Anda di halaman 1dari 39

Lembar Pengesahan

TIM PENYUSUN

Editor :
Supryadi B. S.Kom
Penyusun :
Prof. dr. Farid Nurmantu, Sp.B, Sp.BA, FICS
dr. Ahmadwirawan, Sp.B, Sp.BA
Dr. dr. Nita Mariana, M.Kes, Sp.BA
dr. Tommy Rubiyanto Habar, Sp.B, Sp.BA
dr. Sulmiati, Sp.BA
dr. Ronald Sorongku, Sp.BA
Dr.dr. Harsali Fransiscus Lampus, MHSM, Sp.BA
KATA PENGANTAR
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Assalamu Alaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, berkat Rahmat dan
HidayahNya sehingga buku Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) Program Pendidikan Dokter
Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini dapat diselesaikan.

Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi ini diharapkan dapat mengakomodir perkembangan


yang terjadi dalam system pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin, guna mewujudkan dokter spesialis yang handal, berkompeten, etis dan
berprilaku baik serta menjunjung tinggi etika profesi kedokteran sehingga mampu bersaing
sampai ke tinggkat Internasional.

Kami Sangat menghargai usaha yang dilakukan oleh Tim Program Pendidikan Dokter
Spesialis (PPDS) yang telah mengakomodasi dinamika dan perkembangan Pendidikan Dokter
Spesialis di Indonesia dan khususnya di Universitas Hasanuddin, serta tim Program Studi PPDS
yang telah berkolaborasi dan berperan aktif dalam penyusunan KPT ini. Kepada Seluruh Kepala
Departemen, Ketua Program Studi (KPS), Gugus Jaminan Mutu (GPM), dan Senat Akademik
Fakultas diucapkan terima kasih atas segala fasilitasinya pada setiap langkah-langkah persiapan
di tingkat Fakultas. Diharapkan dengan adanya buku Kurikulum Pendidikan Tinggi ini,
pelaksanaan Program PPDS dapat berjalan lebih terarah, lebih baik dan lebih terukur.

Rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami ucapkan berturut-turut


kepada Rektor, Senat Akademik Unhas, dan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan
Pendidikan (LPMPP) yang telah memberikan arahan, pandangan dan perbaikan serta persetujuan
hinggan buku Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) dapat menjadi pedoman dan acuan bagi
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran untuk dapat mencapai
kompetensi sesuai yang diharapkan bersama.

Akhir kata mari kita selalu memohon petunjuk dan bimbingan dari ALLAH SWT agar
senantiasa selalu meridhoi usaha kita. Aamiin.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin,

Prof.dr. Budu, Ph.D.,Sp.M (K).,M.Med.Ed.


KATA PENGANTAR
Ketua Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan rahmat dan hidayahNya kita dapat menyelesaikan Buku Kurikulum Program
Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin ini.
Penyusunan Kurikulum Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
dilakukan berdasarkan Amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 pasal 35 ayat 2 bahwa
Kurikulum Pendidikan Tinggi dikembangkan dengan mengacu pada Standar Nasional
Pendidikan Tinggi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan
keterampilan. Perubahan kurikulum ini disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan
bedah anak terkini, tuntutan mutu pelayanan rumah sakit dan peningkatkan mutu proses
pembelajaran sesuai dengan SN-DIKTI. Diharapkan penyusunan kurikulum ini dapat
menghasilkan dokter bedah anak yang siap menghadapi dan memiliki peluang memenangkan
tantangan kehidupan yang semakin kompleks di abad ini, khususnya persaingan di era revolusi
industri 4.0.
Buku ini merupakan pedoman untuk melaksanakan pendidikan secara terstruktur dan
berkualitas.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dan berpartisipasi dalam menyelesaikan buku kurikulum ini.
Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ketua Program Studi Ilmu Bedah Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

dr. Ahmadwirawan, SpB, Sp.BA


Spesifikasi Program Studi
Diharapkan lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Anak FK
UNHAS dapat menghasilkan Dokter Spesialis Bedah Anak yang mampu :
a. Mengelola masalah – masalah bedah anak yang sering ditemui secara menyeluruh,
holistik dan berkelanjutan.
b. Mempunyai kompetensi keterampilan pembedahan pada anak baik pembedahan
konvensional maupun bedah invasif minimal pada anak.
c. Melakukan komunikasi yang efektif dengan penderita, keluarga, masyarakat dan
tenaga profesi kesehatan lainnya.
d. Bertindak sebagai tenaga professional yang berpegang teguh pada nilai – nilai etik,
moral dan agama.
e. Mengakses dan menelaah serta mengelola informasi kedokteran secara kritis untuk
memelihara kemampuan belajar sepanjang hayat.
f. Melakukan penelitian kedokteran di bidang bedah anak sebagai upaya
meningkatkan profesionalisme.
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

Program Pendidikan Dokter Spesialis adalah program pasca sarjana kedokteran yang
merupakan fase lanjutan dari program pendidikan dokter umum, yang di dalam
pendidikan tersebut peserta didik memperoleh pembelajaran di bawah supervisi agar
dapat meningkatkan kompetensi sehingga melaksanakan praktek kedokteran dalam
bidang spesialistis tertentu dengan baik. Dalam menyelenggarakan pendidikan dokter
spesialis, setiap program studi telah memiliki kurikulum dan berbagai ketentuan yang
sesuai dengan kolegium terkait maupun dengan Fakultas Kedokteran penyelenggara
pendidikan. Lebih jauh lagi, setiap program studi selalu berusaha untuk terus
meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan
oleh berbagai badan pendidikan kedokteran regional maupun internasional seperti World
Federation of Medical Education (WFME).
Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak telah dimulai pertama kali pada
tahun 2006 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti
Kementerian Pendidikan Nasional No. 3794/D/T/2006. Proses pembelajaran pada
Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak diterapkan secara sistematis dengan
memberikan muatan akademik dan muatan profesi yang harus dikuasai oleh peserta
didik. Pendidikan yang dilaksanakan merupakan pelatihan yang komprehensif untuk
mencapai kompetensi yang memadai bagi seorang dokter spesialis bedah anak. Proses
pembelajaran dilaksanakan secara interaktif antara dosen sebagai pembimbing, pendidik,
dan penilai, pasien, dan/atau masyarakat, dengan peserta didik. Selain itu proses
pembelajaran juga menggunakan pendekatan pendidikan interprofesi kesehatan dan
diselenggarakan dengan tetap memperhatikan keselamatan pasien, peserta didik, dan
pendidik.
Kurikulum ini memuat tujuan pendidikan, pencapaian pembelajaran, struktur
kurikulum, beban studi, materi dan proses pembelajaran, pelaksanaan pendidikan, serta
penilaian kemajuan pendidikan. Melalui penerapan kurikulum ini diharapkan tercipta
keseragaman dalam penyelenggaraan pendidikan dan dapat dicapai mutu serta lulusan
pendidikan yang memiliki kualitas yang sama di berbagai institusi penyelenggara
pendidikan bedah anak. Diharapkan lulusan pendidikan ini juga mencapai kesetaraan
dengan pendidikan bedah anak di tingkat regional dan internasional.
1.1 Visi program studi

