Anda di halaman 1dari 36

TULISAN ILMIAH BERUPA ULASAN

TENTANG KEGIATAN PEMBINAAN KEPEMUDAAN

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN

TERUNG UNGU (Solanum melongena L.)

DI DESA OLADANO KECAMATAN IDANOGAWO

KABUPATEN NIAS

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 7

KELOMPOK :7 (TUJUH)

1. DAMIANUS DEDI TRIADIL WARUWU

2. GESMAN JAYA LAWOLO

3. INDAH MAWATI BUULOLO

MATA KULIAH : PEMBEL. BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

SEMESTER : 1 (SEMESTER 1)

MASA REGISTRASI : 20202

POKJAR : IDANOGAWO

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH

UNIVERSITAS TERBUKA (UPBJJ-UT)

MEDAN

2020.2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek pembinaan kepmudaan ini dengan judul
“Teknik Budidaya Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L. ) Di Pusat Teknologi
Dan Pengembangan Kawasan Pertanian di Desa Oladano Kecamatan Idanogawo
Kabupaten Nias”.

Di Indonesia kesejahteraan masih belum merata bagi seluruh rakyat Indonesia.


Terutama bagi pemuda-pemuda yang sekarang. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah
pun sudah sangat maksimal, tetapi karna memang keadaan yang kurang mendukung salah
satunya daerah yang susah dijangkau mengakibakan beberapa pemuda susah mendapat
lowongan pekerjaan.
Kurangnya pengetahuan akan komoditik dalam berwira usaha yang bernilai tinggi bagi
pemuda kalangan sekarang. Sehingga menjadi salah satu penghambat majunya semangat
kerja terutama di Indonesia.
Nah salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu memberikan pengetahuan kepada
pera pemuda yang ingin berwira usaha bagaimana cara membudidayakan komoditi
tanaman yang memiliki harga tinggi baik melalui teori maupun praktek. Salah satu
komoditi yang memiliki nilai tinggi yaitu Komoditi Tanaman Terung Ungu (solanum
melongena L.)
Sebenarnya dalam membudidayakan tanama Terung Ungu sebenarnya lumayan
mudah, hanya saja dibutukan keuletan dan perawatan yang telaten.
Dalam artikel ini, penyusun akan berbagi informasi mengenai cara membudidayakan
tanaman Terung Ungu , harapan penyusun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN MATERI

A. Pengertian Dari Tanaman Terung Ungu (solanum melongena L.)


Terung atau Terong (Solanum melongena L.) adalah tanaman Hortikultura yang ditanam
untuk dimanfaatkan buahnya.Terung menjadi salah satu bahan pangan yang mudah di
dapat dan murah harganya, Terung juga mengandung banyak khasiat bagi kesehatan
karena dapat menurunkan kolesterol darah, mengandung zat anti kanker. Terung juga
mengandung banyak vitamin dan gizi yang tinggi, seperti vitamin B-kompleks, thiamin,
pyridoxine, riboflavin, zat besi, phosphorus, manganese, dan potassium. Terung adalah
salah satu sumber makanan yang sangat dikenal oleh semua lapisan masyarakat. Terung
menjadi salah satu menu yang paling diminati berbagai kalangan Untuk membelinya pun
tidak sulit karena tersedia dipasar pasar maupun supermarket. Selain rasanya enak, terung
juga bisa diolah menjadi bermacam - macam menu masakan. Bahkan cara mengolahnya
terbilang sangat muda (Martinus, 2015).

B. Manfat Dari Tanaman Terung Ungu (solanum melongena L.)

Tanaman ini diduga berasal dari Indonesia dan India. Di kedua kawasan ini terdapat
aneka jenis terung, baik yang dibudidayakan atau tumbuh secara liar. Pusat
keanekaragaman terung yang kedua terbesar adalah Cina.Tanaman ini telah tersebar dan
dibudidayakan diseluruh penjuru dunia, Asia, Afrika, Amerika, Australia dan Eropa. Di
Indonesia tanaman ini tersebar di seluruh penjuru tanah air sehingga mempunyai nama
yang berbeda-beda misalnya terong, cokrom (Sunda), encung (Jawa), toru (Nias), tiung
(Lampung), poki-poki (Manado), fofoki (Ternate), dan kauremenu (Timor). Terung
sebagai sayuran buah cukup banyak mengandung vitamin A, B, dan C sehingga cukup
potensial untuk dikembangkan dan mengatasi kekurangan vitamin A. Gejala kekurangan
vitamin A yang banyak terdapat di Indonesia menunjukkan kurangnya konsumsi sayuran
(Rival, 2014).
Negara Asia merupakan produsen terbesar (80%), dimana Cina (53%) dan India (30%).
Kedua negara tersebut merupakan produsen terbesar di Asia, sedangkan Indonesia hanya
menyumbang 1% dari produksi terung dunia. Menurut BPS Indonesia (2012), produksi
terung Indonesia pada tahun 2012 sebanyak 518.827 ton. Tingginya kandungan gizi pada
terung merupakan salah satu alasan komoditas terung banyak digemari. Seiring dengan
pertambahan jumlah penduduk, permintaan terhadap terung juga terus meningkat. Akan
tetapi peningkatan permintaan tersebut tidak diiringi dengan peningkatan jumlah produksi.
Salah satunya disebabkan oleh rendahnya produktivitas terung. Menurut BPS Indonesia
(2012) dan Direktorat Jenderal Hortikultura (2012), produksi terung nasional sebanyak
518.787 ton dengan luas panen 50.559 ha. Peningkatan produksi terung dapat dilakukan
secara ekstensifikasi dan intensifikasi, salah satunya adalah melalui usaha peningkatan
produktivitas dan efisiensi penggunaan tanah, sehingga intensifikasi merupakan pilihan
yang tepat untuk diterapkan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah melalui
penggunaan pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT (Umi, 2013).

C. Cara Penanaman Terung Ungu (solanum melongena L.)

Sebelum ditanam di lahan terbuka, benih terong sebaiknya disemaikan terlebih dahulu.
Langkah pertama siapkan dulu tempat penyemaian benih.

1. Buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20 cm. Bedengan dibuat dari
campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. (
2. berikan naungan terhadap bedengan tersebut.
3. Rendam benih terong dalam air hangat selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih
dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam.
4. Buat alur berjarak 5-10 cm diatas bedengan untuk menebarkan benih.
5. Tebarkan benih dan tutup dengan tanah tipis-tipis. Setelah itu, tutup bedengan dengan
daun pisang atau karung goni basah.
6. Siram dengan air untuk menjaga kelembaban persemaian.
7. Setelah 2-3 hari kecambah mulai tumbuh menjadi tanaman, buka daun pisang atau
karung goni tersebut.
8. Siram setiap hari tanaman tersebut. Setelah 10-15 hari, pindahkan bibit tanaman
kedalam bumbunan daun pisang atau polybag kecil (9X10 cm), satu polybag satu
tanaman. Isi polybag atau bumbunan daun pisang dengan tanah dan kompos,
perbandingan 1:1.
9. Sirami tanaman yang ada dalam polybag tersebut setiap hari. Setelah tanaman
berumur 1-1,5 bulan atau telah memiliki minimal 4 helai daun, tanaman tersebut siap
dipindahkan ke lahan terbuka.

