Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS

NYERI PADA POST OPERASI FRAKTUR TERTUTUP PADA EKSTREMITAS


BAWAH DI RSUP H ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2019

HARUN MULYADI
Cecep Triwibowo, S,Kep.M.Sc
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan

ABSTRAK
Fraktur dapat menimbulkan gejala yang umum yaitu nyeri, Nyeri merupakan
perasaan yang tidak nyaman dan bersifat subjektif dimana hanya penderita yang
dapat merasakannya. Perawat harus mencari pendekatan yang paling efektif dalam
upaya mengontrol nyeri. Untuk itu perawat perlu memberikan informasi kepada
pasien dan keluarga pasien tentang terapi non farmakologi yang bisa membantu
pasien dalam menghilangkan atau mengurangi nyeri antaranya terapi musik. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan
intensitas nyeri pasien post operasi fraktur tertutup pada ekstremitas bawah. Jenis
penelitian ini quasi experimental dengan desain pretest-posttest one grup design.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 orang dan sampel sebanyak 33
responden dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji
Willcoxon diperoleh nilai ρ = 0,000 (ρ value < α 0,05) sehingga Ha penelitian
diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terapi musik terhadap skala
nyeri pada pasien fraktur di RSUP H Adam Malik Medan.

Kata Kunci : Terapi musik, Nyeri, Fraktur.

ABSTRACT
Fractures can cause common symptoms, namely pain, pain is an
uncomfortable feeling and is subjective in which only sufferers can feel it. Nurses
must find the most effective approach in efforts to control pain. For this reason,
nurses need to provide information to patients and their families about non-
pharmacological therapies that can help patients eliminate or reduce pain including
music therapy. The purpose of this study was to determine the effect of music
therapy on the reduction in pain intensity of patients with postoperative closed
fractures in the lower extremities. This type of research is quasi experimental with
pretest-posttest one group design. The population in this study were 48 people and a
sample of 33 respondents with accidental sampling technique. The results of the

1
study based on the Willcoxon test obtained a value of ρ = 0,000 (ρ value <α 0.05) so
that the research Ha was accepted. This shows that there is an effect of music
therapy on pain scale in fracture patients at H Adam Malik General Hospital Medan.

Keywords: music therapy, pain, fracture.

PENDAHULUAN benda tajam/tumpul. Dari 45.987


Latar Belakang peristiwa terjatuh yang mengalami
Fraktur adalah setiap retak atau fraktur sebanyak 1.775 orang (3,8%),
patah tulang yang disebabkan oleh dari 20.829 kasus kecelakaan
trauma, tenaga fisik, kekuatan, sudut, lalulintas, yang mengalami fraktur
keadaan tulang dan jaringan lunak sebanyak 1.770 orang (8,5%) dari
disekitar tulang yang akan 14.127 trauma benda tajam/tumpul,
menentukan apakah fraktur yang yang mengalami fraktur sebanyak 236
terjadi disebut lengkap atau tidak orang (1,7%) (Kemenkes RI, 2013).
lengkap. Gangguan kesehatan yang Berdasarkan data dari Dinas
banyak dijumpai dan menjadi salah Kesehatan Provinsi Sumatera Utara
satu masalah dipusat-pusat pelayanan tahun 2015 didapatkan sekitar 2.700
kesehatan di seluruh dunia salah orang yang mengalami insiden fraktur,
satunya adalah fraktur (Budhiartha, 45% diantaranya mengalami
2013). kecacatan fisik, 25% mengalami
Badan Kesehatan Dunia (WHO) kematian, 20% mengalami
mencatat pada tahun 2011-2012 kesembuhan dan 10% mengalami
terdapat 5,6 juta orang meninggal gangguan psikologis atau depresi
dunia dan 1,3 juta orang (RISKESDAS,2013).
menderitafraktur akibat kecelakaan Menurut Helmi (2012),
lalu lintas. Tingkat kecelakaan manifestasi klinik dari fraktur ini
transportasi jalan di kawasan Asia berupa nyeri. Nyeri pada penderita
Pasifik memberikan kontribusi sebesar fraktur bersifat tajam dan menusuk
44% dari total kecelakaan di dunia, (Brunner & Suddarth, 2011).Nyeri
yang didalamnya termasuk Indonesia. merupakan perasaan yang tidak
Berdasarkan hasil Riset nyaman dan bersifat subjektif dimana
Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh hanya penderita yang dapat
Badan Penelitian dan Pengembangan merasakannya. Untuk itu perlu
Depkes RI (2013) di Indonesia terjadi mencari pendekatan yang paling
kasus fraktur yang disebabkan oleh efektifdalam upaya mengontrol nyeri
cedera antara lain karena jatuh, (Potter,2005).
kecelakaan lalulintas dan trauma