Menjadi institusi pendidikan dokter spesialis yang menempatkan keunggulan dalam bidang
pendidikan, riset, dan pengabdian dalam Ilmu Bedah Anak pada tahun 2025 yang
profesional, humanis, dan berbudaya digital berbasis benua maritim dan berwawasan global
 

1.2 Misi program studi

1. Menyelenggarakan Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak dengan Standar


Pendidikan yang ditetapkan oleh Kolegium Ilmu Bedah Anak Indonesia dan Organisasi
Federasi Dunia Untuk Pendidikan Kedokteran (World Federation for Medical
Education).
2. Menjadi pusat Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak di Indonesia Timur
3. Menghasilkan riset dan inovasi dalam bidang kesehatan khususnya dalam Ilmu Bedah
Anak
4. Menyelenggarakan pelayanan dan pengabdian dalam Ilmu Bedah Anak melalui proses
Pendidikan di Rumah Sakit Pusat Pendidikan dan jejaring serta mendukung
terwujudnya masyarakat yang sehat berbasis benua maritim Indonesia.
1.3 Tujuan Pendidikan

1. Menghasilkan dokter spesialis bedah anak yang mampu melaksanakan praktik kedokteran
sesuai sistim kesehatan nasional.

2. Menghasilkan dokter spesialis bedah anak yang mampu memecahkan masalah kesehatan
melalui pendekatan interdisiplin, multidisiplin, ataupun transdisiplin.

3. Menghasilkan dokter spesialis bedah anak yang mampu memberikan pelayanan bedah anak
yang berkualitas tinggi (excellence) berdasar praktik kedokteran berbasis bukti (evidence-
based practice).
4. Menghasilkan dokter spesialis bedah anak yang mampu memberikan kontribusi dalam
bidang keilmuan bedah anak melalui kegiatan penelitian yang bersifat kreatif, orisinil, dan
teruji yang diakui secara nasional dan internasional.

5. Menghasilkan dokter spesialis bedah anak yang mampu mengedepankan kebenaran dan
kemanusiaan, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika profesi.

6. Memiliki kemampuan mendidik dalam bidang bedah anak.


1.4 Sasaran dan Strategi Pencapaian Sasaran Program Studi
Untuk mewujudkan visi dan misi Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin yang telah ditetapkan, dirumuskan sasaran capaian yang merupakan
tahapan pengembangan, yaitu:
a. Sasaran Pencapaian
a. Sasaran Tahap I (2020 – 2021)
Kontribusi Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin dalam mendukung Otonomi dan Kemandirian Universitas
Hasanuddin.
Pada tahap ini, Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin memprioritaskan program yang mengarah pada
pengembangan sistem tata kelola menuju terwujudnya good governance
(penyelenggaran tata kelola Program Studi Ilmu Bedah Anak berbasis kepada
konsep akuntabilitas, kredibilitas, transparansi, bertanggung jawab dan adil)
dan Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin dipersiapkan untuk mampu dan terampil dalam penanganan kasus
bedah anak dengan mengedepankan attitude, skill dan knowledge dalam
rangka mendukung peningkatan otonomi dan kemandirian Universitas
Hasanuddin dan penyelenggaraan Tridharma menuju universitas bereputasi
internasional.
b. Sasaran Tahap II (2022 – 2023)
Kontribusi PPDS Bedah Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
terhadap pencapaian Akselerasi Reputasi internasional Universitas
Hasanuddin.

Pada tahap ini, Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin memprioritaskan program yang mengarah pada
pengembangan tata kelola manajerialnya yang berkualitas internasional;
penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui penerapan e-learning pada Program
Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan
reputasi nasional dan internasional di bidang ilmu bedah anak dan
pengembangkan riset klinik.
c. Sasaran Tahap III (2023 – 2024):
Kontribusi Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin terhadap pencapaian Keunggulan Universitas Hasanuddin di
tingkat internasional.
Mewujudkan Program Studi Ilmu Bedah Anak yang memiliki keunggulan
pendidikan melalui penerapan e-learning, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat dan keunggulan SDM di bidang ilmu bedah anak di tingkat
internasional. Mewujudkan Program Studi Ilmu Bedah Anak sebagai salah satu
sentra pengembangan IPTEK Kedokteran dibidang bedah anak di Asia Pasifik.

d. Sasaran Tahap IV (2024 – 2025)


Kontribusi Program Studi Ilmu Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin terhadap pencapaian keunggulan Universitas Hasanuddin di
internasional. Mewujudkan Program Studi Ilmu Bedah Anak sebagai salah satu
sentra pengembangan IPTEK Kedokteran di bidang bedah anak di tingkat
internasional.
BAB II

METODE DAN MEKANISME PENYUSUNAN KURIKULUM

Metode dan Mekanisme Revisi Kurikulum

Sebelum melakukan penyusunan kurikulum dilakukan studi banding ke Program Studi Ilmu

Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Program Studi Ilmu Bedah Saraf

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali

Kurikulum ini merupakan dokumen awal kurikulum Pendidikan Program Studi Ilmu Bedah Anak

Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang mengacu pada Panduan Penyusunan Kurikulum

Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal

Pembelajaran Tahun 2016 dan Panduan Penyusunan Kurikulum Kolegium Ilmu Bedah tahun 2007.