Pengolahan tanah dan penanaman, Lahan untuk budidaya terong dicangkul atau dibajak
dengan kedalaman 30 cm. Bersihkan tanah dari gulma dan kerikil. Bentuk bedengan
dengan lebar 1 meter tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan. Jarak
antar bedengan 40 cm. Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar, bisa berupa kompos
atau pupuk kandang sebanyak 15 ton per hektar. Taburkan di atas bedengan dan aduk
hingga merata. Budidaya terong menghendaki tingkat keasaman tanah sekitar pH 5-6.
Apabila pH kurang dari 5 tambahkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1-2 ton per
hektar satu minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam secara berbaris, satu bedengan
sebanyak dua baris. Jarak tanam antar lubang tanam 60 cm dan jarak antar baris 70 cm.
Lebar lubang dan kedalaman disesuaikan dengan ukuran polybag bibit. Sebelum bibit
dipindahkan, siram bedengan dengan air. Tanaman terong cenderung tidak tahan dengan
kekeringan. Pindahkan bibit tanaman satu lubang diisi satu bibit tanaman. Hati-hati dalam
memindahkan tanaman, jaga agar akar tanamah tidak putus atau rusak. Pemeliharaan,
dengan melakukan penyulaman tanaman setelah satu minggu. Cabut tanaman yang terlihat
layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. Pencabutan dilakukan beserta media
tumbuhnya. Ganti dengan bibit baru. Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu
setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terong non-organik berikan pupuk urea dengan
dosis 80 kg/ha dan KCl 45 Kg/ha. Sedangkan untuk budidaya terong organik berikan
pupuk kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per
tanaman. Ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit
ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, siangi gulma yang terdapat dalam bedengan
tanaman. Bersihkan juga semak belukar yang terdapat disekitar area tanaman. Pemasangan
ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3
minggu. Penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari pangkal batang. Jangan sampai
penancapan ajir melukai akar tanaman. Ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia. Apabila
tidak turun hujan penyiraman hendaknya dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman
berbunga. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya hingga dua hari sekali.
Panen, Panen pertama usaha budidaya terong biasanya dilakukan setelah 70-80 hari sejak
bibit ditanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim
tanam, bia mencapai 13-15 kali panen, bahkan bisa lebih. Waktu yang tepat untuk panen
adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terung tidak tahan lama.
Oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya
terong dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah.

D. Morfologi Tanaman Terung Ungu

1. Akar

Tanaman terung ungu memiliki system perakaran tunggang dan serabut. Akar setabut
dapat menembus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabut umumnya tumbuh
menyebar kesamping dan menembus ke tanah dangkal, akar bewarna keputih-putihan dan
halus beruuran kecil.

2. Batang

Batang tanaman terong dibedakan menjadi dua macam, yaitu batang utama (batang
primer) dan percabangan (cabang sekunder). Batang utama merupakan penyangga berdirinya
tanaman, sedangkan percabangan merupakan bagian tanaman yang mengeluarkan bunga.
Bentuk percabangan tanaman terong hampir sama dengan percabangan yaitu menggarpu
(dikotom), letaknya agak tidak beraturan. Percabangan yang dipelihara yaitu cabang
penghasil buah (cabang produksi). Batang utama bentuknya persegi (angularis), sewaktu
muda berwarna ungu kehijauan, setelah dewasa menjadi ungu kehitaman (Johan, 2010).

3. Daun

Daun terung tertutup oleh bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk bulat panjang dengan
pangkal dan ujungnya sempit, namun bagian tengahnya lebar, letak daun berselang-seling
dan bertangkai pendek. Tangkai daun berbentuk slindris dengan sisi agak pipih dan menebal
di bagian pangkal, panjang berkisar antara 5 – 8 cm. Lebar helaian daun 7 – 9 cm atau lebih
sesuai varietasnya. Panjang daun antara 12 – 20 cm. Daun muda berwarna hijau tua,
sedangkan yang telah tua berwarna ungu kemerahan (Johan, 2010). Daun kelopak melekat
pada dasar buah, berwarna hijau atau keunguan (Nur, 2012).
4. Bunga

Bunga terong merupakan bunga banci atau lebih dikenal dengan bunga berkelamin
dua. Dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina
(putik). Bunga ini juga dinamakan bunga sempurna atau bunga lengkap, karena perhiasan
bunganya terdiri dari kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla) dan tangkai bunga.
Pada saat bunga mekar, bunga mempunyai diameter rata-rata 2-3 centimeter dan letaknya
menggantung. Mahkota bunga berwarna ungu cerah, jumlahnya 5-8 buah, tersusun rapi
membentuk bangun bintang. Bunga terong bentuknya mirip bintang berwarna biru atau
lembayung cerah sampai warna yang lebih gelap. Bunga terong tidak mekar secara serempak
(Johan, 2010). Penyerbukan bunga dapat berlangsung secara silang maupun menyerbuk
sendiri (Nur, 2012).

5. Buah

Buah terung digolongkan dalam jenis berryyangdicirikan dengan lapisan luar yang
tipis sedangkan lapisan tengah dan lapisan dalamnya menyatu. Buah terung memiliki bentuk
beraneka ragam sesuai dengan varietasnya. Bentuk yang dikenal meliputi: panjang silindris,
panjang lonjong, lonjong (oval), bulat lebar dan bulat (Rival, 2014).

Buah terong merupakan buah sejati tunggal dan tidak akan pecah bila buah telah masak. Kulit
buah luar berupa lapisan tipis berwarna ungu hingga ungu gelap yang mengkilap. Daging
buah tebal, lunak dan berair, bagian ini enak dimakan. Biji-biji terdapat dalam daging buah.
Buah menggantung di ketiak daun. Bentuk yang dikenal seperti panjang silindris, panjang
lonjong, lonjong (oval), bulat lebar dan bulat. Karena bentuk buah berlainan maka ukuran
berat buah juga sangat berbeda-beda dan berlainan pula, rata-rata 125 gram dan buah
menghasilkan biji yang ukurannya kecil-kecil berbentuk pipih dan berwarna cokelat muda.
Biji ini merupakan alat reproduksi atau perbanyakan tanaman secara generatif (Johan, 2010).

E. Metode Pelaksanaan

1. Tempat dan Waktu

Kegiatan praktek penamana Terung Ungu di laksanakan tanggal 25 November 2020


sampai 27 Oktober 2020 di Pusat Lahan Bersama dan Pengembangan Kawasan Pertanian
Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Kegiatan Pembinaan Kepemudaan
ini disesuaikan dengan jam kerja di tempat praktek.
2. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan adalah cangkul, meteran, tali raffia, handsprayer, ember plastik,
karung, pisau, dan gunting sedangkan bahan yang digunakan adalah lahan pertanian, benih
terong ungu varietas lejatak, bibit terong ungu, pupuk kandang, dolomite, mulsa plastik,
insektisida, pestisida, fungisida, pupuk NPK PHONSKA, KCL, ZA, dan SP36.

F. Gambar Praktek

Pembuatan bedengan mengemburkan tanah dan penanaman benih

Pembersihan tanaman dan pemanenan foto bersama dengan pemuda yang berwira usaha
BAB III

A. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kegiatan budidaya tanaman terung ungu di Pusat Lahan Bersama dan Pengembangan
Kawasan Pertanian Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Di lakukan
secara rinci mulai dari persiapan bibit, pengolahan lahan, penentuan jarak tanam dan lubang
tanam, pemupukan, pemeliharaan tanaman, sampai panen. Untuk benih tidak dihasilkan
sendiri oleh PATPKP-UNAND, namum bibit yang ditanam, benih yang di gunakan benih
hibrida varietas lejatak yang di beli di took pertanian sekitar.

Proses pemanenan terung ungu dilakukan setelah 3-4 bulan setelah tanam, panen
terung ungu dilakukan 2 kali seminggu. Tanaman terung ungu bisa tumbuh sampai 1 tahun
lebih. Jika budidaya dilakukan dengan baik maka hasil yang didapatkan akan maksimal dan
menyukupi kebutuhan masyarakat di sekitar Sumatra barat.

5.2. Saran

Pembudidayaan tanaman terung ungu sebaiknya lebih di perbanyak dan di perluas


lagi di alahan panjang Serta pemeliharan harus dilakukan dengan baik dan tepat, agar
produksi yang dihasilkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Sumatra barat dan
sekitarnya
DAFTAR PUSTAKA

Fahri Karim, Dkk. 2013. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung
(Solanum Melongena L.) Terhadap Perlakuan Pupuk Phonska. Kabupaten Bone Bolango.

Hendri Martinus, Dkk. 2015. Pengaruh Pupuk Kandang Sapi Dan Pupuk Npk
Mutiara Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum Melongena L.
). Universitas 17 Agustus 1945. Samarinda. Volume Xiv. Hal 214.

Herwindo. Rival 2014. Kajian Jenis Kemasan Dan Simulasi Pengangkutan Terhadap
Mutu Fisik Buah Terung (Solanum Melongena L.). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pracaya, Gema Juang Kartika. 2016. Bertanam 8 Sayuran Organik. Penebar Swadaya.
Jakarta.

