Anda di halaman 1dari 20

Prodi Ners S1 Keperawatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

KAJIAN KEPERAWATAN ANAK

Nama Mahasiswa yang mengkaji: Kelompok


NIM :

Unit : R. Pediatrik Tanggal Pengkajian : 08/03/2021


Ruang / Kamar : 201 Waktu Pengkaji :15.00- 16.00
Tgl. Masuk RS : 07/03/2021 Auto Anamnese :
Allo Anamnese :

I. IDENTIFIKASI
A. KLIEN
Nama Initial : An. A
Nama Panggilan : An. A
Tempat/tgl. lahir(umur) : Jakarta, 04 april 2020
Jenis Kelamin : VV Laki-laki Perempuan
Anak ke : 3
Agama : Islam
Warga Negara : V Indonesia Asing
Bahasa yang digunakan : Indonesia
Pendidikan : belum sekolah
Alamat rumah : Jalan Cengkareng Indah No 43.

B. ORANG TUA/PENANGGUNG JAWAB


Ayah Ibu
Nama (Initial) Tn. A Ny. M
Umur 42 tahun 30 tahun
Agama/Suku Islam/Betawi Islam/Betawi
Kebangsaan Indonesia Indonesia
Pendidikan Sma Smp
Pekerjaan Wiraswasta IRT
Alamat rumah Jakarta Jakarta
Alamat kantor - -

II. DATA MEDIK

A. Dikirim oleh : VV UGD Dokter Praktek

B. Diagnosa Medik :
TB Paru
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Saat masuk

Saat pengkajian TB paru

III.KEADAAN UMUM

A. Keadaan sakit :

Alasan : Ayah A 42 tahun membawa anak, A (11 bulan)datang ke IGD RS. X


dengan keluhan adanya batuk-batuk dan ada dahaknya tapi sulit keluarkan,
Keluhan dirasakan sejak 1 bulan ini. Keluhan batuknya disertai dengan
adanya demam pada anak suhu mencapai 38.8, Ayah M sering
mengatakan anaknya terlihat berkeringat dingin walaupun tidak
melakukan aktivitas apapun, dan tampak lemah jika beraktivitas.
B. Tanda –tanda vital

1. Kesadaran

Kualitatif:
V Compos mentis Apatis
Somnolens Soporocomatous Coma
Kuantitatif :

Skala Coma Glasgow


Respon Motorik :6
Respon Bicara :5
Respon Membuka Mata :4 + Jumlah : 15
Kesimpulan : Sadar penuh

Flapping Tremor/Asterixis : Negatif


2. Tekanan darah :

MAP :
Kesimpulan: perfusi ke ginjal adekuat
3. Suhu : 38,4 0C Axillar

4. Nadi : 110 x /menit, Teratur, penuh


Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

5. Pernapasan : 25 x/menit

Irama : Teratur
Jenis : Dada
C. Pengukuran
Panjang /Tinggi Badan : 65 cm
Berat Badan : 7.3 kg
Kesimpulan : Anak terlihat kurus dari anak seusianya
Status Gizi pasien : berat badan acktual / berat badan ideal x 100%
Interpretasi status gizi : 7.3 kg / 9 kg x 100% = 0.81 % malnutrisi sedang

D. GENOGRAM

Keterangan:

: anggota keluarga yang pernah menderita sakit TB (IBU)

: PASIEN
Pasien tinggal satu rumah dengan ibu yang mengalami TBC
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

IV. PENGKAJIAN POLA KESEHATAN

A. KAJIAN PERSEPSI KESEHATAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN

 Riwayat Prenatal

Ayah mengatakan tidak ada keluhan saat istrinya hamil, anak lahir SC atas indikasi
panggul sempit, hamil 38 minggu.Saat lahir berat badan anak 2200 gr dan panjang
badan 47 cm,
Vaksinasi : Ayah mengatakan anak sudah mendapatkan vaksinasi lengkap (BCG,

DPT, Campak, Polio dan Hepatitis B )

 Riwayat Kelahiran:

Kehamilan cukup bulan, anak lahir SC atas indikasi panggul sempit, hamil 38 minggu
Ditolong oleh dokter lahir berat badan anak 2200 gr dan panjang badan 47 cm, Apgar
Score 9/10

 Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan:

Ayah mengatakan anaknya :

o Miring 5 bulan, tengkurap 5 bulan, dan merangkak 8 bulan.

o Sosial emosional :minum dari gelas, dapat mengungkapkan lapar dan haus,
bermain bola bisa melemparkan ke depan.

o Motorik halus : anak dapat menumpuk kubus

o Motoric kasar : anak dapat berdiri, berjalan dan melompat

o Bahasa : anak belum bisa merangkai kata dengan jelas.


Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

 Riwayat penyakit yang pernah dialami

(Sakit berat, dirawat, kecelakaan, operasi, transfusi, reaksi alergi)


Kapan Catatan
-
Kapan Catatan
-
Kapan Catatan
.............................................
.............................................
.............................................

1. Data Subyektif

Keadaan sebelum sakit :


Ayah pasien mengatakan 2 tahun lalu ibunya mengalami sakit TB dan sudah
pengobatan selama 6 bulan, namun setelah pengobatan ibunya tidak control ulang ke
dokter untuk memastikan apakah benar benar sembuh sakit TB nya. Pasien sebelum
sakit bisa beraktivitas biasa dan bermain dirumah bersama kedua kakaknya.

Keadaan sejak sakit :


Pasien tinggal dengan perokok aktif dalam satu rumah, Bapak A adalah seorang
perokok berat sejak 10 tahun yang lalu. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 2
bungkus rokok. Pasien tinggal dengan Ibu yang pernag menderita TB paru, tetapi
sudah pernah pengobatan selama 6 bulan namun tidak control ulang setelah
pengobatan.

2. Data Obyektif
a. Observasi
i. Kebersihan rambut : rambut bersih, sedikit berminyak
ii. Kulit kepala : kulit kepala tampak sedikit berminyak
iii. Kebersihan kulit : kulit bersih, turgor kulit tidak elastis
iv. Higiene rongga mulut : mulut bersih, mukosa tamoak kering
v. Kebersihan genitalia : preposium penis bersih, tidak ada phimosis
vi. Kebersihan anus : tidak ada luka, tidak ada hemoroid
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Tanda/scar vaksinasi : BCG di paha kanan

B. KAJIAN POLA NUTRISI METABOLIK

1. Data Subyektif

a. Keadaan sebelum sakit :


Ayah mengatakan Anak nafsu makan kurang, semenjak 2 bulan ini, berat badan nya
tidak naik naik.
b. Keadaan sejak sakit :
Ayah pasien mengatakan anak nya tidak mau makan, berat badan nya turun selama 1
bulan terakhir. Ayah pasien mengatakan anaknya mengalami demam naik turun
selama 2 minggu ini.

2. Data Obyektif

a. Observasi : anak tampak kurus, lemas, Suhu 38,8 0C, BB 7.3 kg

b. Pemeriksaan Fisik

Keadaan rambut : rambut tampak kering


Hidrasi kulit : turgor kulit tidak elastis
Palpebrae : palpebra tidak tampak oedem
Sclera : sklera tidak ikterik
Hidung : septum lurus, tidak ada polip
Rongga mulut : bersih, mukosa kering
Geligi : normal, tidak berlubang
Kemampuan mengunyah keras:baik
Lidah : tampak kotor
Kelenjar getah bening leher: terdapat pembesaran KGB leher kanan
Kelenjar parotis : terdapat pembesaran kelenjar parotis
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Abdomen
Inspeksi : Bentuk : buncit
Bayangan vena : tidak tampak
Benjolan/massa : tidak ada
Auskultasi : Peristaltik 16x / menit
Palpasi : Tanda nyeri umum
Massa : tidak ada masa
Hidrasi kulit : turgor kulit kering
Nyeri tekan : tidak ada
Hepar : tidak ada pembesaran
Lien : tidak ada pembesaran
Perkusi : Tymphani
Ascites : tidak ada
Kelenjar limfe inguinal
Kulit :
Turgor kulit tidak eleastis

c. Pemeriksaan Diagnostik

Laboratorium
Hasil pemeriksaan albumin 2,1 mg/dl, hb 8,8 gr/dl, leukosit 17.000/uL
d. Terapi
Ondansentron

