Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.............................................................................................................................i

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................................3
2.1 Pengertian Manajemen Strategi...........................................................................................3
2.2 Konsep Manajemen Strategi Sektor Publik..........................................................................3
2.3 Implementasi Strategi Sektor Publik....................................................................................7
2.4 Tentang Manajemen Strategi Sektor Publik........................................................................8
BAB III PENUTUP….... …...................................................................................................................14
3.1 Kesimpulan ..........................................................................................................................14
3.2 Saran.................................................................................................................................14
DAFTAR RUJUKAN..............................................................................................................................15

i
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Manajemen strategi diperlukan oleh semua organisasi termasuk organisasi privat/bisnis
maupun organisasi sektor public dalam hal untuk mencapai tujuan organisasinya. Manajemen strategi
berfungsi sebagai sistem pengendalian manajemen organisasi. Sistem pengendalian manajemen
suatu organisasi dirancang untuk memengaruhi individu-individu didalamnya untuk berperilaku sesuai
dengan tujuan organisasional. Pengendalian organisasi dapat dilakukan melalui sistem pengendalian
berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui manajemen informasi dan komunikasi yang
dirancang secara formal.
Dalam hal penerapan manajemen strategi ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar
pencapaian tujuan organisasi lebih terarah. Tahapan manajemen strategi diawali dari perumusan
strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Penerapan manajemen strategi sektor publik
merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk mencapai good governance. Dalam upaya
mewujudkan kinerja organisasi pemerintah yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat penerapan manajemen strategi bagi organisasi sektor publik menjadi hal yang sangat
penting untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi sector publik. Hal tersebut menuntut
organisasi sektor publik untuk berpikir strategis, mampu menerjemahkan inputnya menjadi strategi
yang efektif, serta mengembangkan alasan yang diperlukan untuk meletakkan landasan pelaksanaan
strateginya. Pegimplementasian manajemen strategi dalam organisasi sektor publik diharapkan dapat
membantu organisasi tersebut dalam mewujudkan visi dan misinya.
Manajemen strategi sektor publik mengarahkan organisasi sektor publik untuk melakukan
perencanaan manajemen dengan mempertimbangkan dengan baik faktor-faktor pendukung dan
penghambat dalam pencapaian tujuan organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi sektor
publik. Dengan demikian fokus manajemen strategis adalah menghubungkan organisasi dengan
lingkungannya, merumuskan strategi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan memastikan
bahwa implementasi strategi berjalan dengan baik. Organisasi juga diharapkan akan mampu
mengendalikan arah pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan, sehingga organisasi sektor publik
mampuh memberikan kinerja yang lebih maksimal.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Manajemen Strategi?
2. Bagaimanakah konsep Manajemen Strategi Sektor Publik?
3. Bagaimanakah Implementasi Strategi pada Sektor Publik?

1
4. Apakah hal-hal penting yang perlu diketahui tentang Manajemen Strategi Sektori Publik?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Manajemen Strategi.
2. Untuk mengetahui konsep Manajemen Strategi Sektor Publik.
3. Untuk mengetahui Implementasi Strategi pada Sektor Publik.
4. Untuk mengetahui hal-hal penting yang perlu diketahui tentang Manajemen Strategi Sektori
Publik.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Strategi


Diungkapkan oleh Nawawi (2000:52) bahwa manajemen adalah “serangkaian proses yang terdiri atas
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan
(controlling), dan penganggaran (budgeting).” Barney, 2007:27 Manajemen strategis (strategic
management) dapat dipahami sebagai proses pemilihan dan penerapan strategi-strategi. Sedangkan
strategi adalah pola alokasi sumber daya yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat
mempertahankan kinerjanya. Menurut Grant, 2008:10 Strategi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan
rencana mengenai penggunaan sumber daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi
menguntungkan. Dengan kata lain, manajamen strategis terlibat dengan pengembangan dan
implementasi strategi-strategi dalam kerangka pengembangan keunggulan bersaing. Michael A. Hitt & R.
Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (2006,XV) Manajemen strategis adalah proses untuk membantu
organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka
mencapai hasil yang bernilai.
Sedangkan kata strategi Hamel dan Prahalad dalam Umar (2002) mendefinisikan strategi
sebagai “tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan
berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan dimasa depan. Dengan
demikian strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dengan apa yang
terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan
kompetensi inti (core competencies). Perusaahaan perlu mencari kompetensi inti didalam bisnis yang
dilakukan.”
Dan Siagin (2004) mendefinsikan menajemen strategi sebagai “Serangkaian keputusan dan
tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran
suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.”
2.2 Konsep Manajemen Strategi Sektor Publik

