Anda di halaman 1dari 1

Tumor mandibula merupakan tumor yang jinak tetapi merupakan lesi invasif secara lokal,

dimana pertumbuhannya lambat dan dapat dijumpai setelah beberapa tahun sebelum gejala-
gejalanya berkembang. Tumor mandibula dapat terjadi pada usia dimana paling umum terjadi
pada orangorang yang berusia diantara 20 sampai 50 tahun dan hampir dua pertiga pasien
berusia lebih muda dari 40 tahun. Kira-kira 80% terjadi di mandibula dan kirakira 75%
terlihat di regio molar dan ramus. Pada tahap yang sangat awal, riwayat pasien asimtomatis
(tanpa gejala). Tumor mandibula tumbuh secara perlahan selam bertahun-tahun, dan tidak
ditemui sampai dilakukan pemeriksaan radiografi oral secara rutin. Pada tahap awal, tulang
keras dan mukosa diatasnya berwarna normal. Pada tahap berikutnya, tulang menipis dan
ketika teresobsi seluruhnya tumor yang menonjol terasa lunak pada penekanan dan dapat
memiliki gambaran berlobul pada radiografi.

Dengan pembesarannya, maka tumor tersebut dapat mengekspansi tulang kortikal yang luas
dan memutuskan batasan tulang serta menginvasi jaringan lunak. Pasien jadi menyadari
adanya pembengkakan yang progresif, biasanya pada bagian bukal mandibula, juga dapat
mengalami perluasan kepermukaan lingual, suatu gambaran yang tidak umum pada kista
odontogenik. Ketika menembus mukosa, permukaan tumor dapat menjadi memar dan
mengalami ulserasi akibat penguyahan. Pada tahap lebih lanjut,kemungkinan ada rasa sakit
didalam atau sekitar gigi dan gigi tetangga dapat goyang bahkan tanggal. Pembengkakan
wajah dan asimetris wajah adalah penemuan ekstra oral yang penting. Sisi asimetris
tergantung pada tulang utama atau tulangtulang yang terlibat. Perkembangan tumor tidak
menimbulkan rasa sakit kecuali ada penekanan saraf atau terjadi komplikasi infeksi sekunder.

Terkadang pasien membiarkan tumor mandibula bertahan selama beberapa tahun tanpa
perawatan dan pada kasus-kasus tersebut ekspansi dapat menimbulkan ulkus namun tipe
ulseratif dari pertumbuhan karsinoma yang tidak terjadi. Pada tahap lanjut, ukurannya
bertambah besar dapat menyebabkan gangguan penguyahan dan penelanan Perlu menjadi
perhatian, bahwa trauma seringkali dihubungkan dengan perkembangan tumor mandibula
(ameloblastoma). Beberapa penelitian menyatakan bahwa tumor ini sering kali diawali oleh
pencabutan gigi, kistektomi atau beberapa peristiwa traumatik lainnya. Seperti kasus-kasus
tumor lainnya pencabutan gigi sering mempengaruhi tumor (tumor yang menyebabkan
hilangnya gigi) selain dari penyebabnya sendiri.