Anda di halaman 1dari 9

AGT - A

LAPORAN PRAKTIKUM PERANCANGAN PERCOBAAN

RAK NON FAKTORIAL

OLEH:

ROFIL RAHMAD HIDAYAT


NIM. 1906112813

ASISTEN:
ADELA ANGGRAINI HARAHAP
WISYUNY EKA OKTARIA

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2021
I. DATA INPUT

Tabel 1. Input

KELOMPOK
Kalium Penyiraman TOTAL
1 2 3
K1 P1 87.5 87.5 92 267
P2 89.5 86 90 265.5
P3 84 85 86 255
K2 P1 91 90.5 94 275.5
P2 89.5 87 91.5 268
P3 89.5 89 89 267.5
K3 P1 79.5 77.5 82 239
P2 79 84 83 246
P3 75 79 78.5 238,5
K4 P1 75 77 79 231
P2 77.5 83.5 81.5 242,5
P3 75 74 75 224
3019.5

II. DATA OUTPUT

UNIANOVA Tinggi_Tanaman BY Kalium Penyiraman Kelompok

/METHOD=SSTYPE(3)

/INTERCEPT=INCLUDE

/POSTHOC=Kalium Penyiraman(TUKEY)

/CRITERIA=ALPHA(0.05)

/DESIGN=Kalium Penyiraman Kelompok Kalium*Penyiraman.

Univariate Analysis of Variance

Notes

Output Created 10-APR-2021 07:07:41

Comments

Input Active Dataset DataSet2

Filter <none>

Weight <none>
Split File <none>

N of Rows in Working Data 36


File

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values


are treated as missing.

Cases Used Statistics are based on all


cases with valid data for all
variables in the model.

Syntax UNIANOVA Tinggi_Tanaman


BY Kalium Penyiraman
Kelompok

/METHOD=SSTYPE(3)

/INTERCEPT=INCLUDE

/POSTHOC=Kalium
Penyiraman(TUKEY)

/CRITERIA=ALPHA(0.05)

/DESIGN=Kalium
Penyiraman Kelompok
Kalium*Penyiraman.

Resources Processor Time 00:00:00.03

Elapsed Time 00:00:00.39

Between-Subjects Factors

Value Label N

Kalium 1 K1 9

2 K2 9

3 K3 9

4 K4 9
Penyiraman 1 P1 12

2 P2 12

3 P3 12

Kelompok 1 12

2 12

3 12

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable: Tinggi_Tanaman

Type III Sum of


Source Squares df Mean Square F Sig.

Corrected Model 1157,479a 13 89,037 30,271 ,000

Intercept 252255,062 1 252255,062 85763,473 ,000

Kalium 988,243 3 329,414 111,997 ,000

Penyiraman 85,042 2 42,521 14,457 ,000

Kelompok 38,792 2 19,396 6,594 ,006

Kalium * Penyiraman 45,403 6 7,567 2,573 ,048

Error 64,708 22 2,941

Total 253477,250 36

Corrected Total 1222,187 35

a. R Squared = ,947 (Adjusted R Squared = ,916)

Post Hoc Tests

Kalium
Multiple Comparisons

Dependent Variable: Tinggi_Tanaman

Tukey HSD

95% Confidence Interval


Mean Difference
(I) Kalium (J) Kalium (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound

K1 K2 -2,6111* ,80847 ,019 -4,8561 -,3661

K3 7,7778* ,80847 ,000 5,5328 10,0228

K4 10,0000* ,80847 ,000 7,7550 12,2450

K2 K1 2,6111* ,80847 ,019 ,3661 4,8561

K3 10,3889* ,80847 ,000 8,1439 12,6339

K4 12,6111* ,80847 ,000 10,3661 14,8561

K3 K1 -7,7778* ,80847 ,000 -10,0228 -5,5328

K2 -10,3889* ,80847 ,000 -12,6339 -8,1439

K4 2,2222 ,80847 ,053 -,0228 4,4672

K4 K1 -10,0000* ,80847 ,000 -12,2450 -7,7550

K2 -12,6111* ,80847 ,000 -14,8561 -10,3661

K3 -2,2222 ,80847 ,053 -4,4672 ,0228

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2,941.

*. The mean difference is significant at the 0.05 level.

Homogeneous Subsets

Tinggi_Tanaman

Tukey HSDa,b

Kalium N Subset
1 2 3

K4 9 77,5000

K3 9 79,7222

K1 9 87,5000

K2 9 90,1111

Sig. ,053 1,000 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2,941.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9,000.

b. Alpha = 0.05.

