Anda di halaman 1dari 5

Kalkulus Integral

5.1 Antiturunan (Integral Tak-Tentu)


Di semester sebelumnya ananda sudah mempelajari turunan kan? Apa yang dimaksud dengan
turunan?
Ingat kembali defenisi turunan yang sudah dipelajari pada kalkulus diferensial sebelumnya.
Defenisi turunan berasal dari manifestasi pemikiran dasar yang sama tentang kemiringan garis
singgung dan kecepatan sesaat
Defenisi Turunan
Turunan sebuah fungsi f adalah fungsi lain f’ (dibaca “ f aksen) yang nilainya pada sebarang
bilangan c adalah
𝒇(𝒄+𝒉)−𝒇(𝒄)
𝒇′ (𝒄) = 𝐥𝐢𝐦
𝒉→𝟎 𝒉

Asalkan limit ini ada dan bukan ∞ 𝑎𝑡𝑎𝑢 − ∞


Apa yang dimaksud dengan Antiturunan?
Bedasarkan kosakatanya dapat kita jawab bahwa antiturunan yaitu lawan dari turunan. Sama
halnya dengan pasangan operasi balikan yang lainnya seperti penambahan dan pengurangan,
perkalian dan pembagian, pemangkatan dan penarikan akar, dan yang lainnya.
Istilah turunan berkaitan dengan diferensiasi, balikannya disebut antidiferensiasi atau integrasi
Defenisi
Kita menyebut F suatu antiturunan f pada selang I jika 𝐷𝑥 𝐹 (𝑥 ) = 𝑓(𝑥) pada I- yakni, jika
𝐹′(𝑥) = 𝑓(𝑥) untuk semua x dalam I (Jika x suatu titik ujung I, F’(x) hanya perlu turunan
sepihak)
Contoh 1
Carilah suatu anti turunan fungsi 𝑓 (𝑥 ) = 4𝑥 3 pada (−∞, ∞)
Penyelesaian:

Kita mencari suatu fungsi F yang memenuhi 𝐹 ′ (𝑥 ) = 4𝑥 3 untuk semua x bilangan real
Kemungkinan jawabannya

𝐹(𝑥 ) = 𝑥 4 (suatu antiturunan)

𝐹(𝑥 ) = 𝑥 4 + 6 (suatu antiturunan)

𝐹(𝑥 ) = 𝑥 4 + 23 (suatu antiturunan)

𝐹(𝑥 ) = 𝑥 4 + C (antiturunan umum)


Contoh 2

 Carilah antiturunan umum dari f(x) = 𝑥 2 pada (−∞, ∞)


 Penyelesaian:
 Fungsi F(x) = 𝑥 3 maka turunannya yaitu 3𝑥 2 → F(x) bukan antiturunan
1 1
 Fungsi F(x) = 3 𝑥 3 maka turunannya yaitu 3 (3𝑥 2) = 𝑥 2 → F(x) antiturunan
1
 Maka antiturunan umumnya yaitu F(x) = 3 𝑥 3 + C

Notasi Antiturunan
 Notasi sebelumnya 𝐷𝑥 (turunan) → 𝐴𝑥 (antiturunan)
𝑑𝑦
 Notasi Leibniz (turunan) → ∫ … 𝑑𝑥
𝑑𝑥

 Maka ∫ … 𝑑𝑥 → antiturunan terhadap x


 𝐷𝑥 → menunjukkan turunan terhadap x. perhatikan bahwa:
𝐷𝑥 ∫ 𝑓 (𝑥 )𝑑𝑥 = 𝑓(𝑥), dan ∫ 𝐷𝑥 𝑓(𝑥 )𝑑𝑥 = 𝑓 (𝑥 ) + 𝐶
Teorema A (Aturan Pangkat)
 Jika r adalah sebarang bilangan rasional kecuali -1 maka
𝑥 𝑟+1
 ∫ 𝑥 𝑟 𝑑𝑥 = +C
𝑟+1

 ∫ → tanda integral (mengintegrasikan)

 𝑓 (𝑥 ) → integran

Jika r = 0 maka ∫ 1 𝑑𝑥 = 𝑥 + 𝐶
Contoh 3

 Carilah antiturunan yang umum dari 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 4/3