Pudji Umi Astuti, dkk. 2013. Pengaruh Penggunaan Kombinasi Pupukdan Frekuensi
Pemberian Zpt Terhadap Tanaman Terung Ungu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
(BPTP). Bengkulu.

Sasongko Johan. 2010. Pengaruh Macam Pupuk Npk Dan Macam Varietas Terhadap
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.). Universitas
Sebelas Maret. Surakarta.

Sriyanto Doni, Dkk. 2015. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung Ungu Dan Terung Hijau (Solanum Melongena L
.).
RANCANGAN

TENTANG KEGIATAN PEMBINAAN KEPEMUDAAN

TEKNIKBUDIDAYA TANAMAN

TERUNG UNGU (Solanum melongena L.)

DI DESA OLADANO KECAMATAN IDANOGAWO

KABUPATEN NIAS

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 7

KELOMPOK :7 (TUJUH)

1.DAMIANUS DEDI TRIADIL WARUWU

2.GESMAN JAYA LAWOLO

3. INDAH MAWATI BUULOLO

MATA KULIAH : PEMBEL. BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

SEMESTER : 1 (SEMESTER 1)

MASA REGISTRASI : 20202

POKJAR : IDANOGAWO

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH

UNIVERSITAS TERBUKA (UPBJJ-UT)

MEDAN

2020.2

BAB I
PENDAHULUAN
B. LATAR BELAKANG

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek pembinaan kepmudaan ini dengan judul
“Teknik Budidaya Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L. ) Di Pusat Teknologi
Dan Pengembangan Kawasan Pertanian di Desa Oladano Kecamatan Idanogawo
Kabupaten Nias”.

Di Indonesia kesejahteraan masih belum merata bagi seluruh rakyat Indonesia.


Terutama bagi pemuda-pemuda yang sekarang. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah
pun sudah sangat maksimal, tetapi karna memang keadaan yang kurang mendukung salah
satunya daerah yang susah dijangkau mengakibakan beberapa pemuda susah mendapat
lowongan pekerjaan.
Kurangnya pengetahuan akan komoditik dalam berwira usaha yang bernilai tinggi bagi
pemuda kalangan sekarang. Sehingga menjadi salah satu penghambat majunya semangat
kerja terutama di Indonesia.
Nah salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu memberikan pengetahuan kepada
pera pemuda yang ingin berwira usaha bagaimana cara membudidayakan komoditi
tanaman yang memiliki harga tinggi baik melalui teori maupun praktek. Salah satu
komoditi yang memiliki nilai tinggi yaitu Komoditi Tanaman Terung Ungu (solanum
melongena L.)
Sebenarnya dalam membudidayakan tanama Terung Ungu sebenarnya lumayan
mudah, hanya saja dibutukan keuletan dan perawatan yang telaten.
Dalam artikel ini, penyusun akan berbagi informasi mengenai cara membudidayakan
tanaman Terung Ungu , harapan penyusun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
G. Manfat Dari Tanaman Terung Ungu (solanum melongena L.)

Tanaman ini diduga berasal dari Indonesia dan India. Di kedua kawasan ini terdapat
aneka jenis terung, baik yang dibudidayakan atau tumbuh secara liar. Pusat
keanekaragaman terung yang kedua terbesar adalah Cina.Tanaman ini telah tersebar dan
dibudidayakan diseluruh penjuru dunia, Asia, Afrika, Amerika, Australia dan Eropa. Di
Indonesia tanaman ini tersebar di seluruh penjuru tanah air sehingga mempunyai nama
yang berbeda-beda misalnya terong, cokrom (Sunda), encung (Jawa), toru (Nias), tiung
(Lampung), poki-poki (Manado), fofoki (Ternate), dan kauremenu (Timor). Terung
sebagai sayuran buah cukup banyak mengandung vitamin A, B, dan C sehingga cukup
potensial untuk dikembangkan dan mengatasi kekurangan vitamin A. Gejala kekurangan
vitamin A yang banyak terdapat di Indonesia menunjukkan kurangnya konsumsi sayuran
(Rival, 2014).

Negara Asia merupakan produsen terbesar (80%), dimana Cina (53%) dan India (30%).
Kedua negara tersebut merupakan produsen terbesar di Asia, sedangkan Indonesia hanya
menyumbang 1% dari produksi terung dunia. Menurut BPS Indonesia (2012), produksi
terung Indonesia pada tahun 2012 sebanyak 518.827 ton. Tingginya kandungan gizi pada
terung merupakan salah satu alasan komoditas terung banyak digemari. Seiring dengan
pertambahan jumlah penduduk, permintaan terhadap terung juga terus meningkat. Akan
tetapi peningkatan permintaan tersebut tidak diiringi dengan peningkatan jumlah produksi.
Salah satunya disebabkan oleh rendahnya produktivitas terung. Menurut BPS Indonesia
(2012) dan Direktorat Jenderal Hortikultura (2012), produksi terung nasional sebanyak
518.787 ton dengan luas panen 50.559 ha. Peningkatan produksi terung dapat dilakukan
secara ekstensifikasi dan intensifikasi, salah satunya adalah melalui usaha peningkatan
produktivitas dan efisiensi penggunaan tanah, sehingga intensifikasi merupakan pilihan
yang tepat untuk diterapkan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah melalui
penggunaan pupuk dan Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT (Umi, 2013).

H. Cara Penanaman Terung Ungu (solanum melongena L.)

Sebelum ditanam di lahan terbuka, benih terong sebaiknya disemaikan terlebih dahulu.
Langkah pertama siapkan dulu tempat penyemaian benih.

10. Buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20 cm. Bedengan dibuat dari
campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. (
11. berikan naungan terhadap bedengan tersebut.
12. Rendam benih terong dalam air hangat selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih
dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam.
13. Buat alur berjarak 5-10 cm diatas bedengan untuk menebarkan benih.
14. Tebarkan benih dan tutup dengan tanah tipis-tipis. Setelah itu, tutup bedengan dengan
daun pisang atau karung goni basah.
15. Siram dengan air untuk menjaga kelembaban persemaian.
16. Setelah 2-3 hari kecambah mulai tumbuh menjadi tanaman, buka daun pisang atau
karung goni tersebut.
17. Siram setiap hari tanaman tersebut. Setelah 10-15 hari, pindahkan bibit tanaman
kedalam bumbunan daun pisang atau polybag kecil (9X10 cm), satu polybag satu
tanaman. Isi polybag atau bumbunan daun pisang dengan tanah dan kompos,
perbandingan 1:1.
18. Sirami tanaman yang ada dalam polybag tersebut setiap hari. Setelah tanaman
berumur 1-1,5 bulan atau telah memiliki minimal 4 helai daun, tanaman tersebut siap
dipindahkan ke lahan terbuka.

Pengolahan tanah dan penanaman, Lahan untuk budidaya terong dicangkul atau dibajak
dengan kedalaman 30 cm. Bersihkan tanah dari gulma dan kerikil. Bentuk bedengan
dengan lebar 1 meter tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan. Jarak
antar bedengan 40 cm. Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar, bisa berupa kompos
atau pupuk kandang sebanyak 15 ton per hektar. Taburkan di atas bedengan dan aduk
hingga merata. Budidaya terong menghendaki tingkat keasaman tanah sekitar pH 5-6.
Apabila pH kurang dari 5 tambahkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1-2 ton per
hektar satu minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam secara berbaris, satu bedengan
sebanyak dua baris. Jarak tanam antar lubang tanam 60 cm dan jarak antar baris 70 cm.
Lebar lubang dan kedalaman disesuaikan dengan ukuran polybag bibit. Sebelum bibit
dipindahkan, siram bedengan dengan air. Tanaman terong cenderung tidak tahan dengan
kekeringan. Pindahkan bibit tanaman satu lubang diisi satu bibit tanaman. Hati-hati dalam
memindahkan tanaman, jaga agar akar tanamah tidak putus atau rusak. Pemeliharaan,
dengan melakukan penyulaman tanaman setelah satu minggu. Cabut tanaman yang terlihat
layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. Pencabutan dilakukan beserta media
tumbuhnya. Ganti dengan bibit baru. Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu
setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terong non-organik berikan pupuk urea dengan
dosis 80 kg/ha dan KCl 45 Kg/ha. Sedangkan untuk budidaya terong organik berikan
pupuk kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per
tanaman. Ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit
ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, siangi gulma yang terdapat dalam bedengan
tanaman. Bersihkan juga semak belukar yang terdapat disekitar area tanaman. Pemasangan
ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3
minggu. Penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari pangkal batang. Jangan sampai
penancapan ajir melukai akar tanaman. Ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia. Apabila
tidak turun hujan penyiraman hendaknya dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman
berbunga. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya hingga dua hari sekali.
Panen, Panen pertama usaha budidaya terong biasanya dilakukan setelah 70-80 hari sejak
bibit ditanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim
tanam, bia mencapai 13-15 kali panen, bahkan bisa lebih. Waktu yang tepat untuk panen
adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terung tidak tahan lama.
Oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya
terong dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah.

