Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN

Disusu Oleh :
Nama : Dara Puspita
Kelas : XI MIPA 3

SMA NEGERI 2 KUALA KAPUAS


TAHUN 2021
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan insyah-

Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya sebagai penulis mengakui bahwa ada banyak kekurangan pada karya ilmiah ini. Semoga

karya ilmiah ini dapat membawa pemahaman dan pengetahuan bagi kita semua tentang Pentingnya

Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak.

Penulis

Dara Puspita

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................... 2

DAFTAR ISI.................................................................................................................................. 3

BAB I .............................................................................................................................................. 5

PENDAHULUAN ......................................................................................................................... 5

A. LATAR BELAKANG MASALAH .................................................................................. 5

B. RUMUSAN MASALAH .................................................................................................... 5

C. TUJUAN PENULISAN ..................................................................................................... 5

BAB II ............................................................................................................................................ 6

RUMUSAN MASALAH ............................................................................................................... 6

A. KELUARGA DAN PENDIDIKAN .................................................................................. 6

1. Pengertian Keluarga ......................................................................................................... 6

2. Pengertian Pendidikan ...................................................................................................... 6

B. PERANAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK ................................... 7

1. Fungsi Keluarga ............................................................................................................... 7

2. Pentingnya Keluarga Dalam Pendidikan Anak ................................................................ 8

3. Peranan Keluarga Sebagai Pendidik Keluarga ................................................................. 8

4. Keluarga Yang Harmonis Mempengaruhi Pendidikan Anak. .......................................... 9

5. Kerjasama Orangtua Dan Guru Dalam Mendidik Anak .................................................. 9

6. Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Pendidikan ............................................................ 10

BAB III ......................................................................................................................................... 11

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN..................................................................... 11

A. FUNGSI ORANG TUA DALAM KELUARGA ........................................................... 11

1. Orang Tua Sebagai Pendidik Dalam Keluarga .............................................................. 11

2. Orang Tua Sebagai Penentu Kewabijakan Masa Depan Anak ...................................... 11

3
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN DALAM
KELUARGA ............................................................................................................................ 12

1. Faktor Sumber Daya Manusia ........................................................................................ 12

BAB IV ......................................................................................................................................... 13

KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................................... 13

A. KESIMPULAN ................................................................................................................ 13

B. SARAN .............................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. 14

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan
anak yang belum menikah.

Keluarga adalah tempat pendidikan pertama yang bersifat alamiah, karena dalam
lingkungan keluarga seorang anak mulai mendapatkan pendidikan untuk yang pertama
kalinya.

Dalam keluargalah anak dipersiapkan mengalami tingkatan-tingkatan


perkembangannya untuk memasuki dunia lainnya seperti dunia orang dewasa, bahasa, adat
istiadat dan kebudayaan, pendidikan yang pertama yang menyediakan kebutuhan biologis bagi
anak dan sekaligus memberikan pendidikannya, sehingga menghasilkan pribadi-pribadi yang
dapat hidup dalam masyarakat sambil menerima dan mengolah serta mewariskan
kebudayaannya.

Didalam makalah ini akan dibahas tentang pentingnya peran keluarga dalam
pendidikan anak

B. RUMUSAN MASALAH
Dari uraian diatas, maka dalam makalah ini akan membahas beberapa permasalah
sebagai berikut, yaitu :
1) Apakah peran keluarga dalam pendidikan ?
2) Bagaimanakah peranan keluarga dalam mendidik anak ?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1) Untuk mengetahui lebih dalam tentang pengertian keluarga dan pendidikan anak
2) Untuk mengetahui lebih dalam pentingnya peran keluarga terhadap pendidikan anak
3) Untuk mengetahui fungsi keluarga dalam pendidikan anak

5
BAB II

RUMUSAN MASALAH

A. KELUARGA DAN PENDIDIKAN


1. Pengertian Keluarga
Para ahli mencoba merumuskan pengertian atau definisi mengenai keluarga
sebagai berikut :

1) Menurut A.M.Rose (1995 : 151), keluarga yaitu “kelompok social yang terdiri atas dua
orang atau lebih yang mempinyai kaitan darah perkawianan atau adopsi”.
2) Menurut Feances F. Merril (1995:151), Keluarga adalah kelompok sosial yang
umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Hubungan sosial diantaranya anggota
keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan, atau dari adopsi.
3) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:413) keluarga adalah ibu, bapak, seisi
rumah yang menjadi tanggungan dan memiliki kekerabatan.

