Anda di halaman 1dari 7

CRITICAL JOURNAL RIVIEW

Pendidikan Nilai-Moral Melalui Pembelajaran Pantun pada


Siswa Sekolah Dasar

Disusun Oleh:

Nama : Putri Yudha Pasegas Br Harahap


Nim : 1181111009
No. Absen : 08
Kelas : PGSD Reg-A 2018
Dosen : Sugianto, M.Ag
Mata Kuliah : Pendidikan Budi Pekerti

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH yang maha esa karna berkat rahmat dan hidayahnyalah
saya dapat menyususn CJR ini dengan sebaik mungkin dan sesempurna mungkin. Salawat
dan salam tidak lupa saya ucapkan keruh junjungan kita nabi besar Muhammad SAW karna
safaat beliulah yang sangat kita harapkan mulai dari dunia ini terutama akhirat kelak. Dan
tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih pada dosen mata kuliah pendidikan Budi Pekerti
yang telah mempercayakan saya dalam mengerjakan tugas ini.
CJR ini masih sangat jauh dari kata sempurna jadi bagi para pembaca dan para penilai
saya sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun yang dapat membuat saya
lebih mahir kedepannya dalam pembuatan CJR yang akan datang. Semoga CJR ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 04 April 2021

Penulis
Putri Yudha Pasegas Br Harahap
IDENTITAS JURNAL

Judul Pendidikan Nilai-Moral Melalui Pembelajaran Pantun pada Siswa Sekolah


Dasar
ISSN 1829-7935
Volume dan Vol. 9 No. 2 Halaman . 103-108
Halaman
Tahun Oktober 2016
Penulis Deny Camalia, Wahid Khoirul Ikhwan, Mujtahidin
Reviewer Putri Yudha Pasegas Br Harahap
Tanggal 04 April 2021
Jurnal Jurnal pamator
REVIEW JURNAL

Tujuan mendeskripsikan pembelajaran pantun pada mata pelajaran Bahasa


penelitian Indonesia dalam nenanamkan nilai moral di kelas IV SDN Bangselok 1
Sumenep.
Subjek Siswa kelas IV SDN Bangselok 1 Sumenep.
penelitian
Teknik Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pengumpulan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
data
Metode kualitatif deskriptif
penelitian
Hasil Pemahaman Guru tentang Penanaman Moral
pembahasan Penanaman nilai moral perlu diberikan kepada siswa dalam proses
pembelajaran di sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk mengimbangi
pengetahuan kognitif siswa yang paling dominan diberikan dengan
kemampuan afektif dan psikomotoriknya. Pentingnya pembelajaran nilai
moral di sekolah dimaksudkan agar siswa memiliki perilaku yang baik dan
bermoral. Guru saat pembelajaran pantun siswa juga diajarkan tentang sopan
santun supaya siswa memiliki etika baik, akhlak yang baik, dan sopan santun
pada setiap orang. Tujuan dari penanaman nilai moral dalam pembelajaran
pantun yaitu untuk mengajak siswa agar mampu berperilaku yang baik.
Manfaat dari penanaman nilai moral dalam pembelajaran pantun siswa
mengetahui mana perilaku yang baik dan yang tidak baik serta guru perlu
menjadi teladan yang baik bagi siswa sebab siswa SD masih dalam tahap
meniru atau mencontoh apa yang dilihat. Penyampaian nilai moral yang
terkandung dalam isi pantun dilakukan secara berulangulang untuk
memberikan penekanan sebagai bentuk penguatan positif dari nilai moral
yang yang terkandung dalam isi pantun. Guru pernah menyajikan konflik
moral (permasalahan) saat pembelajaran pantun melalui cerita yang
dikembangkan dari isi pantun.

SDN Bangselok 1 berusaha manamkan nilai moral dalam setiap kegiatan


baik itu kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler yang dilakukan
secara terintegrasi. Usaha tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
yang tercantum dalam GBHN dan tujuan kelembagaan sekolah serta tujuan
pendidikan moral, maka pendidikan moral di indonesia dapat dirumuskan
sebagai berikut. Pendidikan moral adalah suatu program pendidikan
(sekolah dan luar sekolah) yang mengorganisasikan dan menyederhanakan
sumber-sumber moral.

Langkah-Langkah Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Pantun

Pelaksanaan pembelajaraan pantun berkaitan dengan penanaman nilai moral


dilakukan berdasarkan langkah-langkah pembelajaran pada umumnya sep-
erti kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berikut
langkah-langkah pembelajaran pantun dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia berkaitan dengan penanaman nilai moral di kelas IV SDN
Bangselok 1 Sumenep yang telah dilakukan secara sistematis dan terlihat
selama proses observasi.