 Penyelesaian:
𝑥 7/3 3
 ∫ 𝑥 4/3 𝑑𝑥 = 7 +𝐶 = 𝑥 7/3 + 𝐶
7
3

Teorema B

∫ sin 𝑥 𝑑𝑥 = − cos 𝑥 + 𝐶

∫ cos 𝑥 𝑑𝑥 = sin 𝑥 + 𝐶
Integral Tak-tentu adalah Linear
 Ingat bahwa 𝐷𝑥 juga merupakan operator linear, yaitu:

 1. 𝐷𝑥 [𝑘𝑓(𝑥 )] = 𝑘 𝐷𝑥 𝑓(𝑥)

 2. 𝐷𝑥 [𝑓(𝑥 ) + 𝑔(𝑥 )] = 𝐷𝑥 𝑓(𝑥) + 𝐷𝑥 𝑔(𝑥)


 Dari dua sifat ini, sifat ketiga menyusul secara otomatis

 3. 𝐷𝑥 [𝑓(𝑥) – g(x)] = 𝐷𝑥 𝑓 (𝑥 ) − 𝐷𝑥 𝑔(𝑥)


 Karena 𝐷𝑥 merupakan operator linear maka ∫ … … 𝑑𝑥 juga operator linear seperti tertuang
dalam Teorema C berikut.
Teorema C (Integral Tak Tentu adalah Operator Linear)
Andaikan f dan g mempunyai anti turunan (integral tak tentu) dan andaikan k suatu konstanta.
Maka:

(i) ∫ 𝑘 𝑓(𝑥 )𝑑𝑥 = 𝑘 ∫ 𝑓 (𝑥 ) 𝑑𝑥

(ii) ∫[ 𝑓(𝑥 ) + 𝑔(𝑥)] 𝑑𝑥 = ∫ 𝑓 (𝑥 ) 𝑑𝑥 + ∫ 𝑔(𝑥 ) 𝑑𝑥

(iii) ∫[ 𝑓 (𝑥 ) − 𝑔(𝑥 )] 𝑑𝑥 = ∫ 𝑓 (𝑥 ) 𝑑𝑥 − ∫ 𝑔(𝑥 ) 𝑑𝑥

Contoh 4
Dengan menggunakan kelinearan ∫, hitunglah:
a. ∫(3𝑥 2 + 4𝑥 )𝑑𝑥

b. ∫(𝑢3/2 − 3𝑢 + 14)𝑑𝑢
1
c. ∫ (𝑡 2 + √𝑡) 𝑑𝑡

Penyelesaian:

a. ∫(3𝑥 2 + 4𝑥 )𝑑𝑥 = ∫ 3𝑥 2 𝑑𝑥 + ∫ 4𝑥 𝑑𝑥

= 3 ∫ 𝑥 2 𝑑𝑥 + 4 ∫ 𝑥 𝑑𝑥
𝑥3 𝑥2
= 3 ( 3 + 𝐶1 ) + 4 ( 2 + 𝐶2 )

= 𝑥 3 + 2𝑥 2 + (3𝐶1 + 4𝐶2 )
= 𝑥 3 + 2𝑥 2 + C

b. ∫(𝑢3/2 − 3𝑢 + 14) 𝑑𝑢 = ∫ 𝑢3/2 𝑑𝑢 − 3 ∫ 𝑢 𝑑𝑢 + 14 ∫ 1 𝑑𝑢


2 3
= 𝑢5/2 − 𝑢2 + 14𝑢 + 𝐶
5 2
1
c. ∫ (𝑡 2 + √𝑡) 𝑑𝑡 = ∫(𝑡 −2 + 𝑡 1/2 )𝑑𝑡

= ∫ 𝑡 −2 𝑑𝑡 + ∫ 𝑡 1/2 𝑑𝑡
𝑡 −1 𝑡 3/2
= + 3 +𝐶
−1
2

1 2
= −𝑡 + 𝑡 3/2 + 𝐶
3

Teorema D (Aturan Pangkat yang Digeneralisir)