2. Pengertian Pendidikan
Pendidikan menurut pandangan ahli filsafat pendidikan diantaranya , adalah
menurut:

1) Jhon Dewey (1995:43) berpendapat pendidikan adalah proses yang tanpa akhir
(education is the process without end). Dan pendidikan merupakan proses
pembentukan kemampiuan dasar yang foundamental, baik menyangkut daya fikir
(daya intelektual) maupun emosional (perasaan) yang diarahkan kepada tabiat manusia
kepada sesamanya.
2) Van Cleve Morris (1995 : 43) yang berbahan cultural empiris berpendapat bahwa
pendidikan adalah studi filosofi yang pada dasarnya bukan hanya alat untuk
mengalihkan cara hidup secara menyeluruh kepada setiap generasi, melainkan juga
agent (lembaga) yang bertugas melayani hati nurani masyarakat dalam perjuangan
mencapai hari depan yang lebih baik.Pendapat ahli filsafat Idealisme, Herman H.
Horne (1995 : 43) menyatakan bahwa pendidikan adalah proses penyesuaian diri
dengan sesama manusia dengan alam jagad raya.
3) Dr. Omar Mohamad Al-Toumy Al-Syaebani (1995:44), mengartikan pendidikan
sebagai usaha mEngubah tingkah laku individual (orang perorangan) dalam kehidupan

6
pribadinya, dalam kehidupan sosial (kemasyarakatan) dan dalam kehidupan di
lingkungan alam sekitar melalui suatu proses.
4) Dr. Mohammad Fadhilal Djamaly (1995:44), bahwa pendidikan adalah proses yang
mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik, yang mengangkat derajat
kemanusiaan sesuai dengan kemmapuan dasar manusia (fitrah) dan kemampuan
ajarnya (pengaruh dari luar).
5) Dr. M.J. Langeveld (1995:45), berpandangan bahwa pekerjaan mendidik adalah
membimbing anak didik yang belum dewasa kearah kedewasaan yang bercirikan
kemandirian

B. PERANAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK


1. Fungsi Keluarga
Suatu keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan multi
fungsional, fungsi pengawasan, sosial, keagamaan, pendidikan, pelindungan dan reaksi
dilakukan oleh keluarga terhadap para anggotanya.
Pendidikan seorang ibu terhadap anak merupakannya merupakan pendidikan dasar
yang tidak dapat diabaikan sama sekali. Maka dari itu, seorang ibu hendaklah seorang yang
bijaksana dan pandai mendidik anaknya,tugas ibu sebagai anggota keluarga dalam
pendidikan anak-anaknya yaitu sebagai berikut:

• Sumber dan pemberi rasa kasih sayang.


• Pengasuh dan pemelihara.
• Tempat mencurahkan isi hati.
• Pengatur kehidupan dalam rumah tangga
• Pembimbing hubungan pribadi.
• Pendidik dalam segi emosional.

Disamping seorang ibu, ayahpun memegang fungsi yang penting pula. Ditinjau dari
fungsi dan tugasnya sebagai ayah dapat dikemukakan bahwa ayah dalam pendidikan anak-
anaknya yang lebih dominan adalah sebagai berikut:

• Sumber kekuasaan didalam keluarga.


• Pemberi perasaan aman dalam keluarga
• Pelindung terhadap ancaman dari luar
• Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan.
• Pendidik dalam segi rasional.

7
Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi keluarga adalah memelihara, merawat
melindungi anak-anak dalam proses sosialisasinya agar mereka mamppu mengendalikan
diri dan berjiwa sosial. Hubungan antara anggota keluarga dijiwai suasana afeksi, atau
kasihsayang dan rasa tanggung jawab. (Sudin Mahmud, 1992:28)

2. Pentingnya Keluarga Dalam Pendidikan Anak


Diatas telah disebutkan bahwa fungsi dan tugas keluarga dalam mendidik anak-
anaknya sudah sangat berat dan harus dibantu oleh sekolah.

Dalam mendidik, sekolah hanyalah melanjutkan pendidikan yang telah dilakukan


orang tua dirumah, berhasil atau tidaknya pendidiakan di sekolah tergantung pada
pengaruh pendidikan di rumah. Karena pendidikan keluarga adalah fundamen atas dasar
dari pendidikan anak.

Pentingnya pendidikan dalam keluarga telah dinyatakan para ahli didik, diantaranya
yaitu:

1) Comenius (1592-1670) seorang ahli didaktik yang terbesar, dalam didaktika magna,
mengemukakan betapa pentingnya pendidikan keluarga bagi anak-anak yang sedang
berkembang. Dalam uraian tentang tingkatan-tingkatan sekolah yang dilalui oleh anak
sampai mencapai tingkat kedewasaannya. Dalam bukunya ia menegaskan bahwa
tingkat permulaan bagi pendidikan anak-anak dilakukan didalam keluarga yang disebut
Scola Materna (Sekolah Ibu)
2) J.J Rouseau (1772-1778) salah seorang pelopor ilmu jiwa anak mengutarakan pula
betapa pentingnya pendidikan keluarga. Ia mengajukan agar pendidikan anak-anak
disesuaikan dengan tiap-tiap masa perkembangannya.