I. Morfologi Tanaman Terung Ungu

6. Akar

Tanaman terung ungu memiliki system perakaran tunggang dan serabut. Akar setabut
dapat menembus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabut umumnya tumbuh
menyebar kesamping dan menembus ke tanah dangkal, akar bewarna keputih-putihan dan
halus beruuran kecil.

7. Batang

Batang tanaman terong dibedakan menjadi dua macam, yaitu batang utama (batang
primer) dan percabangan (cabang sekunder). Batang utama merupakan penyangga berdirinya
tanaman, sedangkan percabangan merupakan bagian tanaman yang mengeluarkan bunga.
Bentuk percabangan tanaman terong hampir sama dengan percabangan yaitu menggarpu
(dikotom), letaknya agak tidak beraturan. Percabangan yang dipelihara yaitu cabang
penghasil buah (cabang produksi). Batang utama bentuknya persegi (angularis), sewaktu
muda berwarna ungu kehijauan, setelah dewasa menjadi ungu kehitaman (Johan, 2010).

8. Daun

Daun terung tertutup oleh bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk bulat panjang dengan
pangkal dan ujungnya sempit, namun bagian tengahnya lebar, letak daun berselang-seling
dan bertangkai pendek. Tangkai daun berbentuk slindris dengan sisi agak pipih dan menebal
di bagian pangkal, panjang berkisar antara 5 – 8 cm. Lebar helaian daun 7 – 9 cm atau lebih
sesuai varietasnya. Panjang daun antara 12 – 20 cm. Daun muda berwarna hijau tua,
sedangkan yang telah tua berwarna ungu kemerahan (Johan, 2010). Daun kelopak melekat
pada dasar buah, berwarna hijau atau keunguan (Nur, 2012).

9. Bunga

Bunga terong merupakan bunga banci atau lebih dikenal dengan bunga berkelamin
dua. Dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina
(putik). Bunga ini juga dinamakan bunga sempurna atau bunga lengkap, karena perhiasan
bunganya terdiri dari kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla) dan tangkai bunga.
Pada saat bunga mekar, bunga mempunyai diameter rata-rata 2-3 centimeter dan letaknya
menggantung. Mahkota bunga berwarna ungu cerah, jumlahnya 5-8 buah, tersusun rapi
membentuk bangun bintang. Bunga terong bentuknya mirip bintang berwarna biru atau
lembayung cerah sampai warna yang lebih gelap. Bunga terong tidak mekar secara serempak
(Johan, 2010). Penyerbukan bunga dapat berlangsung secara silang maupun menyerbuk
sendiri (Nur, 2012).

10. Buah

Buah terung digolongkan dalam jenis berryyangdicirikan dengan lapisan luar yang
tipis sedangkan lapisan tengah dan lapisan dalamnya menyatu. Buah terung memiliki bentuk
beraneka ragam sesuai dengan varietasnya. Bentuk yang dikenal meliputi: panjang silindris,
panjang lonjong, lonjong (oval), bulat lebar dan bulat (Rival, 2014).

Buah terong merupakan buah sejati tunggal dan tidak akan pecah bila buah telah masak. Kulit
buah luar berupa lapisan tipis berwarna ungu hingga ungu gelap yang mengkilap. Daging
buah tebal, lunak dan berair, bagian ini enak dimakan. Biji-biji terdapat dalam daging buah.
Buah menggantung di ketiak daun. Bentuk yang dikenal seperti panjang silindris, panjang
lonjong, lonjong (oval), bulat lebar dan bulat. Karena bentuk buah berlainan maka ukuran
berat buah juga sangat berbeda-beda dan berlainan pula, rata-rata 125 gram dan buah
menghasilkan biji yang ukurannya kecil-kecil berbentuk pipih dan berwarna cokelat muda.
Biji ini merupakan alat reproduksi atau perbanyakan tanaman secara generatif (Johan, 2010).
J. Rancangan pelaksanaan

3. Tempat dan Waktu

Kegiatan praktek penamana Terung Ungu di laksanakan tanggal 25 November 2020


sampai 27Oktober 2020 di Pusat Lahan Bersama dan Pengembangan Kawasan Pertanian
Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Kegiatan Pembinaan Kepemudaan
ini disesuaikan dengan jam kerja di tempat praktek.

4. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan adalah cangkul, meteran, tali raffia, handsprayer, ember plastik,
karung, pisau, dan gunting sedangkan bahan yang digunakan adalah lahan pertanian, benih
terong ungu varietas lejatak, bibit terong ungu, pupuk kandang, dolomite, mulsa plastik,
insektisida, pestisida, fungisida, pupuk NPK PHONSKA, KCL, ZA, dan SP36.
TugasPraktik 2

Sesi 3

(TugasMandiri)

Nama : GESMAN JAYA LAWOLO

Semerter: 1 (satu)

Materi: Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan

1. Jelaskanapaalasankamumemilihkegiatan yang kamujadikansebagaitugaspraktik?


2. Apahambatan yang kamutemukanjikakegiatanitukamulaksanakan?
3. Bagaimana ide ataugagasankamuuntukmeningkatkan program tersebut
4. Jelaskanbagaimanapemasarannya

JAWAB:

1. Saya memilih kegiatan pembinaan kepemudaan alasan saya memilih praktik


pembinaan kepemudaan yaitu untuk membentuk karakter ristik seorang pemuda, di
kalangan sekarang banyak pemuda yang hanya mementingkan kepentingannya yang
tidak berguna atau sia-sia seperti main game, merokok, dan meminum minuman keras
itu sangat tidak berguna maka saya akan mengumpulkan pemuda-pemuda tersebut
untuk bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri. Untuk praktik kali ini saya
mengajak mereka untuk becocok tanam yaitu menanam jagung manis dalam
pengololaan tanaman saya mengajak mereka untuk berdiskusi bersama bagai mana
mengolah dan menanam taman tersebut setelah mereka berdiskusi saya mengajak
mereka lansung praktik di lapangan agar mereka tidak binggu pada saat bekerja. Guna
untuk berdiskusi ini yaitu agar mereka bekerja sama dan saling menerima pendapat
orang lain dan tidak mementingkan dirinhya sendiri, setelah saya mengajak mereka
bekerja kami terus beraktivitas untuk mendapatkan hasil dari pekerjaan kami. Setelah
jagung tersebut panen saya mengajak bereka berwirwsuasta di pasaran. Kami
memasarkan jagung manis tersebut setlah itu saya membertikan cotoh kepda mereka
bagai mana mendapat penghasilan setelah itu mereka baru mengerti tidak ada
gunanya melakukan yang tidak berguna hanya menghabiskan waktu setelah itu
mereka mulai bekerja sampai mereka sukses.
2. Hambatan yang saya temukan yaitu perta [pemuda yang kita aja banyak yang tidak
mau trus banyak yang mengatakan mereka bisa bekerja sendiri tampa bantuan orang
lain. Trus dalam praktek kami kelelahan dalam mencari lahan kosong untuk tempat
praktek.
3. Ide saya yaitu memberikan motivasi-motivasi yang berguna bagi generasi yang akan
datang dan bagi pemuda tersebut. Dan memberikan solusi-solusi lain agar mereka
tertarik untuk bekerja dan mau berwirasuata. Dan memberikan mereka semagat
dengan cara memaparkan semua pemuda-pemuda yang sudah berhasil sehingga niat
mereka bekerja akan bangkit.
4. Untuk pemasarannya kami memasarkan hasil dari praktik kami ke pasar-pasar,
kerumah masyarakat dan memasarkannya di tempat-tempatyang ramai orang.
Nama : GESMAN JAYA LAWOLO

