Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

“Kontribusi Pertumbuhan Dan Perilaku Penduduk Terhadap Kebencanaan”


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah MIT Bencana & GeoRegAAP yang
diampu oleh :

Hj.Julimawati, S.Pd,M.Pd.

Di susun oleh:

Febi Novianti

(201180010)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BALE BANDUNG

2021/2022
KATA PENGANTAR

Assalamualikum Wr.Wb

Puji syukur  senantiasa selalu kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan limpahan Rahmat,Taufik dan hidayah-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita
curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan kebaikan
dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia.

Makalah ini di  susun guna memenuhi tugas mata kuliah Mitigasi Bencana
dan Geografi Regional AAP juga untuk khalayak ramai sebagai bahan penambah
ilmu pengetahuan serta informasi yang semoga bermanfaat.

Makalah ini saya susun dengan segala kemampuan saya dan semaksimal
mungkin. Namun, saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tentu
tidaklah sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan.

Maka dari itu saya sebagai penyusun makalah ini mohon kritik, saran dan
pesan dari semua yang membaca makalah ini terutama Dosen Mata Kuliah
Mitigasi Bencana dan Geografi Regional AAP yang saya harapkan sebagai bahan
untuk koreksi.

Wasalamu’alaikumsalam Wr.Wb

Pangalengan, 22 Maret 2020

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i

DAFTAR ISI ......................................................................................................................ii

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..............................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................................1

1.3 Tujuan&Manfaat Penulisan.......................................................................................................1

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Bencana dan Mitigasi Bencana......................................................................................2

2.2 Faktor apa yang bisa menyebabkan terjadinya bencana...................................................3

2.3 Kontribusi Perilaku Penduduk dan pertumbuhan penduduk terhadap kebencanaan.............4

BAB 3

PENUTUP
3.1 kesimpulan ..............................................................................................................................10

I
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kehidupan masyarakat tidak terlepas dari terjadinya bencana. Berdasarkan Undang-


Undang RI Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 1 tentang Penanggulangan Bencana,
menyebutkan bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam
dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban
jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Pengesahan
UU tersebut telah membawa dimensi baru dalam pengelolaan bencana di Indonesia. Dimensi
baru dalam pengelolaan bencana tersebut yaitu masyarakat tidak lagi pasrah dan berdiam diri
terhadap bencana, melainkan berperan aktif agar risiko dari terjadinya bencana dapat
diminimalkan.

Letak geografis Indonesia secara geologis berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik,
yaitu Lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Indo- Eurasia yang menyebabkan rawan
terhadap terjadinya bencana. Berdasarkan kondisi iklimnya, Indonesia berada di daerah dengan
iklim tropis yang terdiri dari dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Curah
hujan yang tinggi maupun kemarau berkepanjangan juga dapat memicu terjadinya bencana.

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bencana masih rendah. Kejadian bencana yang
berulang-ulang seharusnya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebencanaan.
Di Indonesia sebuah bencana lebih dianggap sebagai takdir Tuhan, sehingga mereka akan pasrah
dalam menghadapi bencana. Pada kenyataanya, bencana bisa dicegah dan kemunculannya bisa
dideteksi melalui tanda-tanda.Perilaku untuk mau belajar dan mampu mengenali tanda-tanda
sebelum terjadinya bencana, pencegahan dan tahu apa yang harus dilakukan, serta bagaimana
mengurangi resiko bencana yang dimaksud dengan perilaku tanggap bencana. Apabila setiap
orang sudah menyadari akan resiko bencana dan berperilaku tanggap bencana tentunya resiko
sebuah bencana akan berkurang.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Mitigasi Bencana ?
2. Apa itu Penduduk , perilaku penduduk dan pertumbuhan penduduk ?
3. Faktor apa yang bisa menyebabkan terjadinya bencana ?
4. Bagaimana Kontrbusi pertumbuhan dan perilaku penduduk terhadap kebencanaan ?

1.3 Tujuan& Manfaat Penulisan


1. Mengetahui tingkat ancaman, kerentanan, dan kapasitas masyarakat terhadap
pengurangan risiko kebencanaan dan Mengetahui kesiapan masyarakat menghadapi
bencana.
2. Memberikan informasi bagi masyarakat, pemerintah daerah maupun intansi terkait.
mengenai ancaman dan kerentanan, serta kapasitas masyarakat terhadap risiko bencana
sehingga dapat meminimalkan dampak dan korban yang dapat ditimbulkan.
3. Bagi studi Geografi, dapat memberikan sumbangan positif mengenai keilmuan
Penanggulangan Bencana terutama mengembangkan pemahaman tentang manajemen
pengurangan risiko bencana.
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Bencana dan Mitigasi Bencana