Revisi Kurikulum diadakan secara berkala minimal 5 tahun sekali. Untuk melakukan revisi

kurikulum diadakan rapat kerja program studi ilmu bedah anak dengan mengundang seluruh stake holder

dan pimpinan fakultas kedokteran. Penyusunan kurikulum didasarkan pada kompetensi dari Kurikulum

Nasional Kolegium Bedah Anak Indonesia. Setelah kurikulum berhasil disusun dan direvisi kemudian

diusulkan ke senat Fakultas Kedokteran untuk mendapat persetujuan dari senat. Setelah mendapatkan

persetujuan dari senat fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin selanjutnya diusulkan ke Wakil

Rektor I bidang akademik Universitas Hasanuddin untuk selanjutnya ditetapkan dalam surat keputusan

Rektor tentang revisi kurikulum.

Apabila terdapat revisi kurikulum , maka akan dilakukan langkah-langkah penyesuaian

didasarkan pada :

1) Standar kompetensi dari Kurikulum Nasional Kolegium Bedah Anak Indonesia.

2) Visi dan misi Universitas dan Fakultas

3) Evaluasi outcome lulusan dengan melaksanakan tracing alumni


4) Revisi kurikulum dilakukan dengan metode rapat program studi dengan melibatkan pimpinan

Fakultas dan Kolegium serta stakeholder lainnya

5) Hasil revisi akan diajukan ke rektor untuk dibuatkan surat keputusan dan akan diberlakukan

pada periode berikutnya

Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pengorganisasian materi pembelajaran dan penjadwalan
proses pembelajaran dan pengajaran. Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak memerlukan
waktu 10 semester, di mana muatan akademik dan muatan profesi berjalan simultan, dan yang
berbeda hanya alokasi waktu.
Pada semester I, II, dan III muatan akademik merupakan 50% dari semua kegiatan
pembelajaran yang terdiri dari Pengetahuan Teori Kedokteran Dasar, Pengetahuan Teori Bedah
Dasar dan Bedah Anak Dasar. Pada Semester IV dan V muatan akademik memiliki alokasi
waktu sebesar 25%. Pada Semester VI, VII, VIII, dan IX muatan profesi diberikan dengan
alokasi waktu 75%. Sedangkan pada semester X peserta didik akan mendapatkan muatan profesi
sebesar 90%.

Struktur Kurikulum

Semester Muatan Akademik Muatan Profesi


Semester X Pengetahuan Teori dan Keterampilan Kepemimpinan dan Stase Manajerial di RS
Manajemen Kasus Bedah Anak Pendidikan Utama
(Kognitif Psiko-motor) Ujian Profesi Lokal
dan Nasional
Semester IX Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper) Stase Jejaring 2 di RS Jejaring Pendidikan
(Kognitif Psikomotor)
Semester VIII Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 4 Ujian OSCE, Kognitif
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor) dan Nasional
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Semester VII Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 3
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Semester VI Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Jejaring 2 di RS Jejaring Seminar Usulan
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal), Pengetahuan Teori dan Pendidikan Penelitian
Keterampilan Perawatan Neonatus, Perawatan Intensif Neonatus dan (Kognitif Psikomotor)
Perawatan Intensif Pediatrik Ujian CR
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus)
Stase IKA
(Kognitif Psikomotor)

Semester V Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 2
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 1
Semester IV Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak Dasar (Umum, Stase Bedah Anak Dasar Ujian OSCE dan
Semester III Digestif Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor) Kognitif
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Digestif, Onkologi, Stase Bedah Dasar Ujian Bedah Dasar
Semester II Urologi, Kardiothoraks, Vaskular, Bedah Saraf, Orthopaedi, (Kognitif Psikomotor)
Endolaparoskopi, dan Bedah Plastik
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus)
Pengetahuan Teori Kedokteran Dasar, Pengetahuan Teori Bedah Ujian Pra Bedah Dasar
Semester I Dasar
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Kursus Pra Bedah Dasar
(Kognitif Psikomotor)
Beban Studi dan Lama Pendidikan
Untuk mengikuti program pendidikan harus melalui seleksi kompetitif dan memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan. Lama pendidikan spesialis bedah anak adalah 10 semester
dengan beban studi 132 SKS dan bertujuan melengkapi mahasiswa peserta didik dengan
kompetensi dalam pengetahuan, skill, dan afektif Program pendidikan didesain dengan
menyelenggarakan eksposure terhadap problem-problem bedah anak yang luas selama training
sesuai persyaratan kurikulum.
Durasi
Tahapan Semester Mata kuliah SKS
(bln)

STASE EMERGENCY (UGD) 2


Filsafat Ilmu Ilmu Pengetahuan
Biostatistik dan Komputer Statistik 2
Metode penelitian 2
JUNIOR
Epidemiologi Klinik & Kedokteran Berbasis 2
1 MKDU Bukti 6 bulan
Biologi Molekuler 2
Etika Profesi 1
Farmakologi Klinik 1
Genetika Kedokteran 2
Imunologi 2
ILMU DASAR DAN
PENATALAKSANAAN INFEKSI
BEDAH
Ilmu Bedah Digestif 1 3
Ilmu Bedah Plastik 1 3
Ilmu
Ilmu Bedah Thoraks dan Cardiovascular 1 3
Bedah Ilmu Bedah Urologi 1 3
2 Dasar
ILMU DASAR DAN
PENATALAKSANAAN NEOPLASMA
Endolaparoskopi Dasar 1 2

Ilmu Bedah Toraks 1 2

Ilmu Bedah Vaskular 1 2

Ilmu Bedah Saraf 1 2

Ilmu Bedah Digestif Anak Dasar 2 4


Ilmu
Ilmu Bedah Neonatus Dasar 2 4
Bedah
3
Anak Ilmu Bedah Urogenital Anak Dasar 1 2
Dasar
Ilmu Bedah Anak Umum Dasar 1 2

Ilmu Bedah Digestif Anak 1 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 1 2 4


4 Bedah
Anak 1 Ilmu Bedah Urogenital Anak 1 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 1 1 2

Ilmu Bedah Digestif Anak 2 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 2 2 4


5 Bedah
Anak 2 Ilmu Bedah Urogenital Anak 2 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 2 1 2

Stasi RS Jejaring 1 3 6
MADYA
Neonatologi 1 2
Ilmu
6 Kesehatan NICU 1 2
Anak
PICU 1 2

Seminar Usulan Penelitian 2

7 Ilmu Bedah Digestif Anak 3 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 3 2 4


Bedah
Anak 3 Ilmu Bedah Urogenital Anak 3 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 3 1 2

BAB III
PROFIL DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN

1. Profil dan Kemampuan Lulusan


Lulusan Program Pendidikan Spesialis I Ilmu Bedah Anak mempunyai peran dan penampilan
yang dapat diandalkan sebagai

Profil Kemampuan
Care Provider 1.     Mampu memberikan pelayanan kesehatan dibidang Bedah Anak, baik
praktik maupun bedah, meliputi penilaian pasien secara klinis, terstruktur
dan mampu menginterpretasikan hasil investigasi dengan tepat serta
mampu melakukan manajemen pelayanan klinis pasien.
2.     Mampu berperan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit
dibidang Bedah Anak.
3.     Mampu melakukan pengambilan keputusan yang tepat melalui
penilaian dan rasionalisasi klinis dalam kondisi-kondisi tertentu.

