Anda di halaman 1dari 10

JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 4 (1), 2016, 957-966

Published every April, August and December

JURNAL RISET AKUNTANSI & KEUANGAN


ISSN:2541-061X (Online). ISSN:2338-1507(Print). http://ejournal.upi.edu/index.php/JRAK

Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap


Efektivitas Perencanaan Audit

Siti Nurrohmah1, Tb. Aman F2


Program Studi Akuntansi, FPEB, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Abstract. This study aims to determine the description of Quality Control System of Public Accountant Firm and
the Effectiveness of Audit Planner at Public Accounting Firm in Bandung and Cimahi, and to know the effect of
public accountant quality control system on the effectiveness of audit planning. The research method used is
descriptive-verification method with quantitative approach. Data obtained from primary data by using
questionnaire. To analyze the data of the researcher using Spearman Rank correlation coefficient analysis and
coefficient of determination. Based on the results of this study showed that the quality control system of public
accounting firms in Bandung and Cimahi included in the category very well that is, equal to 91.63%. While the
effectiveness of audit planning included in category very good / effective that is equal to 85,56%. Quality control
system of public accountant office has a positive effect on the effectiveness of audit planning that is equal to
0,2079 or 20,79%.
Keywords: Quality Control System of Public Accounting Firm; Effectiveness of Audit Planning.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik
dan Efektivitas Perencana Audit pada Kantor Akuntan Publik di Bandung dan Cimahi, serta untuk mengetahui
pengaruh sistem pengendalian mutu kantor akuntan publik terhadap efektivitas perencanaan audit. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari
data primer dengan menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan analisis koefisien
korelasi Rank Spearman dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem
pengendalian mutu kantor akuntan publik di Bandung dan Cimahi termasuk dalam kategori sangat baik yaitu,
sebesar 91,63%. Sedangkan efektivitas perencanaan audit termasuk dalam kategori sangat baik/efektif yaitu
sebesar 85,56%. Sistem pengendalian mutu kantor akuntan publik berpengaruh positif terhadap efektivitas
perencanaan audit yaitu sebesar 0,2079 atau 20,79%.
Kata Kunci: Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik; Efektivitas Perencanaan Audit

Corresponding author. Email: 2aman.fathurochman@upi.edu


How to cite this article. Siti Nurrohmah, T. A. F. (2016). Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan
Publik Terhadap Efektivitas Perencanaan Audit. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan Program Studi Akuntansi
Fakultas Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, 4(1), 957–966. Retrieved from
http://ejournal.upi.edu/index.php/JRAK/article/view/7719
History of article. Received: January 2016, Revision: Maret 2016, Published: April 2016
Online ISSN: 2541-061X. Print ISSN: 2338-1507. DOI : 10.17509/jrak.v4i1.7719
Copyright©2016. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Program Studi Akuntansi FPEB UPI
.

957 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


SITI NURROHMAH, TB. AMAN F/ Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap
Efektivitas Perencanaan Audit

