Anda di halaman 1dari 17

TUGAS X PERHITUNGAN BIAYA STANDAR

NAMA : Chairunnisa Ariza


NIM : 180503177

1. Apa yang dimaksud dengan biaya standar?


Jawab:
Biaya standar adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat satu unit produk
dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, efisiensi dan faktor-faktor tertentu
lainnya.

2. Apa kegunaan dari biaya standar?


Jawab:
 Menetapkan anggaran
 Mengendalikan biaya dengan cara memotivasi karyawan dan mengukur
efisiensi operasi.
 Menyederhanakan prosedur perhitungan biaya dan mempercepat laporan
biaya.
 Membebankan biaya ke persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan
barang jadi.
 Menetapkan tawaran kontrak dan harga jual.

3. Sebutkan dan jelaskan berbagai jenis standar!


Jawab:
Jenis-jenis standar :
 Standar teoritis : Standar yang ideal yang dalam pelaksanaanya sulit untuk dapat
dicapai
 Rata-rata biaya waktu yang lalu : Rata-rata biaya waktu yang lalu yang
mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang seharusnya tidak boleh
dimasukkan sebagai unsur biaya standar
 Standar normal : standar yang didasarkan atas taksiran biaya dimasa yang akan
datang dibawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal
 Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai (Attainable high performance) : standar
yang didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dengan
memperhitungkan ketidak efisienan kegiatan yang tidak dapat dihindari
terjadinya
4. Jelaskan kelemahan biaya standar!
Jawab:
 Tidak ada jaminan bahwa standar telah ditetapkan dalam perusahaan secara
keseluruhan dengan kekuatan atau kelonggaran yang relatif sama
 Keadaan produksi selalu mengalami perubahan, sedangkan perbaikan standar
jarang sekali dilakukan (kaku/tidak fleksibel)
 Jika standar sering diperbaiki, hal ini menyebabkan kurang efektifnya standar
tersebut sebagai alat pengukur pelaksana

5. Akuntansi biaya standar di badi menjadi 2 ; metode ganda dan metode tunggal. Jelaskan
perbedaan diantara keduanya !
Jawab:
Metode ganda :
 Rekening BDP dicatat 2 macam biaya : biaya sesungguhnya & biaya standar
 Selisih biaya sesungguhnya dan biaya standar baru dapat ditentukan pada akhir
perhitungan akuntansi, karena dalam metode ini selisih dihitung berdasarkan
keluaran
 Metode tunggal :
 Rekening BDP dicatat pada 1 macam biaya, yaitu biaya standar
 Selisih biaya sesungguhnya dan biaya standar ditentukan sepanjang periode
akuntansi pada saat selisih tersebut terjadi

6. Sebutkan variansi yang digunakan untuk bahan baku!


Jawab:
 Varians pembelian bahan baku
 Variansi penggunaan bahan baku (materials usage variance-MUV) mengukur
perbedaan antara bahan baku langsung secara actual digunakan dan bahan
baku langsung yang seharusnya digunakan untuk output aktual.
 Varians kuantitas bahan baku

7. Jelaskan variansi yang digunaan untuk tenaga kerja!


Jawab:
 Variansi Tarif Tenaga Kerja (labor rate variance-LRV) menghitung perbedaan
antara apa yang sudah dibayar untuk tenaga kerja langsung dan apa yang
seharusnya dibayar.
 Variansi Efisiensi Tenaga Kerja (labor efficiency variance-LEV) mengukur
perbedaan antara jam tenaga kerja yang secara aktual digunakan dan jam tenaga
kerja yang seharusnya digunakan.
8. Jelaskan variansi yang digunakan untuk overhead pabrik!
Jawab:
 Variansi total overhead variabel adalah perbedaan antara overhead variabel
yang aktual dengan yang dibebankan. Mengukur pengaruh agregat dari
perbedaan antara tarif aktual overhead variabel (actual variable overhead rate-
AVOR) dan tarif standar overhead variabel (standard variable rate-SVOR). Tarif
aktual overhead variabel adalah overhead variabel aktual dibagi dengan jam
aktual.
 Variansi total overhead tetap adalah perbedaan antara overhead tetap aktual
dan overhead tetap yang dibebankan, dimana overhead tetap yang dibebankan
diperoleh dengan mengkalikan tarif standar overhead tetap dengan jam standar
yang diizinkan untuk output aktual.

