Anda di halaman 1dari 6

PERAN PANCASILA DALAM KEPERAWATAN.

Seorang perawat adalah sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan


kesehatan kepada masyarakat umum. dalam menghadapi pasien, Seorang perawat harus
mempunyai etika, karena yang dihadapi perawat adalah Juga Manusia

 perawat harus bertindak sopan, murah senyum dan menjaga perasaan pasien ini harus dilakukan
karena perawat adalah membantu proses penyembuhan pasien bukan memper buruk keadaan
titik dengan etika yang baik diharapkan seorang perawat bisa menjalin hubungan yang lebih akrab
dengan pasien.

 dengan hubungan baik ini maka akan terjalin Sikap saling menghormati dan menghargai diantara
keduanya. etika dapat membantu para perawat mengembangkan kelakuan dalam menjalankan
kewajiban membimbing hidup, menerima pelajaran sehingga para perawat dapat mengetahui
kedudukannya dalam masyarakat dan lingkungan perawatan

 dengan demikian, para perawat dapat mengusahakan kemajuannya secara sadar dan seksama.
Oleh karena itu dalam perawatan teori dan praktek dengan budi pekerti saling memperoleh maka
dua hal ini tidak dapat dipisah-pisahkan.

 Selain itu dengan tujuan tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa nama baik Rumah Sakit
antara lain ditentukan oleh pendapat atau kesan dari masyarakat umum. kesehatan masyarakat
terpelihara oleh tangan dengan baik jika tingkatan pekerti perawat dan pegawai pegawai
kesehatan lainnya Luhur juga. sebab akhlak yang Teguh dan budi pekerti yang luhur merupakan
dasar yang penting untuk segala jabatan, termasuk jabatan perawat.

Budaya isi Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia

  1. Hakikat Pancasila
A. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa:
 1 konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan
 2 pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang mendalam mengenai wujud kehidupan yang
dianggap baik oleh bangsa itu

 pandangan hidup bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu:
 1 merupakan pedoman dan pegangan dalam menghadapi setiap masalah
 2 diyakini kebenarannya.
 3 menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.

 suatu bangsa memerlukan pandangan hidup karena:


 1 untuk mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa itu.
 2 untuk memandang setiap masalah yang dihadapi bangsa itu.
 3 untuk dipakai sebagai pedoman menentukan arah serta Bagaimana bangsa itu memecahkan
masalah-masalah yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju, meliputi:
. masalah politik
. masalah ekonomi
. masalah sosial budaya
. masalah pertahanan keamanan
. untuk dipakai sebagai pedoman dalam membangun dirinya.

B.  Pancasila sebagai dasar negara


 Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945 melainkan melalui proses yang panjang
didasari oleh sejarah perjuangan bangsa dengan melihat pengalaman bangsa-bangsa lain dengan
diilhami oleh gagasan-gagasan besar dunia dengan tetap berakar pada kepribadian dan gagasan-
gagasan besar bangsa sendiri detik Pancasila merupakan pandangan hidup yang berakar dalam
kepribadian bangsa Maka Ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup kenegaraan. hal
ini tampak dalam sejarah meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda yaitu dalam
pembukaan 945, dalam Mukadimah konstitusi Bridge 1949 dan mukadimah undang-undang dasar
sementara 1950, Pancasila tetap tercantum di dalamnya Pancasila menjadi pegangan bersama
pada saat saat terjadinya krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensinya bangsa kita, itu
merupakan bukti sejarah bahwa Pancasila memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia
dan seluruh rakyat Indonesia sebagai dasar kerohanian negara dan sebagai dasar negara. oleh
karenanya yang penting dalam bagaimana kita memahami menghayati dan mengamalkan
Pancasila dalam segala segi kehidupan titik Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan
Utuh karena masing-masing sila dari Pancasila tidak dapat dipahami dan diberi arti secara
terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya titik memahami atau memberi arti setiap sila secara
terpisah dari sila-sila lainnya akan menimbulkan pengertian yang keliru dan salah tentang
Pancasila.

