Anda di halaman 1dari 15

MENGENAL KEBERAGAMAN CIRI SUATU SIFAT

(Laporan Praktikum Genetika)

Oleh:

Jensa Yuswantoro

1917020136

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2021
Judul Praktikum : Mengenal Keberagaman Ciri Suatu Sifat

Tanggal Praktikum : 29 Maret 2021

Tempat Percobaan : WhatsApp Group Praktikum Genetika Kelas A

Nama : Jensa Yuswantoro

NPM : 1917021036

Program Studi : Biologi

Jurusan : Biologi

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kelompok :I

Bandar Lampung, 29 Maret 2021


Mengetahui
Asisten

Dewi Sartika
NPM: 1617021039
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam genetika, karakter yang berbeda secara kuantitatif biasanya
ditentukan oleh banyak gen (poligeni) dan kuantitatif biasanya ditentukan oleh
satu gen (monogeni). Berdasarkan penyebab timbulnya, variasi berdasarkan
penyebab timbulnya dibedakan menjadi:
a. Variasi genetik yaitu variasi yang dihasilkan oleh faktor keturunan (gen)
yang bersifat kekal dan diwariskan secara turun temurun dari satu sel kesel
lainnya.
b. Variasi non genetik atau variasi lingkungan yaitu yang ditentukan oleh
faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembaban, pH, temperatur,
kesuburan tanah. Variasi lingkungan tidak diwariskan ke keturunannya.
Di dalam kehidupan di bumi ini terdapat banyak kehidupan. Kehidupan ini
ada karena di dalamnya terdapat banyak suatu kelompok yang beraneka ragam
yang dinamakan makhluk hidup. Makhluk hidup adalah suatu kelompok yang
saling berorganisasi dan saling memiliki ketergantungan satu sama lain baik yang
sejenis maupun berbeda jenis sehingga saling membutuhkan satu sama lain.
Namun, setiap makhluk hidup memiliki keanekaragaman walaupun dalam
kelompok yang sejenis. Contohnya, bila anda memperhatikan teman-teman
sekelas anda, dapat dipastikan tidak ada seorangpun yang persis sama dengan
anda, baik dari penampilan wajah maupun sifat lainnya.
Keanekaragaman individu memunculkan variasi. Dan sifat individu
ditentukan oleh gen. factor genotif yang berinteraksi dengan factor lingkungan
memunculkan sifat yang tampak atau fenotif. Dari pemaparan di atas maka
dilaksanakan praktikum ini untuk mendapatkan informasi mengenai keberagaman
ciri pada sifat makhluk hidup serta penurunannya.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Mahasiswa dapat menjelaskan tipe-tipe (ciri) keragaman sifat pada tanaman


dan hewan
2. Mahasiswa dapat menyebutkan minimal tiga ciri yang berbeda untuk suatu
sifat/karakter tertentu
3. Mahasiswa dapat membedakan minimal tiga ciri yang berbeda untuk suatu
sifat/karakter
II. TINJUAN PUSTAKA