9. PT. CAHAYA MENTARI pada tahun 1996 memproduksi produk jadi sebanyak 120.000
unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 750.000 kg, sedangkan yang
digunakan dalam proses produksi sebanyak 700.000 kg. Dalam menghasilkan produk,
ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 6 kg / unit dengan standar harga Rp.
2.150,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 3 jam / unit
dengan standar tarif upah Rp. 2.400,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga
bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 2.100,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja
sesungguhnya selama 365.000 jam dengan tarif Rp. 2.500, / jam.

Diminta :
1. Selisih harga bahan baku.
2. Selisih kuantitas bahan baku.
3. Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.
4. Selisih Tarif tenaga kerja langsung
5. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih
gaji dan upah dengan mengabaikan pajak atas gaji dan upah
Jawab:
1. Selisih Harga Bahan Baku :
Selisih Harga = ( Harga Ssg – Harga Std ) x Kuantitas Ssg
= ( Rp. 2.100 – Rp. 2.150 ) x 750.000
= Rp. 37.500.000,- ( Laba )

2. Selisih Kuantitas Bahan Baku :


Selisih Kuantitas = [ Kuantitas Ssg – Kuantitas Std yang ditetapkan ] x Harga Std
= [ 700.000 – ( 6 x 120.000 ) ] x Rp. 2.150
= Rp. 43.000.000 ( Laba )
3. Selisih Efisiensi Jam Tenaga Kerja Langsung :
Selisih Jam Kerja = [ Jam kerja Ssg – Jam kerja Std yang ditetapkan ] x Tarif upahStd
= [ 365.000 – ( 3 x 120.000 ) ] x Rp. 2.400
= Rp. 12.000.000,- ( Rugi )

4. Selisih Tarif Upah Tenaga Kerja Langsung :


Selisih Tarif Upah = [ Tarif upah Ssg – Tarif upah Std ] x Jam kerja Ssg
= [ Rp. 2.500 – Rp. 2.400 ] x 365.000
= Rp. 36.500.000,- ( Rugi )

5. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar :

Gaji dan upah ( 2.500 x 365.000) Rp. 912.500.000,-


Berbagai perkiraan hutang Rp. 912.500.000,-

Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisih-selisihnya :

Barang dalam proses ( 360.000 x 2.400 ) Rp. 864.000.000,-


Selisih efisiensi TK langsung Rp. 12.000.000,-
Selisih tarif TL langsung Rp. 36.500.000,-
Gaji dan upah Rp. 912.500.000,-

10. PT. GEMERLAP BINTANG pada tahun 1995 memproduksi produk jadi sebanyak 20.000
unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 70.000 kg, sedangkan yang
digunakan dalam proses produksi sebanyak 60.000 kg. Dalam menghasilkan produk,
ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 4 kg / unit dengan standar harga Rp.
1.100,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 2 jam / unit
dengan standar tarif upah Rp. 4.600,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga
bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 1.050,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja
sesungguhnya selama 41.800 jam dengan tarif Rp. 4.800, / jam.

Diminta :
1. Selisih harga bahan baku.
2. Selisih kuantitas bahan baku.
3. Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.
4. Selisih Tarif tenaga kerja langsung
5. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih
gaji dan upah.
Jawaban :
PT. GEMERLAP BINTANG

1. Selisih Harga Bahan Baku :


Selisih Harga = ( Harga Ssg – Harga Std ) x Kuantitas Ssg
= ( Rp. 1.050 – Rp. 1.100 ) x 70.000
= Rp. 3.500.000,- ( Laba )

2. Selisih Kuantitas Bahan Baku :


Selisih Kuantitas = [ Kuantitas Ssg – Kuantitas Std yang ditetapkan ] x Harga Std
= [ 60.000 – ( 4 x 20.000 ) ] x Rp. 1.100
= Rp. 22.000.000,- ( Laba )

3. Selisih Efisiensi Jam Tenaga Kerja Langsung :


Selisih Jam Kerja = [ Jam kerja Ssg – Jam kerja Std yang ditetapkan ] x Tarif upahStd
= [ 41.800 – ( 2 x 20.000 ) ] x Rp. 4.600
= Rp. 8.280.000,- ( Rugi )

