Anda di halaman 1dari 11

1.

Secara teoritik tipologi kewarganegaraan dapat dibedakan dalam tipologi Jerman,


Inggris, Prancis dan Amerika. Bagi Indonesia tipologi yang tampak adalah ...
a. Berasal dari bawah atau kesadaran individu
b. Bersifat liberal
c. [[[[[Revolusioner]]]]]
d. Pasif terhadap ruang publik
e. Menerima yang fasis
2. Pada prinsipnya, hal-hal yang dipelajari dalam mempelajari ilmu (studi)
kewarganegaraan yaitu ...
a. Mengkaji konsep dasar teoritis metodologis, konsep dasar warga Negara (kualifikasi
individu sebagai warga negara), dan pengertian dan sejarah perkembangan
pengajaran Civics.
b. Mengkaji konsep dasar teoritis metodologis, konsep dasar Warga Negara (kualifikasi
individu sebagai warga negara), pengertian dan sejarah perkembangan pengajaran
Civics, aspek-aspek dalam demokrasi politik, metode mengajar Civics.
c. Mengkaji konsep dasar teoritis, konsep dasar Warga Negara (kualifikasi individu
sebagai warga negara), pengertian dan sejarah perkembangan pengajaran Civics,
aspek-aspek dalam demokrasi politik, dan kasus-kasus kontemporer
kewarganegaraan.
d. [[[[[[[[[Mengkaji konsep dasar teoritis metodologis, konsep dasar Warga Negara
(kualifikasi individu sebagai warga negara), pengertian dan sejarah perkembangan
pengajaran Civics, aspek-aspek dalam demokrasi politik, metode mengajar Civics,
dan kasus-kasus kontemporer kewarga-negaraan. ]]]]]]]]
e. Mengkaji konsep dasar teoritis, konsep dasar Warga Negara (kualifikasi individu
sebagai warga negara), pengertian dan sejarah O perkembangan pengajaran Civics,
aspek-aspek dalam demokrasi politik, metode mengajar Civics, dan kasus-kasus
kontemporer
3. Teori kewarganegaraan yang membahas Ingin menciptakan satu masyarakat tunggal yg
absolut & kurang memperhatikan pluralisme (komunitas publik sebagai pusat kehidupan
politik) ialah ...
a. Liberal
b. Komunitarian
c. Republikan
d. Neo-Republikan
e. Neo-Liberal
4. Salah satu permasalahan dasar pemikiran kewarganegaraan Bryan S. Turner (1993)
ialah...
a. Hak-hak dan kewajiban individual
b. Bentuk atau tipe-tipe dari hak dan kewajiban pemerintah
c. Kekuatan-kekuatan individu yang memproduksi diskursus tentang hak dan
kewajiban
d. Bentuk penataan sosial yang berwenang mendistribusikan hak- hak dan kewajiban
dalam berbagai sektor masyarakat
e. [[[[[[[[[Bentuk penataan individual yang berwenang mendistribusikan hak- hak dan
kewajiban dalam berbagai sektor masyarakat]]]]]
5. Hubungan antara hak-hak sosial warganegara dengan negara (merosotnya komitmen
terhadap negara kesejahteraan dg dicabut atau reduksi hak sosial yg selama ini
dinikmati seperti jaminan pendapatan, pensiun, pendidikan, kesehatan dan sebagainya,
merupakan analisis dari konsep ...
a. Inklusi kewarganegaraan
b. Erosi kewarganegaraan
c. [[[[Penarikan kewarganegaraan]]]]]]]]
d. Ekpansi Kewarganegaraan
e. Invasi Kewarganegaraan.
6. Maksud dari civic virtues ialah ...
a. Menghormati dan melindungi hak yang dimiliki setiap orang secara sama.
b. Berperan serta secara bertanggung jawab dan efektif dalam kehidupan politik dan
kewargaan.
c. [[[[[[[[[[[Menjadi seseorang yang mampu mengatur diri sendiri dengan menerapkan
keutamaan kewargaan.]]]]
d. Mengambil tanggung jawab terhadap urusan-urusan pemerintahan dengan
persetujuan orang-orang yang diperintah.
e. Mendukung dan memelihara prinsip- prinsip dan praktik demokratis.