Penelitian Robert dan Menker dalam Rabin dkk. (2000) sebagaimana yang dikutip oleh Bawono
(2010), meneliti tentang manajemen strategi pada pemerintah pusat diamerika hasilnya mereka
mengusulkan adanya pendekatan baru dalam menejamen sektor public, yaitu pendekatan generatif
selain pendekatan yang sudah ada yaitu pendekatan direktif dan pendekatan adaktif.
Penelitian lainnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Killimurray dkk, dalam rabin dkk (2010)
yang dikutip oleh Bawono (2010). Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui perencanaan strategi

3
yang ada didalam Dinas Pertolongan Anak di Amerika Serikat. Dinas pertolongan anak melakukan
perencanaan strategi dan mengembangkan 5 (lima) hal utama yaitu :
1) Implementasi rencana, tahapa ini merupakan dasara dari orientasi manajemen yang diterapkan,
pada implementasi rencana tujuan dan objektif yang disusun untuk mengevaluasi kinerja dari dinas
pertolongan anak.
2) Indikator kinerja, indikator kinerja sepakat untuk disusun dalam rangka menilai kesulitan dalam
mengumpulkan data dan memperogram ulang sistem otomatisasi.
3) Reformasi kesejahteraan, dengan adanya peraturan mengenai informasi kesejahteraan maka
Negara bagian sebagai partner harus melakukan perubahan terhadap perencanaan strategis,
pelaporan data, indikator kinerja, dan pendanaan dari pemerintah pusat.
4) Kesepakatan kinerja, sebelum adanya implementasi undang-undang mengenai kinerja setiap
Negara sudah memiliki standar masing-masing mengenai kinerja organisasi sektor publik. Adanya
undang-undang tersebut merubah kesepakatan kinerja antara Negara bagian dan pemerinta pusat.
Hal itu dikembangkan dengan kesepakatan antara Negara bagian dan pemerintah pusat dalam
rangka menyeragamkan standar standar yang sudah ada sebelumnya.
5) Pemeriksaan (audit), dimasa yang akan datang divisi audit akan menekankan pada validitas data
yang diberikan oleh Negara bagian, karna pada masa sekarang kepatuhan Negara bagian hanya
dibuktikan oleh statusnya.
Beberapa konsep manajemen strategi diatas merupakan bagian dari proses pengendalian manajemen
strategi sektor public. Proses pengendalian manajemen sektor publik dapat dilakukan melalui komunikasi
formal dan informal. Mardiasmo (2009:50) menjelaskan bahwa komunikasi formal terdiri atas aktivitas
formal organisasi, yang meliputi :
1. Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab menajemen puncak didalam proses
penentuan visi, misa, tujuan, sasaran, target (outcome), arah, dan kebijakan, serta strategi organisasi.
Salah satu metode untuk menentukan strategi adalah dengan analisi SWOT yang menganalisis faktor
internal organisasi yang menjadi kekuatan dan kelemahan dan memperhitungkan faktor eksternal
berupa ancaman dan peluang. Analisi SWOT merupakan salah satu alat dalam manajemen strategis
untuk menentukan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity), dan ancaman
(threat) dalam organisasi. Walaupun analisis SWOT dianggap sebagai suatu hal yang penting namun
kadangkala manajer menghadapi masalah dalam menerapkan analisis ini. Masalah- masalah tersebut
adalah sebagai berikut (Barwono, 2010):
1) The missing link problem, masalah ini timbul karna hilangnya unsur keterkaitan, yaitu gagalnya