Setiap hari kita menyaksikan berbagai macam makhluk hidup yang ada
disekitar kita, miisalnya semut. Semut ada beberapa jenis, ada yang berwarna
merah dan hitam, ada yang besar, ada yang kecil. Ukuran, perilaku, da kebiasaan
semut hidup tidak sama. Begitu pula jenis makan dan tempat hidupnya tidak sama
(Sudjadi, 2005).
Keanekaragaman merupakan dasar ciri–ciri makhluk hidup. Adanya
keanekaragaman genetik merupakan hasil seleksi alam dari suatu spesies terhadap
lingkungannya. Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan
saja tetapi juga manusia. Namun pada manusia, keanekaragaman yang terjadi
hanya pada tingkat gen dan berkaitan dengan pewarisan sifat. Manusia
memperlihatkan variasi pada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dengan mudah
melalui fenotip atau sifat yang tampak (Cummings, 2011)
Fenotip dapat dikatakan sebagai karakteristik atau ciri-ciri yang dapat
diukur atau sifat yang nyata yang dmiliki oleh organisme. Ciri itu tampak oleh
mata, seperti warna kulit atau tekstur rambut. Fenotip dapat juga diuji untuk
identifikasinya, seperti pada penentuan angka respiratoris atau uji serologi tipe
darah. Fenotip merupakan hasil produk-produk gen yang diekspresikan di dalam
lingkungan tertentu. Namun, gen memiliki batasan-batasan di dalamnya sehingga
lingkungan dapat memodifikasi fenotip (Stansfield, 1983)
Genotip ialah seluruh gen yang dimiliki suatu individu. Genotip yang
terekpresikan menampakan fenotip pada suatu individu. Genotip yang melibatkan
alel-alel pada suatu lokus tunggal dapat menghasilkan genotip yang
homozigot. Keturunan homozigot dapat dihasilkan dari galur murni. Perpaduan
heterozigot dihasilkan dari alel yang berbeda (Starr and McMillan, 2010).
Menurut tolok ukurnya variasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
 Variasi yang bersifat kuantitatif, yaitu variasi yang dapat dilihat bentuknya
secara deret matematis (kontinum) dan ditentukan oleh banyak gen (poligeni).
Contohnya : tinggi, berat, dan jumlah.
 Variasi yang bersifat kualitatif, yaitu variasi yang sifatnya diskontinum (tidak
bersambung menurut deret matematis) dan ditentukan oleh satu gen
(monogeni). Contohnya : warna kulit, golongan darah, dan sebagainya.
Variasi juga dapat dibedakan berdasarkan penyebab timbulnya variasi yaitu :
 Variasi genetic adalah variasi yang dihasilkan oleh factor keturunan (gen) yang
bersifat kekal dan diwariskan secara turun-temurun dari satu sel ke sel yang
lain.
 Variasi non genetic (variasi lingkungan) adalah variasi yang ditentukan oleh
factor lingkungan yang ada di sekitarnya dan tidak diwariskan ke
keturunannya.
Berdasarkan penyebabnya, variasi dalam sistem biologi dibagi dua yaitu
Variasi Genetik yaitu variasi yang dihasilkan oleh factor keturunan (gen) yang
bersifat kekal dan diwariskan secara turun temurun dari satu sel ke sel yang lain.
Jika gen berubah, maka sifat-sifat pun akan berubah. Sifat-sifat yang ditentukan
oleh gen disebut genotif. Ini dikenal sebagai pembawa. (Syamsuri, 2002).
Variasi non genetik atau variasi lingkungan yaitu yang ditentukan oleh
factor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembaban, pH tanah, dll. Keadaan
factor-faktor lingkungannya sama dengan pohon yang pertama, sekalipun
demikian hasil panennya berbeda. Pengetahuan yang memadai tentang komposisi
lingkungan akan menentukan genotif yang sesuai untuk kondisis tertentu. (Welsh,
1991).
III. METODE PENELITIAN

A. Alat dan Bahan


Adapun alat-alat dan bahan-bahan dalam praktikum ini yaitu Tanaman antara
lain biji serealia (jagung, padi, gandum), biji kacang-kacangan, buah (yang biasa
ditemui di pasar), bunga dari spesies yang anda ketahui, dan umbi-umbian. Hewan
antara lain hewan-hewan peliharaan (ternak) seperti sapi, kambing, burung, ikan,
dan serangga.

B. Cara Kerja
Adapun cara kerja dari praktikum ini yaitu sebagai berikut:
1. Setiap Kelompok mencari dan mendapatkan paling sedikit tiga ciri yang
berbeda untuk setiap sifat tertentu pada tanaman dan hewan
2. Mencatat ke dalam bentuk tabel keragaman yang ditemukan dan bila perlu
digambar.
3. Membawa paling sedikit satu set contoh dari hasil pengamatan saudara.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan dari praktikum disajikan dalam bentuk tabel


sebagai berikut:

Hewan

No Nama Spesimen Perbedaan Gambar


1 2
1 Entok dan Bebek  Postur tubuh  Postur tubuh
lebih gemuk lebih kurus dan
dan pendek tegak

 Warna bulu  Warna bulu


didominasi kecoklatan
hitam dan
putih

2 Ikan Lumba-  Warna tubuh  Warna tubuh


Lumba dan Pesut abu-abu tua abu-abu pada
pada atas seluruh bagian
badan, abu- tubuh kecuali
abu sisi badan, perut agak
dan krem pada terang
perut
 Satwa yang  Satwa Langka
tergolong yang hampir
belum langka punah
3 Burung Alap-  Kepala yang  Kepala yang
Alap dan Burung pendek bulat ramping
Rajawali  Sayap  Sayap lebar
panjang, dan membulat
ramping, dan di ujung
runcing di
ujung