Hasil penelitian menunjukan (1) pembelajaran pantun berkaitan


menggunakan metode ekspositori divariasikan dengan tanya jawab,
penugasan, serta problem solving; (2) Nilai yang muncul diantaranya adalah
demokratis (berpikir logis), kerja keras, religius, jujur, tanggung jawab,
mandiri, kreatif, bersahabat/berkomunikasi dan gemar membaca; dan (3)
upaya mengatasi kendala pembelajaran pantun dalam menanamankan nilai
dengan cara mengelola interaksi antara siswa, media dan strategi
pembelajaran.
Kelebihan Jurnal ini menggunakan 2 bahasa dalam abstraknya yaitu bahasa inggris dan
bahasa Indonesia, selain itu identitas jurnal sudah lengkap dan jelas, bagian–
bagian dari isi jurnalnya juga mudah untuk ditentukan seperti tujuan,
metode, teknik pengumpulan datanya, subjek penelitiannya, semua
dipaparkan dengan jelas. Pembahasan dan hasil penelitoannya mudah
dipahami atau dimengerti.
Kekurangan Jurnal yang diriview sudah baik namun masih ada yang harus dilengkapi
dan diperbaiki lagi baik dari segi gaya penulisan, isi dari pembahasannya
yang mungkin kurang baik, akan lebih baik jika hasil penelitian yang
diperolehnya dijelaskan dengan gambar atau contoh lainnya.
Kesimpulan Simpulan dari penelitian ini diantaranya adalah; (1) Guru memahami
keberadaan pantun sebagai budaya Indonesia berbentuk sastra lama yang
penting untuk diajarkan. Guru memahami pentingnya penanaman nilai
moral dalam pembelajaran supaya siswa mengetahui mana perilaku baik dan
perilaku yang tidak baik. Pemahaman guru mengenai pembelajaran pantun
dan pentingnya penanaman nilai moral diaplikasikan pada kegiatan
pembelajaran pantun dengan strategi penanaman nilai moral yang dilak-
sanakan melalui langkah-langkah penjelasan, pengaitan makna pantun
dengan nilai moral, penekanan pemahaman, pengulangan, refleksi,
pemberian tugas. Langkahlangkah tersebut menunjukan bahwa
pembelajaran yang dilakukan oleh guru menggunakan metode pembelajaran
ekspositori yang divariasikan dengan tanya jawab, penugasan, dan problem
solving. (2) Nilai-nilai yang muncul selama proses pembelajaran dan yang
terkandung dalam pantun yang telah dipelajari oleh siswa diantaranya adalah
demokratis (berpikir logis), kerja keras, religius, jujur, tanggung jawab,
mandiri, kreatif, bersahabat/berkomunikasi, peduli sosial, dan gemar
membaca. (3) Upaya mengatasi kendala pembelajaran pantun dalam
penanaman nilai seperti kesulitan dalam mengintegrasikan nilai moral dalam
pembelajaran pantun dan menyerasikan nilai moral yang akan disampaikan,
kendala waktu, kendala media, kendala personalia (pribadi), kendala biaya
diatasi dengan cara mengelola interaksi antara siswa, media dan strategi
yang sudah ada, mengatur dan mengkomunikasikan komponen-komponen
pembelajaran dengan baik. Kegiatan supervisi juga dilakukan sebagai
bentuk upaya dalam mengatasi kendala atau hambatan dalam menanamkan
nilai moral baik di kegiatan akademik maupun non akademik.
Saran Saran yang dapat saya berikan terutama kepada peneliti agar lebih baik lagi
dalam meneliti dan menghasilkan karya atau penelitian yang efisien dan
lengkap. Kepada sekolah Seharusnya pembelajaran yang diberikan kepada
siswa SD adalah pembelajaran yang lebih mengutamakan proses belajar,
yaitu melibatkan siswa agar lebih aktif dalam belajar. Kemudian siswa perlu
diberikan model-model pembelajaran yang bervariasi agar proses
pembelajaran lebih menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan dalam
belajar dan dapat mendukung siswa untuk terlibat dalam pembelajaran yang
lebih nyaman dan rileks. Selain itu, guru perlu mengembangkan model
pembelajaran yang dapat memberikan nilai positif dalam meningkatkan
aktivitas belajar siswa, seperti model pembelajaran yang diterapkan oleh
peneliti.
Referensi Deny C, Wahid K I, Mujtahidin 2016. Pendidikan Nilai-Moral Melalui
Pembelajaran Pantun pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal pamator.

Anda mungkin juga menyukai