3. Peranan Keluarga Sebagai Pendidik Keluarga


Didalam kehidupan masyarakat dimanapun juga, keluarga merupakan unit yang
mempunyai peranan yang sangat besar, itu disebabkan karena keluarga (yakni keluarga
batih), mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan mermasyarakat.

1) Keluarga berperan sebagai pelindung bagi pribadi-pribadi yang menjadi anggota,


dimana ketentraman dan ketertiban diperoleh dalam wadah tersebut.
2) Keluarga merupakan unit sosial ekonomis yang secara materil memenuhi kebutuhan-
kebutuhan anggotanya.
3) Keluarga menumbuhkan dasar-dasar bagi kaidah-kaidah pergaulan hidup.

8
4) Keluarga merupakan wadah dimana manusia mengalami proses sosialisasi awal, yakni
suatu proses dimana manusia mempelajari dan mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai
yang berlaku dalam masyarakat.
Pola-pola keluarga terdiri dari besar keecilnya keluarga, organisasi keluarga, aktifitas
keluarga nilai-nilai keluarga. Dan yang terakhir adalah faktor-faktor eksternal yang berasal
dari luar lingkungan keluarga. Faktor-faktor ini dipengaruhi oleh kedudukan sosial,
ekonomi, tetangga, kesehatan mental, sosial dan fisik.
Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian
anak yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya
perkembangan kepribadian anak yang berlangsung secara berkenjutan, ikatan emosional
orangtua dan anak yang begitu kuat, dan interaksi orangtua dan anak yang berlangsung
secara tepat. (Hawari, Dadang, 1993: 31)

4. Keluarga Yang Harmonis Mempengaruhi Pendidikan Anak.


Keluarga yang kurang harmonis dapat menyebabkan anak tidak dapat
mengembangkan potensi yang dimilikinya, karena ini disebabkan oleh kurangnya
perhatian dari orang tua, karena kesibukan orang tua, pertengkaran orang tua dihadapan
anaknya sehingga keinginan anak untuk mengembangkan bakatnya akan terhambat yang
secara otomatis perkembangan anak juga terhambat. Karena lingkungan yang baik dan
afektif akan berpengaruh positif terhadap pribadi anak. Maka perkembangan anak baik jika
lingkungan juga baik.

Menurut hasil penelitian Muftil Umam (1996:59) keharmonisan keluarga ditentukan


oleh tiga hal, yaitu:

1) Masing-masing anggota keluarga meletakkan pada fungsi dan kedudukannya.


2) Adanya musyawarah dalam memecahkan masalah.
3) Adanya kasih sayang antar anggota keluarga keluarga secara timbal balik.

5. Kerjasama Orangtua Dan Guru Dalam Mendidik Anak


Orang tua dan guru berada pada tempat yang sama anatara pendidikan di sekolah dan
pendidikan di rumah, keduanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama yaitu
mendidik anak. Perbedaannya terletak pada sifat dan fungsinya. Orang tua berperan
sebagai pendidik merupakan konsekwensunya, logis dari statusnya sebagai orang tua yang
diwujudkan melalui pernikahan, secara naluriah orang tua akan dan harus mendidik

9
anaknya. Guru menjadi pendidik timbul sebagai konsekwensinya formal dan profesional.
Ketika seseorang memutuskan menjadi guru maka otomatis ia harus berperilaku mendidik

Untuk mewujudkan hal-hal tersebut maka maka komunikasi antara orang tua dan
guru perlu diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Adapun beberapa cara yang dapat
ditempuh antara lain:

1) Kunjungan orang tua ke sekolah


2) kunjungan guru ke rumah
3) Rapat orang tua
4) Catatan kepribadian anak, dan sebagainya. (Mayhmudah Rifa’atul, 1998:33)

6. Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Pendidikan


Bila kita telaah secara mendalam memang logis jika tanggung jawab pendidikan
terletak ditangan orang tua, karena anak adalah darah dagingnya, kecuali keterbatasan
orang tua, maka tanggung jawab pendidikan dapat dilimpahkan kepada orang lain atau
lembaga pendidikan yang telah diberikan kewenagan untuk mendidik yaitu sekolah.

Tanggung jawab yang perlu dibina dan sadari oleh orang tua terhadap anak antara
lain:

1) Memelihara dan membesarkannya, melindungi dan menjamin kesehatannya baik


secara jasmani dan rohani.
2) Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi
kehidupannya setelah dewasa maupun mandiri dan membenatu orang lain, dan
membahagiakan dunia akhirat sebagai tujuan akhir hidup muslim. (Zakarsy C,
1998:29)

10
BAB III

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN

A. FUNGSI ORANG TUA DALAM KELUARGA


1. Orang Tua Sebagai Pendidik Dalam Keluarga
Dalam pendidikan guru merupakan elemen terpenting. Ia merupakan ujung tombak,
bahkan proses belajar mengajar sangat dipengaruhi bagaiman siswa memandang guru.
Dirumah orang tua berperan sebagai guru. Layaknya guru di sekolah, maka orang tua
paling tidak berupaya bersikap seperti guru.

