Anda di halaman 1dari 11

i

Daftar Isi
HALAMAN SAMPUL.............................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................................................1
2.1 Rumusan Masalah................................................................................................................2
3.1 Tujuan Penulisan..................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................3
2.1 Pengertian Analisis, Laporan Keuangan dan Sektor Publik.................................................3
2.2 Tujuan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik...............................................................4
2.3 Tahapan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik............................................................5
2.4 Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik............................................5
BAB III PENUTUP................................................................................................................................ 8
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................8
3.2 Saran..............................................................................................................................8
Daftar Rujukan......................................................................................................................................9

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pembuatan laporan keuangan pada sektor publik merupakan wujud dan realisasi
pengaturan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang transparan untuk
mencapai good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Tujuan pemerintah melakukan
publikasi terhadap laporan keuangannya yaitu sebagai dasar untuk pengambilan keputusan bagi para
pengguna kebutuhan informasi laporan keuangan tersebut seperti masyarakat, pemerintah, para
wakil rakyat, lembaga pengawas dan lembaga pemeriksa serta pihak yang memberi atau berperan
dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman. Bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan
pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor UU No. 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah. Undang-undang ini memberikan kewenangan bagi daerah untuk menggali
potensi lokal dan meningkatkan kinerja keuangannya dalam rangka mewujudkan kemandirian daerah.
Keberhasilan pemerintah sebagai organisasi sektor publik akan dinilai dari kemampuan
pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Pemerintahan yang akuntabel merupakan pemerintahan yang dapat dipercaya dan
bertanggungjawab dalam mengelola sumber daya publik. Sumber daya publik yang
digunakan untuk membiayai pembangunan dan keberlangsungan roda pemerintah, harus
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Pertanggungjawaban didukung dengan laporan
pertanggungjawaban tertulis berupa penyajian laporan keuangan atas kinerja yang telah
dicapai pada periode terkait.
Adapun salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengetahui kinerja pemerintah
adalah dengan melakukan analisis laporan keuangan terhadap anggaran yang telah
ditetapkan dan dilaksanakan. Dokumen yang dapat dijadikan sumber dalam menganalisis
laporan keuangan adalah laporan keuangan utama yang terdiri dari neraca, laporan arus kas,
dan laporan realisasi anggaran.
Cara untuk melakukan analisis laporan keuangan pada organisasi sektor publik yaitu
dengan membandingkan kinerja keuangan satu periode dengan periode sebelumnya
berdasarkan laporan keuangan. Terdapat beberapa teknik dalam analisis laporan keuangan,
yaitu antara lain: analisis aset, analisis kewajiban dan ekuitas dana, analisis pendapatan,
analisis belanja, analisis pembiayaan, dan analisis laporan arus kas. Selain itu, terdapat

1
berbagai jenis rasio yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dan menggambarkan laporan
keuangan. Hasil dari perhitungan rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi
kinerja keuangan organisasi sektor publik dan selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan yang baik bagi organisasi
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian analisis, laporan keuangan, dan Sektor Publik?
2. Apakah tujuan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik?
3. Bagaimanakah tahapan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik?
4. Bagaimanakah metode dan teknik Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian analisis, laporan keuangan dan Sektor Publik.
2. Untuk mengetahui tujuan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik.
3. Untuk mengetahui tahapan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik.
4. Untuk mengetahui metode dan teknik Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis, Laporan Keuangan dan Sektor Publik


A. Pengertian Analisis
Kata analisis diadaptasi dari bahasa Inggris “analysis” yang secara etimologis berasal dari
bahasa Yunani kuno (dibaca Analusis). Kata Analusis terdiri dari dua suku kata, yaitu “ana” yang artinya
kembali, dan “luein” yang artinya melepas atau mengurai. Bila digabungkan maka kata tersebut memiliki
arti menguraikan kembali. Menurut asal katanya tersebut, analisis adalah proses memecah topik atau
substansi yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih baik. Jadi secara umum, pengertian analisis adalah aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan
seperti; mengurai, membedakan, dan memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria
tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu ditafsirkan maknanya.
Beberapa ahli pernah menjelaskan mengenai arti analisis, diantaranya Menurut Komaruddin,
pengertian analisis adalah aktivitas berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen-
komponen kecil sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungan masing-masing komponen,
dan fungsi setiap komponen dalam satu keseluruhan yang terpadu. Menurut Wiradi, arti analisis adalah
aktivitas yang memuat kegiatan memilah mengurai, membedakan sesuatu yang kemudian digolongkan
dan dikelompokkan menurut kriteria tertentu lalu dicari makna dan kaitannya masing-masing. sedangkan
menurut Pengertian analisis dalam akuntansi menurut Syahrul adalah kegiatan melakukan evaluasi
terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang
memungkinkan tentang perbedaan yang muncul.
B. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan atau laporan akuntansi berisi laporan-laporan kegiatan transaksi keuangan
pada suatu organisasi. Dimana laporan keuangan itu berfungsi untuk menjelaskan secara detail dan rinci
tentang terjadinya transaksi dan kegiatan keuangan tersebut. “Maka diputuskanlah komponen dan bagian-
bagian dari laporan keuangan itu yang dibuat oleh suatu perusahaan, laporan keuangan biasanya terdiri
atas lima jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan
catatan atas laporan keuangan” menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2009) dalam (D. M. Situmorang,
2019).
Laporan keuangan merupakan suatu bentuk mekanisme pertanggung jawaban sekaligus dasar
untuk pengambilan keputusan bagi pihak eksternal. Oleh karena itu, pengungkapan informasi dalam
laporan keuangan harus memadai agar dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan sehingga
menghasilkan keputusan yang cermat dan tepat (Almilia dan Retrinasari, 2007). Laporan keuangan