C. KAJIAN POLA ELIMINASI

1. Data Subyektif
a. Keadaan sebelum sakit : Ayah pasien mengatakan tidak ada masalah dengan BAK
dan BAB pasien
b. Keadaan sejak sakit :
Ayah pasien mengatakan anak BAB nya cenderung lembek , tapi tidak mencret, BAK
normal
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

2. Data Obyektif
a. Observasi : BAK ½ pempers sudah diganti

b. Pemeriksaan Fisik

Peristaltik usus 16 x / menit


Palpasi suprapubika : kosong
Nyeri ketuk ginjal : Kiri :Negatif
Kanan :Negatif
Mulut urethra: bersih
Kulit : bersih, turgor kulit tidak elastis
Anus : Peradangan :Negatif
Fissura :Negatif
Hemaroid :Negatif
Prolapsus recti :Negatif
Fistula ani :Negatif
Masa tumor :Negatif

c. Pemeriksaan Diagnostik

Laboratorium Lain-lain
d. Terapi

D. KAJIAN POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN

1. Data Subyektif
a. Keadaan sebelum sakit :
Ayah pasien mengatakan anaknya batuk sudah 2 bulan
b. Keadaan sejak sakit :
Ayah pasien mengatakan anaknya masih batuk, batuknya cenderung kering,
dahak nya tidak bisa keluar.
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

2. Data Obyektif

a. Observasi

Anak tampak lemas , berbaring di tempat tidur

Aktivitas Harian : 0 : Mandiri


Makan : 4
1 : Bantuan dengan alat
Mandi : 4
Berpakaian : 4 2 : Bantuan orang
Kerapian : 4 3 : Bantuan orang dan alat
Buang air besar :4
4 : Bantuan penuh
Buang air kecil :4
Mobilasasi :4
Mobilisasi di tempat tidur
Ambulasi : tempat tidur

b. Pemeriksaan Fisik

JVP : 5 – 2 cm. H2O


Perfusi pembuluh perifer kuku: CRT > 3 detik
 Thorax dan Pernapasan

Inspeksi : Bentuk thorax : Normal datar


: Stridor : Negatif
: Dyspnea d’Effort : Positif
: Cyanosis : Positif
Palpasi : Vocal fremitus: lemah
Perkusi : Redup
Batas paru hepar : ICS 5 dada kanan
Kesimpulan : normal
Auskultasi : Suara napas :
Suara ucapan :
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Suara tambahan : Ronkhi di kedua lapang paru


 Jantung :
Inspeksi : Ictus Cordis
Palpasi : Ictus Cordis
HR : 110 x / menit
Thrill : Negatif
Perkusi : Batas atas jantung :
Batas kanan jantung :
Batas kiri jantung :
Auskultasi : Bunyi jantung II A : tunggal
Bunyi jantung II P : tunggal
Bunyi jantung I T : tunggal
Bunyi jantung I M : tunggal
Bunyi jantung III irama Gallop :Negatif
Murmur : Negatif

 Lengan dan Tungkai :

Atrofi otot : Negatif


Rentang Gerak : bebas
Kaku sendi : tidak ada
Mati sendi tidak ada
Uji kekuatan otot
Kiri 5 Kanan 5
0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5
Reflex Fisiologik :
Tidak terkaji
Reflex Patologik : Babinski, Kiri Negatif
Kanan Negatif
Clubing jari-jari : Negatif
Varices : Negatif
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

