Anda di halaman 1dari 11

Iumal Ilmiah Faktor Exacta

VoL 1 No.3 Tanuari 2008



PERBANDINGAN KARAKTERISTIK LAPISAN BA WAH PERMUKAAN BERDASARKAN ANALISIS GELOMBANG MIKROTREMOR DAN DATA BOR

Diyao Parwatinmgtyas

Universitas Indraprasta PGRI .: E-mail:.university@unindra.ac.id

ABSTRAK

Microtremor analysis method is geofisical method to account characteristic of the surface of sedimentation chacacteristic affection that caused by earthquake; this method is useful for classiftyng the surface of sediment layers in certain area and. calculating its implication factor.

This research presenlting microtremor characteristic and comparing to the work of drilling. This was conducted by CCAR rectorat of ITB zone on jl Taman Sari 64''' Bandung in Hay 2001 by watching several locations of the the surface of sediment layers closely.

The result of the research has proved that the frequency charateristic of microtremor has predominant period and stabilizing to the affect of time. On the other hand, comparing to the drilling data analysis of microtremor based on. analysis method, resulted a very good corelation.

PENDAHULUAN

Lapisan sedimen permukaan akan berfungsi sebagai media rambat gelombang gempa dirnana pada bagian ini gelombang akan mengalami amplifikasi dikarenakan adanya gejala resonansi. Karena kedudukan dan sifat fisiknya yang sangat komplek, besaran amplifikasi dari gelombang gempa tersebut . sangat bervariasi tergantung kondisi daerahnya. Dengan kata lain, apabiIa gelombang gempa yang besar m';rambat pada suatu daerah, maka daerah ini akan mengalami kegempaan yang tinggi. Sehingga besaran amplikasi yang ditimbulkannya pun besar pula. Hal ini mengaldbatkan kondisi pondasi bangunan berupa gedung-gedung tingkat tinggi, perumahan, jaIan yang berada di daerah cenderung IabiI. Atau bisa jadi kondisinya Iebih buruk lagi, diantaranya bangunan·atau jalan jadi rusak berat.. Sebaliknya, jika amplifikasi gelombang gempanya kecil, maka pondasi bangunan dan jalan pun cendenmg kuat dan stabiI. Dengan demikian perhitungan secara detail terhadap faktor amplifikasi gelombang gempa perlu dilakukan di suatu daerah, terutama daerah

yang akan dilaksanakannya pembangunan dan memiliki resiko kegempaan yang sangat tinggi,

Kaitannya dengan masalah

amplifikasi gelombang gempa pada Iapisan sediment permukaan, metoda pemboran sudah umum dilakukan, tetapi operasionalnya cukup sulit dan mahal.

.: Untuk itulah perlu dilakukan altematif metoda lain yang lebih praktis tetapi memiIiki akurasi yang.baik,

Saat ini di beberapa Negara lain sudah mulai dikembangkan metoda analisis mikrotremor dimana operasionaInya sangat simple dan ekonomis, tetapi tentunya memiliki . keterbatasan, yaitu pada prinsipnya metoda ini adaIah menganalisis gelombangan alami yang memiliki simpangan yangsangat kecil sehingga disebut mikrotremor.

Mikrotremor vmerupakan gelombang yang merambat pada lapisan sedimen permukaan dan merupakan getaran ala.m.i disebabkan oleh aktifitas seperti manusia seperti lalu lintas kendaraan, mesin pabrik, dan . sebagainya. Proses pengambilan datanya sangat mudah dilakukan, tidak

9

Iumal Ilmiah Paktor Exacta

Vol 1 No.3 Ianuari 2008

tergantung kepada kondisi waktu dan cuaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan dan memahami karakteristik mikrotremor terhadap lapisan permukaan batuan dan terapannya untuk kepentingan rekayasa teknik.

1. Pemboran Telmis dan Mikrotremor

Lapisan sedimen permukaan

... merupakan media rambat gelombang seismik dan membawa pengaruh terhadap gerakan dinamis tanah khususnya mengenai perubahan lapis an tanah, pembagian gelombang, densitas, damping. ketebalan, akumulasi . air. dan sebagainya, akibat tegangan dan regangan yang terjadi di dalamnya, hal ini sangat menentukan kondisi bangunan yang berada diatasnya. Sifat tanah pada prinsipnya tidaklah homogen, elastis, atau pun isotropis. Di beberapa tempat, kondisi lapisan tanah sangat berbeda dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sebingga untuk keperluan pembangunan diperlukan suatu analisis mengenai sifat keteknikan tanah seperti karakteristik dinamika tanahnya secara keseluruhan. Pada bahasan ini akan dilakukan dua metoda observasi untuk mengetahui karakteristik dinamik tanah di Iokasi penelitian yaitu analisis data bor dan mikrotremor.

