Anda di halaman 1dari 5

NAMA : MUHAMAD HERSI AL AZHAR

NIM : 041108478
PRODI : MANAJEMEN (S1)
UPBJJ : JAMBI (17)

LEMBAR SOAL
TUGAS TUTORIAL
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Manajemen
Kode/Nama MK : EKMA4214 /MSDM
Penulis Soal/Institusi : Yun Iswanto /UT
Penelaah soal//institusi : Andi Sylvana /UT
Tahun Penulisan : 2020
Skor Maks. : 100

Capaian Pembelajaran :
1. Dapat menggambarkan keterkaitan manajemen SDM dalam implemenatsi strategi organisasi/
perusahaan
2. Dapat menjelaskan Langkah-langkah analisis jabatan pada suatu organisasi.

Indikator :
1. Menggambarkan dan menjelaskan keterkaitan manajenem SDM dengan perencanaan strategik
organisasi/ perusahaan.
2. Menjelaskan langkah-langkah analisis jabatan berbasis tugas.

Soal:

1. Keberhasilan proses manajemen strategik sangat ditentukan oleh sejauhmana fungsi-fungsi


manajemen SDM diikutsertakan dalam proses perencanaan startegik organisasi. Dalam
proses perencanaan strategik tersebut, ada 4 level keterkaitan/ integrasi antara fungsi
manajemen SDM dengan fungsi manajemen strategik. Gambarkan dan jelaskan masing-
masing keempat level integrasi tersebut! (Skor 50)
2. Mathis dan Jackson (2001) mendefinisikan analisis jabatan sebagai suatu cara sistematis
untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang isi pekerjaan dan kebutuhan
tenaga manusia, serta konteks pelaksanaan pekerjaan. Selanjutnya, mereka membagi
analisis jabatan menjadi dua jenis, yaitu analisis jabatan berbasis tugas dan analisis jabatan
berbasis kompetensi. Tolong sebut dan jelaskan langkah-langkah analisis jabatan berbasis
tugas! (Skor 50)
JAWABAN TUGAS 1 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

1.) Proses Manajemen Strategi sangat memerlukan dukungan Manajemen SDM untuk
dapat mencapai keunggulan bersaing melalui asset perusahaan yang paling penting:
SDM.
Keberhasilan Proses Manajemen Strategi bergantung pada sejauh apa Fungsi
Manajemen SDM dilibatkan. Terkait dengan proses perumusan strategi,
keterlibatan peran Manajemen SDM bervariasi tingkatannya sesuai dengan tingkat
integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan Strategi dan Fungsi Manajemen
SDM. Terdapat empat tingkat integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan
Strategi dan Fungsi Manajemen SDM yaitu sebagai berikut:
1. Hubungan Administratif : tingkat integrasi yang rendah, perhatian Manajemen
SDM fokus pada aktivitas sehari-hari, terpisah dengan unsur proses manajemen
strategi.
2. Hubungan Satu Arah : rencana strategi diinformasikan kebagian Manajemen
SDM, sehingga Manajemen SDM berperan untuk merancang sistem-sistem
dan/atau program-program yang mendukung penerapan rencana strategi.
3. Hubungan Dua Arah : masalah-masalah dan dampak-dampak terhadap SDM
dipertimbangkan dalam proses perumusan rencana stategi. Fungsi perencanaan
strategi dan Manajemen SDM saling bergantung pada hubungan dua arah dengan
tiga langkah sebagai berikut:

• Perencanaan strategi diinformasikan kebagian Manajemen SDM.


• Manajemen SDM berfungsi menganalisa masalah dan dampak dari rencana
strategi tersebut terhadap SDM untuk kemudian menginformasikannya kebagian
perencanaan strategi.
• Tim perencanaan strategi membuat keputusan strategi dan menginformasikan
kebagian Manajemen SDM untuk kemudia nmengembangkan sistem-sistem
dan/atau program-program yang mendukung penerapan rencana strategi.

4. Hubungan Integratif : bersifat dinamis dan berinteraksi terus-menerus dalam


berbagai aspek. Fungsi Manajemen SDM dibangun langsung kedalam proses
perumusan rencana strategi dan pelaksanaan strategi.
Dari keempat tingkat integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan Strategi
dan Fungsi Manajemen SDM tentunya hubungan yang paling ideal dalam
mendukung Proses Manajemen Strategi perusahaan adalah Hubungan Integratif.
Bagaimana Manajemen SDM dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam
Proses Manajemen Strategi dijelaskan dalam dua bagian berikut ini :