3
pemerintah harus mengikuti SAP yang berlaku, kemudian disampaikan kepada DPR/DPRD dan
masyarakat umum setelah diaudit oleh BPK. Laporan keuangan perlu diaudit oleh BPK Untuk
meningkatkan kualitas transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan pemerintah (Rahayu dan
Maharani, 2016). Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan BPK tersebut berupa opini, temuan, kesimpulan
atau dalam bentuk rekomendasi.
C. Pengertian Sektor Publik
Sektor publik adalah semua yang berhubungan dengan kepentingan publik dan tentang
penyediaan barang dan jasa yang ditujukan untuk publik, dibayarkan melalui pajak dan pendapatan
negara lainnya yang sudah diatur dalam hukum contohnya transportasi, pendidikan dan kesehatan
(Sujarweni, 2015:1). Sektor publik sering dipahami sebagai segala sesuatu yang terkait dengan
kepentingan publik dan penyediaan barang atau jasa bagi publik yang dibayar melalui pajak atau
pendapatan negara lain yang diatur dengan hukum (Mahsun dkk, 2007:4).
Alasan perlunya sektor publik antara lain pertama adalah, sektor publik menyediakan barang-
barang publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak disediakan oleh sektor privat maupun
sektor sosial. Barang publik yang dibutuhkan masyarakat misalnya keamanan, kepolisian dan pengadilan.
Sektor bisnis tidak mau menyediakan karena tidak menguntungkan dan sangat besar biayanya.
Sementara itu sektor sosial juga tidak mau menanganinya karena tidak mampu membiayai dan bukan
menjadi otoritasnya. Keberadaan sektor publik diperlukan untuk melaksanakan kewajiban negara dalam
memenuhi kebutuhan dan menyejahterakan masyarakatnya sebagai tanggung jawab konstitusi.
Kedua, sektor publik diperlukan sebagai regulator. Sektor bisnis perlu regulasi agar terjadi
kompetisi yang sehat dan terhindar dari kegagalan pasar (market failure). Masyarakat perlu perlindungan
dari prilaku merugikan para pelaku pasar. Pelaku pasar dan investor perlu kepastian hukum dan jaminan
usaha dari pemerintah. Oleh karena itu sektor publik diperlukan sebagai regulator untuk membuat aturan
main dalam kehidupan berbisnis, berbangsa dan bermasyarakat. Bersamaan dengan fungsinya sebagai
regulator, sektor publik juga berwewenang untuk memberikan sanksi hukum bagi para pelanggar
peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.
Alasan yang ketiga adalah, sektor publik diperlukan sebagai pengelola negara dan pengemban
amanah konstitusi melalui fungsi birokrasi pemerintahan. Peran pemerintah untuk melakukan alokasi
sumber daya publik, distribusi sumber daya secara adil dan merata, serta stabilitasi ekonomi dan politik
tidak dapat digantikan oleh sektor bisnis (Mahmudi, 2016:2-3).
2.2 Tujuan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik
Organisasi sektor publik menyusun laporan keuangan untuk memberikan informasi keuangan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan. Pada sektor publik, pengambilan
keputusan tidak hanya di bidang ekonomi saja, namun juga di bidang sosial, politik, dan keamanan. Tidak