Communicator Mampu berkomunikasi secara efektif antar individual, baik dengan pasien
ataupun orang tua dan keluarga yang terkait dalam proses pelayanan pasien
tersebut dengan menggunakan sikap dan etika yang berlaku di masyarakat.
Manager 1.     Mampu bekerja dalam tim yang multidisiplin, baik sebagai pemimpin
atau anggota tim terutama dalam penanganan kasus Bedah Anak yang sulit
dan langka
2.     Mampu berperan serta dalam kegiatan sosial dan Kesehatan dibidang
Bedah Anak, serta mampu melakukan manajemen alur informasi, termasuk
pengelolaan teknologi informasi secara efektif, efisien dan rahasia.

Educator 1.     Mampu melaksanakan proses alih pengetahuan, baik kepada peserta
didik, sejawat, pasien, dan masyarakat.
2.     Mampu melaksanakan proses alih keterampilan klinis pada peserta
didik dan sejawat sesuai dengan kompetensi masing masing.

3.     Mampu menyusun rancangan pembelajaran untuk proses alih


pengetahuan dan keterampilan klinis.
4.     Mampu menjawab isu terkini terkait dengan kesehatan Bedah Anak
sesuai konteks evidence based.
Researcher 1.     Mampu menerapkan aspek-aspek penelitian dalam menganalisis
permasalahan Bedah Anak dalam masyarakat.

2.     Mampu terlibat/menghasilkan penelitian yang berkualitas, bermanfaat


dan manusiawi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan pelayanan Bedah Anak.
Enterpreneur 1.     Mampu mengembangkan diri, mengidentifikasi peluang dan
menciptakan lapangan kerja di bidang Ilmu Bedah Anak.
2.     Mampu membuat ide-ide baru dan menciptakan inovasi-inovasi di
bidang Ilmu Bedah Anak.
Community 1.     Mampu mengembangkan upaya pelayanan Kesehatan dibidang Bedah
Server Anak berbasis komunitas non-profit.
2.     Mampu berperan dalam kegiatan sosial yang terkait permasalahan
Ilmu Bedah Anak baik promosi, preventif dan kuratif.
3.     Mampu menjalin dan membina kerjasama dengan para stakeholder
dalam upaya mengatasi permasalahan kesehatan di bidang Ilmu Bedah
Anak dalam masyarakat.

2. Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran dan Sub-Capaian Pembelajaran


Capaian pembelajaran lulusan (CPL) disusun mengacu kepada dasar hukum penyusunan capaian
pembelajaran (CP) yaitu Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia (KKNI) yang merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat
menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan
kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan
struktur pekerjaan di berbagai sektor. Berdasarkan peraturan tersebut, maka Program Studi Ilmu Bedah
masuk ke dalam jenjang kualifikasi 8. Di samping peraturan tersebut di atas, penentuan CPL juga
mengacu ke Peraturan Menteri Riset dan Teknologi No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi. Berikut ini adalah susunan CPL Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin:

Capaian pembelajaran dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Anak mencakup
aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Ranah Kode Rumusan Capaian Pembelajaran
Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, religius, beradab,
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, beretika, mandiri, dan
Sikap S1
berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan masyarakat
di bidang kedokteran dan kesehatan
Mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan
kreatif melalui penelitian ilmiah atau penciptaan desain,
KU1 menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajiannya berdasarkan
kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis yang
dipublikasikan tulisan dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi
Keterampilan Mampu menyusun ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik
Umum secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik,
KU2
serta mengkomunikasikan melalui media kepada masyarakat
akademik dan masyarakat luas;
Mampu mengelola, mengembangkan dan memelihara jaringan
KU3 kerja dengan kolega, sejawat di dalam lembaga dan komunitas
penelitian yang lebih luas;
Mampu menerapkan filosofi dan etika penelitian, jenis-jenis
penelitian, dan prosedur penelitian yang benar; serta
P1
mengembangkan hasil-hasil penelitian translasional untuk
pengembangan ilmu pengetahuan.
Mampu menunjukkan penguasaan pengetahuan yang baik
P2 mengenai anatomi dan patofisiologi terutama menerapkan teori
Pengetahuan
dan konsep patogenesis penyakit-penyakit bedah anak.
P3 Mampu menganalisis, mengolah, mengkompilasi, dan
merangkum data-data penyakit untuk menghasilkan suatu
diagnosis penyakit bedah anak.
P4 Mampu mendemostrasikan dan menjelaskan suatu diagnosis
penyakit bedah anak secara oral, visual, maupun tertulis.
KK1 Mampu menegakkan diagnosis penyakit bedah anak.
Mampu merancang dan menetapkan penatalaksanaan di bidang
KK2
ilmu bedah anak yang sesuai dengan evidence-based.
Keterampilan
Mampu melaksanakan penatalaksanaan konservatif dan
Khusus KK3
perioperatif.
Mampu melaksanakan tindakan operatif dan perawatan pasca
KK4
operasi.
KK5 Mampu menangani komplikasi dan penanganan lanjut.