PENDAHULUAN Dalam audit terhadap bank-bank tersebut,


memang sebagian besar KAP memberikan
Saat ini di Indonesia mengalami
penilaian wajar tanpa pengecualian kepada
perkembangan khususnya dalam bidang
bank-bank yang sebulan kemudian ternyata
ekonomi dan bisnis, berdampak juga pada
collapse, sehingga terpaksa untuk dibekukan
sektor dunia usaha. Perkembangan tersebut
(www.hukumonline.com, 2001).
tentunya mengalami dampak terhadap
Beragam kondisi kasus pembekuan izin
peningkatan permintaan atas jasa audit.
terhadap akuntan publik dan kantor akuntan
Berdasarkan peningkatan ini perusahaan
publik juga terjadi di Indonesia, kasus ini
akuntan publik harus dapat meningkatkan
kerap dilakukan oleh Departemen Keuangan.
kinerja di segala aspek agar mampu bersaing,
Hal ini didasarkan pada keputusan menteri
dimana banyaknya perusahaan besar dengan
keuangan republik Indonesia nomor
akuntan-akuntan berasal dari luar negeri yang
445/KM.1/2015 tanggal 29 Mei 2015 tentang
masuk ke Indonesia.
sanksi pembekuan izin akuntan publik Ben
Beberapa faktor yang mendukung
Ardi, CPA penetapan sanksi pembekuan izin
tingginya permintaan jasa audit di Indonesia
itu berdasarkan peraturan menteri keuangan
adalah karena pertumbuhan ukuran dan
No.17/PMK.01/2008 tentang Jasa akuntan
kompleksitas bisnis, perkembangan pasar
publik. AP Ben Ardi, CPA, telah dikenakan
modal, serta adanya perundang-undangan atau
sanksi pembekuan selama 6 bulan
berbagai peraturan yang berlaku. Kondisi
berdasarkan hasil pemeriksaan yang
tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap
dilakukan oleh tim pemeriksaan dari PPPK
permintaan jasa audit di Kantor Akuntan
terhadap akuntan Publik Ben Ardi, CPA dari
Publik (KAP) dalam negeri, dimana lapangan
KAP Jamaludin, Ardi, Sukinto dan Rekan.
kerja untuk para auditor dalam negeri semakin
Dapat disimpulkan bahwa Akuntan Publik
menurun. Selain itu, adanya auditor dalam
Ben Ardi, CPA belum sepenuhnya mematuhi
negeri yang mengalami kegagalan saat
standar audit (SA)-SPAP dalam pelaksanaan
melakukan audit menyebabkan integritas dan
audit umum atas laporan keuangan PT. Bumi
objektivitas profesi para akuntan publik
Citra Permai, Tbk Tahun Buku 2013.
menjadi menurun.
(www.pppk.kemenkeu.go.id, 2015)
Beberapa kasus yang pernah terjadi
Banyaknya kasus yang terjadi pada
terhadap kepercayaan akan auditor dan KAP
auditor seperti yang telah disebutkan,
menjadi sorotan publik di dalam maupun di
kemudian mendorong akuntan publik untuk
luar negeri. Salah satunya yakni kasus yang
membentuk suatu Ikatan Akuntan Indonesia
dimuat oleh media online hukum 2 Mei 2001
(IAI) dimana harus memperhatikan dan
mengenai pengakuan BPKP ada 10 KAP yang
mempersiapkan antisipasi terhadap hal-hal
melanggar SPAP. Dari BPKP mengakui
tersebut dengan sebaik-baiknya. terutama
bahwa hasil laporan Indonesia Corruption
dalam melakukan perencanaan audit.
Watch (ICW) mengenai KAP yang melanggar
Perencanaan audit yang dikerjakan secara
ketentuan memang 70% sama dengan temuan
efektif tentunya akan menghasilkan laporan
BPKP. Persamaan itu, baik dari segi
audit yang lebih baik dan memadai, karena
kebenaran maupun kelengkapan, setelah
tahapan perencanaan audit menentukan dasar
mengevaluasi 10 KAP yang melakukan audit
utama untuk menerima klien sampai dengan
terhadap 35 Bank Beku Kegiatan Usaha
proses audit. Dalam perencaan audit juga
(BBKU). ICW mengaku ada 10 KAP
harus memahami risiko-risiko bisnis klien
terindikasi kolusi, akan tetapi hasil
serta hal-hal penting yang menyangkut dalam
penyelidikan mereka dianggap bersumber
tahapan perencanaan audit agar terlaksana
pada laporan BPKP yang telah masuk
dengan efektif dan efisien. Beberapa upaya
keranjang sampah alias tidak ditindaklanjuti.
yang dilakukukan salah satunya adalah
Pernyataan tersebut pihak BPKP membantah
dengan melaksanakan sistem pengendalian
jika dikatakan KAP-KAP terindikasi kolusi
mutu KAP yang dituangkan dalam Pernyataan
ketika melakukan audit terhadap BBKU.