2. Pengeboran

. Metoda 1m dilakukan untuk

mengetahui sifat fisik tanah secara visual dan penyebarannya baik secara vertical maupun horizontal. Ada beberapa cara .. untuk rnelaksanakan uji pengeboran ,'.

dilapangan. Salah satu cara yang paling sederbana ialah dengan menggunakan auger. Alat ini dapat digunakan untuk pekerjaan ·eksplorasi tanah eli jalan raya dan bangunan-bangunan keeil.· Informasi tentang tipe tanah yang ada pada berbagai kedalaman, dapat diperoleh dengan melihat langsung jenis tanah yang tertinggal disepanjang auger tersebut, Sampeltanah yang kita peroleh dengan cam ini adalah " tidak asli (disturbed). tetapi sampel tersebut dapat kita gunakan dalam uji laboratorium seperti analisis butiran dan batas-batas Atterberg.

Bila lubang bor hendak diteruskan lebih dalam lagi, maka metoda yang sering digunakan adalah dengan auger bergulir menerus (continuous flight auger). Auger ini bertenaga mesin dan alatnya bergagang solid mau pun berlubang,

Auger bergulir rm mampu

membawa tanah yang lepas dari dasar Iubang bor kepermukaan tanah. Bila kita menggunakan auger bergagang solid, auger ini hams di eabut keatas secara berkala untuk mendapatkan sampel tanah dan juga untuk melakukan pengujian lain seperti uji penetrasi yang baku.

Pengeboran system putar (rotary drilling) ialah suatu cara pengeboran menggunakan mata bor (drilling bit) yang berputar cepat, yang dipasang pada ujung bawah batang bor, dan bekerja untuk memotong dan menghancurkan tanah di sekitarnya dalam proses membuat lubang bor lebih dalam lagi. Pada saat ini, ada beberapa tipe mata bor yang bersedia untuk tujuan tersebut. Bor putar dapat digunakan di pasir lempung, atau batuan (keeuali kalau batuannya sangat pecah-pecah). Air atau Lumpur Bantu pengeboran (drilling mud) dapat dipaksakan (ditanah) ke bawab melalui lubang tengah dan mengalir melalui celah diantara mata bor, dan pada saat air atau Lumpur tadi kembali ke atas (lewat luar bor), air tersebut akan membawa bahan-bahan tanah basil pengeboran tadi ke permukaan. Lumpur Bantu pengeboran (drilling mud) berwujud Lumpur agak carr dibuat dari campuran antara bentonite dan

. air.

Pengeboran . . . system tubuh

(percussion drilling) juga dapat kita gunakan untuk memperdalam lubang bor, terutama pada tanah-tanah yang keras dan batuan. Dengan cara ini, sebuah mata bor yang berat dan kokoh dapat ditumbuk untuk menghancurkan tanah keras, Selubung baja mungkin juga diperlukan pada system pengeboran ini.tanah yang sudah hancur kemudian dibasuh keluar lubang dengan cara pengaliran air.

10

Iumal Ilmiah Faktor Exacta

VoL 1 No.3 Ianuari 2008

3. Mikrotremor

Untuk mengarnati karakteristik dinamika tanah ditinjau dari kecepatan gelombang seismic dengan menitikberatkan pada variasi amplitude dan perioda serta frekuensi terhadap waktu digunakanlah metoda mikrotremor.

Mikrotremor adalah amplitude rendah (0,1-1 mikron) yang diproduksi oleh gerakan bawah permukaan yang disebabkan oleh : gangguan buatan seperti lalu lintas, mesin pabrik, dsb. (perioda pendek mikrotremor yaitu 0,1 - 1 atau 1,6 mikron), Atau dapat juga disebabkan oleh sumber alam seperti angina, gelombang laut, periode yang dimiliki oleh mikrotremor adalah perioda panjang (1,6 - 2 detik atau lebih). Gelombang alam dari mikrotremor berbeda-beda, tergantung dari kondisi wilayah yang berlainan, sebagai gelombang perrnukaan body, tapi ini menunjukan bahwa perioda panjang dari mikrotremor memiliki gelombang permukaan alam ketika perioda pendek mikrotremor telah ditemukan untuk menunjukkan kedua alam tersebut, melalui interpretasi mereka berdasarkan kecermatan asumsi gelombang body.