4
semua pemangku kepentingan memahami akuntansi yang merupakan alat untuk menghasilkan laporan
keuangan sehingga menurut Mahmudi (2007) perlu dibantu analisis laporan keuangan.
Tujuan analisis laporan keuangan bervariasi tergantung pada perspektif pemakai laporan
keuangan dan keinginan apa yang diharapkan oleh analisis data laporan keuangan (Fraser dan Ormiston,
2008). Analisis laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan hubungan antar item dalam laporan
keuangan. Teknik analisis laporan keuangan yang paling sering digunakan adalah analisis rasio
keuangan. Pengukuran kinerja yang didasarkan atas penghitungan rasio-rasio keuangan, misalnya rasio
likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio pasar (Mahsun, 2009).
2.3 Tahapan Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik
Pembaca laporan keuangan perlu memahami langkah-langkah yang efektif untuk menganalisis
dan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah secara tepat dan komprehensif. Menurut Mahmudi (2009:
85) langkah-langkah atau tahapan dalam menganalisis laporan keuangan pemerintah daerah yaitu:
a. Menilai Kinerja Makro
Keberhasilan atau kegagalan kinerja makro sdapat dilihat dari laporan keuangan yang
merupakan gambaran kinerja mikro. Misalnya dibidang ekonomi menyangkut tingkat inflasi,
dibidang pemerintahan menyangkut indeks good governance, indeks korupsi, dan indeks
kepuasan pelayanan, dan lain-lain. Jika kinerja makro kurang baik, maka besar kemungkinan
kinerja mikro juga kurang baik.
b. Menilai Kinerja Program/Kegiatan
Penilaian kinerja program/kegiatan dapat dilihat dari LKPJ dan atau LAKIP. Keberhasilan
pelaksanaan program/kegiatan dinilai dari aspek 3E, yaitu: ekonomi, efisiensi dan efektivitas.
Ekonomi terkait dengan penggunaan sumber daya input secara hemat sehingga tidak terjadi
pemborosan, efisiensi terkait dengan kesesuaian pelaksanaan dengan anggaran dan efektivitas
terkait dengan pencapaian target.
c. Menilai Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan tercermin dari laporan keuangan neraca, laporan kas. realisasi anggaran, dan
laporan arus kas.
2.4 Metode Dan Teknik Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik
A. Metode Analisi Laporan Keuangan Sektor Publik
Menurut Falikhatun dan Nugrahaningsih (2007: 9), ada dua metode analisis yang digunakan,
yaitu:
1. Analisis Vertikal
Analisis Vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu
saat saja, yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan

5
keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu
saja.
2. Analisis Horisontal
Analisis Horisontal yaitu analisis dengan melakukan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa
periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembanganya.
Menurut Prastowo dan Juliati (2002), secara umum metode analisis laporan keuangan dapat di
klasifikasikan menjadi dua klasifikasi, yaitu:
a. Metode Analisis Horisontal (dinamis)
Metode analisis horisontal (dinamis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara
membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui
perkembangan dan kecenderungannya.
b. Metode Analisis Vertikal (statis)
Metode analisis vertikal (statis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis
laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos satu
dan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama.
Kesimpulan dari beberapa metode analisis laporan keuangan diatas adalah:
a. Metode Analisis Horisontal (Dinamis)
Metode analisis horisontal merupakan analisis yang dilakukan dalam beberapa periode untuk
melakukan analisis laporan keuangan pada organisasi sektor publik atau organisasi sektor swasta.
b. Metoda Analisis Vertikal (Statis)
Metoda analisis vertikal merupakan analisis yang dilakukan dalam satu periode untuk melakukan
analisis laporan keuangan pada organisasi sektor publik atau organisasi sektor swasta.
B. Teknik Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik
Menurut Mahmudi (2009), teknik analisis laporan keuangan organisasi sektor publik adalah sebagai
berikut:
a. Analisis Varians (Selisih)
Analisis varians pada umumnya digunakan untuk menganalisis laporan realisasi anggaran, yaitu
dengan cara mengevaluasi selisih yang terjadi antara anggaran dengan realisasinya. Aspek yang
penting dalam analisis varians ini, yaitu:
1. Menentukan tingkat signifikansi selisih anggaran.
2. Menentukan tingkat varians anggaran yang bisa ditoleransi.
3. Mencari penyebab terjadinya selish varians.
b. Analisis Rasio Keuangan

