Anda di halaman 1dari 3

Nama : Try Ananda Silitonga

NIM : 041479623
Mata kuliah : Akuntansi Menengah
Kelas : 22

Tugas 2 Akuntansi Menengah

1. PT. Basko, memproduksi dan mendistribusikan peralatan-peralata kapal. Data tahun fiskal yang berakhir
31 Januari 2018 adalah :
Beban administratif ...............................................................Rp. 46.750.000
Harga Pokok Penjualan .........................................................Rp. 720.000.000
Pengaruh kumulaif perubahan metode penyusutan atas
Tahun sebelumnya (penurunan laba) .....................................Rp. 60.000.000
Keuntungan dari pengapkiran tanah (pos-os luar biasa).........Rp. 47.750.000
Pengurangan pajak penghasilan yang berhubungan dengan
Perubahan metode penyusutan................................................Rp. 19.200.000
Pajak penghasilan yang berhungan dengan keuntungan
Pengapkiran tanah....................................................................Rp. 8.750.000
Pengurangan pajak yang berhubungan dengan kerugian dari
Operasi yang dihentikan .........................................................Rp. 86.650.000
Pajak penghasilan yang berhubungan dengan laba biasa........Rp.106.200.000
Kerugian dari operasi yang dihentikan....................................Rp.115.500.000
Penjualan ................................................................................Rp.986.000.000
Beban Penjualan .....................................................................Rp. 66.000.000
Diminta :
Buatlah laporan laba-rugi bertahap untuk PT. Basko, termasuk analisis laba per sahamnya. Terdapat
20.000 lembar saham biasa bernilai nominal Rp. 10.000 yang beredar sepanjang tahun.
2. Perusahaan menggunakan metode saldo menurun ganda untuk memperhitungkan beban
penyusutannya. Pada tanggal 1 Januari 2012 perusahaan membeli satu set perabot dengan harga
perolehan Rp 4.000.000. Nilai sisa ditaksir Rp 500.000 dan umur ekonomis 4 tahun. Berdasarkan data ini
maka buatlah tabel penyusutan perabot tersebut.
3. Perusahaan menggunakan metode jam jasa untuk memperhitungkan beban penyusutannya. Pada
tanggal 1 januari 2012 perusahaan membeli mesin dengan harga perolehan Rp 15.000.000. Mesin
tersebut ditaksir dapat digunakan selama 15.000 jam dan mempunyai nilai sisa Rp 3.000.000. Lama
penggunaan mesin sbb : Tahun 1 selama 3.500 jam; Tahun 2 selama 3.300 jam; Tahun 3 selama 3.000
jam; Tahun 4 selama 2.800 jam; Tahun 5 selama 2.400 jam. Berdasarkan data ini buatlah tabel
penyusutan mesin.
Jawab :
1. Laporan Laba-Rugi PT BAKSO
Pendapatan Penjualan
Penjualan 986.000.000

Harga Pokok Penjualan


Harga Pokok Penjualan (720.000.000)

Laba Kotor 266.000.000

Beban Operasi
Beban Penjualan (66.000.000)
Beban Administrasi (46.750.000)
Total Beban Operasi (112.750.000)

Laba Operasi 153.250.000

Pendapatan dan Keuntungan Lain-lain


Keuntungan dari pengapkiran tanah (pos-pos luar biasa) 47.750.000
Pengaruh kumulaif perubahan metode penyusutan atas
60.000.000
Tahun sebelumnya (penurunan laba)
Total Pendapatan dan Keuntungan Lain-lain 107.750.000

Beban dan Kerugian Lain-lain


Kerugian dari operasi yang dihentikan (115.500.000)

Laba Sebelum Pajak 145.500.000

Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan yang berhubungan dengan laba biasa (106.200.000)
Pajak penghasilan yang berhubungan dengan
(8.750.000)
keuntungan Pengapkiran tanah
Pengurangan pajak penghasilan yang berhubungan
19.200.000
dengan Perubahan metode penyusutan
Pengurangan pajak yang berhubungan dengan kerugian
86.650.000
dari Operasi yang dihentikan
Total Pajak Penghasilan (9.100.000)

Laba Bersil Setelah Pajak 136.400.000

Earning per share (EPS) atau laba per share merupakan bagian dari laba perusahaan yang dialokasikan
untuk tiap saham yang beredar. Fungsinya yaitu sebagai indikator kesehatan keuangan perusahaan.
Artinya, laba per saham perusahaan merupakan bagian dari laba bersih perusahaan yang akan diperoleh
per saham, apabila semua keuntungannya dibayarkan pada pemegang saham.
EPS biasanya digunakan oleh analis dan pedagang untuk membangun kekuatan keuangan perusahaan,
dan kerap dianggap sebagai salah satu variabel penting dalam menentukan nilai saham.

EPS dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:


EPS = (Laba bersih – Deviden pilihan) / Rata-rata saham biasa yang beredar.
= (Rp 136.400.000 – *Rp 0) / 20.000
= Rp 6.820
Jadi, Laba per Saham PT. Bakso adalah sebesar Rp 6.820

2. Tarif Persentase saldo menurun ganda adalah


= 2 x (Beban Penyusutan per-Tahun : Harga Perolehan) x 100%
*Beban Penyusutan per-Tahun = Harga perolehan : Umur Ekonomis
= Rp 4.000.000 : 4
= Rp 1.000.000
= 2 x (Rp 1.000.000 : Rp 4.000.000) x 100%
= 2 x 0.25 x 100%
=50%

Akumulasi Nilai buku saldo


Tahun Beban Penyusutan
Penyusutan menurun ganda
1 Jan 2012 - - 4.000.000
31 Des 2012 50% x Rp 4.000.000 = Rp 2.000.000 2.000.000 2.000.000
31 Des 2013 50% x Rp 2.000.000 = Rp 1.000.000 3.000.000 1.000.000
31 Des 2014 50% x Rp 1.000.000 = Rp 500.000 3.500.000 500.000
31 Des 2015 50% x Rp 500.000 = Rp 250.000 3,750,000 250.000

Untuk metode ini, nilai sisa pada 31 Des 2015 adalah Rp 250.000 tidak sama dengan nilai sisa yang
ditaksir semula, yaitu Rp 500.000,

3. Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai sisa)/Taksiran jumlah jam jasa


= (Rp 15.000.000 – Rp 3.000.000)/15.000
= Rp 800/ jam
Jam Tarif / Nilai Akumulasi Nilai buku pada
Tahun Harga Pokok
Operasi Jam Penyusutan Penyusutan akhir tahun
2012 15,000,000 3,500 800 2,800,000 2,800,000 12,200,000
2013 15,000,000 3,300 800 2,640,000 5,440,000 9,560,000
2014 15,000,000 3,000 800 2,400,000 7,840,000 7,160,000
2015 15,000,000 2,800 800 2,240,000 10,080,000 4,920,000
2016 15,000,000 2,400 800 1,920,000 12,000,000 3,000,000
Total 15,000