7. Secara terminologis civics diartikan studi yang berhubungan dengan tugas-tugas
pemerintahan dan hak kewajiban warga Negara. terminologi ini dijelaskan oleh ...
a. Cresshore (1886)
b. Winataputra (2008)
c. Turner & Long (1885)
d. [[[[[Stanley E. Dimond dan Elmer F. Peliger (1970)]]]
e. Bowes dan Lott (1886)
8. PKn Secara ontologikal memilki dua dimensi, yakni obyek telaah dan obyek
pengembangan. Perbedaan antara obyek telaah dan obyek pengembangan yang
dimaksud ialah
a. [[[[[[Obyek telaah adalah keseluruhan aspek idiil, instrumental, dan praktis PKn yang
secara internal dan eksternal mendukung sistem kurikulum dan pembelajaran PKn di
sekolah dan di luar sekolah, serta format gerakan sosial-kultural kewarganegaraan
masyarakat. Sedangkan obyek pengembangan atau sasaran pembentukan adalah
keseluruhan ranah sosio-psikologis peserta didik yang menyangkut status, hak dan
kewajibannya sebagai warga negara. ]]]]
b. Obyek telaah adalah keseluruhan ranah sosio-psikologis peserta didik yang
menyangkut status, hak dan kewajibannya sebagal warga negara. Sedangkan obyek
pengembangan atau sasaran pembentukan adalah keseluruhan aspek idilil,
instrumental, dan praktis PKn yang secara internal dan eksternal mendukung sistem
kurikulum dan pembelajaran PKn di sekolah dan di luar sekolah, serta format
gerakan sosial-kultural kewarganegaraan masyarakat.
c. Obyek telaah adalah keseluruhan aspek idiil, instrumental, dan praktis PKn yang
secara internal dan eksternal atau di luar sekolah, serta format gerakan sosial-
kultural kewarganegaraan masyarakat, Sedangkan obyek pengembangan atau
sasaran pembentukan adalah keseluruhan ranah psikologis peserta didik yang
menyangkut status, hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
d. Obyek telaah adalah keseluruhan aspek idiil, instrumental, dan praktis PKn yang
secara internal dan eksternal mendukung sistem kurikulum dan pembelajaran PKn di
sekolah dan di luar sekolah, serta format gerakan sosial-kultural kewarganegaraan
masyarakat. Sedangkan obyek pengembangan atau sasaran pembentukan adaiah
keseluruhan ranah sosio-kultural peserta didik yang menyangkut status, hak dan
kewajibannya sebagai warga negara.
e. Obyek telaah adalah keseluruhan aspek ideal PKn yang secara internal dan eksternal
mendukung sistem kurikulum dan pembelajaran PKn di sekolah dan di luar sekolah,
serta format gerakan sosial-kultural O kewarganegaraan masyarakat. Sedangkan
obyek pengembangan atau sasaran pembentukan adalah keseluruhan ranah sosio-
psikologis peserta didik yang menyangkut status, hak dan kewajibannya sebagal
warga negara.
9. Perkembangan tradisi ilmu/studi kewarganegaraan menjadi suatu “Body of knowledge"
dikenal memiliki paradigma sistemik, yang didalamnya terdapat tiga domain, yaitu ...
a. [[[[[[[[[[[Domain akademis, Domain kurikuler, dan Domain Sosial Kultural.]]]]]]]]]
b. Domain kurikuler, Domain co-kurikuler, dan Domain Sosial Kultural.
c. Domain akademis, Domain kurikuler, dan Domain politis.
d. Domain akademis, Domain kurikuler, dan Domain Sosial Politik.
e. Domain kurikuler, Domain kurikuler, dan Domain Sosial Kultural.
10. Cakupan studi Kewarganegaraan dalam pendekatan behavioralisme ialah ...
a. Berkonsentrasi pada proses politik berkaitan dengan politik mainstream pemerintah.
b. Menghasilkan hukum umum dan minimalnya mengembangkan pernyataan teoritis
yang bisa difalsifikasi.
c. Berkonsentrasi pada skill dan sikap kritis warga negara terhadap fenomena yang
terjadi di sekitarnya.
d. Mengklaim bebas nilai, netral dan objektif (tidak memihak).
e. [[[[[[[[Berkonsentrasi pada proses perilaku antar warga negara dan warga negara
dengan negara.]]]]]]