6
Analisis rasio keuangan merupakan perbandingan antara dua angka yang datanya diambil dari
elemen laporan keuangan. Analisis ini dapat digunakan untuk mengintepretasikan perkembangan
kinerja dari tahun ke tahun dan membandingkanya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis.
Terdapat berbagai macam analisis rasio keuangan, antara lain:
1. Analisis Aset
2. Analalisis Likuiditas, meliputi: Rasio Lancar, Rasio Kas, Rasio Cepat, Rasio Modal Kerja
terhadap Total Aset
3. Analisis Solvabilitas
4. Analisis Kewajiban: Rasio Total Utang terhadap Equitas, Rasio Total Utang terhadap Aset Modal,
Rasio Total Utang terhadap Pendapatan
5. Analisis Ekuitas
6. Analisis Profitibilitas: Profit Margin, Return on Asset (ROA), Return on Invesment (ROI), Return
on Equity (ROE), Return on Capital Employed (ROCE), Net Income.
7. Analisis Aktivitas
c. Analisis Pertumbuhan (Trend)
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kecenderungan baik berupa kenaikan atau penurunan
kinerja selama kurun waktu tertentu. Analisis ini dapat diaplikasikan misalnya untuk menilai
pertumbuhan asset, pendapatan, utang, surplus/defisit, dan sebagainya.
d. Analisis Regresi
Analisis ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent.
Analisis ini sangat bermanfaat untuk riset kebijakan publik yang hasilnya dapat diaplikasikan oleh
pemerintah daerah. Contohnya:
1. Menguji pengaruh tingkat serapan APBD terhadap petumbuhan ekonomi daerah;
2. Menguji pengaruh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,
3. Dan lain-lain.
e. Analisis Prediksi
Analisis ini digunakan untuk memprediksi pendapatan tahun depan dengan menggunakan data
tahun ini dan tahun sebelumnya sebagai dasar prediksi.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Menurut Komaruddin, pengertian analisis adalah aktivitas berfikir untuk menguraikan suatu
keseluruhan menjadi komponen-komponen kecil sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen,
hubungan masing-masing komponen, dan fungsi setiap komponen dalam satu keseluruhan yang
terpadu.
2. Pemerintahan yang akuntabel merupakan pemerintahan yang dapat dipercaya dan
bertanggungjawab dalam mengelola sumber daya publik. Sumber daya publik yang digunakan untuk
membiayai pembangunan dan keberlangsungan roda pemerintah, harus dipertanggungjawabkan
kepada masyarakat
3. Laporan keuangan merupakan suatu bentuk mekanisme pertanggung jawaban sekaligus dasar untuk
pengambilan keputusan bagi pihak eksternal. Oleh karena itu, pengungkapan informasi dalam
laporan keuangan harus memadai agar dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan sehingga
menghasilkan keputusan yang cermat dan tepat.

3.2 Saran
komponen keuangan sektor publik adalah kinerja keuangan yang meliputi surplus atau defisit,
perubahan aktiva atau ekuitas netto, arus kas yang memberikan informasi mengenai pemasukan dan
pengeluaran keuangan dalam suatu periode tertentu, kebijakan akuntansi serta catatan laporan
keuangan. Namun untuk lembaga sektor publik seperti pemerintahan, laba bukan merupakan ukuran
yang relevan karena organisasi pemerintah bukan entitas bisnis yang mencari laba. Pemerintah
bertanggungjawab atas produksi dan distribusi barang dan jasa publik.

8
DAFTAR PUSTAKA

Almilia, Luciana S. dan Retrinasari, Ikka. 2007. Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap
Kelengkapan Pengungkapan dalam Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ.
Proceeding Seminar Nasional Inovasi dalam Menghadapi Perubahan Lingkungan Bisnis. FE Universitas
Trisakti Jakarta, 9 Juni.
D. M. Situmorang, “Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belajar akuntansi di daerah 3t,” J.
Akuntansi, Ekon. dan Manaj. Bisnis Vol. 7 No. 1, July 2019, 77-84 E-ISSN 2548-9836, vol. 7, no. 1, pp.
77–84, 2019.
Falikhatun dan Putri Nugrahaningsih. 2007. Analisis Laporan Keuangan. Surakarta: FE UNS

Fraser, Lyn M., dan Aileen Ormiston. 2008. Memahami Laporan Keuangan. Jakarta: Indeks.

Mahmudi, 2009. Analisis Laporan Keuangan Daerah. Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Mahmudi. (2016). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: UII Press Yogyakarta (Anggota IKAPI)
Mahsun, Mohamad. 2009. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE.
Mohammad Mahsun, S.E., M. Si., Ak. Firma Sulistyowati, S.E., M.Si. Heribertus Andre Purwanugraha,
S.E., M.B.A. (2007). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA
Prastowo, Dwi D dan Rifka Julianty, 2002. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Edisi Revisi.
Yogyakarta: AMP YKPN
Rahayu, Ayu dan Mardiana, Ana. 2016. Pengaruh Karakteristik, Kompleksitas, Dan Temuan Audit
Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan 13 Pemerintah Daerah Dengan Sistem
Pengendalian Intern Sebagai Variabel Moderating Pada LKPD Kabupaten/Kota Di Sulawesi Selatan.
Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban.Vol. I No. 1
Sujarweni, V. W. (2015). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press