Nim : 856021034

Semester : 1 (satu)

Jawaban

1. Materi Yang lebih relefan dalam praktek kerja lapangan adalah pandanga progresif dalam
belajar mengapa saya memilih materi ini di karenakan meteri sangat lah penting bagi anak-
anak/ murid yang kita bina agar masa depan mereka itu cerah dan baik dan dimana juga
meteri ini bagia dari masyarakat yang memiliki proses orientasi pendidikan bagi masyarakat
untuk melatih kemampuan panca indra dan kemampuan koordinisi fisik.
2. Dalam belajar konstruktivistik guru atau pendidik berperan membantu agar proses
pengkonstruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Guru hanya membantu siswa untuk
membentuk pengetahuannya sendiri. Guru dituntut lebih memahami jalan pikiran atau cara
pandang siswa dalam belaajar. Guru tidak dapat mengklaim bahwa satu-satunya cara yang
tepat adalah yang sama dan sesuai dengan kemauannya.
Peranan kunci guru dalam interaksi pendidikan adalah pengendalian, yang meliputi:
Menumbuhkan kemandiriran dengan menyediakan kesempatan untuk mengambil keputusan
dan bertindak. Menumbuhkan kemampuan mengambil keputusan dan bertindak, dengan
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa. Menyediakan sistem dukungan yang
memberikan kemudahan belajar agar siswa mempunyai peluang optimal untuk berlatih.
3. Momong, among dan ngemong dalam hal ini tidak ada pelaksanaan terhadap anak didik,
tetapi lebih kepada membimbing dan memimpin meskinpun pada hal-hal tertentu peran
tersebut juga tidak di perlukan.

4. Keluarga meupakan tempat anak membuka matanya untuk petama kali. Pengaruhnya
memainkan peranan yang besar dalam memberikan pengarahan dan membentuk pribadi anak.
Sejauh mana nilai-nilai pendidikan itu diberikan oleh keluarga itu kepada anak, sejauh itulah
anak terbentuk, tumbuh, bekembang, serta menghadapi masyarakat dengan segala
permasalahannya. Langkah-langkah kedua orang tua dalam memaksimalkan usahanya dalam
mendidik, serta memberikan porsi yang sesuai dalam mendidiknya memilliki pengauh yang
signifikan dalam membentuk pribadinya. Ayah dan ibu merupakan pondasi yang
memungkinkan sebuah keluarga untuk mendirikan istana pendidikn keluarga dengan metode
yang benar. Dalam artian, anak adalah bentukan orang tuanya serta tumbuh berdasarkan
didikan keduanya. Keluarga dengan kebudayaan serta nilai-nilai pendidikan yang dimilikinya
dapat membrikan dan mengarahkan anak agar memperoleh pusaka kebidayaan dan nilai-nilai
pendidikan tersebut. Di antara nilai-nilai pendidikan yang terpenting adalah kejujuran dan
amanah. Namun, hal itu sangat bergantung pada tipe interaksi keluarga dan jenis-jenisnya,
5. Pendidikan kewarganegaraan adalah ilmu wajib yg hrs dipelajari oleh semua warga
negara Indonesia yg mmpunyai hak dan kewajiban di negara ini.
visi : sbg sumber pedoman dan nilai utk mengembangkan prog studi yg berguna
mengantarkan siswa & mahasiswa utk memantapkan kepribadian bangsa seutuhnya.
misi : utk membantu siswa dan mahasiswa utk meneguhkan pendiriannya sbgi warga
negara yg konsisten mewujudkan nilai2 Pancasila dlm kehidupan sehari2
juga membantu mewujudkan pribadi bangsa yg nasionalis dan religius utk trs
dikembangkan hingga generasi selnjtnya
LAPORAN KEMAJUAN KEGIATAN BIMBINGAN

KEPEMUDAAN

NAMA MAHASISWA : GESMAN JAYA LAWOLO

NIM : 856021034

UPBJJ : Medan

PROPINSI/KABUPATEN/KOTA : Sumatera Utara/Nias/Gunungsitoli

KECAMATAN : Idanogawo

FORMAT LAPORAN:

A. PENDAHULUAN

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek pembinaan kepmudaan ini dengan judul
“Teknik Budidaya Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L. ) Di Pusat Teknologi
Dan Pengembangan Kawasan Pertanian di Desa Oladano Kecamatan Idanogawo
Kabupaten Nias”.

Di Indonesia kesejahteraan masih belum merata bagi seluruh rakyat Indonesia.


Terutama bagi pemuda-pemuda yang sekarang. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah
pun sudah sangat maksimal, tetapi karna memang keadaan yang kurang mendukung salah
satunya daerah yang susah dijangkau mengakibakan beberapa pemuda susah mendapat
lowongan pekerjaan.
Kurangnya pengetahuan akan komoditik dalam berwira usaha yang bernilai tinggi bagi
pemuda kalangan sekarang. Sehingga menjadi salah satu penghambat majunya semangat
kerja terutama di Indonesia.
Nah salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu memberikan pengetahuan kepada
pera pemuda yang ingin berwira usaha bagaimana cara membudidayakan komoditi
tanaman yang memiliki harga tinggi baik melalui teori maupun praktek. Salah satu
komoditi yang memiliki nilai tinggi yaitu Komoditi Tanaman Terung Ungu (solanum
melongena L.)
Sebenarnya dalam membudidayakan tanama Terung Ungu sebenarnya lumayan
mudah, hanya saja dibutukan keuletan dan perawatan yang telaten.
Dalam artikel ini, penyusun akan berbagi informasi mengenai cara membudidayakan
tanaman Terung Ungu , harapan penyusun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

B. PROSES PEMBIMBINGAN

K. Cara Penanaman Terung Ungu (solanum melongena L.)

Sebelum ditanam di lahan terbuka, benih terong sebaiknya disemaikan terlebih dahulu.
Langkah pertama siapkan dulu tempat penyemaian benih.

19. Buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20 cm. Bedengan dibuat dari
campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. (
20. berikan naungan terhadap bedengan tersebut.
21. Rendam benih terong dalam air hangat selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih
dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam.
22. Buat alur berjarak 5-10 cm diatas bedengan untuk menebarkan benih.
23. Tebarkan benih dan tutup dengan tanah tipis-tipis. Setelah itu, tutup bedengan dengan
daun pisang atau karung goni basah.
24. Siram dengan air untuk menjaga kelembaban persemaian.
25. Setelah 2-3 hari kecambah mulai tumbuh menjadi tanaman, buka daun pisang atau
karung goni tersebut.
26. Siram setiap hari tanaman tersebut. Setelah 10-15 hari, pindahkan bibit tanaman
kedalam bumbunan daun pisang atau polybag kecil (9X10 cm), satu polybag satu
tanaman. Isi polybag atau bumbunan daun pisang dengan tanah dan kompos,
perbandingan 1:1.
27. Sirami tanaman yang ada dalam polybag tersebut setiap hari. Setelah tanaman
berumur 1-1,5 bulan atau telah memiliki minimal 4 helai daun, tanaman tersebut siap
dipindahkan ke lahan terbuka.