4. Selisih Tarif Upah Tenaga Kerja Langsung :


Selisih Tarif Upah = [ Tarif upah Ssg – Tarif upah Std ] x Jam kerja Ssg
= [ Rp. 4.800 – Rp. 4.600 ] x 41.800
= Rp. 8.360.000,- ( Rugi )

5. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar :

Gaji dan upah ( 4.800 x 41.800) Rp. 200.640.000,-


Berbagai perkiraan hutang Rp. 200.640.000,-

Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisih-selisihnya :

Barang dalam proses ( 40.000 x 4.600 ) Rp. 184.000.000,-


Selisih efisiensi TK langsung Rp. 8.280.000,-
Selisih tarif TL langsung Rp. 8.360.000,-
Gaji dan upah Rp. 200.640.000,-

11. Pabrik Mak Cook dari divisi peralatan dapur PT Langgeng Makmur memproduksi
panggangan roti teflon. Taufik adalah direktur pabrik tsb menggunakan sistem biaya
standar untuk kalkulasi biaya produksi dan pengendalian. Kartu biaya standar untuk 1
unit panggangan roti teflon adalah:
            Bahan langsung (3pound @ Rp 5.000,-)                            Rp 15.000,-
            Tenaga Kerja langsung (0,8jam@ Rp 12,000,-)                        9.600,-
            BOP Variabel (0,8jam @ Rp 5.000,-  )                                 4.000,-
            BOP tetap (0,8jam @ Rp 3.000,-)                                          2.400,-
            Biaya per unit standar                                                 Rp 31.000,-
                                                                                                   
Selama tahun berjalan, pabrik ini memiliki aktivitas produksi aktual sebagai berikut :
a. Jumlah produksi panggangan roti sebesar 50.000 unit
b. Total 130.000 pound bahan baku dibeli pada harga Rp 4.700,- per pound.
c. Ada 30.000 pound bahan baku dalam persediaan awal ( dicatat pada harga Rp
5.000,- per pound). Tidak ada persediaan akhir.
d. Perusahaan menggunakan 41.000 jam kerja langsung dengan biaya total Rp
533.000.000,-.
e. BOP tetap aktual berjumlah Rp 99.000.000,-
f.  BOP variabel aktual berjumlah Rp 215.000.000,-

Aktivitas normal pabrik 45.000 unit per tahun. Tarip BOP standar dihitung
berdasarkan aktivitas normal yang diukur dalam jam tenaga kerja langsung standar.

Diminta :
 Hitunglah varian harga dan penggunaan bahan baku.
 Hitunglah varian tarif dan efisiensi tenaga kerja langsung.
 Hitunglah varian pengeluaran dan efisiensi BOP variabel
 Hitunglah varian pengeluaran dan volume BOP tetap
 Asumsikan jika agen pembelian untuk pabrik panggangan roti membeli
bahan baku dengan kualitas yang lebih rendah dari pemasok baru.

Apakah saudara akan merekomendasikan pabrik Mak Cook untuk tetap


menggunakan bahan baku yang lebih murah ini ? Jika ya, standar apa yang
kemungkinan perlu direvisi untuk merefleksikan keputusan ini ? Asumsikan bahwa
kualitas produk akhir tidak berpengaruh secara signifikan.
Jawab:

 Varian harga bahan baku


Diket: AP = Rp 4.700
                   SP = Rp 5.000
                   AQ = 130.000 pound
MPV = (AP – SQ) x AQ
                = (Rp 4.700 – Rp 5.000) x 130.000 pound
                = Rp 39.000.000 (F)

 Varian penggunaan bahan baku


Diket: AQ = 130.000 pound + 30.000 pound = 160.000 pound
                   SQ = 3 pound x 50.000 unit = 150.000 pound
                   SP = Rp 5.000
MUV = (AQ – SQ) x SP
                = (160.000 pound – 150.000 pound) x Rp 5.000
                = Rp 50.000.000 (U) ® inefisiensi

 Varian tarif tenaga kerja


Diket: AR = Rp 533.000.000 : 41.000 jam = Rp 13.000
              SR = Rp 12.000
            AH = 41.000 jam
            LRV = (AR – SR) x AH
                    = (Rp 13.000 – Rp 12.000) x 41.000 jam
                    = Rp 41.000.000 (F)