2
Menurut pelatihan yang dilakukan Metode Pengumpulan Data
oleh Nurhayati (2011) seseorang Mengajukan surat untuk
dapat mengatasi nyeri dengan persyaratan ijin melakukan studi
melakukan intervensi fisik berupa pendahuluan. Peneliti mengajukan
analgesic masase dan olah raga surat permohonan ijin penelitian dari
selain intervensi fisik, seseorang institusi Jurusan keperawatan
dapat mengatasi nyeri melalui aktifitas Poltekkes Medan kepada Direktur
kognitif dan perilaku seperti, guided, Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam
banyak tidur dan distraksi. Ada Malik Medan pada bulan Maret 2019
perbedaan yang signifikan antara di Ruang RB 3. Setelah mendapatkan
penurunan intensitas nyeri setelah di surat persetujuan dari Direktur Rumah
lakukan distraksi pada pasien post Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik
operasi laparatomi (nurhayati,2011). Medan pada April 2019. Kemudian
peneliti mencari sampel yang sesuai
METODE PENELITIAN dengan kriteria inklusi. Peneliti
Jenis dan Desain Penelitian mengumpulkan data dengan
Jenis penelitian ini quasi menggunakan lembar observasi.
experimental dengan menggunakan memberikan kesempatan kepada
desain pretest-posttestone grup responden untuk bertanya mengenai
design yaitu peneliti memberikan hal-hal yang belum dimengerti.
pretest (pengamatan awal) terlebih Responden diminta untuk
dahulu sebelum diberikan menandatangani informconsent jika
intervensi,setelah itu diberikan responden mau dijadikan sebagai
intervensi, kemudian dilakukan objek penelitian dan mengisi
posttest/pengamatan akhir. kuesioner yang sudah diberikan.
Setelah selesai, peneliti akan
Populasi dan Sampel mengumpulkan kembali kuesioner dan
Yang menjadi populasi dalam memeriksa kelengkapan dan
penelitian adalah seluruh pasien post konsistensi jawaban dari responden.
operasi fraktur yang berada di RSUP Apabila belum lengkap, maka
H. ADAM MALIK MEDAN tahun 2019 responden diminta untuk
berjumlah 48 orang. Setelah dilakukan melengkapinya.
pencarian sampel menggunakan
rumus slovin di dapatkan jumlah Analisa Data
responden sebanyak 33 responden  Analisa Univariat dilakukan dengan
dengan teknik Accidental sampling menggunakan analisa distribusi
yaitu pengambilan sample secara frekuensi dan statistik deskriptif.
dengan mengambil kasus atau
 Analisa Bivariat:Pengujian hipotesis
responden yang kebetulan ada atau
dengan mengunakan uji-Willcoxon.
tersedia disuatu tempat sesuai
dengan konteks penelitian.