Andaikan g suatu fungsi yang dapat didiferensiasikan dan r suatu bilangan rasional yang bukan -
1. Maka:
[𝒈(𝒙)]𝒓+𝟏
∫[𝒈(𝒙)]𝒓 𝒈′ (𝒓)𝒅𝒙 = 𝒓+𝟏
+ 𝑪

Contoh 5
Hitunglah:
a. ∫(𝑥 4 + 3𝑥)30 (4𝑥 3 + 3)𝑑𝑥
b. ∫ 𝑠𝑖𝑛10 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥
Penyelesaian:
a. Misalkan g(x) = 𝑥 4 + 3𝑥 maka g’(x) = 4𝑥 3 + 3
∫(𝑥 4 + 3𝑥)30 (4𝑥 3 + 3)𝑑𝑥 = ∫[𝑔(𝑥 )]30 𝑔′ (𝑥 )𝑑𝑥
[𝑔(𝑥)]31
= +𝐶
31
(𝑥 4+3𝑥)31
= +𝐶
31
b. Misalkan g(x) = sin x, maka g’(x) = cos x. Jadi,
∫ 𝑠𝑖𝑛10 𝑥 cos 𝑥 𝑑𝑥 = ∫[𝑔(𝑥 )]10 𝑔′ (𝑥 )𝑑𝑥
[𝑔(𝑥)]11
= +𝐶
11
𝑠𝑖𝑛 11 𝑥
= +𝐶
11

Misalkan u = g(x), dan du = g’(x) dx maka rumus di atas bisa ditulis menjadi:
𝒖𝒓+𝟏
∫ 𝒖𝒓 𝒅𝒖 = 𝒓+𝟏
+ 𝑪

Contoh 6
Hitunglah
a. ∫(𝑥 3 + 6𝑥)5 (6𝑥 2 + 12)𝑑𝑥
b. ∫(𝑥 2 + 4)10 𝑥 𝑑𝑥
𝑥2
c. ∫( 2 + 3)2 𝑥 2 𝑑𝑥

Penyelesaian:
a. Misalkan u = 𝑥 3 + 6𝑥
du = (3𝑥 2 + 6) dx
sehingga (6𝑥 2 + 12) 𝑑𝑥 = 2 (3𝑥 2 + 6)𝑑𝑥 = 2 𝑑𝑢
dengan demikian
∫(𝑥 3 + 6𝑥)5 (6𝑥 2 + 12)𝑑𝑥 = ∫ 𝑢5 2 𝑑𝑢
= 2 ∫ 𝑢5 𝑑𝑢
𝑢6
= 2 [ 6 + 𝐶]
𝑢6
= + 2𝐶
3
(𝑥 3+6𝑥)6
= +𝐾
3
2
b. Misalkan u = 𝑥 + 4
du = 2x dx. Jadi,
1
∫(𝑥 2 + 4)10 𝑥 𝑑𝑥 = ∫(𝑥 2 + 4)10 . 2
. 2𝑥 𝑑𝑥
1
=
2
∫ 𝑢10 𝑑𝑢
1 𝑢 11
= ( 11 + 𝐶)
2
(𝑥 2+4)11
= + 𝐶)
22
𝑥2
c. Misalkan u = +3
2
2𝑥
du = 𝑑𝑥 = 𝑥 𝑑𝑥
2
2
karena 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑥 (𝑥 𝑑𝑥 ) = 𝑥 𝑑𝑢
x tidak bisa diletakkan di depan tanda integral karena bukan konstanta sehingga cara
nomor a dan b tidak bisa digunakan, maka untuk penyelesaiannya, integran harus
diuraikan secara aljabar, maka
𝑥2 𝑥4
∫( 2 + 3)2 𝑥 2 𝑑𝑥 = ∫ ( 4 + 3𝑥 2 + 9) 𝑥 2 𝑑𝑥
𝑥6
= ∫ ( 4 + 3𝑥 4 + 9𝑥 2 ) 𝑑𝑥
𝑥6 3𝑥 5 𝑥3
= + +9 +𝐶
7 .4 5 3
𝑥6 3𝑥 5
= + + 3𝑥 3 + 𝐶
28 5

Anda mungkin juga menyukai