 Varian efisiensi tenaga kerja langsung


Diket: AH = 41.000 jam
            SH = 0,8 jam x 50.000 unit = 40.000 jam
            SR = Rp 12.000
LEH = (AH – SH) x SR
        = (41.000 jam – 40.000 jam) x Rp 12.000
        = Rp 12.000.000 (U)

 Varian pengeluaran BOP variabel


Diket: AVOR = Rp 215.000.000
            SVOR = Rp 5.000
            AH      = 41.000 jam
AVOR – (SVOR x AH) = Rp 215.000.000 – (Rp 5.000 x 41.000 jam)
                                       = Rp 215.000.000 – Rp 205.000.000
                                       = Rp 10.000.000 (U)
 Varian efisiensi BOP variabel
Diket: (SVOR x AH) = Rp 205.000.000
                        SVOR            = Rp 5.000
                        SH                  = 40.000 jam
            (SVOR x AH) – (SVOR x SH) = Rp 205.000.000 – (Rp 5.000 x 40.000jam)
                                                               = Rp 205.000.000 – Rp 200.000.000
                                                               = Rp 5.000.000 (U)

 Varian pengeluaran BOP tetap


BOP tetap aktual - BOP tetap yang dianggarkan
= Rp 99.000.000 – (Rp 3.000 x 36.000 jam)
= Rp 99.000.000 – Rp 108.000.000
= Rp 9.000.000 (F)
*36.000 = 45.000 unit x 0,8 jam
-          Varian volume BOP tetap

BOP tetap yang dianggarkan  - BOP tetap yang dibebankan


= Rp 108.000.000 – ( Rp 3.000 x 40.000 jam)
= Rp 108.000.000 – Rp 120.000.000
= Rp 12.000.000 (F)

 Tidak merekomendasikan pabrik Mak Cook untuk tetap menggunakan


bahan baku yang lebih murah ini karena banyak berpengaruh terhadap
kualitas bahan baku:
v  MUV                           = Rp 50.000.000 (U)
v  LEV                             = Rp 12.000.000 (U)
v  BOP variabel efisiensi   = Rp   5.000.000 (U)
v  MPV                            = (Rp 39.000.000) (F)
v  Total                             = Rp 28.000.000 (U)
Jadi varian yang terjadi sebagian besar dipengaruhi kualitas BB, bila BB
diganti dengan kualitas yang rendah, maka sebaliknya perusahaan tidak
meneruskan kebijakan tersebut.

12. CV. CAHAYA MENTARI yang berproduksi dengan 2 jenis bahan baku dan memiliki 2
dept. produksi dimana Bahan Baku hanya dipakai pada Dept. I dan BOP pada Dept. II.
Biaya standar untuk menentukan biaya produksi, berdasarkan data-data sebagai berikut
:
a. Harga bahan distandarkan Rp. 100,-/kg untuk bahan A dan Rp. 400,-/kg untuk bahan
B ditambah biaya penanganan masing-masing 10 %. Untuk membuat satu unit
produk jadi diperlukan 2,5 kg bahan A dan 2 kg bahan B.
b. Jumlah tenaga kerja yang menangani langsung produksi adalah 40 orang di Dept. I
dan 100 orang di Dept. II, dimana diperkirakan tiap pekerja bisa bekerja efektif 35
jam / minggu. Upah dan gaji total per minggu Dept. I Rp. 280.000 dan Dept. II Rp.
875.000,- ditambah 20 % sebagai cadangan premi lembur dan premi lain-lain.
Dalam Dept. I bahan diolah selama 2,5 jam dan dalam Dept. II selama 2 jam.
c. Kapasitas normal produksi adalah 1.000 unit ( 100 % ) atau 4.000 jam mesin dengan
batas terendah produksi 80 % dan kapasitas penuh 120 %. BOP yang terdiri dari
overhead tetap dan variabel pada kapasitas normal adalah :
Variabel Tetap
Upah pegawai Rp. 320.000,- –
Bahan pembantu Rp. 140.000,- –
Lain-lain Rp. 20.000,- –
Penyusutan Mesin – Rp. 190.000,-
Listrik – Rp. 50.000,-
Pemeliharaan, dll – Rp. 80.000,-
Rp. 480.000,- Rp. 320.000,-

Dari data-data tersebut anda diminta untuk menyusun biaya standar per unit produk
jadi dan fleksible budget untuk BOP pada kapasitas 80 %, 100 %, 120 %.

