Anda di halaman 1dari 4

Nama : Zulfatum salmaniyah

Nim: E20183142

1. Akuntansi sebagai disiplin pengetahuan dapat dikarakterisasi atau didefinisi sebagai


teknologi (technology) atau sebagai ilmu (science).Apa implikasi karakterisasi akuntansi
tersebut terhadap:

A. Pengertian teori akuntansi positif dan normatif


Jawab: Pengertian teori akuntansi positif dan normativePandangan sains akan menghasilkan
teori akuntansi positif dan pandanganteknologi akan menghasilkan teori akuntansi normatif.
Klasifikasi ini terjadi karenasasaran yang berbeda yang ingin dicapai atau dihasilkan oleh
teori akuntansi.-Penjelasan positif berisi pernyataan tentang suatu kejadian seperti apa adanya
sesuaifakta atau apa yang terjadi atas dasar pengamatan empiris. Diarahkan untuk
memberijawaban apakah sebuah pernyataan itu benar atau salah atas dasar kriteria ilmiah.-
Penjelasan normatif berisi pernyataan dan penalaran untuk menilai apakah sesuatu itubaik
atau buruk atau tak relevan dalam kaitannya dengan kebijakan ekonomi atausosial tertentu.
Diarahkan untuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politiksehingga bersifat
pembuatan kebijakan.
B. Penalaran deduktif dan induktif
Jawab: Penalaran deduktif dan induktif-Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang
berawal dari suatu pernyataanumum yang disepakati (disebut premis) ke pernyataan khusus
sebagai simpulan(konklusi). Pernyataan umum yang disepakati dan menjadi basis penalaran
dari teori,prinsip, konsep dan norma yang dianggap benar dalam penyumpulan dan
situasikhusus yang dibahas. Misal, akuntansi menyajikan asset sebear kos hsitoris
karenaakuntansi menganut konsep kontinuitas usaha.-Penalaran induktif merupakan
kebalikan dari pendekatan deduktif. Berawal dari suatupernyataan atau keadaan yang khusus
dan berakhir dengan pernyataan umum yangmerupakan generalisasi dari keadaan khusus
tersebut. Kebenaran premis tidak selalumenjamin kebenaran konklusi ysng berdisat
perampatan atau generalisasi. Dalamakuntansi pada umumnya digunakan untuk
menghasilkan pernyataan umum yngmenjadi penjelasan terhadap segala akuntansi tertentu
C. Sasaran teori akuntansi

Jawab: sasaran teori akuntansi ada 2 yaitu: Positif : penjelasan atau penalaran untuk
menunjukkan secara ilmiah kebenaran pernyataan atau fenomena akuntansi apa adanya sesuai
fakta. “fakta sebagai sasaran” dan Normatif : penjelasan atau penalaran untuk menjustifikasi
kelayakan suatu perlakuan akuntansi yang paling sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam hal ini nilai sebagai sasarannya.

2. Jelaskan pengertian teori akuntansi pragmatik? Beri contoh untuk lebih menjelaskan!

Jawab: Teori akuntansi pragmatik memusatkan perhatiaanya pada pengaruh informasiterhadap


