Anda di halaman 1dari 8

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN

PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA


DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS
TAHUN 2020

Dyah Ratna Wulansari1 ; Siti Rohimah, S.Kep., Ners., M.Kep2 ; Dini Nurbaeti Zen, S.Kep.,
Ners., M.Kep2

1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh Ciamis
2. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh Ciamis

ABSTRAK
Hemodialisa merupakan salah satu terapi untuk pengganti fungsi ginjal. Pasien yang melakukan terapi hemodialisa
mengalami kecemasan. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien hemodialisa diantaranya
meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama perawatan dan dukungan dari keluarga. Dukungan
keluarga sangat berpengaruh terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan, karena dukungan keluarga yang
didapat memberi respon positif kepada pasien untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan. Tujuan dari penelitian
ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani
hemodialisa di RSUD Ciamis Tahun 2020. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah analitik kualitatif
dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan
jumlah sampel 53 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dukungan keluarga dan tingkat kecemasan
HARS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Ciamis Tahun 2020
memiliki dukungan keluarga yang sedang sebanyak 28 orang (52,8%) dan tingkat kecemasan berat sebanyak 21
orang (39,6%). Hasil analisis Spearman’s rank menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan
tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Ciamis Tahun 2020 dengan nilai signifikan α
> ρ value (0,05 > 0,000), yang artinya jika dukungan keluarga rendah maka tingkat kecemasan pasien
hemodialisa tinggi dan sebaliknya jika dukungan keluarga tinggi maka tingkat kecemasan pasien hemodialisa
rendah.

Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Tingkat kecemasan, Hemodialisa

RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND ANXIETY LEVEL


OF HEMODIALYSIS PATIENT AT
CIAMIS HOSPITAL CENTER
IN 2020

Dyah Ratna Wulansari1 ; Siti Rohimah, S.Kep., Ners., M.Kep2 ; Dini Nurbaeti Zen, S.Kep.,
Ners., M.Kep2

1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh Ciamis
2. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh Ciamis

ABSTRACT

Hemodialysis is a therapy to replace kidney function. Patients undergoing hemodialysis therapy experience
anxiety. The factors that affect anxiety in hemodialysis patients include age, gender, education, occupation, length
of care and support from family. Family support is very influential on patients who are undergoing treatment,
because the family support they get gives a positive response to patients to reduce the anxiety they feel. The
purpose of this study is to determine the relationship between family support and anxiety levels in patients
undergoing hemodialysis at Ciamis Hospital in 2020. The method used in this study is qualitative analytic using a
cross sectional approach. Sampling using purposive sampling with a sample size of 53 people. The instrument used
was a family support questionnaire and HARS anxiety level. The results showed that patients who underwent
hemodialysis at Ciamis Hospital in 2020 had moderate family support of 28 people (52.8%) and 21 people (39.6%)
of severe anxiety levels. The results of the Spearman's rank analysis show that there is a relationship between
family support and anxiety levels in patients undergoing hemodialysis at Ciamis Hospital in 2020 with a
significant value α> ρ value (0.05> 0.000), which means that if family support is low, the anxiety level of
hemodialysis patients is high and vice versa if family support is high, the level of anxiety hemodialysis patients is
low.