4
menghubungkan evaluasi terhadap faktor internal dan evaluasi terhadap faktor eksternal.
2) The blue sky problem, masalah ini identik dengan langit biru dimana langit yang biru selalu membawa
kegembiraan karna cuaca yang cerah. Hal ini menyebabkan pengembilan keputusan kadang terlalu
cepat dalam menetapkan sesuatu keputusan tanpa mempertimbangkan ketidakcocokkan antara
faktor internal dan faktor eksternal sehingga meremehkan kelemahan organisasi yang ada dan
membesar-besarkan kekuatan dalam organisasi.
3) The silver lining problem, masalah yang berkaitan dengan timbulnya suatu harapan dalam kondisi
yang kurang menggembirakan. Hal ini timbul karna pengambilan keputusan mengharapkan sesuatu
dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
4) The all things to all people problem, suatu filsafah dimana pengambilan keputusan cenderung untuk
memusarkan perhatian pada kelemahan organisasinya.
Tahap paling awal dari manajemen strategis sektor public adalah perencanaan, perencanaan
dimulai dari perumusan strategi. Komponen dasar proses perumusan strategi adalah sebagai berikut
(Olsen dan Eadie, 1982; dalam Mardiasmo , 2009:52).
a. Misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif dan memberikan
kerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai.
b. Analisis atau scanning lingkungan, terdiri atas pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor
eksternal yang sedang dan akan terjadi; serta kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat
merumuskan strategi organisasi.
c. Faktor internal dan audit sumber daya, yang mengevaluasi dan mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
perencanaan strategis.
d. Perumusan, evaluasi, dan pemilihan strategi.
e. Implementasi dan pengendalian rencana strategi.
Selain itu juga terdapat model delapan langkah milik Bryson (1995 dalam mardiasmo 2009) untuk
memfasilitasi proses perumusan strategi, yaitu:
a. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategis
b. Identifikasi apa yang menjadi mandar organisasi
c. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi
d. Menilai lingkungan eksternal (peluang dan ancaman)
e. Menilai lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan)
f. Identifikasi isu strategis yang sedang dihadapi organisasi
g. Perumusan strategi untuk mengelola isu-isu tersebut

5
h. Menetapkan visi organisasi untuk masa kedepan

2. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah proses penentuan program, aktivitas, atau proyek yang akan
dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan.
Jika pada tahap perumusan strategi adalah tahapan (fase) untuk proses menentukan strategi,
sedangkan pada tahap perencanaan strategis lebih pada proses menentukan bagaimana menerapkan
strategi tersebut.
Manfaat perencanaan strategis bagi organisasi antara lain:
1) Sarana untuk menfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif
2) Sarana memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang diterapkan
3) Sarana untuk memfasilitasi dilakukannya sumber daya yang optimal
4) Kerangka pelaksanaan short term actions
5) Sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas
6) Alat untuk memperkecil tentang alternatif strategi

Perencanaan strategis perlu diterjemahkan dalam bentuk tindakan konkret, karna itu perlu
didukung dengan hal-hal berikut ini.
1) Struktur pendukung (manajerial maupun political will), struktur organisasi yang baik akan
mendukung terciptanya desain sistem pengendalian manajemen yang baik pula sehingga mampu
mendukung strategi yang telah disusun agar visi, misi, tujuan dan strategi perusahaan dapat
dicapai.
2) Proses dan praktik implementasi dilapangan, terkait dengan sistem dan proses pengendalian.
3) Kultur organisasi, terkait dengan perilaku dan sikap anggota organisasi.

3. Penganggaran
Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor public merupakan tahap
yang dominan. Proses penganggaran pada organisasi sektor public memiliki karakteristik yang agak
berbeda dengan penganggaran pada sektor swasta. Perbedaan tersebut terutama adalah adanya
pengaruh politik dalam proses penganggaran.

4. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah tahap akhir dari proses pengendalian manajemen, yang merupakan
bagian dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat pengendalian.
Pengendalian manajemen melalui sitem pengendalian kinerja dilakukan dengan cara menciptakan
mekanisme penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) sebagai pendorong pencapaian strategi,

6
tercapainya tujuan organisasi dan menciptakan kepuasaan setiap individu. Sebaiknya, orientasi penilaian
kinerja lebih diarahkan pada pemberian reward.
Bentuk reward dapat berupa :

a) Financial, berupa kenaikan gaji, bonus dan tunjangan

b) Non financial, berupa pshycological reward dan social reward. Misalnya promosi jabatan,
penambahan tanggung jawab dan kepercayaan, otonomi yang lebih besar, penempatan kerja
ditempat yang lebih baik, dan pengakuan.
c) Mekanisme sanksi dan hukuman diperlukan untuk kondisi tertentu, namun orientasi penilaian
kinerja hendaknya lebih diarahkan pada reward oriented.
2.3 Implementasi Strategi pada Sektor Publik

Implementasi strategi pada organisasi sektor public tidak bisa dilepas dari manajemen strategi.
Proses manajemen strategi yang ada pada organisasi perusahaan (bisnis) antara lain:
1. Menetapkan arah dan misi organisasi

Setiap organisasi pasti mempunya visi, misi dan tujuan. Ketiga hal itu akan menentukan arah yang akan
dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi, misa dan tujuan maka kinerja organisasi akan mudah
dipengaruhi oleh situasi eksternal.
2. Memahami lingkungan internal dan eksternal

Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan organisasi sehingga
manajemen akan dapat melakukan reaksi terhadap setiap perubahan.
3. Memformulasikan strategi

Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan
organisasi. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misa organisasi, analisi SWOT, dan
menetapkan tujuan jangka panjang.
4. Mengimplementasikan strategi

Dalam implementasi strategi pada organisasi sektor public, diharapkan menetapkan atau merumuskan
tujuan organisasi tahunan , memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta
mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dilaksanakan.
5. Mengevaluasi dan mengawasi strategi

Selama organisasi melaksanakan strategi nya, organisasi perlu mengamati hasilnya dan
memantau perkembangan baru dilingkunkan internal dan eksternalnya. Pada dasarnya evaluasi
mancakup tiga hal, yaitu :

7
a. Me-review faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung,
menentukan apa yang dikendalikan dan menetapkan standar.
b. Mengukur kinerja yang telah dilakukan dan membandingkan kinerja dengan standa.
c. Mengambil berbagai tindakan perbaikan evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan
organisasi dewasa ini tidak menjadi jamninan keberhasilan organisasi dimasa yang akan datang.
Proses manajemen strategi diatas tidak dapat serta merta diadopsi pada organisasi sektor
pulik, namun perlu disesuaikan dengan sifat, karakteristik, dan konteks organisasi sektor public. Proses
manajemen strategis pada organisasi pemerintah diatur dan tertuang dalam UU No 25 Tahun 2004
tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. Tahapan perencanaan pembangunan nasional
meliputi berikut ini :
1. Tahap penyusunan rencana. Pada tahap ini organisasi sektor public adalah pemerintah,
merumuskan arah dan misi organisasi, sekaligus juga melakukan SWOT untuk memahami
lingkungan internal dan eksternal.
2. Tahap penetapan rencana. Pada tahap ini lebih bagaimana dokumen perencanaan seperti RPJP,
RPJM, dan RKP (daerah) ditetapkan. Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2004, RPJP Nasional
ditetapkan dengan undang-undang dan RPJP Daerah ditetapkan dengan peraturan daerah.
3. Tahap pelaksanaan rencana. Merupakan tahap implementasi strategi. Berdasarkan proses
manajemn strategi, tahapan ini disebutkan bahwa organisasi diharapkan menetapkan atau
merumuskan tujuan organisasi tahunan. Dalam konteks pemerintah, tahapan implementasi strategi
merupakan tahapan pelaksanaan rencana hasil dari proses perencanaan strategis yang
menghasilkan rencana jangka panjang, menengah, dan tahunan.
2.4 Tentang Manajemen Strategi Sektor Publik
Sebelum melangkah lebih jauh pada bahasan bagaimana proses strategi menjadi sangat penting
terutama setelah diberlakukannya Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 yang berfokuskan pada
bagaimana akuntabilitas suatu institusi publik dapat ditingkatkan, perlu dijelaskan terlebih dahulu konsep
manajemen strategi secara umum. Manajemen strategi adalah proses dinamis dalam penyamaan strategi
dan kinerja yang dihasilkan sebuah organisasi. Manajemen strategi meliputi segala hal tentang individu,
kepemimpinan, teknologi serta proses yang berlangsung dalam kegiatan berorganisasi. Lebih jauh,
manajemen strategi didefinisikan sebagai suatu aktivitas berkelanjutan dari penentuan dan pemeliharaan
suatu arah strategi dari sebuah organisasi beserta kegiatannya, pembuatan keputusan pada basis hari ke
hari (day-to-day based decision making) guna merespon tantangan dan perubahan yang cepat dari
lingkungan interaksi pada sosial, budaya, dan politik.