958 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 4 (1), 2016, 957-966

Standar Pengendalian Mutu KAP (PSPM), KAP di Bandung dan Cimahi?. Dengan tujuan
pernyataan ini menetapkan bahwa setiap KAP untuk mengetahui pengaruh dari sistem
wajib memiliki sistem pengendalian mutu dan pengendalian mutu, efektivitas perencanaan
menjelaskan unsur-unsur pengendalian mutu audit, dan sistem pengendalian mutu terhadap
serta hal-hal yang terkait dengan efektivitas perencanaan audit pada KAP di
implementasi secara efektif dalam sistem Bandung .
tersebut agar tidak terjadi kembali kesalahan
maupun kasus korupsi yang pada auditor KAJIAN LITERATUR
maupun KAP sendiri. Hal ini menjadi fokus
Auditing
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam
Pengertian audit menurut The Committee on
menjalankan sistem pengendalian mutu KAP
Basic Auditing Concept yang dikutip oleh
dan tetap mengawasi izin akuntan publik
Messier (2008, hlm. 7) dalam bukunya
dalam standar kerjanya.
“Auditing and Assurance Service: A
Pengalaman kasus yang pernah terjadi
Systematic Approach” adalah:
serta dengan melihat kebijakan pemerintah
“Auditing is a systematic process of
terbaru dan didasari oleh adanya Sistem
objectively, obtaining, and evaluating
Pengendalian Mutu tersebut, hal ini tentunya
evidence regarding assertions about
akan berpengaruh langsung terhadap kualitas
economic action and event to ascertain the
pelaksanaan penugasan audit dan proses
degree of correspondence between those
penugasan dilapangan diantaranya terhadap
assertions and establish criteria and
perencanaan audit. Perencanaan keuangan
communicating the result to interested users”
audit merupakan tahap yang sangat penting
Auditing adalah proses sistematis yang
dalam penugasan audit. Kualitas perencanaan
objektif untuk memperoleh dan mengevaluasi
audit yang baik, maka dengan sendirinya
bukti-bukti yang menunjukkan tentang
sangat menentukan kualitas tahap-tahap
kegiatan ekonomi dan kegiatan untuk
penugasan audit berikutnya. Dengan
mengetahui dengan pasti tingkat koresponden
demikian, melalui penerapan sistem
antara tuntutan dan kriteria yang ditetapkan
pengendalian mutu yang baik tentunya akan
dan menyampaikan hasilnya kepada pihak
berpengaruh terhadap perencanaan audit.
yang berkepentingan.
Karena di dalam system pengendalian mutu
Sehingga dapat dikatakan audit adalah
terdapat hal penting untuk melakukan awal
pengumpulan bukti atas laporan keuangan
perencanaan audit, yaitu menerima klien baru
perusahaan dengan informasi dan kriteria
atau melanjutkan kembali dengan klien lama.
yang telah ditetapkan, serta pengumpulan dan
Dengan demikian system pengendalian mutu
evaluasi bukti yang dilakukan oleh auditor
yang diterapkan di KAP akan mempengaruhi
yang kompeten dan independen dan
terhadap proses perencanaan audit yang
menghasilkan pelaporan audit yang
dilakukan secara efektif. Sehingga hal inilah
menyatakan opini mengenai kewajaran atas
yang menjadi faktor penulis untuk melakukan
laporan keuangan perusahaan. Auditor harus
penelitian lebih dalam melalui judul “
mampu mengumpulkan bukti audit,
pengaruh sistem pengendalian mutu Kantor
merencanakan dan menentukan prosedur
Akuntan Publik terhadap efektivitas
audit, menguji serta mengevaluasi hasilnya,
perencanaan audit dengan studi kasus pada
sehingga mampu memberikan keyakinan dan
KAP Bandung dan Cimahi. Adapun rumusan
pendapat mengenai kewajaran atas laoran
masalah untuk penelitian ini adalah sebagai
keuangan tersebut.
berikut: (1) Bagaimana sistem pengendalian
mutu pada KAP di Bandung dan Cimahi?; (2)
Kantor Akuntan Publik
Bagaimana efektivitas perencanaan audit pada
Di dalam standar profesional akuntan publik
KAP di Bandung dan Cimahi?; (3) Apakah
2011 menurut SK Menkeu
sistem pengendalian mutu berpengaruh positif
No.43/KMK.017/1997 tertanggal 27 januari
terhadap efektivitas perencanaan audit pada
1997 sebagaimana diubah dengan SK.

959 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


SITI NURROHMAH, TB. AMAN F/ Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap
Efektivitas Perencanaan Audit

Menkeu No.470/KMK.017/1999 tertanggal 4 organsiasi, serta pertimbangan mengenai segi