Keywords: Family Support, Anxiety Levels, Hemodialysis

PENDAHULUAN Smeltzer & Bare (2008) mengemukakan


bahwa kecemasan yang dirasakan pasien muncul
Ginjal merupakan organ penting yang
karena pasien belum mengetahui bagaimana
berfungsi menjaga komposisi darah dengan
prosedur dan efek samping dari hemodialisa.
mencegah menumpuknya limbah dan
Perubahan yang di alami oleh pasien gagal ginjal
mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh,
kronik yang mengalami kecemasan menimbulkan
menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium
perubahan drastis bukan hanya fisik tetapi juga
dan fosfat tetap stabil, serta memproduksi hormon
psikologis pada pasien. Kecemasan merupakan
dan enzim yang membantu dalam mengendalikan
reaksi normal terhadap situasi yang sangat
tekanan darah, membuat sel darah merah dan
menekan kehidupan seseorang yang berlangsung
menjaga tulang tetap kuat. (Infodatin, 2017)
tidak lama. Proses dari hemodialisis menimbulkan
Menurut WHO (2013), jumlah pasien gagal
stress psikologis (kecemasan) dan fisik yang
ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa (HD)
mengganggu sistem neurologi sebagai contoh
diperkirakan lebih dari 1,4 juta orang dengan
kecemasan, diorientasi tremor, penurunan
insiden pertumbuhan sekitar 8% pertahun (Ipo,
konsentrasi. (Ratih, 2018).
2016). Angka kejadian gagal ginjal di dunia secara
Keluarga sebagai suatu sistem sosial,
global lebih dari 500 juta orang dan yang harus
mempunyai fungsi-fungsi yang dapat menjadi
menjalani hemodialisa sekitar 1,5 juta orang
sumber dukungan utama bagi individu, seperti
(Yuliana, 2015). Penderita gagal ginjal di
membangkitkan perasaan memiliki antara sesama
Indonesia mengalami peningkatan pada tahun
anggota keluarga, memastikan persahabatan yang
2011 dengan jumlah pasien Hemodialisa sebesar
berkelanjutan dan memberikan rasa aman bagi
32.612 kasus dan pada tahun 2015 naik sebesar
anggota-anggotanya. Dukungan keluarga yang
51.604. Tahun 2018 sejumlah 198.575 dengan
baik dapat menekan munculnya stresor pada
66433 pasien baru dan 132142 pasien aktif
individu yang menerima dukungan dan
menjalani HD. Di Jawa Barat penderita gagal
meningkatkan rasa percaya diri sehingga pasien
ginjal jumlahnya mencapai 48.599 dengan 14771
dapat menghadapi keadaan dirinya dengan baik.
pasien baru dan 33828 pasien aktif (IRR, 2018).
Hal ini dapat menurunkan tingkat depresi pasien
Pravalensi penyakit ginjal di indonesia 3,8 %,
(Fitrianasari, et al., 2017).
dengan prevalensi terendah 1.8% dan Prevalensi
Berdasarkan studi pendahuluan yang di
tertinggi 6.4%. Di Jawa Barat prevalensi 5.5%.
lakukan oleh peneliti pada 10 orang pasien yang
(Riskesdas, 2018)
menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Umum
Hemodialisa merupakan salah satu terapi
Daerah (RSUD) Ciamis Tahun 2020 menunjukkan
untuk pengganti fungsi ginjal, selain itu terdapat
bahwa 6 pasien mengatakan ganguan tidur, 3
terapi pengganti seperti peritonial dialisa, dan
pasien mengatakan pasrah menjalani HD, 1 pasien
transplantasi ginjal. Hemodialisa merupakan
mengatakan bingung. Sedangkan studi
terapi yang berfungsi untuk menggantikan peran
pendahuluan pada 10 orang anggota keluarga
ginjal yang beroperasinya menggunakan sebuah
menunjukkan bahwa 5 mengatakan sering
alat yang khusus untuk mengeluarkan toksik
mengantar keluarga pada saat jadwal HD, 3
uremik dan mengatur cairan elektrolit tindakan ini
mengatakan bergiliran yang mengantar, 2 orang
juga merupakan upaya untuk meningkatkan
mengatakan kesulitan mencari biaya untuk HD.
kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik
Berdasarkan uraian dan fenomena di atas maka
(Infodatin, 2017).
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
tentang “Hubungan dukungan keluarga dengan Analisa data yang digunakan adalah univariat
tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani dan bivariat. Analisa univariat yang digunakan
hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah adalah distribusi frekuensi dengan rumus
persentase, sedangkan pada analisa bivariat
Ciamis”.
digunakan uji Spearman Rank (r).
Sebelum melakukan penelitian, peneliti
mengajukan permohonan penelitian ke RSUD
Ciamis. Setelah mendapatkan persetujuan, peneliti
METODE mulai melakukan penelitian dengan memerhatikan