 Columna Vertabralis

Inspeksi : Kelainan bentuk : normal


Palpasi : Negatif :
Kaku kuduk : negatif

c. Pemeriksaan Diagnostik

Laboratorium

Lain-lain
Foto toraks sugestif TB
d. Terapi

E. KAJIAN POLA TIDUR DAN ISTIRAHAT

1. Data Subyektif
a. Keadaan sebelum sakit :
Ayah pasien mengatakan anak cenderung rewel karena batuk
b. Keadaan sejak sakit :
Ayah pasien mengatakan selama dirumah sakit anak tidak bisa tidur, rewel, badan nya
panas, masih sering batuk dan berkeringat di malam hari
2. Data Obyektif
a. Observasi
Pasien tampak sering tertidur
b. Terapi
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

F. KAJIAN POLA KOGNITIF SENSORI

1. Data Subyektif
a. Keadaan sebelum sakit :
Ayah pasien mengatakan masih belum dapat berbicara, anak cenderung diam dan
terlihat lemas, kurang aktif.
Keadaan sejak sakit :
Ayah pasien mengatakan semenjak sakit anaknya cenderung menangis karena batuk
dan demam
2. Data Obyektif
a. Observasi
Saat pengkajian pasien tampak takut untuk berkomunikasi dengan perawat.....
b. Pemeriksaan Fisik
Kelainan bawaan yang nyata :............................................................................
Abdomen : Bentuk :
Bayangan vena :
Benjolan massa : ..........................................................................

G. KAJIAN MEKANISME COPING DAN TOLERANSI TERHADAP


STRESS

1. Data Subyektif
a. Keadaan sebelum sakit :
Ayah pasien mengatakan pasien sebelum sakit jarang rewel, jika mengalami sakit
menangis sewajarnya.
b. Keadaan sejak sakit :
Ayah pasien mengatakan semenjak sakit anak lebih rewel, lebih terlihat lemas dan
takut dengan perawat yang merawat nya karena takut disuntik.
2. Data Obyektif
a. Observasi
Pasien tampak cemas, anak menangis saat perawat datang hendak memberikan tindakan.
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Tanda Tangan Mahasiswa yang Mengkaji

( Hanis, Mastika, Lina, Onih )


RESUME KASUS
Pasien An. A didiagnosis TB paru, pasien ini mengalami TB paru. Factor predisposisi dari
kekambuhan penyakit tb dari pasien An. A ini adalah tinggal dengan anggota keluarga yang
pernah mengalami TbC adalah ibunya, orang tua laki laki perokok berat aktif. Pasien An. A
sudah mendapatkan imunisasi lengkap sesuai tahapan usianya. Hal yang memperburuk dari
kondisi pasien untuk terkena TB adalah status nutrisi yang rendah (Malnutrisi sedang), hal
tersebut diketahui dari hasil pengukuran berat badan actual dibanding dengan berat badan ideal,
Pasien An. A sudah mengalami kondisi klinis yang membuat orang tua membawa nya ke rumah
sakit yaitu batuk dan ada dahaknya kurang lebih sudah 2 bulan, demam dengan suhu 38,8 0C
selama 2 minggu. Setelah dilakukan tes diagnostic uji tuberculin yang hasil indurasi > 10cm,
hasil hasil rontgen menunjukkan sugestif TB paru, maka dinyatakan diagnose tegak anak S
adalah Tb Paru aktif. Dari hasil pengkajian keperawatan ditemukan 5 masalah keperawatan yang
nantinya akan diselesaikan dengan memprioritas 3 masalah utama yaitu bersihan jalan nafas,
hipertermia dan masalah deficit nutrisi. Bersihan jalan nafas menjadi prioritas pertama
dikarenakan urgensi dari masalah ini yang mengancam kselamatan pasien. Kemudian
hipertermia menjadi prioritas kedua dikarenakan proses penyakit yang terjadi bisa
mengakibatkan perubahan termoregulasi tubuh, ditambah lagi pasien mempunyai riwayat kejang,
jika permasalahan kenaikan suhu tidak diatasi akan mengakibatkan pasien mengalami kejang
berikutnya. Kemudian prioritas yang ketiga adalah masalah deficit nutrisi, hal ini dihubungkan
dengan status nutrisi pasien yang mengalami mal nutrisi, sehingga diharapkan dengan perbaikan
nutrisi dapat mempercepat proses kesembuhan dan memperbaiki prognosis dari penyakit yang
diderita. untuk mendukung perawatan pasca hospitalisasi, perlu diberikan edukasi yang baik
terhadap keluarga yang nantinya akan merawat pasien dirumah. Edukasi nantinya
menitikberatkan pada peningkatan PHBS dikeluarga, perbaikan status gizi, kepatuhan minum
obat dan control teratur sebagai evaluasi dan tolat ukur kesembuhan dari medis.
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