Prinsip dasar dari penerapan mikrotremor untuk studi efek bawah permukaan yaitu berdasarkan prinsip berikut : mikrotremor bergerak sebagai gelombang di bawah permukaan dan ia diamplikasikan pada periodanya yang mana dibuat sinkron dengan perioda alam di sub tanah seiringan dengan penyeleksian

resonansi, peningkatan komponen=

frekuensi. Pada saat perioda mikrotremor cenderung merefleksikan formasi bawah permukaan,. perioda panjangnya selalu berhubungan dengan kedalaman formasinya.

Mikrotremor pertama diselidiki oleh Omori tahun 1908 dalam usahanya untuk menyelesaikan permasalahan antara lain :

Sumber getar, mekanisme transmisi gelombang, dan juga. aplikasinya untuk kepentingan rekayasa teknik. Beberapa ahli gempa lainnya melakukan penelitian mikrotremor secara terus-menerus dan pada umumnya mereka memperoleh hasil yang berbeda dalam mendefinisikan

mikrotremor. Antara lain: Dr. Kanai (1962) yang menyebutkan bahwa mikrotremor merupakan multiple gelombang refleksi yang sejajar, Aki (1957) mikrotremor adalah gelombang love, Akamatsu (1961) kombinasi antara gelombang love dan rayleigh Donze (1964) Gelombang P dan rayleigh, Alam (1969) kombinasi antara gelombang body dan permukaan, Seo (1990) gelombang S dan Rayleigh, Yamanaka (1994) gelombangRayleigh.

4. Jenu Gelombang yang berkaitan dengan Analisis Mikrotremor

Karakteristik gelombang yang merambat melalui lapisan batuan kerak bumi dapat dibedakan antara lain sebagai berikut :

L GelombangBadan (Body Waves) Gelombang badan adalah gelombang yang merambat di dalam lapisan burni. Pada umumnya gelombang ini terdiri dari :

a. Gelombang Primer (Gelombang P) Gelombang ini disebut juga dengan gelornbang longitudinal. Gelombang primer menginduksi gerakan partikel medium dalam arah parallel dengan arah propagasi gelombang. Pada rekaman seismograf gelombang ini selalu tiba lebih dahulu. Gelombang primer dapat merambat pada media padat atau cair.

I

I !

i

I

~I+I

i !

1

Gtm!fHrt j Penjaltwn Ge10mbang Primer

Cepat rambat gelombang P dapat ditulis

11

lurnal Ilmiah Faktor Exacta

VoL 1 No.3 Ianuari 2008

Dimana Vp adalah cepat . rambat gelombang primer (satuannya m1detik), G adalah shear modulus (kg/m).

b. Gelombang Shear (Gelombang S) Gelombang ini disebut juga gelombang sekunder atau gelombang transversal. Gelombang ini menyebabkan gerakan partikel medium dalam arab tangensial terhadap arah propagasi gelombang. Pada rekaman seismograf gelombang ini tiba setelah gelombang primer,

r 1 r 1

)

Gamhar 4. Penjalaran Gelombang Sekunder

,.

Cepat rambat gelombang S dapat ditulis sebagai berikut :

vs=p=g

Dimana :

Vs = Cepat rambat gelombang sekunder (m/detik)

G = Shear modulustkg/cnr')

P = Densitas batuan (gr/cm') Berdasarkan karakteristik gelombang S. maka gelombang ini tidak dapat Menjalar pada medium carr dan udara (parasnis pp.192.).

2. Gelombang permukaan (suface wafes) Gelombang permukaan merupakan gelombang kompleks dengan frekuensi rendah Tdan amplitudo besar.yang menjalar pada gelombang permukaan media elastic semi infinite. Harga kecepatan gelombang antara 500-600 mls. Sifat dan gerakan partikel media pada permukaan ini ada yang mirip gelombang P atau gelombang S_ Pada dasamya terdapat dna tipe gelombang pennukaan berdasarkan sifat gerakan pa;tikel.~edium elastic.yaitu :

a.Gelombang rayleigh

Gelombang rayleigh adalah

gelombang permukaan yang gerakan partikel medianya merupakan kombinasi gerakan partikel media yang di sebabkan

oleh gelornbang P atau gelombang S. Orbit gerakan partikel ini merupakan gerakan eliptik

dengan sumbu mayor elips tegak lurus dengan permukaan dan arah propagasi. Gelombang rm merambat sepanjang permukaan padat.

h. Gelornbang love

Gelombang love adalah gelombang permukaan yang menjalar dalam bentuk gelornbang transversal. Gerakan partikel akibat propagasi gelombang sarna atau mirip dengan gelombang S. gelombang ini tidak mempunyai komponen tegak. Gelombang ini merambat sepanjang batas dua media.