Oktober 1999, Kantor Akuntan Publik (KAP) biaya dan manfaatnya.
adalah lembaga yang memiliki izin dari Menurut Alvin A. Arens (2012, hlm. 38),
Menteri Keuangan sebagai wadah bagi unsur-unsur sistem pengendalian mutu, yaitu:
Akuntan Publik dalam menjalankan 1) Leadership responsibilities for quality
pekerjaannya. within the firm (“tone at the top”); 2)
Di dalam Undang-Undang Republik Relevant ethical requirements; 3) Acceptance
Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang and continuation of clients and engagements;
Akuntan Publik Pasal 1 ayat 5 “Kantor 4) Human resources; 5) Engagement
Akuntan Publik, yang selanjutnya disingkat performance; 6) Monitoring.
KAP, adalah badan usaha yang didirikan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang- Efektivitas Perencanaan Audit
undangan dan mendapatkan izin usaha Menurut Husein Umar (2003, hlm. 73)
berdasarkan Undang-Undang.” Otoritas Jasa Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih
Keuangan (OJK) merilis daftar KAP yang tujuan yang tepat. Manajer yang efektif
terdaftar di OJK per 30 September, tercatat memilih pekerjaan yang benar untuk
197 KAP dan AP sudah resmi sebagai auditor dilaksanakan. Efektivitas berarti melakukan
bank di OJK yang terbagi dalam golongan pekerjaan yang benar. Sedangkan menurut
konvensional dan syariah. Perlu diketahui, AP Ricky W. Griffin (2003, hlm. 88) efektivitas
Syariah memiliki sertifikat pendidikan dan adalah melakukan hal-hal yang benar, dalam
pelatihan di bidang perbankan syariah. kaitannya dengan interaksi antara organisasi
Sehingga, menurut ketentuan surat Bank dan lingkungannya, efektivitas terutama
Indonesia Nomor 7/57/DPbS 22 Desember berhubungan dengan seberapa baik suatu
2005, dapat mengaudit bank yang organisasi dapat memahami, bereaksi
melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan terhadap, dan mempengaruhi lingkungannya.
prinsip syariah. (ojk.go.id). Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa,
Menurut Alvin A. Arens (2012, hlm. 19) efektivitas merupakan kemampuan suatu
Kantor Akuntan Publik bertanggung jawab organisasi untuk memperoleh dan
mengaudit laporan keuangan historis yang memanfaatkan sumber daya yang ada sebaik
dipublikasikan oleh semua perusahaan mungkin dalam usahanya mencapai tujuan
terbuka, kebanyakan perusahaan lain yang organisai, suatu unit dapat dikatakan efektif
cukup besar, dan banyak perusahaan serta bila kontribusi keluaran yang dihasilkan
organisasi nonkomersial yang lebih kecil. semakin besar terhadap nilai pencapaian
sasaran tersebut. Efektivitas juga dapat
Sistem Pengendalian Mutu dikaitkan dengan tolak ukur keberhasilan
Adapun sistem pengendalian mutu merupakan suatu organisasi dalam mencapai tujuan
suatu prosedur yang diberlakukan oleh KAP organisasi tersebut yang berhubungan dengan
untuk mendukung pekerjaan akuntan publik hasil operasi perusahaan atau KAP. Standar
agar sesuai dengan standar pada setiap audit yang berlaku umum mengenai pekerjaan
penugasannya. Sistem pengendalian mutu lapangan yang pertama mengharuskan di
dapat memberikan penilaian yang tinggi lakukanya perencanaan yang memadai.
terhadap KAP karena penerapan sistem Menurut Alvin A. Arens (2012, hlm. 200)
pengendalian mutu dapat meningkatkan Auditor harus melakukan perencanaan kerja
kepercayaan masyarakat terhadap pekerjaan yang memadai dan harus melakukan
suatu KAP. Dengan demikian sistem pengawasan secara seksama terhadap
pengendalin mutu pada suatu organisasi pekerjaan yang dilakukan oleh para
auditor secara individu akan bervarisi dalam assistenya.
sifat dan lingkupnya. Hal ini karena terdapat Adapun tahapan perencanaan audit yaitu:
beberapa faktor seperti ukuran dan tingkat Messier et.al (2008, hlm.145), 1) Penerimaan
otonomi kegiatan, sifat pekerjaan, struktur klien baru dan keberlanjuan klien yang sudah

