Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

S PADA TAHAP
KELUARGA DENGAN ANAK DEWASA

Disusun Oleh :
Lia Anis Syafaah
G3A020069

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN 2021

1
A. PENGKAJIAN KELUARGA
1. DATA UMUM
a. Nama Kepala Keluarga (KK): Tn. S
b. Alamat dan Telepon: Desa Rajek Rt 03 Rw 01 Kec. Godong Kab.
Grobogan
c. Pekerjaan Kepala Keluarga: Polri
d. Pendidikan Kepala Keluarga: SMA
e. Komposisi Keluarga:

No Nama Umu Jenis Hub dengan Pekerjaan Pendidikan Keterangan


r Kelamin KK
1 Tn. S 52 th L Kepala Polri SMA
Keluarga
2 Ny. N 46 th P Istri IRT SMA
3 Sdr. U 25 th P Anak Perawat Diploma
4 Sdr. L 22 th P Anak Mahasiswa S1
4 Sdr. A 17 th P Anak Pelajar SMP

f. Genogram :

Keterangan :

Klien Ny. N perempuan

Laki-laki

2
Perempuan

Laki-laki meninggal

Perempuan meninggal

Menikah

Tinggal serumah

1) Tipe Keluarga:
Nuclear family yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak
2) Suku Bangsa: Jawa
3) Agama: Islam
4) Status Sosial Ekonomi Keluarga:
Keluarga Tn. S tinggal bersama dalam satu rumah, Tn. S bekerja
sebagai anggota polri dan istrinya Ny. N sebagai ibu rumah tangga.
5) Aktifitas Rekreasi Keluarga: Aktivitas rekreasi dalam rumah tangga
selama ini dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga sambil nonton
TV. Aktivitas Rekreasi di luar rumah kadang dilakukan.

2. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini:
Keluarga Tn. S sekarang berada pada tahap perkembangan keluarga
dengan anak dewasa (pelepasan). Tugas perkembangan keluarga ini antara
lain:
1) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
2) Mempertahankan keintiman pasangan
3) Membantu anak untuk mandiri di masyarakat

3
4) Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga
b. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi:
1) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
Keluarga belum memperluas keluarga intinya menjadi keluarga besar.
Anak pertama Tn. S belum menikah dan belum memiliki anak.
c. Riwayat Keluarga Inti:
Ny. N mengatakan memiliki penyakit asam urat dan mengatakan sering
melakukan tes asam urat setiap bulan. Ny. N mengeluh sering merasa
nyeri dan pegal pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
d. Riwayat Keluarga Sebelumnya:
Ny. N merasakan keluhan tanda dan gejala asam urat sejak setahun yang
lalu. Anggota keluarga yang lain tidak memiliki riwayat penyakit
hipertensi, DM, jantung dll.

3. DATA LINGKUNGAN
a. Karakteristik Rumah:
Keluarga mengatakan rumah yang ditinggali saat ini adalah rumah milik
pribadi, luas tanah (15m x 10m), jenis bangunan permanen, atap bangunan
menggunakan genteng, lantai dari keramik, terdiri dari lima kamar tidur,
ruang televisi, dapur, dan dua kamar mandi, dan di belakang rumah
terdapat gudang. Keadaan rumah bersih dan rapi. Terdapat jendela di
setiap kamar dan ruang tamu, sinar matahari bisa masuk. Ventilasi di
dalam rumah mencukupi. Sumber air untuk mandi dan mencuci
menggunakan sumur, sedangkan untuk memasak dan minum
menggunakan air galon.

4
b. Denah Rumah:

Kamar Kamar
Kamar Mandi U
Tidur
Tidur
Ruang
Tamu

Ruang
Keluarga

Kamar
Tidur
Garasi Kamar Dapur
Tidur
Kamar
Mandi

c. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW:


Keluarga Tn. S tinggal di desa Rajek Rt 03 Rw 01. Tn. S rutin mengikuti
kegiatan di Rt setiap bulan sekali. Rumah di sekitar tempat tinggal
keluarga Tn. S tampak saling berdekatan.
d. Mobilitas Geografis Keluarga:
Keluarga mengatakan sudah bertempat dirumah tersebut sejak 25 tahun
lalu. Sarana transportasi yang digunakan keluarga Tn. S untuk beraktifitas
adalah sepeda motor dan mobil.
e. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat:
Tn. S mengatakan selalu mengusahakan hadir dalam kegiatan kerja bakti
maupun pertemuan RT di setiap bulan. Ny. N juga rutin mengikuti
kegiatan arisan RT setiap bulan.
f. Sistem Pendukung Keluarga:
Ny. N mengatakan jika ada masalah biasanya mencari solusi sendiri.
Tetangga di sekitar keluarga Ny. N pun saling tolong menolong jika