3
HASIL PENELITIAN Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi
Analisa Univariat Responden Berdasarkan Intensitas
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Nyeri Sebelum Dilakukan Terapi
Karakteristik Responden Musik Klasik di RSUP H. Adam
Berdasarkan Jenis Kelamin di Malik Medan Tahun 2019
RSUP H. Adam Malik Medan Tahun Intensitas
F %
2019 Nyeri Pre
Karakteristik Ringan 0 0,0
F % Sedang 22 66,7
Responden
Jenis Kelamin Berat 11 33,3
Laki-laki 19 57,6 Total 33 100,0
Perempuan 14 42,4 Berdasarkan tabel 4.3 diatas
Total 33 100,0 menunjukkan dari 33 Responden
Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat diketahui bahwa intensitas nyeri
menunjukkan bahwa dari 33 sebelum dilakukan terapi musik klasik
responden dapat diketahui bahwa mayoritas skala nyeri sedang yaitu
berdasarkan jenis kelamin mayoritas sebanyak 22 responden (66,7%).
laki-laki yaitu sebanyak 19 responden
(57,6%), dan minoritas berjenis Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi
kelamin perempuan yaitu sebanyak 14 Responden Berdasarkan Intensitas
responden (42,4). Nyeri Setelah Dilakukan Terapi
Musik Klasik di RSUP H. Adam
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Malik Medan Tahun 2019
Karakteristik Responden Intensitas Nyeri
Berdasarkan Usia di RSUP H. Adam F %
Post
Malik Medan Tahun 2019 Ringan 15 45,5
Karakteristik Sedang 14 42,4
F % Berat 5 12,1
Responden
Usia Total 33 100,0
15-25 4 12,1 Berdasarkan tabel 4.4 diatas
26-35 4 12,1 menunjukkan dari 33 Responden
36-45 14 42,4 dapat diketahui bahwa intensitas nyeri
46-55 6 18,2 setelah dilakukan terapi musik klasik
56-65 5 15,2 mayoritas skala nyeri ringan yaitu
Total 33 100,0 sebanyak 15 responden (45,5%).
Berdasarkan tabel 4.2 diatas
menunjukkan bahwa dari 33
responden dapat diketahui bahwa
berdasarkan usia mayoritas
responden yang mengalami fraktur
adalah pada usia 36-45 tahun
(42,4%).

4
Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Berdasarkan tabel 4.5 diatas
Intensitas Nyeri Responden di menunjukkan Uji Normalitas dengan
RSUP H. Adam Malik Medan Tahun Shapiro Wilk Test bahwa intensitas
2019 nyeri sebelum dan sesudah dilakukan
Intensitas terapi musik klasik berdistribusi tidak
Nilai P Data
Nyeri normal (p<0,05), sehingga dianalisis
Pre 0,000 TN menggunakan Uji Willcoxon untuk
Post 0,000 TN menguji perbedaan intensitas nyeri
TN : Tidak Normal sebelum dan sesudah dilakukan terapi
musik.

Analisa Bivariat
Analisa bivariat bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik
terhadap penurunan intensitas nyeri pada post operasi fraktur tertutup pada
ekstremitas bawah.

Tabel 4.6 Hasil uji WillcoxonIntensitas Nyeri Pre dan Post Pada Responden
di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2019

No Intensitas Nyeri Mean Median SD Nilai P


1 Pre 2,33 2,00 0,479
0,000
2 Post 1,67 2,00 0,692
Berdasarkan tabel 4.6 diatas, dapat diketahui bahwa hasil uji statistic
menggunakan willcoxon, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri
responden sebelum dan sesudah dilakukannya terapi musik klasik dengan nilai p
value = 0,000 (<0,05).

