Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dara Puspita

Kelas : XI Mipa 3
Mapel : Agama Islam

1. Hormat dan patuh kepada guru


1) Tidak Lupa Selalu Mnegucapkan Salam
hendaklah menghormati guru dengan mengucapkan salam ketika berjumpa dengannya di
mana dan bagaimana pun keadaannya.
2) .Sami’na Wa Atha’na”
Mentaati guru adalah sebuah keharusan jika ingin mendapatkan keberkahan ilmu. Sebagai
anak didik yang sholih dan baik maka jalanilah apa yang guru perintahkan selama tidak dalam
kemaksiatan.
3) Bersikap Antusias Saat Guru Sedang Mengajar
Selanjutnya yaitu antusias atau menyimak dengan baik materi yang diajarkan oleh guru.
Apabila saat belajar, anda malah tidur atau mengobrol maka hal itu akan menyakiti hati guru
yang sedang menyampaikan pelajaran.
4) Bersikap Lemah Lembut
Guru bukanlah orang tua kandung kita, namun mereka juga orang tua kita di sekolah. Mereka
yang mendidik kita dengan penuh keikhlasan. Maka tidak sepantasnya apabila seorang murid
berkata keras di hadapan mereka.
5) Tidak Memotong Pembicaraan Guru
Saat guru sedang mengajar dan menjelaskan materi di kelas maka jangan sampai kita menyela
pembicaraannya.
6) Selalu Mengerjakan Tugas dengan Tepat Waktu
Bentuk rasa hormat kita terhadap guru yang lain ialah selalu mengerjakan amanah atau tugas
yang diberikan oleh guru kita.
7) Selalu Meminta Izin Saat Ada Keperluan Mendesak.
Ketika proses KBM di kelas sedang berlangsung semua murid hendaknya fokus dan siap
menerima semua materi yang disampaikan.
8) Selalu Berterima Kasih
Meskipun guru tidak memberikan apapun yang bersifat material maka tetaplah
berterimakasih padanya karena telah memberi ilmu yang sangat bermanfaat dan mampu
mengubah akhlak dan pola hidup anda.
9) Mendengarkan Nasihat Guru
Pada hakikatnya guru adalah orang tua kita saat berada dilingkungan sekolah. Maka sudah
selayaknya dan sangat wajar jika mereka selalu memberi arahan dan nasehat terhadap anak
didiknya, supaya menjadi manusia yang berguna dan sholih.
10) Meminta Doa Saran dan Petunjuk
Sebagai bentuk penghormatan kita terhadap guru ialah melibatkan mereka di saat mendapat
kesusahan dalam menentukan sebuah urusan.
11) Selalu Mencium Tangan Guru
Meskipun sangat sepele namun inilah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap guru.
Ketika berjumpa dengan keduanya maka segeralah berjabat tangan disertai mencium
punggung telapak tangan mereka.
12) Selalu Berkabar dan Tak Sungkan Mneyapa di Jalan.
Poin yang terakhir ditujukan bagi anak didik yang telah lulus dan tidak lagi berada dalam masa
pembelajaran. Di saat seperti itulah, guru akan selalu berharap bahwa anak didiknya sukses
13) Menyanyangi Guru Seperti Kedua Orang Tua.
Berikut kisah Imam Syafi’i Hormat kepada Gurunya Dikisahkan,
Imam Syafi’i yang sedang mengajar para santrinya di kelas, tiba-tiba mereka dikejutkan
dengan kedatangan seseorang berpakaian lusuh, kumal dan kotor. Akan tetapi Imam Syafi’i
langsung mendekati dan memeluknya. Para santri kaget dan heran melihat perilaku gurunya
itu. Mereka bertanya: “Siapa dia wahai Guru, sampai engkau memeluknya erat-erat. Padahal
ia seorang kumuh, kotor, dan menjijikkan?”
Imam Syafi’i menjawab: “Ia adalah guruku. Ia yang telah mengajariku tentang perbedaan
antara anjing yang cukup umur dengan anjing yang masih kecil. Pengetahuan itulah yang
membuatku bisa menulis buku fiqh ini.” Sungguh mulia akhlak Imam Syafi’i. Beliau
menghormati semua guru-gurunya, meskipun dari masyarakat biasa.

2. Tokoh Alim Ulama yang berjuang menuntut Ilmu


1) AL-FARABI (870-950)
Guru Kedua dari Timur, Salah seorang pemikir besar Islam yang terkenal adalah al-Farabi.
Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad Ibn al-Farakh al-Farabi tapi lebih dikenal
dengan nama Alfarabius atau Avennasar. Ia lahir pada tahun 870 di Farab, sebuah kota di Turki
Tengah yang kini tidak ada lagi. Meskipun al-Farabi adalah orang Turki, tapi ayahnya
berkebangsaan Persia. Namun begitu, karya dan pemikiran al-Farabi tetap mencerminkan
seorang filosof Arab.
2) IBNU THUFAYL (1105-1185)
Penulis Kisah FilSafat, Nama lengkap Ibnu Thufayl adalah Abu Bakar Muhammad bin Abdul
Malik bin Muhammad bin Muhammad bin Abu Thufayl al-Qaysi, tapi lebih terkenal dengan
nama al-Andalusi atau al-Kurtubi al-Isybili. Ia lahir pada tahun 1110 di Guadix, Spanyol. Ibnu
Thufayl adalah keturunan Kays, salah satu suku Arab yang terkemuka. Di Barat, Ibnu Thufayl
lebih di kenal dengan nama Abubacer. Ia adalah seorang ahli filsafat dan kedokteran. Ia adalah
seorang ahli filsafat dan kedokteran.
3) MUHAMMAD IQBAL
Pujangga Besar Islam, Muhammad Iqbal adalah tokoh Muslim adab XX yang sangat terkenal
dan berjasa di berbagai bidang, baik politik, filsafat, satra, maupun agama. Iqbal adalah pakar
ilmu filsafat Barat. Muhammad Iqbal lahir pada tanggal 22 Februari 1873 di Sialkot. Nenek
moyangnya berasal dari lembah Khasmir. Sebagai anak seorang sufi, Iqbal dididik secara Islam
oleh sang ayah. Saat itu, salah satu kegemarannya adalah membaca dan menghafal al-Qur’an.
Ayahnya pernah berkata, “Jika kamu ingin memahami al-Qur’an, bacalah seolah kitab itu
diturunkan untukmu.” Di kemudian hari, Iqbal selalu menjadikan al-Qur’an sebagai dasar
pijakan dalam berpikir, bertindak, dan berkarya. Selain sang ayah, Iqbal juga mempunyai
seorang guru lain, yaitu Maulana Mir Hasan. Di kemudian hari, pengaruh pendidikan Maulana
membuat Iqbal menjadi seorang penyair dengan semangat keislaman yang tinggi.
4) AL- FARABI
Nama lengkap beliau Abu Nasr Muhammad Ibn al-Farakh al-Farabi, lebih dikenal dengan
sebutan al-Farabius atau Avennasar. Al-Farabi lahir pada tahun 870 di Farab, Turki Tengah.
Beliau merupakan ilmuwan muslim abad sepuluh.