Metode yang di gunakan pada penelitian ini masalah etika yang meliputi: inform consent,
adalah kuantitatif dengan menggunakan anonymity, confidentiality, safety dan justice.
pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling dengan jumlah
sampel 53 orang.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian HASIL
ini dalam bentuk kuesioner kepada responden
A. Karakteristik Responden
dengan menggunakan skala likert. Untuk
Karakteristik responden digunakan sebagai
kuesioner, responden diminta untuk memberi (X)
data pendukung untuk menguatkan analisa
pada kolom yang ditentukan. Instrumen dukungan
univariat dan bivariat penelitian yang dilakukan
keluarga memiliki 19 item pernyataan dan
pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD
instrumen tingkat kecemasan HARS memiliki 14
Ciamis.
item pertanyaan.
Tabel 1 Distribusi frekuensi berdasarkan
Instrumen dukungan keluarga dan instrumen
karakteristik responden pada pasien
tingkat kecemasan HARS memiliki skala data
yang menjalani Hemodialisa di RSUD
ordinal. Skala yang digunakan dalam instrumen
Ciamis Tahun 2020
dukungan keluarga dibagi menjadi tiga kelompok
Karakteristik Frekuensi %
yaitu rendah, sedang, tinggi. Sedangkan instrumen
tingkat kecemasan HARS dibagi menjadi 5 Usia
17-25 tahun 4 7,5
kelompok yaitu tidak ada kecemasan, kecemasan 26-35 tahun 4 7,5
ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, 36-45 tahun 7 13,2
kecemasan sangat berat (panik). 46-55 tahun 19 35,8
Peneliti melakukan Uji Validitas dan 56-65 tahun 10 18,9
Reabilitas kepada 20 orang responden yang >65 tahun 9 17,0
menjalani hemodialisa di RS AL-Arif Ciamis. Jenis Kelamin
Hasil uji validitas dari kuisioner dukungan Laki-laki 31 58,5
keluarga yang berjumlah 31 pertanyaan, 12 Perempuan 22 41,5
pertanyaan dinyatakan tidak valid dan 19 Pendidikan
pertanyaan dinyatakan valid. Kuisioner dinyatakan SD 15 28,3
valid karena r hitung > r tabel dengan nilai r SMP 7 13,2
hitung 0,468-0,777 dan r tabel (0,05) = 0,444. SMA 21 39,6
Hasil tersebut menunjukan bahwa 19 pertanyaan PT 10 18,9
sudah bisa mewakili kuisioner dukungan keluarga Pekerjaan
dari peneliti. Sedangkan untuk Uji reabilitas pada Bekerja 17 32,1
kuisioner dukungan keluarga memiliki nilai Tidak Bekerja 36 67,9
Cronbach’s Alpha sebesar 0.894, yang berarti Lama Hemodialisa
1-3 tahun 27 50,9
bahwa kuisioner dukungan keluarga terbukti
4-5 tahun 17 32,1
reliabel (0.894>0.6) 6-7 tahun 7 13,2
Peneliti tidak melakukan Uji validitas dan 8-10 tahun 2 3,8
reabilitas untuk kuisioner tingkat kecemasan, Total 53 100
namun menurut penelitian dari Nursalam (2014),
kuisioner tingkat kecemasan HARS memiliki nilai
uji validitas 0,93 dan reliabilitas 0,97. Kondisi ini Berdasarkan data diatas diketahui bahwa dari
menunjukkan bahwa pengukuran kecemasan 53 responden, sebagian besar responden berusia di
dengan menggunakan skala HARS akan diperoleh rentang 46-55 tahun sebanyak 19 orang (35,8%),
hasil yang valid dan reliabel. berjenis kelamin laki-laki sebanyak 31 orang
(58,5%), berpendidikan terakhir SMA sebanyak
21 orang (39,6%), sudah tidak bekerja sebanyak Tabel 3 Distribusi Frekuensi tingkat
36 orang (67,9%) dan lama menjalani HD selama kecemasan pada pasien yang
1-3 tahun sebanyak 27 orang (50,9%). menjalani Hemodialisa di RSUD
Ciamis Tahun 2020
B. Analisa Univariat Kecemasan Frekuensi (%)
Tabel 2 Distribusi Frekuensi dukungan Tidak ada 11 20,8
keluarga pada pasien yang Ringan 10 18,9
menjalani Hemodialisa di RSUD Sedang 6 11,3
Ciamis Tahun 2020 Berat 21 39,6
Dukungan Keluarga Frekuensi (%) Berat Sekali 5 9,4
Total 53 100
Rendah 11 20,8
Sedang 28 52,8
Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa
Tinggi 14 26,4
sebagian besar reponden dengan kecemasan berat
Total 53 100
sebanyak 21 orang (39,6%), sebagian kecil
Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa responden dengan tidak ada kecemasan
sebagian besar reponden mendapat dukungan sebanyak 11 orang (20,8%), sebagian kecil
keluarga yang sedang sebanyak 28 orang responden dengan kecemasan ringan sebanyak
(52,8%), hampir setengah responden mendapat
10 orang (18,9%) dan sebagian kecil
dukungan keluarga yang tinggi yaitu sebanyak 14
orang (26,4%) dan sebagian kecil responden responden dengan kecemasan berat sekali
mendapat dukungan keluarga yang rendah sebanyak 5 orang (9,4%).
sebanyak 11 orang (20,8%).

