Anda di halaman 1dari 5

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : FADHILATUN NI’MAH

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041804479

Tanggal Lahir : 09/07/1999

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4316/HUKUM BISNIS

Kode/Program Studi : 54/MANAJEMEN

Kode/Nama UPBJJ : 71 / SURABAYA

Hari/Tanggal UAS THE : SENIN/ 14 DESEMBER 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk:

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau ditulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama Mahasiswa : FADHILATUN NI’MAH
NIM : 041804479
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4316/HUKUM BISNIS
Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN
UPBJJ-UT : SURABAYA

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari THE pada laman
https://the.ut.ac.id
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui
media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan
akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan diatas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Gresik, 14 Desember 2020


Yang Membuat Pernyataan

FADHILATUN NI’MAH
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

JAWABAN
1. KASUS PT. ABC dan PT. DEF
a. Kasus tersebut menggunakan Asas Konsensualisme atau Kesepakatan
Kesepakatan atau kesamaan kehendak dari para pihak merupakan syarat mutlak yang
harus terpenuhi untuk menjamin keabsahan suatu perjanjian. Konkritisasi asas ini adalah pasal
1320 KUH Perdata. Adapun makna dari asas ini adalah bahwa tercapainya kata sepakat dari
para pihak, maka pada prinsipnya perjanjian tersebut telah sah, mengikat dan sudah memiliki
kekuatan hukum, meskipun perjanjian itu tidak dibuat dalam bentuk tertulis. Dengan kata lain
perjanjian itu sudah memiliki konsekuensi yuridis, yakni terbitnya hak dan kewajiban para
pihak.
b. Ya, kasus diatas dapat digolongkan sebagai tindakan Wan Prestasi. Karena pihak PT. ABC tidak
menepati janji dan tidak memenuhi kontrak. Akibat dari adanya wanprestasi tersebut, masing-
masing pihak yang merasa dirugikan berhak menggugat ke Pengadilan untuk menuntut ganti
rugi, berupa penggantian biaya, kerugian dan bunga jika ada. Sebagaimana dinyatakan dalam
Pasal 1243 dan Pasal 1244 KUH Perdata (BW) yang berbunyi sebagai berikut:
• Pasal 1243 menyatakan:
Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan,
barulah mulai diwajibkan, apabila siberutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi
perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau
dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah
dilampauinya.
• Pasal 1244 menyatakan:
Debitur harus dihukum untuk mengganti biaya, kerugian dan bunga. bila ia tak dapat
membuktikan bahwa tidak dilaksanakannya perikatan itu atau tidak tepatnya waktu
dalam melaksanakan perikatan itu disebabkan oleh sesuatu hal yang tak terduga, yang
tak dapat dipertanggungkan kepadanya. Walaupun tidak ada itikad buruk kepadanya.
2. Hukum Perseroan Terbatas di Indonesia berdasarkan
a. Modal
Pengertian Perseroan Terbatas Menurut Undang - Undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas Menurut Pasal 1 ayat (1). Konsep perseroan terbatas
dirumuskan dalam Pasal 1 ayat(1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang
memberikan pengertian bahwa perseroan terbatas, yang selanjutnya disebut perseroan
adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian,
melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan
memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang - undang ini serta peraturan
pelaksanaannya. Istilah “perseroan” menunjuk pada cara menentukan modal, yaitu terbagai
dalam saham.
b. Saham
Istilah “perseroan” menunjuk pada cara menentukan modal, yaitu terbagai dalam
saham, sedangkan istilah “terbatas” menunjuk pada batas tanggung jawab pemegang
saham, yaitu hanya sebatas jumlah nominal saham yang dimiliki.

3. Surat Sanggup
a. Pengertian Surat Sanggup
Surat sanggup bayar atau biasa juga disebut "surat promes" atau promes yang dalam
bahasa Inggris disebut juga promissory note, dalam akuntansi dapat juga disebut "nota yang
dapat diuangkan" adalah suatu kontrak yang berisikian janji secara terinci dari suatu pihak
untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak lainnya.
Dasar hukum surat sanggup adalah Kitab Undang-undang Hukum Dagang pasal 174
sampai pasal 177 KUHD.
Adapun syarat syarat formal dari promes adalah sebagai berikut:
• Memuat kata : “surat sanggup” atau “Promes atas” (kepada) pengganti.
• Kesanggupan tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu
• Penunjukkan hari bayarnya
• Penetapan di mana pembayaran harus terjadi
• Nama orang yang kepadanya atau kepada orang lain yang ditunjuk oleh, pembayaran
harus dilakukan
• Tanggal dan tempat surat sanggup ditandatangani
• Tanda tangan orang yang mengeluarkan surat sanggup (penandatangan)
b. Pengaturan Surat Sanggup
Ada beberapa klausula yang harus diperhatikan di dalam promes:
• Jika pada hari bayarnya tidak ditunjukkan, maka dianggap dapat dibayar
• Jika dasar bunga tidak ditentukan, maka bunga dianggap tidak ada
• Jika tempat penerbitan disebutkan, mka tempat pendatanganan dianggap tempat
penerbitan
• Jika tempat pembayaran tidak ditunjuk, tempat penandatanganan dianggap tempat
pembayaran
• Jika awal tidak menyebutkan untuk siapa diberikan, maka dianggap diberikan untuk
tanggungan penandatanganan surat sanggup

4. Hak-hak Konsumen dan Pelaku Usaha


a. Berdasarkan UU Perlindungan konsumen pasal 4, hak-hak konsumen dalam kasus tersebut
adalah :
• Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa
tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi jaminan yang dijanjikan.
• Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
• Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian jika barang
dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian dan tidak sebagaimana
mestinya.
• Hak-hak yang diatur dalam peraturan perundang-undangan lainnya.
b. Menurut Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, hak pelaku usaha dalam kasus
tersebut adalah :
• Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai
kondisi dan nilai tukar barang atau jasa yang diperdagangkan.
• Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang
beritikad tidak baik.
• Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum
sengketa konsumen.
• Hak untuk rehabilitas nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian
konsumen tidak diakibatkan oleh barang atau jasa yang diperdagangkan.
• Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Anda mungkin juga menyukai