PEMBAHASAN lebih aktif dan lebih banyak


Karateristik Responden melakukan aktivitas diluar rumah
Berdasarkan Jenis Kelamin untuk bekerja. Fraktur lebih banyak
Karakteristik responden terjadi karena kecelakaan. Tingginya
berdasarkan hasil penelitian yang kasus fraktur akibat kecelakaan lalu
dilakukan didapatkan bahwa lintas pada laki-laki dikarenakan laki-
mayoritas responden bejenis kelamin laki mempunyai perilaku mengemudi
laki-laki sebanyak 19 orang (57,6%) dengan kecepatan yang tinggi
responden. Menurut Vithiya (2012), sehingga menyebabkan kecelakaan
laki-laki memiliki resiko lebih tinggi yang lebih fatal disbanding
mengalami cedera karena laki-laki perempuan

5
Hasil penelitian ini sejalan dengan responden. Hasil penelitian ini sejalan
penelitian Suhartini (2013) dengan penelitian sebelumnya oleh
menyatakan bahwa penyakit fraktur Suhartini (2013) dengan judul
dapat mengenai semua umur baik pengaruh teknik relaksasi terhadap
laki-laki maupun perempuan. intensitas nyeri pada pasien post
operasi fraktur di ruang irina A BLU
Karakteristik Responden RSUP Prof Dr. R. D Kandou Manado
Berdasarkan Usia didapatkan hasil diketahui dari 11
Karakteristik responden orang (55,0 %) dengan intensitas
berdasarkan hasil penelitian yang nyeri hebat terkontrol berkurang
dilakukan didapatkan bahwa menjadi 10 orang dengan intensitas
mayoritas pasien berada pada masa nyeri sedang dan 1 orang dengan
dewasa akhir (36-45 tahun) yaitu intensitas tidak nyeri. Hal yang sama
sebanyak 14 orang (42,4%) juga terjadi pada 8 orang (40,0 %)
responden. Bagi penderita usia dengan intensitas nyeri sedang
kelompok ini, massa tulang yang berkurang menjadi intensitas nyeri
rendah cenderung mengalami fraktur. ringan. Intensitas nyeri ringan 1 orang
Dengan benturan kecil, dapat (5,0 %) berkurang menjadi tidak nyeri.
menyebabkan fraktur karena massa Serta terdapat pengaruh teknik
tulang yang rendah tidak mampu relaksasi terhadap intensitas nyeri
menahan daya benturan. pada pasien post operasi fraktur di
Pengurangan massa tulang jelas pada ruang irina A BLU RSUP Prof Dr. R. D
kelompok usia ini, konsumsi kalsium Kandou Manado dengan nilai P =
dan vitamin D dapat menguatkan 0,000.
jaringan tulang. Hasil penelitian ini Terdapat kesamaan hasil
sejalan dengan penelitian Suhartini penelitian dimana terjadi perubahan
(2013) menyatakan bahwa umur intensitas nyeri setelah dilakukan
mempengaruhi tingkat kesehatan teknik relaksasi (terapi music klasik).
seseorang dimana penyakit ini lebih Kesamaan ini dikarenakan teknik
banyak terjadi pada kalangan dewasa. relaksasi yang dilakukan secara
berulang dapat menimbulkan rasa
Intensitas Nyeri nyaman bagi pasien. Adanya rasa
Hasil penelitian terhadap 33 nyaman inilah yang menyebabkan
responden sebelum dilakukan teknik timbulnya toleransi terhadap nyeri
terapi music klasik didapatkan yang dirasakan. Menarik napas dalam
mayoritas intensitas nyeri sedang dan mengisi udara dalam paru-paru
sebanyak 22 orang (66,7%). Setelah dapat merelaksasikan otot-otot skelet
dilakukan teknik relaksasi didapatkan yang mengalami spasme yang
mayoritas mengalami nyeriringan disebabkan oleh insisi (trauma)
sebanyak 15 orang (45,5%) jaringan pada saat pembedahan.