Bencana (disaster) menurut ISDR (2004) merupakan suatu gangguan serius terhadap
keberfungsiaan suatu komunitas atau masyarakat yang mengakibatkan kerugian manusia, materi,
ekonomi, atau lingkungan yang luas dan melampaui kemampuan komunitas atau masyarakat
yang terkena dampak untuk mengatasi dengan sumberdaya mereka sendiri. Bencana merupakan
gabungan dari aspek ancaman bencana, kerentanan, dan kemampuan yang dipicu oleh suatu
kejadiam. Keadaan bencana sangat bergantung dari tindakan manusia dalam menghadapi dan
menganggulanginya (De Guzman, 2002). Manajemen bencana merupakan serangkaian kegiatan
yang dilasanakan dalam rangka usaha pencegahan, mitigasi kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan
pemulihan yang berkaitan dengan kejadian bencana. Manajemen bencana dilakukan dengan
tujuan untuk mengurangi kerugian dan risiko yang mungkin terjadi dan mempercpat proses
pemulihan pasca bencana itu terjadiManajemen bencana terdiri dari dua tahap yaitu ex-ante
(sebelum terjadi bencana) dan ex-past (setelah terjadi bencana). Ex-ante terdiri dari mitigasi,
pencegaham, dan kesiapsiagaan. Tahap ex-past berupa tanggap darurat, rehabilitasi, dan
rekonstruksi. Strategi manajemen kebencanaan dapat berupa teknis atau rekayasa maupun non
teknis atau peraturan perundang-undngan (Sudibyakto, 2011). Pemahaman mengenai manajeman
bencana akan menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko yanng timbul ketika bencana
terjadi. Pemahaman mengenai aspek kebencanaan juga mencakup terhadap beberapa parameter
kebencanaan seperti bahaya, kerentanan, kerawanan dan risiko.

Mitigasi bencana adalah langkah yang perlu dilakukan sebagai upaya mengatasi dan
menindaklanjuti adanya bencana.Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana disebabkan,
baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan
timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak
psikologis.

Berdasarkan sumbernya bencana dibagi menjadi tiga:

1. Bencana alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian


peristiwa oleh alam

2. Bencana nonalam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian


peristiwa nonalam

3. Bencana sosial, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian


peristiwa oleh manusia

Kemudian untuk bencana alam dapat dikelompokkan menjadi:

1. Bencana alam meteorologi (hidrometeorologi). Berhubungan dengan iklim.


Umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus

2. Bencana alam geologi. Adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi
seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor

Penyebab bencana alam di Indonesia adalah karena letak geografis yang diapit oleh dua
samudera besar (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik), letak geologisnya pada pertemuan
lempeng utama dunia (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik), dan relief wilayah Indonesia yang
beragam. Mitigasi pada umumnya dilakukan dalam rangka mengurangi kerugian akibat
kemungkinan terjadinya bencana, baik itu korban jiwa dan/atau kerugian harta benda yang akan
berpengaruh pada kehidupan dan kegiatan manusia. Namun perlu diketahui bahwa kegiatan
mitigasi ini seharusnya sudah dilakukan dalam periode jauh-jauh hari sebelum terjadinya
bencana.

 Tujuan mitigasi Bencana antara lain:


1.Mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan oleh bencana khususnya bagi penduduk, seperti
korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi (economy costs) dan kerusakan sumber daya alam.

2.Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan.

3.Meningkatkan pengetahuan masyarakat (public awareness) dalam menghadapi serta


mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman
(safe).

2.2 Faktor apa yang bisa menyebabkan terjadinya bencana


Letak geografis dan kondisi geologis menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara
yang memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Disisi lain juga Indonesia memiiki potensi
bencana yang bervariasi. Bencana terjadi ketika suatu bahaya berdampak pada kehidupan
masyarakat seperti menyebabkan kematian, luka-luka, kehilangan aset harta benda, atau kerugian
ekonomi yang tidak dapat dihindari (Twigg, 2004). Ketidaksiapan dalam menghadapi bencana
tentu akan menimbulkan potensi kerugian yang besar. Pengenalan dan pemahaman mengenai
manajemen kebencanaan diperluan untuk perencanaan dan pengaturan dalam menghadapi
potensi bencana yang ada dan menjadi langkahawal untuk mrengurangi risiko yang timbul ketika
bencana terjadi. Pemahaman mengenai bahaya dan kerawanan juga dapat berperan dalam
peningkatan pemahaman dan pengurangan terhadap risiko bencana.

definisi bencana diatur oleh pemerintah dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007
Tentang Penanggulangan Bencana yang menyebutkan definisi bencana adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat
yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia
sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta
benda, dan dampak psikologis. Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh
faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Bencana yang disebabkan faktor alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami,
gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Sedangkan bencana karena
faktor nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa
nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah
penyakit. Adapun bencana yang disebabkan faktor sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh
peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial
antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
2.3 Kontribusi Perilaku Penduduk dan pertumbuhan penduduk terhadap
kebencanaan
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia
selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan
untuk menetap. Pertambahan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat
dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan per
waktu unit untuk pengukuran. Sebutan pertambahan penduduk merujuk pada semua spesies,
tetapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan
demografi nilai pertambahan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan
penduduk dunia. Pertambahan penduduk sendiri di pengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian,
dan migrasi. Dalam demografi dikenal istilah pertambahan penduduk alami dan pertambahan
penduduk total. Dimana pertambahan penduduk alami hanya di pengaruhi oleh kelahiran dan
kematian, sedangkan pertambahan penduduk total di pengaruhi oleh kelahiran, kematian, migrasi
masuk (imgrasi) dan migrasi keluar (emigrasi).