C. Analisa Bivariat
Tabel 4 Distribusi Frekuensi hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada
pasien yang menjalani Hemodialisa di RSUD Ciamis Tahun 2020
Dukungan Keluarga Arah
ρ
Jumlah dan
Kecemasan Rendah Sedang Tinggi value
Korelasi
F % F % F % F %
Tidak ada Kecemasan 0 0 0 0 11 20,8 11 20,8
Kecemasan Ringan 0 0 7 13,2 3 5,7 10 18,9
Kecemasan Sedang 0 0 6 11,3 0 0 6 11,3
0,000 -0.846
Kecemasan Berat 6 11,3 15 28,3 0 0 21 39,6
Kecemasan Berat Sekali 5 9,4 0 0 0 0 5 9,4
Jumlah 11 20,8 28 52,8 14 26,4 53 100

Berdasarkan tabel 4.8 menunjukan bahwa dari 11 orang mendapatkan dukungan keluarga yang
rendah, sebagian besar responden memiliki kecemasan berat sebanyak 6 orang (11,3%) dan sebagian
kecil responden memiliki kecemasan berat sekali sebanyak 5 orang (9,4%). Dari 28 orang mendapatkan
dukungan keluarga yang sedang, sebagian besar responden memiliki kecemasan berat sebanyak 15
orang (28,3%), sebagian kecil memiliki kecemasan ringan sebanyak 7 orang (13,2%) dan sebagian kecil
responden memilik kecemasan sedang sebanyak 6 orang (11,3%). Dari 14 orang mendapatkan dukungan
keluarga yang tinggi, sebagian besar responden tidak ada kecemasan sebanyak 11 (20,8%) dan sebagian
kecil responden memiliki kecemasan ringan sebanyak orang 3 orang (5,7%).
Dari hasil analisa data dengan menggunakan Spearman's rho didapatkan nilai signifikan ρ value
sebesar 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat
Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis Tahun
2020 karena nilai α > ρ value (0,05 > 0,000).
Koefisien korelasi Spearman's rho -0.846, yang menunjukan minus artinya kedua variabel memiliki
arah hubungan yang berbanding terbalik. Jika dukungan keluarga rendah maka tingkat kecemasan
pasien hemodialisa tinggi dan sebaliknya jika dukungan keluarga tinggi maka tingkat kecemasan pasien
hemodialisa rendah. Sementara dari nilai koefisien (r) 0.846 berada di range 0,75-0,99, sehingga
disimpulkan bahwa antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan mempunyai hubungan sangat
kuat.