5
tetangganya mengalami kesalahan. Ny. N juga mengatakan untuk
informasi kesehatan biasanya didapat ketika berobat di dokter keluarga
dan puskesmas.

4. STRUKTUR KELUARGA
a. Pola Komunikasi Keluarga:
Pola komunikasi di keluarga Ny. N antar anggota keluarga menggunakan
bahasa jawa dan dilakukan secara terbuka dan dua arah.
b. Struktur Kekuatan Keluarga:
Ny. N mengatakan untuk pengambilan keputusan masalah di keluarganya
secara musyawarah. Ny. N mengatakan untuk mengatur dan mengelola
keuangan dikeluarganya dilakukan suami dan dirinya.
c. Struktur Peran (formal dan informal):
1) Tn. S
Peran formal : bekerja setiap hari sebagai anggota polri
Peran informal : sebagai suami dan ayah (kepala keluarga)
2) Ny. N
Peran formal : Ny. N tidak bekerja
Peran informal : sebagai istri dan ibu rumah tangga, mengatur dan
mengurusi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
3) Sdr. U
Peran formal : bekerja sebagai perawat
Peran informal : sebagai anak pertama. Ny. N mengatakan anak
pertamanya menjadi inisiator karena sering memberikan ide di dalam
keluarganya.
4) Sdr. L
Peran formal : sebagai mahasiswa
Peran informal : sebagai anak kedua. Ny. N mengatakan anak
keduanya selalu menjadi penengah saat terjadi konflik dalam keluarga.
6
5) Sdr. A
Peran formal : sebagai pelajar SMA
Peran informal : sebagai anak ketiga. Ny. N mengatakan anak
ketiganya selalu menjadi penghibur dalam keluarganya. Ny. N
mengatakan untuk pekerjaan rumah tidak ada pembagian tugas atau
peran tertentu di keluarganya.
d. Nilai dan Norma Keluarga:
Dalam keluarga Ny. N selalu mengajarkan tentang kesopanan kepada
anak-anaknya, terutama nilai kesopanan kepada orang yang lebih tua. Ny.
N juga menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini kepada anak mereka,
serta mengajarkan tentang kebersihan.

5. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi Afektif:
Kebutuhan anggota keluarga sudah terpenuhi sebagian. Antar keluarga
sudah terjalin perasaan akrab, intim, dan saling memberikan perhatian
serta memberikan dukungan secara penuh kepada masing-masing anggota
keluarga.
b. Fungsi Sosial:
Ny. N dapat membina sosialisasi pada suami dan anak sehingga dapat
membentuk norma dan aturan-aturan sesuai dengan perkembangan anak-
anaknya, serta dapat bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar tempat
tinggal.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan:
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Ny. N mengatakan memiliki asam urat yang tinggi saat terakhir
melakukan cek darah satu bulan yang lalu. Klien tidak mengetahui
penyebab tingginya kadar asam urat dalam darah dan tidak

7
mengetahui pola diit yang baik untuk dirinya.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Pada saat pusing dan terasa nyeri pada sendinya Ny.N hanya
beristirahat dan minum vitamin yang ada di rumah. Klien tidak rutin
untuk periksa kesehatan di puskesmas terdekat, jarang mengkonsumsi
obat-obatan kecuali saat ada keluhan.
3) Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit
Ny. N mengatakan anggota keluarganya dan dirinya belum tahu betul
tentang diit untuk penderita asam urat.
4) Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga Tn. S mengatakan sudah memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan di faskes sesuai dengan kartu kesehatan yang dimiliki.
d. Fungsi Reproduksi:
Ny. N mempunyai 3 anak perempuan. Saat ini Ny. N tinggal bersama
suami dan ketiga anaknya.
e. Fungsi Ekonomi:
Ny. N mengatakan di keluarganya hanya suaminya yang bekerja,
pendapatan suami untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk membayar
sekolah anaknya. Ny. N mengatakan pendapatan dan pengeluaran diatur
dengan baik, sehingga tidak ada masalah keuangan di keluarganya.