28. Pengolahan tanah dan penanaman, Lahan untuk budidaya terong dicangkul atau
dibajak dengan kedalaman 30 cm. Bersihkan tanah dari gulma dan kerikil. Bentuk
bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk
lahan. Jarak antar bedengan 40 cm. Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar, bisa
berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15 ton per hektar. Taburkan di atas
bedengan dan aduk hingga merata. Budidaya terong menghendaki tingkat keasaman
tanah sekitar pH 5-6. Apabila pH kurang dari 5 tambahkan kapur pertanian atau
dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar satu minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam
secara berbaris, satu bedengan sebanyak dua baris. Jarak tanam antar lubang tanam 60
cm dan jarak antar baris 70 cm. Lebar lubang dan kedalaman disesuaikan dengan
ukuran polybag bibit. Sebelum bibit dipindahkan, siram bedengan dengan air.
Tanaman terong cenderung tidak tahan dengan kekeringan. Pindahkan bibit tanaman
satu lubang diisi satu bibit tanaman. Hati-hati dalam memindahkan tanaman, jaga agar
akar tanamah tidak putus atau rusak. Pemeliharaan, dengan melakukan penyulaman
tanaman setelah satu minggu. Cabut tanaman yang terlihat layu atau tidak sehat dan
pertumbuhannya abnormal. Pencabutan dilakukan beserta media tumbuhnya. Ganti
dengan bibit baru. Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu setelah bibit
ditanam. Untuk budidaya terong non-organik berikan pupuk urea dengan dosis 80
kg/ha dan KCl 45 Kg/ha. Sedangkan untuk budidaya terong organik berikan pupuk
kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per
tanaman. Ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit
ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, siangi gulma yang terdapat dalam
bedengan tanaman. Bersihkan juga semak belukar yang terdapat disekitar area
tanaman. Pemasangan ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan
setelah tanaman berumur 3 minggu. Penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari
pangkal batang. Jangan sampai penancapan ajir melukai akar tanaman. Ikat tanaman
pada ajir dengan tali rafia. Apabila tidak turun hujan penyiraman hendaknya
dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman berbunga. Setelah tanaman berbunga,
tingkatkan frekuensinya hingga dua hari sekali. Panen, Panen pertama usaha budidaya
terong biasanya dilakukan setelah 70-80 hari sejak bibit ditanam. Selanjutnya, panen
dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim tanam, bia mencapai 13-15
kali panen, bahkan bisa lebih. Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore
hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terung tidak tahan lama. Oleh karena itu
harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terong dilakukan
berdasarkan ukuran dan warna buah.
Pengemburan tanah Pencangkulan Tanah

Foto Bersama pemuda Bimbingan

C. KELANJUTAN KEGIATAN PEMBIMBINGAN


Langkah-Langkah kegiatan yang belum selesai ialah :

1. Dalam pemanenan
Dalam pemanenan ini kami belum sampai lagi dikarenakan waktu yang kami pakai sangat
cepat maka dari itu harapan kami atau target kami kedepan agar kami bisa memamparkan
bagai mana cara pemanenan terung Ungu tersebut.

2. Penjualan/pemasaran
Dalam hal ini pun belum lagi kami laksakan dikarenakan pemanenan yang belum di
lakukan maka harapan kami kedepan agar kami bisa memaparkan kepada pemuda yang di
bimbing bagai mana memasarkan haril kerja mereka selama ini.

3. Perhitungan keuntungan
Dalam hal ini juga sangat penting dimana dalam menghintung keuntungan sangat penting
bagi pemuda yang di bimbing di karenakan pemuda sekarang malas jika keuntungan kerja
mereka kecil maka hal ini kami memnghimbau pemuda yang kami bimbing agar lebih
giat lagi besar kecil keuntungan kita terima.

4. Target yang harus tuntas


Target yang harus tunta ini adalah target dimana pemuda bisa membuat lapangan kerja
sendiri dan bisa berusa sendiri rapan kami setelah membimbing pemuda tersebut bisa
membuat lapangan kerja bagi pemuda-pemuda yang ada disana.
LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN PRAKTEK

BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

PELATIHAN PEMBUATAN ROTI KELAPA BAGI PEMUDA KARANG TARUNA


YANG PENGAGGURAN

DI DESA TUHEWAEBU KECAMATAN IDANOGAWO

KABUPATEN NIAS

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK : 1. DAMIANUS DEDI TRIADIL WARUWU

2. GESMAN JAYA LAWOLO

3. INDAH MAWATI BUULOLO

MATA KULIAH : PEMBELAJARAN BERWAWASAN KEMASYARAKATAN

SEMESTER : 1 ( Satu )

MASA REGISTRASI : 20202

POKJAR : IDANOGAWO

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH

UNIVERSITAS TERBUKA (UPBJJ-UT)

MEDAN

TAHUN 2020/202

DAFTAR ISI
BAB I

KATA PENGANTAR .......................................................................... I

PENDAHULUAN...................................................................................II

TUJUAN...................................................................................................III

BAB II

PELAKSANAAN PROGRAM

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN......................................III

JADWAL PELATIHAN.......................................................................IV

MATERI PELATIHAN........................................................................IV

BAHAN DAN ALAT.............................................................................V

CARA PEMBUATAN...........................................................................V

STRATEGI DAN DESKRIPSI JALANNYA KEGIATAN..............VI

BAB III

TEMUAN AKHIR

TEMUAN DAN HASIL EVALUASI AKHIR...............................VII

GAMBAR KEAKTIFAN PARA PEMUDA BINAAN.............VIII

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN.............................................................................IX

DAFTAR PUSTAKA...................................................................XI

LAMPIRAN...................................................................................XII

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan kehadiran allah yang maha kuasa. Atas segala rahmat dan
hidayat-nya. Penulis dapat menyelesaikan laporan tentang kengiatan pembinaan kepemudaan
tampa kendala apapun. Laporanm ini dibuat salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah
pembelajaran berwawasan kemasyarakatan program S1 PGSD universitas terbuka UPBJJ
Medan.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya


kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang turut serta membantu
penulis sehingga karya ilmiah ini terwujud.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini atau karya
ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
konstruktif demi kesempurnaan laporan ini. Namun penulis tetap berharap agar laporan ini
dapat memberi manfaat khususnya bagi penulis dan bagi para pembaca umumnnya.

Akhir kata pada seluruh pihak yang telah membantu semoga amal dan kebaikanya
mendapat balasan dari Tuhan yang Maha Esa. Semoga dapat membawah manfaat. Amin

Tuhewaebu 24 Okteber 2020/2021

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Salah satu SDM yang paling penting adalah generasi muda, mereka adalah penerus
bangsa yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup bangsa ini dan yang akan
memberikan warna bagi masa depan bangsa Indonesia. Namun saat ini tingkat pengangguran di
kalangan pemuda Indonesia sangat memprihatinkan. Dari hasil pendataan yang dilakukan
Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran kelompok usia produktif ini mencapai 60,5
persen dari jumlah pemuda yang ada. Jika tidak segera dilakukan langkah-langkah yang tepat,
angka pengangguran ini akan terus meningkat dan akan menjadi sumber persoalan sosial di
masyarakat, seperti kriminalitas, premanisme, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Hal ini
tidak saja merugikan diri mereka sendiri tetapi juga orang lain, selain itu citra bangsa Indonesia
di mata dunia Internasional juga dipertaruhkan.
Berbagai masalah tersebut salah satunya merupakan dampak dari banyaknya jumlah
pengangguran yang ada di Indonesia. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak tersebut maka
dibutuhkan kerjasama antara semua pihak untuk mengatasinya. Salah satunya dengan cara
melakukan gerakan pembinaan kepemudaan, dengan kegiatan tersebut diharapkan mereka
dapat menyalurkan bakat dan minat untuk melakukan kegiatan yang positif yang berguna untuk
diri mereka sendiri dan orang lain. Namun selama ini peran Lembaga Kepemudaan
belum dapat berperan aktif dan belum menampakkan hasil yang nyata dalam pembangunan,
padahal pemuda adalah generasi penerus dan berpotensi besar dalam pembangunan daerah
karena usianya yang produktif.
Untuk membantu para pemuda agar terus meningkatkan segala potensi dan kemampuan
yang dimilikinya maka diperlukan konsep yang tepat dalam lembaga kepemudaan agar
termotivasi untuk maju. Program-program yang dapat diciptakan guna meningkatkan partisipasi
pemuda dapat berupa keterampilan, kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan. Apabila
Lembaga Kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, maka akan
menghasilkan sesuatu yang sangat berguna untuk kemajuan daerah. Namun apabila tidak
dikelola dengan baik dan diarahkan, maka potensi besar dari pemuda tidak akan memberikan
apa – apa. Dengan adanya Kegiatan Kepemudaan ini diharapkan para pemuda dapat berperan
dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya pada jalur formal tetapi juga
melalui jalur non formal salah satunya melalui lembaga kepemudaan yaitu Karang Taruna.
Dengan melihat potensi para pemuda di Desa Tuhewaebu, maka kami akan mengadakan
pembinaan kepemudaan melalui pelatihan membuat Roti Kelapa, yang bertujuan
untuk mengoptimalkan lembaga kepemudaan yang ada di Desa Tuhewaebu, karena mayoritas
penduduknya bermata pencaharian sebagai pedagang, diharapkan dengan adanya kegiatan
tersebut akan memberikan kesempatan untuk selanjutnya dapat berkontribusi dalam kemajuan
perdagangan
B. TUJUAN

1. Tujuan umum

Kegiatan pembinaan kepemudaan bertujuan untuk menumbuh kembangkan kreatifitas


para pemuda, meningkatkan sumber daya pemuda agar mereka dapat menggali potensi
mereka sebagai bekal untuk menjadi masyarakat yang berfikir positif, inovatif dan produktif,
serta untuk melatih sikap mandiri, bekerjasama, kebersamaan dan kekeluargaan.