4 Sapi dan Kerbau  Badannya  Badannya lebih


lebih tinggi pendek tapi
tetapi lebih jauh lebih
kurus kekar
 Tanduk  Tanduk
pendek panjang
melengkung ke
samping
5 Keledai dan Kuda  Telinga lebih  Telinga lebih
panjang pendek
 Ukuran badan  Ukuran jauh
jauh lebih lebih tinggi dan
pendek dan lebih besar atau
kecil gagah
6 Penyu dan Kura-  Hidup di air  Hidup di air
Kura laut tawar
 Kaki lebih  Kakinya
mirip sirip memiliki kuku
untuk untuk berjalan
berenang

7 Obelia dan Ubur-  Tidak  Memiliki


Ubur memiliki statosit
statosit
 Dapat ditemui  Hanya dapat
pada fase ditemui pada
polip dan fase medusa
medusa
8 Gurita dan Cumi-  Memiliki 8  Memiliki 8
Cumi lengan saja lengan dan 2
tentakel
 Bertelur dan  Bertelur dan
merawat meninggal
telurnya telurnya
9 Lebah dan Tawon  Tubuh lebih  Tubuh lebih
gemuk kurus
 Memiliki bulu  Memiliki
lebih banyak sedikit bulu
10 Serigala dan  Lebih besar  Lebih kecil
Siberian Husky secara ukuran secara ukuran
badan badan
 Rambut yag  Rambut yang
lebih tipis dan lebih tebal dan
kasar lembut

Tumbuhan

No Nama Spesimen Perbedaan Gambar


1 2
1 Jeruk purut dan  Warna dasar  Warna dasar
jeruk nipis hijau lebih hijau lebih
gelap terang
 Kulit buah  Kulit buah
yang tebal yang tipis
2 Bunga Bangkai  Bukan parasit  Sebuah parasit
dan Raflesia  Memiliki  Mahkota bunga
arnoldii tonggol melebar ke
samping
3 Teratai dan Lotus  Kelopak  Kelopak bunga
bunga agak bulat dan
memanjang besar
dan runcing
 Batang tidak  Batang
menjulang di menjulang di
atas air atas air
4 Sorgum dan  Sorgum ccok  Hanya bisa
Gandum di tanam pada ditanam pada
daerah tropis daerah yang
dingin
 Biji bewarna  Biji berwarna
cenderung cenderung
hitam coklat dan lebih
kecoklatan dan terang
gelap
5 Semangka dan  Terdapat dua  Hanya terdapat
Melon gradien warna satu varian
antara hijau warna yaitu
gelap dan hijau terang
hijau terang
 Tekstur kulit  Tekstur
licin dan kulitberserat
mulus atau tidak
mulus
6 Kelapa dan Palem  Ukuran batang  Ukuran batang
jauh lebih jauh lebih
tinggi pendek
 Buahnya dapat  Umumnya
berwarna hijau buahnya
dan jingga berwarna
tergantung merah
varietas
7 Anggrek bulan  Batang yang  Batang
dan Anggrek tegak lurus, berukuran
Vanda ramping, dan pendek dan
tidak berumbi hanya satu
batang utama
 Daun tumbuh  Daunnya
berselang bertunggangan
seling dan berderet

8 Mentimun dan  Mentimum  Zucchini saat


Zucchini saat dimakan dimakan
mentah terasa mentah terasa
segar dan pahit dan
banyak air kurang air
 Daging buah  Daging buah
putih putih merata
kehijauan serta dan kulit halus
kulit berbintik
9 Cempedak dan  Ukuran buah  Ukuran buah
Nangka lebih kecil lebih besar
 Daging buah  Daging buah
lebih lembek nangka besar
dan kecil dan padat
10 Kimeng dan  Daun rapi,  Daun
Beringin tidak berantakan,
bergerombol bergerombol
padat, dan padat, dan
mengarah ke menjuntai ke
atas bawah
 Corak batang  Corak batang
lebih cenderung
nyata/kereng samar-samar