Secara khusus orang tua yang berperan sebagai guru harus melakukan hal-hal sebagai
berikut:

• Sesering mungkin memanfaatkan pertanyaan dengan memperhatikan kemampuan


anak. Pertanyaan itu tidak hanya terfokus pada pelajaran di sekolah akan tetapi
terhadap masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kehidupan masa depannya.
• Menjaga agar makan pendidikan di rumah tetap terjaga. Untuk melakukan sesuatu
maka orang harus selalu memberikan pengarahan kepada anaknya untuk selalu
berorientasi kepada pendidikan atau belajar

2. Orang Tua Sebagai Penentu Kewabijakan Masa Depan Anak


Sebagai penentu kebijakan masa depan anak, seharusnya orang tua memahami bahwa
pembinaan kepribadian anak dalam menuju arah masa depan tidak hanya dilakukan setelah
anak lahir, melainkan semenjak didalam kandungan. Oleh karena tiu kita dibimbing oleh
agama, dimana ketahanan mental dan moral cukup kuat untuk menempuh dan menentang
segala pengaruh negatif, dari manapun datangnya maka perlu sekali unsur-unsur agama itu
terjalin dalam kepribadian anak yang masih dalam kandungan, melalui sikap yang baik
yang dijadikan sebagai praktek kehidupan kedua orang tua anak.

Untuk memperoleh mental yang baik dan sehat bagi anak sebagai penetu masa
depannya, hendaknya sejak dari kandungan telah dihindarkan dari pengaruh negatif yang
datangnya dari orang tua sendiri.

11
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN DALAM
KELUARGA
Pendidikan pada hakekatnya dalah menciptakan anak didik menjadi pintar, dewasa
serta mampu mengetahui tentang dirinya.

Dalam kontek pendidikan dilingkungan keluarga, idealnya keluarga tersebut

mempunyai dasar pendidikan, tetapi tidak semua keluarga itu dilatarbelakangi dengan

pendidikan modern. oleh sebab itu kita harus mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi

pendidikan dalam keluarga, diantaranya yaitu:

1. Faktor Sumber Daya Manusia


Faktor ini adalh faktor yang utama dalam pendidikan keluarga, karena orang tua yang tidak
mengerti akan pendidikan, maka akan mengakibatkan pendidikan anak dalam keluarga
kurang baik, karena kurang adanya komunikasi yang baik dengan anak tentang ilmu
pengetahuan.

Faktor sumber daya manusia (orang tua) dapat ditentukan oleh:

1) kemampuan mengorganisir keluarga


2) kemampuan memecahkan masalah yang timbul dari anak-anaknya.
3) Kemampuan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada keluarganya.
4) Faktor sarana dan Prasarana

12
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Dalam sejarah perkembangan lembaga pendidikan, dijelaskan bahwa keluarga
merupakan lembaga pendidikan paling tua, dapat dikatakan bahwa lahirnya keluarga sebagai
lembaga pendidikan sejak adanya manusia, dimana orang tua yakni ayah dan ibu sebagai
pendidik dan anak sebagai terdidik, karena pendidikan dimulai sejak adanya manusia.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan :

Keluarga merupakan masyarakat pendidikan pertama yang bersifat alamiah karena


pertama, dan keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu
dan anak.

Fungsi keluarga adalah memelihara, merawat dan melindungi anak-anak dalam proses
spesialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.

Keluarga yang kurang harmonis dapat mempengaruhi pendidikan anak karena


beberapa faktor tertentu dan keharmonisan keluarga.

B. SARAN
Mengingat betapa pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan anak, maka
diharapkan setiap orang tua (sebagai pendidik) untuk mendidik anak-anaknya karena motivasi
keluarga ini semata-mata demi cinta kasih yang kodrati. Didalam suasana cinta kasih inilah
proses pendidikan berlangsung seumur anak itu dalam tanggung jawab keluarga.

Peranan keluarga dalam pendidikan yang berhubungan dengan anak didalamnya


terdapat pula beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan diantaranya: sifat menggantungkan
diri, kedudukan anak didalam keluarga dan kesulitan-kesulitan pendidikan, karena keluarga
adalah lembaga yang tertua yang bersifat informal, yang pertama dan utama dialami oleh anak
dan lembaga pendidikan yang bersifat kodrati.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://bocahkampus.com/contoh-kata-pengantar#ilmiah
https://kelompok24bbgr.wordpress.com/2011/06/30/karya-tulis-ilmiah-peran-orang-tua-dalam-
pendidikan/amp/

14