PEMBAHASAN sebanyak 21 orang (70%). Hal ini dapat


A. Analisa Univariat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya
Gambaran Dukungan Keluarga Pada Pasien tingkat pengetahuan, pekerjaan serta kedekatan
Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit responden dan pihak keluarga. Notoatmodjo
Umum Daerah Ciamis Tahun 2020 dalam Liandi (2011) mengatakan semakin tinggi
Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa sebagian tingkat pendidikan seseorang maka semakin
besar reponden mendapat dukungan keluarga yang mudah pula orang tersebut dalam menghadapi
sedang sebanyak 28 orang (52,8%). suatu masalah.
Berdasarkan table 1 sebagian besar responden Menurut penelitian nurwulan (2017) yang
berusia 46-55 tahun sebanyak 19 orang (35,8%), dilakukan pada 38 orang pasien yang akan
yang menurut kategori usia dari depkes RI menjalani operasi di Ruang Rawat Inap Alamanda
merupakan masa lansia awal. Menurut Azizah, I RSUD Sleman, sebagian besar responden
lansia merupakan suatu bagian dari tumbuh memiliki dukungan keluarga yang sedang
kembang dari bayi, anak-anak, dewasa, dan tua. sebanyak 26 orang (68,4%).
Lansia mengalami perubahan yang bersifat normal
baik dari segi fisik, maupun psikis. Perubahan Gambaran Dukungan Keluarga Pada Pasien
yang terjadi yaitu perubahan fisik, kognitif, dan Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit
psikososial secara bertahap. (Astari, 2017). Umum Daerah Ciamis Tahun 2020
Pada lansia awal telah menempuh pendidikan Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa
sesuai tingkat pendidikan dengan rata-rata sebagian besar reponden dengan kecemasan
pendidikan terakhir adalah SMA. Tabel 1 sebagian berat sebanyak 21 orang (39,6%).
besar responden berpendidikan SMA sebanyak 21 Kecemasan berat menunjukan adanya pemicu
orang (39,6%). Usia lansia awal secara psikologis gejala yang menyebabkan terus terpikir dengan
sudah pada tahap mandiri, serta terjadi perubahan suatu keadaan seperti yang dikatakan oleh Suratmi
yaitu perubahan fisik, kognitif, dan psikososial bahwa kecemasan sering muncul pada individu
secara bertahap sehingga membutuhkan dukungan manakala berhadapan dengan situasi yang tidak
dari anggota keluarganya dalam menghadapinya. menyenangkan. Pada tingkat kecemasan yang
Rata-rata pasien yang menjalani hemodialisa di sedang, persepsi individu lebih memfokuskan hal
RSUD Ciamis diantar dan di dampingi oleh yang penting saat itu saja dan mengesampingkan
anggota keluarganya serta memberikan bentuk hal yang lainnya. Pada tingkat kecemasan
dukungan emosional dengan memberikan berat/tinggi, persepsi individu menjadi turun,
perhatian. Namun, ada juga responden yang hanya memikirkan hal yang kecil saja dan
datang sendiri atau di antar tapi tidak di dampingi mengabaikan yang lainnya, sehingga individu
selama proses hemodialisa. Selain itu, peneliti tidak dapat berpikir dengan tenang. (Suratmi,
juga mengamati bahwa dukungan keluarga 2017).
berhubungan dengan lama hemodialisa. Pada awal Selain karena perubahan kondisi badan,
hemodialisa, responden mulai dari tidak kecemasan bisa berkaitan dengan keadaan
menerima, marah, sedih, sehingga memerlukan ekonomi pasien, yang berdasarkan tabel 1 lebih
penyesuaian diri terhadap kondisinya sampai dari separuh responden tidak bekerja sebanyak 36
pasien mencapai tahap accepted (menerima) orang (67,9%). Chaplin mengemukakan bahwa
dengan adanya dukungan dari keluarga. Namun bekerja merupakan aktifitas fisik maupun aktifitas
semakin lama masa hemodialisa semakin mental yang menjadikan kegiatan utama manusia
berkurang dukungan keluarga yang diberikan. dalam kehidupan sehari-hari. Manusia tidak
Pada tabel 1 sebagian besar responden menjalani terlepas dari aktifitas bekerja untuk memenuhi
hemodialisa selama 1-3 tahun sebanyak 27 orang kebutuhannya. Tujuan seseorang bekerja agar bisa
(50,9%). memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya agar
Hal ini selaras dengan penelitian Liandi (2011) dapat bisa memenuhi sandang papan dan pangan,
diperoleh hasil bahwa dukungan keluarga yang suatu pekerjaan lebih berkaitan dengan kebutuhan
diberikan kepada anaknya yang akan menjalani psikologis dan bukan hanya berkaitan dengan
operasi di bangsal Ibnu Sina PKU Muhamadiyah kebutuhan materi semata. Secara psikologis arti