Pemetaan keterkaitan CPL dan profil lulusan


Untuk memastikan bahwa rumusan CPL yang telah disusun sesuai dengan profil lulusan, maka
dibuatlah pemetaan keterkaitan rumusan CPL dan profil lulusan sebagai berikut:

CPL Profil Lulusan


Care
Communicato Manage Educato Researche Enterpreneu Communit
Ranah Kode Provide
r r r r r y Server
r
Sikap S-1 √ √ √ √ √ √ √
P-1 √ √ √ √ √ √ √
P-2 √ √ √ √ √ √ √
Pengetahuan
P-3 √ √ √ √ √ √ √
P-4 √ √ √ √ √ √ √
KU-1 √ √ √ √ √ √ √
Keterampila √ √ √ √ √ √ √
KU-2
n umum
KU-3 √ √ √ √ √ √ √
KK-1 √ √ √ √ √ √ √
KK-2 √ √ √ √ √ √ √
Keterampila √ √ √ √ √ √ √
KK-3
n khusus
KK-4 √ √ √ √ √ √ √
KK-5 √ √ √ √ √ √ √

Pemetaan keterkaitan CPL dengan aspirasi para pemangku kepentingan


Rumusan CPL yang telah disusun harus berorientasi kepada hasil pendidikan sehingga harus
mampu memenuhi aspirasi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan Program Studi Ilmu
Bedah. Dalam penyusunan CPL, telah dilakukan website-benchmarking pada institusi-institusi
bereputasi di bidang Ilmu Bedah, baik di dalam maupun luar negeri, serta mengacu pada arahan yang
telah disepakati oleh Kolegium Ilmu Bedah Indonesia, sehingga kompetensi lulusan terstandarisasi
dengan kualitas yang diakui secara nasional maupun internasional. Berikut ini adalah pemetaan
keterkaitan CPL dengan aspirasi para pemangku kepentingan:

CPL Aspirasi Pemangku Kepentingan


Ranah Kod Pemerinta Alumn Penggun Organisas Institus Benchmar
e h i a Alumni i Profesi/ i k
Asosiasi (Unhas)
Program
Studi
Sikap S-1 √   √ √ √ √
P-1 √   √ √ √ √
P-2 √   √ √ √ √
Pengetahuan
P-3 √   √ √ √ √
P-4 √   √ √ √ √
KU- √ √ √ √ √
 
1
Keterampila KU- √ √ √ √ √
 
n umum 2
KU- √ √ √ √ √
 
3
KK- √ √ √ √ √
 
1
KK- √ √ √ √ √
 
2
Keterampila KK- √ √ √ √ √
 
n khusus 3
KK- √ √ √ √ √
 
4
KK- √ √ √ √ √
 
5
 Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi dana atau seni baru di dalam bidang keilmuannya atau
praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji
 Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi dana atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui
pendekatan inter, multi atau transdisipliner.
 Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi ilmu
pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun
internasional
1.5. Deskripsi Jenjang Kualifikasi KKNI Level 8 (Setara S2)

 Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang


keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya
inovatif dan teruji.
 Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang
keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner .
 Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan
keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

Kata Kunci: a) mengembangkan, b) memecahkan permasalahan, c) mengelola riset, dan d)


mendapat pengakuan

Tabel Hubungan Deskripsi KKNI dan Capaian Pembelajaran

Deskripsi Jenjang Kualifikasi Capaian Sub- Jenis


KKNI Pembelaj Capaian Kompetensi ELEMEN KOMPETENSI
aran Pembelaja
(Nomor) ran U P K MK MK MP MP MB
K B K B B
(Nomor)
a.Mampumengembangkan
1.1 V V V
pengetahuan, teknologi, dan atau 1. 1.2 V V
seni di dalam bidang keilmuannya
atau praktek profesionalnya 2.1 V V V
melalui riset, hingga
menghasilkan karya inovatif dan
2.
teruji
b.Mampumemecahkan 3 3.1
V
permasalahan sains, teknologi, V
dan atau seni di dalam bidang 3.2
3.3
V
keilmuannya melalui pendekatan
inter atau multidisipliner 4 4.1 V V
4.2 V V
5 5.1 V V
5.2 V V
5.3 V V
6 6.1 V V
6.2 V V
7 7.1 V V
8 8.1 V V
9 9.1 V V
9.2 V V
9.3 V V
c.Mampu mengelola riset dan 10 10.1 V V
pengembangan yang
11 11.1 V V
bermanfaat bagi masyarakat dan
keilmuan, serta mampu 11.2 V V
mendapat pengakuan nasional 11.3 V V
maupun internasional.