Jawaban:
PT. CAHAYA MENTARI

• Penyusunan Biaya Standar Bahan Baku per Unit Produk :


Bahan A Bahan B
1. Harga bahan per unit (kg) Rp. 100,- Rp. 400,-
2. Biaya penanganan bahan 10 % 10 %
3. Kebutuhan bahan 2,5 kg 2 kg
4. Harga standar bahan per kg Rp. 110,- Rp. 440,- *)
5. Biaya standar bahan Rp. 275,- **) Rp. 1.100,-
6. Biaya standar bahan baku
(Rp. 275,- + Rp 1.100,- ) = Rp. 1.375,-
*) Rp. 400 + ( 10 % x 400 ) = Rp. 440,-
**) 2,5 kg x Rp. 110,- = Rp. 275,-

• Penyusunan Biaya Standar Upah Langsung per Unit Produk :


Dept. I Dept. II
1. Tenaga Kerja 40 100
2. Jam kerja per minggu / orang 35 35
3. Jumlah jam kerja / minggu (1 x 2) 1.400 3.500
4. Jumlah biaya per minggu Rp. 280.000,- Rp. 875.000,-
5. Biaya per jam (4 : 3) Rp. 200,- Rp. 250,-
6. Cadangan premi 20 % Rp. 40,- Rp. 50,-
7. Biaya per jam total (5 + 6) Rp. 240,- Rp. 300,-
8. Kebutuhan jam kerja 2,5 2
9. Biaya standar upah
(2, x Rp. 240) + (2 x 300) = Rp. 1.200,-/unit

• Penyusunan Biaya Standar Overhead Pabrik per Unit Produk :


Jenis 80 % 100 % 120 %
Biaya Total Per Total Per jam Total (Rp.) Per jam
(Rp.) jam (Rp.) (Rp.) (Rp.)
(Rp.)
Biaya variabel :
Upah pengawas 256.000 80 320.000 80 384.000 80
Bahan. 112.000 35 140.000 35 168.000 35
pembantu 16.000 5 20.000 5 24.000 5
Lain-lain
384.000 120 480.000 120 576.000 120
Biaya Tetap :
Peny. mesin 190.000 190.000 190.000
Listrik 50.000 50.000 50.000
Pemeliharaan 80.000 80.000 80.000
320.000 320.000 320.000
Jumlah Biaya 704.000 800.000 896.000

Biaya standar overhead pabrik dibuat pada kapasitas normal dimana :


Rp. 480.000 Rp. 320.000
BOP / jam = —————– = Rp. 120,- BOP Tetap = —————– = Rp. 80,-
4000 4.000

Overhead Standar / jam = Rp. 120 + Rp. 80 = Rp. 200


Biaya overhead pabrik = Rp. 200 x 4 = Rp. 800,-

• Biaya Standar Produksi per unit :


Bahan Baku Rp. 1.375,-
Upah Langsung Rp. 1.200,-
Overhead Pabrik Rp. 800,-

13. Pada awal tahun 2008, Krayler Company memiliki lembar biaya standar berikut untuk
salah satu dari produk kimianya.
Bahan baku langsung(6pon.@$6,40) $38,40
Tenaga kerja langsung(1,8jam.@$18,00) 32,40
Overhead tetap(1,8jam.@$8,00) 14,40
Overhead variabel(1,8jam.@$1,50) 2,70
Biaya standar per unit $87,90

Krayler menghitung tarif overhead dengan menggunakan volume praktis, yaitu 288.000
unit. Hasil aktual untuk 2008 adalah sebagai berikut.
– Unit yang diproduksi: 280.000
– Bahan baku yang dibeli: 1.68.700 pon seharga $6.60
– Bahan baku yang digunakan: 1.680.000 pon.
– Tenaga kerja langsung: 515.000 jam dengan biaya $18,10.
– Overhead tetap : $4.140.200
– Overhead variabel $872.000
Diminta:
1.Hitunglah variansi harga dan penggunaan untuk bahan baku!
2.Hitunglah variansi tarif tenaga kerja dan efisiensi tenaga kerja!
Jawab:
1. MPV = (AP-SP)AQ
= ($6.60 - $6.40)*1.684.000
= $336.800 U
MUV = (AQ-SQ) SP
= (1.684.000-1.680.000)*$6.40
= $ 25.600 U
2. LRV = (AR-SR)AH
= ($18,10 - $18,00)*515.000
= $51.500 U
MUV = (AH-SH) SR
= (515.000-504.000)*$18,00
= $ 198.000 U