B. Pembahasan
Sifat-sifat suatu makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin jantan dan
sel kelamin betina. Bagian sel yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat
ini terdapat di bagian inti sel (nukleus). Di dalam inti sel terdapat kromosom.
Kromosom merupakan benang-benang halus yang berfungsi sebagai faktor
pembawa sifat keturunan. Di dalam kromosom terdapat substansi pembawa sifat
keturunan yang terdiri atas senyawa kimia yang disebut gen. Gen berfungsi
sebagai penentu sifat-sifat suatu makhluk hidup. Kromosom dan gen inilah yang
mengendalikan pewarisan sifat pada makhluk hidup. Kromosom adalah materi
genetik yang berupa benang-benang halus (kromatin) yang berfungsi sebagai
pembawa informasi genetik kepada keturunannya. Setiap inti sel suatu makhluk
hidup memiliki dua jenis kromosom yaitu kromosom tubuh (autosom) dan
kromosom kelamin (gonosom). omposisi dan susunan gen-gen di dalam tubuh
makhluk hidup disebut genotipe. Genotipe setiap makhluk hidup berbeda-beda
yang dapat menentukan sifat-sifat suatu makhluk hidup tersebut. Pada dasarnya,
genotipe adalah sifat pada makhkuk hidup yang tidak terlihat. Genotipe inilah
yang nantinya akan memunculkan sifat fenotipe. Fenotipe adalah sifat pada
makhluk hidup yang dapat terlihat. Sifat fenotipe merupakan perpaduan antara
sifat genotipe dan lingkungannya.
Gen adalah unit fisik dan fungsional dasar dari keturunan. Gen terdiri dari
DNA. Beberapa gen berperan sebagai instruksi untuk membuat molekul yang
disebut protein. Namun, banyak gen tidak mengkode protein. Pada manusia,
ukuran gen bervariasi dari beberapa ratus basis DNA hingga lebih dari 2 juta
basis. Upaya penelitian internasional yang disebut Proyek Genom Manusia, yang
bekerja untuk menentukan urutan genom manusia dan mengidentifikasi gen yang
dikandungnya, memperkirakan bahwa manusia memiliki antara 20.000 dan
25.000 gen. Setiap orang memiliki dua salinan dari setiap gen, satu diwarisi dari
setiap orang tua. Kebanyakan gen sama pada semua orang, tetapi sejumlah kecil
gen (kurang dari 1 persen dari total) sedikit berbeda di antara manusia. Alel
adalah bentuk gen yang sama dengan perbedaan kecil dalam urutan basa DNA-
nya. Perbedaan kecil ini berkontribusi pada ciri fisik unik setiap orang. Ilmuwan
melacak gen dengan memberi mereka nama yang unik. Karena nama gen bisa
panjang, gen juga diberi simbol, yang merupakan kombinasi pendek huruf (dan
terkadang angka) yang mewakili versi singkat dari nama gen. Misalnya, gen pada
kromosom 7 yang telah dikaitkan dengan fibrosis kistik disebut pengatur
konduktansi transmembran fibrosis kistik; simbolnya adalah CFTR.
Perubahan karakter pada tingkat gen sangat kecil untuk terjadi kecuali jika
terjadi beberapa peristiwa seperti mutasi dan biasa terjadi saat pembelahan
kromosom atau anafase dan dapat berasal dari faktor lain semisal adaptasi yang
dilakukan makhluk hidup selama bertahun-tahun kemudian sifat yang berubah
tersebut diwariskan kepada keturunannya.
KESIMPULAN

Berdasarkan dari praktikum di atas dapat diambil kesimpulan yaitu:

1. Keanekaragaman/variasi sifat pada makhluk hidup memiliki bentuk, ukuran,


warna, dan sebagainya merupakan variasi tersendiri bagi makhluk hidup
tersendiri.
2. Indikasi menunjukkan sifat berbeda pada tingak jenis dan bahkan pada varietas
3. Sifat yang dimiliki disesuaikan dengan adaptasi, lingkungan, dan mutasi
DAFTAR PUSTAKA

Cummings, Michael R. 2011. Human Heredity : Principles and Issues, Ninth


Edition. New York : Brooks/Cole Cengage Learning
Starr, Cecie, dan Beverly McMillan. 2010. Human Biology, Eight Edition. New York:
Brooks/Cole Cengage Learning.
Stansfield, William D. 1983. Genetika, Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Welsh, James R.. 1991. Dasar-Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Jakarta:
Erlangga.