METODE PENELITIAN

1. Lokasi dan Perencanaan Pengukuran

Pengambilan data mikrotremor dilakukan selama satu hari pada bulan Mei di sekitar wilayab gedung rektrorat ITB Jl.Taman Sari No.64 bandung, dengan menggunakan microtemor equipment.

Lokasi titik pengamatan yang akan di ukur berjumlah 11 (sebelas) titik, dimana titik-titik pengukurannya merupakan bekas titik pemboran. Penentuan disesuaikan dengan kondisi geologi yang ada.

2. Instrumentasi dan Sistem Pengukuran

. lnstrumentasi yang digunakan

dalam penelitian ini adalah "Microtremor Equipment" ripe F-III yaitu sejenis seismograf yang terdiri dari 1 set data recorder, preamplifier dan ASCU amplifier, Analog Digital Converter (ADe) dan 3 komponen sensor yang berarah U-S, B- T. dan V dengan perioda alami 1,0 detik dan sensitivias 2,0 volt/kine (1 kine = I cmldetik). Rekaman data dibuat dalam bentuk digital dan analog dalam suatu pita kaset magnetic dan kertas grafik mi11imeter blok.

a. Metoda

Analisis

dari

Data

Mikrotremor

Ada tiga teknik yang telah dikembangkan untuk menganalisa data mikrotremor diantaranya :

• Interpretasi langsung pada kurva

Spectrum Fourier atau Spectrum Power

12

Iumal Ilmiah Faktor Exacta

Vol. 1 No.3 Ianuari 2008

(kanai & Tanaka. 1954: Katz & Bellon, 1978)

Pada umnmnva metoda analisis frekuensi untuk variasi data yang tidak teratur menumt waktu seperti mikrotremor, diterapkan metoda Spectrum Power.

Jika variasi data random sebagai fungsi waktu adalah f(t). maka transformasi Fourier=yang dijabarkan ada1ah sebagai berikut :

. F(OJ)=.,fAn2 +Bn2 dimana :

T

An(lD) = (2!T)f !(t)Cost1Jtdt

o T

Bn(t»):: (2!T)f !Ct)Sin{J)/dt

Dan spectnun power

Pn (tiJ' ) ditunjukan berdasarkan

persamaan berikut :

p( til) = An( m) + Bn( til)

Amplitudo spectrum mikrotremor bisa diperoleh Iangsung melalui transformasi Fourier yang dirumuskan sebagai berikut :

f(t) = _..!._ If * (P )eIPI dt . 21t .....0

yang mana invers dari (p) adalah :

f(p) = J_ j f*(T)eq,/dt

21f -00

Iuterpretasi Perioda predominan untuk mengetalmi faktor amplifikasi Iapisan sedimeh pelmukaan (Kanai & Kawashumi, 1954).

Kanai dan Kawashumi menjelaskan ten tang faktor amplifikasi lapisan sedimen tanah yang didapat dari perhitungan perioda predominan dari lapisan sedimen permukaantersebut.

Rumusan faktor amplifikasi yang dijabarkan oIeh Kanai :

> 1+~

Dimana To adalah perioda predominan tanah.

• Perhitungan spectral ratio pada suatu lokasi terhadap fink referensi

(ohta et 01., 1978; Kagami et al., 1982, 1986; Field et al., 1990)

Persamaan Kagami' Ratio

didefinisikan sebagai

Ksb = Hs/Hb

Dimana Hs dan Hb adalah spectrum Fourier untuk getaran horizontal pada lapis an sedimen dan batuan dasar. .Perhitungan spectral ratio antara

getaran relatif komponen horizontal dan vertikal pada suatu lokasi yang sarna (Nakamura. 1989)

Nakamura (1989) mengusulkan sebuah hipotesa bahwa getaran mikrotremor pada suatu lokasi dapat ditentukan dengan menghitung spectral ratio

antara komponen horizontal terhadap komponen vertikal yang diarnati pada suatu lokasi yang sarna.