C.  sila sebagai sumber dari segala sumber hukum Pancasila merupakan sumber tertib hukum
dan dasar Negara titik segala peraturan yang ada harus bersumber dan tidak boleh menyimpang
dan bertentangan dengan pancasila. dalam Ketetapan MPRS Nomor XX/MPRS/1996  dijelaskan
bahwa sumber tertib hukum Republik Indonesia adalah pandangan hidup kesadaran dan cita-cita
hukum serta cita-cita moral hukum yang meliputi suasana kejiwaan serta watak dari bangsa
Indonesia yang sekarang menjadi dasar negara Indonesia yakni Pancasila. jadi jelaslah bahwa
Pancasila merupakan sumber dari segala peraturan perundangan yang ada maupun yang akan
dikeluarkan di dalam negara Indonesia Apakah undang-undang Dasar undang-undang atau
peraturan pelaksanaannya.

2.  memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila pandangan hidup suatu bangsa
adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan kesediaan untuk mewujudkan dalam
segala perilaku hidup dan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara bagi bangsa
Indonesia kristalisasi nilai-nilai tersebut adalah yang terdapat di dalam Pancasila di mana sila
ketuhanan merupakan nilai inti dan nilai sumber untuk nilai-nilai yang terdapat dalam sila-sila
lainnya. nilai keutuhan yang merupakan nilai intrinsik dan nilai sumber akan dapat memberikan
upaya dan usaha manusia dalam:
 a investasi nilai
 b filter tindakan manusia
 c  memberikan kendali bagi manusia
 d sebagai pengarah pada manusia
 e sebagai pendorong bagi manusia 
Pengertian Pancasila
 Pengertian Pancasila secara etimologis :
 secara etimologis istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta dari India

 dalam bahasa Sansekerta perkataan Pancasila memiliki dua macam arti yaitu,  Panca artinya
lima dan sila vokal i  pendek artinya batu sendiri alas atau dasar. sedangkan sila vokalis panjang
artinya peraturan tingkah laku yang baik yang penting atau kau yang senonoh

 kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan Susila
yang memiliki hubungan dengan moralitas Oleh karena itu Pancasila dengan vokal yg pendek
yang memiliki makna leksikal berbatu sendi 5 atau secara hafiah dasar yang memiliki 5 unsu.

 Pengertian Pancasila menurut KBBI:


 Pancasila adalah dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri
atas lima sila yaitu:
 1 Ketuhanan Yang Maha Esa
 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab
 3  persatuan Indonesia
 4  kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5  keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 Peran Pancasila dalam keperawatan


 Pancasila mengajarkan kita untuk memiliki etika moral, dan norma yang baik.
 1. Etika
 adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban.
 aplikasi Pancasila sebagai landasan etika keperawatan:
 etika berkaitan erat dengan norma karena etika merupakan secara bertingkah laku yang
mengatur bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu norma tertentu atau bagaimana kita
harus mengambil sikap yang bertanggung jawab terhadap norma yang ada di masyarakat.
Pancasila merupakan pedoman hidup yang berakar pada kepribadian bangsa, Maka Ia diterima
sebagai dasar negara yang mengatur kehidupan  kenegaraan.
 etika dalam dunia keperawatan pun perlu memperhatikan dan menjunjung nilai-nilai tinggi
Pancasila agar Asuhan Keperawatan yang diberikan dapat sesuai dan diterima masyarakat. nilai-
nilai yang ada dalam Pancasila cukup mewakili semua aspek Asuhan Keperawatan yang
dilakukan sehingga kita perlu mengetahui untuk selanjutnya menerapkan nilai-nilai Pancasila
dalam keperawatan.
 