11. Marsh & Stocker (2010) menjelaskan pendekatan dalam metodologi llmu Politik yang
memiliki relasi dengan Ilmu (Studi) Kewarganegaraan. Cakupan Hak privat dan hak
publik warga negara yang dijamin oleh kewajiban-kewajiban negara dalam pendekatan
institutionalisme ialah ...
a. Ilmu adalah hasil dari pengetahuan yang terorganisasi. Ilmu politik yang terbaik
berlandasan empiris, cerdas dan reflektif secara teoritis.
b. Hak privat dan hak publik warga negara yang dijamin oleh kewajiban-kewajiban
negara.
c. Suatu definisi proses yang luas, yang bersifat pribadi dapat menjadi politik.
d. [[[[[[[[[Menganggap peneliti bekerja berdampingan dengan para praktisi politik.]]]]]
e. Membuat hubungan antara analisis empiris dan teori normative.
12. Wacana kenaikan iuran BPJS sebesar dua kali lipat pada dasarnya merupakan persoalan
kewarganegaraan yang mencerminkan atau berupa ...
a. [[[[Erosi kewarganegaraan]]]]]]
b. Inklusi kewarganegaraan
c. Eksklusi kewarganegaraan
d. Ekspansi kewarganegaraan
e. Penarikan kewarganegaraan
13. Cakupan studi politik dalam pendekatan feminisme ialah..
a. Berkonsentrasi pada proses politik berkaitan dengan politik mainstream pemerintah.
b. [[[[Suatu definisi proses yang luas, yang mengakui bahwa yang bersifat pribadi dapat
menjadi politik.]]]]
c. Berbagai ragam respon terhadap isu ini, namun dengan kecenderungan kuat kea rah
perspektif anti fondasionalis dan realis kritis.
d. Semua aspek studi politik perlu menganggap serius isu gender. Pengaturan politik
jelas bagian dari semangat feminis.
e. Pengaturan politik jelas bagian dari semangat feminis.
14. Marsh & Stocker (2010) menjelaskan pendekatan dalam metodologi llmu Politik yang
memiliki relasi dengan Studi Kewarganegaraan. Cakupan studi politik dalam pendekatan
behavioralisme ialah ...
a. [[[[Berkonsentrasi pada proses politik berkaitan dengan politik mainstream
pemerintah.]]]]]]
b. Menghasilkan hukum umum dan minimalnya mengembangkan pernyataan teoritis
yang bisa difalsifikasi
c. Pada era awal, revolusi perilaku giat menekankan perbedaan antara ilmu baru dan
teori kuno. Sekarang, mereka lebih toleran
d. Mengklaim bebas nilai, netral dan objektif (tidak memihak)
e. Berkonsentrasi pada proses perilaku antar warga negara dan warga negara dengan
negara
15. Teori kewarganegaraan yang membahas warganegara sebagai pemegang otoritas untuk
menentukan pilihan dan hak. Sistem & kelembagaan politik hanya diakui apabila dapat
memberikan keuntungan pribadi ialah ...
a. Liberal
b. [[[[Komunitarian]]]]]
c. Republikan
d. Neo-Republikan
e. Neo-Liberal
16. Dimensi pokok studi kewarganegaraan Turner yang menjelaskan tentang modus
Penataan Kewargannegaraan, yaitu bagaimana atau melalui mekanisme dan prosedur
institusionalisasinya masyarakat ialah ...
a. Content of Citizenship
b. Type of Citizenship
c. Conditions of Citizenship
d. [[[Arrangements of Citizenship]]]]
e. Modus of Citizenship
17. Menurut Gerry Stokerd alam Theory and Methods in Political Science mengemukakan
tiga pendekatan utama dalam ilmu politik, yaitu ...
a. Pendekatan Institusional, Pendekatan Psycopedagogi, Teori Pilihan Rasional.
b. Pendekatan Obyek Forma dan materia, Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan
Rasional.
c. Pendekatan Institusional, Pendekatan Behavioralis, Teori Feminisme.
d. [[[Pendekatan Institusional, Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan Rasional.]]]
e. Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan Rasional, Pendekatan Sosio-kultural
18. Menurut Gerry Stokerd alam Theory and Methods in Political Science mengemukakan
tiga pendekatan utama dalam ilmu politik, yaitu ...
a. Pendekatan Institusional, Pendekatan Psycopedagogi, Teori Pilihan Rasional.
b. Pendekatan Obyek Forma dan materia, Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan
Rasional.
c. Pendekatan Institusional, Pendekatan Behavioralis, Teori Feminisme.
d. [[[[Pendekatan Institusional, Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan Rasional.]]]]
e. Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan Rasional, Pendekatan Sosio-kultural
19. Objek materia dan objek forma dari ilmu politik ialah ...
a. Negara dan Hubungan-hubungan pemerintahan, gejala dan peristiwa pemerintahan.
b. [[[[Negara dan Kekuasaan, kepentingan rakyat, grup penekan.]]]]
c. Negara dan Pelayanan, organisasi, manajemen, birokrasi.
d. Negara dan Peraturan perundang- undangan.
e. Negara dan Hak, kewajiban, tanggung jawab.
20. Objek materia dan objek forma dari ilmu (studi) kewarganegaraan yaitu ..
a. Negara dan Hubungan-hubungan pemerintahan, gejala dan peristiwa pemerintahan.
b. Negara dan Kekuasaan, kepentingan rakyat, grup penekan.
c. Negara dan Pelayanan, organisasi, manajemen, birokrasi.
d. Negara dan Peraturan perundang- undangan.
e. [[[[Negara dan Hak, kewajiban, tanggung jawab.]]]]
21. Marsh & Stocker (2010) menjelaskan pendekatan dalam metodologi llmu Politik yang
memiliki relasi dengan Studi Kewarganegaraan. Cakupan sikap terhadap teori politik
normatif dalam pendekatan rational choice ialah ...
a. Peduli pada kondisi menuju tindakan kolektif dalam dunia politik mainstream.
b. Menghasilkan hukum-hukum umum, khususnya hukum umum dengan kekuatan
prediktif (peramalan).
c. [[[[Sikap yang sama dengan behavioralis. ]]]]
d. Mengklaim menawarkan saran yang bebas nilai dan ahli tentang bagaimana
mengelola politik.
e. Berkonsentrasi pada proses perilaku antar warga negara dan warga negara dengan
negara.
22. Kewarganegaraan Politik dan Kewarganegaraan Sosial merupakan tipologi
kewarganegaraan menurut ...
a. John Rawls
b. TH. Marshall
c. [[[Bryan S. Turner]]]]
d. David Bosch
e. David Kerr
23. Dimensi pokok studi kewarganegaraan Turner yang menjelaskan tentang Merupakan
aneka relasi dan kekuatan sosial yg memproduksi & mereprooduksi partisipasi warga
dalam berbagai tindakan politik ialah ...
a. Content of Citizenship
b. Type of Citizenship
c. [[[Conditions of Citizenship]]]
d. Arrangements of Citizenship
e. Modus of Citizenship
24. Kewarganegaraan Sipil, Kewarganegaraan Politik, dan Kewarganegaraan Sosial
merupakan tipologi kewarganegaraan menurut ...
a. John Rawls
b. TH. Marshall
c. Bryan S. Turner
d. David Bosch
e. David Kerr
25. Istilah warganegara dan kewarganegaraan bukanlah sesuatu yang penting untuk
dipahami dari sisi perbedaannya, tetapi yang penting ialah ...
a. Konstruksinya sebagai wacana politik
b. Pendefinisiannya masing-masing
c. Pemaknaannya oleh pemerintah
d. Pemaknaannya oleh Negara
e. Hubungannya dengan penguasa
26. Sebagai salah satu cabang dari ilmu politik, studi kewarganegaraan dibangun dengan
tiga konstruksi keilmuan, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Simpulan tepat
yang dapat diambil dari tiga konstruksi tersebut ialah ...
a. Secara ontologis ilmu (studi) kewarganegaraan mengkaji segala bentuk relasi
kekuasaan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban, serta tanggungjawab dengan
fokus pada pengetahuan kewarganegaraan, sikap kewarganegaraan, dan
keterampilan kewarganegaraan (keterampilan intelektual dan partisipasi).