ANALISIS DATA

No DATA ETIOLOGI MASALAH


1 Data Subyektif: Proses infeksi Bersihan jalan nafas
Ayah pasien mengatakan tidak efektif
anaknya masih batuk,
batuknya cenderung kering,
dahak nya sulit untuk bisa
dikeluarkan.

Data Obyektif:
Pasien tampak ada upaya
untuk bernafas, RR 32
x/menit, suara nafas
tambahan RONKHI kedua
lapang paru, vocal premitus
lemah, tampak sianosis di
kuku, pernafasan dangkal,
hasil rontgen menunjukkan
sugestif TB paru
2 Data Subyektif: Kurang nya asupan Deficit nutrisi
Ayah pasien mengatakan makanan
anak nya tidak mau makan,
berat badan nya turun
selama 1 bulan terakhir

Data Obyektif:
anak tampak kurus, lemas,
berat badan 7.3kg, status
gisi anak :62,5 % Malnutrisi
sedang
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

hasil lab albumin 2,2 mg/dl,


suhu 38,4 C
3 Data Subyektif: Ketidakmampuan Pemeliharaan
Bapak pasien merokok aktif mengatasi masalah kesehatan tidak
sudah 10 tahun , sehari habis efektif
2 bungkus, Ayah pasien
mengatakan 2 tahun yang
lalu pasien pernah sakit yang
sama

Data Obyektif:
Pasien tinggal serumah
dengan perokok aktif
( bapak pasien), pasien
tinggal serumah dengan
penderita TBC dewasa.
4 Data Subyektif: Proses penyakit Hipertermia
Ayah pasien mengatakan
anaknya batuk disertai
demam dan sempat kejang

Data Obyektif:
Suhu 38,8 0C, mukosa bibir
kering, CRT > 3 detik, Hr
100x/menit
Hasil pemeriksaan Lab
leukosit 18.000 /uL

5 Data Subyektif: Efek Gangguan tumbuh


Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Ayah mengatakan anak ketidakmampuan kembang


fisik
tidak mau makan, berat nya
turun dalam 1 bulan
terkahir. Ayah pasien
mengatakan masih belum
dapat berbicara, anak
cenderung diam dan lemas.

Data obyektif :
Hasil pengukuran BB 7.3
kg, tinggi 65 cm, status nilai
gizi pasien ?

Diagnosis Keperawatan:
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi di buktikan dengan
Ayah pasien mengatakan anaknya masih batuk, batuknya cenderung kering, dahak nya
tidak bisa keluar Pasien tampak ada upaya untuk bernafas, RR 25 x/menit, suara nafas
tambahan ronkhi di kedua lapang paru, vocal premitus lemah, tampak sianosis di kuku,
pernafasan dangkal, hasil rontgen menunjukkan sugestif TB paru
2. Hipertermia berhubungan dengan Proses penyakit dibuktikan dengan Ayah pasien
mengatakan anaknya batuk disertai demam dan sempat kejang Suhu 38,8 0C, mukosa
bibir kering, CRT > 3 detik, Hr 110x/menit, leukosit 18.000 /uL
3. Deficit nutrisi berhubungan dengan Kurang nya asupan makanan dibuktikan dengan
Ayah pasien mengatakan anak nya tidak mau makan, berat badan nya turun selama 1
bulan terakhir, anak tampak kurus, lemas, berat badan 7.3kg, hasil lab albumin 2,2 mg/dl,
suhu 38,8 C
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