6
Relaksasi otot-otot ini akan fraktur. Penelitian yang dilakukan
meningkatkan aliran darah ke daerah McCaffery menemukan bahwa
yang mengalami trauma sehingga intensitas nyeri menurun sebanyak
mempercepat penyembuhan dan 33% setelah terapi music dengan
menurunkan (menghilangkan) sensasi menggunakan musik klasik Mozart
nyeri (Stania, 2014). terhadap pasien osteoarthritis selama
Penanganan nyeri secara 20 menit dengan music Mozart (Dian
farmakologis memiliki efek yang tidak Novita, 2012).
baik bagi tubuh, sehingga tindakan Penelitian menunjukkan bahwa
non farmakologis dianjurkan dalam musik klasik bermanfaat untuk
penanganan nyeri. Salah satu membuat seseorang menjadi rileks,
tindakan non farmakologis yaitu menimbulkan rasa aman dan
pemberian teknik relaksasi (terapi sejahtera, melepaskan rasa gembira
music klasik). Menurut Smelzer & dan sedih, menurunkan tingkat
Bare (2002), Prinsip yang mendasari kecemasan pasien pra operasi dan
penurunan nyeri oleh teknik relaksasi melepaskan rasa sakit dan
terletak pada fisiologi system syaraf menurunkan tingkat stress. Hal
otonom yang merupakan bagian dari tersebut terjadi karena adanya
system syaraf perifer yang penurunan Adrenal Corticotropin
mempertahankan homeostatis Hormon (ACTH) yang merupakan
lingkungan internal individu. hormon stress (Bernatzky et al,
2011).
Pengaruh Terapi Musik Pada Hal ini didukung oleh teori bahwa
Pasien Fraktur di RSUP H Adam Musik bisa menyentuh individu baik
Malik Medan secara fisik, psikososial dan spiritual
Hasil analisis statistic Pengaruh sehingga dapat membantu pasien
Terapi Musik Pada Pasien Fraktur di dalam menghilangkan atau
RSUP H Adam Malik Medan mengurangi nyeri (Campbell, 2006).
menunjukkan nilai p value < 0,05 Terapi musik juga merupakan salah
(0,000) yang berarti terdapat satu tindakan mandiri perawat dalam
pengaruh yang signifikan antara terapi manajemen nyeri, berbagai
music terhadap skala nyeri. Nilai penelitian menunjukkan bahwa jenis
mean sebelum dilakukan terapi music musik yang efektif dalam
klasik 2,33 dan sesudah dilakukan manajemen nyeri adalah musik
terapi music klasik yaitu 1,67. Hasil ini klasik. Hal ini dikarenakan musik
sejalan dengan penelitian yang klasik memiliki tempo yang berkisar
dilakukan oleh Rivaldy (2015) yang antara 60-80 beats per menit selaras
mengemukakan bahwa ada pengaruh dengan detak jantung manusia
yang signifikan antara terapi music (Suherman, 2010).
terhadap skala nyeri pada pasien

7
KESIMPULAN 3. Bagi Jurusan Keperawatan
Dari hasil penelitian yang Poltekkes Kemenkes Medan
dilakukan mengenai Pengaruh Terapi Bagi Jurusan Keperawatan agar
Musik Klasik Terhadap Penurunan menjadi sumber referensi
Intensitas Nyeri Pada Post Operasi diperpustakaan dan dapat menjadi
Fraktur Tertutup Pada Ekstremitas panduan penelitian bagi
Bawah Di RSUP H. Adam Malik mahasiswa selanjutnya jika
Medan tahun 2019 maka didapat melakukan penelitian tentang
kesimpulan sebagai berikut: Terapi Musik Klasik Terhadap
1. Intenitas Nyeri Pasien Post Fraktur Penurunan Intensitas Nyeri Pada
di RSUP H. Adam Malik Medan Post Operasi Fraktur Tertutup Pada
Tahun 2019 sebelum dilakukan Ekstremitas Bawah
terapi distraksi rata – rata sedang .
2. Intensitas Nyeri Pasien Post
Fraktur di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2019 Setelah DAFTAR PUSTAKA
dilakukan terapi distraksi rata – rata
Brunner & Suddarth. 2010. Buku Ajar
sedang. Keperawatan Medikal Bedah.
3. Berdasarkan hasil analisis Uji Edisi 8, Volume 1. Jakarta:
Wilcoxon maka terdapat adanya Penerbit Buku Kedokteran
pengaruh Intensitas nyeri pasien EGC.
post operasi fraktur sebelum dan
sesudah terapi music klasik di Budhiarta, Arif. 2013. Buku Saku
Gangguan Muskuloskeletal.
RSUP H. Adam Malik Medan
Jakarta: Penerbit Buku
Tahun 2019 dengan nilai p = 0,000 Kedokteran EGC.