b. Secara epistemologis ilmu (studi) kewarganegaraan mengkaji segala bentuk relasi
kekuasaan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban, serta tanggungjawab dengan
fokus pada pengetahuan kewarganegaraan, sikap kewarganegaraan, dan
keterampilan kewarganegaraan (keterampilan intelektual dan partisipasi).
c. Secara aksiologis ilmu (studi) kewarganegaraan mengkaji segala bentuk relasi
kekuasaan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban, serta tanggungjawab dengan
fokus pada pengetahuan kewarganegaraan, sikap kewarganegaraan, dan
keterampilan kewarganegaraan (keterampilan intelektual dan partisipasi).
Pendekatan Obyek Forma dan materia, Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan
Rasional
d. Relasi kekuasaan dalam ilmu (studi) kewarganegaraan melibatkan aktor- aktor yang
tidak secara langsung berhubungan dengan urusan hak,kewajiban, dan
tanggungjawab yaitu aktor negara, masyarakat dalam konteks warga (individu) dan
komunitas.
e. Relasi kekuasaan tersebut ilmu (studi) kewarganegaraan tidak melibatkan aktor-
aktor yang secara langsung berhubungan dengan urusan hak,kewajiban, dan
tanggungjawab yaitu aktor negara, masyarakat dalam konteks warga (individu) dan
komunitas.Pendekatan Institusional, Pendekatan Behavioralis, Teori Pilihan
Rasional.
27. Hal-hal yang berkaitan dengan berbagai respons, namun kecenderungannya mengarah
pada komentar miring terhadap pertempuran naratif dunia politik, merupakan analisis
hubungan dengan praktik politik pada pendekatan ...
a. Behavioralisme
b. Feminisme
c. Institutionalisme
d. Anti-fondasionalisme
e. Rational choice
28. Menganalisa dan memaparkan fenomena atau peristiwa-peristiwa kehidupan politik dan
warga merupakan salah satu bentuk dari implementasi komponen ...
a. Civic knowledge
b. Civic Skills
c. Civic Disposition
d. Civic Virtues
e. Civic Partisipatori
29. Peran Negara sangat menentukan terhadap demokrasi, baik sebagai metode maupun
konten atau isi. Peran Negara terhadap demokrasi sebagai konten adalah ...
a. Mewujudkan representasi politik
b. Prosedur pengambilan keputusan
c. Kebebasan memilih
d. Partisipasi warga untuk kepentingan publik
e. Pemilihan system pemilu dan penghitungan suara
30. Perbedaan mendasar antara ilmu politik dan ilmu (studi) kewarganegaraan ialah...
a. Objek materia ilmu politik negara sedangkan ilmu (studi) kewarganegaraan warga
negara.
b. Objek forma ilmu politik negara sedangkan ilmu (studi) kewarganegaraan warga
negara.
c. Objek materia ilmu politik negara sedangkan ilmu (studi) kewarganegaraan
pelayanan, organisasi, manajemen, birokrasi.
d. Objek forma ilmu politik kekuasaan, kepentingan rakyat, grup penekan sedangkan
ilmu (studi) kewarganegaraan hak, kewajiban, tanggung jawab.
e. Objek forma ilmu politik Peraturan perundang-undangan negara dan sedangkan
ilmu (studi) kewarganegaraan hak, kewajiban, tanggung jawab.
31. Persoalan identitas muncul di Indonesia sebagai persoalan lokal maupun internasional
karena adanya perbedaan antara ideal dan realitas. Idealnya menjadi label sosial,
kenyataannya adalah ...
a. Sebagai wahana mendapat akses sumber daya
b. Persoalan laten Negara multicultural
c. Perebutan tokoh nasional dan lokal
d. Terbatasnya lahan identitas
e. Tidak adanya contoh riil
32. Kewarganegaran pada dasarnya berisi 4 dimensi, diantaranya dimensi Isi
kewarganegaraan. Maksudnya Isi dari dimensi tersebut adalah ...