Indonesia salah satu Negara yang rawan bencana alam baik banjir, tsunami, gunung
meletus, tanah longsor, puting beliung dan sebagainya. Oleh karena itu semua pihak baik
pemerintah maupun masyarakat secara bersama sama melakukan upaya baik pada pra bencana,
saat bencana maupun pasca bencana sehingga mampu meninalisir korban baik benda maupun
nyawa manusia.

Adapun hak dan kewajiban masyarakat, sebagaimana UU No 24 Th 2007 tentang


Penanggulangan Bencana yakni masyarakat (setiap orang) berhak untuk :

(1) Mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya kelompok masyarakat rentan
bencana

(2) Mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan ketrampilan,

(3) Mendapatkan informasi secara tertulis dan/atau lisan, tentang kebijakan PB

(4) Berperan serta dalam perencanaan, pengoperasian, dan pemeliharaan program penyediaan
bantuan

(5) Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan diri dan
komunitasnya

(6) Melakukan pengawasan

(7) Mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar (khusus kepada yang terkena bencana),

(8) Memperoleh ganti kerugian karena terkena bencana yang disebabkan oleh kegagalan
konstruksi.

Sementara itu kewajiban masyarakat adalah

(1) Menjaga kehidupan sosial masyarakat yang harmonis,.

(2) Memelihara keseimbangan, keserasian, keselarasan, dan kelestarian fungsi


lingkungan hidup.

(3) Melakukan kegiatan penanggulangan bencana, dan


(4) Memberikan informasi yang benar kepada publik tentang penaggulangan
bencana.

Tak hanya itu Peran masyarakat juga harus terlibat pada pra bencana, saat bencana, dan
pascabencana.

 Pada saat pra bencana peran masyarakat antara lain :


(1) Berpartisipasi pembuatan analisis risiko bencana,

(2) Melakukan penelitian terkait kebencanaan,

(3) Melakukan upaya pencegahan bencana,

(4) Bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya mitigasi, (5) Mengikuti pendidikan,
pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana (6) Bekerjasama mewujudkan Kampung Siaga
Bencana (KSB)

 Adapun peran masyarakat pada saat bencana antara lain :


(1) Memberikan informasi kejadian bencana ke BPBD atau iInstansi terkait,

(2) Melakukan evakuasi mandiri,

(3) Melakukan kaji cepat dampak bencana, dan

(4) Berpartisipasi dalam respon tanggap darurat sesuai bidang keahliannya.

 Sementara itu peran masyarakat pada saat pascabencana adalah :


(1) Berpartisipasi dalam pembuatan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan

(2) Berpartisipasi dalam upaya pemulihan dan pembangunan sarana dan prasarana umum.
Pungkasnya.

(3) Menjaga keseimbangan Lingkungan


BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Letak geografis Indonesia secara geologis berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik,
yaitu Lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Indo- Eurasia yang menyebabkan rawan
terhadap terjadinya bencana. Berdasarkan kondisi iklimnya, Indonesia berada di daerah dengan
iklim tropis yang terdiri dari dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Curah
hujan yang tinggi maupun kemarau berkepanjangan juga dapat memicu terjadinya bencana.

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bencana masih rendah. Kejadian bencana yang
berulang-ulang seharusnya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebencanaan.
Di Indonesia sebuah bencana lebih dianggap sebagai takdir Tuhan, sehingga mereka akan pasrah
dalam menghadapi bencana. Pada kenyataanya, bencana bisa dicegah dan kemunculannya bisa
dideteksi melalui tanda-tanda.Perilaku untuk mau belajar dan mampu mengenali tanda-tanda
sebelum terjadinya bencana, pencegahan dan tahu apa yang harus dilakukan, serta bagaimana
mengurangi resiko bencana yang dimaksud dengan perilaku tanggap bencana. Apabila setiap
orang sudah menyadari akan resiko bencana dan berperilaku tanggap bencana tentunya resiko
sebuah bencana akan berkurang.

Adapun Kontribusi Pertumbuhan Dan Perilaku Penduduk Terhadap Kebencanaan:

 Pada saat pra bencana peran masyarakat antara lain :


(1) Berpartisipasi pembuatan analisis risiko bencana,

(2) Melakukan penelitian terkait kebencanaan,

(3) Melakukan upaya pencegahan bencana,

(4) Bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya mitigasi,

(5) Mengikuti pendidikan, pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana

(6) Bekerjasama mewujudkan Kampung Siaga Bencana (KSB)

 Pada saat bencana antara lain :


(1) Memberikan informasi kejadian bencana ke BPBD atau iInstansi terkait,

(2) Melakukan evakuasi mandiri,

(3) Melakukan kaji cepat dampak bencana, dan

(4) Berpartisipasi dalam respon tanggap darurat sesuai bidang keahliannya.

 pada saat pascabencana adalah :


(1) Berpartisipasi dalam pembuatan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan

(2) Berpartisipasi dalam upaya pemulihan dan pembangunan sarana dan prasarana umum.
Pungkasnya.

(3) Menjaga keseimbangan Lingkungan