SARAN Helmi, Z. N 2012. Buku Ajar


1. Bagi RSUP H. Adam Malik Gangguan Muskuloskeletal.
Memberikan penyuluhan atau Jakarta: Salemba Medika.
sosialisasi dan demontrasi terkait
Judha M. 2012. Teori pengukuran
Terapi Musik Klasik Terhadap nyeri dan persalinan. Nuha
Penurunan Intensitas Nyeri Pada Medica Yogyakarta
Post Operasi Fraktur Tertutup Pada
Ekstremitas Bawah. Kozier B, Erb G. 2009. Buku Ajar
2. Bagi Peneliti Selanjutnya Praktik Keperawatan Klinis
Edisi 5. Jakarta: Penerbit
Bagi peneliti selanjutnya agar hasil
Buku Kedokteran EGC.
penelitian ini dapat digunakan
sebagai frekuensi untuk Lela Aini. 2018. Pengaruh Teknik
pengembangan penelitian Relaksasi Nafas Dalam
selanjutnya. terhadap Penurunan Nyeri

8
pada Pasien Fraktur STIK Studi Ilmu Keperawatan
Siti Khadijah Palembang Fakultas Kedokteran.
Universitas Sam Ratulangi
Mardiono, Sasono. 2018. Hubungan Manado
Pengetahuan Dan Sikap
Perawat Dalam Saferi A,W. 2013. KMB 2
Penatalaksanaan Pembidaian Keperawatan Medical Bedah
Pasien Fraktur Di Rs (Keperawatan Dewasa).
Bhayangkara Palembang Nuha Medika.Yogyakarta.
2018. Studi Ilmu
Keperawatan STIK bina Tamsuri A.2012. Konsep dan
Husada Palembang Penatalaksanaaan Nyeri.
EGC. Jakarta.
Nurhayati,dkk. 2011. Pengaruh Teknik
Distraksi Relaksasi Terhadap Yusuf. 2010. Keperawatan Post
Penurunan Intensitas Nyeri Operasi. diakses tanggal 4
Pada Pasien Post Operasi agusus 2015
Laparatomi Di Pku htts://robbybee.wordpress.co
Muhammadiyah Gombong. m/2009/02/5/keperawatan.po
Jurnal. STIKES st-operatif/.
Muhammadiyah Gombong
Zairin,Noor. 2016, Buku ajar
Politeknik Kesehatan Kemenkes Gangguan Muskuloskeletal
Medan. 2012. Panduan
Penyusunan Karya Tulis
Ilmiah. Medan: Politeknik
Kesehatan Kemenkes
Medan.

Price, A and Wilson. 2006.


Phatofisiologi Konsef Klinis
Proses-Proses Penyakit Edisi
3. EGC.Jakarta.

Rekam Medic. 2018. RSUP Haji Adam


Malik Medan.

Riskesdas (2013). Hasil Riskesdas.


(online) diakses tanggal 9
oktober 2014, jam 06.09
WITA

Rivaldy Djamal, dkk. 2015 Pengaruh


Terapi Musik Terhadap Skala
Nyeri Pada Pasien Fraktur Di
Irina A Rsup Prof. Dr. R.D.
Kandou Manado. Program