pandemi
Covid-19 adalah keefektifan proses belajar-mengajar. Pasalnya, tidak semua peserta didik
mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang baru ini, terlebih pada jenjang sekolah dasar
(SD).

Anak-anak yang berada pada jenjang pendidikan ini sangat rentan dalam hal tidak mendapatkan
materi belajar yang merata, jika tak ada kerjasama yang baik antara guru maupun pihak orangtua.

Maka dari itu, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta agar para guru tidak
hanya fokus dalam mengejar target kurikulum saja. Namun juga membekali siswa dengan
kemampuan hidup yang diperkuat dengan nilai-nilai karakter. Tujuannya tak lain supaya metode
belajar jarak jauh tidak lagi membebani para guru, siswa, maupun orangtua.

Penyesuaian pembelajaran ini juga telah dijelaskan sebagaimana dalam Surat Edaran Nomor 2
tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di lingkungan Kemendikbud, serta
dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan
Pendidikan.
ORGANISASI DAN MANAJEMEN

Forum ini akan membahas Kepemimpinan dalam Organisasi.

Peranan pemimpin adalah menggerakkan bawahan dengan keputusan yang diambilnya. Coba
diskusikan proses pengambilan keputusan yang dapat menjadi kunci keberhasilan organisasi
mencapai tujuannya!

Jawab :

Proses pengambilan keputusan yang dapat menjadi kunci keberhasilan organisasi merupakan;

1. Yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau
penunjukannya, melainkan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan

2. Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang

3. Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk “membaca” situasi

4. Perilaku seseorang tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui pertumbuhan dan
perkembangan 5. Kehidupan organisasi yang dinamis dan serasi dapat tercipta bila setiap
anggota mau menyesuaikan cara berfikir dan bertindaknya untuk mencapai tujuan organisasi.

Peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan Kepemimpinan seseorang dalam sebuah


organisasi sangat besar perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat
keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin.
Sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat
menjadi pemimpin. Dilain hal, pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan
karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya keputusan
yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya. Melainkan melalui
berbagai pertimbangan dalam prosesnya.
PENGANTAR ANTRIPOLOGI

Teman-teman mahasiswa, dalam materi minggu terakhir ini kita mempelajari tentang globalisasi
dimana kebudayaan masyarakat dunia menjadi cenderung homogen. Namun disisi lain dengan
globalisasi justru muncul etnosentrisme dimana suatu masyarakat merasa kebudayaannya lebih
baik dari masyarakat lainnya. Silahkan teman-teman diskusikan mengapa hal ini bisa terjadi. 

Jawab : Pengaruh globalisasi ternyata menimbulkan banyak pengaruh yang negatif bagi
kebudayaan bangsa Indonesia. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa
Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik
yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya
menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Globalisasi kadang membawa dampak positif
dan kadang membawa dampak negative bagi kehidupan bangsa Indonesia. Dampak positif dapat
membawa bagsa Indonesia kearah kemajuan suatu bangsa, sredangkan dampak negative dapat
membawa pengaruh buruk terutama dalam kehidupan sosial budaya. Kita harus bersikap selektif
dalam mengikuti perkembangan globalisasi. Ambilah sisi positif dari proses globalisasi. Dengan
adanya proses globalisasi dalam kehidupan, kita dapat memperoleh informasi dengan cepat,
membuat kehidupan semakin baik, makin berkembangnya teknologi.
Masalah yang dipertaruhkan adalah yurisdiksi Turki untuk mengadili Monsieur Demons, letnan
Prancis yang bertugas jaga pada saat tabrakan. Sejak tabrakan terjadi di laut
lepas , Prancis mengklaim bahwa negara yang benderanya dikibarkan kapal memiliki yurisdiksi
eksklusif atas masalah tersebut. Prancis mengajukan kasus hukum, di mana ia berusaha untuk
menunjukkan setidaknya praktik negara untuk mendukung posisinya. Namun, kasus tersebut
melibatkan kapal yang sama-sama mengibarkan bendera negara bagian yang sama. Oleh karena
itu, Pengadilan, dengan suara mayoritas, menolak posisi Prancis yang menyatakan bahwa tidak
ada aturan yang mengatur hal itu dalam hukum internasional . Keputusan dalam perkara ini
adalah, diantaranya:

1. Memutuskan bahwa tidak ada kaidah kebiasaan yang memberikan yurisdiksi pidana eksklusif
dalam kasus tabrakan di laut lepas dari pihak Negara bendera kapal, berkenaan dengan semua
insiden di atas kapal, karena dari materi yang relevan yang dipertimbangkan, perundang-
undangan nasional tidak konsisten, tidak ada kecenderungan yang seragam yang dapat
disimpulkan dari traktat-traktat, serta adanya perbedaan pandangan di antara para sarjana. Untuk
itu jurisdiksi dapat dilaksanakan juga oleh Negara bendera kapal atas kapal dimana tindak pidana
yang mengakibatkan timbulnya tabrakan.
2. Memutuskan bahwa tidak ada pembatasan atas pelaksanaan yurisdiksi oleh setiap Negara
kecuali jika pembatasan itu dapat diperlihatkan dengan bukti konklusif yang keberadaannya
sebagai suatu prinsip hokum internasional. PCIJ tidak menerima tesis yang dikemukakan oleh
Perancis bahwa suatu klaim yurisdiksi oleh suatu Negara harus dibenarkan oleh hukum
internasional dan praktek hokum internasional. Kewajiban tersebut terletak di pihak Negara yang
menyatakan bahwa pelaksanaan yurisdiksi itu sah, untuk mempelihatkan bahwa praktek
jurisdiksi itu dilarang oleh hukum internasional.
3. Terkait dengan tanggung jawab pidana atau disiplin nahkoda atau setiap orang lainnya dalam
kapal, maka tidak boleh ada penuntutan pidana atau disiplin terhadap orang-orang tersebut
kecuali di hadapan peradilan atau pejabat-pejabat administrasi dari Negara bendera atau Negara
dari mana orang tersebut menjadi warga Negara.

Anda mungkin juga menyukai