Persamaan spectral ratio tersebut

didefinisikan sebagai berikut :

Se(tiJ') = Hs(w)! Hb(tiJ')

Dan efek komponen vertikal pada spectra adalah ;

As (tiJ')= Vs(w)/ Vb(til)

Maka modifikasi spectral ratio

didefinisikan sebagai :

Sm= Seem)! AS(lU) =(Hs/Hh )/(Vs/Vb) = (Hs/Vs)/(Hb/Vb)

Berdasarkan eksperimen dengan menggunakan data bor, jika mikrotremor berupa gelombang rayleigh, bisa diasumsikan bahwa :

Hb (m) = Hb(tiJ )/Vb(tiJ) ~ 1

Dalam sebuah interca1 frekuensi yang lebar, spektral ratio yang termodifikasi menjadi :

Sm(m) = Hs(til )!Vs(ru)

h. Analisis Data Bor dan Perhitungan

Karakteristik Dinamika Tanah

Secara Teoritis

Untuk menyelesaikan perhitungan mikrotremor, perlu adanya lokasi geologi yang diambil sebagai aeuan. Lebih jauh lagi diperlukan penambahan informasi geologi dan kedalaman tiap lapisan permukaan tanah yang juga akan dihitung, menggunakan beberapa data teori spectra yang telah diperoleh. Dari aeuan data bor;

13

Iumal Ilmiah Paktor Exacta

VoL 1 No. 31anuari 2008

Persamaan yang digunakan

Vo= 2ihmp Vi

A21 + ihn,uAll

Dan fungsi transfer frekuensi dati

tanah dapat diekspresikan dengan

persamaan :

H(OJ) = VolVi = 2ihmjln A2l + ihnJIIZAn

ANAL ISIS DATA LAPANGAN

1. Kondisi fisik tanab di lokasi penelitian

lokasi pengukuran diambil di sekitar wiJayah Gedung CCAR rektorat ITB, JL. Taman sari' No.64 Bandung. Daerah ini berdiri di kawasan yang strategis terletak di pertigaan jalan, yaitu : di bagian barat gedung adalah jalan taman sari, bagian gedung jalan taman sari bandung. Dibagian utara gedung adalah Jalan Cikapayang dan di bagian selatan gedung adalah JaIan Sulanjana.

Berdasarkan beberapa data

pemboran yang telah dllakukan di lokasi penelitian, menunjukan kondisi Iapisan tanah sebagai berikut :

Komposisi tanah secara vertikal

(dari atas bingga bawah) dapat

digambarkan sebagai berikut :

• Lapisan pennukaan (lapisan 1) adalah top soil. Komposisi lapisan ini ter:komposisi dengan tanah lempungan dan tanah humus dan memiliki kedalaman sekitar 0 sampai dengan 0,5 meter.

• Lapisan 2 yaitu tanah liat lunak hingga keras, berwama kecoklatan hingga kuning dankedalamannya sekitar 0,5 sampai dengan 2 meter.

• Lapisan 3 adalahtanah Iempung pasiran yang berbutir keeil dan halos hingga kasar dan wamanya yang terang keabu-abuan dan kedalamannya berkisar 2 hiogga 4 meter.

• Lapisan 4 adalah tanah pasiran dengan beberapa butiran tanah Iiat, berwarna

coklat terang, dan memiliki kedalaman antara 4 sampai 5 meter.

• Lapisan 5 adalah tanah pasiran hingga tanah kuarsa dalam kondisi yang padat, berwama coklat dan memiliki kedalaman antara 5,5 hingga 12 meter.

PENGUKURAN DAN PENGOLAHAN DATA LAPANGAN

1. Pengukuran Mikrotremor di

Lapangan

Pengukuran mikrotremor dilakukan selama 1 hari keIja di lapangan disekitar wilayah Gedung Rektorat ITB, 11. Taman Sari No. 64 Bandung. Lokasi titik pengukuran mikrotremor yang akan diukur berjumlah 11 (sebelas) titik, dimana titiktitik pengukurannya merupakan lokasi titik bor. Penentuan titik pengukuran disesuaikan dengan titik pemboran.

2. Pengolaban Data

Analisis Spektrum dilakukan

dengan menggunakan metoda Fast Fourier Transform (FFT) yaitu proses transfonnasi dari bentuk domain frekuensi ke bentuk domain waktu. Predomain perioda yang didapat dilakukan dengan interpretasi langsung dari kurva Spektrum Fourier (SF) seperti yang dikemukakan oleh Kanai. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel. 1. Hasil perhitungan predominan period pada tiap titik

No. I Lokasi t Predominan
.period (sec)
1. Titik-I 0.04
2. Titik-2 0.14
3. Titik-3 0.41
4. Titik-4 0.51
5. Titik-5 0.41
6. Titik-6 0.68
7. Titik-7 035
8. Titik-8 0.32
9. Titik-9 033
10. Titik-IO .0.64
11. Titik-ll 0.35 Berdasarkan klasifikasi Kanai,

harga predominan period tersebut

menunjukan jenis tanah sebagai berikut:

14

(umal Ilmiah Faktor Exacta

VoL 1 No.3 Tanuarl2008

Titik 1 (T = 0.04 sec.) adalah klasifikasi tanah tipe I (Kanai) dan tipe A (OmoteNakajima) dengan deskripsi tanahnya yaitu tennasuk batuan tertier atau lebih tua terdiri dari pasir keras-Gravel.