1.6 Analisis Kompetensi


Pencapaian
Kompetensi Tingkat
Daftar Kompetensi (Jml Kasus) Kemampuan
Ass. Spv Mdr
1. Keterampilan perawatan perioperatif neonatus dan 2 2 6 4
anak, akses vena sentral
2. Keterampilan dasar bedah, akses peritoneal dialisis 2 2 6 4
3. Perawatan luka, stoma, dan drainase abses 2 2 6 4
4. Keterampilan penatalaksanaan trauma pada anak 2 2 6 4
5. Keterampilan penatalaksanaan sepsis 2 2 6 4
6. Eksisi tongue tie / Eksisi tortikolis 2 1 1 4
7. Eksisi / marsupiailisasi ranula 2 1 1 4
8. Eksisi kelenjar liur submandibula 2 2 1 4
9. Eksisi / biopsi limfonodi 2 1 3 4
10. Eksisi kista dermoid 2 1 3 4
11. Eksisi remnant preauricular 2 4 1 4
12. Eksisi remnant branchial 2 4 1 4
13. Eksisi remnant thyroglosus 2 4 1 4
14. Isthmolobektomi tiroid 2 2 0 2
15. Parotidektomi superfisial / total 2 1 0 2
16. Tracheostomi 2 1 0 2
17. Eksisi limfangioma - higroma 2 1 3 4
18. Eksisi hemangioma 2 1 3 4
19. Thorakostomi 2 1 3 4
20. Simple mastectomy (gynecomastia) 2 1 3 4
21. Reseksi Anastomosis Esofagus 2 1 2 4
22. Esofagostomi 2 1 2 4
23. Ligasi Fistula Trakeoesofageal 2 1 1 4
24. Esophageal replacement 2 1 0 2
25. Esofagomyotomi 2 1 0 2
26. Gastric Pull-Up 2 1 0 2
27. Repair hernia diafragmatika kongenital / trauma 2 1 3 4
28. Plikasi diafragma 2 1 3 4
29. Gastrostomi 2 1 3 4
30. Eksisi diafragma gastric/mucosal prolapse 2 1 0 2
31. Reduksi volvulus gaster 2 1 1 4
32. Closure of gastric perforation 2 1 3 4
33. Fundoplikasi 2 1 1 4
34. Foreign bodies and bezoar extraction 2 1 1 4
35. Pyloromiotomy 2 1 2 4
36. Pyloroplasty 2 1 1 4
37. Duodenoduodenostomy 2 1 3 4
38. Duodenojejunostomy 2 1 3 4
39. Ileostomi (BishopKoop/Santulli, Mickulicz) 2 1 3 4
40. Bowel lengthening 1 1 0 2
41. Adhesiolisis for ASBO 2 1 3 4
42. Reseksi anastomosis jejunoileal 2 1 6 4
43. Ladd's procedure 2 1 3 4
44. Ablasio duplikasi gastrointestinal 1 1 0 2
45. Eksisi kista omentum 2 1 2 4
46. Eksisi kista mesenterial 2 1 2 4
47. Liver biopsy 2 1 3 4
48. Kholesistektomi 2 1 3 4
49. Kholedokholitotomi 2 2 0 2
50. Reseksi liver (anatomical, nonanatomical), 2 2 0 2
hepatorraphy
51. Splenectomy total, parsial, & splenorraphy 1 3 1 4
52. Portoenterostomy (Kasai procedure) 2 4 1 4
53. Cystojejunostomy roux en Y (pseudocyst pankreas) 2 1 1 4
54. Cystojejunostomy roux en Y (kista duktus 2 1 3 4
kholedokus)
55. Distal pancreatectomy 1 1 0 2
56. Eksisi remnant duktus omphalomesenterikus 2 1 3 4
57. Eksisi remnant urachus 2 1 3 4
58. Appendektomi 2 1 6 4
59. Drainase abses appendiks 2 1 6 4
60. Laparotomi eksplorasi pada peritonitis 2 1 6 4
61. Laparotomi trauma, damage control 2 1 3 4
62. Reduksi manual intusussepsi 2 1 6 4
63. Kolostomi 2 1 6 4
64. Reseksi anastomosis kolon 2 1 6 4
65. Abdominoperineal pull-through (Duhamel, Soave- 2 1 6 4
Boley, Adang Kosim, Transanal pull-through )
66. Biopsi rektum (suction, open) 2 1 6 4
67. Polipektomi rektum dan kolon via Proctoscopy 2 1 3 4
68. Myektomi (Lynn) 2 2 0 4
69. Fistulektomi perianal, insisi drainase abses perianal 2 1 3 4
70. Irigasi rectum & bowel management 2 1 3 4
71. Thiersch's procedure 2 2 0 3
72. Sphincterotomi anal 2 1 3 4
73. Anoplasty 2 1 3 4
74. Anorektoplasty (PSARP) 2 1 6 4
75. Anorektourethrovaginoplasty (PSARVUP) 2 1 0 3
76. Total urogenital mobilization (TUM) 2 2 0 2
77. Repair rectovagina fistula acquired 2 1 1 4
78. Repair anus, rektum pada trauma rektum 2 1 1 4
79. Abdominoplasty Prune Belly Syndrome 1 1 0 2
80. Eksisi granuloma umbilikal 2 1 3 4
81. Repair hernia umbilikalis, epigastrik 2 1 3 4
82. Repair dinding perut (gastroschisis, omfalokel) 2 1 3 4
83. Repair hernia inguinal 2 1 6 4
84. Ligasi tinggi hidrokel 2 1 6 4
85. Cystostomy, vesicostomy 2 1 3 4
86. Sirkumsisi 2 1 6 4
87. Meatotomy 2 1 3 4
88. Chordectomy 2 1 6 4
89. Hypospadia repair 2 1 6 4
90. Repair burried penis 2 1 3 4
91. Epispadia repair 1 1 0 2
92. Repair fistula uretrokutan 2 4 1 4
93. Repair penis post trauma 2 1 0 3
94. Release synechia of vulva 2 1 2 4
95. Nefroureterektomi, Nefrektomi (total/parsial) 2 1 2 4
96. Pyeloplasty 2 1 0 2
97. Nephrostomi, renorafi 2 2 1 4
98. Reimplantasi ureter 1 1 0 2
99. Tapering dan plikasi ureter 1 1 0 2
100. Eksisi ureterocele 1 1 0 2
101. Augmentation cystoplasty 1 1 0 2
102. Repair Ekstrophy Bladder 1 1 0 2
103. Repair Ekstrofi Kloaka 1 1 0 2
104. Repair bladder, urethra pada trauma 1 1 1 3
105. Destruksi katup uretra posterior 1 1 0 2
106. Genitoplasty 2 1 0 2
107. Clitoral reduction 2 1 0 2
108. Vaginoplasty 2 1 0 2
109. Insisi imperforate hymen 2 2 0 3
110. Orkhidopeksi 2 1 3 4
111. Orkhidektomi 2 1 3 4
112. Eksisi varicocele 2 1 0 3
113. Drainase abses skrotum 2 2 0 3
114. Eksisi / biopsi neuroblastoma 2 1 1 3
115. Eksisi / biopsi teratoma intraabdominal, oral 2 1 1 3
(epignathus)
116. Eksisi / biopsi tumor ovarium 2 4 0 3
117. Eksisi / biopsi rhabdomyosarcoma 2 1 1 4
118. Eksisi / biopsi teratoma sacrococcygeal 2 4 1 4
119. Nephroureterectomi tumor Wilms 2 4 1 4
120. Eksisi kista Baker 2 1 3 4
121. Eksisi polidaktili 2 4 0 3
122. Koreksi syndaktili 2 2 0 3
123. Eksisi Tumor Jinak pada Ekstremitas 2 2 2 3
124. Cystoscopy 1 2 1 3
125. Upper GI endoscopy, Colonoscopy 2 1 0 3
126. Thoracoscopy 1 1 0 2
127. Twin separation surgery 1 1 0 2
128. Liver transplantation 1 0 0 2
129. Laparoscopic surgery 2 1 0 2