a. Relasi dan tuntutan
b. Daya Tarik dan konsekuensi
c. Hadiah dan hukuman
d. Hak dan kewajiban
e. Resiko dan potensi
33. Perbedaan prinsip antara filsafat, ilmu, dan studi ialah ...
a. Secara ontologis, filsafat merupakan segala sesuatu yg bersifat fisik dan non fisik,
baik yang dapat direkam melalui indra maupun tidak, ilmu merupakan Pendekatan
ilmiah, menggunakan 2 pendekatan deduktif dan induktif secara saling melengkapi,
dan studi merupakan proses penelitian ilmiah; kajian; telaahan.
b. Secara epistemologis, filsafat merupakan pendekatan yang bersifat reflektif atau
rasional dedukatif, ilmu merupakan segala sesuatu yang bersifat fisik dan yang
dapat direkam melalui indra, dan studi merupakan proses penelitian ilmiah; kajian;
telaahan.
c. Secara aksiologis, filsafat merupakan hal yang sangat abstrak, bermanfaat tetapi
tidak secara langsung bagi umat manusia, ilmu merupakan hal yang sangat konkret,
langsung dapat dimanfaatkan bagi kepentingan umat manusia, dan studi
merupakan proses penelitian ilmiah; kajian; telaahan.
d. Secara ontologis, filsafat merupakan pendekatan yang bersifat reflektif atau rasional
dedukatif, ilmu merupakan segala sesuatu yang bersifat fisik dan yang dapat
direkam melalui indra, dan studi merupakan proses penelitian ilmiah; kajian;
telaahan.
e. Secara aksiologis, filsafat merupakan pendekatan yang bersifat reflektif atau
rasional dedukatif, ilmu merupakan segala sesuatu yang bersifat fisik dan yang
dapat direkam melalui indra, dan studi merupakan proses penelitian ilmiah; kajian;
telaahan.
34. Teori kewarganegaraan yang membahas Ingin menciptakan satu masyarakat tunggal yg
absolut & kurang memperhatikan pluralisme (komunitas publik sebagai pusat kehidupan
politik) ialah ...
a. Liberal
b. Komunitarian
c. Republikan.
d. Neo-Republikan
e. Neo-Liberal
35. Menurut Chreshore: 1886, PKn merupakan bidang studi yang bersifat multifaset dengan
konteks lintas keilmuan. Namun secara filsafat keilmuan, ia memiliki ontologi pokok
ilmu politik khususnya konsep ...
a. Duties and Right Citizens
b. Political Democracy
c. Body knowledge
d. Civic Education.
e. Citizenship Education.
36. Marsh & Stocker (2010) menjelaskan pendekatan dalam metodologi llmu Politik yang
memiliki relasi dengan Studi Kewarganegaraan. Pemahaman terhadap klaim ilmiah
dalam pendekatan behavioralisme ialah ...
a. Berkonsentrasi pada proses politik berkaitan dengan politik mainstream
pemerintah.
b. Menghasilkan hukum umum dan minimalnya mengembangkan pernyataan teoritis
yang bisa difalsifikasi
c. Pada era awal, revolusi perilaku giat menekankan perbedaan antara ilmu baru dan
teori kuno. Sekarang, mereka lebih toleran
d. Mengklaim bebas nilai, netral dan objektif (tidak memihak).
e. Berkonsentrasi pada proses perilaku antar warga negara dan warga negara dengan
negara
37. Analisis komprehensif mengenai konsep kewarganegaraan menurut Bryan S. Turner
(1999) ialah ...
a. Seperangkat tindakan (bukan kumpulan hak & kewajiban yang pasif).
b. Implikasi Sumber daya dr Individu ke kelompok (termasuk distribusi kekuasaan,
ketaksetaraan, & Perbedaan Klas sosial dlm masyarakat.
c. Seperangkat tindakan (yuridis, politis, ekonomis, kebudayaan) yang mendefinisikan
seseorang sebagai anggota kompeten dari suatu masyarakat, yang sebagai
akibatnya turut membentuk aliran sumber daya dari Individu-individu ke kelompok-
kelompok.
d. Seperangkat tindakan (yuridis, politis, ekonomis, kebudayaan) yang mendefinisikan
seseorang sebagai anggota kompeten dari suatu masyarakat, yang sebagai
akibatnya turut membentuk aliran sumber daya dari kelompok-kelompok ke
Individu-individu.
e. Seperangkat tindakan (yuridis, politis, ekonomis, kebudayaan) yang mendefinisikan
seseorang sebagai anggota kompeten dari suatu masyarakat, yang sebagai
akibatnya turut membentuk aliran sumber daya manusia dan alam dari seluruh
daerah dalam suatu negara.