Tiket 2 (T = 0.144 sec.jadalah klasifikasi tanah tipe I (Kanai) dan tipe A (OmoteNakajima) dengan deskripsi tanahnya yaitu tennasuk batuan tertier atau lebih tua terdiri dan pasir keras-Gravel,

Titik 3, 4. 5, dan 6 (T = 0.41';0.51;0.41;.685 sec.) rnerupakan klasifikasi tanah tipe 4 (Kanai) dan tipe C (Omote-Nakajima) yaitu alluvial yang terdiri dati endapan delta, top soil, mud, dengan ketebalan 30 rn atau lebih.

Titik 7, 8, 9 (f = 0.35;032;0.33 sec.) rnerupakan klasifikasi tanah tipe 3 (Kanai) dan tipe C (Ornote-Nakajima) yaitu bantuan alluvial yang tipenya hampir sarna dengan tipe 2 yaitu lapisan tanah yang merniliki ketebalan 5 meter, terdiri dari pasir Gravel, pasir keras, Iernpungan, loam.

Titik 10 (T = 0.64 sec.) rnerupakan klasifikasi tanah tipe 4 (Kanai) dan tipe C (Ornote-Nakajima) yaitu alluvial yang terdiri dari endapan delta, top soil, mud, dengan ketebalan 30 rn atau lebih,

Titik 11 (T = 0.35 sec.) rnerupakan klasifikasi tanah tipe 3 (Kanai) dan tipe C (Omote-Nakajima) yaitu bantuan alluvial yang tipenya hampir sama dengan tipe 2 yaitu lapisan tanah yang rnerniliki ketebalan 5 meter, terdiri dari pasir Gravel, pasir keras, lempungan, loam.

Faktor amplillkasi yang dihasilkan dati interpretasi Kanai akan dijabarkan pada tabel berikut :

Tabel 2. hasil faktor ampJifJkasi berdasarkan interpretasi Kanai terhadap predomian Deriode Dada #aD titik.

N0.1 Lokasi I Faktor

Amplifikasi

1. Titik - 1 1.066

2. Titik - 2 1.125

3. Titik - 3 1213

4. Titik - 4 1.238

5. Titik - 5 1.125

6. Titik - 6 1.275

7. Titik -7 1.197

8. Titik - 8 1.189

9. Titik- 9 1.191

10. Titik - 10 1.266

11. Titik - II 1.197

Analisis Spelctral Ratio dilakukan dengan membandingkan spectral horizontal terhadap vertical dengan persamaan SR = SH/Sv dari Nakamura.

Adapun hasil pengolahan datanya adalah sebagai berikut :

Tabel 3 .. Hasil peThitungan daTi Speldral Ratio

No. Lokasi Spektral Ratio
Sr{m) = HS(1iT)/VS(1iT)
1. Titik-l 2310
2. Titik-2 3.558
3. Titik-3 3.830
4.· Ti:tik-4 7.9QO <" "';"':"~>,'
5. Titik-5 2.730
6. Titik-6 3.890
7. Titik-7 3220
8. Titik-8 2280
9. Titik-9 3.314
10. Titik-l0 2.550
11. Titik-11 3.070 Nilai Spektral Ratio (SR) diatas menunjukan faktor amplifikasi lapisan sedimen tanah di beberapa titik pengukuran.

Adapun tampilan kurva SF dan SR pada setiap titik pengukuran ditunjukan pada gambar dibawah ini:

15

[umal llmian Faktor Exacta

Vol. 1 No.3 Ianuari 2008

,_. , ••• _ ••••• __ ,. • _._ T.

G;r ~ ..........

: I

'£ ~ !. ~ ..

...... . ·,,·.,u

.- .. - ..

,

_. ::_', :~ r- ~ " ..

Galftbar 9. C<>m<>h Bptk4l_pll_ Iu40VII Spe/4Tum Fourier dlfH ~pektral Ratio padll BIlk ~ dan :2 tIl Getlung Re!Uo,.at IT», Bandung

3. AnaJisis berdasarkan Data Bor

Analisis berdasarkan data bor ditunjukan untuk menghitung faktor amplifikasi lapisan sedimen 1anah yang dihasilkan dengan menggunakan metoda Haskell's

Dalam metoda Haskell's sajian data bor diantaranya menampilkan kecepatan permukaan (surface velocity) v, v, diperoleh dari perhitungan kecepatan gelombang

primer (Vp). Contoh perhitungan dijelaskan sebagai berikut :

Vp= Vp=a=JK+(~~J

UntukBor 1 :

K = Konstanta Lame = 0.515.