960 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 4 (1), 2016, 957-966

ada; 2) Membangun pemahaman mengenai untuk dipilih menjadi sample (Nazir, 2013,
perjanjian dengan klien; 3) Aktivitas pada hlm 120). Penelitian ini menggunakan teknik
perjanjian awal; 4) Menilai risiko bisnis klien convenience sampling. Menurut Sekaran
dan membangun materialitas; 5) (2009, hlm. 230) “Convenience sampling
Merencanakan audit. adalah desain pengambilan sample
Selanjutnya setelah langkah 1 sampai 4 nonprobabilitas dimana sample penelitian
dilaksanakn, barulah auditor bisa diperoleh dari anggota populasi yang dapat
merencanakan proses audit. Hal-hal yang dengan mudah diakses oleh peneliti”. Dengan
diperhatikan dalam merencanakan audit demikian, sample yang penulis ambil adalah
adalah sebagai berikut: 1) Menilai kebutuhan 13 KAP di Bandung dan 2 KAP di Cimahi.
spesialis; 2) Menilai kemungkinan adanya Dalam hal ini, penulis mengambil 13 KAP di
tindakan illegal; 3) Melakukan identifikasi Bandung dan 2 di Cimahi sebagai sample
pada pihak terkait; 4) Melakukan prosedur karena KAP tersebut mudah diakses oleh
analisis awal; 5) Mempertimbangkan peneliti dalam hal perizinan penelitian
penambahan layanan nilai tambah. maupun dalam perizinan penyebaran
kuisioner.
Hipotesis Sumber Data
Hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai Pada penelitian ini teknik pengumpulan
berikut: Sistem Pengendalian Mutu KAP data dilakukan dengan kuesioner. Data
berpengaruh positif terhadap Efektivitas dikumpulkan melalui personal. Tujuan dari
Perencanaan Audit. penyebaran kuesioner ini untuk mendapatkan
data langsung yang berkaitan dengan masalah
METODOLOGI PENELITIAN penelitian. Di dalam penelitian ini, kuesioner
sendiri terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu
Metode Penelitian
kuesioner yang pertanyaannya berkaitan
Desain penelitian yang digunakan dalam
dengan sistem pengendalian mutu KAP
penelitian ini adalah desain kausal. Menurut
sebagai variabel X, dan kuesioner yang
Sugiyono (2011, hlm. 57) desain kausal
pertanyaannya berkaitan dengan efektivitas
adalah “penelitian yang bertujuan untuk
perencanaan audit sebagai variabel Y. Kedua
menguji hubungan sebab akibat antara
kuesioner tersebut akan disebarkan kepada
variabel independen (variabel yang
auditor pada Kantor Akuntan Publik di
mempengaruhi) dan variabel dependen
Bandung dan Cimahi.
(variabel yang dipengaruhi)”. Maka dari itu
Uji Validitas
peneliti ingin mengetahui mengenai pengaruh
Pada penelitian ini uji validitas
sistem pengendalian mutu terhadap efektivitas
menggunakan korelasi Rank Spearman,
perencanaan audit di KAP yang tersebar di
dengan rumus sebagai berikut:
Bandung dan Cimahi. ∑
Populasi Penelitian ( )
Adapun populasi dari penelitian ini (Sudjana, 2004, hlm. 252)
adalah semua Kantor Akuntan Publik yang Dalam penelitian ini, kuesioner yang
berada di Bandung dan Cimahi. Berdasarkan dipakai berjumlah 48 item pertanyaan.
data yang terdapat pada Direktor KAP IAPI Masing-masing 26 item pernyataan untuk
terdaftar sebanyak 27 KAP yang ada di variabel sistem pengendalian mutu kantor
wilayah Bandung dan 3 KAP yang ada di akuntan publik, dan 14 item pernyataan untuk
wilayah Cimahi periode 2015. variabel efektivitas perencanaan audit. Setelah
Sampel Penelitian melakukan penyebaran kuesioner, peneliti
Dalam menentukan sample penelitan, kemudian melakukan pengolahan data awal
penulis menggunakan teknik nonprobability seperti uji validitas dengan menggunakan
sampling yaitu teknik pengambilan sample software IBM SPSS Statistics 20. Berikut ini
yang tidak memberi peluang/kesempatan adalah gambaran hasil validitas kuesioner
sama bagi setiap unsur atau anggota populasi

961 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


SITI NURROHMAH, TB. AMAN F/ Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap
Efektivitas Perencanaan Audit

variabel sistem pengendalian mutu kantor Uji reliabilitas dilakukan setelah alat
akuntan publik. ukur dinyatakan valid. Pengujian reliabilitas
Berikut adalah gambaran hasil validitas pada penelitian ini menggunakan teknik dari
kuesioner variabel efektivitas perencanaan Cronbach Alpha. Cronbach Alpha merupakan
audit. Berdasarkan tabel pengujian yang salah satu koefisien relibilitas yang paling
disajikan 12 item pertanyaan pada variabel sering digunakan. Berikut rumus yang
efektivitas perencanaan audit dinyatakan digunakan: Suharsimi Arikunto (2010, hlm.
valid, sedangkan 2 item pertanyaan tidak valid 239)
sehingga tidak dapat diikutsertakan dalam ∑
pengujian selanjutnya, yakni uji reliabilitas. ( )( )
Uji Reliabilitas Berikut hasil dari pengujian reliabilitas:

Tabel Hasil Pengujian Reliabilitas


Reliabilitas
Variabel Hasil Keterangan
Batasan
Perhitungan
Sistem Pengendalian Mutu KAP 0,938 0,60 Reliabel

