Anda di halaman 1dari 2

1.

Apa keunggulan dan kelemahan strategi pembelian barang dan jasa mencakup
membuat sendiri (make) atau membeli (buy), menyewa (leasing) dan  cara just
in time!

a. Membuat sendiri (make)


1) Kelebihan
a) Biaya yang lebih murah
b) Pemanfaatan kapasitas besar
c) Ada unsur kerahasiaan.
2) Kelemahan:
a) Rekanan pemasok yang tidak dapat diandalkan
b. Membeli (buy)
1) Kelebihan
a) Harga lebih murah daripada biaya membuat sendir
b) Rekanan memiliki teknologi yang mutakhir
2) Kelemahan
a) Keperluar barang hanya sedikit
c. Leasing (Sewa Guna)
1) Kelebihan:
a) Pembiayaan Penuh
b) Tidak perlu mengurus pemeliharaan
c) Tidak perlu investasi tinggi’
d) Tidak perlu menyimpan suku cadang sendiri
2) Kelemahan:
a) Sehwa hanya dapat dilakukan terhadap barang yang tahan lama
b) Tidak semua jenis barang dapat disewa
c) Resiko yang melekat pada peralatan atau barang modal itusendiri.
d) Fluktuasi bunga.
d. Just In Time 
1) Kelebihan:
a) Proses penerapan Just in Time dinamis.
b) Memungkinkan pengurangan lead time secara terus menerus
c) Memungkinkan evalusi terhadap pemasok
d) Memungkinkan penghematan jumlah tenaga kerja
e) Mampu menghilangkan aktivitas yang tidak perlu
2) Kelemahan:
a) Sistem Produksi Just In Time tidak memiliki toleransi terhadap kesalahan;
b) Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Pemasok baik dalam kualitas maupun ketepatan
pengiriman yang pada umumnya diluar lingkup perusahaan manufakturing yang bersangkutan.
c) Biaya Transaksi akan relatif tinggi
d) Perusahaan Manufaktring yang bersangkutan akan sulit untuk memenuhi permintaan yang
mendadak tinggi.

2. Hampir 80 persen kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi PemberantasanKorupsi (KPK) berasal dari


sektor pengadaan barang dan jasa (Kompas.com,28/9/17). Hal ini menunjukkan bahwa sektor pengadaan
barang dan jasa adalahtitik rawan tindak pidana korupsi, di samping sektor lainnya. Jika dikaitkandengan
Peraturan Pemerintah tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,apakah regulasi tersebut efektif untuk
meningkatkan tata kelola di bidangpengadaan barang dan jasa pemerintah serta menekan angka kasus
korupsipengadaan barang dan jasa di Indonesia?
Menurut saya Pengadaan barang dan jasa pemerintah harus mengacu pada peraturan
perundang-undangan yang saat ini telah terbit yaitu Peraturan Presiden Nomor 16
Tahun 2018 sebagai pengganti dari Perpres terdahulu yaitu Perpres Nomor 54 Tahun
2010 sampai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015, oleh karenanya pengadaan
barang/jasa harus sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan yang efisien, efektif,
transparan, adil dan akuntabel sehingga menghasilkan barang/jasa yang tepat dengan
anggaran yang dibelanjakan diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya, lokasi dan
penyediaan.

Dengan adanya pedoamn yang digunan pemerintah dalam pengadaan barang/jasa


melalui PEraturan perintahnya diharapkan dapat menekan adanya Korupsi pada bidang
ini. Selain itu saat ini dengan adanya Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/Jasa
PEmrintah (LKPP) dapat menjadikan proses pengadaan barang dan jasa yang
dilakukan secara elektronik (E-Prorecrutment) dapat berjalan dengan baik.

Anda mungkin juga menyukai