G = Shear modulus = 17500 (kg/ern') p = densitas batuan ::::; 1.59 (gr/cm')

Maka Vp =

0.515 + 4x175000 = 121.14 m/detik.= 3x1.59

Setelah didapatkan Vs. maka data yang

"disajikan diolah dengan metoda Haskell's.

Proses pengolahan metoda Haskell Amplification l1ll selanjutnya disusun dalam bentuk tabel. Adapun penyajiannya

disusun sebagai berikut

16

Turnal Ilmiah Faktor Exacta VoL 1 No.3 Tanuari 2008

.....-_.' __ .',.,' L._. __ , .•. ~~ L .•

I Arnpltfikasi Faktor Bar TI~.ik·- ""l '

I ~~~[:;b;:rCJ~rfc~ ,

-i ~~~I . _;__ --:=::::--:-:::::;.." __ - _ ~:..:...:..: i

e;...-.-.a..-QQ ;"p:;JJl"'fXjo ~aali:l_ao ftour.:.uo "~_IX) , OI.:lF..UI ,,~ .(.\~ ., ""_l~ '" •• ',..;L-";''' ,',",'l!---;' :l~'OOE'O"~

, FrekLMN'tsl '(Hz) f

'- •• __ • __ •••• ~'_'.'L'~ _. •••• _ • _. ._.,,_._. .~_L .' __ ~ ._. __ . __ ,

AlnplJf'lkasl F;aktor Bar Ttttk - .2 i

1 ~~1~I~ Ji~::;=~f' ~Eg I

. .Jl :,::"E:~! t----n-T---- --H· •• -- .. :~ 1

o '~20

FJ"""=:kuen.:sJ (H%)

'--------_._--------------_._--

[" - - - - - .. -.- .. -" --.-.--.------ .---------- .. -." - ---.-. --------1

I Aa"npUfikasl Faktor Bar Ti1:i~~ - 3

,1··~~1

L·~:··~:~ .. I

. Fr'ekl..lerUs-i (~) i

------_._._ _. . . _!

r i

i I

E ! ..

o ..

."

B 4.

j 'a .. ! ~ .

I ......

Ampliflkasl Faktor Bor Titik·4

r-.. _,.._ -
I" v ~
~
........... FrekulIIIlI1 (Hzl

1"----

I Ampliflkasl Faktor Bor Titlk • 5

E· .. ···

! .

o

~ .

J ..

L'\. ----
~ I\, V _, ~ " --
_,
--....
-_ Frekuensi 1Hz)

5. Analisis Perbandingan Faktor

Amplifikasi . Berdasarka«

Mikrotremor dan Data Bor,

Dari data yang diperoleh, kita dapat melakukan perbandingan antara harga Spektral Ratio yang diperoleh dari

Mikrotremor, dengan harga Spektral Ratio. dati data bor. Untuk lebih jelasnya tentang analisis perbandingan itu kita dapat melihatnya pada tabel di bawah ini :

17

Iurnal llmiah Faktor Exacta

VoL 1 No.3 [anuari 2008

a e er an tngan' R er asar an ana lSIS tm ro emor engan ala or.
Faktor Amplifikasi
No Lokasi Data Bor Mikrotremor
HaskePs Kanai Nakamura
1. Titik-l 1.175 1.066 2.310
2. Titik-2 1.129 1.125 3.558
3. Titik - 3 1.220 1.213 3.830
4. Titik-4 1.089 1.238 7.900
5. Titik- 5 1.230 1.1_25 2.730
6. Titik- 6 - 1.275 3.890
7. Titik-7 - 1.197 3.220
8. Titik- 8 - 1.189 2.280
9. Titik- 9 - 1.191 3.314
10. Titik-IO - 1.266 2.550
11. Titik ~ 11 - 1.197 3.070 1', b 14 P b di

S b d k

Berdasarkan tabel 14 di atas diperoleh nilai faktor amplifikasi dari metoda Haskel' s untuk lima titik pemboran (berturut-turut darititik lsampai 5) adalah : 1.175; 1.129 ; 1.220; 1.089 ; 1.230. Nilai faktor amplifikasi dari rnikrotremor yang dihitung oleh metoda Kanai (berturut-turut dari titik 1 sampai 5) yaitu :