Efektivitas Perencanaan Audit 0,687 0,60 Reliabel


Sumber: data diolah
dari korelasi Rank Spearman adalah sebagai
Dengan demikian diketahui bahwa berikut:
kuesioner dalam variabel sistem pengendalian ∑
mutu kantor akuntan publik dan efektivitas ( )
perencanaan audit adalah reliabel. Setelah nilai koefisien determinasi
Analisis Data atas Tanggapan Responden diperoleh, maka akan didapatkan hipotesis
Instrumen dalam penelitian ini berupa sebagai berikut:
kuesioner dengan pengukuran skala likert. Ho : < 0 , Sistem Pengendalian Mutu KAP
Dimana data yang diperoleh dari hasil tidak berpengaruh positif
pengisian kuesioner selanjutnya akan terhadap Efektivitas Perencanaan
dianalisis dengan menghitung masing-masing Audit pada Kantor Akuntan
skor dari setiap pertanyaan sehingga didapat Publik di Bandung dan Cimahi
kesimpulan mengenai kondisi setiap item Ha : ≥ 0 , Sistem Pengendalian Mutu KAP
pertanyaan pada obyek yang diteliti. berpengaruh positif terhadap
Analisis Koefisien Korelasi Efektivitas Perencanaan Audit
Untuk menguji hipotesis digunakan pada Kantor Akuntan Publik di
analisis korelasi. Dengan kata lain, koefisien Bandung dan Cimahi
korelasi ini digunakan untuk menunjukkan Analisis Koefisien Determinasi
sejauh mana hubungan yang terjadi diantara Menurut Sugiyono (2012, hlm. 216),
variabel bebas dan variabel terikat. koefisien determinasi adalah koefisien
Hipotesis yang diajukan diuji dengan penentu, karena varian yang terjadi pada
menggunakan analisis korelasi Rank variabel dependen dapat dijelaskan melalui
Spearman karena data berskala ordinal. variabel yang terjadi pada variabel
Menurut Sarwono dan Suhayati, (2010, hlm. independen. Analisis ini digunakan untuk
80) Korelasi Spearman digunakan untuk menilai seberapa besar variabel X dapat
mengetahui hubungan atau pengaruh antara memberikan pengaruh terhadap Variabel Y
dua variabel berskala ordinal, yaitu variabel dengan rumus sebagai berikut: (Sugiyono,
bebas dan variabel tergantung. Adapun rumus 2012, hlm. 217).

962 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 4 (1), 2016, 957-966

ditujukan dalam efektivitas perencanaan audit


KAP menghasilkan angka 85,56%.
Berdasarkan tabel interpretasi skor (tabel 3.6)
termasuk kedalam kategori sangat baik/efektif
HASIL DAN PEMBAHASAN
karena mayoritas responden menjawab pada
Setelah menganalisis dan menguji rentang positif tinggi. Tingkat interpretasi
hipotesis, maka berikut ini adalah penjelasan skor tertinggi adalah sebesar 92,67% yaitu,
penulis atas hasil analisis data dan pengujian pada dimensi aktivitas pada perjanjian awal.
hipotesis yang telah dilakukan sebelumnya. Sedangkan tingkat interpretasi skor dua
Berdasarkan perhitungan statistika dengan terendah adalah sebesar 77,33% yaitu, pada
bantuan software SPSS 20 for windows yaitu dimensi penerimaan klien baru dan
dengan menggunakan teknik korelasi rank berkelanjutan klien yang sudah ada dan
speraman untuk menguji hipotesis tersebut. 81,33% yaitu, pada dimensi menilai risiko
Gambaran Sistem Pengendalian Mutu bisnis klien dan membangun materialitas,
Kantor Akuntan Publik kedua dimensi tersebut dalam kategori
Data yang diperoleh dalam penelitian ini baik/efektif. Dengan rata-rata tersebut
bersumber dari kuesioner yang dibagikan menunjukan bahwa efektivitas perencanaan
pada 15 orang responden, yaitu auditor pada audit pada Kantor Akuntan Publik di
Kantor Akuntan Publik di Bandung dan Bandung dan Cimahi sangat efektif dan baik.
Cimahi. Setelah peneliti melakukan Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu
perhitungan dengan menggunakan bantuan Kantor Akuntan Publik Terhadap
software SPSS 20 for windows, jawaban Efektivitas Perencanaan Audit
responden atas pernyataan-pernyataan yang Untuk mengetahui adanya pengaruh
ditujukan dalam sistem pengendalian mutu antara variabel tersebut, peneliti
KAP menghasilkan angka 91,63%. menggunakan korelasi Rank Spearman
Berdasarkan tabel interpretasi skor (tabel 3.6) terlebih dahulu untuk mengetahui
termasuk kedalam kategori sangat baik/efektif keterdapatan hubungan antar variabel,
karena mayoritas responden menjawab pada kemudian dilanjutkan dengan pengujian
rentang positif tertinggi. Tingkat interpretasi koefisien determinasi untuk mengukur besar
skor tertinggi adalah sebesar 93,55% terdapat pengaruhnya. Dari hasil perhitungan tersebut
pada dimensi Sumber Daya Manusia. dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian
Sedangkan tingkat interpretasi terendah mutu KAP berpengaruh positif terhadap
adalah sebesar 87,33% terdapat pada dimensi efektivitas perencanaan audit. Hal ini
Pemantauan, yaitu pada indikator melakukan berdasarkan hasil perhitungan korelasi Rank
inspeksi periodik terhadap sejumlah perikatan Spearman menggunakan bantuan software
yang telah selesai dirancang yaitu sebesar IBM SPSS Statistics 20 pada tabel 4.19,
84% dengan kategori sangat baik. Hal tersebut diketahui koefisien korelasi untuk hipotesis
menunjukan bahwa sistem pengendalian mutu ini adalah 0,456. Dengan demikian
KAP rata-rata sudah berjalan secara sangat perhitungan koefisien korelasi yang
efektif dan sangat baik pada Kantor Akuntan dihasilkan lebih besar dari 0 (0,456> 0). Hasil
Publik di Bandung dan Cimahi. tersebut mengindikasikan bahwa terdapat
Gambaran Efektivitas Perencanaan Audit hubungan positif di antara kedua variabel.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini Sedangkan besarnya persentase
bersumber dari kuesioner yang dibagikan pengaruh variabel sistem pengendalian mutu
pada 15 orang responden, yaitu auditor pada KAP terhadap efektivitas
Kantor Akuntan Publik di Bandung dan perencanaan audit dapat dilihat dari koefisien
Cimahi. Setelah peneliti melakukan determinasi, yaitu sebesar 0,2079 atau
perhitungan dengan menggunakan bantuan 20,79%. Sehingga dapat disimpulkan sistem
software SPSS 20 for windows, jawaban pengendalian mutu KAP berpengaruh positif
responden atas pernyataan-pernyataan yang

