Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRATIKUM

PENGAMATAN MORFOLOGI PARASITE

Nama : Puti Widya Gravinta

NIM : 616080720029

Prodi : S1 Keperawatan

Dosen Pembimbing : Sri Tati Rukiyani, S.SI.

INSTITUT KESEHATAN MITRA BUNDA


2021
N Nama Parasite Penyebab parasite Gambar parasite
O
1. Amuba Mengonsumsi makanan dan minuman
yang terkontaminasi histolytica.
Bersentuhan dengan tanah, air, pupuk,
atau tinja yang terkontaminasi
histolytica. Bersentuhan dengan benda
yang terkontaminasi histolytica,
termasuk dudukan toilet. Melakukan
seks anal dengan penderita amebiasis.

2. Daphnia Daphnia membutuhkan suplai oksigen


untuk pertumbuhan dan
perkembangbiakannya. Jika oksigen
dalam perairan kurang mencukupi
Daphnia akan membentuk hemoglobin.
Pada kondisi tersebut Daphnia akan
berwarna merah. Kurangnya supay
oksigen dapat menyebabkan kematian
pada Daphnia..

3. Euritrema Disebabkan oleh cacing. Cacing ini


lebih kecil daripada fasciola dan
menyebabkan kerusakan lebih sedikit.
Mukosa saluran empedu kadang-
kadang menebal, mengalami
proliforasi, dan terjadi fibrosis, tetapi
hanya pada infeksi yang sangat hebat
saja terdapat gejala-gejala anemia,
edema, dan kekurusan.
4. Cestisercus Disebabkan oleh cacing. cacing
berbentuk tabung dan tersegmentasi
dalam filum Annelida. Mereka
umumnya ditemukan hidup di tanah,
memakan bahan organik hidup dan
mati. Sistem pencernaan berjalan
melalui panjang tubuhnya.

5. Taenia saginata Cacing Taenia saginata dan jenis


cacing pita lainnya dapat menyebabkan
infeksi yang disebut taeniasis. Kondisi
tersebut dapat menimbulkan berbagai
gejala berikut ini: Gangguan
pencernaan, seperti diare atau terasa
seperti ada sumbatan di usus. Sakit
perut.

6. Ascaris C.S Ascaris lumbricoides adalah nama latin


dari cacing gelang yang hidup di perut
atau usus manusia. Cacing ini
merupakan penyebab penyakit
ascariasis alias cacingan pada manusia.
Cacing gelang termasuk parasit dalam
tubuh manusia dari jenis roundworms.
7. Opalina Gejala klinis khas Yang ditimbulkan
oleh opalina adalah Gangguan pada
sistem pencernaan di bagian rektum.
Pada umumnya Parasit ini Menyerang
pada bagian Usus ikan.

8. Ancylostonum Spesies cacing gelang dari genus


Duodenale Ancylostoma . Ini adalah cacing
nematoda parasit dan umumnya dikenal
sebagai cacing tambang Dunia Lama.
Ia hidup di usus kecil inang seperti
manusia, kucing dan anjing, di mana ia
dapat kawin dan dewasa. Ancylostoma
duodenale dan Necator americanus
adalah dua spesies cacing tambang
manusiayang biasanya dibahas bersama
sebagai penyebab infeksi cacing
tambang . Mereka dioecious .
Infeksi cacing tambang ringan
menyebabkan sakit perut, kehilangan
nafsu makan, dan geophagy . Infeksi
berat menyebabkan defisiensi protein
parah atau anemia defisiensi besi.
Kekurangan protein dapat
menyebabkan kulit kering, edema , dan
perut kembung akibat edema (perut
buncit), sedangkan anemia karena
kekurangan zat besi dapat
menyebabkan kelemahan mental dan
gagal jantung. Wanita yang sedang
hamil dan terinfeksi harus menyadari
bahwa parasit ini dapat menginfeksi
janin dan dapat menyebabkan
komplikasi seperti berat badan lahir
rendah, anemia ibu, dan kematian bayi.
9. Oxyuris Penyakit enterobiasis (oksiuriasis) yang
lebih dikenal dengan penyakit cacing
kremi merupakan suatu penyakit yang
sangat sering ditemukan terutama pada
anak-anak. Infeksi ini dapat terjadi
akibat tertelannya telur cacing
enterobius vermicularis (oxyuris
vermicularis).
Proses berpindahnya cacing ini akan
menimbulkan sensasi gatal pada daerah
sekitar anus penderita. Keadaan ini
sering terjadi pada waktu malam hari
sehingga penderita sering terganggu
tidurnya dan menjadi lemah.
10. Acanthocephala Filum dari parasit cacing yang dikenal
sebagai acanthocephalans , cacing
berduri-berkepala , atau cacing
berkepala berduri , ditandai dengan
adanya belalai eversible , bersenjatakan
duri, yang digunakannya untuk
menusuk dan menahandinding usus
inangnya.
Gangguan yang disebab kan oleh
Aconthocephala adalah gangguan
gastrointestinal.
11. Cosidia Penyakit parasit pada sistem
pencernaan unggas akibat infeksi
protozoa genus emeria.
Unggas yang terinfeksi coccidiosis
merupakan menunjukkan gejala klinis
berupa anoreksia depresi bulu berdiri
kepucatan pada Piala dan jengger
kekurusan kematian.
Perkembangbiakan Eimeria Sp. di sel
epitel mukosa usus halus menyebabkan
terjadinya kerusakan sel epitel dan
Terjadi reaksi peradangan. sel-sel
radang yang berkumpul di sekitar Lesi
akan meningkatkan permeabilitas
pembuluh darah usus halus sehingga
terjadi hemoragi perdiapedesis.
hemoragi pada usus halus tersebut
menyebabkan terjadinya diare
berdarah.
12. Trypanosoma African trypanosomiasis atau penyakit
tidur.
Gejala tahap pertama penyakit ini yaitu
penderita mengalami demam, sakit
kepala, gatal-gatal, dan nyeri
sendi.Gejala ini dimulai sekitar satu
hingga tiga pekan setelah penderita
digigit oleh lalat tersebut. Beberapa
minggu hingga beberapa bulan
kemudian, tahap kedua dimulai dengan
tanda-tanda kebingungan, koordinasi
anggota tubuh yang lemah, mati rasa
dan susah tidur. Diagnosis penyakit ini
dapat diketahui lewat parasit dalam
hapusan darah tepi atau dalam cairan
nodus limpa. Pungsi lumbal sering kali
diperlukan untuk membedakan antara
tahap pertama dan kedua.
13. Balantidium Balantidiasis , mirip dengan
amoebiasis. dispepsia yang meliputi
sakit perut, nyeri, tenesmus, mual,
anoreksia, dan tinja berair disertai
darah dan nanah. Bakteri tersebut
menginfeksi usus besar dan
menyebabkan munculnya kista yang
sangat kecil.
Orang dengan sistem kekebalan yang
lemah mungkin mengalami gejala
balantidiasis.
14. Paramphitomun Spesies jenis dari Paramphistomum ,
Cervi adalah parasit cacing datar milik kelas
Trematoda . Ini adalah kebetulan kecil
yang kebanyakan parasit pada ternak
ruminansia , serta beberapa mamalia
liar. Uniknya, tidak seperti kebanyakan
parasit, cacing dewasa relatif tidak
berbahaya, tetapi cacing muda yang
sedang berkembanglah yang
menyebabkan penyakit serius yang
disebut paramphistomiasis (atau
amphistomosis klasik), terutama pada
sapi dan domba .