Anda di halaman 1dari 3

Nama : Boy Harpianto Sitanggang

NIM : 042779242

Jurusan : D-III Perpajakan

Tugas 1

1. Sebutkan dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor yang anda ketahui !


2. Berikan contoh perhitungan pajak hiburan yang ada disekitar kota anda !
3. Kepala daerah selaku kepala pemerintahan daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan
keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang
dipisahkan. Sebutkan kewenangan untuk menetapkan apa saja dari kepala daerah yang saudara/i
ketahui !
4. Menurut Devas, dkk (1986 : 61) untuk menilai sejauh mana sistem perpajakan daerah atau suatu
pajak daerah tertentu sudah baik atau tidak, dapat digunakan prinsip-prinsip pajak daerah yang baik
dan kriteria pengukurannya. Sebutkan prinsip-prinsip pajak daerah dan kriteria pengukurannya yang
saudara/i ketahui !

Jawab:

1. dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor


1) Dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor adalah hasil perkalian dar 2 (dua) unsur
pokok :
a. Nilai Jual Kendaraan Bermotor; dan
b. bobot yang mencerminkan secara relative tingkat kerusakan jalan dan/atau
pencemaran lingkungan akibat penggunaan Kendaraan Bermotor.
2) Dasar pengenaan pajak khusus untuk kendaraan bermotor yang digunakan di luar jalan
umum, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar serta kendaraan di air, adalah Nilai
Jual Kendaraan Bermotor.
3) Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada angka (1) huruf a dan angka
(2), ditentukan berdasarkan Harga Pasaran Umum atas suatu Kendaraan Bermotor.
4) Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada angka (3), ditetapkan
berdasarkan harga Pasaran Umum pada minggu pertama bulan Desember Tahun Pajak
sebelumnya.
5) Harga Pasaran Umum sebagaimana dimaksud pada angka (4), adalah harga rata-rata
yang diperoleh dari berbagai sumber data yang akurat.
6) Dalam hal Harga Pasaran Umum suatu kendaraan bermotor tidak diketahui, Nilai Jual
Kendaraan Bermotor dapat ditentukan berdasarkan sebagian atau seluruh faktor-
faktor :
 harga kendaraan bermotor dengan isi silinder dan/atau satuan tenaga yang
sama;
 penggunaan kendaraan bermotor untuk umum atau pribadi;
 harga kendaraan bermotor dengan merek kendaraan bermotor yang sama;
 harga kendaraan bermotor dengan tahun pembuatan kendaraan bermotor yang
sama;
 harga kendaraan bermotor dengan pembuat kendaraan bermotor;
 harga kendaraan bermotor dengan kendaraan bermotor sejenis; dan
 harga kendaraan bermotor berdasarkan dokumen Pemberitahuan Impor Barang
(PIB).
7) Bobot sebagaimana dimaksud pada angka (1) huruf b, dinyatakan dalam koefisien yang
nilainya 1 (satu) atau lebih besar dari 1 (satu), dengan pengertian sebagai berikut :
 koefisien sama dengan 1 (satu) berarti kerusakan jalan dan/atau pencemaran
lingkungan oleh penggunaan kendaraan bermotor tersebut dianggap masih
dalam batas toleransi; dan
 koefisien lebih besar dari 1 (satu) berarti penggunaan kendaraan bermotor
tersebut dianggap melewati batas toleransi.
8) Bobot sebagaimana dimaksud pada angka (7), dihitung berdasarkan faktor-faktor :
 tekanan gandar, yang dibedakan atas dasar jumlah sumbu / as, roda dan berat
kendaraan bermotor;
 jenis bahan bakar kendaraan bermotor yang dibedakan menurut solar, bensin,
gas, listrik, tenaga surya, atau jenis bahan bakar lainnya; dan
 jenis, penggunaan, tahun pembuatan, dan cirri-ciri mesin kendaraan bermotor
yang dibedakan berdasarkan jenis mesin 2 (dua) taka tau 4 (empat) tak, dan isi
silinder.
9) Penghitungan dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada
angka (1) sampai dengan angka (8), dinyatakan dalam suatu tabel yang ditetapkan oleh
Menteri Dalam Negeri setelah mendapat pertimbangan dari Menteri Keuangan.
10) Penghitungan dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada
angka (9), ditinjau kembali setiap tahun.

Sumber: https://bapenda.jakarta.go.id/pajak-kendaraan-bermotor/

2. Contoh perhitungan pajak hiburan


Budi membeli tiket bioskop di Medan melalui pemesanan online dan mendapat diskon sebesar
50%. Rani menonton di hari Sabtu sehingga harga tiket bioskopnya sebesar Rp50.000, maka
penghitungan pajak hiburan yang dipungut dari Rani adalah:

Rp50.000 x 10% = Rp5.000


(tontonan film dikenakan pajak 10% sesuai Perda No 8 tahun 2016 kota Medan)

Sementara jumlah uang yang harus Budi keluarkan untuk membayar tiket sebesar:

Rp50.000 – Rp25.000 (diskon) = Rp25.000 + Rp5.000(pajak) = Rp30.000

3. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,
Pemegang kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah mempunyai kewenangan:
a. menyusun rancangan Perda tentang APBD, rancangan Perda tentang perubahan APBD,
dan rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD ;
b. mengajukan rancangan Perda tentang APBD, rancangan Perda tentang perubahan
APBD, dan rancangan Perda tentang pertanggungiawaban pelaksanaan APBD kepada
DPRD untuk dibahas bersama;
c. menetapkan Perda tentang APBD, rancangan Perda tentang perubahan APBD, dan
rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang telah mendapat
persetujuan bersama DPRD;
d. menetapkan kebijakan terkait Pengelolaan Keuangan Daerah;
e. mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak terkait Pengelolaan Keuangan
Daerah yang sangat dibutuhkan oleh Daerah dan/atau masyarakat;
f. menetapkan kebijakan pengelolaan APBD;
g. menetapkan KPA;
h. menetapkan Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran;
i. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan pajak daerah dan retribusi
daerah;
j. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan Utang dan Piutang Daerah;
k. menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian atas tagihan dan
memerintahkan pembayaran;
l. menetapkan pejabat lainnya dalam rangka Pengelolaan Keuangan Daerah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
m. melaksanakan kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

4. Prinsip pajak daerah


a. Prinsip Keadilan (Equity)
b. Prinsip Kepastian (Certainty)
c. Prinsip Kecocokan/Kelayakan (Convience)
d. Prinsip Ekonomi (Economy)

Kriteria pengukuran pajak


 Bosclair (2008) menyatakan bahwa value for money digunakan dalam meneliti
kemampuan organisasi pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dan
mengontrol biaya dengan memastikan bahwa sumber daya yang dikelola atau input
yang digunakan dengan biaya terendah dan kegiatan diselenggarakan secara efisien;
 penilaian kinerja dengan konsep value for money mendasarkan pada tiga elemen utama
yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas;
 Teknik Analisis Data yang biasa dipakai adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.