963 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


SITI NURROHMAH, TB. AMAN F/ Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap
Efektivitas Perencanaan Audit

terhadap efektivitas perencanaan audit sebesar terdapat beberapa saran yang penulis
20,79%. sampaikan sehubungan dengan pengaruh
sistem pengendalian mutu kantor akuntan
SIMPULAN publik terhadap efektivitas perencanaan audit
beserta hal lainnya yang terkait, yaitu:
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan terhadap 15 auditor yang bekerja di Bagi Kantor Akuntan Publik
KAP Bandung dan Cimahi dan hasil Efektivitas perencanaan audit perlu
pembahasan mengenai sistem pengendalian ditingkatkan pada dimensi penerimaan klien
mutu KAP terhadap efektivitas perencanaan baru dan berkelanjutan klien yang sudah ada
audit pada bab sebelumnya, maka dapat masih berkategori baik dengan tingakt
ditarik kesimpulan sebagai berikut: interpretasi skor yang sangat rendah. Kantor
Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik harus mampu meningkatkan
Akuntan Publik di Bandung dan Cimahi perencanaan audit dalam penerimaan klien
termasuk dalam kategori sangat baik yaitu, baru dan melanjutkan klien yang sudah ada,
sebesar 91,63%. Hal ini menunjukkan bahwa agar perencanaan audit berjalan efektif sesuai
KAP telah menerapkan Sistem Pengendalian dengan sistem pengendalian mutu yang
Mutu KAP dengan sangat baik dan efektif. diterapkan oleh KAP.
Tingkat interpretasi terendah adalah sebesar
87,33% terdapat pada dimensi Pemantauan, Bagi peneliti selanjutnya:
yaitu pada indicator melakukan inspeksi Peneliti menyarankan agar menambah sampel
periodik terhadap sejumlah perikatan yang penelitian, karena dalam penelitian ini peneliti
telah selesai dirancang yaitu sebesar 84% menggunakan 15 KAP, sehingga tidak dapat
dengan kategori sangat baik. Hal tersebut digeneralisir sebagai gambaran keseluruhan
menunjukkan bahwa system pengendalian yang terjadi di KAP Bandung dan Cimahi.
mutu KAP rata-rata sudah berjalan secara Bagi peneliti selanjutnya diharapkan
sangat efektif dan sangat baik pada Kantor dapat mengembangkan penelitian ini dengan
Akuntan Publik di Bandung dan Cimahi. menggunakan variabel variabel lain yang
Efektivitas Perencanaan Audit pada diyakini berpengaruh terhadap efektivitas
Kantor Akuntan Publik di Bandung dan perencanaan audit yang tidak dibahas dalam
Cimahi termasuk dalam kategori sangat penelitian ini.
baik/efektif, yaitu sebesar 85,56%. Hal ini
menunjukkan bahwa auditor telah
menjalankan setiap penugasan dengan sangat
baik dan efektif, sebelum melaksanakan DAFTAR PUSTAKA
pemeriksaan Kantor Akuntan Publik tersebut A. Iqbal. (2008). Pengaruh Sistem
terlebih dahulu merencanakan pemeriksaan Pengendalian Mutu Kantor Akuntan
yang akan dilakukan dengan baik. Publik Non-Afilasi di Jakarta. Jurnal
Sistem pengendalian mutu KAP Akuntansi Dan Keuangan, 7(2), 186–
berpengaruh positif terhadap efektivitas 195.
perencanaan audit sebesar 20,79% . Hal ini Agoes, Sukrisno. (2004). Auditing
membuktikan bahwa jika sistem pengendalian (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor
mutu diterapkan dengan baik maka Akuntan Publik. Edisi Ketiga. Penerbit
perencanaan audit akan lebih efektif. Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
Walaupun memiliki hubungan positif, derajat ______. (2012). Auditing: Petunjuk Praktis
hubungan antara kedua variable tersebut Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan
masih ada hal-hal lain di samping sistem Publik. Jakarta: Salemba Empat.
pengendalian mutu KAP yang dapat Anggraeni dan Badera (2013). Pengaruh
meningkatkan efektivitas perencanaan audit. Penerapan Sistem Pengendalian Mutu
Berdasarkan hasil penelitian yang telah Pada Kinerja Auditor di Kantor
diuraikan dan simpulan yang diperoleh, maka