6. STRESS DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor Jangka Pendek dan Panjang:
Ny. N mengatakan bahwa di dalam keluarganya jika ada masalah atau
apapun akan berusaha diselesaikan dengan bermusyawarah bersama-sama
untuk mencari jalan yang terbaik. Dan apabila masalah tersebut belum
terpecahkan juga maka keluarga akan minta bantuan kepada anggota
keluarga yang lebih tua dalam membantu memecahkan masalah.

8
b. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap Situasi/Stressor:
Keluarga saling memberikan dukungan dan semangat pada anggota
keluarga yang memiliki masalah.
c. Strategi Koping yang digunakan:
Saat mengahadapi masalah Ny. N dan suami biasanya membicarakan
untuk mencari solusinya bersama dengan anak-anaknya.
d. Strategi Adaptasi Disfungsional:
Ny. N mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang melakukan
kekerasan ketika terjadi suatu permasalahan. Jika anak melakukan
kesalahan, Ny. N dan suami sebagai orang tua tidak pernah melakukan
kekerasan pada anaknya, hanya menasehati saja.

7. PEMERIKSAAN FISIK (Head to Too)

Pemeriksaan fisik Ny. N


Tekanan darah 130/70 mmHg
Tinggi Badan 150 cm
Berat Badan 65 kg
Asam urat 7.8 mg/dl
Nadi (x/mnt) 92
Suhu( 0C) 36,5
20
RR (x/mnt)

Kepala Mesochepal
Rambut Hitam dan bersih tidak berketombe, rambut
tampak berminyak
Kulit Warna kulit kuning langsat, tidak ada lesi,
turgor kulit <2 detik, elastisitas kulit baik
Mata Simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva
tidak anemis, sklera tidak ikterik, mata
bersih. Pandangan masih normal, tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
9
Hidung Lubang hidung simetris, tidak ada sinusitis,
tidak ada nafas cuping hidung, tidak ada
polip.
Mulut & tenggorokan Bersih, tidak berbau, gigi bersih, Ny. N
mengatakan gigi belakang kiri bawah
berlubang kecil, tidak ada stomatitis, tidak
ada nyeri telan
Telinga Simetris kanan dan kiri, pendengaran baik,
telinga bersih tidak tampak serumen, pasien
tidak menggunakan alat bantu pendengaran.
Leher Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan
limfe
I: Pengembangan paru kanan dan kiri
Paru-paru simetris saat inspirasi dan ekspirasi
P: Vokal Fremitus kanan dan kiri sama
P: Sonor
A: Vesikuler
P: Pekak
Jantung
A: Bunyi jantung 1 dan 2 Reguler, terdengar
lup dup (S1/S2)
Perut I: Perut buncit, tidak ada lesi
A: Bising usus normal 6 x/menit
P: Thympani
P: Tidak ada nyeri tekan

Ekstremitas atas
- Kekuatan otot :
Kanan : 4
Kiri : 4

- Terdapat benjolan kecil dipergelangan


tangan, tidak ada nyeri tekan pada
benjolan, benjolan hilang jika ditekan
- Klien mengeluh nyeri :
P : Peradangan
Q : menusuk dan pegal-pegal
R : nyeri pada sendi pergelangan tangan
S:5
T : nyeri terus menerus, hilang saat
istirahat

BAB 1x/hr
Eliminasi

10
BAK 5-7x/hr
Ekstremitas bawah
- Tidak ada kelainan bentuk
- Kekuatan otot :
Kanan : 5
Kiri : 5
- Klien mengeluh nyeri :
P : Peradangan
Q : menusuk dan pegal-pegal
R : nyeri pada sendi pergelangan tangan
S:5
T : nyeri terus menerus, hilang saat
istirahat