14. Berdasarkan soal diatas hitunglah: Variansi pengeluaran dan volume overhead tetap dan
variansi pengeluaran dan efisiensi overhead variabel
Jawab:
Overhead tetap aktual = $4.120.200
Overhead Tetap yang Dianggarkan $8 * 518.400 = $4.147.200
Overhead Tetap yang Dibebankan $8 * 504.000= $4.032.000
Variansi Pengeluaran = $27.000 ($4.120.200-$4.147.200) =
Variansi Volume $115.200 ($4.147.200-$4.032.000)

15. PT Jaya yang memproduksi barang ’P’  memiliki data  terkait  bahan baku:

Jenis Biaya Q Q Harga Harga


Standar Sesungguh standar Sesung

Bahan baku 400 unit 500 unit Rp 20,- Rp 15,-

Tenaga 100 jam 200 jam “    10,-  “   20,-


kerja

 Analisis model Satu Selisih


    a. Selisih Biaya bahan baku
         (KSt-HSt) – (KS x HS) = (400xRp 20) – ( 500 x Rp 15) = Rp 500 L
    b. Selisih Biaya Tenaga Kerja Langsung
(JK St x Tarif St) – ( JK S x Tarif S)
( 100 x Rp 10) – (200 X Rp 20)= Rp 3.000,- Rugi    
 Metode Dua Selisih
a.     Selisih Biaya bahan baku
              (1) Selisih Harga Bahan Baku
               (HSt- HS) x KS= Rp 20-Rp 15) X 500= Rp 2.500,- L
          (2) Selisih Kuantitas Bahan Baku:
               (KSt x KS) x HSt= (400 – 500) x Rp 20= Rp 2,000,- R
b.    Selisih Biaya Tenaga Kerja Langsung
              (1) Selisih Tarif Upah
                    (Tarif USt -Tarif US) JKS= (Rp10 – Rp 20)x 200= Rp 2.000,- R
              (2) Selisih Efisiensi Upah
                    (JKSt-JKS) Tarif USt= (100-200) Rp 10,- = Rp 1.000,- R        
 Model Tiga Selisih
         a.  Selisih Biaya Bahan Baku
              (1) Selisih Harga Bahan Baku
                    (HSt-HS) x KSt= (Rp 20 - Rp15) x 400= Rp 2.000,-L
              (2)  Selisih Kuantitas Bahan Baku
                    (KSt-KS) x HS= (400-500)x Rp 15= Rp 1.500,- R
              (3)  Selisih Harga/Kuantitas bahan Baku
                     Tidak ada selisih
b.  Selisih Biaya Tenaga Kerja
              (1) Selisih tariff Upah
                    (TarifUSt-Tarif US)x JKSt= (Rp 10-Rp20) x100= Rp 1.000,-R
               (2) Selisih Efisiensi Upah
                     (JKSt-JKS) x TarifUSt= (100-200)x Rp 10=Rp 1.000,-R
               (3) Selisih Tarif/Efisiensi Upah
                     (JKSt – JKS)- (Tarif USt-Tarif US)=
                     (100-200) – (Rp10-Rp 20)=Rp 1.000,- R

Catatan: HST:harga standar                        HS         :harga sesunguhnya

                KSt: kuantitas standar                  KS         :kuantitas sesungguhnya


               Tarif USt:tarif upah Standar       Tarif US:tariff Upah sesungguhnya
                JKSt:jam kerja standar                JKS        :jam kerja sesungguhnya

16. Analisis varians tenaga kerja . Selama bulan berjalan, 1.500 unit Topo diproduksi. Tenaga
kerja actual yang dibutuhkan adalah 850 jam tenaga kerja langsung dengan total biaya
actual sebesar $6.870 menurut kartu biaya standar untuk Topo, setengah jam dari
waktu tenaga kerja yang diperlukan per untit Topo yag diproduksi, dengan biaya standar
sebesar $10 per jam tenaga kerja.