ASUHAN KEPERAWATAN
Nama Pasien : An. A
Unit/Kamar : Pediatric / 201

Tanggal : 20/02/2020
Implementasi
Diagnosa Perawatan HYD Rencana Tindakan & Rasional Evaluasi
Jam Tindakan Nama
Diagnosa 1 Bersihan jalan nafas 1. Monitor frekuensi, irama, 1. Memonitor vital sign HR : Kelom S : ayah mengatakan anak masih
meningkat setelah kedalaman dan upaya nafas 108x/mnt RR : 30x/mnt S : 38.2 C pok sulit untuk mengeluarkan
Bersihan jalan nafas tidak diberikan intervensi R/pemantauan respirasi Spo2 : 98% dahakny
efektif b.d Proses infeksi keperawatan 3 kali 2. Palpasi kesimetrisan ekspansi paru 2. Mengauskutasi suara paru, terpata
dalam 24 jam, dengan R/deteksi gangguan respirasi
DS : suara ronkhi dikedua lapang Paru O:
kriteria hasil: 3. Auskultasi bunyi nafas tambahan
Ayah pasien mengatakan 3. Monitoring saturasi oksigen Spo2 : - HR:108x/mnt,
 Dispnea menurun R/suara nafas tambahan
anaknya masih batuk, 98% RR:30x/mnt S:38.2c
 Bunyi nafas menunjukan pengeluaran sputum
batuknya cenderung kering, tambahan inadekuat 4. Monotoring adanya sputum melalui Spo2:98%.
dahak nya tidak bisa keluar. menurun 4. Monitor saturasi oksigen cek lab - Masih terdapat suara
 Takikardia R/cegah hipoksia jaringan 5. Memberikan posisi semi fowler rockhi dikedua lapang
DO : menurun (60 – 5. Monitor sputum 6. Memberikan minum air hangat paru
Pasien tampak ada upaya 100 x/menit) R/tanda sejauh mana infeksi yg untuk mengencerkan dahak - Pasien posisi semi fowler
untuk bernafas, RR 32 x/menit,  Frekuensi nafas terjadi 7. Memberikan terapi - Terapi sudah diberikan
suara nafas tambahan ronkhi membaik ( 18 – 6. Posisikan semi fowler yaitu :
di kedua lapang paru, vocal 22 x/menit) R/ memberikan posisi nyaman
premitus lemah, tampak  Pola nafas 7. Berikan minum hangat A : Masalah bersihan jalan nafas
sianosis di kuku, pernafasan membaik R/ membantu mengencerkan dan belum teratasi
 Sianosis menurun mengeluarkan dahak
dangkal,
Hasil pemeriksaan mantouxtes  Batuk efektif 8. Lanjutkan pemberian terapi INH P : lanjutkan intervensi 1,3,4,6,8.
indurasi > 10 cm, hasil membaik 100mg/hari, Rifampicin
rontgen menunjukkan sugestif 100mg/hari, Piracinamide
TB paru 350mg/hari, sebelum makan pagi
9. Jelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan kepada orang tua
R/kooperatif orang tua dalam proses
perawatan anaknyanya.
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Diagnosa 2 Hipertermia membaik 1. Monitor suhu badan anak 2 jam


setelah diberikan sekali
Hipertermi b.d proses penyakit intervensi r/ mengetahui perubahan suhu anak,
DS : Ayah pasien mengatakan keperawatan 3 x 2. Monitor tekanan darah, pernafasan
dalam 24 jam, dengan dan nadi
anaknya batuk disertai demam
kriteria hasil: r/ mengetahui tanda – tanda syok
 Suhu tubuh
DO :
membaik (36,5 – 3. Monitor balance cairan anak tiap
Suhu 38,8 0C, mukosa bibir 37,5 0C) shift
kering, CRT > 3 detik, Hr  Kejang menurun r/ memonitor keseimbangan cairan
110x/menit  Takikardia pasien
Hasil pemeriksaan lab : menurun ( 60- 4. Tingkatkan asupan cairan dan
leukosit 18.000 /uL 100x/m nutrisi yang adekuat
 Pengisian kapiler r/ memnuhi keseimbangan cairan
membaik ( CRT tubuh
< 3 detik) 5. Berikan kompes hangat
 Mukosa bibir R/kompres hangat terbukti lebih
membaik efektif menurunkan panas
 Balance cairan 6. Kolaborasi dalam pemberian anti
seimbang piretik
r/ antipiretik dapat dengan cepat
menurunkan demam
7. Anjurkan keluarga untuk
memakaikan pakaian yang tipis dan
tidak menyerap panas
r/ pakai yang tipis mampu
menyalurkan panas keluar tbuh
8. Ajarkan keluarga pasien tanda tanda
pasien kejang dan cara
menanggulanginya

