Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MATA KULIAH

PRINSIP TEKNIK PANGAN


(PANG4215)

OLEH :
YUPI ANITA DEWI
NIM : 042649538
1. a. Sebutkan dan jelaskan perbedaan prinsip kesetimbangan massa total dan
komponen!

Jawab :

Kesetimbangan massa total menghitung keseluruhan tahap proses


pengelolaan yang dilaluinya (total massa dan total proses), sedangkan
kesetimbangan komponen berdasarkan pada salah satu komponen dari bahan
atau pada suatu tahapan proses tertentu dari seluruh rangkaian proses yang
dilalui bahan.

1. b. Hitunglah jumlah udara kering yang dihembuskan suatu pengering guna


mengeringkan 200 kg/jam makanan dari kadar air 60% menjadi 5%. Kandungan
air udara masuk adalah 0,003 kg air/kg udara kering dan meninggalkan pengering
dengan kompoisi 0,1 kg air/kg udara kering!

Diketahui : w2 = 0.1 kg air/kg udara

w1 = 0.003 kg air/kg udara

mp = 200 kg/jam

xf = 60%

xp = 5%

Ditanya : laju aliran udara kering ( ma ) ?......kg/jam

Jawab : Keseimbangan massa : mpxf + maw1 = mpxp + maw2


200(0.6)+0.003ma = 200(0.05) + 0.1ma
120 – 10 = 0.097ma
ma = 110/0.097
= 1134 kg/jam
Jadi laju aliran udara kering 1134 kg/jam

2. a. Jelaskan prinsip kesetimbangan energi dan berikan salah satu contohnya dalam
proses pengolahan pangan!

Jawab: Kesetimbangan energi berkaitan dengan prinsip kesetimbangan massa


sehingga prinsip perhitungan yang digunakan kesetimbangan energi sama dengan
kesetimbangan massa.
Prinsip kesetimbangan energi adalah bahwa total panas yang masuk (input) kedalam
sistem akan sama dengan total panas keluarannya (output). Prinsip kesetimbangan
contohnya yaitu proses pemanasan, pendinginan, pembekuan, pengadukan dan
pemompaan.
Untuk proses akumulasi:
Energi yang masuk (Q Input) = Energi yang keluar (Q output) + sisa di dalam proses
(limbah atau kehilangan yang tidak terkontrol)

Untuk proses tanpa akumulasi:


Energi yang masuk (Q input) = Energi yang keluar (Q output)

Contohnya:
Kesetimbangan energi dalam proses pengolahan pangan adalah proses pembuatan ikan
tuna dalam kaleng. Pada proses pembuatan tersebut dibutuhkan pemanasan pada suhu
tertentu, setelah itu dilakukan proses pendinginan menggunakan air pendingin yang
jumlah dan suhunya sudah ditentukan juga. Ini untuk menjaga kwalitas produk tetap bagus
dan dapat memiliki masa simpan yang panjang.

2. b. Hitunglah jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah 40 lb air dari 30°C
menjadi bentuk uap bersuhu 105°C!
(1 kg = 2,2046 lb; pada suhu 30°C diketahui hf = 0,126 MJ/kg; hfg = 2,431 MJ/kg;
hg = 2,556 MJ/kg, sedangkan pada suhu 105°C diketahui hf = 0,44 MJ/kg; hfg =
2,24 MJ/kg; dan hg = 2,69 MJ/kg)

Diketahui :
1 kg = 2,2046 lb
pada suhu 30°C diketahui hf = 0,126 MJ/kg; hfg = 2,431 MJ/kg; hg = 2,556 MJ/kg
pada suhu 105°C diketahui hf = 0,44 MJ/kg; hfg = 2,24 MJ/kg; hg = 2,69 MJ/kg

Ditanya :
Jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah 40 lb air dari 30°C menjadi bentuk uap
bersuhu 105°C (Q)

Dijawab:
1 kg = 2,2046 lb

Berat dalam Kg (m) = (berat dalam lb) x (1 Kg/2,2 lb)


m = (40 lb) x (1 Kg/2,2 lb) satuan lb bisa dicoret
m = (40) x (0,45454545 Kg)
m = 18,1818182 Kg

Jadi 40 lb = 18,1818182 Kg

3. Puree buah mempunyai kandungan padatan 13% dipompakan melalui pipa melalui
pipa sanitari berdimensi 1,5-in (nominal) dengan debit aliran 70 gl/menit. Hitunglah
pressure drop (ΔP) per meter pipa. Diketahui pure buah mempunyai indeks tingkah
laku aliran 0,35 dan koefisien kekentalan 60 dyne.sn/cm2.