Yogyakarta termasuk dalam katagori sedang bekerja adalah menimbulkan rasa identitas, status,
atau pun fungsi sosial. Namun tidak selamanya memiliki arah hubungan yang berbanding terbalik.
orang dapat bekerja, banyak hal yang Jika dukungan keluarga rendah maka tingkat
menyebabkan orang berhenti bekerja, salah kecemasan pasien hemodialisa tinggi dan
satunya usia dan batasan fisik. (Kamisasi, 2018) sebaliknya jika dukungan keluarga tinggi maka
Dominasi responden dengan kecemasan berat tingkat kecemasan pasien hemodialisa rendah.
pada penelitian peneliti dapat terkait dengan Sementara dari nilai koefisien (r) 0.846 berada di
karakteristik lama hemodialisa responden. Pada range 0,75-0,99, sehingga disimpulkan bahwa
penelitian ini sebagian besar responden menjalani antara dukungan keluarga dengan tingkat
HD selama 1-3 tahun sebanyak 27 orang (50,9%). kecemasan mempunyai hubungan sangat kuat.
Sejalan dengan penelitian dari Luana (2012) Menurut Maslow, dukungan keluarga
dalam penelitiannya menemukan bahwa tingkat termasuk ke dalam kebutuhan kasih sayang dan
kecemasan cenderung menurun seiring dengan kebutuhan harga diri. Manusia bertingkah laku
lama frekuensi hemodialisa. karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.
Faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan Jika terpenuhinya suatu kebutuhan, maka akan
pada pasien yang menjalani HD antara lain faktor menimbulkan kepuasan dan motivasi untuk ingin
usia. Berdasarkan tabel 1 bahwa sebagian besar memenuhi pada jenjang berikutnya.
responden berusia 46-55 tahun sebanyak 19 orang Dukungan keluarga dengan kecemasan pada
(35,8%). Hasil penelitian arafah (2015) tentang pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi
faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat hemodialisa dan ditemani keluarga terdekat
kecemasan pasien hemodialisis di RSUD Dr. sehingga pasien tidak merasa cemas.
Pirngadi Medan yang telah dilakukan dapat Dukungan keluarga sangat penting terhadap
disimpulkan bahwa faktor-faktor yang pasien yang menjalani terapi hemodialisa,
berhubungan dengan tingkat kecemasan adalah pasien akan mendapat ketenangan saat
usia, pengalaman pengobatan, lama terapi dan menjalani terapi dan tidak merasa cemas.
dukungan keluarga. Hasil uji Spearman didapat Dukungan keluarga juga membangkitkan harga
ada hubungan usia pasien dengan kecemasan diri dan nilai sosial pada diri pasien karena
pasien hemodialisis di RSUD Dr.Pirngadi Medan. merasa dirinya penting dan dicintai juga
dapat meningkatkan kepercayaan diri dan obtimis
B. Analisa Bivariat untuk sembuh. (Anggeria, 2019).
Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa dari Menurut saraha dalam Juliantino (2016),
11 orang mendapatkan dukungan keluarga yang Pendekatan keluarga sangat diperlukan dalam
rendah, sebagian besar responden memiliki penatalaksanaan kecemasan yang dialami pasien
kecemasan berat sebanyak 6 orang (11,3%) dan yaitu dengan dukungan emosi dari keluarga.
sebagian kecil responden memiliki kecemasan Melalui dukungan keluarga, pasien akan merasa
berat sekali sebanyak 5 orang (9,4%). Dari 28 masih dihargai dan diperhatikan. Dukungan
orang mendapatkan dukungan keluarga yang keluarga dapat diwujudkan dengan memberikan
sedang, sebagian besar responden memiliki perhatian, bersikap empati, memberikan dorongan,
kecemasan berat sebanyak 15 orang (28,3%), memberikan saran, serta memberikan
sebagian kecil memiliki kecemasan ringan pengetahuan. Dukungan sosial dari keluarga
sebanyak 7 orang (13,2%) dan sebagian kecil berpengaruh penting dalam pelaksanaan
responden memilik kecemasan sedang sebanyak 6 pengobatan berbagai jenis penyakit kronis dan
orang (11,3%). Dari 14 orang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga sangat berpengaruh
dukungan keluarga yang tinggi, sebagian besar terhadap kesehatan mental anggota keluarganya.
responden tidak ada kecemasan sebanyak 11 Menurut penelitian Aziz (2017), Hasil
(20,8%) dan sebagian kecil responden memiliki Penelitian dukungan keluarga mayoritas baik
kecemasan ringan sebanyak orang 3 orang (5,7%). sebesar 38 (70,4%), Tingkat kecemasan
Dari hasil analisa data dengan menggunakan mayoritas tidak cemas sebesar 38 (70,4%), uji
Spearman's rho didapatkan nilai signifikan ρ value korelasi Kendall Tau didapatkan α : 0,000, ρ <