Diagnosa 3 Status nutrisi 1. Identifikasi status gisi


Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

membaik setelah r/ untuk mengetahui tingkat


Deficit nutrisi berhubungan diberikan intervensi kebutuhan nutrisi pasien
dengan Kurang nya asupan keperawatan 3 x 2. Identifikasi kebutuhan kalori dan
makanan dalam 24 jam, dengan jenis nutrient pasien
kriteria hasil: R/mencukupi kebutuhan nutrisi
DS :
 Porsi makan yang harian pasien
Ayah pasien mengatakan anak
dihabiskan 3. Monitor berat badan pasien tiap
nya tidak mau makan, berat meningkat shift
badan nya turun selama 1  Nafsu makan r/ kekurangan nutrisi akan meombak
bulan terakhir membaik cadangan lemak/glukosa dalam otot
DO :  Suhu tubuh sehingga mengakibatkan penrunan
anak tampak kurus, lemas, membaik (36,5 – berat badan
berat badan 7.3 kg, hasil lab 0
37,5 C) 4. Monitor hasil pemeriksaan
albumin 2,2 mg/dl, suhu 38,8  Berat badan tidak laboratorium albumin dan hb pasien
C menurun r/ protein esensian sangat penting
dalam menjalankan fungsi tubuh
5. Sajikan makanan dalam bentuk
menarik dan suhu yang sesuai
r/ meningkatkan selera makan anak
6. Lanjutkan pemberian antiemetic
ondansentron1 mg/ iv 2 kali
pemberian
r/ antiemetic mampu mengurangi
rasa mual
7. Ajarkan keluarga tetntang
pentingnya nutrisi dalam proses
penyembuahan penyakit pasien
r/ peran orang tua akan sangat
membantu dalam proses pemenuhan
nutrisi klien
Prodi Ners S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

DISCHARGE PLANNING
1. Anjurkan memeriksa anggota keluarga lainnya yang tinggal serumah
2. Anjurkan untuk pola hidup sehat, orang tua yang tinggal serumah tidak merokok,
3. Anjurkan menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan lingkungan rumah terutam ventilasi (jendela)
4. Informasikan kepada anggota keluarga pasien terkait etika batuk yang mudah dipahami oleh anak - anak. Ajarkan kepada anak PHBS ketika sesudah batuk dan
bagaimana membuang sputum
5. Anjurkan kontrol dan ambil obat secara teratur sesuai jadwal
6. Anjurkan kepada keluarga pasien untuk selalu membantu mengontrol pasien agar bisa minum obat teratur sesuai petunjuk dan menjelaskan tentang akibatnya kalau
berhenti minum obat sebelum waktunya karena kuman-kuman dalam tubuh akan kebal dengan obat
7. Menjelaskan kepada keluarga pasien tanda-tanda efek samping obat dan menanyakan adanya gejala efek samping pada waktu penderita mengambil OAT (Obat Anti
Tuberkulosis)
8. Anjurkan anak untuk istirahat yang cukup dan edukasi keluarga dalam mencukupi kebutuhan nutrisi pasien ( pemberian gizi seimbang).
9. Edukasikan kepada keluarga tentang gizi seimbang dan elemen nutrisi apa saja yagn mendukung penyembuhan pasien dengan tuberculosis.