\2. Tujuan khusus

a. Agar pemuda binaan memiliki keterampilan dasar yang bernilai jual dalam membuat
Roti Kelapa.
b. pemuda binaan memperoleh pengetahuan yang lebih luas tentang pembuatan Roti
Kelapa.
c. Agar pemuda binaan dapat meningkatkan kreatifitas dan berperan aktif ikut
berkontribusi langsung dalam perdagangan.
d. Agar pemuda binaan mendapatkan bekal berwirausaha dan mengurangi tingkat
pengangguran.

C. Rumusan Hasil Kegiatan Secara Umum

Dengan adanya program pembinaan dan pelatihan membuat Roti Kelapa para
pemuda dapat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan dapat
berkontribusi secara aktif dalam bidang perdagangan di Desa Tuhewaebu. Kecamatan
Idanogawo Kabupaten Nias Provisi Sumatera Utara.

BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

1. Tempat Pelaksanaan Program Pelatihan


Tempat kegiatan pelatihan pembuatan Roti Kelapa dilaksanakan di Desa Tuhewaebu
Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara

2. Jadwal pelaksanaan program pelatihan

Oktober 2020
No Kegiatan
Hari ke
I II III IV V VI VII
1 Persiapan       

2 Rekrutmen peserta       
Pembekalan wawasan dan
3 pengetahuan tentang materi       
pembinaan

Persiapan bahan – bahan dan alat


4       
– alat yang dibutuhkan
Kegiatan pembinaan I       
5

6 Kegiatan pembinaan II       

7 Kosultasi hasil sementara       

8 Kegiatan pembinaan III       

9 Sosialisasi produk       

10 Monitoring dan evaluasi       

11 Konsultasi akhir       

12 Pelaporan       

B. Materi Pelatihan/Kegiatan
Materi kegiatan pembinaan program pembinaan kepemudaan adalah keterampilan
membuat Roti Kelapa dari tepung terigu dan tapioka.
Roti Kelapa yang akan dibuat adalah Roti sehat karena berbahan dasar tepung terigu dan
tepung tapioka, serta bumbu – bumbu alami tanpa bahan pengawet. Adapun bahan bahan
yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :
1. Bahan Utama
 Tepung Terigu
 Tepung Tapioka.
2. Bumbu – Bumbu
 Mentega/margarin
 Air
 Telur
 Gula
 Garam
 Penyedap rasa
 Kelapa parut
 Meses Coklat
4. Alat – Alat
 Piring Gas
 Oven
 Mesin
 Kuas
 Spatula
 Plastik pembunkus adonan
 Serbet

5. Langkah – Langkah Pembuatan Roti Kelapa Berbahan Dasar Tepung Terigu


dan Tapioka
 Pertama – tama siapkan bahan yang telah ditentukan.
 Campur tepung terigu dengan tepung tapioka, Telur dan bumbu-bumbu yang lainnya
sehingga tercampur
 campur semua bahan menjadi adonan yang lembut dan agak keras
 setalah mendi adonan potong bagian adonan beberapa kecil menurut selera
 setelah di potong diamkan beberapa menit dan bungkus dengan plastik agar mengembang
 sesudah mengembang baru giling adonan dan masukian isi kelapa parut atau meses coklat
 guliung adonan yang telah diisikan tadi setelah itu simpan di atas piring gas
 diamkan beberap jam sekita 3 jam
 setalah adoan kembang baru di panggang dalam oven dengan suhu 180c
 tunggu adonan menguning dan angkat dan diamkan beberapa menit
 baru di isi kan dalam kantongan plastik

Rincian Biaya Pengeluaran Dalam pembuata roti kelapa


No Bahan - Bahan Banyaknya Biaya Jumlah
1 Tepung terigu 3 kg Rp 7.0000,00 @ kg Rp 21.000,00
2 Tepung tapioka 2kg Rp 7.500,00 @kg Rp 15.000,00
3 Margarin 1kg Rp 12.000,00 Rp 12.000,00
4 Gula ¼ kg Rp 6.000,00 Rp 6.000,00
5 Garam 3 sdm Rp 300,00 Rp 300,00
6 Penyedap rasa 2 bungkus Rp500,00 @bungkus Rp 1.500,00
7 Kelapa Parut 1kg Rp 30,000,00 Rp 30.000,00
8 Meses Coklat 40 gram Rp 500,00@bungkus Rp 1.000,00

9 Plastik kemasan 1 rol Rp 4.000,00 Rp 4.000,00


kecil
10 Plastik kemasan 1 rol Rp 5.000,00 Rp 5.000,00
besar
11 Telur 5 buah Rp 2.500,00 Rp 2.500,00
Jumlah Rp ,100.300,00

C. Strategi dan Deskripsi jalannya Kegiatan

1. Strategi kegiatan
a. Pengamatan
Melalui kegiatan ini penulis mencoba mengamati kegiatan yang dilakukan oleh pemuda
di lingkungan sekitar, hasilnya diperoleh bahwa sebagian besar para pemuda kurang
memanfaatkan waktu dan potensinya untuk kegiatan kewirausahaan.
b. Penentuan Masalah
Setelah penulis mengadakan pengamatan dengan hasil bahwa sebagian pemuda kurang
memanfaatkan potensi kewirausahaan mereka, maka dilakukan pembinaan kegiatan yang
dapat menjadi bekal berwirausaha.
c. Penentuan Pemuda Binaan
Dalam menentukan pemuda yang akan dibina dipilih pemuda yang tinggal di lingkungan
sekitar penulis, hal itu untuk memudahkan hubungan komunikasi antara penulis dengan
pemuda binaan.
d. Pemilihan Kegiatan
Dalam memilih kegiatan diadakan musyawarah dengan pemuda binaan, dan didapat
kesepakatan untuk melakukan kegiatan pelatihan pembuatan Roti Kelapa karena bahan
baku yang digunakan mudah didapatkan.
e. Pelaksanaan.
Agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik, dalam kegiatan tidak bersifat kaku, artinya
kedudukan kita sama tidak ada yang lebih tinggi dan pemuda binaan mempunyai
kebebasan untuk mengeluarkan ide atau gagasan dalam kegiatan pembinaan.
f. Evaluasi
Dalam tahap ini dapat dilihat hasil pembuatan Roti Kelapa oleh pemuda binaan.
g. Tindak lanjut
Diharapkan pemuda dapat berwirausaha melalui kegiatan pembinaan ini.

2. Deskripsi Jalannya Kegiatan

1. Pada tahap pra kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 02 – 05 0ktober 2020


- Pada tanggal 02- 03 Oktober penulis mengadakan pengamatan dilingkungan sekitar
dengan hasil bahwa sebagian dari mereka melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat
dan pemuda kurang memanfaatkan potensi mereka di bidang kewirausahaan.
- Tanggal 04 Oktober 2020 penulis menentukan pemuda binaan yang ada di lingkungan
sekitar, pemuda merupakan anggota Karang Taruna
- Tanggal 05 Oktober 2020 melakukan kegiatan :
 Mengadakan kunjungan kepada pemuda binaan
 Menjelaskan tujuan kegiatan pembinaan
 Meminta kesediaan pemuda binaan untuk mengikuti kegiatan pembinaan.