38. Sejarah civics menurut Gross & Zeleny (1958) ialah ...
a. Character Education atau Teaching Personal Ethics and virtues (Pendidikan Etikadan
Kebajikan).
b. Berkenaan dengan pembahasan mengenai pemerintahan demokrasi dalam teori
dan praktek Citizenship Education: Berkenaan dengan keterlibatan dan partisipasi
warganegara dalam masyarakat.
c. Suatu proses pendidikan yang mencakup proses pembelajaran semua mata
pelajaran, kegiatan siswa, proses administrasi, dan pembinaan dalam upaya
mengembangkan perilaku warga negara yang baik.
d. Sebagai produk dari keseluruhan program pendidikan persekolahan, di mana mata
pelajaran civics merupakan unsur yang paling utama dalam upaya mengembangkan
warganegara yang baik.
e. Mempelajari hubungan antar individu dan antara individu dengan negara.
39. Maksud analisis konsep penarikan kewarganegaraan ialah ...
a. Pemberian hak-hak kewarganegaraan secara penuh bagi kelompok dan kategori
yang selama ini di deskriminasikan, termasuk hak khusus sebagai komunitas.
b. Hubungan antara hak-hak sosial warganegara dengan negara (merosotnya
komitmen terhadap negara kesejahteraan dg dicabut atau reduksi hak sosial yg
selama ini dinikmati spt jaminan pendapatan, pensiun, pendidikan, kesehatan dan
sebagainya.
c. Turunnya partisipasi rakyat dim kegiatan politik yang memperkuat demokrasi.
d. Fenomena kewarganegaraan ganda atau jamak secara simultan.
e. Kewarganegaraan supranasional (nested citizenship) yang menar diri dari negaranya
untuk berpindah ke negara lain.
40. Hak itu pada dasarnya adalah milik individu tetapi berdimensi kolektif, sehingga
berbicara tentang hak tidak lagi sekedar substansi tetapi merupakan ...
a. Titik akhir perjuangan
b. Proses klaim
c. Bisa dipenuhi dan tidak dipenuhi
d. Konsekuensi
e. Harapan
41. Bagi pemikir liberal yang mendukung globalisasi, esensi dari fenomena globalisasi adalah
pergerakan bebas barang, jasa, kapital, dan kerja yang membuat ...
a. Semua wilayah menjadi pasar yang terbatas untuk dimasuki
b. Modal menjadi fakTor utama dalam setiap kegiatan apapun, baik dalam lintas batas
maupun dalam batas wilayah
c. Foreigners atau 'orang asing' dari sudut pandang ekonomi tidak ada maknanya
d. Semakin pentingnya teknologi, produktivitas, dan modal
e. Tingkat kompetitif dan advantage yang diutamakan
42. Perkembangan citizenship education dan civic education, Dalam kenyataannya secara
historis- epistemologis tidak bisa dipisahkan dari perkembangan pemikiran tentang
social studies/social studies education. Mengenai saling keterkaitan antara citizenship
education dan civic education dan social studies, padadasarnya ada dua pandangan
utama, yaitu ...
a. Pandangan pertama melihat social studies sebagai bagian dari citizenship education
dan civic education, dan pandangan kedua melihat citizenship education dan civic
education sebagai esensi atau inti dari social studies.
b. Pandangan pertama melihat citizenship education dan civic education sebagai esensi
atau inti dari social studies dan pandangan kedua melihat citizenship education dan
civic education sebagai bagian dari social studies.
c. Pandangan pertama melihat citizenship education dan civic education sebagai
bagian dari social studies, dan pandangan kedua melihat citizenship education dan
civic education sebagai esensi atau inti dari social studies.
d. Pandangan pertama melihat citizenship education dan civic education sebagai
bagian dari social studies, dan pandangan kedua melihat social studies sebagai
esensi atau inti dari citizenship education dan civic education.
e. Pandangan pertama melihat citizenship education dan civic education sebagai
bagian dari social studies, dan pandangan kedua melihat citizenship education dan
civic education sebagai esensi atau inti dari socio cultural studies.