1.066 ; 1.125 ; 1.213 ; 1.218 ; 1.125. Sedangkan nilai faktor amplifikasi dari Nakamura (berturut-turut dari titik 1 sampai 5) yaitu : 2.310 ; 2558 ; 2.830 ; 7.900 ; 2.730

Nilai faktor arnpli:fikasi dari mikrotremor yang mendekati metoda Haskel's pada data pemboran adalah berdasarkan metoda Nakamura sangat jauh dari metoda Haskel's. Perbedaan ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain : perbedaanjenis lapisan sedimen permukaan di tiap-tiap tempat, proses digitasi, perhitungan data Iapangan, dan sebagainya. Hal ini juga pemah diperlihatkan oleh beberapa peneliti di Jepang. Namun pada umumnya, analisis faktor amplifikasi berdasarkan metoda Nakamura mendekati nilai faktor amplifikasi berdasarkanmetoda Haskel's.

Analisis faktor amplifikasi

berdasarkan metoda Kagami tidak dapat _,_ dilakukan dikarenakanpada saat teknis j pengukuran di Iapangan mengalami beberapa kendala diantaranya yaitu : alat yang tidak dapat ditempatkan pada posisi bed rock. Sebagai titik referensi, pengukuran harus dilakukan di pegunungan

li ik tr

d

d b

yang memiliki stuktur geologi yang sarna dengan lokasi pengukuran mikrotremor. Di sinilah letak kesulitannya.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil eksperimen dan analisis yang telah dilakukan, ada dua hal yang dapat disimpulkan yaitu :

1. Karakteristik dari mikrotremor, akan memperlihatkan stabilitas frekuensi terhadap waktu, dan todak dipengaruhi oleh sumber getar, tetapi sangat tergantung pada kondisi lapis an sedimen permukaan. Hal fit diperlihatkan dari kurva spektrumnya.

2. Perbandingan faktor amplifikasi antara analisis data mikrotremor dengan data bor, serta perbitnngannya secara teoritis, memperlihatkan bahwa nilaifaktor amplifikasi berdasarkan analisis mikrotremor berdasarkan analisis Kanai (1954) memiliki hubungan yang sangat baik. Sehingga metoda analisis mikrotremor dari Kanai dapat diterapkan untuk menganalisis efek lapisan sedimen permukaan terhadap gempa, dimana hasilnya dalam kaitannya nanti dijadikan sebagai salah satu parameter perhitungan PGA (peak Ground Acceleration) gempa bumi, untuk perhitungan gaya-gaya gempa pada konstruksi bangunan.

18

lumal Ilmiah Faktor Exacta

Vo 1. 1 No. 3 Ianuari 2008

DAFTAR PUSTAKA

Ahmed M. Allam. 1970. "An Investigation Into The Nature Of Microtremor Through Experimental Studies Of Seismic Wave," Bull. Int. Inst. Seism. Earth. Eng., No.7. pp. 1-59.

Gaull, RA, Kagami, H.. Eeri, M., Taniguchi, H., The Microzonation Of Perth, Western Australia, Using Microtremor Spectral Ratio, Eartquake Spectra, Vol. 11. No.2,

May i995. ..

Kagami, H., C.M. Duke, G.C. Liang, And Y. Ohta,"Observation Of Into 5 Second Mierotrernors And Their Application To Earthquake Engineering. Part II. Evaluation Of Site Efect Upon Seismic Wave Amplification Due To Extremely Deep Soil Deposits." Bull. Seism. Soc. Am., No 72, (1982), Pp.987- 998.

Kanai, K And Tanaka, T., "Measurement Of The Microtremors," Bull. Eartbq. Res. Inst., Tokyo University, No. 32, (1954), Pp. 199-209

Katz, L.J "Microtremor Analysis Of Local Geoligical Conditions." Bull. Seism. Soc. Am. No. 66, (1976). Pp.45-60.

Muhammad Husni, For The Course Of Seismology, 1980-1981. Pp 49-64.

Mohammad Ridwan, Perbandingan

Karakteristik Microtremor Dan Perbandingannya Degan Data Gempa Dan Data Bor, Jurnal Penelitian Pemukiman, Vol.16 No. 1.

Braja M. Das ; Noor Endah ; Indra Surya B.Mochtar, Mekanika Tanah (prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid 2 ; Hal 215-226.

Institut Teknologi Bandung (Itb)

Development Project OecfLoan No Ip - 40 L Soil Investigation For Center F or Information And Academic Record.Desember 1995.

19