1.7 Organisasi Materi

Daftar Materi Pembelajaran Tingkat


Kemampuan
1. Kista Dermoid 4
2. Preauricular Remnant 4
3. Kista, Fistula Branchial (I, II, III) 4
4. Kista, Fistula Thyroglosus 4
5. Hygroma/limfangioma 4
6. Hemangioma 4
7. Limphadenopati 4
8. Tumor Jaringan Lunak pada Kepala dan Leher 4
9. Tumor Kelenjar Ludah Mayor 3
10. Struma 3
11. Torticolis 3
12. Tongue Tie 4
13. Ranula (Mukokel) 4
14. Epignathus 3
15. Atresia Esofagus 4
16. Fistula Trakheoesofageal 3
17. Stenosis Esofagus 3
18. Striktur Esofagus 3
19. Achalasia 3
20. Gynekomastia 4
21. Tumor Jaringan Lunak pada Dinding Thoraks 4
22. Hernia Diafragmatika 4
23. Eventrasio Diafragma 3
24. Empyema Thoraks 3
25. Efusi Pleura 3
26. Pectus Carinatum 2
27. Pectus Excavatum 2
29. Tumor Jaringan Lunak pada Dinding Perut 4
30. Abses pada Dinding Perut 4
31. Hernia Ventralis 4
32. Hernia Umbilikalis 4
33. Hernia Insisional 4
34. Granuloma Umbilikus 4
35. Sinus, Fistula, Kista Duktus Omphalomesenterikus 4
36. Sinus, Fistula, Kista Urakhus 4
37. Gastroschisis 4
38. Omphalocele 4
39. Prune Belly Syndrome 2
40. Gastroesofageal Refluks 3
41. Abnormal Fiksasi dan Volvulus Gaster 4
42. Gastric Diaphragma, Preantral Web 4
43. Perforasi Gaster 4
44. Benda Asing di Gastrointestinal dan Bezoar 4
45. Pylorus Stenosis Hypertropi 4
46. Duplikasi Gastrointestinal 4
47. Duodenal Atresia, Stenosis 4
48. Annular Pancreas 4
49. Pancreatic Neoplasm 2
50. Pseudokista Pankreas 4
51. Kista Duktus Kholedokhus 4
52. Atresia Biliaris 3
53. Kholesistitis Akut, Perforasi 4
54. Kholedokholithiasis, Kholelithiasis 4
55. Hepatoblastoma 3
56. Hepatocellular Carcinoma 3
57. Kista Hepar 3
58. Splenic Lesion - Hipersplenisme 3
59. Pankreatitis 3
60. Atresia Jejuno-Ileal 4
61. Meconeum Ileus 4
62. Necrotizing Enterocolitis 3
63. Peritonitis Neonatal, Peritonitis Meconeum 4
64. Short Bowel Syndrome 3
65. Malrotation dengan/ tanpa Midgut Volvulus 4
66. Divertikulum Meckel 4
67. Perdarahan Gastrointestinal 4
68. Intussussepsi 4
69. Neoplasma of Small Intestine 3
70. Atresia Colon 3
71. Neoplasma of Colon and Rectum 3
72. Kista Omentum/Mesenterial 4
73. Appendisitis 4
74. Penyakit Hirschsprung 4
75. Penyakit polyposis 3
76. Inflammatory Bowel Disease 3
77. Obstipasi 4
78. Peritonitis primer 4
79. Peritonitis sekunder 4
80. Neuroblastoma 3
81. Teratoma Retroperitoneal 3
82. Tumor Ovarium 4
83. Rhabdomiosarkoma Dinding Buli 3
84. Tumor Wilms 4
85. Kista Ginjal 2
86. Uretero Pelvic Junction Obstruction 3
87. Megaureter 2
88. Vesicoureteral Refluks 2
89. Ureterocele 2
90. Malformasi Anorektal 4
91. Cloacal Malformation 3
92. Fissura Ani 4
93. Paranal Abses, fistula 4
94. Prolaps Rekti 4
95. Teratoma Sacrococcygeal 4
96. Ambigous Genitalia 3
97. Hernia Inguinoskrotal 4
98. Hidrokel Skrotum, Funikulus 4
99. Varikokel 3
100. Neurogenic Bladder 2
101. Cloacal Extrophy 2
102. Bladder Extrophy 3
103. Undescensus Testis 3
104. Torsio Testis 4
105. Tumor Testis 4
106. Hipospadia 4
107. Epispadia 3
108. Posterior Urethral Valve 2
109. Synechia Vulva 4
110. Urogenital Sinus 3
111. Hymen Imperforatus 4
112. Phimosis, Paraphimosis 4
113. Balanopostitis 4
114. Webbed Penis 4
115. Mikropenis 3
116. Burried penis 3
117. Trauma Hepar 4
118. Trauma Pancreas 4
119. Trauma Spleen 4
120. Trauma Gastrointestinal 4
121. Trauma Urogenital 4
122. Kista Baker 4
123. Polidaktili 3
124. Syndaktili 3
125. Ganglion 4
126. Tumor Jaringan Lunak a.r. Extermitas 4
127. Sepsis pada Bayi dan Anak 4
128. Shock pada Bayi dan Anak 4
129. Conjoined Twin 2
BAB IV
STURKTUR KURIKULUM

I. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pengorganisasian materi pembelajaran dan penjadwalan
proses pembelajaran dan pengajaran. Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak memerlukan
waktu 10 semester, di mana muatan akademik dan muatan profesi berjalan simultan, dan yang
berbeda hanya alokasi waktu.
Pada semester I, II, dan III muatan akademik merupakan 50% dari semua kegiatan
pembelajaran yang terdiri dari Pengetahuan Teori Kedokteran Dasar, Pengetahuan Teori Bedah
Dasar dan Bedah Anak Dasar. Pada Semester IV dan V muatan akademik memiliki alokasi
waktu sebesar 25%. Pada Semester VI, VII, VIII, dan IX muatan profesi diberikan dengan
alokasi waktu 75%. Sedangkan pada semester X peserta didik akan mendapatkan muatan profesi
sebesar 90%.