a. Peran Manajemen SDM dalam Proses Perumusan Strategi Terdapat lima unsur
utama dari Proses Manajemen Strategi yang berkaitan dengan perumusan
strategi yaitu misi – sasaran – analisis eksternal – analisis internal – pemilihan
strategi. Analisis eksternal memerlukan masukan terkait SDM, banyak peluang
dan ancaman pada lingkungan eksternal yang berkaitan dengan SDM seperti
kondisi pasar tenaga kerja, peraturan pemerintah mengenai tenaga kerja, dan
sebagainya. Begitu pun juga dengan analisis internal. Analisis kekuatan dan
kelemahan internal memerlukan masukan terkait SDM karena SDM merupakan
asset penting perusahaan. Dengan mempertimbangkan masukan terkait SDM,
tim perencana strategi dapat mempertimbangkan seluruh masalah bisnis yang
berkaitan dengan SDM sebelum membuat pilihan strategi sehingga dapat
membuat pilihan strategi yang paling efektif.
b. Peran Manajemen SDM dalam Proses Pelaksanaan Strategi Setelah pilihan
strategi diterapkan, Manajemen SDM harus mengambil peran aktif dalam
menerapkannya. Terdapat lima variabel penting yang menentukan keberhasilan
pelaksanaan strategi yaitu struktur organisasi, perancangan tugas, seleksi,
pelatihan dan pengembangan SDM, sistem penghargaan, serta sistem informasi.
c. Agar dapat menerapkan strategi dengan baik, harus dirancang struktur
organisasi dan pembagian tugas antar unit kerja untuk mengejar strategi
perusahaan. Selanjutnya harus ditentukan tugas-tugas setiap individu dalam
perusahaan. Untuk dapat melaksanakan tugas-tugasnya, para individu harus
memiliki pengetahuan dan keterampilan tertentu serta harus dimotivasi agar
dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam pelaksanaan
tugasnya secara efektif. Hal ini dapat dicapai dengan perekrutan, seleksi dan
pengembangan SDM yang tepat. Selain itu, fungsi Manajemen SDM harus
mengembangkan manajemen kinerja dan sistem penghargaan yang
mengarahkan para individu untuk bekerja dengan baik mendukung pencapaian
strategi perusahaan.
d. Dengan melibatkan fungsi Manajemen SDM secara utuh pada perumusan dan
pelaksanaan strategi perusahaan,diharapkan perusahaan dapat mengidentifikasi
berbagai masalah perusahaan yang berkaitan dengan SDM sejak awal proses
perumusan rencana strategi perusahaan sehingga perusahaan dapat menentukan
pilihan strategi yang tepat dan menentukan langkah-langkah untuk
mengatasinya sehingga pelaksanaan strategi dapat berjalan secara efektif.
e. Fungsi Manajemen SDM memiliki dampak yang besar dalam pelaksanaan
strategi dengan mengembangkan dan menyelaraskan praktik-praktik
Manajemen SDM yang memastikan bahwa perusahaan telah mengembangkan
karyawan dengan berbagai keterampilan yang diperlukan sehingga dapat
melaksanakan tugasnya secara efektif yang pada akhirnya dapat mendukung
pencapaian strategi perusahaan.

2.) 1. Mengkaji informasi internal perusahaan yang berkaitan dengan jabatan


perusahaan.
Langkah pertama yang perlu dilakukan mengkaji informasi yang ada di
dalam perusahaan. Hal ini harus bisa dilakukan secara keseluruhan dan berdasarkan
kesesuaian jabatan dalam perusahaan. Artinya bila informasi internal mengenai
jabatan tidak benar, proses analisa belum bisa dianjurkan pada tahap selanjutnya.

2. Penentuan penggunaan informasi


Bila perusahaan sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai jabatan
dalam perusahaan secara keseluruhan, seperti job desc, kualifikasi dan yang
lainnya, maka saatnya perusahaan mulai menentukan pemakaian informasinya.
Perusahaan harus sudah memiliki tujuan yang jelas untuk informasi tersebut,
jangan sampai salah dalam penggunaannya, agar tidak keliru nantinya.

3. Memilih jabatan
Proses pemilihan jabatan yang akan dilakukan analisis juga sangat penting
dilakukan. Bila memang Anda hanya membutuhkan divisi dan jabatan tertentu
untuk dilakukan analisis jabatan, tidak seharusnya semua divisi dalam perusahaan
diikut sertakan. Karena bila sudah jelas, akan lebih baik bila langsung menganalisis
pada divisinya tanpa melibatkan divisi lain.

4. Pengumpulan data
Bila ketiga langkah di atas sudah dilakukan, hal selanjutnya yang harus
perusahaan lakukan adalah mengumpulkan data. Dengan teknik analisis jabatan
yang sudah dilakukan, tentunya perusahaan akan mendapatkan data. Kumpulkan
data-data tersebut jangan sampai tercampur oleh data perusahaan yang lain.

5. Siapkanlah uraian jabatan


Dalam proses analisis jabatan juga sangat penting untuk menyiapkan uraian
yang jelas mengenai jabatan yang telah disediakan oleh perusahaan. Ini akan
membantu menjelaskan mengenai gambaran dari pekerjaan tersebut. Uraian jabatan
juga akan mempermudah perusahaan saat akan menjelaskan mengenai tugas
jabatan tertentu.

6. Siapkan spesifikasi jabatan


Selain uraian dari jabatan yang sedang dilakukan analisis, selanjutnya
perusahaan juga harus menyiapkan spesifikasi jabatannya. Ini akan lebih
mempermudah dalam proses analisisnya, mengenai jobdesk dari jabatan tertentu
serta hal yang dibutuhkan lainnya.

7. Memanfaatkan informasi
Bila sudah mendapatkan informasi yang sesuai dengan langkah 1 sampai 6,
selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan informasi tersebut. Ini
sangat berguna terutama untuk melakukan perencanaan jabatan, perencanaan
Sumber Daya Manusia (SDM), proses rekrutmen dan juga seleksi karyawan dalam
perusahaan, menetapkan pelatihan dan juga pengembangan karyawan, melakukan
penilaian kinerja pada karyawan, menetapkan besaran kompensasi dan juga
mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh hukum.

TERIMAKASIH