964 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 4 (1), 2016, 957-966

Akuntan Publik di Provinsi Bali. E- [Online]. Tersedia: www.ojk.go.id.


Jurnal Akuntansi Universitas [28 April 2015]
Udayana. 5(2), 307-325 BPKP Akui 10 KAP Melanggar SPAP.
Arens, Alvin A. (2012). Jasa Audit dan [Online]. Tersedia:
Assurance. Jakarta: Salemba Empat www.hukumonline.com/berita/baca/ho
Arens et. al. (2012). Auditing and Assurance l2554/bpkp-akui-10-kantor-akuntan-
Services An Integrated approach New publik-melanggar-spap
Jersey: Pearson Education, Inc Skandal Penyuapan Pajak Kantor Akuntan
Surhayati, Ely dan Kurnia R, Siti (2009). KPMG Indonesia digugat di AS.
Auditing (Konsep Dasar dan Pedoman [Online]. Tersedia:
Pemeriksaan Akuntan Publik). Graha Sanksi Pembekuan Ben Ardi. [Online].
Ilmu: Yogyakarta Tersedia:
Griffin, Ricky W. (2003). Manajemen, Edisi http://pppk.kemenkeu.go.id/Sanksi/Ge
Ketujuh. Jakarta: Erlangga tPdfFile?fileName=Juni%20-
IAPI. (2013). Standar Audit (SA 220)/Institut %20sanksi%20pembekuan%20ben%2
Akuntan Publik ikaIndonesia. Jakarta: 0ardi.pdf
Salemba Empat
Ikatan Akuntan Indonesia. (2000). Standar
Profesi Akunta Publik. Bagian
Penerbitan STIE YKPN.
Messier, et. al. (2008). Auditing and
Assurance Service. Sixth Edition. New
York: McGraw Hill
Nazir. (2013). Metodologi penelitian.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Sekaran, Uma. (2009). Metodelogi Penelitian
Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat
Suharsimi Arikunto (2010). Prosedur
Penelitian (Suatu Pendekatan
Praktik). Jakarta: RINEKA CIPTA.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Bisnis
(Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
R&D). Bandung: Alfabeta.
_____. (2012). Metode Penelitian Bisnis.
Bandung. Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D. Bandung: Alfabeta
Umar, Husein. (2003). Business An
Introduction. Jakarta: Gramedia
Undang-Undang Republik Indonesia No. 5
Tahun 2011 Tentang Akuntan Publik
(2013). Sejarah IAPI. [Online]. Tersedia:
http://www.iapi.or.id/iapi/sejarah_iapi.
php. [29 April 2014]
(2014). Daftar KAP/Akuntan Publik Terdaftar
Sebagai Auditor Bank di OJK.

965 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016


SITI NURROHMAH, TB. AMAN F/ Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap
Efektivitas Perencanaan Audit

Sumber http://agolf.xyz/wp-content/uploads/2016/12/IMG-20161219-WA0000.jpg

Program OJK dalam meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi
(SPRINT) Penjualan Reksa Dana Melalui Bank Selaku APERD (Agen Penjual Efek Reksa
Dana) dan Pendaftaran Akuntan Publik sebagai upaya mempercepat dan menyederhanakan
proses perijinan. Sistem ini mampu mengintegrasikan seluruh proses perizinan serta registrasi
dari berbagai kompartemen di OJK yaitu pengawas pasar modal, perbankan dan industri
keuangan non bank. Sistem yang dikembangkan adalah Melalui SPRINT, proses perijinan
penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dipersingkat dari 105 hari menjadi 19 hari
kerja saja. Sementara proses pendaftaran Akuntan Publik yang sebelumnya diajukan ke masing-
masing kompartemen di OJK dengan waktu pemrosesan yang berbeda-beda, namun dengan
SPRINT bisa diselesaikan dalam waktu 20 hari kerja.

966 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.4 | No.1 | 2016