8
Dengan demikian bila sebuah organisasi menginginkan suatu kemajuan dalam bidang yang dijalaninya,
maka dibutuhkan suatu perangkat arah dan strategi berkelanjutan. Bila terjadi sesuatu perubahan bersifat
kebijakan (policy drivers) seperti target kinerja baru; atau perubahan bersifat usaha ( business drivers)
seperti peningkatan permintaan terhadap pelayanan publik, maka arah berbeda dapat dibuat oleh
organisasi tersebut. Tentu terdapat implikasi penting berkenaan dengan masalah akuntabilitas ketika
keputusan harus dipilih antara merubah arah atau tetap pada arah semula. Begitu pula implikasi
governance yang mungkin timbul karena adanya perubahan interaksi dengan pihak yang terkait dalam
kegiatan institusi.

A. Arti Pentingnya Manajemen Strategi


Sebuah organisasi harus mampu merespon setiap tantangan secara efektif, baik masalah maupun
kesempatan (problems and opportunities) yang terkandung dalam tantangan tersebut. Sebagai contoh:
masyarakat yang memiliki peningkatan harapan akan standar pelayanan dan ketersediannya. Sebagai
respon, organisasi akan bekerja pada pandangan dengan fokus kedepan tentang berbagai cara
pelayanan tersebut dapat disediakan-pergeseran mendasar dari fokus tradisional dengan keperdulian
internal. Pada saat yang sama, kesempatan utama untuk aspek perbaikan bisa timbul dari
pengembangan-pengembangan dalam masalah informasi dan teknologi komunikasi, dan tentunya dengan
ketersediaan tambahan sumber pembiayaan. Secara umum, respon pada masalah dan kesempatan
akan:

1. membutuhkan perhatian kontinyu dari senior management


2. mempengaruhi hampir seluruh aspek organisasi
3. mempunyai implikasi jangka panjang
4. membutuhkan sumberdaya yang substansial
5. berkaitan dengan issue dan pengembangan hal-hal lain.
B. Faktor-faktor Kunci Keberhasilan Manajemen Strategi
Berikut adalah karakteristik dari manajemen strategi yang efektif:

9
a. Memiliki strategi yang jelas serta visi kedepan dari organisasi
b. Memiliki arah strategi yang ditekankan oleh pimpinan tertinggi, dengan mempertimbangkan
keinginan rekanan serta stakeholders
c. Memiliki mekanisme untuk penentuan akuntabilitas (terutama untuk masyarakat dalam
memenuhi harapan mereka dan pihak manajemen yang lebih tinggi dalam memenuhi sasaran
kebijakan umum)
d. Memiliki kerangka struktur dan sistem kebijakan dalam semua tingkatan manajemen yang dapat
dijadikan dasar dalam koordinasi segala hal (termasuk tujuan yang bermacam-macam) walaupun
dihadapkan dalam situasi persaingan antar prioritas dan tujuan yang sama sekali berbeda.
e. Memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi kesempatan dan merespon perubahan eksternal
dengan berdasar pada keputusan strategi yang sedang dijalankan
f. Memiliki kerangka yang jernih, logis dan teratur untuk melakukan manajemen resiko, baik untuk
menyeimbangkan resiko dan pengembalian dari arah kegiatan organisasi, mengatasi segala
ketidakpastian dari resiko kegiatan, atau memastikan kelangsungan kegiatan organisasi.
C. Siapa Yang Harus Terlibat dalam Manajemen Strategi?
1. Senior executives dalam organisasi sektor publik. Mereka perlu mencari kesempatan-
kesempatan untuk menerapkan cara baru yang dapat membantu organisasi untuk
merealisasikan agenda untuk perubahan di sektor publik. Mereka juga perlu menyadari akan
implikasi-implikasi dari repositioning kembali bila arah strategi harus berubah.
2. Manajemen Senior bertanggung-jawab untuk meninjau dan mendefinisikan kembali persyaratan-
persyaratan bagi penyampaian pelayanan utama.
3. Staf dan pegawai bertanggung-jawab pada pengembangan dan usaha meninjau kembali strategi
kegiatan dalam organisasi mereka; mereka juga perlu menghargai konteks keterkaitan hubungan
yang lebih luas dengan pihak rekanan dan stakeholders yang terkena pengaruh dari strategi
yang ditetapkan.
D. Prinsip-Prinsip Dasar
Isu-isu strategi dihadapi oleh organisasi akan menimbulkan respon yang membutuhkan keahlian
organisasi dalam manajemen strategi-kemampuan organisasi dalam keberhasilan mengenali dan
menghadapi isu strategis. Dalam sektor publik, kemampuan-kemampuan ini meliputi:

a) Mengetahui kebutuhan dari masyarakat, bukan hanya kenyamanan dalam organisasi


b) Tingkat efisiensi dan value for money yang lebih tinggi
c) Perbaikan dan inovasi dalam penyampaian layanan publik kepada masyarakat
d) Bekerjasama dalam pembuatan kebijakan

10
e) Komunikasi yang baik dengan rekanan dan penerima layanan
f) Koordinasi antara pemerintahan pusat dan daerah yang lebih baik
g) Kinerja dan implementasi pelayanan publik yang lebih baik
Walaupun demikian, proses strategi mungkin harus melibatkan hal-hal yang berkaitan dengan proses
manajemen seperti perencanaan keuangan dalam sektor publik, karenanya tidaklah salah bila menajemen
strategi bukanlah proses yang konstan namun berkelanjutan. Manajer pada tiap tingkatan dalam suatu
organisasi mungkin perlu juga untuk membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan isu bisnis
pada tiap waktu, dan keputusan-keputusan ini dapat digolongkan sebagai strategik, walaupun mungkin
tidak diterapkan pada saat bisnis berlangsung. Setiap strategi yang berfokuskan pada concern bisnis
haruslah cukup fleksibel untuk mengakomodasi permintaan pelayanan yang terus berkembang baik
secara jumlah maupun mutunya.

E. Proses Pelaksanaan Manajemen Strategi


Manajemen strategi memiliki peran koordinasi dan integrasi, mencari strategi bisnis dan pendukung yang
telah jelas, dan selanjutnya memastikan kepantasan dari subyek strategi-strategi tersebut.Tugas dari
manajemen strategi, dalam kolaborasinya dengan rekanan, ialah untuk mengatur kelangsungan dari
proses:

a) Memelihara hubungan yang baik antara organisasi dan lingkungan sekitarnya dengan kata lain
mempersiapkan organisasi pada masa datang yang penuh ketidakpastian
b) Mengembangkan dan melaksanakan pendekatan untuk implementasi agenda untuk perubahan
strategi
c) Mengembangkan, meninjau kembali dan memonitor kebijakan-kebijakan dalam lingkup serta
kendala terhadap keputusan manajemen dalam perencanaan pelaksanaannya
d) Menggunakan teknologi dalam mengidentifikasi kesempatan bagi penemuan dan pengembangan
strategi
Strategi untuk sebuah organisasi dalam prosesnya, secara umum harus meliputi:

a) Visi, pandangan jangka panjang tentang bagaimana organisasi akan memposisikan dirinya
dalam hubungannya dengan lingkungan kegiatan misalnya: peran organisasi, fungsi dari produk
atau jasa yang disampaikan, hubungan dengan peneriman pelayanan dan lain-lain.
b) Misi, hal-hal yang harus diemban atau dilakukan oleh organisasi agar visi dapat tercapai
tentunya dalam dimensi jangka panjang pula
c) Agenda untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin akan terjadi

11
d) Kebijakan yang akan menuntun proses pengambilan keputusan dan menyediakan pula
kerangka bagi keputusan manajemen.
Secara sederhana prinsip manajemen strategi dalam sektor publik dapat digambarkan dalam bagan
sebagai berikut:

Model Manajemen Strategi Sektor Publik

F. Keputusan –keputusan Strategis


Berikut adalah hal-hal yang mendasari suatu keputusan yang dianggap strategik. Dasar-dasar keputusan
strategi ini lebih berat bobotnya pada hal-hal diluar aspek taktis dalam operasionalisasi strategi tersebut:

a) Keputusan harus mempunyai alasan atau argumen keuangan atau sumber daya lain yang
dibutuhkan: staffing atau peralatan
b) Keputusan akan mempengaruhi keseluruhan atau sebagian dari kegiatan organisasi
c) Keputusan harus mempertimbangkan dimensi jangka panjang dari strategi
d) Keputusan akan mempengaruhi pihak diluar organisasi
e) Keputusan mengandung resiko terhadap kinerja organisasi
f) Keputusan dan arah strategi akan diperbaharui secara paralel bila keadaan memaksa
G. Peninjauan Kembali (Review)
Manajemen dan staf dalam organisasi harus mempertahankan strategi dengan sistem review yang rutin
dilakukan. Hal ini diperlukan sebagai salah satu upaya pengawasan (monitoring) terhadap kinerja kegiatan

12
organisasi. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam upaya peninjauan kembali terhadap
strategi-strategi yang telah dibuat:

1) Apakah visi yang dicanangkan masih layak untuk dipertahankan?


2) Apakah misi-misi (subyek-subyek strategi) yang ada masih pantas atau relevan untuk
dipertahankan?
3) Apakah kita harus melakukan kembali peringkat prioritas (reprioritise) dan/atau merencanakan
kembali strategi-strategi yang dibuat (replan). Tentunya hal ini untuk memastikan bahwa tingkat
perubahan pantas dipertimbangkan sebagai faktor utama penyebab keinginan untuk reprioritise
dan replan

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Manajemen strategis merupakan suatu proses berkelanjutan dalam rangka mengelola dan menggerakan
berbagai proses manajemen dalam organisasi. Ketika perencanaan strategik muncul pada awal tahun
1960-an, para pemimpin perusahaan melihatnya sebagai one best way untuk melakukan pelaksanaan
dan perencanaan guna meningkatkan daya saing pada setiap unit bisnis. Sistem perencanaan diharapkan
menghasilkan strategi terbaik dan menghasilkan tahapan instruksi bagi pelaksanaan strategi sehingga
pelaksana dan manajer bisnis tidak salah memahaminya.
Akan tetapi sebagaimana kita ketahui, perencanaan tidak selalu bekerja demikian. Bahkan sekarang
hanya sebagian orang yang memahami alasan bahwa perencanaan strategik berbeda dengan berpikir
strategik. Perencanaan strategik yang dipraktekkan sebagai pemrograman strategik, merupakan
penggabungan dan pengembangan strategi atau visi yang telah ada.
Seorang ahli strategi merupakan seseorang yang menentang subversif. Apa yang dikatakannya adalah
hal-hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar dapat berkompetensi dengan baik di masa depan.
Para perencana strategi seharusnya memberikan sumbangannya atas seputar pembuatan strategi
daripada mengenai proses tersebut. Mereka dapat menyediakan analisis formal atau data mentah yang
dibutuhkan dalam pemikiran strategis, sejauh yang mereka lakukan bertujuan untuk memperluas
pertimbangan persoalan daripada menemukan sebuah jawaban yang benar.

3.2 Saran
Pemrograman strategis bukanlah satu jalan yang terbaik atau suatu jalan yang baik, para manajer tidak
selalu harus memprogram strategi mereka secara formal. Kadang kala mereka harus membiarkan strategi
mereka itu fleksibel agar dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungannya.

14
DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul dan Syam Kusufi (2016).Teori, Konsep, dan Aplikasi Akuntansi Sektor Publik Edisi ke
2.Jakarta : Salemba Empat
Noerdin, Achmad. 2019. “Manajemen Strategis.” 4(C): 18571442.

Oja, Hubertus. 2016. “Penerapan Manajemen Strategi Dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Sektor
Publik.” 5(01): 1–11.

15