  2. Moral
 nilai moral merupakan penilaian terhadap tindakan yang umumnya diyakini oleh para anggota
suatu masyarakat tertentu sebagai “ salah satu”  atau “yang benar”.
 jadi jelas bahwa Seorang perawat harus benar-benar mempertimbangkan nilai-nilai moral dalam
setiap tindakannya. Seorang perawat harus mempunyai prinsip-prinsip moral, tetapi prinsip moral
itu bukan sebagai suatu peraturan konkret untuk bertindak, Namun sebagai suatu pedoman umum
untuk memilih apakah tindakan-tindakan yang dilakukan perawat itu benar atau salah
 seorang perawat harus mempunyai rasa kemanusiaan dan moralitas yang tinggi terhadap
sesama. karena dengan begitu, antara perawat dan pasien akan terjalin hubungan yang baik akan
merasakan kepuasan batin bila ia mampu membantu penyembuhan pasien dan pasien sendiri
merasa puas atau pelayanan perawatan yang diberikan dengan kata lain terjadi interaksi antara
perawat dan pasien. ajaran moralitas dapat juga berdasarkan pada nilai-nilai yang terkandung
dalam sila-sila Pancasila misalnya dalam sila 1 dan sila 2.

 Sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa


 bahwa kita meyakini akan adanya Tuhan Allah subhanahu wa ta'ala yang akan selalu mengawasi
segala tindakan tindakan kita titik Begitu juga dengan perawat. bila perawat melakukan malpraktik
Mungkin ia bisa lolos dari hukuman dunia tetapi hukuman Tuhan  sudah menanti disana atau
akhirat titik jadi perawat harus mampu menjaga perilaku dengan baik, merawat pasien
sebagaimana mestinya.

 Sila ke-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab


 di sini jelas bahwa moralitas berperan penting khususnya moralitas perawat dalam menangani
pasien titik perawat harus mampu bersikap adil dalam menghadapi pasien, baik itu kaya miskin,
tuamu besar kecil, semua diperlakukan sama, dirawat sesuai dengan penyakit nya.

 3 nilai dan norma


 nilai dan norma memiliki hubungan titik nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada
suatu benda untuk memuaskan manusia atau dictionary of sociology and related Science.  jadi
nilai itu pada hakekatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. nilai
merupakan suatu yang bersifat Hakiki, intisari atau makna yang terdalam, nilai adalah sesuatu
yang abstrak yang berkaitan dengan cita-cita harapan keyakinan dan hal-hal yang yang bersifat
ideal
 agar hal-hal yang bersifat abstrak itu menjadi konkret dan nyata, maka perlu dirumuskan yang
lebih konkret dalam wujud norma. aturan-aturan berupa perintah dan larangan yang terdapat
dalam norma itu didasarkan pada suatu nilai yang oleh masyarakat dianggap baik benar
bermanfaat serta dijunjung tinggi titik jadi Hubungan antara nilai dan norma terletak pada
dijadikannya nilai sebagai sumber dan aturan-aturan yang menuntun tingkah laku manusia agar
harapan-harapannya dapat menjadi kenyataan.

  Aplikasi Pancasila dalam Norma pada Profesi Keperawatan

 Pancasila sebagai norma keperawatan. norma-norma yang dapat diterapkan dalam keperawatan
adalah sebagai berikut:

Norma adat sopan santun


perawat harus dapat menghargai adat-istiadat seseorang pasien dan menjaga sikap dan tingkah
laku di ruang lingkup pekerjaan dan ruang lingkup masyarakat.