sebesar 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa 0,05, τ : 0,865. Berarti terdapat hubungan antara
terdapat Hubungan Dukungan Keluarga dengan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pada
Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi
Hemodialisa Di Rumah Sakit Umum Daerah hemodialisa.
Ciamis Tahun 2020 karena nilai α > ρ value (0,05 Hasil penelitian menunjukan bahwa
> 0,000). dukungan keluarga mayoritas dalam kategori baik
Koefisien korelasi Spearman's rho -0.846, yaitu sebanyak 24 responden (70,6) dan tingkat
yang menunjukan minus artinya kedua variabel kecemasan ibu mayoritas dalam kategori ringan
yaitu sebanyak 14 responden (41,2%). Hasil 2477-2674 (online), ISSN 2477-2666 (cetak),
kendall tau sebesar -0,540 dengan tingkat ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id
signifikan 0,001. Berarti ada hubungan antara Kementerian Kesehatan RI. 2017. Infodatin Pusat
dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Data dan Informasi Kementerian Kesehatan
(Agustina, 2018) RI, Situasi Penyakit Ginjal Kronis. Jakarta.
ISSN 2442-7659.
C. Keterbatasan Penelitian Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Utama
Peneliti memiliki keterbatasan yaitu Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). Jakarta :
homogenitas dari responden masih terlalu luas. Kemenkes RI di akses pada 27 Maret 2020 di
Untuk menjaga homogenitas bisa dilakukan http://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_
dengan cara memberikan kriteria inklusi dan 519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-
ekslusi pada saat pengambilan sampel. 2018_1274.pdf
Larasati, Ratih. 2018. Hubungan Dukungan
keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien
KESIMPULAN DAN SARAN Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani
Berdasarkan hasil penelitian tentang Hemodialisa di Rumah Sajit dr. Moewardi
hubungan dukungan keluarga dengan tingkat Surakarta. Naskah Publikasi. Surakarta :
kecemasan pada pasien yang menjalani Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
hemodialisa di RSUD Ciamis Tahun 2020 Surakarta (UMS).
didapatkan sebagian besar reponden mendapat Liandi, Ramalia. 2011. Hubungan Dukungan
dukungan keluarga yang sedang memiliki tingkat keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pre
kecemasan berat. Maka dapat disimpulkan bahwa Operasi pada Anak Usia Sekolah di RS PKU
terdapat Hubungan Dukungan Keluarga dengan Muhammadiyah Yogyakarta. Naskah
Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Publikasi. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu
Hemodialisa Di Rumah Sakit Umum Daerah Kesehatan Aisyiyah (STIKA).
Ciamis Tahun 2020. Nurwulan, Desy. 2017. Hubungan Dukungan
Peneliti mengharapkan untuk penelitian lebih dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre
lanjut bisa menguji jenis terapi yang dapat Anestesi dengan Tindakan Spinal Anastesi di
membantu menurunkan tingkat kecemasan serta RSUD Sleman. Politeknik Kesehatan
untuk memberikan kriteria inklusi dan ekslusi Yogyakarta.
pada saat pengambilan sampel agar menjaga Perkumpulan Nefrologi Indonesia. 2018. 11th
homogenitas sampel. Report Of Indonesian Renal Registry.
Diakses di
https://www.indonesianrenalregistry.org/data/
IRR%202018.pdf dan di unduh pada 27
DAFTAR PUSTAKA
Maret 2020.
Agustina, Siska. 2018. Hubungan Dukungan
Yuliana, Y. (2015). Hubungan dukungan
Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Ibu
keluarga dengan kepatuhan pembatasan
Pre Operasi Sectio Caesarea di RS PKU
cairan pada pasien gagal ginjal kronik
Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.
dengan terapi hemodialisa di RS PKU
Naskah Publikasi. Prodi Ilmu Keperawatan
Muhammadiyah Yogyakarta (Skripsi).
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
STIKES Aisyiyah. Yogyakarta.
Aziz, Toriq. 2017. Identifikasi Dukungan
Keluarga terhadap Pasien Gagal Ginjal
Kronik yang Menjalani Hemodialisa Di RS
Saiful Anwar Malang. UMM.
Fitrianasari, D.L., Tyaswati, J. E. & Astuti, I. S.
W. 2017. Pengaruh Dukungan Keluarga
dengan Tingkat Depresi Pada Pasien
Chronic Kidney Disease Stadium 5d yang
menjalani Hemodialisis di RSUD Dr.
Soebandi Jember. Ejournal Pustaka
Kesehatan, 6 (1), p. 165.
Kamisasi, Andi. 2018. Kecemasan dan
Kesejahteraan Hidup Pada Karyawan yang
akan Pensiun PT. Kaltim Prima Coal. ISSN