perubahan perilaku pemakai laporan. Teori ini membahas reaksi pihakyang dituju oleh informasi
akuntansi. Teori pragmatik akan banyak berisipengujian-pengujian teori tentang hubungan antara
variabel akuntansi denganvariabel perubahan atau perbedaan perilaku pemakai. Subjek pemakai
yangdiukur perilakunya dapat berupa akuntan, pelaku pasar modal, manajer, danauditor. Yang
dapat menjadi indikator perubahan perilaku anatara lainperubahan harga saham, voluma saham,
kinerja manajer, kinerja karyawan,kinerja perusahaan, dan perbedaan pemilihan metoda
akuntansi. contoh pemecahan masalah praktik akuntansi yang bersifat pragmatis atau taktik
cerdik adalah pemecahan masalah yang dilakukan atasdasar pengalaman saja atau dapat
dikatakan pemecahan masalah dengan coba-coba ataucoba dan ralat (trial and error). Orang
membatasi dirinya dengan menerapkan hasil pengalaman sampai suatu saat menemukan cara
terbaik yang sebenarnya cara tersebutdapat ditemukan secara lebih efisien kalau dia
menggunakan teori
3. A. Apa kelemahan atau akibat buruknya bagi praktik akuntansi kalau ukuran kewa-
jaran penyajian statemen keuangan dalam laporan auditor di Indonesia adalah
“Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia”.
Jawab: bila standar akuntansi secara eksplisit dijadikan kriteria dan dinyatakan dalam
laporan auditor dikhawatirkan kewajaran hanya bersifat formal, buakan bersifat substantif.
Artinya standart akuntansi akan dijadikan standart minimal dan ada kemungkinan
evaluator atau auditor hanya memenuhi standart minimal tersebut untuk ketentuan
kewajaran. Dapat terjadi hal-hal penting yang tidak diatur dalam stanrt akuntansi tidak
dipertimbangkan secara seksama atau bahkan diabaikan.
B. Apakah International Financial Accounting Standards (IFRS) maknanya setara
atau selevel dengan international generally accepted accounting principles
(International GAAP)?

Jawab: International Financial Accounting Standards (IFRS) maknanya tidak setara


atau selevel dengan international generally accepted accounting principles
(International GAAP) karena memiliki makna dan tujuan berbeda. Tujuan dari GAAP
adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang transparan dan konsistensi dari
satu organisasi ke yang lain. Tidak ada standar universal GAAP(standar international) dan
spesifikasi dari GAAP bervariasi dari satu lokasi geografis atau industri yang lain.
Sedangkan, Tujuan IFRS adalah untuk menyediakan kerangka kerja global untuk
bagaimana perusahaan publik mempersiapkan dan mengungkapkan laporan keuangan
mereka. IFRS memberikan panduan umum untuk penyusunan laporan keuangan
dibandingkan dengan menetapkan aturan untuk pelaporan industri-spesifik.

4. Apakah perekayasan pelaporan keuangan itu dan apakah langkah-langkah (unsur-unsur)


proses tersebut? Gambarkan secara diagramatis proses tersebut dan jelaskan diagram
tersebut!

Jawab :

Proses untuk menjawab pertanyaan mendasar yaitu bagaimana suatu kegiatan operasi
perusahaan disimbolkan dalam bentuk statemen keuangan sehingga orang yang di tuju dapat
membayangkan operasi perusahaan secara financial tanpa harus menyaksikan secaea fisis
operasi perusahaan (misalnya mengunjungi kantor).

Proses pemikiran logis dan objektif untuk membangun suatu struktur dan mekanisme
pelaporan keuangan dalam suatu negara untuk menunjang pencapaian tujuan Negara.
 Perekayasaan akuntansi harus merupakan tim multi-disipliner agar hasilnya dapat
diandalkan sebagai wahana untuk menjamin tercapainya tujuan social dan
ekonomik Negara
 Perekayasaan melibatkan pemilihan dan pertimbangan ideologi, teori, konsep
dasar, dan teknologi yang tersedia secara praktis dan teoretis dengan
mempertimbangkan faktor lingkungan negara.
 Secara umum perekayasaan pelaporan keuangan adalah proses terencana dan
sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan, (exercise of
judgment) untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia
(available knowledge), konsep, metode, teknik, serta pendekatan untuk
mengahasilkan suatu produk (konkret atau konseptual).
 Perekayasaan Pelaporan Keuangan ini mengikuti proses yang sama baik pada
tingkat makro (nasional) maupun pada tingkat mikro (perusahaan).
 Hasil perekayasaan dalam hal ini dapat berupa seperangkat prinsip umum, (a set of
broad principles), seperangkat doktrin, (a body of doctrin ), atau suatu struktur/
rerangka konsep-konsep yang terpadu (a structure or scheme of interrelated ideas).

Anda mungkin juga menyukai