BAB III
TEMUAN DAN HASIL

A. Temuan dan Hasil Evaluasi Proses


Untuk membuat Roti Kelapa yang berbahan dasar tepung terigu dan tepung tapioka
diperlukan proses yang memerlukan beberapa tahap dan tidak dapat diselesaikan dalam satu
kali pembinaan, karena proses pembuatan Roti Kelapa memiliki beberapa tahapan – tahapan.
Tahapan pembuatan Roti Kelapa dimulai dari pembuatan adonan, pengukusan, pendiamann
adonan yang telah di buat hingga mengembang,krupuk, pemangangan adonan.
Pada tahap pendiaman adonan hingggamengembang diperlukan waktu yang cukup
lama, sekitar 3 jam dan tidak dapat dilakukan dalam satu kali pembinaan, namun memerlukan
tahap pembinaan selanjutnya. Kemudian pada tahap membuat adonan atau mencetak adonan
apabila adonan lembe, dalamk maka tidak bisa di olah menjadi roti,

B. Temuan dan Hasil Evaluasi Produk


Hasil pelaksanaan kegiatan secara umum sudah berhasil dengan baik dilihat dari
kualitas produk yang dihasilkan, meskipun dalam bidang pemasaran masih mengalami
kendala dikarenakan belum dapat memasarkan produk secara maksimal.

C. Pembahasan
Dalam era globalisasi ini pasar dalam negeri kita telah dipenuhi dengan berbagai macam
produk makanan, dan tidak jarang makanan – makanan yang kita temui banyak mengandung
bahan – bahan yang tidak baik untuk kesehatan. Khususnya untuk anak – anak yang lebih
suka mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung bahan pengawet. Salah satu cara
untuk menanggulangi kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung bahan
pengawet, penulis berinovasi membuat makanan ringan yang sehat, yang tidak mengandung
bahan pengawet dan akan disukai oleh semua kalangan.
Indonesia terkenal dengan makanan jajanan, salah satunya adalah roti kelapa, namun
roti yang akan dibuat adalah roti sehat karena berbahan dasar tepung terigu dan tepung
tapioka, serta bumbu – bumbu alami tanpa bahan pengawet. roti yang berbahan dasar tepung
terigu dan tepung tapioka serta campuran dari bumbu – bumbu alami mengandung nilai gizi
dan menyehatkan,karena tidak menggandung bahan pengawet.
Dari hasil pembuatan Roti Kelapa ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan,
karena kerupuk ini sangat diminati oleh masyarakat. Dengan penjualan perbungkus Rp
1,000,00, maka sangat terjangkau oleh semua kalangan. Dan dari modal Rp 2000.,00 dapat
dihasilkan2buah roti,
Roti kelapa tidak hanya dapat dibuat untuk makanan snek, namun roti kelapa dapat
dijadikan makanan pendamping makanan – makanan sepertisarapanm pagi
Namun dalam kegiatan pembinaan kepemudaan pembuatan roti kelapa ini pun
mengalami beberapa kendala yang harus dihadapi oleh para pemuda antara lain roti hanya
dipasarkan di desa tuhewaebu karena masih terbatasnya roti yang dihasilkan dan belum ada
upaya mempromosikan roti ke daerah lain, belum adanya upaya pengemasan yang lebih
menarik minat pembeli dan pemberian label, serta belum dilakukan kerja sama dengan pihak
– pihak terkait yang dapat membantu upaya pemasaran roti.

D. Gambaran Keaktifan Para Pemuda Binaan


Pada saat identifikasi dan sosialisasi para pemuda sangat antusias dengan program
yang di tawarkan dan memberikan respon positif untuk mengikuti pembinaan.
Pada saat pelaksanaan program para pemuda binaan sangat bersemangat dan antusias
merespon semua petunjuk dan cara – cara pembuatan ROTI. Para pemuda binaan sangat
terampil mempraktikkan kegiatan membuat ROTI, mereka saling bekerja sama sehingga
meskipun ada kendala – kendala yang dihadapi dapat diatasi dengan baik sehingga proses
kegiatan berlangsung secara lancar. Para pemuda binaan selalu datang tepat waktu dan
bertanggung jawab atas semua pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Pembuatan roti kelapa

Foto bersama dengan pemuda karang tararuna

BAB IV
Kesimpulan, Saran dan Tindak lanjut

A. Kesimpulan
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan merupakan pembelajaran yang ditujukan
untuk mengadakan suatu pembelajaran yang berbasis masyarakat melalui beberapa macam
kegiatan seperti diadakannya kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan
pemanfaatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di lingkungan
masyarakat.
Kegiatan pembinaan ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan peluang usaha
baru dan untuk meningkatkan kesejahteraan guna memenuhi semua kebutuhan hidup.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi
angka pengangguran dan persoalan sosial di masyarakat, melalui program pelatihan
kepemudaan.
Melalui kagiatan pembinaan pembuatan kerupuk yang di lakukan bersama dengan
pemuda binaan “ Karang Taruna “yang ada di desa Tuhewaebu diharapkan bisa dijadikan
suatu contoh dalam program pemberdayaan masyarakat. Hasil dari kegiatan pembinaan
tersebut dapat menambah pengetahuan dan keterampilan para pemuda binaan. .Kegiatan
pembinaan pembuatan kerupuk ini dapat dipraktekan oleh pemuda binaan dan masyarakat
secara langsung karena proses pembuatan ROTI ini cukup mudah dan prospek kedepannya
pun dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

B. Saran
Kegiatan pembinaan pembuatan kerupuk dapat terlaksana dan berjalan dengan lancar
atas dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu pihak pemerintah desa setempat diharapkan
lebih mendukung terhadap kegiatan pembinaan seperti ini dan dapat menjadikan kegiatan
pembinaan seperti ini sebagai salah satu dari program pemerintah desa untuk menambah
pengetahuan dan keterampilan masyarakatnya,kegiatan pembinaan ini juga bisa dijadikan
sebagai modal pengetahuan dan keterampilan untuk membuka usaha baru.
Selain itu dalam kegiatan pembinaan yang telah dilaksanakan masih banyak
kekurangan, seperti tidak pernah diadakan kegiatan penyuluhan dari pemerintah desa,
minimalnya dana yang tersedia, dan banyak masyarakat yang masih belum mengerti tentang
nilai-nilai positif dari diadakannya kegiatan pembinaan ini. Semoga saran ini dapat di
realisasikan pada kegiatan pembinaan di waktu yang akan datang.

C. Tindak Lanjut
Setelah mengadakan kegiatan pembinaan ini kami sebagai pelaksana merasa bangga
dan bersyukur kehadirat Allah SWT karena selain dapat membekali pengetahuan dan
keterampilan kepada pemuda binaan khususnya dan masyarakat umumnya. Kegiatan
pembinaan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga tentunya bagi mahasiswa
sebagai pelaksana. Selanjutnya sebagai tindak lanjut kami mengadakan program pemantauan
dan evaluasi secara berkelanjutan supaya pemuda binaan yang sudah mempunyai bekal
pengetahuan dan keterampilan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya kelak bisa
menjadi salah satu pengusaha kerupuk yang sukses dan mempunyai masa depan yang lebih
cerah. Semoga segala upaya yang sudah kami terapkan dapat bermanfaat Amin Ya Robbal
Alamin.

I. DAFTAR PEMUDA BINAAN


Minat
Jenis
No Nama Usia Pendidikan Kegiatan Cita – Cita
Kelamin
Kepemudaan
1 RIRN ZAI P 27 SMA Wira Usaha Pengusaha
2 WARISAN L 30 SMA Wira Usaha Pengusaha
LAIA
3 ASIMINA P 24 SMK Wira Usaha Chef
ZAI
4 FIRMINUS L 19 SMK Wira Usaha Chef
WARUWU
5 THOMAS L 17 SMP Wira Usaha Direktur
WARUWU
6 REFORMAN L 16 SMP Wira Usaha Pengusaha
ZEBUA
7 ENJEL P 18 SMA Wira Usaha Koki
PUTRI
GORI