8. Food Recall

No. Waktu Makan Menu Masakan Jenis Masakan Jumlah


1. Sabtu, 24 April 2021
03.30 WIB Nasi Beras 1 centong
Tumis kacang dan tahu Kacang panjang
Tahu
Kerupuk 1 buah
18.00 WIB Nasi Beras 1 centong
Soto ayam Ayam 1 potong kecil
Bihun -
Tauge -
Tempe goreng Tempe 2 potong
Minyak goreng -
2. Minggu, 25 April 2021
03.00 WIB Nasi Beras 1 centong
Telur dadar Telur ayam 1 butir
Minyak goreng -
Sambal Cabai, bawang
merah
18.00 WIB Nasi Beras 1 centong
Sayur bayam Bayam 1 mangkok
Ayam goreng Ayam 1 potong
sedang
Sambal
20.00 WIB Pisang 1 buah
3. Senin, 26 April 2021
03.00 WIB Nasi Beras 1 centong
Sayur Mangut Santan
Ikan 1 potong
Tempe mendoan Tempe 2 buah
Tepung

11
Minyak goreng
Lalapan Mentimun 3 potong

9. HARAPAN KELUARGA
Harapan Tn. S yaitu keluarganya selalu sehat dan Ny. N dapat terkontrol asam
uratnya.

B. ANALISA DATA

No. DATA DIAGNOSA


KEPERAWATAN
1. DS : Nyeri akut (D.0077)
Klien mengeluh nyeri pada
pergelangan tangan dan kaki
P : Peradangan
Q : menusuk dan pegal-pegal
R : nyeri pada sendi pergelangan
tangan
S:5
T : nyeri terus menerus, hilang saat
istirahat
12
DO :
-
2. DS : Perilaku kesehatan
- Ny. N megatakan masih makan cenderung beresiko (D.0099)
apa saja, hanya menghindari
makan kacang tanah.
- Ny. N mengatakan tidak
berolahraga selama bulan puasa.

DO :
- TB : 150 cm
- BB : 65 kg
- IMT : 28.9 kg/m2
- Katergori gizi WHO : Preobese
- TD 130/70 mmHg

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis/inflamasi (D.0077)
2. Perilaku kesehatan cenderung beresiko (D.0099)

D. RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA

Nama KK : Tn. S Nama mahasiswa : Lia Anis S


Alamat : Grobogan NIM : G3A020069

No. Diagnosa Tujuan Umum Intervensi Keperawatan


Keperawatan dan Luaran
Keluaraga

1. Nyeri akut Setelah dilakukan MANAJEMEN NYERI


berhubungan asuhan keperawatan (I.08238)
dengan agen selama 1x24 jam - Identifikasi lokasi,
pencedera diharapkan nyeri karakteristik, durasi,
fisiologis/inflamasi dapat terkontrol frekuensi, kualitas,
13
(D.0077) dengan luaran : intensitas nyeri, skala
- Melaporkan nyeri nyeri
terkontrol - Berikan teknik non
meningkat farmakologi untuk
kemampuan mengurangi rasa nyeri
mengenali onset
(hipnosis, akupressure,
nyeri
- Keluhan nyeri terapi musik, terapi pijat,
menurun aromaterapi, kompres
- 3. Penggunaan hangat/dingin)
analgesik - Ajarkan teknik non
menurun farmakologi untuk
mengurangi nyeri (teknik
relaksasi nafas dalam)
- Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu
-
2. Perilaku kesehatan Setelah dilakukan Bimbingan Antisipatif
cenderung beresiko asuhan keperawatan (I.12359)
(D.0099) selama 1 minggu - Identifikasi metode
sebanyak 4 x penyelesaian masalah
pertemuan yang biasa digunakan
diharapkan terjadi
- Fasilitasi memutuskan
peningkatan
manajemen siapa yang akan
kesehatan diri dilibatkan dalam
dengan luaran menyelesaikan masalah
sebagai berikut : - Jadwalkan kunjungan
Manajemen pada setiap tahap
Kesehatan perkembangan atau sesuai
(L.12104) kebutuhan
- Melakukan - Jelaskan perkembangan
tindakan untuk dan perilaku normal
mengurangi - Informasikan harapan
faktor resiko
yang realistis terkait
meningkat
- Menerapkan perilaku pasien.
program
perawatan Edukasi Penyakit
meningkat - Beri penyuluhan tentang
- Aktivitas hidup penyakit asam urat/gout
sehari-hari - Lakukan pemeriksaan
efektif asam urat secara rutin
memenuhi tujuan setiap kunjungan
kesehatan - Ajarkan pola hidup sehat
meningkat
14
- Tingkatkan pola hidup
sehat yang sudah
diterapkan

15
16