Diminta: Hitung varians tarif tenaga kerja, dan indikasikan apakah varians tersebut
menguntungkan atau tidak menguntungkan.
Jawab:
Jam x Tarif = Jumlah
Jam aktual yang digunakan 850 8,08 aktual = $6.870
Jam aktual yang digunakan 850 10 standar = 8.500
Varians tariff tenaga kerja 850 1,92 = $ ( 1.630 ) (menguntungkan)

17. Analisi varians tenaga kerja dan bahan baku.


Data berikut ini adalah untuk minggu pertama dari operasi Brutal Company selama
bulan Juni:
Bahan baku:
Pembelian aktual 1500 Unit dengan harga
$3,80/unit
Penggunaan aktual 1350 Unit
Penggunaan standar 1020 Unit dengan harga
$4,00/unit

Tenaga kerja:
Jam aktual 310 Jam dengan tarif
$12,20/jam
Jam standar 340 Jam dengan tarif
$12,00/jam

Diminta: Hitung varians-varians berikut ini, dan indikasikan apakah varians tersebut
menguntungkan atau idak menguntungkan:
a. Varians harga pembelian bahan baku, varians harga penggunaan bahan baku,
dan varians kuantitas.
b. Varians tarif dan efisiensi tenaga kerja.

Jawab:
Varians pembelian bahan baku
Kuantitas x harga per unit = Jumlah
Kuantitas aktual yang dibeli.... 1.500 3,80 = $5.700
Kuantitas aktual yang dibeli…. 1.500 4 = 6.000
Varians harga pembelian bahan baku… 1.500 0,20 = $ ( 300)
(menguntungkan)

Varians harga penggunaan bahan baku


Kuantitas x harga per unit = Jumlah
Kuantitas aktual yang digunakan.... 1.350 3,80 = $5.130
Kuantitas aktual yang digunakan …. 1.350 4 = 5.400
Varians harga penggunaan bahan baku… 1.350 0,20 = $ ( 270)
(menguntungkan)

Varians kuantitas
Kuantitas x harga per unit = Jumlah
Kuantitas aktual yang digunakan.... 1.350 4 = $5.400
Kuantitas standar yang digunakan …. 1.020 4 = 4.080
Varians kuantitas bahan baku… 330 4 = $ (1.320)
(tidak menguntungkan)

Varians tarif tenaga kerja


Jam x Tarif = Jumlah
Jam aktual yang digunakan…. 310 12,20 aktual = $3.782
Jam aktual yang digunakan…. 310 12 standar = 3.720
Varians tarif tenaga kerja…… 310 0,20 = $ 62
(tidak menguntungkan)
Varians efisensi tenaga kerja
Jam x Tarif = Jumlah
Jam aktual yang digunakan 310 12 standar = $3.720
Jam standar yang digunakan 340 12 standar = 4.080
Varians efisiensi tenaga kerja (30) 12 = $ (360)
(menguntungkan)

18. Analisis varians overhead pabrik; metode dua varians. Kapasitas normal departemen
perakitan Edwin Company adalah 14.000 jam mesin per bulan.
Pada kapasitas normal, tarif overhead pabrik standar adalah sebesar $16,50 per jam
mesin, berdasarkan $98.000 biaya tetap yang dianggarkan per bulan dan tarif biaya
variabel sebesar 5.50 per jam mesin. Selama bulan April, departemen tersebut
beoperasi pada 13.500 jam mesin, dengan overhead pabrik actual sebesar $167.000.
Jumlah dari jam mesin standar yang diperbolehkan untuk produksi yang dicapai secara
actual adalah 12.000.

Diminta: hitung varians overhead pabrik keseluruhan dan kemudian uraikan menjadi
varians terkendali dan varians volume. Indikasikan apakah varians tersebut
menguntungkan atau tidak menguntungkan.