Penyiraman

Multiple Comparisons

Dependent Variable: Tinggi_Tanaman

Tukey HSD

95%
Confidence
Mean
Interval
(I) (J) Difference (I-
Penyiraman Penyiraman J) Std. Error Sig. Lower Bound

P1 P2 -,7917 ,70015 ,506 -2,5505

P3 2,7917* ,70015 ,002 1,0328

P2 P1 ,7917 ,70015 ,506 -,9672

P3 3,5833* ,70015 ,000 1,8245

P3 P1 -2,7917* ,70015 ,002 -4,5505

P2 -3,5833* ,70015 ,000 -5,3422


Homogeneous Subsets

Tinggi_Tanaman

Tukey HSDa,b

Subset

Penyiraman N 1 2

P3 12 81,5833

P1 12 84,3750

P2 12 85,1667

Sig. 1,000 ,506

Means for groups in homogeneous subsets are


displayed.

Based on observed means.

The error term is Mean Square(Error) = 2,941.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 12,000.

b. Alpha = 0.05.

III. TABEL ANOVA

Tabel 2. Anova

F tabel
SK dB JK KT F Hit
(5%)
Kalium 3 988.243 329.414 111.997 3.05
Penyiraman 2 85.042 42.521 14.457 3.44
Kelompok 2 38,792 19.396
Kalium*Penyiraman 6 45.403 7.567
Galat/Error 22 64.708 2.941
Total 35 1222.187

IV. TABEL HASIL


Tabel 3. Hasil kalium

Kalium Rata-Rata
K1 87.5 b
K2 90.1 a
K3 79.72 c
K4 77.5 c
Ket : Angka pada tabel yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata menurut uji
Tukey, p=0,05 (5%)
Tabel 4. Hasil penyiraman

Penyiraman Rata-Rata
P1 84.3750 a
P2 85.1667 a
P3 81.5833 b
Ket : Angka pada tabel yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata menurut uji
Tukey, p=0,05 (5%)
V. PEMBAHASAN
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pupuk Kalium dan Penyiraman Terhadap
Pertumbuhan Tanaman Jagung (tinggi tanaman). Hipotesis penelitian ini adalah sebagai
berikut:

H0 = U1 = U2 = U3 = U4

H0 = Tidak terdapat perbedaan tinggi tanaman jagung pada berbagai perlakuan


pupuk kalium dan penyiraman

H1 = U1 ≠ U2 ≠ U3 ≠ U4

H1 = Tinggi tanaman jagung berbeda diantara berbagai perlakuan pupuk kalium dan
penyiraman.

Berdasarkan tabel hasil analisis sidik ragam (tabel anova) didapatkan bahwa nilai f
hitung lebih besar daripada f tabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik faktor
pupuk kalium maupun faktor penyiraman memberikan pengaruh berbeda terhadap tinggi
tanaman jagung. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan uji lanjutan. Uji lanjutan yang
digunakan bergantung kepada koefisien keragaman yang didapatkan. Jika nilai koefisien
keragaman <5% (homogen) atau <10% (heterogen), maka dilakukan uji Tukey atau Beda
Nyata Jujur (BNJ). Jika nilai koefisien keragaman berada pada kisaran 5%-10% (homogen)
atau 10-20% (heterogen), maka dilakukan uji Beda Nyata Terkecil. Dan jika nilai koefisien
keragaman > 10% (homogen) atau > 20% (heterogen) maka uji lanjutan yang digunakan
adalah uji Duncan.
Setelah dilakukan perhitungan terhadap nilai koefisien keragaman, didapatkanlah nilai
koefisien keragaman sebesar 2.04%. Oleh karena itu, maka uji lanjutan yang digunakan
adalah uji lanjutan Tukey (BNJ).
Setelah dilakukan uji lanjutan Tukey, didapatkanlah hasil seperti yang tertera pada
tabel 3 dan 4. Berdasarkan tabel 3, perlakuan kalium K2 berbeda nyata dengan perlakuan
kalium K1, K3, dan K4, perlakuan kalium K1 berbeda nyata dengan perlakuan kalium K3
dan K4 dan perlakuan kalium K3 tidak berbeda dengan perlakuan kalium K4. Berdasarkan
tabel 4, perlakuan penyiraman P2 tidak berbeda nyata dengan perlakuan penyitaan P1 dan
berbeda nyata dengan perlakuan penyiraman P3. Perlakuan penyiraman P1 berbeda nyata
dengan perlakuan penyiraman P3.
VI. KESIMPULAN
Perlakuan kalium terbaik dalam memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman
jagung adalah K2 sedangkan perlakuan kalium terendah dalam memberikan pengaruh
terhadap tinggi tanaman jagung adalah K4. Untuk Perlakuan penyiraman terbaik dalam
memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman jagung adalah P2 sedangkan perlakuan
penyiraman terendah dalam memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman jagung adalah
P3.