Semester Muatan Akademik Muatan Profesi


Semester X Pengetahuan Teori dan Keterampilan Kepemimpinan dan Stase Manajerial di RS
Manajemen Kasus Bedah Anak Pendidikan Utama
(Kognitif Psiko-motor) Ujian Profesi Lokal
dan Nasional
Semester IX Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper) Stase Jejaring 2 di RS Jejaring Pendidikan
(Kognitif Psikomotor)
Semester VIII Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 4 Ujian OSCE, Kognitif
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor) dan Nasional
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Semester VII Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 3
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)

Semester VI Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Jejaring 2 di RS Jejaring Seminar Usulan
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal), Pengetahuan Teori dan Pendidikan Penelitian
Keterampilan Perawatan Neonatus, Perawatan Intensif Neonatus dan (Kognitif Psikomotor)
Perawatan Intensif Pediatrik Ujian CR
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus)
Stase IKA
(Kognitif Psikomotor)

Semester V Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 2
Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak (Umum, Digestif Stase Bedah Anak 1
Semester IV Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor)
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Anak Dasar (Umum, Stase Bedah Anak Dasar Ujian OSCE dan
Semester III Digestif Anak, Urogeniatl Anak, dan Neonatal) (Kognitif Psikomotor) Kognitif
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Pengetahuan Teori dan Keterampilan Bedah Digestif, Onkologi, Stase Bedah Dasar Ujian Bedah Dasar
Semester II Urologi, Kardiothoraks, Vaskular, Bedah Saraf, Orthopaedi, (Kognitif Psikomotor)
Endolaparoskopi, dan Bedah Plastik
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus)
Pengetahuan Teori Kedokteran Dasar, Pengetahuan Teori Bedah Ujian Pra Bedah Dasar
Semester I Dasar
(Referat, Telaah Kritis Jurnal, Presentasi Kasus, Presentasi Paper)
Kursus Pra Bedah Dasar
(Kognitif Psikomotor)

I. Beban Studi dan Lama Pendidikan


Untuk mengikuti program pendidikan harus melalui seleksi kompetitif dan memenuhi
persyaratan yang telah ditetapkan. Lama pendidikan spesialis bedah anak adalah 10 semester
dengan beban studi 132 SKS dan bertujuan melengkapi mahasiswa peserta didik dengan
kompetensi dalam pengetahuan, skill, dan afektif Program pendidikan didesain dengan
menyelenggarakan eksposure terhadap problem-problem bedah anak yang luas selama training
sesuai persyaratan kurikulum.
Durasi
Tahapan Semester Mata kuliah SKS
(bln)

STASE EMERGENCY (UGD) 2


Filsafat Ilmu Ilmu Pengetahuan
Biostatistik dan Komputer Statistik 2
Metode penelitian 2
JUNIOR
Epidemiologi Klinik & Kedokteran Berbasis 2
1 MKDU Bukti 6 bulan
Biologi Molekuler 2
Etika Profesi 1
Farmakologi Klinik 1
Genetika Kedokteran 2
Imunologi 2
ILMU DASAR DAN
PENATALAKSANAAN INFEKSI
BEDAH
Ilmu Bedah Digestif 1 3
Ilmu Bedah Plastik 1 3
Ilmu Bedah Thoraks dan Cardiovascular 1 3
Ilmu Bedah Urologi 1 3
2 ILMU DASAR DAN
Ilmu
PENATALAKSANAAN NEOPLASMA
Bedah
Endolaparoskopi Dasar 1 2

Ilmu Bedah Toraks 1 2

Ilmu Bedah Vaskular 1 2

Ilmu Bedah Saraf 1 2

Ilmu Bedah Digestif Anak Dasar 2 4


Ilmu
Ilmu Bedah Neonatus Dasar 2 4
Bedah
3
Anak Ilmu Bedah Urogenital Anak Dasar 1 2
Dasar
Ilmu Bedah Anak Umum Dasar 1 2

Ilmu Bedah Digestif Anak 1 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 1 2 4


4 Bedah
Anak 1 Ilmu Bedah Urogenital Anak 1 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 1 1 2

Ilmu Bedah Digestif Anak 2 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 2 2 4


5 Bedah
Anak 2 Ilmu Bedah Urogenital Anak 2 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 2 1 2

Stasi RS Jejaring 1 3 6
MADYA
Neonatologi 1 2
Ilmu
6 Kesehatan NICU 1 2
Anak
PICU 1 2

Seminar Usulan Penelitian 2

7 Ilmu Bedah Digestif Anak 3 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 3 2 4


Bedah
Anak 3 Ilmu Bedah Urogenital Anak 3 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 3 1 2


Ilmu Bedah Digestif Anak 4 2 4

Ilmu Ilmu Bedah Neonatus 4 2 4


8 Bedah
Anak 4 Ilmu Bedah Urogenital Anak 4 1 2

Ilmu Bedah Anak Umum 4 1 2

Stasi RS Jejaring 2 3 6
9
Stasi 3 6
SENIOR Ilmu Bedah Anak 5
Manajerial 6 12
10
Karya Ilmiah Akhir 4

Total 132

I. Materi Pembelajaran
1. Muatan Akademik
a. Materi Dasar Umum
1. Pengetahuan Dasar Umum dan Humaniora
2. Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bedah
3. Pengetahuan Bedah Dasar
4. Pengetahuan Anestesiologi Dasar
5. Pengetahuan Radiologi Dasar
6. Pengetahuan Metode Pendidikan Bedah
b. Materi Dasar Khusus
1. Teori dan keterampilan dasar bedah.
2. Teori dan keterampilan perawatan perioperatif neonatus dan anak.
3. Teori dan keterampilan perawatan luka dan stoma pada neonatus dan anak.
4. Teori dan keterampilan penatalaksanaan trauma pada anak.
5. Teori dan keterampilan penatalaksanaan sepsis pada neonatus dan anak.
6. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan di kepala dan leher pada neonatus
dan anak.
7. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan pembuluh darah dan pembuluh
limfatik pada neonatus dan anak.
8. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan dada & diafragma pada neonatus dan
anak.
9. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan esofagus pada neonatus dan anak.
10. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan gaster pada neonatus dan anak.
11. Teori dan keterampilan tindakan ekstraksi benda asing di saluran cerna pada
neonatus dan anak.
12. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan duodenum, jejunum, ileum, dan
kolon pada neonatus dan anak.

13. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan hepatobilier, limpa, & pankreas pada
neonatus dan anak.
14. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan sisa tali pusat pada neonatus dan anak.
15. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan dinding abdomen pada neonatus dan
anak.
16. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan anorektal pada neonatus dan anak.
17. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan genitalia eksterna dan interna pada
neonatus dan anak.
18. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan ginjal dan traktus urinarius pada
neonatus dan anak.
19. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan tumor solid pada anak.
20. Teori dan keterampilan operatif pada kelainan anggota gerak pada neonatus dan anak.
21. Teori dan keterampilan laparoskopi & endoskopi pada neonatus dan anak.
22. Teori dan keterampilan operatif pada kembar siam.
23. Teori transplantasi liver pada anak

Anda mungkin juga menyukai