Overhead pabrik aktual……………………………………………… $167.000


Kelonggaran anggaran berdasarkan jam standar
yang diperbolehkan…………………………………………………..
Overhead pabrik varibel (14.000 x 5,50)………………. $77.000
Overhead pabrik yang tetap digunakan……………….. $98.000 $175.000
Varians terkendali……………………………………………….. 8.000
(tidak menguntungkan)

Kelonggaran anggaran berdasarkan jam standar


yang diperbolehkan…………………………………………………. $164.000
Overhead pabrik harga standar (14.000 x 11)…………. 154.000
Varians volume……………………………………………………….. $(10.000) (menguntungkan)

Varians terkendali…………………………………………………… $ 8.000


Varians volume………………………………………………………. $(10.000)
Varians overhead pabrik keseluruhan……………………. $ (2.000) (menguntungkan)

19. Analisis varians bahan baku. Biaya standar per unit dari Hengky Company untuk bahan
baku M-13 adalah sebesar $12,50 per pon. Selama bulan tersebut,
$6.500 pon M-13 dibeli dengan total biaya sebesar $65.345. Selain itu, $5.000 pon M-13
digunakan selama bulan tersebut ; tetapi kuantitas standar yang diperbolehkan untuk
produksi actual adalah sebesar 3.900 pon.

Diminta: Hitung varians harga pembelian bahan baku, varians harga penggunaan bahan
baku, dan kuantitas , serta indikasikan apakah varians tersebut menguntungkan atau
tidak menguntungkan.
Jawab:
Varians pembelian bahan baku
Kuantitas x harga per unit = Jumlah
Kuantitas aktual yang dibeli.... 6.500 10,05 = $65.345
Kuantitas aktual yang dibeli…. 6.500 12,50 = 81.250
Varians harga pembelian bahan baku… 6.500 0,20 = $(15.905)
(menguntungkan)

Varians harga penggunaan bahan baku


Kuantitas x harga per unit = Jumlah
Kuantitas aktual yang digunakan.... 5.000 10,05 = $50.250
Kuantitas aktual yang digunakan …. 5.000 12,50 = 62.500
Varians harga penggunaan bahan baku… 1.350 0,20 = $ (12.250)
(menguntungkan)

Varians kuantitas
Kuantitas x harga per unit = Jumlah
Kuantitas aktual yang digunakan.... 5.000 12,50 = $62.500
Kuantitas standar yang digunakan …. 3.900 12,50 = 48.750
Varians kuantitas bahan baku… 330 4 = $ (13.750)
(menguntungkan)

20. Analisis varians overhead pabrik; metode tiga varians. Kapasitas normal departemen
pemotongan Bronok Company adalah 6.500 jam mesin per bulan. Pada kapasitas
normal, tarif overhead pabrik standar adalah sebesar $26,80 per jam mesin,
berdasarkan $87.500 biaya tetap yang dianggarkan per bulan dan tarif biaya variabel
sebesar $5,90 per jam mesin. Selama bulan Juli, departemen tersebut beroperasi pada
4.500 jam mesin, dengan overhead pabrik actual sebesar $121.000. Jumlah dari jam
mesin standar yang diperbolehkan untuk produksi yang dicapai secara actual adalah
4.300

Diminta: Hitung varians overhead pabrik keseluruhan dan varians pengeluaran, varians
efisiensi variable, serta varians volume. Indikasikan apakah varians tersebut
menguntungkan atau tidak menguntungkan.
Jawab:
Overhead pabrik aktual……………………………………………. $121.000
Kelonggaran anggaran berdasarkan jam aktual
Overhead pabrik variabel(4.300 x 5,90)………………. 25.370
Overhead pabrik tetap yang dianggarkan……………. 87.500 $112.870
Varians pengeluaran……………………………………………….. 8.130
(tidak menguntungkan)
Kelonggaran anggaran berdasarkan jam aktual
Yang digunakan…………………………………………………….. $112.870
Kelonggaran anggaran berdasarkan pada jam
Standar yang diperbolehkan…………………………………. $125.850
Varians efisien variabel………………………………………… $(12.980) (menguntungkan)

Jam aktual yang digunakan…………………………………... $ 4.300


Jam standar yang diperbolehlan untuk unit aktual.. $ 6.500
Jam kapasitas yang tidak digunakan secara efisien.. $(2.200)
Tarif overhead pabrik tetap………………………………….. x 5,90
Varians volume……………………………………………………. $(12.980 ) (menguntungkan)

Varians pengeluaran……………………………………………. $8.130


Varians efisien variabel……………………………………….. $(12.980)
Varians volume………………………………………………………$(48.350)
Varians overhead pabrik keseluruhan…………………… $(53.200) (menguntungkan)

Anda mungkin juga menyukai