Norma hukum
Seorang perawat harus mematuhi prosedur dan undang-undang tentang keperawatan

Norma moral
perawat harus memiliki moral yang bersifat melayani pasien, perawat harus bersikap sopan dan
ramah dalam menghadapi pasien

Norma agama:
perawat harus memiliki sifat toleransi terhadap masing-masing kepercayaan pasien
tujuan norma dalam profesi keperawatan
1 Seorang perawat harus mempertanggung jawabkan secara moral dan etika atas tindakannya
 2 Seorang perawat harus memiliki loyalitas kerja yang tinggi terhadap pasien
 3 Seorang perawat harus dapat membedakan sesuatu hal yang baik dan benar
 4 Seorang perawat hendaknya memiliki etos kerja dengan produktivitas kerja cara kerja yang
efisien dan efektif
 5 Seorang perawat hendaknya memiliki sifat keterbukaan terhadap pasien keluarga maupun
tenaga medis lainnya
 6 menciptakan tenaga keperawatan yang kompeten
7  ketaatan pada peraturan perundang-undangan mutlak diperlukan demi terpeliharanya
kehidupan sosial yang harmonis dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengaturnya
 8 sebagai tolak ukur dalam tindakan medis serta meminimalisir tindakan yang menyimpang dalam
bidang medis

 Penerapan Pancasila dalam Profesi Keperawatan

 1. sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa


. perawat harus mampu menjaga perilaku dan etika dengan baik karena Tuhan selalu mengawasi
. perawat harus saling menghormati agama pasien perawat wajib membantu pasien yang ingin
menghormati dan melaksanakan ibadahnya saat pasien dalam keadaan keterbatasan
. pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien bukan saja dipertanggungjawabkan
kepada sesama manusia tetapi juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa

 sila ke-2 kemanusiaan yang adil dan beradab


. Seorang perawat harus mempunyai rasa kemanusiaan dan moralitas yang tinggi terhadap
sesama dengan kata lain terjadi interaksi antara perawat dan pasien.
. pekerjaan perawat merupakan panggilan kemanusiaan dengan mendahulukan kepentingan klien
. perawat dalam memberikan pelayanan harus mendahulukan kepentingan masyarakat
. pekerjaan perawat adalah panggilan kemanusiaan makaimbalan jasa yang menjadi haknya tidak
bisa disamakan dengan jasa dalam usaha lain karena sifat pekerjaan perawat adalah pekerjaan
mulia

 sila ke-3 persatuan Indonesia


. perawat dapat menopang hubungan kerjasama dengan teman kerja baik tenaga keperawatan
maupun tenaga profesi lain di keperawatan agar tidak terjadi konflik yang menimbulkan
perpecahan dalam menyelesaikan masalah yang dimiliki oleh pasien
. perawat dalam bekerja sama dengan teman sejawat harus memelihara saling pengertian dengan
sebaik-baiknya
.  perawat bertindak melindungi klien dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis, dan legal

 sila ke-4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
. dalam melaksanakan tindakan perawat perlu membuat keputusan berdasarkan musyawarah dan
kerjasama dengan dokter atau ahli medis lain.
. perawat menggunakan ilmu keterampilannya untuk kepentingan pasien dan bila tidak mampu
wajib merujuk kepada yang lebih mampu
. perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan
mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan

 sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


. pelayanan yang diberikan harus berdasar pada nilai yang luhur, niat yang murni untuk
keselamatan dan kesejahteraan umat tanpa membedakan kebangsaan, kesukuan, warna kulit,
umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. 

Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dasar negara Republik Indonesia titik
Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia, maka
manusia Indonesia menjadikan pengalaman Pancasila sebagai perjuangan utama dalam
kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan titik oleh karena itu, pengamalannya
harus dimulai setiap warga negara Indonesia setiap penyelenggara negara yang secara meluas
akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga
kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah.
Dalam menjalankan profesi sebagai perawat memberikan pelayanan yang terbaik untuk
pasien merupakan sebuah kewajiban titik bukan semata-mata hanya karena uang. ketulusan
melayani tanpa membeda-bedakan satu sama lain merupakan salah satu implementasi dari sila
yang terkandung dalam Pancasila dan Pancasila merupakan falsafah negara kita Republik
Indonesia. maka kita harus menjunjung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut
dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab.

Anda mungkin juga menyukai